cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Analisis Perbandingan Pendapatan usaha home industri kerupuk tepung dan emping melinjo di Desa Pulo Pisang Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie Muhammad Azrul; Edy Marsudi; Mustafa Usman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.062 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.1108

Abstract

ANALYSISBENEFIT SALES OF HOME INDUSTRY ON MELINJO AND FLOUR’S CHIPS IN PULO PISANG PIDIE CITY Muhammad Azrul/Agribussines Unsyiah ABSTRACT Flour crackers are traditional processed products using starch and wheat flour as the main ingredient. Melinjo is one of the flagship products of Pidie, which is produced in almost all districts. This study aimed to analyze whether the home business industry can provide benefits and do a comparison of income. The analytical method used in this research is the analysis of income, ravenue cost ratio, BEP and comparative analysis. The survey results revealed that businesses Home Industry cracker flour and melinjo can provide benefits and melinjo business is more profitable than business of flour cracker. keywords  : flour crackers, melinjo crackers, analysis income, comparison of income
Uji Tingkat Kesukaan Konsumen Terhadap Roti Canai Dengan Beberapa Varian Topping Zarwa Ulfa; Yusya' Abubakar; Juanda .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.128 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.23243

Abstract

Flat bread di Indonesia yang dikenal sebagai roti canai dipengaruhi oleh masakan India. Banyak restoran Indonesia khususnya di Aceh dan Sumatera Barat menyajikan roti ini. Pengolahan gandum menjadi roti merupakan salah satu kegunaannya. Penelitian ini bermaksud untuk melihat tingkat kesukaan pelanggan terhadap roti canai dengan rasa (garnish) yang berbeda. Dengan kuesioner sebagai instrumen penelitian, penelitian ini akan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Preferensi konsumen uji hedonis merupakan parameter yang harus diperhatikan. Skala pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk mengetahui panjang pendeknya selang waktu pada alat ukur. Hal ini memastikan bahwa alat ukur akan menghasilkan data kuantitatif ketika digunakan dalam pengukuran. Angka dapat digunakan untuk menyatakan variabel yang dapat diukur dengan instrumen tertentu, sehingga lebih akurat, efektif, dan komunikatif. Uji hedonik memiliki skala sangat suka, suka, agak suka, netral, dan tidak suka akan digunakan dalam penelitian ini. Jenis topping roti canai menjadi faktor pengujian dalam penelitian ini. Topping gula, toping coklat, toping keju, dan toping keju coklat adalah beberapa toping yang bisa ditambahkan pada roti canai. Uji hedonik yang bertujuan untuk mengukur pengakuan pembeli terhadap suatu barang yang melibatkan kemampuan manusia sebagai alat fundamentalnya. Hasil uji sensori yang telah di lakukan menunjukkan bahwa panelis menyukai warna dari topping gula dengan nilai 4,04. Sedangkan topping coklat sebesar 3,80, topping keju sebesar 3,64, topping coklat keju sebesar 3,74. Tingkat kesukaan panelis terhadap tekstur roti canai berkisaran 3 (netral) sampai dengan 4 (suka). Nilai uji sensori aroma berkisar antara 3,6 sampai dengan 4(suka). uji sensori rasa berkisar antara 3,8 sampai dengan 4 (suka), dengan rata rata nilai 4 (suka). Dari beberapa varian rasa yang di uji, topping gula menjadi topping yang di sukai para panelis dengan rata rata 4.0 (suka) kemudian disusul dengan topping coklat dengan rata rata 3,8 (suka), kemudian tooping coklat keju dengan rata rata 3,7 (suka) dan yang terakhir dengan topping keju 3.6 (suka).
Potensi Antioksidan Daun Johar (Cassia seamea Lamk.) Sari Hanum; Muhammad Ikhsan Sulaiman; Martunis Martunis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.15 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i1.2237

Abstract

AbstakJohar (Cassia seamea Lamk.) merupakan tanaman yang tumbuh dengan baik didaerah tropis dan diketahui mengandung antioksidan. Daun johar sering digunakan sebagai obat herbal dalam penyembuhan penyakit malaria, hepatitis, demam dan penyakit kulit. Selama ini masyarakat memanfaatkan daun johar dengan cara meminum air rebusan daun johar segar  tanpa memilih daun muda atau tua untuk dijadikan obat herbal. Dengan demikian perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh tingkat ketuaan daun johar, pengeringan daun johar dan waktu perebusan terhadap aktivitas antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji potensi antioksidan pada air hasil rebusan daun johar muda dan tua yang segar dan kering. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 3 faktor. Faktor pertama adalah tingkat ketuaan daun johar (J) yaitu J1 = daun johar muda dan J2 = daun johar tua. Faktor kedua adalah pengeringan daun (P) yaitu P1 = daun segar dan P2 = daun kering. Faktor ketiga adalah lama perebusan (V) yaitu V1 = perebusan 15 menit dan V2 = perebusan 25 menit. Air hasil rebusan daun johar segar memiliki aktivitas antioksidan yang lebih rendah dibandingkan daun johar kering. Daun johar segar muda dan tua masing-masing memiliki nilai IC50=31,56 µg BK/g DPPH dan IC50=29,66 µg BK/g DPPH. Aktivitas antioksidan daun johar muda yang kering lebih tinggi dengan nilai IC50=4,13 µg BK/g DPPH dibandingkan daun johar tua yang kering dengan nilai IC50=14,15 µg BK/g DPPH. Total fenol daun johar kering juga lebih tinggi dibandingkan dengan daun johar segar. Total fenol daun johar muda yang kering tidak berbeda  nyata dengan  daun johar tua yang kering yaitu masing-masing 8,48 mgGAE/g BK dan 8,57 mgGAE/g BK. Sedangkan waktu perebusan yang digunakan tidak berpengaruh nyata terhadap aktivitas antioksidan dan total fenol yang dihasilkan. AbstactJohar (Cassia seamea Lamk.) is a plant growing well in tropical areas and known to contain antioxidants. Its leaves are often used as herbal medicine in the treatment of malaria, hepatitis, fever and skin diseases. At this time, people use its leaves by drinking the boiled water of the fresh leaves of it without choosing young or old leaves of it to be used as herbal medicine. Therefore, it was necessary to conduct research about the influences of age rate, and drying of the Johar leaves, and the boiling time of antioxidant activity. The purpose of this research was to investigate antioxidant potencies in water resulted from boiling of young and old leaves of Johar that were fresh and dry. The research used a randomized block design (RAK) Factorial by 3 factors. The first factor was the age rate of Johar leaves (J), that was, J1 = young Johar leaves, and J2 = old Johar leaves. The second factor was the drying of the leaves (P), that was, P1 = fresh leaves, and P2 = dry leaves. The third factor was the long in boiling (V), that was, V1 = boiling for 15 minutes, and V2 = boiling for 25 minutes. The water resulted from boiling of the fresh Johar leaves had antioxidant activity that was lower compared to the dry Johar leaves. Each young and old fresh Johar leaf had the value of IC50=31,56 µg BK/g DPPH dan IC50=29,66 µg BK/g DPPH. The antioxidant activity of the young dry Johar leaves was higher than the value of IC50=4,13 µg BK/g DPPH compared to the old dry Johar leaves with the value of IC50=14,15 µg BK/g DPPH. The total phenol of dry Johar leaves was also higher than the leaves of fresh Johar. The total phenol of young dry Johar leaves was not significantly different from the old dry Johar leaves, that was, each 8.48 mgGAE / BK and 8.57 g mgGAE / g BK. While, boiling time used did not significantly affect the antioxidant activity and total phenol produced.
Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usahatani Timun Suri di Gampong Babah Jurong Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar Febrina Ramadhani; Zakiah Zakiah; Fajri Fajri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.926 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i2.6805

Abstract

Abstrak. Usahatani timun suri. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis keuntungan usahatani timun suri dan menganalisis kelayakan usahatani timun suri. Lokasi penelitian di lakukan di Gampong Babah Jurong Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar,  penelitian dilakukan pada bulan Mei-Juni tahun 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sensus yaitu seluruh populasi menjadi sampel. Metode pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara, observasi dan kuesioner dengan analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan pendapatan yang diterima usahatani timun suri dengan luas lahan sebesar 750 m2 adalah Rp 1.501.736. Nilai R/C 1 yaitu sebesar 1,90 yang artinya usahatani timun suri dinilai layak untuk diusahakan. Nilai BEP produksi sebesar 467 dan BEP Harga sebesar 1.933, dimana titik pulang pokok usahatani timun suri terjadi pada saat produksi mencapai 467kg dan harga minimun sebesar Rp 1.933/kg. Nilai ROI sebesar 90,19%, yang artinya setiap Rp 100 biaya produksi yang dikeluarkan mampu memberikan pendapatan pada usahatani timun suri sebesar Rp 90,19. Dengan demikian, usahatani timun suri di Gampong Babah Jurong Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar layak untuk diusahakan dan dapat memberikan keuntungan. Analysis Of The Income And Eligibility Of Farming Suri Cucumber In Gampong Babah Jurong Kuta Baro Aceh Besar DistrictAbstract. Farming cucumber suri. The purpose of this research is to analyze the benefits of farming cucumber suri and analyze the feasibility of farming timun suri. The location of the research done in Gampong Babah Jurong Kuta Baro, Aceh Besar Regency research conducted in May-June of 2017. The research method used was the census method, namely the population being sampled. Method of data collection is done by conducting interviews, observation and questionnaires with quantitative analysis. The results showed revenue received farming land with an area of suri cucumber of 750 m2 is Rp 1,501,736. The value of R/C 1 i.e. of 1.90, meaning farming cucumber suri is judged worthy to remain unanswered. The value of BEP production is 467 and BEP price is 1,933, where point staple farming cucumber suri occurs when the production reaches 467kg and a minimum price of Rp 1.933/kg. The value of ROI of 90.19%, meaning that every Rp 100  production costs that are incurred to provide income on farming suri cucumber Rp 90.19. Thus, farming cucumber suri in Gampong Babah Jurong Kuta Baro Aceh Besar District deserve to be organised and can give you an advantage.Analysis Of The Income And Eligibility Of Farming Suri Cucumber In Gampong Babah Jurong Kuta Baro Aceh Besar District
Analisa Kecernaan In VItro Fermentasi Kulit Kopi (coffea sp) Menggunakan Produk Inokulan yang Berbeda Iqlima Iqlima; Sitti Wajizah; Yunasri Usman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v3i1.6488

Abstract

Abstrak.  Suatu penelitian tentang kecernaan kulit kopi untuk pakan ternak ruminansia. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Pogram Studi Peternakan,  Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Darussalam Banda Aceh untuk proses fermentasi pakan dan dilanjutkan dengan pengiriman sampel penelitian ke Laboratorium Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk pengujian kecernaan in vitro dan N-NH3, Penelitian Juni sampai Agustus 2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur efektivitas penggunaan inokulan  yang berbeda pada proses fermentasi kulit kopi dalam meningkatkan kecernaan nutrisi  secara  in vitro . Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan P0 adalah perlakuan kontrol/ tanpa menggunakan inokulan, P1 adalah perlakuan kulit kopi difermentasi menggunakan Saus Burger Pakan (SBP)  1%, P2 adalah perlakuan kulit kopi difermentasi  menggunkan EM-4 1% dan P3 adalah kulit kopi difermentasi menggunakan Probion 1%. Parameter yang diamati adalah Pengukuran (pH), konsentrasi N-NH3. koefisien cerna bahan kering secara in vitro (KCBKIV) dan koefisien cerna bahan organik secara  in vitro (KCBOIV). Hasil analisis sidik ragam  menunjukkan bahwa kulit kopi yang difermentasi menggunakan berbagai inokulan terdapat perbedaan yang nyata (P0,05) antar perlakuan terhadap nilai pH dan koefisien cerna bahan kering in vitro  (KCBKIV) kulit kopi fermentasi menggunakan berbagai inokulan berkisar antara 46,92% sampai 51,91%, tidak terdapat perbedaan yang nyata (P0,05) terhadap kosentrasi N-NH3. dan KCBOIV(In Vitro digestibility analysis of coffee skin fermentation (coffea sp) using different inoculant products)Abstrak. A research regarding oof coffee leaf digestibility for ruminants feed was conducted the Laboratory of Nutrition Science and Feed Technology of Animal Produce, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University for fermentatation feed and continued by sending research samples to the Bogor Agricultural Laboratory (IPB) for in vitro and N-NH3 digestibility tests,. The research had been conducted from Juni 2017 to August 2017. The objective of the research was to find to measure the effectiveness of different inoculant use in coffee fermentation process in improving nutrient digestibility in vitro. Completely Randomized Design was used in this research consists of four treatments (P0 = control/ without inoculants., P1 is a fermented coffee skin treatment using 1% Burger Feed Sauce (SBP), P2 is a fermented coffee skin treatment using EM-4 1%, and P3 is fermented coffee peels using 1% Probion., and four replications. Measurements (pH), N-NH3 concentrations. dry matter digestibility coefficient in vitro (KCBKIV) and organic matter digestibility coefficient in vitro (KCBOIV) were the parameter estimated. Statistical analysis showed that there was significant effect (P0,05) caused by the treatments on the pH value dry matter digestibility coefficient in vitro (KCBKIV) fermented coffee skin using various inoculants ranged from 46.92% to 51.91% , significant effect (P0,05) to the N-NH3 concentration and KCBOIV.
Profil Usahatani Jeruk Pamelo Giri Matang (Citrus maxima (Burm.) Merr) Di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen Andya Safrizal; Ahmad Humam Hamid; Irwan A Kadir
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.647 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i1.2240

Abstract

Abstrak - Profil usahatani jeruk pamelo giri matang merupakan suatu gambaran  mengenai keberadaan usahatani komoditas tanaman jeruk pamelo kultivar giri matang (putih manis) berdasarkan skala budidaya tertentu, jumlah populasi berdasarkan stadia umur tanaman, luas tanam, status kepemilikan tanaman dan seluruh aspek kegiatan pembudidayaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana standar ideal usahatani, rantai saluran pemasaran, dan jenis pendapatan yang diperoleh rumah tangga petani dari usahatani jeruk pamelo giri matang di Kecamatan peusangan Siblah Krueng. Hasil penelitian menunjukan bahwa usahatani jeruk pamelo giri matang belum memenuhi standar usahatani ideal, karena sebagian besar rumah tangga petani belum menerapkan kegiatan usahatani sesuai dengan standar. Pemasaran jeruk pamelo giri matang menggunakan saluran pemasaran 0 dan 1 tingkat. Usahatani jeruk pamelo giri matang bukan merupakan  sumber pendapatan utama rumah tangga petani, karena kontribusinya tergolong dalam kategori rendah yaitu sebesar 16% dengan rata-rata pendapatan Rp 11.511.003/tahun.Farming Profile of Giri Matang Pummelo (Citrus maxima (Burm) Merr.) in Peusangan Siblah Krueng District, Bireuen RegencyAbstract – Farming profile of giri matang pummelo is an illustration of the existence of pummelo crops farming commodity of giri matang (sweet white) cultivar based on a certain scale cultivation, the number of population by crop age stadia, acreage, ownership status of plants and all the aspect of cultivation. This study aims to determine how the ideal standard of farming, marketing channel chain, and the type of farmer household income derived from the farming of giri matang pummelo in Peusangan Siblah Krueng distric. The results showed that the farming of giri matang pummelo has not met the ideal standard of farming, because most of farmers household do not apply farming activities in accordance with the standard. Giri matang pummelo marketing using marketing channels 0 and 1 levels. Farming of giri matang pummelo is not the main source of income of farmer households, for his contributions classified in the low category at 16% with an average income of Rp 11,511,003/year.
Pengaruh Perlakuan Benih Menggunakan Rizobakteri Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Tomat Cherry (Lycopersicum esculentum var. Cerasiforme) Muhammad Daffa Sulthan; Ainun Marliah; Syamsuddin Syamsuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.283 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.24450

Abstract

Abstrak. Tomat (Lycopersicum esculentum var. Cerasiforme) ialah salah satu jenis tanaman buah yang sangat digemari khalayak karena memiliki banyak kandungan gizi yang baik  bagi  kesehatan  tubuh. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan 1 Fakultas Pertanian dan Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih Universitas Syiah Kuala. Penelitian dimulai pada bulan Mei sampai dengan September 2022. Terdapat 24 kombinasi perlakuan yang berbeda dalam percobaan ini, yang menggunakan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 8 perlakuan dan 3 kali ulangan. Variabel yang diukur adalah tinggi tanaman, diameter batang, berat buah per tanaman, diameter buah, dan jumlah buah. Perlakuan jenis Rizobakteri berpengaruh sangat nyata pada parameter tinggi tanaman 15, 30 dan 45 HST, berat buah per tanaman, jumlah buah keseluruhan dan potensi hasil.  Tetapi tidak berpengaruh nyata pada parameter diameter batang 15, 30, 45 HST dan diameter buah. Pemberian jenis Rizobakteri terbaik dijumpai pada perlakuan LDG 3/1 (R2) yang mampu meningkatkan tinggi tanaman, berat buah per tanaman, jumlah buah keseluruhan dan hasil tanaman. Effect of Seed Treatment Using Rhizobakteri on the Growth and Production of Cherry Tomato Plants (Lycopersicum esculentum var. Cerasiforme)Abstract. Tomatoes ( Lycopersicum esculentum var. Cerasiforme) are a kind of fruit plant which is very favored by the community as it has plenty health nutrients that are good for the body. Experimental Garden 1 served as the setting for this study, Faculty of Agriculture and Laboratory on Herb Science as well as Seed Technology of Syiah Kuala University. This research start May to September 2022. In research use non-factorial Randomize Group (RAK) with 8 treatments and 3 replications, so there were 24 treatment combinations. The observed variables were plant growth, stem diameter, fruit weight per plant, fruit maturity, overall weight. Treatment of Rhizobacteria types showed a highly significant impact on the parameters of plant growth at 15, 30 and 45 HST, fruit yield per plant, total fruit weight and yield potential. However, it did not affect the trunk diameter parameters age of 15, 30, 45 HST and diameter. The best Rhizobacterial species was found in the LDG 3/1 (R2) treatment which increased plant height, fruit mass per plant, total fruit number and production potency.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Petani Cabai Merah Dalam Mengadopsi Teknologi Di Kabupaten Aceh Tengah Firdalisma Firdalisma; Iwan A. Kadir; Romano Romano
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.285 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.23353

Abstract

Abstrak. Capsicum annum L. atau yang umum disebut cabai merah, termasuk tanaman hortikultura (Family Ssolanaceae). Tanaman cabai merah memiliki tingkat adaptasi yang baik di Kabupaten Aceh Tengah dengan tingkat produksi tertinggi untuk tanaman cabai merah di Provinsi Aceh. Penelitian ini untuk menganalis faktor-faktor yang mempengaruhi petani cabai merah dalam mengadopsi teknologi pada komoditi tersebut di Kabupaten Aceh Tengah. Berdasarkan hasil penelitian, hanya variabel pengalaman bertani, jumlah tanggungan keluarga dan akses kredit modal yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani mengadopsi teknologi cabai merah di Kabupaten Aceh Tengah. Factors Affecting the Decisions of Red Chili Farmers in Adopting Technology in Central Aceh RegencyAbstract. Capsicum annum L. or what is commonly called red chili, is a horticultural plant (Family Ssolanaceae). Red chili plants have a good level of adaptation in Central Aceh Regency with the highest production rate for red chili plants in Aceh Province. This study analyses the factors that make red chili farmers adopt technology for this commodity in Central Aceh Regency. Based on the study results, only the variables of farming experience, number of family dependents and access to capital credit had a significant effect on farmers' decisions to adopt red chili technology in Central Aceh Regency.
Kerentanan Banjir di DAS Krueng Peusangan Cici Yulida; Purwana Satriyo; Ichwana Ramli
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.109 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i4.22220

Abstract

Abstrak : DAS Krueng Peusangan terletak di Kabupaten Aceh Tengah sebagai hulunya, melintasi Kabupaten Bener Meriah dan bermuara di Kabupaten Bireuen sebagai hilirnya. Salah satu permasalahan DAS Krueng Peusangan yaitu banjir, dimana bencana banjir sering kali berdampak pada masyarakat yang berada di DAS Krueng Peusangan. Dalam menghadapi bencana banjir perlu adanya informasi daerah yang menjadi sasaran bajir di DAS Krueng Peusangan. Penelitian ini bertujuan menentukan daerah rentan banjir sebagai upaya dalam memberikan informasi terhadap kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana banjir. Untuk mengetahui daerah rentan banjir dilakukan dengan pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang merupakan salah satu cara dalam proses pemetaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan luasan daerah rentan banjir pada kelas sangat rentan banjir yaitu 52,175 Ha, dan pada daerah rentan banjir yakni seluas 62,672 Ha. Pada overlay peta dengan parameter biofisik kerentanan banjir tidak ada kategori kelas sedang. Pada kelas agak rentan banjir memiliki luasan 66,701 Ha dan pada kelas tidak rentan banjir yaitu 74,233 Ha.Flood Vulnerability in the Krueng Peusangan WatershedAbstract : The Krueng Peusangan watershed is located in Central Aceh Regency as its upstream, crossing Bener Meriah Regency and empties into Bireuen Regency as its downstream. One of the problems in the Krueng Peusangan watershed is flooding, where flood disasters often have an impact on the people living in the Krueng Peusangan watershed. In dealing with flood disasters, it is necessary to have information on areas that are the target of floods in the Krueng Peusangan watershed. This study aims to determine flood-prone areas as an effort to provide information on preparedness in dealing with flood disasters. To find out flood-prone areas, it is done by using Geographic Information Systems (GIS) which is one way in the mapping process. The results of this study indicate that the flood-prone area in the highly flood-prone class is 52.175 Ha, and the flood-prone area is 62.672 Ha. In the map overlay with flood susceptibility biophysical parameters there is no medium class category. The slightly flood-prone class has an area of 66,701 Ha and the non-flood-prone class is 74,233 Ha. Keywords : Biophysical Factors, Flood Vulnerability, Geographic Information System, Krueng Peusangan Watershed
Estimasi Nilai Evapotranspirasi Acuan Menggunakan Bahasa Pemograman Kotlin Ahlillah Ahlillah; Devianti Devianti; Indera Sakti Nasution
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.76 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i4.21232

Abstract

Abstrak. Penggunaan air menjadi salah satu aktivitas yang harus di perhatikan, dikarenakan seiring betambah nya waktu maka penduduk bumi juga akan terus bertambah. Salah satu faktor yang dapat diperhatikan adalah pada siklus hidrologi. Siklus hidrologi memiliki beberapa bagian, salah satunya adalah proses evapotrasnpirasi yaitu proses menguapnya air dari permukaan bumi ke udara dikarenakan berbagai faktor iklim seperti suhu, kelembapan, penyinaran matahari, kecepatan angin dan letak geografis lahan. Laju evapotraspirasi sangat di pengaruhi oleh nilai evapotraspirasi acuan di mana nilai ini berdasarkan pada kemampuan lahan untuk menguapkan air, dengan karakteristik memiliki tumbuhan seragam dengan tinggi tumbuhan 8-15cm serta keadaan tanah mengandung air yang cukup. Pendugaan nilai evapotranspirasi acuan membutuhkan proses yang panjang dan dengan kerumitan yang tinggi dikarenakan terdapat banyak nilai parameter yang digunakan serta di pengaruhi oleh nilai radiasi matahari rerata. Tujuan utama dari studi ini adalah membangun program menggunakan bahasa pemograman Kotlin dengan fungsi untuk melakukan perhitungan nilai estimasi terhadap laju evapotraspirasi acuan dan radiasi matahari rerata. Hasil studi menunjukkan bahwa program yang di bangun dapat menentukan nilai estimasi laju evapotrasnpirasi acuan dan radiasi matahari rerata dengan nilai koefisien relasi sebesar 0,99 dan 0,9993. Estimating The Reference Evapotranspiration Value Using The Kotlin Programming Language Abstract. The use of water is one of the activities that must be considered, because over time the population of the earth will also continue to grow. One factor that can be considered is the hydrological cycle. The hydrological cycle has several parts, one of which is the evaporation process, namely the process of evaporating air from the earth's surface into the air due to various climatic factors such as temperature, humidity, solar radiation, wind speed and geographical location of the land. The rate of evapotranspiration is strongly influenced by high evapotranspiration values where this value is based on the ability of the land to evaporate water, with the characteristics of having uniform plants with 8-15cm and the condition of the soil containing sufficient water. Estimating the desired evapotranspiration value requires a long process and high complexity because there are many parameter values used and the effect of average solar radiation. The main objective of this study is to build a program using the Kotlin programming language with a function to calculate the estimated value of the evapotranspiration rate and average solar radiation. The results of the study show that the program that was built can determine the estimated value of the evapotranspiration rate and average solar radiation with the relation coefficient values of 0.99 and 0.9993.

Page 34 of 103 | Total Record : 1028