cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Analisis Pendapatan Usahatani Sayur-Sayuran Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya Di Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar Dara Azzura; Edy Marsudi; Mustafa Usman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.679 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i3.3958

Abstract

Abstrak.  Analisis pendapatan merupakan awal dalam penentuan sikap dan memberikan gambaran mengenai produksi dan harga jual yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap pendapatan petani. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pendapatan usahatani sayur-sayuran dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani sayur-sayuran di Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar. Hasil penelitian menunjukkan usahatani sayur-sayuran di Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar dapat memberikan pendapatan yang layak bagi petani. Hal ini dapat dilihat pada nilai R/C Ratio, dimana R/C pada sayuran bayam sebesar 1,65, R/C pada sayuran kangkung sebesar 1,60 dan R/C pada sayuran sawi sebesar 1,76, dimana R/C 1, artinya bahwa usahatani sayur-sayuran di Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar dinilai layak untuk diusahakan dan dapat memberikan keuntungan bagi pengelola usaha. Variabel yang berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan adalah tingkat pendidikan, pengalaman berusahatani, jumlah tanggungan keluarga, luas lahan, biaya produksi dan harga jual produk, sedangkan variabel yang tidak berpengaruh adalah umur petani dengan R2 sebesar 95,8%.Analysis Of Income Of Farming Vegetables And The Factors That Affected It In Darussalam District Of Aceh BesarAbstract. An analysis of revenue is the beginning in determining attitude and gives you an idea of production and selling prices that will ultimately have an effect on the income of farmers. The purpose of this research is to analyze the income of farming vegetables and analyzes the factors that affect the income of farming vegetables in district of Darussalam of Aceh Besar the result shows that large farming vegetables in district of Darussalam Aceh Besar can provide a proper income for farmer. This can be seen in the value of R/C Ratio, where R/C Ratio on spinach is 1,65, R/C Ratio on kangkung is 1,60, and R/C Ratio on mustard is 1,76, where R/C 1, shows that farming vegetables in district of Darussalam Aceh Besar is considered feasible to be cultivated and can provide profit for the business manager. Variable significantly influence the income are the education level, age, experience of farming, the number of family dependents, land area, production cost, and the selling price product with R2 of 95,8%.
Evaluasi Status Hara dan Rekomendasi Pemupukan Spesifik Lokasi untuk Padi Sawah di Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie Khairunnisa M; Khairullah Khairullah; Sufardi Sufardi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.747 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i3.3706

Abstract

Abstrak.  Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi status hara dan penetapan rekomendasi pemupukan spesifik lokasi pada tanah sawah untuk budidaya padi di Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie. Penelitian menggunakan metode deskripsi berdasarkan pengamatan lapangan dan analisis laboratorium. Untuk pengambilan sampel tanah sebaran dilakukan pada 8 titik pengamatan sedangkan untuk pembukaan profil dilakukan di dua tempat dengan pengambilan sampel top soil dan  sub soil dengan jenis tanah Aluvial. Hasil penelitian karakteristik tanah sawah di Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie sangat beragam.  Hasil penelitian N-total tergolong rendah sampai sedang yaitu berkisar (0,05 % - 0,34% ) dengan rekomendasi yaitu 111,11 sampai 151,1kg/ha Urea. P tersedia tergolong rendah sampai tinggi  berkisar (7,60 - 13,50 mg kg-1)dengan rekomendasi 28,75 sampai 148,08 kg/ha SP36. Namun untuk kandungan K-dd dalam tanah rata-rata tinggi sampai sangat tinggi. Namun, kandungan Fe extrak 1N NH4COOCH3 pH4,8 berkriteria sangat rendah yaitu Gampong Seukee 0,165 mg/kg dan Gampong Labui 0,144 mg/kg. Dari hasil penelitian maka pupuk yang perlu diberikan yaitu N, P dan Fe sedangkan K tidak perlu dilakukan pemupukan disebabkan kandungan K dalam tanah tinggi.The Evaluation of Nutrient Status and Fertilizer Recommendation at Specific Site for Paddy Fields in Pidie Sub district, Pidie RegencyAbstract. This study aims to evaluate nutrient status and the determination of fertilizer recommendations at specific site on paddy fields for rice cultivation in Pidie Sub district, Pidie Regency. The study used descriptive method based on field observation and laboratory analysis. The soil distribution sampling is observed at 8 points while the profile opening is done in two places for top soil and sub soil sampling with alluvial soil. The result of paddy field characteristic research in Pidie Sub district, Pidie Regency is very diverse. The result of Nitrogen-total research is low to moderate ranged (0,05% - 0,34%) with recommendation that is 111,11 to 151,1kg/ha Urea. Phosphor is available in low to high ranges (7.60 - 13.50 mg kg-1) with a recommendation of 28.75 to 148.08 kg/ha SP36. But for the Potassium that can be exchanged in the soil is average high up to very high. However, the content of Fe extract 1N NH4COOCH3 pH4.8 characterized very low is in Gampong Seukee which is 0,165 mg/kg and Gampong Labui which is 0,144 mg/kg. Based on the results of the study, the fertilizers that need to be given are Nitrogen, Phosphor and Fe while Potassium does not need to be fertilized because its content in the soil is high. 
Analysis of rice fields change and utilization area based on spatial in Krueng Barona Jaya district regency of Aceh Besar chairil akmal; Sugianto Sugianto; Manfarizah Manfarizah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.022 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.982

Abstract

This study attempts to: ( 1 ) To know change rice fields and area utilization based on spatial in Krueng Barona Jaya district regency of Aceh Besar, ( 2 ) To know how the use of rice fields with the existing spatial in Krueng Barona Jaya district regency of Aceh Besar , ( 3 ) To find the factors that effecting amendment rice fields into land non farming based on spatial in Krueng Barona Jaya district regency of Aceh Besar. Study was conducted from may 2015 to May 2016 in Krueng Barona Jaya district regency of Aceh Besar and in the Laboratory Sensing Far and Cartography Faculty Agriculture Syiah Kuala University. Methods used in research is method of surveying descriptive. The result showed that any change over the function rice fields of 112,23 ha (16,11 %) change over the function the land, rice fields changing function settlement to land at 93,97 ha (13,49 %), and rice fields changed their function to of farmland dry equal to 18,26 ha (2,62 %). The results of the study also found land use there are no resemblance to 2013-2032 master of 1,14 ha a month 0,16 %. In general factors affect over the function of rice fields in Krueng Barona Jaya district their needs, demand for high land, land conditions, the urge to  the conversion and the distances to the city center and near to the sub district.
Non-Destruktive Test Menggunakan NIRS dengan Metode Partial Least Square untuk Bubuk Biji Kakao (dengan Pretreatment Baseline Shift dan Derivatif-2) Desi Nanda Sari; Zulfahrizal Zulfahrizal; Agus Arip Munawar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.339 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.1116

Abstract

Abstrak.Near Infrared Reflectance Spectroscopy (NIRS) telah menjadi salah satu metode non-destruktif yang paling menjanjikan dan dapat digunakan untuk analisis dalam berbagai bidang, termasuk dibidang pertanian. Kandungan kadar lemak pada biji kakao merupakan komponen termahal dari biji kakao. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah membandingkan  data spektrum antar pretreatment baseline shift dan derivatif-2 dalam mengkoreksi spektrum NIRS yang dihasilkan serta mengembangkan metode non-destruktive NIRS dalam menduga kandungan lemak pada bubuk biji kakao. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Instrumentasi dan Energi Program Studi Teknik Pertanian pada bulan Maret sampai Mei 2016. Penelitian menggunakan Baseline Shift dan Derivatif-2 sebagai metode koreksi spektrum dan Partial least Square (PLS) sebagai metode pengolah spektrum. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa metode NIRS menggunakan preatreatment baseline shift dan derivatif-2 pada panjang gelombang 2300-2400 nm merupakan panjang gelombang yang relevan untuk menduga kadar lemak pada bubuk biji kakao. Pendugaan PLS yang didukung pretreatment telah menghasilkan pendugaan yang tergolong good model performance. Pada pendugaan kadar lemak yang sangat baik dalam meningkatkan kinerja PLS pada validasi silang adalah baseline shift. Kata kunci :Biji kakao, NIRS, Kadar lemak, Metode Nondestruktif Abstract. Near Infrared Reflectance Spectroscopy (NIRS) has become one of the non-destructive method which is the most engagement and can be used to analyze in a variety sectors, including  the agriculture sector. The content of  the fat content in cocoa beans is one of the most important component  than others. The aim of this research was to compare the spectral data between baseline shift and 2nd derivative method in correcting the NIRS spectrum produced and to deloved non-destructive NIRS method in predicting the fat content of cocoa powder.  This research is conducted in the Laboratory Instrumentation and Energy of Agriculture Department from March until May 2016. The research uses Baseline Shift and 2nd Derivatives as a method of correction spectrum and Partial least square (PLS) as a regression method.  The results of research showed that the NIRS method uses pretreatment baseline shift and 2nd derivative on the wavelength of 2300-2400 nm is a wavelength that is relevant to estimate fat levels in  cocoa beans powder.  The estimation of PLS that is supported pretreatment has been resulted the estimation that is included a good performance models.  In the estimation of fat content is the best in improving PLS performance on cross-validation is a baseline shift. Keywords: Cocoa beans, NIRS, levels of fat, non-destructive method
Status Hara Tanah Pada Lahan Sawah Untuk Pengembangan Padi Organik di Desa Tenggulun Kabupaten Aceh Tamiang Yunita Yunita; Zuraida Zuraida; Yadi Jufri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.28 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.22772

Abstract

Abstrak. Lokasi rencana pengembangan lahan sawah organik terdiri dari 2 kondisi lahan, yaitu lahan gambut  asli (Histosol) dan yang satu lagi adalah lahan gambut yang telah ditutupi dengan tanah bawaan akibat banjir bandang sehingga sudah berubah menjadi lahan baru yang termasuk ke dalam tanah Alluvial.  Kedua lahan tersebut sudah pernah ditanami namun tidak memberikan hasil yang maksimal sehingga ditinggalkan dan menjadi  terbengkalai.  Kini lahan tersebut ingin dikembangkan kembali menjadi lahan persawahan organik.  Tujuan penelitian ini adalah ingin  mengetahui status hara dari kedua kondisi lahan yang akan dikembangkan tersebut dan hasilnya menjadi informasi yang baik untuk pengembangan daerah tersebut sebagai lokasi persawahan organik. Padi organik adalah padi yang dikembangkan dengan menggunakan sistem organik dan menggunakan air dari saluran irigasi yang tidak terkontaminasi dengan bahan kimia buatan . Penelitian ini dilakukan di lahan rencana  pengembangan padi organik Kecamatan Tenggulun Kabupaten Aceh Tamiang pada jenis tanah Histosol dan Alluvial  dengan menggunakan metode observasi di lapangan dan analisis data menggunakan  kriteria tingkat ketersediaan sifat kimia tanah.  Pada lokasi tanah Alluvial diambil 10 titik sampel yang presentatif  mewakili lokasi, dan di komposit menjadi 2 sampel tanah untuk dianalisis, dimana 5 titik sampel mewakili satu sampel tanah, sementara itu untuk lokasi yang ada gambutnya di ambil 15 titik yang presentatif mewakili lokasi lahan dan dikomposit menjadi 3 sampel untuk dianalisis di laboratorium. Hasil analisis kimia  tanah Aluvial yaitu pH tanah sangat masam dan masam (4,44 - 4,55), C-organik kriteria tinggi (4,07 - 4,56), Al-dd kriteria tinggi (7,00 - 7,60), N-total kriteria sedang (0,25 - 0,28), P-tersedia kriteria sedang (7,90 -  8,00), P-total kriteria sedang dan sangat tinggi (25,76 -  149,04), K-dd kriteria rendah (0,17 - 0,19). Hasil analisis tanah Histosol yaitu pH sangat masam dan masam (4,36 – 5,52), C-organik kriteria sangat tinggi (15,00 – 25,22), P-total kriteria sangat tinggi (82,80 –128,80), P-tersedia kriteria sangat rendah, sedang, dan tinggi (3,75 – 12,50), K-dd kriteria sangat rendah sampai sedang (0,07 – 0,42). Al-dd kriteria sangat rendah, sedang, dan tinggi (0,48 – 4,80), N-total kriteria sedang (0,25 – 0,44). Berdasarkan hasil analisis sifat kimia tersebut di atas menunjukkan bahwa kondisi lahan tersebut masih mungkin untuk dikembangkan sebagai lahan persawahan organik dengan pengelolaan yang baik. Pengelolaan tersebut yaitu dengan cara pengairan  dengan kualitas air yang baik atau pH air 6,5-7,5 (netral), pengapuran ataupun pemberian bahan organik secara berkelanjutan pada kedua lahan tersebut.Soil Nutrition Status In Rice Land For Organic Rice Development In Tenggulun, Aceh Tamiang RegencyAbstract. The planned location for the development of organic rice fields consists of 2 land conditions, namely original peatland (Histosol) and other peatlands that have been covered with congenital soil due to flash floods so that they turn into new land covered with alluvial soil. The two lands had previously been planted, but did not provide maximum results, so they were neglected and neglected. Now the land is to be converted into organic rice fields. The purpose of this study was to determine the nutrient status of the two land conditions to be developed and the results became good information for the development of the area as a site for organic paddy fields. Organic rice is rice that is developed with a biological system and using water from irrigation canals that is not contaminated with artificial chemicals. This research was conducted on the plot of organic rice development in Tenggulun District, Aceh Tamiang Regency on histosol and alluvial soil types using field observations and data analysis using soil chemical availability criteria. At the alluvial soil site, 10 sample points were taken representing the site and assembled into 2 soil samples for analysis, of which 5 sample points represented one soil sample, henceforth for sites where peat was present, 15 points were taken representing the Location of the property and were assembled. in 3 samples for analysis in the laboratory. The results of chemical analysis of alluvial soils are very acidic and acidic soil pH (4.44 - 4.55), high organic C criteria (4.07 - 4.56), high Al-dd criteria (7, 00 - 7.60), N total criteria are moderate (0.25 - 0.28), P available criteria are moderate (7.90 - 8.00), P total criteria are moderate and very high (25 .76 - 149.04), K-dd criteria are low (0.17 - 0.19). The results of the Histosol soil analysis were very acidic and acidic pH (4.36 - 5.52), C-organic criteria were very high (15.00 - 25.22), P-total criteria were very high (82 .80–128.80), P-available very low, medium and high criteria (3.75–12.50), K-dd criteria very low to moderate (0.07–0.42). Al-dd criteria are very low, medium and high (0.48-4.80), N-total criteria are moderate (0.25-0.44). Based on the results of the above chemical property analysis, it shows that the state of the land can still be developed as organic paddy fields with good management. Management is by irrigation with good water quality or water pH 6.5-7.5 (neutral), liming or sustainable provision of organic material on both lands.
Pengaruh perendaman dengan santan terhadap kualitas dan uji organoleptik kerupuk kulit kerbau Al Mukhsinin Alisyahbana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.117 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i4.22286

Abstract

Abstrak. Salah satu pemanfaatan kulit kerbau yaitu dapat diolah menjadi bahan pangan, misalnya dijadikan kerupuk kulit. Kerupuk kulit kerbau adalah produk makanan ringan yang dibuat dari kulit kerbau melalui tahap proses perendaman dalam larutan kapur, pembuangan bulu, perebusan, pengeringan, dan perendaman dengan bumbu untuk kerupuk kulit mentah atau dilanjutkan penggorengan untuk kerupuk kulit siap dikonsumsi. Salah satu usaha untuk menciptakan kualitas kerupuk dengan kualitas yang baik, melalui perendaman menggunakan santan. Santan memiliki rasa lemak yang dapat digunakan sebagai penyedap rasa. Santan kelapa mengandung tiga nutrisi utama, yaitu lemak sebesar 33,80%, protein sebesar 6,10%, serta karbohidrat sebesar 5,60%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman dengan santan pada persentase yang berbeda terhadap kualitas dan uji organoleptik kerupuk kulit kerbau.Penelitian telah dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pengolahan daging Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 (empat) perlakuan yaitu P0 : Santan (0%) P1 : Santan (5%) P2 : Santan (10%) P3 : Santan (15%), setiap perlakuan diulangi sebanyak 4 pengulangan sehingga didapat 16 unit percobaan. Parameter yang diukur adalah kadar protein, kadar lemak, kadar air, oraganoleptik (warna, rasa, takstur, aroma). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance), jika terdapat perbedaan antar perlakuan dilakukan Uji Lanjut Berganda Duncan.Berdasarkan hasil penelitian bahwa perendaman dengan santan pada kerupuk kulit kerbau berpengaruh nyata (P0,05) terhadap kadar protein, serta berpengaruh sangat nyata (P0,01) terhadap kadar lemak dan kadar air. Perendaman dengan santan pada kerupuk kulit kerbau tidak berpengaruh terhadap oraganoleptik (warna, rasa, aroma dan tekstur). Dapat disimpulkan bahwa perendaman menggunakan santan dengan persentasi yang berbeda selama 2 jam menyebabkan perbedaan kandungan protein, lemak, kadar air pada kerupuk kulit kerbau. Sedangkan pada aroma, tekstur, rasa dan warna pada kerupuk kulit kerbau tidak berpengaruh.
Potensi Herbisida Ekstrak Etil Asetat Alang-Alang (Imperata cylindrica L.) Terhadap Pertumbuhan Gulma Bayam Duri (Amaranthus spinosus L.) Rona Andrian; Siti Hafsah; Gina Erida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.555 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i4.22034

Abstract

Abstrak. Alang-alang berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bioherbisida karena kemampuanya mengeluarkan senyawa kimia dengan fungsi sebagai penghambat pertumbuhan tanaman lain. Etil asetat adalah salah satu pelarut yang bisa dipakai untuk mengekstraksi alang-alang, dimana sifat pelarut tersebut semi polar mengakibatkannya mampu menarik senyawa polar juga nonpolar. Penelitian ini bertujuan agar diketahuinya pengaruh ekstrak etil asetat alang-alang dengan konsentrasi berbeda terhadap pertumbuhan bayam duri. Penelitian dilakukan di Laboratorium Ilmu Gulma Jurusan Agroteknologi, Laboratorium Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Rumah Kasa Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Laboratorium Penelitian Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, dan Laboratorium Biologi Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Penelitian dimulai sejak Agustus hingga November 2021. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap non faktorial dengan perlakuan 2,4-D 686g b.a ha-1 (kontrol positif); aquades (kontrol negatif); ekstrak etil asetat alang-alang dengan konsentrasi 5%; 10%; 15%; 20% diulang 3 kali, sehingga ada 18 unit. Tiap unit terdapat 2 unit gulma, jadi totalnya 36 unit. Hasil dari penelitian memperlihatkan aplikasi ekstrak etil asetat alang-alang di beragam konsentrasi memperlihatkan pengaruh nyata terhadap tinggi, diemeter batang dan jumlah daun bayam duri. Konsentrasi terbaik ada pada konsentrasi 15% yang menunjukkan penekanan lebih tinggi dibanding konsentrasi lainnya pada tinggi tanaman umur 21 HSA, jumlah daun 7, 14, dan 21 HSA dan diameter batang umur 21 HSA. Hasil uji fitokimia ekstrak etil asetat alang-alang menunjukkan bahwa senyawa fenolik, tanin, steroid dan alkaloid terkandung di dalamnya.Kata kunci: Alang-alang, bioherbisida, etil asetat.Abstract. Cogon grass has the potential to be used as a bioherbicide because of its ability to release chemical compounds with the function of inhibiting the growth of other plants. Ethyl acetate is one of the solvents that can be used to extract cogon grass, where the nature of the solvent is semi-polar which makes it able to attract polar as well as non-polar compounds. This study aims to determine the effect of ethyl acetate extract of cogon grass with different concentrations on the growth of thorn spinach. The research was conducted at the Weed Science Laboratory, Agrotechnology Department, Chemistry Education Laboratory, Teacher Training and Educational Sciences, Experimental Garden Screen House, Faculty of Agriculture, Chemistry Research Laboratory, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, and Biology Laboratory, Syiah Kuala University, Banda Aceh. The study started from August to November 2021. The design used was a non-factorial Completely Randomized Design with treatment 2,4-D 686g b.a ha-1 (positive control); aquades (negative control); cogon grass ethyl acetate extract with a concentration of 5%; 10%; 15%; 20% is repeated 3 times, so there are 18 units. Each unit contains 2 units of weed, so there are 36 units in total. The results of the study showed that the application of Imperata ethyl acetate extract at various concentrations showed a significant effect on the height, stem diameter and number of thorn spinach leaves. The best concentration was at a concentration of 15% which showed higher suppression than other concentrations on plant height at 21 DAP, number of leaves at 7, 14, and 21 DAP and stem diameter at 21 DAP.. The results of the phytochemical test of the ethyl acetate extract of the weeds showed that it contained tannins, phenolic, alkaloids and steroids compounds.Keywords: Bioherbicide, cogon grass, ethyl acetate.
Pengaruh Penggunaan Tepung Ciplukan (physalis angulata Linn) Terhadap Berat Dan Persentase Karkas Puyuh (Cortunix-cortunix japonica) Muhammad Hilmi -
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.668 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i3.20849

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan ciplukan sebagai bahan pakan puyuh terhadap berat dan persentase serta potongan karkas puyuh jantan. Penelitian ini menggunakan 64 ekor anak puyuh jantan (DOQ). Ransum perlakuan yang diberikan yaitu: R0= ransum mengandung 0% ciplukan, R1= ransum mengandung 2% ciplukan, R2= ransum mengandung 4% ciplukan, dan R3= ransum mengandung 6% ciplukan, masing-masing ditambah jagung kuning, tepung ikan, dedak, bingkil kedelai, bungkil kelapa, top mix, menir, dan minyak kelapa. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Data yang didapat ditabulasi dan dianalisis menggunakan Analisis of Variance (ANOVA serta dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT).Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung ciplukan dengan persentase berbeda (2, 4, dan 6%) tidak berpengaruh nyata (P0,05) terhadap berat dan persentase karkas puyuh. Meskipun demikian, puyuh yang diberikan ransum yang mengandung ciplukan (R1, R2, R3) cenderung memiliki kenaikan bobot karkas yang lebih rendah dibandingkan dengan puyuh yang diberikan ransum kontrol (R0). Penggunaan tepung ciplukan berpengaruh nyata (P0,05) terhadap bobot dan persentase potongan karkas puyuh jantan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan tepung ciplukan sampai 6% didalam formulasi ransum cenderung menurunkan bobot dan persentase karkas dan potongan-potongan karkas.
Jenis dan Komposisi Vegetasi di Blok Pemanfaatan, Blok Perlindungan dan Blok Tradisional di Kawasan Tahura Lae Kombih Kota Subulussalam Asnita Rahmah Juliar; Martunis Martunis; Lola Adres Yanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.668 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i2.20009

Abstract

Kawasan Hutan Taman Hutan Raya (Tahura) Lae Kombih memiliki beberapa ekosistem/tipe vegetasi hutan. Penelitian bertujuan untuk mengindentifikasi jenis dan komposisi vegetasi pada blok pemanfaatan, perlindungan dan tradisional dengan menggunakan metode Systematic Random Sampling yaitu petak contoh ditempatkan pada lokasi hutan dominan. Penentuan sampel menggunakan intesitas sampling sebesar 0,05 % terdiri atas 20 plot sampel. Hasil penelitian menunjukan pada blok pemanfaatan, blok perlindungan dan blok tradisional dengan luas kawasan 589 ha ditemukan 26 jenis tumbuhan berdasarkan tingkat semai, pancang, tiang dan pohon dengan total individu sebanyak 315 individu.
Pengaruh Penambahan Kokoa Terhadap Mutu Kimia Dan Sensori Minuman Kopi-Kakao Salsabila Salsabila; Heru Prono Widayat; Normalina Arpi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.436 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i1.19114

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan menentukan beberapa kandungan kimia dan tingkat kesukaan minuman yang dibuat dari berbagai rasio bubuk kopi arabika dan kokoa. Analisis yang dilakukan terhadap campuran bubuk kopi-kokoa yaitu kadar air dan kadar lemak. Analisis pada minuman atau seduhan kopi-kokoa yaitu kadar kafein, total fenol, penghambatan DPPH, dan uji organoleptik hedonik terhadap warna, aroma, rasa, tekstur, aftertaste, dan overall. Hasil penelitian menunjukkan rasio bubuk kopi dan kokoa (C) berpengaruh nyata terhadap kadar air campuran bubuk kopi-kokoa, kafein, penghambatan DPPH, tekstur, aftertaste dan overall minuman kopi-kokoa. Jenis kokoa (V) berpengaruh sangat nyata terhadap kadar lemak bubuk campuran kopi-kokoa dan tingkat kesukaan terhadap aroma minuman kopi-kokoa dan berpengaruh nyata terhadap total fenol minuman kopi-kokoa. Interaksi kedua perlakuan berpengaruh  nyata terhadap tingkat kesukaan rasa minuman kopi-kokoa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kadar air yang dikandung campuran bubuk kopi-kokoa 2,67%-3,83%, kadar lemak 12,64% -14,15%. Sedangkan minuman kopi-kokoa yang dihasikan mengandung kafein 0,98%-1,24%, total fenol 0,36 mg/L-0,50 mg/L dan penghambatan DPPH  53,47%-71,71%. The Effect Of Additional Cocoa On Chemical And Sensory Quality Of Coffee-Cocoa BeverageAbstract. This research aims to learn and determine some of the chemical content and level of preference of drinks made from various ratios of Arabica coffee and Cocoa grounds. The analysis was carried out on the coffee-cocoa powder mixture, which is water content and fat content. Analysis of coffee-cocoa drinks included caffeine content, total phenol, inhibition of DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl), and hedonic organoleptic tests on color, aroma, taste, texture, aftertaste, and overall. The results showed that the ratio of coffee and cocoa powder (C) had a significant effect on the water content of the coffee-cocoa mixture, caffeine, DPPH inhibition, texture, aftertaste and overall coffee-cocoa drinks. The type of cocoa (V) had a very significant effect on the fat content of the coffee-cocoa mixture powder and the level of preference for the aroma of the coffee-cocoa drink and significantly on the total phenol of the coffee-cocoa beverage. The interaction of the two treatments had a significant effect on the level of preference for coffee-cocoa drinks. The results of this research indicate that the water content of the coffee-cocoa mixture is 2.67%-3.83%, fat content is 12.64% -14.15%. While the coffee-cocoa beverage produced contains caffeine 0.98%-1.24%, total phenol 0.36 mg/L-0.50 mg/L and DPPH inhibition 53.47%-71.71%.

Page 39 of 103 | Total Record : 1028