cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Kinerja Ghe Vent Dryer Dengan Menggunakan Lilin Sebagai Penyimpan Panas Afdhalul Ahmar; Mustaqimah Mustaqimah; Diswandi Nurba
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.483 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i4.18311

Abstract

Abstrak. Green house effect (GHE) vent dryer adalah alat pengering dengan memanfaatkan energi surya sebagai sumber energi pengeringan. Namun radiasi matahari terbatas pada waktu tertentu sehingga mengganggu prases pengeringan. Penambahan lilin sebagai media penyimpan panas adalah salah satu solusi agar alat  green house effect (GHE) vent dryer dapat beroperasi pada saat energi surya sudah meredup. Tujuan penelitian ini untuk menguji kinerja GHE Vent Dryer dengan menggunakan lilin sebagai media penyimpan panas. Data yang diukur dalam penelitian ini berupa suhu di dalam  ruang pengering (ruang 1, ruang 2 dan ruang 3), ruang absorber, suhu lingkungan dan kecepatan udara. Pengukuran dimulai dari pukul 08.00 WIB sampai sahu didalam ruangan menyamai suhu lingkungan, proses pengukuran dilakukan setiap 60 menit. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa rata-rata suhu absorber menggunakan lilin sebagai media penyimpan panas berkisar 31 ºC sampai 71 ºC dengan temperatur lingkungan yang di hasilkan 27 ºC sampai 35 ºC dan untuk terperatur dalam alat pengering sekitar 27 ºC sampai 58 ºC. Hasil pengukuran kecepatan udara pada penelitian ini berkisar 0,3 m/s sampai 1,5 m/s. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan batu serpihan sebagai media penyimpan panas pada alat GHE vent Dryer mampu mempertahankan panas pada ruang pengering selama 4 sampai 5 jam saat tidak ada radiasi matahari. Performance Of Ghe Vent Dryer By Using Wax As Heat StorageAbstract. Green house effect (GHE) vent dryer is a dryer that uses solar energy as a drying energy source. However, solar radiation is limited to a certain time so that it interferes with the drying process. The addition of wax as a heat storage medium is one solution so that the green house effect (GHE) vent dryer can operate when the solar energy has dimmed. The purpose of this study was to test the performance of the GHE Vent Dryer using wax as a heat storage medium. The data measured in this study were the temperature in the drying chamber (room 1, room 2 and room 3), absorber chamber, ambient temperature and air velocity. The measurement starts from 08.00 WIB until the temperature in the room equals the ambient temperature, the measurement process is carried out every 60 minutes. The results of this study found that the average temperature of the absorber using wax as a heat storage medium ranged from 31 C to 71 C with an ambient temperature of 27 C to 35 C and for a temperature setting in the dryer it was around 27 C to 58 C. The results of air velocity measurements in this study ranged from 0.3 m/s to 1.5 m/s. It can be concluded that the use of crushed stone as 
Analisis Daya Saing Ekspor Kelapa Indonesia di Pasar Malaysia Sari Darnita; Indra Indra; Safrida Safrida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.638 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i4.18239

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan produksi kelapa terbesar di dunia. Namun produktivitasnya masih berada di bawah negara lain yaitu Filipina yang produksi kelapanya berada di bawah Indonesia. Produktivitas yang rendah inilah yang menyebabkan kelapa Indonesia hanya mampu mendapatkan keuntungan lebih sedikit dibandingkan Filipina. Oleh karenanya, daya saing ekspor kelapa Indonesia belum banyak mendapati peningkatan yang cukup besar di pasar global. Hal ini menyebabkan peneliti ingin mengetahui lebih dalam terkait dengan bagaimana tingkat daya saing kelapa Indonesia di di pasar Malaysia selama periode tahun 2010 - 2019. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Revealed Comparative Advantage (RCA). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai rata-rata perhitungan RCA yaitu sebesar 13,29 dimana bernilai lebih dari 1 yang artinya kelapa Indonesia memiliki tingkat daya saing yang tinggi di pasar Malaysia selama periode tahun 2010 -  2019. Nilai perhitungan RCA tertinggi berada di tahun 2013 yaitu sebesar 20,59 dan nilai perhitungan RCA terendah berada di tahun 2017 yaitu sebesar 8,99.
Analisis Kelayakan Usaha Ternak Ayam Broiler yang diberi Pakan Komersil yang Substitusi dengan Amtabis Elvira Rosa; Sitti Wajizah; Mira Delima
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.873 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.1026

Abstract

Abstrak- Penelitian tentang Analisis Kelayakan Usaha Ternak Ayam Broiler yang diberi Pakan Komersial di substitusidengan amtabisyang difermentasi dengan Aspergillus niger  telah dilakukan di Laboratorium Lapangan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala yang berlokasi di Desa Kopelma Darussalam Banda Aceh. Penelitian berlangsung selama 35 hari sejak  tanggal 4 Desember 2015 sampai dengan tanggal 9 Januari 2016. Tujuan penelitian adalah untuk  mengetahui tingkat kelayakan produksi dan biaya produksi usaha ternak ayam broiler dengan pemberian amtabis sebagai substitusi sebagian pakan. Parameter yang diamati adalah : biaya produksi, nilai  pendapatan, keuntungan, dan kelayakan usaha. Hasil penelitian menunjukkan, peningkatan persentase substitusi amtabis mengakibatkan turunnya rata-rata biaya produksi yang berimplikasi pada meningkatnya nilai rata-rata penjualan, meskipun tidak melebihi nilai penjualan pada kontrol. Substitusi amtabis pada level 2% dan 4% diperoleh nilai B/C ratio lebih kecil dari satu, sehingga ransum tersebut tidak layak digunakan dalam usaha ayam broiler. Sedangkan substitusi amtabis pada level 6% kembali meningkatkan nilai B/C ratio sama dengan satu, sehingga ransum tersebut masih layak digunakan dalam usaha ayam broiler. Finances Feasibility Analysis On Broiler Commercial Production Which Using Fermented Amtabis  To Substitute Partly Amount Of Standard Commercial Feed Abstrack - A research of finances feasibilityanalysison broiler commercial production which using fermented amtabis  to substitutepartly amount of standard commercial feed was done on Animal Science Field Laboratory of Agriculture Department of Syiah Kuala University located at Kopelma County Darussalam Banda Aceh. The research was conducted from December 4th  2015 to January 9th 2016. The research purpose was to find finances feasibilityand production cost of broiler commercial production which using fermented amtabis  to substitute partly amount of standard commercial feed. Parameters observed were productioncost, income value, profits and benefit cost ratio (B/C ratio) analysis. The research concluded that partly substituting broiler standard commercial feed with fermented amtabis nor 2% and 4% was finnancially feasible (B/C ratio 1).However, partly substituting broiler standard commercial feed with 6% fermented amtabis was finnancially feasible (B/C ratio 1)
Kajian Pembuatan Bubuk Serai Dapur (Cymbopogon citratus) dengan Kombinasi Suhu dan Lama Pengeringan Syifaush Shadri; Ryan Moulana; Novi Safriani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.692 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i1.6435

Abstract

Abstrak. Tanaman serai merupakan tanaman herbal yang sering dijumpai sekitar perkarangan rumah atau kebun-kebun di Aceh.  Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh suhu dan lama pengeringan terhadap mutu bubuk serai dapur yang dihasilkan. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengolahan serai dapur menjadi bumbu dan meningkatkan nilai ekonomis dari serai dapur (Cymbopogon citratus)  serta dapat mempermudah pemanfaatan serai ke dalam masakan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor yaitu suhu pengeringan (S) dan lama pengeringan (W). Faktor 1 yaitu suhu pengeringan (S) terdiri atas 3 taraf meliputi S1= 40°C, S2= 50°C, dan S3= 60°C. Faktor kedua yaitu lama pengeringan (W) terdiri atas 2 taraf yaitu W1=24 jam, dan  W2=48 jam. Produk yang dihasilkan selanjutnya dianalisis kadar air, kadar abu, total flavonoid, aktivitas antioksidan, dan organoleptik (hedonik) untuk warna dan aroma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik yang ditentukan berdasarkan uji organoleptik hedonik adalah kombinasi perlakuan lama pengeringan 48 jam  dan suhu pengeringan  60°C (W2S3) dengan kadar total flavonoid 7,03% dan aktivitas antioksidan 46,67 %. Abstact. Lemongrass is one of herbs that are often found around home garden or plantation field in Aceh. The purpose of this research was to find out the influence of temperature and drying time to the quality of the generated lemongrass powder. The results of this study are also expected to be a reference in the processing of lemon grass into spices and increase the economic value of lemongrass kitchen (Cymbopogon citratus) and can facilitate lemongrass into the dish. This research was done by using factorial Randomized Block Design (RAK) with 2 factors ie drying temperature (S) and drying time (W). The first Factor was drying temperature (S) consisted of 3 levels of S1 = 40°C, S2 = 50°C, and S3 = 60°C. The second factor was the drying time (W) consisted of 2 levels of W1 = 24 hours, and W2 = 48 hours. The resulting product was then analyzed for water content, ash content, total flavonoid, antioxidant activity, and organoleptic (hedonic) for color and aroma. The results showed that the best treatment was W2S3 treatment (combination between 60oC and 48 hours drying) with a total flavonoid level of 7.03% and an antioxidant activity of 46.67%. This was determined based on organoleptic (hedonic) test.
Peranan Sektor Pertanian Dalam Penyerapan Tenaga Kerja Di Provinsi Aceh Teguh Fahrur Rozi; Sofyan Sofyan; Edy Marsudi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.039 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i2.2974

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Peranan Sektor Pertanian dalam Penyerapan Tenaga Kerja di Provinsi Aceh.  Penelitian ini dilakukan di Provinsi Aceh.  Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh.  Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif angka pengganda tenaga kerja dan metode analisis Shift Share.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama tahun 2010-2014 sektor pertanian berpengaruh tinggi dalam penyerapan tenaga kerja keseluruhan di Provinsi Aceh sebesar 1,85 dimana setiap peningkatan 1 orang tenaga kerja disektor pertanian maka terjadi peningkatan tenaga kerja sebanyak 1 hingga 2 orang disektor lainnya .  Kemudian variable komponen pertumbuhan penyerapan tenaga kerja di Provinsi Aceh memiliki hasil yang positif sebesar 1,5 % dan merupakan sektor dengan pertumbuhan kelompok cepat. Kata Kunci: Sektor Pertanian, Tenaga Kerja, Angka Pengganda Tenaga Kerja, Analisis Shift Share. Abstract - This research is analyzed the role of the Agricultural Sektor in Gathering Labor in Aceh Province.  The research was conducted in Aceh.  The data used in this research is secondary data which was collected from the Central Agency Statistics of Aceh Province.  The methods analysis used in this research is descriptive analysis method labor multiplier and shift share analysis methods.  The results indicate that during the 2010-2014 agricultural sektor had a massive impact on employment in Aceh province about 1,85 where every increase of one person work force in the agricultural sektor, the increase in labor as much as 1 to 2 other sektor.  Moreover the variable component of laborers’ growth in the province has positive results around 1,5% and make the agricultural sektor is a sektor with a rapid growth in employment group Keywords: Agricultural Sektor, Labor, Labor Multiplier, Shift Share analysis
Diagnosis Status Hara di Areal Penanaman Nilam (Pogostemon Cablin Benth.) di Kecamatan Lhoong, Aceh Besar Al Viaturrahmi; Zuraida Zuraida; Sufardi Sufardi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.028 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.23303

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendiagnosis status hara N, P, dan K tanah dan tanaman pada areal penanaman nilam di Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif melalui survei lapangan dan analisis laboratorium. Areal pengembangan dan penanaman nilam yang dikaji terdiri atas ordo tanah Inceptisols dan mempunyai kemiringan lahan 0 hingga 15% yang terbagi atas tiga satuan peta lahan (SPL1, SPL2 dan SPL3) yang total luasnya adalah 294,35 hektar. Pengambilan sampel tanah pada setiap SPL dilakukan secara komposit sejumlah 1 hingga 5 sampel pada kedalaman 0-20 cm. Sampel daun nilam diambil pada tanaman yang terdapat di SPL1 dengan luas areal 8 ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa areal penanaman nilam di wilayah studi memiliki kandungan N total secara umum rendah (0.08-0.25%), P tersedia sangat rendah (0,20-1,46 mg kg-1), dan K-dapat ditukar sangat rendah hingga rendah (0.02-0.40 cmol kg-1). Kandungan hara dalam daun nilam menunjukkan bahwa nitrogen (N) dan fosfor (P) tergolong rendah atau defisien, sedangkan kalium (K) termasuk kategori kecukupan. Untuk memperbaiki kualitas tanah dan status hara pada tanaman nilam di daerah studi dibutuhkan penambahan bahan organik dan pemupukan nitrogen dan fosfor. (Diagnosis of Nutrition Status on Patchouli Planting Area (Pogostemon cablin Benth) in Lhoong Sub-district of Aceh Besar)Abstract. This study aims to diagnose the N, P, and K nutrient status of soil and plants in patchouli planting areas in Lhoong sub-district, Aceh Besar Regency. The method used in this research is a descriptive method through field survey and laboratory analysis. The patchouli development and planting area studied consists of the Inceptisols soil order and have a land slope of 0 to 15% which is divided into three land map units (SPL1, SPL2, and SPL3) with a total area of 294.35 hectares. Soil sampling at each SPL was carried out in a composite of 1 to 5 samples at a depth of 0-20 cm. Patchouli leaf samples were taken from plants in SPL 1with an area of 8 ha. The results showed that the patchouli planting area in the study area had low total N content (0.08-0.25%), very low available P (0.20-1.46 mg kg-1), and exchangeable K very low to low (0.02-0.40 cmol kg-1). Nutrient content in patchouli leaves shows that nitrogen (N) and phosphorus (P) are low or deficient, while potassium (K) is included in the sufficiency category. To improve soil quality and nutrient status in patchouli plants in the study area, it is necessary to add organic matter and fertilize nitrogen and phosphorus. 
Karakteristik Industri Pengolahan Kelapa (Cocos nucifera L.) di Kabupaten Bireuen dan Aceh Utara Salma Armina Rianti Lubis; Romano Romano; T. Saiful Bahri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.115 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i4.22028

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik industri pengolahan kelapa di Kabupaten Bireuen dan Aceh Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan November tahun 2021. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer Data primer diperoleh dari pemilik industri pengolahan yang diwawancara langsung menggunakan kuesioner. Data sekunder dikumpulkan dan diperoleh dari Badan Pusat Statistik dan instansi lainnya. Metode pengambilan sampel dilaksanakan dengan menggunakan metode purposive sampling (secara sengaja) yaitu semua industri pengolahan di Kabupaten Aceh Utara atau sebesar 2 sampel dan 5 industri pengolahan di Kabupaten Bireuen. Pengambilan data sampel di Kabupaten Bireuen dipilih yang terletak di Kecamatan Jangka dan Jeumpa dan di Kabupaten Aceh Utara dipilih yang terletak di Kecamatan Seunuddon dan Tanah Luas dengan pertimbangan kecamatan-kecamatan ini merupakan kecamatan dengan produksi tertinggi di Kabupaten Bireuen dan Aceh Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha industri pengolahan kelapa di Kabupaten Bireuen dan Aceh Utara adalah industri rumah tangga (Home Industry) yang jumlah tenaga kerjanya berjumlah 2-5 orang dan sebahagian besar merupakan anggota dalam keluarga dari pemilik industri. Industri ini dikatakan Home Industry juga karena lama berdiri nya industri yang sudah lama dan dilakukan secara turun-menurun.Characteristics of Coconut Processing Industry (Cocos nucifera. L) in Bireuen and North Aceh RegenciesThis study aims to determine the characteristics of the coconut processing industry in Bireuen Regency and North Aceh. This research was conducted in November 2021. The data used in this study were primary data and secondary data. Primary data Primary data were obtained from processing industry owners who were interviewed directly using a questionnaire. Secondary data is collected and obtained from the Central Statistics Agency and other agencies. The sampling method was carried out using a purposive sampling method (deliberately) namely all processing industries in North Aceh Regency or 2 samples and 5 processing industries in Bireuen Regency. The sampling of data in Bireuen Regency was selected which was located in the Districts of Jangka and Jeumpa and in Aceh Utara District was selected which was located in the Districts of Seunuddon and Tanah Luas with the consideration that these sub-districts were the sub-districts with the highest production in the Districts of Bireuen and North Aceh. The results showed that the coconut processing industry in Bireuen and North Aceh is a home industry with a workforce of 2-5 people and most of them are members of the family of the industrial owners. This industry is said to be Home Industry also because of the long standing of the industry which has been around for a long time and has been carried out from generation to generation.
Pengujian Penyangraian Kopi Arabika Dengan Mesin Penyangrai Kopi Tabung Silinder Menggunakan Sumber Panas Listrik Ocha Paramida; Rahmat Fadhil; Syafriandi Syafriandi; Andriani Lubis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.563 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i4.21625

Abstract

Abstrak. Kopi merupakan salah satu komoditas dari hasil pertanian yang digunakan sebagai bahan baku pada industri makan dan minuman. Proses pengolahan kopi yang dilakukan sangat berpengaruh pada cita rasa dan kualitas minuman kopi. Penyangraian ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas produksi kopi. Kopi arabika adalah jenis kopi tradisional yang dianggap paling enak rasanya oleh kebanyakan masyarakat, kopi arabika memiliki warna keabu-abuan dengan citarasa kopi yang cenderung manis dan lembut. Mesin penyangrai kopi yang digunakan memiliki sirip pengaduk untuk mendukung proses pembalikan pada biji kopi. Mesin ini berbahan dasar stainless steel, menggunakan sumber panas listrik sebagai sumber panas, penggerak motor listrik, sistem pengaduk berbahan stainless steel , serta memiliki sistem pemasukan dan pengeluaran hopper . Tujuan penelitian ini adalah menguji penyangraian kopi arabika menggunakan mesin penyangrai kopi tabung silinder dengan sumber panas listrik. Tahapan penelitian yang dilakukan yaitu menyangrai kopi arabika menggunakan mesin sangrai tabung kemudian melakukan pengamatan. meliputi suhu, kadar air, kebutuhan energi listrik dan keseragaman warna hasil sangrai kopi arabika. Hasil pengujian kadar air biji kopi arabika telah memenuhi standar SNI. pemanasHasil analisis kebutuhan energi listrik memperoleh kebutuhan energilebih besar dibandingkan dengan kebutuhan energi motor listrik. Hasil analisis keseragaman warna biji kopi arabika sebelum penyangraian memperoleh keseragaman adalah 99,23% sedangkan ketidakseragaman warna pada biji kopi arabika adalah 0,77%.  Arabica Coffee Roasting Test with Cylindrical Tube Coffee Roaster Using Electric Heat SourceAbstract. Coffee is one of the commodities from agricultural products that is used as a raw material in the food and beverage industry. The coffee processing process is very influential on the taste and quality of coffee drinks. This roasting is done to improve the quality of coffee production. Arabica coffee is a type of traditional coffee that is considered the most delicious by most people, Arabica coffee has a grayish color with a coffee taste that tends to be sweet and soft. The coffee roaster used has a stirrer fin to support the turning process of the coffee beans. This machine is made of stainless steel, uses an electric heat source as a heat source, drives an electric motor, a stirrer system made of stainless steel, and has a system of intake and output hoppers. The purpose of this study was to test the roasting of Arabica coffee using a cylindrical tube coffee roaster with an electric heat source. The stages of the research carried out were roasting arabica coffee using a cylindrical tube roaster machine and then making observations. Observations included temperature, water content, electrical energy requirements and color uniformity of roasted Arabica coffee. The test results obtained that the moisture content of Arabica coffee beans had met the SNI standard. The results of the analysis of electrical energy needs obtain that the heater energy requirement is greater than the energy needs of the electric motor. The results of the analysis of the color uniformity of Arabica coffee beans after roasting obtained uniformity of 99.23% while the color uniformity of Arabica coffee beans was 0.77%.
Karakterisasi Morfologi dan Klasifikasi Tanah Aluvial Menurut Sistem Soil Taxonomy di Kabupaten Aceh Besar Ayu Ara Putri Gayo; Zainabun Zainabun; Teti Arabia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.273 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i3.20885

Abstract

Abstrak. Tanah Aluvial merupakan tanah yang berasal dari endapan Aluvial atau koluvial muda dengan perkembangan pedon tanah lemah sampai tidak ada. Tanah Aluvial berdasarkan sistem Klasifikasi Tanah Nasional merupakan setara dengan padanan tanah Entisol. Aluvial di Desa Limpok berada pada ketinggian tempat 11 m dpl dan bentuk relief yaitu datar dengan kelerengan 3%. Tipe iklim yaitu tipe C, rejim kelembaban tergolong udik, dan rejim suhu tanah tergolong isohipertermik. Tanah dicirikan oleh: tekstur tanah liat berpasir sampai lempung liat berpasir, warna tanah cokelat gelap sampai coklat kekuningan, struktur tanah gumpal membulat, konsistensi tanah saat basah sangat lekat. C-organik tergolong sangat rendah, dan KB rendah-tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakterisasi dan klasifikasi tanah Aluvial adalah: epipedon penciri yaitu umbrik karena memiliki solum tanah ≥ 18 cm (18 cm), kandungan C-organik ≥ 0,6% (0,68%), kejenuhan basa ≤ 50% (24,35%) dan value serta chroma ≤ 3 (value 3 dan chroma 3); horison penciri bawah dijumpai adalah kambik karena memiliki tebal lapisan tanah di horison Bw ≥ 15 cm yaitu 30 cm, memiliki kelas tekstur pasir sangat halus, pasir sangat halus berlempung, atau yang lebih halus. Ordo dikategorikan Inceptisol, subordo Udept, great group Dystrudept dan subgrup Fluventic Dystrudept. Morphological Characterization and Classification of Alluvial Soil according to the Soil Taxonomy System in Aceh Besar DistrictAbstract. Alluvial soil is soil derived from young Alluvial or colluvial deposits with weak to non-existent soil pedon development. Alluvial soil based on the National Soil Classification system is equivalent to the soil equivalent of Entisol. The Alluvial in Limpok Village is at an altitude of 11 m above sea level and the relief form is flat with a slope of 3%. The climate type is type C, the humidity regime is hick, and the soil temperature regime is isohyperthermic. The soil is characterized by: sandy loam to sandy loam texture, dark brown to yellowish brown soil color, rounded loamy soil structure, very sticky soil consistency when wet. C-organic is classified as very low, and KB is low-high. The results showed that the characterization and classification of alluvial soils were: epipedon characterizing umbric because it has a soil solum 18 cm (18 cm), C-organic content 0.6% (0.68%), base saturation 50% (24,35%) and value and chroma 3 (value 3 and chroma 3); The bottom characterizing horizon found was kambik because it had a thick layer of soil in the Bw horizon 15 cm, which is 30 cm, had a texture class of very fine sand, very fine sandy loam, or a finer one. The order is categorized as Inceptisol, suborder Udept, great group Dystrudept and subgroup Fluventic Dystrudept.
Pengaruh Penggunaan Teknologi Terhadap Sikap Toleransi Petani Dalam Menghadapi Risiko Usahatani Jagung Di Kecamatan Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya Yulia Fadhilah; Fajri Jakfar; Indra Zainun
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.457 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i2.19271

Abstract

Corn is one of the food crops cultivated in Aceh Province, precisely in Bandar Baru District, Pidie Jaya Regency. Local corn farmers are soybean farmers who replace crop commodities for cultivation because the selling price of soybeans is lower than the price of corn. The existence of farming risk that occurs forces farmers to have a tolerance attitude towards risk so that the farming that is run will still exist even though the risk occurs. The purpose of this study was to find out what technology has been applied by corn farmers in Bandar Baru District and how the influence of technology use on farmers' tolerance in dealing with corn farming risks. The results of the study show that there have been many application technologies adopted by farmers in Bandar Baru District, 43% of them have reached the high category. The technology that has been applied by corn farmers in Bandar Baru District is the use of superior varieties, quality seeds, botanical pesticides, integrated pest control, tractors, weeding tools, corn shellers, pesticide sprayers, sanitation, rain-fed systems, and drying systems. Then corn farmers in Bandar Baru District who adopt high category application technology are more tolerant of corn farming risks.

Page 40 of 103 | Total Record : 1028