cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
analisis Faktor-Faktor Permintaan Cabai Merah Di Kabupaten Aceh Besar Munthi Munandar; Romano Romano; Mustafa Usman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.824 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i3.3752

Abstract

Penelitian ini membahas tentang analisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan cabai merah di Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah faktor internal rumah tangga dan faktor eksternal rumah tangga berpengaruh nyata terhadap permintaan cabai merah di Kabupaten Aceh Besar. Populasi penelitian ini adalah seluruh rumah tangga yang ada di dusun bale cut dan dusun mesjid. Sampel penelitian ditetapkan 10% atau sebanyak 31 rumah tangga. Penarikan sampel dilakukan secara Multi Stage Cluster Random Sampling yaitu pemilihan sampel bertingkat yang dilakukan atas tiga tahap. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh melalui wawancara langsung dengan responden. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkah bahwa faktor internal rumah tangga dengan variabel-variabel bebas yaitu: jumlah anggota rumah tangga dan jumlah pendapatan rumah tangga berpengaruh secara nyata terhadap permintaan cabai merah di Kabupaten Aceh Besar dan faktor eksternal rumah tangga dengan variabel-variabel bebas yaitu: harga cabai merah, harga cabai kering, dan harga tomat tidak berpengaruh secara nyata terhadap permintaan cabai merah di Kabupaten Aceh Besar. Analysys Of Factors Influencing The Demand Of Red Chilli In Aceh Besar Regency This research describes the factors influencing the demand of red chilli in Aceh Besar Regency. This research aims at figuring out wether both of internal and external household factors reallyinfluence the demand of red chilli in Aceh Besar Regency. The population of the research is all of the household residing in the dusun (hamlets) of bale cut and mesjid. The seleted sample is 10% that equals 31 households. The sample is chosen agreeing with the Multi Stage Cluster Random Sampling, that is, by involvingthree-stage stratified sampling. The data used in this research are the pprimary data collected from direct interview with the respondents. The findings of the research reveal that the internal household factor together with its independent variables, viz, the number of household members and incomereally influence the demand of red chilli in Aceh Besar Regency, and the external factor together with its independent variables, viz, the cost of red chilli, dried chilli, and tomato do not really influence the demand of red chilli in Aceh Besar Regency Kata kunci : Permintaan; Jumlah Anggota Keluarga; Jumlah Pendapatan Keluarga; Harga Cabai Merah; Harga Cabai Kering; Harga TomatKeywords: The demand; the number of household members; the number of household income; the cost of red chilli; The cost of dried chilli; the cost of tomato
Pengaruh kemasan plastik dan suhu penyimpanan terhadap masa simpan buah manggis (Garcinia mangostana L) Nurita Agustia; Raida Agustina; Ratna Ratna
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.726 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.1290

Abstract

Abstrak. Merupakan salah satu komoditi buah-buahan yang memiliki nilai ekonomi dan banyak digemari masyarakat. Manggis merupakan salah satu buah yang memiliki umur simpan yang relatif singkat, setelah itu manggis akan menjadi busuk dan tidak layak lagi bila di simpan di ruangan, Oleh karena itu perlu dilakukan pengemasan dan penyimpanan pada suhu dingin untuk mempertahankan masa simpan buah manggis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kemasan plastik dan suhu penyimpanan terhadap masa simpan buah manggis.Abstract. Is one of the commodities fruits that have economic value and much-loved community. Mangosteen is a fruit that has a relatively short shelf life, after that mangosteen will be rotten and unfit when stored in the room, therefore it is necessary for packaging and storage at cold temperatures to preserve the shelf life of the mangosteen fruit. This study aims to look at the effect of plastic packaging and storage temperature on the shelf life of the mangosteen fruit.
Uji Kinerja Sistem Irigasi Tetes Otomatis pada Media Tanam Tanah Salin Terhadap Tanaman Baby Kailan (Brassica Oleraceae Var Achepala) Nurul Sahira; Devianti Devianti; Mustafril Mustafril
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.973 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i3.3707

Abstract

Tanaman yang tumbuh di lahan salin, mempunyai resiko kegagalan yang tinggi, kecuali jika lahan tersebut dikelola dengan baik sehingga pengaruh buruk dari meningkatnya kadar garam dengan sedikitnya intensitas hujan yang tidak dapat mencuci kadar garam dalam tanah. Kadar salinitas yang baik untuk sayuran berkisar 0 – 2 mS/cm. Salah satu pengelolaan lahan yang tepat untuk menurunkan salinitas tanah ialah irigasi tetes. Irigasi tetes otomatis dapat meningkatkan efesiensi pemakaian air untuk kebutuhan tanaman sekaligus penurunan salinitas tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tanah salin terhadap baby kailan menggunakan irigasi tetes otomatis. Penelitian ini dilakukan di Desa Lambhuk, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh pengambilan sampel tanah dari Desa Krueng Cut dianalisis di laboratorium. Persiapan media tanam dengan mengambil tanah di lahan, dipindahkan ke dalam pot, dilakukan persiapan bibit dan penanaman. Pembuatan jaringan irigasi tetes, lalu pengkalibrasian sensor kadar air dengan sensor kelembaban dan penyetelan sistem irigasi tetes otomatis, dilakukan pengamatan untuk penurunan nilai daya hantar listrik, pH, tinggi tanaman, dan jumlah daun. Hasil analisis tanah diperoleh nilai daya hantar listrik awal sebesar 5,50 mS/cm. Penurunan nilai daya hantar listrik rata – rata per fase pertumbuhan ialah pada fase awal pertumbuhan 1,81 mS/cm, fase tengah pertumbuhan 2,01 mS/cm, dan fase akhir pertumbuhan 0,77 mS/cm. Penurunan nilai daya hantar listrik berkaitan dengan efesiensi pemakaian irigasi tetes otomatis, efesiensi pemakaian air sistem irigasi tetes otomatis selama penelitian ialah sebesar 100%. Efesiensi irigasi yang tinggi didapatkan rata – rata tinggi tanaman per fase awal ialah 4 cm, fase tengah 11 cm, dan fase akhir 14 cm dan jumlah daun rata – rata per fase awal ialah 6 helai, fase tengah 7 helai, dan fase akhir 8 helai. Pertumbuhan tanaman yang tidak optimal disebabkan karena nilai daya hantar listrik yang tinggi pada awal penanaman dan fase awal pertumbuhan yang mengakibatkan tanaman sulit untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Performance of Automatic Drip Irrigation of the Planting Medium Saline Soils on Crop Cultivation Baby Kailan (Brassica oleraceae var achepala) Crops grown in saline soil waterlogging due to high seas, unless the land is managed properly so that the adverse effects of increased levels of salt (salinity) in soil and water can be avoided. Salinity levels are good for vegetables is teh range 0 – 2 mS/cm. One of the approriate mangement to reduce salinity soil is drip irrigation. Drip irrigation with automatic control can improve the efficiency of water consumption for consumptive crop as well as declining salinity soil. The purpose of this study was to determine the effects saline soil to baby kailan with using drip irrigation aotomatic. The study was conducted in Lambhuk. Ulee Kareng District, Banda Aceh City. Soil sampling of Krueng cut for analysis ia a laboratory. Preparation of planting medium to acquire soil in the land and transferred into pots and seed preparation and palnting. The installation of drip irrigation. Then, do the calibration sensor with water content volumetric of vegetronik sensor and setting automatic drip irrigation system. Then, was observed to decrease the value of electrical conductivity, pH, height plant, and number of leaves. Results of soil analysis abtained initial levels of electrical conductivity of 5,50 mS/cm. Impairment of electrical conductivity on average per phase of the growth, early phase of growth is 1,81 mS/cm, middle phase of growth is 2,01 mS/cm and the final phase of growth is 0,77 mS/cm. Effeciency of water consumption use automatic drip irrigation system for the study is 100%. The observation of plant growth per day gained an average plant height per the initial phase is 4 cm, 11 cm middle phase, and the final phase at 14 cm. Average number of leaves per the initial phase is of 6 strands, 7 stands of middle phase, and the final phase at 8 strands. Plant growth is not optimal because the value of high electrical conductivity at the begining of the beginning of teh planting and the early phase of plant resulting difficult to grow and develop properly.
Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Tanaman Padi (Oryza sativa L.) pada Tingkat Kondisi Kekeringan mawardi majid
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.467 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.1011

Abstract

Abstract. This research aims to know the growth and yield of some varieties of rice plant on the level of drought conditions. Implemented in a plastic garden House experiments Faculty of Agriculture University of Syiah Kuala in September 2015 – January 2016. The design used in this research is the design of Swath (RPT) is divided into 3 x 3 i.e. 3 repeats the experiment, with three levels of drought, namely K0 = 0, K1 =-35 and K2 =-70 kPa equivalent to K0 = 0, K1 =-0.35, K2 =-0.70 MPa and 3 varieties that are used i.e. V1 (Situ patenggang), V2 (Sanbei) and V3 (IR64) thus there are 9 combination treatment. The results of this study show that treatment of drought effect on growth and yield of rice plants. Treatment of varieties also have an effect on growth and yield of rice plants, and there is interaction between varieties and drought against the growth and yield of rice, the highest result found in Situ Patenggang varieties. Key words: drought, variety, growth and yield of rice plant
Penentuan Nilai CP Maksimum pada Lahan Kopi Arabika berdasarkan Metode USLE di Kabupaten Aceh Tengah Ayu Mulia; Manfarizah Manfarizah; Hairul Basri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.928 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.23093

Abstract

Abstrak. Salah satu faktor yang mempegaruhi erosi adalah faktor penggunaan lahan dan pengelolaan tanah (CP). Faktor penggunaan lahan dan pengelolaan tanah (CP) merupakan faktor yang dapat direncanakan untuk memperkecil erosi pada suatu lahan tertentu. Produktivitas kopi arabika yang termasuk rendah pada Kabupaten Aceh Tengah berkaitan dengan rendahnya produktivitas tanah akibat erosi. Nilai CP maksimum ditentukan untuk memperkecil erosi yang terjadi. Satuan Peta Lahan (SPL) ditentukan dengan overlay peta jenis tanah, kemiringan lereng, dan ketinggian lalu di clip dengan peta kopi eksisting. Pengamatan dan pengambilan sampel dilakukan pada setiap SPL. Pada empat SPL nilai CP tidak melampaui nilai CP maksimum sehingga nilai erosi pada SPL tersebut masih dibawah erosi toleransi. Pada 17 SPL lainnya nilai CP melampaui nilai CP maksimum sehingga erosi pada 17 SPL lainnya melampaui erosi toleransi dan harus dilakukan pengelolaan lahan yang sesuai agar mengurangi erosi yang terjadi.Determination of CP max in the Planted Area of Arabica Coffee based on the USLE Method in District of Central AcehAbstract. One of factors influenced erosion is crop management and conservation practices (CP). The crop management and conservation practices (CP) is the factor that can be planned to minimize erosion on a particular land. The low productivity of Arabica coffee in Central Aceh District is related to low soil productivity due to erosion. The CP max value is determined to minimize the erosion occurs. The Land Map Unit (LMU) is determined by overlaying a map of soil type, slope, and elevation then clipped with a map of existing arabica coffee. Observations and sampling were carried out at each LMU. There are four LMU have CP values did not exceed the CP max value so that the erosion value at the LMU was still below the erosion tolerance. In other (17 LMU) the CP value exceeds the CP max value so erosion exceeds tolerance erosion and appropriate conservation practices must be carried out to reduce erosion the occurred LMU
PENGARUH PENGGUNAAN EKSTRAK KECOMBRANG (Etlingera elatior) TERHADAP DAYA IKAT AIR (DIA) DAN LEMAK PADA SOSIS DAGING SAPI Nasfir Wahdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.545 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i4.22002

Abstract

Abstrak. Sosis adalah suatu produk makanan yang dibuat dari daging yang sudah digiling dan dihaluskan, ditambahkan dengan bumbu-bumbu, dan dimasukkan ke dalam selongsong (casing) untuk diolah lebih lanjut. Bahan baku yang digunakan untuk membuat sosis terdiri dari bahan utama dan bahan tambahan. Berbagai bahan tambahan dapat digunakan dalam proses pembuatan sosis untuk dapat meningkatkan kualitas dan cita rasa. Salah satu bahan tambahan yang di maksud adalah kecombrang untuk meningkatkan nilai nutrisi dan keberagaman produk olahan daging khususnya sosis. Kecombrang (Etlingera elatior) mengandung protein (12,6%), lemak (18,2%), serat (17,6%), kadar asam lemak tak jenuh yang tinggi (palmitoleic acid) 16,4%, protein dan lisin (7,9 mg/100 mg protein) serta mineral penting seperti K (1589 mg/100 g), Ca (775 mg/100g). Penelitian tentang kecombrang masih sangat sedikit, karena terbukti studi literature masih sangat terbatas. Oleh karena itu dirasa perlu untuk melakukan penelitian tentang penggunaan ekstrak kecombrang dalam pembuatan sosis. Tujuan penelitian adalah untuk melihat pengaruh penggunaan ekstrak kecombrang terhadap daya ikat air dan kadar lemak sosis daging sapi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pengolahan Daging untuk proses pembuatan sosis. Uji lemak dan pengujian Daya Ikat Air dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Pengolahan Pangan, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2022. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan (level ekstrak kecombrang) yaitu P0 (0%), P1 (5%), P2 (10%), P3 (15%) dan diulang 5 kali sehingga diperoleh 20 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan penggunaan ekstrak kecombrang 5%, 10% dan 15% berpengaruh nyata (P0.05) terhadap kadar lemak dan daya ikat air sosis daging sapi. Dapat disimpulkan bahwa penambahan ekstrak kecombrang dapat meningkatkan komposisi kadar lemak dan daya ikat air sosis daging sapiKata kunci : Sosis Daging Sapi, Ekstrak Kecombrang, Kadar Lemak, Daya Ikat Air.
Uji Aktivitas Bioherbisida Ekstrak Metanol Teki (Cyperus rotundus L.) Terhadap Pertumbuhan Bayam Duri (Amaranthus spinosus L.) Masna Fitri; Nanda Mayani; Gina Erida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.087 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i4.22071

Abstract

 Abstrak. Ekstrak umbi teki terbukti mengandung senyawa yang berpotensi alelopati karena mampu menghambat pertumbuhan gulma bayam duri. Pelarut merupakan faktor penting dalam proses ekstraksi senyawa. Pelarut yang digunakan adalah metanol karena bersifat polar, karena metanol dapat menarik senyawa polar dan nonpolar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas ekstrak metanol teki pada beberapa konsentrasi terhadap pertumbuhan gulma bayam duri. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Ilmu Gulma Jurusan Agroteknologi, Laboratorium Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dan Rumah Kasa Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Darussalam Banda Aceh, dari bulan Juli hingga Oktober 2021. Penelitian ini memakai Rancangan Acak Lengkap pola non faktorial dengan 6 perlakuan terdiri kontrol positif (2,4-D pada 0,686 kg b.a.ha-1); kontrol negatif (aquades) dan ekstrak metanol teki 5%; 10%; 15%; 20%. dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ekstrak metanol teki dengan konsentrasi 20% mampu menekan tinggi gulma dan ekstrak metanol teki dengan konsentasi 10% mampu menekan jumlah daun dan diameter batang bayam duri pada umur 28 HSA (hari setelah aplikasi). Hasil uji fitokimia ekstrak metanol teki menunjukkan bahwa senyawa steroid, alkaloid, fenolik dan flavonoid terkandung di dalamnya.Bioherbicide Activity Test of Methanol Extract of Nutsedge Purple (Cyperus rotundus L.) Againts the Growth of Weed Spiny Amaranth (Amaranthus spinosus L.)Abstract. Nutsedge purple tuber extract was proven to contain compounds that have allelopathic potential because it is able to inhibit the growth of thorn spinach weeds. The solvent is an important factor in the compound extraction process. The solvent used is methanol because it is polar, because methanol can attract polar and nonpolar compounds. The aim of this study was to identify the activity of nutmeg methanol extract at several concentrations on the growth of spinach thorn weed. This research was conducted at the Weed Science Laboratory, Agrotechnology Department, Chemistry Education Laboratory, Teacher Training and Educational Sciences, and the Experimental Garden Screening House, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Darussalam Banda Aceh, from July to October 2021. This study used a completely randomized design with a non-factorial pattern. with 6 treatments consisting of positive control (2.4-D at 0.686 kg b.a.ha-1); negative control (aquades) and 5% nutsedge purple methanol extract; 10%; 15%; 20%. with 3 repetitions. The results showed that the methanol extract of nutmeg with a concentration of 20% was able to suppress the height of weeds and the methanol extract of nutmeg with a concentration of 10% was able to reduce the number of leaves and stem diameter of thorn spinach at 28 DAP (days after application). The results of the phytochemical test of the nutmeg methanol extract showed that it contained steroids, alkaloids, phenolics and flavonoids. 
Pengaruh Penggunaan Tepung Ciplukan (Physalis angulata) Dalam Ransum Terhadap Peforma Puyuh Jantan (Coturnix-coturnix japonica) Alfianoel Islam
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.061 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i3.20847

Abstract

Abstrak. Ciplukan (Physalis angulata) merupakan tanaman herbal yang memiliki aktivitas sebagai antihiperglikemi, antibakteri, antivirus, imunostimulan, imunosupresan (imunomodulator), antiinflamasi, antioksidan, dan sitotoksik. Selain itu, ciplukan dapat digunakan sebagai alternatif untuk meningkatkan performa ternak dengan menekan bakteri patogen karena adanya kandungan bioaktif polifenol dan flavonoid. Tanaman ciplukan mudah didapat pada musim hujan sehingga tanaman ini cocok dibudidayakan di daerah yang agak basah dan di tempat terbuka. Di kalangan masyarakat, ciplukan belum banyak diketahui dari segi manfaat dan dan khasiatnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung ciplukan (Physalis angulata) yang diformulasikan dengan bahan pakan lokal terhadap performa puyuh jantan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapangan Peternakan (LLP), Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala dari tanggal 8 Oktober sampai 12 November 2021. Materi penelitian yang digunakan adalah 64 ekor DOQ puyuh jantan. Ransum perlakuan yang digunakan sebagai berikut: R0 = ransum kontrol (tanpa tepung ciplukan), R1 = ransum basal + tepung ciplukan 2%, R2 = ransum basal + tepung ciplukan 4%, dan R3 = ransum basal + tepung ciplukan 6%. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Parameter yang diamati meliputi konsumsi ransum, pertambahan bobot badan (PBB), bobot badan akhir (BBA), konversi ransum, dan mortalitas. Data dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Jarak Berganda Duncan bila hasil didapat terdapat perbedaan yang nyata. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa tepung ciplukan dapat digunakan 2% di dalam ransum puyuh tanpa menurunkan secara nyata performa puyuh jantan. Akan tetapi, jika tepung tersebut digunakan 4% atau lebih menyebabkan penurunan yang nyata pada berat badan akhir dan pertambahan berat badan puyuh jantan.Kata kunci: Ciplukan, Puyuh Jantan
Studi pengetahuan, Sikap dan Perilaku Masyarakat Pemburu Madu hutan Terhadap Kelestarian Kawasan Hutan Pining Zena Sara Bangsu; Subhan Subhan; Martunis Martunis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.208 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i1.18943

Abstract

Abstrak. Hutan Pining adalah salah satu kawasan hutan yang berada di dalam Kawasan Ekosistem Leuser, luas wilayah kawasan hutan di Kecamatan Pining mencapai 95.568,00 Ha, dengan ketinggian 400 meter dari permukaan laut yang memiliki flora dan fauna hingga hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang cukup tinggi dan bersifat perlindungan serta konservasi sehingga perlu dilakukan penelitian agar sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya lestari. Salah satu HHBK yang dimanfaatkan masyarakat kampung Pertik, Kecamatan Pining adalah Madu hutan. Sehingga hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku masyarakat berpengaruh terhadap kondisi lingkungan dan ekonomi masyarakat desa hutan terhadap hutannya yang  mencakup berbagai kehidupan. Kondisi  sosial  masyarakat di sekitar hutan merupakan variabel yang perlu diperhitungkan dalam merumuskan tujuan pengeloaan hutan tentunya dalam budidaya madu hutan serta kelestariannya. Penelitian ini dilakukan dari bulan Februari sampai bulan September 2021. Penelitian ini dilakukan di Kampung Pertik, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues. Dengan 74 responden. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif  kuantitatif  hasil analisis data dideskripsikan secara kualitatif. Data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan Skala likert. Skor ideal merupakan skor yang digunakan untuk menghitung skor untuk menentukan skala penilaian dan jumlah seluruh jawaban. Selanjutnya Data akan diolah menggunakan analisis Rank Spearman menggunakan SPSS 22 FOR WINDOWS. Dengan hasil jawasan responden tentang Studi pengetahuan masyarakat pemburu madu hutan Pining paling tinggi tahu sebesar 32%, studi sikap masyarakat pemburu madu hutan Pining paling tinggi setuju sebesar 50% dan studi perlikau masyarakat pemburu madu hutan Pining paling tinggi setuju 39 %.  Nilai kolerasi pengetahuan dengan perilaku masyarakat pemburu madu hutan terhadap kelestarian kawasan hutan Pining memiliki nilai hubungan yang searah dan signifikan dengan kolerasi yang kuat. Nilai kolerasi sikap dengan perilaku masyarakat pemburu madu hutan terhadap kelestarian kawasan hutan Pining memiliki nilai hubungan yang searah namun tidak signifikan dengan memiliki nilai kolerasi sangat kuat.Kata Kunci : Studi pengetahuan, Sikap dan Perilaku Masyarakat Pemburu Madu hutan Terhadap Kelestarian Kawasan Hutan PiningAbstract. Pining Forest is one of the forest areas located in the Leuser Ecosystem Area, the area of the forest area in Pining District reaches 95,568.00 Ha, with an altitude of 400 meters above sea level which has sufficient flora and fauna to non-timber forest products (NTFPs). protection and conservation, so it is necessary to conduct research so that living natural resources and their ecosystems are sustainable. One of the NTFPs used by the people of Pertik Village, Pining District is forest honey. So that the relationship between knowledge and attitudes towards community behavior affects the environmental and economic conditions of forest village communities towards their forests which cover a variety of lives. The social condition of the community around the forest is a variable that needs to be taken into account in formulating the objectives of forest management, of course, in the cultivation of forest honey and its sustainability. This research was conducted from February to September 2021. This research was conducted in Pertik Village, Pining District, Gayo Lues Regency. With 74 respondents. The data analysis used in this research is quantitative descriptive analysis. The results of data analysis are described qualitatively. Quantitative data were analyzed using a Likert scale. The ideal score is the score used to calculate the score to determine the rating scale and the total number of answers. Furthermore, the data will be processed using Spearman Rank analysis using SPSS 22 FOR WINDOWS. With the results of the respondents' answers regarding the study of knowledge of the Pining forest honey hunter community, the highest is tofu at 32%, the study of attitudes of the Pining forest honey hunter community agrees the highest at 50% and the behavior study of the Pining forest honey hunter community agrees with the highest 39%. The correlation value of knowledge with the behavior of forest honey hunter communities on the sustainability of the Pining forest area has a unidirectional and significant relationship value with a strong correlation. The correlation value of attitudes with the behavior of forest honey hunter communities towards the sustainability of the Pining forest area has a unidirectional but insignificant relationship value with a very strong correlation value.
Analisa Kandungan Boraks Dan Formalin Pada Mie Kuning Basah Yang Beredar Di Beberapa Pasar Kabupaten Aceh Tengah Munawir Juanda; Zaidiyah Zaidiyah; Yanti Meldasari Lubis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.116 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i1.19113

Abstract

Abstrak. Mie merupakan makanan yang terbuat dari tepung terigu yang sangat digemari oleh masyarakat. Pada umumnya mie kuning basah memiliki masa simpan yang relative singkat. Tanpa penambahan bahan pengawet, masa penyimpanan mie basah relative pendek sekitar 16-20 jam jika disimpan pada suhu ruang. Sehingga, pengusaha mie sering dirugikan oleh mie yang cepat basi tanpa bahan pengawet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keamanan produk mie kuning basah dari bahan pangan berbahaya (boraks dan formalin) yang diperdagangkan di Pasar Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini meliputi tiga tahapan yaitu penentuan (1) lokasi pasar dan jumlah pedagang, (2) analisis kandungan boraks dan formalin, dan (3) uji fisik mie kuning basah. Pengambilan sampel pada penelitian ini terletak dipasar Kabupaten Aceh Tengah meliputi 4 pasar yang menjadi acuan dengan jumlah pedagang yang berbeda. 4 pasar yang menjadi tempat pengambilan sampel mie kuning basah adalah Pasar Inpres, Pasar Bale atu, Pasar Paya ilang, Pasar Angkup. Pemilihan pedagang dilakukan berdasarkan pedagang yang menjual mie kuning basah dan sudah memiliki lapak tetap. Berdasarkan hasil uji boraks dan formalin diketahui bahwa tidak ada sampel mie kuning basah yang mengandung kedua bahan berbahaya tersebut. Hasil uji fisik menunjukkan bahwa aroma, warna, dan tekstur seluruh mie kuning basah sudah sesuai dengan standar SNI 2987:2015 pada awal pengamatan dan seluruh sampel mie kuning basah sudah tidak layak digunakan atau rusak pada penyimpanan 24 jam di suhu ruang.Analysis Of Borax And Formalin Content In Wet Yellow Noodles Circulating In Some Markets, Central Aceh RegencyAbstract. Noodles are foods made from wheat flour that are very popular with the community. In general, wet yellow noodles have a relatively short shelf life. Without the addition of preservatives, the storage period of wet noodles is relatively short, about 16-20 hours if stored at room temperature. So, noodle entrepreneurs are often harmed by noodles that go stale quickly without preservatives. This study aims to determine the safety of wet yellow noodle products from hazardous food ingredients (borax and formalin) traded in the Central Aceh District Market. This research includes three stages, namely the determination of (1) the location of the market and the number of traders, (2) the analysis of the content of borax and formalin, and (3) the physical test of wet yellow noodles. Sampling in this study is located in the market of Central Aceh Regency covering 4 markets that are the reference with a different number of traders. The 4 markets where samples of wet yellow noodles were taken are Inpres Market, Bale atu Market, Paya ilang Market, Angkup Market. The selection of traders is based on traders who sell wet yellow noodles and already have a permanent stall. Based on the results of the borax and formalin tests, it was found that there were no samples of wet yellow noodles containing these two hazardous materials. The results of the physical test showed that the aroma, color, and texture of all wet yellow noodles were in accordance with the SNI 2987:2015 standard at the beginning of the observation and all samples of wet yellow noodles were not suitable for use or damaged at 24 hours storage at room temperature.

Page 44 of 103 | Total Record : 1028