cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Kontribusi Pendapatan Usahatani Nilam Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Petani di Kecamatan Sampoiniet Kabupaten Aceh Jaya Nirrah Aiyula; Mujiburrahmad Mujiburrahmad; T makmur
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.937 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i2.19869

Abstract

Patchouli (Progestemon Cablin Bent) is a plantation commodity, one of which has bright prospects in marketing. Income is the acceptance received by the community from every work done, either directly or indirectly in the form of salaries, wages, rent, interest, profits and so on. Contribution is support or share, patchouli farming contribution to family income is the amount of support or income obtained from patchouli farming to the overall income from farming. The purpose of this study is to find out how much income is outside patchouli farming per 6 months in Sampoiniet District, Aceh Jaya Regency and to find out how much patchouli farming contributes to farmer household incomes in Sampoiniet District, Aceh Jaya Regency. This study uses the method of income contribution analysis, farming analysis and the concept of income measurement. The results of this study indicate that the average income of patchouli farming in Sampoiniet District, Aceh Jaya Regency is Rp. 54,713,350 with a contribution of 60%, the average income of non patchouli farming is Rp. 30,032,000 with a contribution of 33%. the average income of non-agricultural businesses is IDR 6,146,000 with a contribution percentage of 7% and the total average household income is IDR 90,891,350 with a percentage contribution of 100%.
Uji Kebusukan Bakso Daging Sapi yang Diberikan Persentase Tepung Kacang Kedelai (Glycine max L.) yang Berbeda Yuliyanti Yuliyanti; Amhar Abu Bakar; Cut Aida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.266 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i1.19124

Abstract

Abstrak. Bakso merupakan olahan dari daging dengan campuran yang terdiri dari tepung memiliki rasa yang enak dan sangat digemari oleh semua kalangan. Pengolahan bakso sangat penting di perhatikan, pengolahan yang baik akan menghasilkan bakso yang berkualitas, baik dari segi protein, nutrisi dan lamanya penyimpanan. Pada umumnya campuran bakso sangat bergantung pada jenis tepung yang digunakan. Tepung kacang kedelai adalah salah satu tepung yang memiliki kualitas yang tinggi. Kacang kedelai merupakan jenis biji-bijian yang banyak ditemukan di Indonesia. Memiliki kandungan yang tinggi akan protein kacang kedelai yang sudah diolah menjadi tepung dapat digunakan sebagai campuran dari berbagai macam olahan makanan salah satunya adalah bakso. Penambahan tepung kacang kedelai dalam pembuatan bakso penting dilakukan untuk melihat dari segi kualitas dan tingkat kebusukan awal yang terjadi. Pada prinsipnya uji kebusukan dapat dilakukan dengan 3 uji yaitu Uji eber, H2S, dan uji Postma. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan mendeskripsikan data dengan penotasian positif dan negatif. Positif (menunjukkan kebusukan awal) dan negatif (tidak menunjukkan kebusukan awal), dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan sehingga diperoleh 16 sampel percobaan. Dengan persentase penggunaan tepung kacang kedelai yaitu 0%, 20%, 40% dan 60%. Lalu dilakukan uji awal kebusukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sampel bakso dengan persentase tepung kacang kedelai 40% dan 60% lebih cepat mengalami kebusukan awal dibandingkan dengan penambahan 0% dan 20%. Semakin tinggi persentase penambahan tepung kacang kedelai pada sampel bakso yang di uji maka protein yang ada pada bakso juga semakin tinggi, suatu bahan pangan yang memiliki protein tinggi lebih rentan mengalami kebusukan.Rotten Test of Beef Meatballs Given Different Percentage of Soybean Flour (Glycine max L.)Abstract. Meatballs are processed from meat with a mixture consisting of flour has a good taste and is very popular by all circles. Meatball processing is very important to note, good processing will produce quality meatballs, both in terms of protein, nutrition and length of storage. In general, the meatball mixture depends on the type of flour used. Soy bean flour is one of the flours that have a high quality. Soybeans are a type of grain that is widely found in Indonesia. Having a high content of soy bean protein that has been processed into flour can be used as a mixture of various kinds of processed foods, one of which is meatballs. The addition of soybean flour in the manufacture of meatballs is important to see in terms of quality and the level of initial decay that occurs. In principle, the decay test can be done with 3 tests, namely the eber test, H2S, and postma test. This study was conducted using qualitative research methods by describing data with positive and negative assessments. Positive (indicating initial decay) and negative (showing no initial decay), with 4 treatments and 4 repeats resulting in 16 experimental samples obtained. With the percentage of soy bean flour use is 0%, 20%, 40% and 60%. Then an initial test of decay was conducted. The results of this study showed that meatball samples with a 40% and 60% faster percentage of soy bean flour experienced early decay compared to the addition of 0% and 20%. The higher the percentage of soy bean flour additions in the meatball samples tested, the higher the protein in meatballs, a food that has high protein is more susceptible to decay.
Pengaruh Jarak Tanam dan Dosis Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Putih (Allium sativum L.) di Dataran Rendah Jaksa Metuah; Elly Kesumawati; Rita Hayati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.795 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i4.18345

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan dosis pupuk NPK yang tepat dan interaksi antara kedua faktor tersebut terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang putih di dataran rendah. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan II sektor Timur dan Laboratorium Iptek Perbenihan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala berlangsung dari Januari sampai dengan April 2021. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok faktorial 3x3 dengan 3 ulangan. Faktor yang diteliti adalah jarak tanam yang terdiri dari 3 taraf yaitu 10 cm x 10 cm, 10 cm x 15 cm, 10 cm x 20 cm dan dosis pemupukan NPK terdiri dari 3 taraf yaitu 400, 600 dan 800 kg ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam berpengaruh sangat nyata terhadap bobot umbi per petak  dan potensi hasil, berpengaruh nyata terhadap bobot basah tanaman per tanaman. Pertumbuhan dan hasil terbaik bawang putih di dataran rendah terdapat pada jarak tanam 10 cm x 10 cm. Perlakuan Dosis pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 30 dan 45 HST. Pertumbuhan dan hasil bawang putih di dataran rendah cenderung lebih baik pada dosis pupuk NPK 400 kg ha1. Terdapat interaksi yang tidak nyata anatar jarak tanam dengan dosis pupuk NPK terhadap pertumbhan dan hasil tanaman bawang putih di dataran rendah.The Effect of Plant Spacing and Dosage of NPK Fertilizer and Yield of Garlic (Allium sativum L.) in LowlandAbstract. This study aims to determine the effect of spacing and the right dose of NPK fertilizer as well as the interaction between these two factors on the growth and yield of garlic plants in the lowlands. This research was carried out at the Experimental Gardens II East Sector and the Seed Science and Technology Laboratory, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, taking place from January to April 2021. The research design used was a 3x3 factorial randomized block design with 3 replications. The factors studied were plant spacing consisting of 3 levels, namely 10 cm x 10 cm, 10 cm x 15 cm, 10 cm x 20 cm and the dose of NPK fertilizer consisted of 3 levels, namely 400, 600 and 800 kg ha-1. The results showed that plant spacing had a very significant effect on tuber weight per plot and yield potential, significantly affected wet plant weight per plant. The best growth and yield of garlic in the lowlands was found at a spacing of 10 cm x 10 cm. Treatment he dose of NPK fertilizer had a significant effect on plant height at the age of 30 and 45 DAP. The growth and yield of garlic in the lowlands tended to be better at a dose NPK fertilizer of 400 kg ha- 1. There is an unreal intraction between plant spacing and dose NPK fertilizer of the growth and the garlic plant in lowland.
Analisis Penggunaan Biaya Input Produksi Usahatani Sistem Intensifikasi Dan DIversifikasi Masa Covid-19 Di Atu Lintang Kabupaten Aceh Tengah Khairun Nisa Waleny; Widyawati Widyawati; Teuku Fauzi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.515 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i4.18048

Abstract

The implementation of agricultural intensification and diversification in Atu Lintang is an effort by farmers to maintain economic stability during the COVID-19 pandemic. The use of costs incurred for production inputs must be considered. This study aims to compare the total expenditure on input costs for intensification and diversification farming in Atu Lintang, as well as to analyze the feasibility of the two farms to be run during the COVID-19 pandemic in Atu Lintang. The research method is thetechnique Snowball Sampling. The method of analysis using descriptive analysis, income analysis using the equation =TR-TC and feasibility analysis using the B/C ratio. The results showed that the average total sample farmers spent on chili intensification production input costs was Rp. 11,763,033/planting season and received an income of Rp. 58,800,000/planting season, so that the net income of farmers was Rp. 47,036,967/planting season. Meanwhile, the costs incurred for procuring diversified inputs amounted to Rp. 6,590,229/planting season and received an income of Rp. 7,837,500/planting season, so that the net income of farmers was Rp. 1,247,271/planting season. Intensification farming is feasible with a B/C ratio = 4. Likewise, diversification farming is also  easible because the B/C ratio = 1.2. Conclusion accept Ho and reject Ha . The most profitable farming run during the COVID-19 pandemic in Atu Lintang is intensification because the B/C ratio is higher.
Analisis Kelayakan Pada Usahatani Buah Naga di Desa Sumbersari Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember Rohmad Fajar Hidayatullah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.636 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i1.15153

Abstract

The feasibility analysis on the dragon fruit farming in Sumbersari Village, Sumbersari Subdistrict, Jember Regency was conducted to look at the financial, technical, market and management aspects. The method of determining the location is done using purposive methods by considering the suitability of the object under study. The financial feasibility aspect uses several analysis tools namely Gross B / c ratio, Net B / C Ratio, payback period, Net Present Value, Internal Rate of Return, and sensitivity analysis. The results showed a NPV value of Rp 1,213,493,768, Net B / C of 6.46, Gross B / C of 3.44, IRR of 73%, PR of 14.64, PP of 2 years 8 months 15 days, and sensitivity analysis shows if the increase in prices of all variables by 5% and 10% still shows positive or reasonable results for all investment criteria.
Eksplorasi Rizobakteri Indigenous Dan Uji Antagonis Terhadap Patogen Rigidoporus microporus Dan Phellinus noxius Pada Tanaman Karet (Hevea brasiliensis) Secara In Vitro Murtadha Murtadha; M. Abduh Ulim; Syamsuddin Syamsuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.142 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.9198

Abstract

Abstrak.  Penelitian bertujuaan untuk mendapatkan isolat rizobakteri yang mampu berperan sebagai agens biokontrol terhadap pengendalian patogen R. microporus dan P. noxius secara in vitro serta sebagai agen rizobakteri pemacu pertumbuhan tanaman (RPPT). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Darussalam Banda Aceh, mulai Oktober sampai Desember 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap non faktorial. Faktor yang diteliti yaitu isolat rizobakteri, taraf yang dicobakan terdiri dari 15 isolat dan dua patogen antagonis R. microporus dan P. noxius, yang diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 90 unit satuan percobaan. Hasil penelitian menunujukkan isolat rizobakteri mampu menekan pertumbuhan koloni cendawan patogen. Pada patogen uji R. microporus terdapat 3 rizobakteri yang paling baik yaitu isolat DLG5/3 dengan persentase penghambatan 68,33%, DLG4/1 dengan persentase penghambatan 66,66% dan DLG4/7 dengan persentase penghambatan 63,33%. Pada patogen uji P.noxius terdapat dua rizobakteri yang paling baik dalam menghambat pertumbuhan koloni cendawan patogen yaitu isolat DLG5/1 dengan persentase penghambatan 60,33%, dan DKP6/3 dengan persentase penghambatan 52,50%. Pada laju penghambatan isolat rizobakteri yang paling baik pada patogen R. microporus yaitu isolat DLG6/4 dan DKP4/1 dengan nilai rerata laju penghambatan 20,33 mm/hari. Pada patogen P. noxius menunjukan isolat rizobakteri yang paling baik yaitu isolat DLG4/1 dengan nilai laju penghambatan 12,05 mm/hari.Exploration of Indigenous Rizobacteria and Antagonistic Test against Patogen Rigidoporus microporus And Phellinus noxius In Rubber Plant (Hevea brasiliensis) In VitroAbstract. The research was conducted to obtain rhizobacteria isolates capable of acting as biocontrol agents on pathogen control of R. microporus and P. noxius in vitro and as plant growth promoter rhizobacteria (PGPR). The research was conducted at the Science and Technology of seed Laboratory, Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Darussalam Banda Aceh, starts from October to December 2017. The research using Completely Randomized Design non factorial. Factors researched were rhizobacteria isolates, the experimental stage consisted of 15 isolates and 2 antagonist were R. microporus dan P. noxius, and 3 time repeated until be found 90 units of treatment. The results showed that rhizobacteria isolates capable to inhibith growth of colonies pathogenic. In the pathogen of R. microporus test, there are 3 better rhizobacteria were DLG5/3 isolate with 68.33% inhibition percentage, DLG4/1 with 66.66% inhibition percentage and DLG4/7 with 63,33% inhibition percentage. In the pathogen of P. noxius there are 2 best rhizobacteria inhibiting growth, DLG5/1 isolate with 60.33% inhibition percentage, and DKP6/3 with 52,50% inhibition percentage. In the pathogen of R. microporus test, there are 2 better rhizobacteria were DLG6/4 and DKP4/1 with 20,33 mm/day inhibition percentage. In the pathogen of P. noxius test,  the best rhizobacteria were DLG4/1  with 12,05 mm/day inhibition percentage. 
Pengujian Pupuk Hayati Agrobost dan Pemangkasan Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill) Mainannur Mainannur; Nurhayati Nurhayati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.371 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i1.10411

Abstract

Abstrak. Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) merupakan salah satu jenis sayuran buah yang mempunyai prospek dalam pengembangan agribisnis. Tomat sangat bermanfaat bagi tubuh karena mengandung vitamin, mineral yang diperlukan untuk pertumbuhan dan kesehatan. Tomat yang dibudidayakan di Indonesia umumnya hanya menggunakan 1 jenis pupuk tunggal N (urea) yaitu pupuk kimia buatan yang dirancang untuk memberi tambahan hara nitrogen bagi tanaman.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pupuk hayati Agrobost dan pemangkasan pada tanaman tomat yang tepat serta mengetahui interaksi antara konsentrasi Pupuk hayati Agrobost dan pemangkasan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan sektor Timur, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, yang telah berlangsung dari bulan November sampai dengan Februari 2018. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 5x3 dengan tiga ulangan. Faktor yang diteliti yaitu konsentrasi pupuk hayati Agrobost (K) yang terdiriatas 5 taraf yaitu Ko = Kontrol (tanpa pupuk hayati Agrobost), K1 = 5 cc/ L air, K2 = 10 cc/L air, K3 = 15 cc/L air, K4 = 20 cc/L air. Faktor kedua yaitu pemangkasan (P) terdiri atas 3 taraf yaitu P0 = Kontrol (tanpa pemangkasan), P1= pemangkasan wiwilan, P2 = pemangkasan cabang utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengujian pupuk hayati Agrobost berdasarkan konsentrasi pupuk yang di uji berpengaruh sangat nyata pada tinggi tanaman tomat umur 14, 28, 42 HSPT, berat buah per tanaman, dan diameter buah. Namun, tidak berpengaruh nyata pada diameter batang tanaman tomat umur 14, 28, 42 HSPT, jumlah bunga dan jumlah buah per tanaman. Selanjutnya berdasarkan pemangkasan yang di uji berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 14, 28, 42 HSPT, berat buah per tanaman dan berpengaruh nyata pada diameter buah. Namun, tidak berpengaruh nyata pada diameter batang umur 14, 28, 42 HSPT, jumlah bunga dan jumlah buah per tanaman. Terdapat interaksi yang sangat nyata pada tinggi tanaman tomat umur 28, 42 HSPT dan diameter buah. Namun, tidak terdapat interaksi yang nyata antara pengujian pupuk Agrobost dengan pemangkasan pada parameter tinggi tanaman umur 14 HSPT, diameter tanaman umur 14, 28, dan 42 HSPT, jumlah bunga, jumlah buah dan berat buah. Kombinasi perlakuan terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman tomat dijumpai pada konsentrasi pupuk hayati Agrobost 15 cc/L air dan pemangkasan cabang utama.Kata kunci: Tomat, Konsentrasi Pupuk Hayati Agrobost, PemangkasanAbstrak. Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) merupakan salah satu jenis sayuran buah yang mempunyai prospek dalam pengembangan agribisnis. Tomat sangat bermanfaat bagi tubuh karena mengandung vitamin, mineral yang diperlukan untuk pertumbuhan dan kesehatan. Tomat yang dibudidayakan di Indonesia umumnya hanya menggunakan 1 jenis pupuk tunggal N (urea) yaitu pupuk kimia buatan yang dirancang untuk memberi tambahan hara nitrogen bagi tanaman.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pupuk hayati Agrobost dan pemangkasan pada tanaman tomat yang tepat serta mengetahui interaksi antara konsentrasi Pupuk hayati Agrobost dan pemangkasan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan sektor Timur, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, yang telah berlangsung dari bulan November sampai dengan Februari 2018. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 5x3 dengan tiga ulangan. Faktor yang diteliti yaitu konsentrasi pupuk hayati Agrobost (K) yang terdiriatas 5 taraf yaitu Ko = Kontrol (tanpa pupuk hayati Agrobost), K1 = 5 cc/ L air, K2 = 10 cc/L air, K3 = 15 cc/L air, K4 = 20 cc/L air. Faktor kedua yaitu pemangkasan (P) terdiri atas 3 taraf yaitu P0 = Kontrol (tanpa pemangkasan), P1= pemangkasan wiwilan, P2 = pemangkasan cabang utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengujian pupuk hayati Agrobost berdasarkan konsentrasi pupuk yang di uji berpengaruh sangat nyata pada tinggi tanaman tomat umur 14, 28, 42 HSPT, berat buah per tanaman, dan diameter buah. Namun, tidak berpengaruh nyata pada diameter batang tanaman tomat umur 14, 28, 42 HSPT, jumlah bunga dan jumlah buah per tanaman. Selanjutnya berdasarkan pemangkasan yang di uji berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 14, 28, 42 HSPT, berat buah per tanaman dan berpengaruh nyata pada diameter buah. Namun, tidak berpengaruh nyata pada diameter batang umur 14, 28, 42 HSPT, jumlah bunga dan jumlah buah per tanaman. Terdapat interaksi yang sangat nyata pada tinggi tanaman tomat umur 28, 42 HSPT dan diameter buah. Namun, tidak terdapat interaksi yang nyata antara pengujian pupuk Agrobost dengan pemangkasan pada parameter tinggi tanaman umur 14 HSPT, diameter tanaman umur 14, 28, dan 42 HSPT, jumlah bunga, jumlah buah dan berat buah. Kombinasi perlakuan terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman tomat dijumpai pada konsentrasi pupuk hayati Agrobost 15 cc/L air dan pemangkasan cabang utama.Kata kunci: Tomat, Konsentrasi Pupuk Hayati Agrobost, Pemangkasan
Analisis Pendapatan Usaha Pengolahan Kopi Bubuk Di Kota Banda Aceh (Studi Kasus Pada Usaha Kopi Bubuk Solong Kopi) Mohd. Rizki Noviansah; Agustina Arida; Teuku Fauzi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.208 KB)

Abstract

Provinsi Aceh istilah “jep kupi” merupakan kearifan lokal yang sudah diwariskan turun temurun sejak zaman dahulu. Salah satu kopi yang dikonsumsi masyarakat di Aceh untuk kopi robusta adalah kopi ulee kareng. Biji kopi Ulee Kareng dihasilkan dari biji kopi pilihan berkualitas yang berasal dari Lamno, Kabupaten Aceh Jaya. Biji-biji kopi tersebut diproduksi oleh usaha-usaha kecil menengah. Oleh penduduk setempat, bubuk kopi yang berkualitas tinggi ini kemudian diproses secara unik, sejak dari penggilingan hingga disaring menjadi secangkir minuman dengan cara yang tersendiri. Inilah sebabnya kopi Aceh, terutama kopi Ulee Kareng ini kemudian menjelma menjadi ikon Aceh itu sendiri. Kedahsyatan aroma kopi Aceh ini sudah sejak lama melegenda di Indonesia, dan saat ini sudah pula mendunia berkat banyaknya penikmat kopi dari kalangan pekerja internasional yang dating dan tinggal di Aceh selama bertahun-tahun untuk merekonstruksi Aceh pasca tsunami.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus (case study). Penelitian studi kasus memusatkan diri secara intensive terhadap suatu objek tertentu, dengan cara mempelajarinya sebagai suatu kasus. Penelitian studi kasus adalah penelitian tentang status subjek penelitian yang berkenaan dengan suatu fase spesifik atau khas dari keseluruhan personalitas. Hasil penelitian menunjukkan Usaha kopi bubuk Solong Kopi di Kota Banda Aceh menguntungkan. Hal ini dapat dilihat dari perolehan R/C ratio sebesar 1,59 yaitu lebih besar dari 1. Pendapatan yang diperoleh pengusaha kopi pada waktu penelitian sebesar Rp. 86.051.250/bulan.
Prediksi Kadar Air Gabah Menggunakan Near Infrared Reflectance Spectroscopy dengan Metode Principal Component Regression (Pre-treatment Multiplicative Scatter Correction, Second Derivative dan De-trending) Marvika Sari; Indera Sakti Nasution; Zulfahrizal Zulfahrizal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.581 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i1.9830

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk membangun model pendugaan kandungan kadar air pada gabah menggunakan Near Infrared Reflectance Spectroscopy (NIRS) dengan metode Principal Component Regression (PCR) sebagai metode regresi serta membandingkan antara pre-treatment Multiplicative Scatter Correction (MSC), Second Derivative (D2) dan De-trending sebagai metode koreksi. Penelitian ini dilakukan pada gabah kering simpan varietas Ciherang yang didapatkan di daerah Blang Bintang, Aceh Besar. Perlakuan yang diberikan pada sampel yaitu tanpa perendaman dan perendaman (10, 20 dan 30 menit). Pengujian kadar air di laboratorium menggunakan metode thermogravimetri dan akuisisi spektrum kadar air gabah menggunakan self developed FT-IR IPTEK T-1516. Pengolahan data menggunakan Unscramble software® X version 10.5. Hasil penelitian yang telah dilakukan  yaitu spektrum kadar air gabah yang telah diberikan pre-treatment menunjukkan adanya perubahan yang baik dimana spektrum tampak lebih tipis dan noise pada spektrum berkurang. Panjang gelombang optimum dapat dilihat melalui grafik loading plot dimana kandungan kadar air dengan struktur senyawa kimia H-O-H dapat dideteksi pada panjang gelombang 1869 – 2015 nm dan 1411 – 1493 nm. Model prediksi terbaik didapatkan dengan penggabungan antara PCR dan metode koreksi de-trending dengan nilai RPD sebesar 2,508, koefisien korelasi (r) sebesar 0,912, koefisien determinasi (R2) sebesar 0,832 dan RMSEC sebesar 0,883. Prediction of Grain Moisture Content Using Near Infrared Reflectance Spectroscopy With  Principal Component Regression Method (Pretreatment MSC, Second Derivative dan De-trending)Abstract. This study aims are to build a model for estimating water content in grain using Near Infrared Reflectance Spectroscopy (NIRS) with Principal Component Regression (PCR) as a regression method and comparing between pre-treatment Multiplicative Scatter Correction (MSC), Second Derivative (D2) and De-trending as a correction method. This research was carried out on Ciherang variety dry grain which was obtained in Blang Bintang, Aceh Besar. The treatment given to the sample is without soaking and soaking (10, 20 and 30 minutes). Testing the water content in the laboratory using thermogravimetric method and the acquisition of grain moisture content using the self-developed FT-IR IPTEK T-1516. Data processing using Unscramble software® X version 10.5. The results of the research that has been carried out show that spectrum of grain moisture content that has been given pre-treatment shows a good change in the spectrum which appears thinner and the noise in the spectrum is reduced. The optimum wavelength can be seen through the loading plot graph where the water content with the structure of the chemical compound H-O-H can be detected at a wavelength of 1869 - 2015 nm and 1411 - 1493 nm. The best prediction models in this study obtained by PCR and de-trending correction method with RPD value of 1.83, correlation coefficient (r) of 0.827, determination coefficient (R2) of 0.683 and RMSEC of 1.303.
Analisis Penggunaan Lahan Basah Eksisting Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di Kawasan Peri Urban Kota Banda Aceh (Studi Kasus: Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar) Desra Sahputra; Muhammad Rusdi; Sugianto Sugianto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.683 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i4.5211

Abstract

Abstrak. Penyimpangan penggunaan lahan sangat sering terjadi terhadap rencana tata ruang wilayah (RTRW). Daerah pinggiran kota merupakan wilayah yang banyak mengalami perubahan penggunaan lahan terutama perubahan penggunaan lahan pertanian menjadi non pertanian. Adapun tujuan penelitian untuk menganalisis tingkat keselarasan penggunaan lahan basah eksisting di Kecamatan Darul Imarah berdasarkan RTRW. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik survai. Sedangkan analisis data spasial menggunakan SIG dengan konsep extract, overlay dan reclassify. Hasil kajian menunjukkan sebesar 583,94 ha (86,68%) sawah eksisting di kawasan kajian telah selaras dengan RTRW dan yang tidak selaras yaitu sebesar 0,15 ha (0,02%). Sementara 89,57 ha (13,3%) sawah eksisting lainnya ditemukan belum selaras dengan RTRW Kabupaten Aceh Besar tahun 2012-2032.The Use of Existing Wetland Analysis Based On Spatial Planning in Peri Urban Area in Banda Aceh (Case study: Darul Imarah Subdistrict Aceh Besar Regency)Abstract. The deviation of land use is very frequent happened to spatial planning. Suburban areas are areas which undergo many changes in land use, especially changes in the use of agricultural land to non-agricultural. The purpose of the research is to analyze the aligned level of the existing wetland use in Darul Imarah sub-district based on spatial planning. The method used in this research was descriptive method with survey technique. While the spatial data analysis was using GIS with extract, overlay and reclassify concept. The result of the study showed that 583.94 ha (86.68%) of the existing fields in the study area were aligned with the RTRW and the non-aligned ones were 0.15 ha (0.02%). Meanwhile, 89.57 ha (13.3%) of other existing rice fields had not been aligned with the spasial planning of Aceh Besar Regency in 2012-2032.

Page 43 of 103 | Total Record : 1028