cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Gambaran Karakteristik, Pengetahuan dan Perilaku Petugas Rumah Potong Ayam (RPA) tentang Penyembelihan Halal di Kota Banda Aceh Al Iqbal Al Iqbal; Fahrizal Fahrizal; Martunis Martunis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.835 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i3.20870

Abstract

Abstrak.. Undang-Undang Nomor 33. Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal menjelaskan bahwa setiap produk yang akan masuk, beredar dan diperjualbelikan di Indonesia wajib memiliki sertifikat halal. Begitu juga dengan tempat penyembelihan hewan, diharuskan memiliki sertifikat halal agar memberikan suatu jaminan bahwa produk daging hewan yang akan dikonsumsi oleh konsumen adalah produk yang halal dan tayyib. Proses penyembelihan halal yang sesuai dengan syariat Islam tidak terlepas dari pengetahuan para petugas tempat penyembelihan ayam tentang kehalalalan proses penyembelihan hewan, yang nantinya pengetahuan tersebut akan diaplikasikan pada proses penyembelihan hewan. Adapun yang menjadi tujuan pada penelitian ini ialah untuk mengetahui gambaran dari karakteristik, pengetahuan dan perilaku petugas rumah potong ayam (RPA) tentang penyembelihan halal di Kota Banda Aceh.Description of the Characteristics, Knowledge and Behavior of Chicken Slaughterhouse Office (CSO) Staff regarding Halal Slaughter in Banda Aceh CityAbstract.. Law Number 33. Year 2014 concerning Halal Product Guarantee explains that every product that will enter, circulate and be traded in Indonesia must have a halal certificate. Likewise, animal slaughtering places are required to have a halal certificate in order to provide a guarantee that the animal meat products that will be consumed by consumers are halal and tayyib products. The process of halal slaughter in accordance with Islamic law cannot be separated from the knowledge of the chicken slaughtering officers about the halal process of slaughtering animals, which later this knowledge will be applied to the process of slaughtering animals. The purpose of this study is to describe the characteristics, knowledge.and behavior of Chicken Slaughterhouse Officers (CSO) regarding halal slaughter in Banda Aceh City. 
Keanekaragaman Vegetasi Pada Kawasan Resor Pengelolaan Hutan Alue Geulima Tahura Pocut Meurah Intan, Aceh Besar Chalidad Azizi; Subhan Subhan; Rita Andini
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.839 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i2.20137

Abstract

Tahura PMI (Pocut Meurah Intan) adalah salah satu kawasan konservasi yang terletak pada 05o24 – 05o28 LU dan 95o38 – 95o47 BT dan memiliki luas 6.220 ha dan yang letaknya berada pada ketinggian tempat 500-1.800 m dari permukaan laut. Taman Hutan Raya atau disingkat sebagai ‘Tahura’ memiliki ekosistem yang masih alami dengan adanya sungai, hutan, padang rumput dan lahan gambut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status dari keanekaragaman vegetasi melalui alat kalkulator keanekaragaman hayati yang dikembangkan oleh Universitas Michigan, yaitu: Micrososft Excel APN Biodiversity Calc Tool. Penempatan 25 plot secara purposive yaitu menentukan sampel dengan pertimbangan tertentu sesuai dengan tujuan penelitian. Lokasi penelitian ini terletak di kawasan Resort Pengelolaan Hutan (RPH) Alue Geulima Bagian Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Seulawah Inong Tahura Pocut Meurah Intan, Kabupaten Aceh Besar dengan luas 200 ha dengan total sampel sebanyak 25 plot atau setara dengan luasan 0.5%. Metode penghitungan keanekaragaman vegetasi yang digunakan dalam penelitian berdasarkan perhitungan menggunakan Micrososft Excel APN Biodiversity Calc Tooluntuk mencari keanekaragaman jenis. Nilai indeks keanekaragaman menggunakan ketentuan Shannon Wiener dengan kategori ( 1 termasuk keanekaragaman tingkat rendah), (1-3 termasuk keanekaragaman tingkat sedang), ( 3 termasuk keanekaragaman tingkat tinggi), hasil didapatkan yaitu sebesar 2,51 dengan interpretasi yaitu termasuk keanekaragaman tingkat sedang.
Automatic Palm Counting Menggunakan Citra Resolusi Spasial Tinggi Dea Ultami; Yulia Dewi Fazlina; Sugianto Sugianto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.04 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i2.18990

Abstract

Abstrak. Perkebunan kelapa sawit Batee Puteh merupakan daerah pengembangan luas lahan kelapa sawit yang berada di PT ASN Perkebunan Kelapa Sawit Batee Puteh. Perkembangan tersebut menjadi salah satu masalah yang perlu dilakukannya monitoring lahan secara akurat dan berkala untuk mengontrol produktivitas kelapa sawit dengan menerapkan konsep “Automatic Palm Counting”. Untuk mendapatkan hasil perhitungan automatic palm counting menggunakan metode template matching. Metode ini memerlukan tiga tahapan yaitu seleksi sampel, hasil sampel dan test template. Hasil penelitian automatic palm counting dibagi menjadi dua kategori area yaitu berdasarkan citra resolusi tinggi (google earth) dan foto udara (drone). Untuk automatic palm counting berdasarkan citra resolusi tinggi (google earth) yaitu area blok 12 AU diperoleh jumlah pohon sebanyak 1.274 dan area blok 12 AV diperoleh jumlah pohon sebanyak 1.811 sedangkan untuk hasil automatic palm counting berdasarkan foto udara (drone) yaitu area blok 12 AU diperoleh jumlah pohon sebanyak 1.531 dan area blok 12 AV diperoleh jumlah pohon sebanyak 2.149.Automatic Palm Counting Using High Spatial Resolution ImageAbstract. Batee Puteh oil palm plantation is a development area of oil palm area located in PT ASN Batee Puteh Palm Oil Plantation. This development is one of the problems that requires accurate and periodic land monitoring to control oil palm productivity by applying the concept of "Automatic Palm Counting". To get the results of automatic palm counting calculations using the template matching method. This method requires three stages, namely sample selection, sample results and test templates. The results of automatic palm counting research are divided into two area categories, namely based on high resolution images (google earth) and aerial photos (drones). For automatic palm counting based on high resolution imagery (google earth) namely the 12 AU block area, 1.274 trees were obtained and the 12 AV block area obtained 1.811 trees, while for automatic palm counting results based on aerial photography (drone) namely the 12 AU block area, the number of trees as many as 1.531 and the area of block 12 AV obtained the number of trees as much as 2.149.
Kajian Laju Infiltrasi dengan Teknik Biopori di Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang Eka Aulia; Muhammad Rusdi; Hairul Basri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.254 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i1.18356

Abstract

Abstrak. Infiltrasi merupakan proses masuknya air ke dalam tanah secara vertikal. Air hujan yang jatuh ke permukaan tanah akan masuk ke dalam tanah dan akan tertampung di dalam tanah  yang selanjutnya akan mengalir ke tempat lain yang lebih rendah apabila pori tanah telah terisi sepenuhnya dengan air, air akan mengalir ke tempat lain sebagai aliran permukaan (runoff). Lubang resapan biopori (LRB) merupakan suatu teknik konservasi yang dapat membantu penyerapan air ke dalam tanah lebih besar sehingga laju infilltrasi menjadi lebih cepat, hal ini disebabkan karena adanya bahan organik yang ditambahkan ke dalam lubang. aktivitas mikroorganisme untuk mendekomposisi bahan organik di dalam lubang menciptakan pori-pori di dalam tanah. Pori tanah merupakan ruang di dalam tanah yang diisi oleh udara. Pori tanah yang tercipta oleh aktivitas  mikroorganisme akan membantu meloloskan air ke tanah. Semakin banyak pori maka air akan lebih cepat masuk  ke dalam tanah. Laju infiltrasi ditentukan dengan melakukan pengukuran langsung di lapangan menggunakan alat double ring infiltrometer. Pengukuran laju infiltrasi dengan Lubang Resapan Biopori (LRB) dilakukan berdasarkan metode pengukuran basic infiltration rate menurut FAO. Laju infiltrasi dengan LRB diukur dengan memasukkan air ke dalam lubang hingga mencapai laju infiltrasi konstan yang memiliki kedalaman 40 cm. Hasil pengukuran laju infiltrasi di lapang kemudian diuraikan dengan grafik untuk memperoleh data laju infiltrasi terendah dan tertinggi pada lokasi penelitian. Sebanyak 5 LRB dibuat dibeberapa desa di Kecamatan Seurway. Selain pengukuran laju infiltrasi dengan LRB, dilakukan juga analisis sampel tanah pada lokasi penelitian. Parameter yang diukur karakteristik tanah yang mempengaruhi laju infiltrasi yaitu tekstur, kadar air, porositas, bulk density. Hasil pengukuran di lapangan menunjukkan bahwa pengaplikasian LRB dapat meningkatkan laju infiltrasi tanah dengan laju infiltrasi berkisar  9,5 – 17 cm atau 540 – 1020.Abstract. Infiltration is the process of water entering the soil vertically. Rainwater that falls to the ground surface will enter the soil and will be accommodated in the soil which will then flow to another lower place when the soil pores are completely filled with water, the water will flow to another place as surface runoff. Biopore infiltration hole (LRB) is a conservation technique that can help the absorption of water into the soil is greater so that the infiltration rate becomes faster. The infiltration rate becomes faster is due to the presence of organic matter added to the hole, the activity of microorganism to decompose organic matter in the hole creates pores in the soil.  Soil pores are spaces in the soil that are filled with air. Soil pores created by the activity of microorganisms will help pass water into the soil. The more pores, the faster the water will enter the soil.  The infiltration rate was determined by measuring directly in the field using a double ring infiltrometer. Measurement of infiltration rate with Biopore infiltration hole (LRB) is carried out based on the basic infiltration measurement method according to FAO. The infiltration rate with LRB was measured by inserting water into the hole until it reached a constant infiltration rate which had a depth of 40 cm. The results of the infiltration rate measurement in the field are then discribed with a graph to obtain the lowest and the highest infiltration rate data. A total of 5 LRBs were made in several villages in Seurway District. In addition to measuring the infiltration rate with LRB, soil sample analysis was also carried out at the study site. Parameters measured by soil characteristics that affect the infiltration rate are texture, water content, porosity, and bulk density. The results of field measurements show that the application of LRB can increase the infiltration rate of the soil with infiltration rates ranging from 9,5 – 17 cm atau 540 – 1020.
JURNAL PERILAKU HARIAN HARIMAU SUMATERA (Panthera tigris sumatrae) DI TAMAN MARGASATWA DAN BUDAYA KINANTAN BUKITTINGGI SUMATERA BARAT Muhammad Atha Khalis; Ulfa Hansri Ar Rasyid; Erdiansyah Rahmi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.547 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i4.18183

Abstract

Abstrak. Menurut IUCN (International Union for Conservation of Nature) harimau sumatera masuk kedalam kategori terancam punah (Critical endangered). Harimau sumatera termasuk salah satu hewan dengan tingkat perawatan yang sulit dan sangat rawan kematian. Kematian tersebut tak terkecuali di wilayah kawasan ex-situ. Penelitian ini menggunakan metode observsi dan Focal animal sampling yang dilakukan dari pukul 08.00 sampai dengan pukul 17.00 WIB. Persentase perilaku harian harimau sumatera secara umum di Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) yaitu Boncel melakukan perilaku bergerak (43%), istirahat (39%), individu (12%), sosial (3%) dan agonistik (3%). Perilaku yang dilakukan Bujang Kinantan yaitu perilaku bergerak (17%), istirahat (64%), individu (14%), sosial (1%) dan agonistik (3%). Perilaku Bancah selama pengamatan yaitu perilaku bergerak (12%), istirahat (62%), individu (17%), sosial (10%) dan agonistik (0%). Perilaku Dara Jingga yaitu perilaku bergerak (5%), istirahat (79%), individu (15%), sosial (1%) dan agonistik (0%). Berdasarkan persentase perilaku harian harimau yang diperoleh dapat dilihat bahwasanya perilaku istirahat lebih dominan tinggi pada tiap individu, tetapi pada harimau Boncel memiliki persentase perilaku bergerak yang dominan, dikarenakan umur Boncel terbilang masih muda.Journal Daily Behavior of Sumatran Tigers (Panthera tigris sumatrae) at Kinantan Cultural and Wildlife Park Bukittinggi West SumatraAbstract. Accordinglto the IUCN (International Union for Conservation of Nature), the Sumatran tiger is in the critically endangered category. The Sumatran tiger is one of the animals with a difficult level of care and is very prone to death. These deaths are no exception in the ex-situ area. This research used observation method and Focal animal sampling which was conducted from 08.00 to 17.00 WIB. The percentage of daily behavior of Sumatran tigers in general at the Kinantan Wildlife and Culture Park (TMSBK) is that Boncel engages in moving behavior (43%), resting (39%), individual (12%), social (3%) and agonistic (3%). The behavior of Bujang Kinantan is moving behavior (17%), resting (64%), individual (14%), social (1%) and agonistic (3%). Bancah's behavior during the observation was moving behavior (12%), resting (62%), individual (17%), social (10%) and agonistic (0%). Dara Jingga's behavior is moving behavior (5%), resting (79%), individual (15%), social (1%) and agonistic (0%). Based on the percentage of daily behavior of tigers obtained, it can be seen that resting behavior is more dominant in each individual, but the Boncel tiger has a dominant percentage of moving behavior, because Boncel's age is relatively young.
Penerapan Sistem Irigasi Curah (Sprinkler) Pada Tanaman Bawang Merah (Allium Cepa L.) Berbasis Mikrokontroler ATmega328 Ruwaida Ruwaida; Indera Sakti Nasution; Purwana Satriyo
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1081.685 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i2.16953

Abstract

Abstrak. Di era revolusi Industri 4.0 penggunaan teknologi semakin berkembang pesat dalam segala aspek, hal ini ditandai dengan adanya penggunaan mesin-mesin otomatis dan terintegrasi internet, seperti pendistribusian air tanaman yang dilakukan dengan menggunakan remote control dan di-monitoring dimana saja. Salah satu pengendali yang dapat digunakan untuk menjalankan sistem secara otomatis yaitu mikrokontroler ATmega328. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi penerapan pendistribusian air dengan sistem irigasi curah (sprinkler) pada tanaman bawang merah (Allium cepa L.) berbasis mikrokontroler ATmega328. Penelitian ini dimulai dengan melakukan perancangan dan pembuatan alat irigasi curah (sprinkler) yang didalamnya dipasang perangkat hardware dan software dengan input yang terdiri dari sensor kelembaban tanah type  v1.2, sensor suhu dan kelembaban udara type  DHT22, dan sensor water flow meter untuk mengukur debit air. Alat transmisi yang digunakan yaitu modul transceiver NRF24L01+ yang dapat mengirim dan menerima informasi secara nirkabel. Pengamatan teehadap penerapan sistem dilakukan selama 3 hari. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem irigasi curah (sprinkler) berbasis mikrokontroler ATmega328 pada tanaman bawang merah dapat berjalan dengan baik. Sistem yang dirancang mampu membaca nilai kelembaban tanah, kelembaban udara, suhu dan debit air serta mampu melakukan penyiraman secara otomatis sesuai dengan set point nilai kelembaban tanah. Pengujian sistem berdasarkan perbedaan jarak (5-45 meter) dan pengujian berdasarkan selang waktu (delay 1-300 detik) penerimaan data antara pemancar (transmiter) dan penerima (receiver) berjalan dengan baik, hal ini ditunjukkan dengan diterimanya data oleh penerima (receiver) dalam delay 1 detik. Implementation of Sprinkler Irrigation Systems for Onion Plants (Allium Cepa L.) Based on ATmega328 MicrocontrollerAbstract.In the industrial Revolution 4.0 era, the use of technology is rapidly growing in all aspects, indicated by the use of automatic machines and integrated with the internet, such as distribution plant water which is done using a remote control and monitored anywhere. One of the controllers that can use to run the system automatically is the ATmega328 microcontroller. The purpose of this study is to evaluate the application of water distribution with an irrigation system (sprinkler) on the onion plants (Allium cepa L.) based on the ATmega328 microcontroller. This research started by designing an irrigation device (sprinkler) that includes hardware and software. Several sensors are installing with inputs consisting of soil moisture sensor type v1.2, temperature and humidity sensors type DHT22, and a water flow meter sensor to measure water flow. The NRF24L01 was using as a transceiver module that was sent and receive information wirelessly. Successful application of the irrigation system (sprinkler) on onion plants was monitored for 3 days. Based on the results, the system proposed was successfully implemented, which can measure the value of soil moisture, air humidity, temperature, and water flow. This system also can control plant watering automatically according to the set point of soil moisture. The NRF24L01 module was able to transmit the data until 45 meters, and with time intervals from 1 to 300 seconds.
Uji Organoleptik Buah Tin pada Perlakuan Suhu Rendah Tita Nadya Lestari; Marai Rahmawati; Rita Hayati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.76 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i2.15005

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu rendah dan lama penyimpanan serta interaksi keduanya terhadap mutu buah tin. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Hortikultura, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh yang berlangsung sejak Juni hingga September 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Terpisah (Split Plot Design) pola faktorial dengan 2 perlakuan yaitu suhu rendah dan lama penyimpanan. Suhu rendah dengan 3 taraf perlakuan yaitu 5ºC, 10ºC dan 15ºC dan lama penyimpanan dengan 3 taraf perlakuan yaitu 3, 6 dan 9 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu rendah berpengaruh terhadap uji organoleptik pada penampilan keseluruhan dan aroma. Lama penyimpanan berpengaruh terhadap uji organoleptik pada aroma, rasa serta tekstur. Terdapat interaksi antara suhu rendah dengan lama penyimpanan, perlakuan terbaik dijumpai pada kombinasi antara suhu 15ºC dan penyimpanan selama 3 hari.Organoleptic Test of Fig at Low Temperature Treatment Abstract. This research aims to determine the effect of low temperature and storage duration, as well as their interaction on low temperature and long storage of quality of figs. This research was conducted at the Horticultural Laboratory Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Banda Aceh, from June to September 2019. This research used a split plot design with two treatments, low temperature and  storage duration. Low temperature with 3 levels of treatment that is 5ºC, 10ºC and 15ºC and storage duration with 3 levels of treatment that is 3, 6 and 9 days. The results showed that low temperature affected on organoleptic test on overall appearance and scent. Storage duration affected on organoleptic test on scent, taste and texture. There was an interaction between low temperature and storage duration, the best treatment was found in a combination of a temperature of 15ºC and storage for 3 days.
Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Konsentrasi Auksin terhadap Pertumbuhan Setek Tanaman Tin (Ficus carica L.) Herliana Herliana; Cut Nur Ichsan; Erita Hayati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.454 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i1.13720

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari komposisi media tanam serta konsentrasi auksin, ada tidaknya interaksi pertumbuhan setek tanaman Tin. Pelaksanaan penelitian bulan Maret sampai Juni 2019 di Kebun Percobaan 1 dan di lanjutkan di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Pertanian. Rancangan Acak Kelompok (RAKF) 4x3 merupakan rancangan yang digunakan dalam penelitian ini. Adapun faktornya komposisi media tanam  4 taraf (Tanah, 1 bagian tanah : 1 bagian pupuk kandang : 1 bagian sekam padi, 2 bagian tanah : 1 bagian pupuk kandang : 1 bagian sekam padi, 3 bagian tanah : 1 bagian pupuk kandang : 1 bagian sekam padi) dan konsentrasi auksin yang terdiri dari 3 taraf (0, 100, 200 ppm). Adapun hasil yang didapatkan yaitu perlakuan komposisi media tanam berpengaruh terhadap panjang tunas dan jumlah daun umur 4, 8, 12 MST, berat berangkasan basah, panjang akar, berat berangkasan kering serta berat kering akar dan berat basah akar. Komposisi media tanam terbaik adalah 3 bagian tanah: 1 bagian pupuk kandang: 1 bagian sekam padi. Konsentrasi auksin berpengaruh terhadap parameter panjang tunas dan jumlah daun umur 4, 8, 12 MST, berat berangkasan kering, panjang akar, berat berangkasan basah, serta berat kering akar dan berat basah akar. Konsentrasi terbaik untuk pertumbuhan setek tanaman tin adalah pada konsentrasi 0 ppm. Adanya interaksi terhadap panjang tunas dan jumlah daun umur 4, 8 dan 12 MST, berat kering akar, berat berangkasan basah, panjang akar,  berat berangkasan kering serta panjang akar dan berat basah akar. Pertumbuhan setek tin terbaik pada kombinasi 3 bagian tanah: 1 bagian pupuk kandang: 1 bagian sekam padi dengan konsentrasi auksin 100 ppm.The Effect of the Growing Media Composition and Auxin Concentration on theTin Plant (Ficus carica L.) Cuttings GrowthThis study aims to determine the effect of the composition of the planting media and the concentration of auxins, whether there is an interaction of growth of Tin cuttings. The research will be conducted from March to June 2019 in Experimental Garden 1 and continued at the Plant Physiology Laboratory, Faculty of Agriculture. The 4x3 Randomized Block Design (RCBD) is the design used in this study. The factors for the composition of the planting media are 4 levels (soil, 1 part soil: 1 part manure: 1 part rice husk, 2 parts soil: 1 part manure: 1 part rice husk, 3 parts soil: 1 part manure: 1 part husk rice) and auxin concentrations consisting of 3 levels (0, 100, 200 ppm). The results obtained were the treatment of the composition of the planting medium affected the length of the shoot and the number of leaves aged 4, 8, 12 MST, wet wet weight, root length, dry dry weight and root dry weight and root wet weight. For the best composition of the planting medium are 3 parts soil: 1 part manure: 1 part rice husk. Auxin concentration affects the length of the shoot parameters and the number of leaves aged 4, 8, 12 MST, dry dry weight, root length, wet wet weight, and root dry weight and root wet weight. The best concentration for growth of tin cuttings is at a concentration of 0 ppm. Interaction of shoot length and number of leaves aged 4, 8 and 12 MST, root dry weight, wet wet weight, root length, dry wet weight and root length and root wet weight. The best growth of tin cuttings in a combination of 3 parts of soil: 1 part of manure: 1 part of rice husk with a concentration of auxin 100 ppm.
Penilaian Lahan untuk Budidaya Tanaman Kurma (Phoenix dactylifera L.) di Lembah Barbatee, Aceh Besar Muhammad Aziz; Zainabun Zainabun; Abubakar Karim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.229 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i4.12718

Abstract

Abstrak. Provinsi Aceh tepatnya di Lembah Barbatee, Kabupaten Aceh Besar, Kecamatan Mesjid Raya, Indrapuri dan Montasik potensi perkebunan tanaman kurma mulai dikembangkan. Hasil observasi di lapangan menujukan bahwa belum adanya kajian ilmiah mengenai penilaian lahan pada kawasan pengembangan perkebunan tersebut, sehingga belum dapat disimpulkan bahwa komiditas kurma tersebut sesuai untuk di kembangkan secara baik. Untuk mendapatkan pertumbuhan dan produksi yang optimal serta keberelanjutan, maka setiap aspek budidaya perlu dilakukan kajian terhadap lahan melalui karakteristik lahan seperti aspek morfologi, kimia dan fisika tanah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan teknik survai deskriptif yang didasarkan pada hasil observasi lapangan dengan metode pencocokan (matching) antara karakteristik lahan dan syarat tumbuh tanaman kurma. Pengamatan data morfologi lahan dan pengambilan contoh tanah dilakukan secara acak/random (random sampling) pada masing-masing satuan peta lahan (SPL). Hasil penilaian lahan pontensial berdasarkan indeks lahan menunjukan status lahan tidak sesuai marginal (N1) untuk pengembangan kurma dan masih dapat dilakukan perbaikan adalah seluas 8365,8 ha (41,49%). Status lahan yang tidak dapat di lakukan perbaikan dengan status lahan tidak sesuai (N2) adalah seluas 11795,31 ha (58,80%). Sedangkan untuk hasil perbandingan antara penilaian indeks lahan dan faktor pembatas yang dapat dikembangkan kurma dengan stasus sesuai marginal (S3) adalah seluas 9572,56 ha (47,48%), dan dengan stastus tidak sesuai (N) adalah seluas 10588,60  ha (52,51%), dari total luas kesesuain lahan tersebut diketahui seluas 20.161,16 ha.Land Assesment of Date Palm (Phoenix dactylifera L) in Lembah Barbatee’s Date Garden, Aceh Besar DistricAbstract. The potential for date plantation has started to develop in Barbatee Valley, Aceh. Literature review showed that there is no study regarding the land assessment of the concerned area. Hence, it could not be concluded that date could be cultivated properly on the land itself. To achieve optimum production, growth, and continuity, each cultivation aspect of the land must be tested through its land characteristics such as soil morphology, chemistry and physics.  Methods used in this research is descriptive surveying techniques based on the results of field observation by utilizing Matching method between the characteristics of the land and the cultivation requirements of date. Morphologic data analysis and sampling is conducted randomly on each Land Unit (Satuan Peta Lahan). The test result, in accordance to the land index, shows that 8365,8 ha (41,49%) of the total area status is marginally not suitable (N1) for date cultivation with possible reparation. A total area of  11795,31 ha (58,80%) is considered not suitable (N2) without possible reparation. On the other hand, the ratio between the scoring index and the limiting index of the land, where date could be cultivated, shows that 9572,56 ha (47,48%) of the total land area are marginally suitable (S3) whereas 10588,60  ha (52,51%) of the total land area are not suitable, with the total land area of 20.161,16 ha.
Valuasi Ekonomi DAS Krueng Aceh Berdasarkan Metode Willingness to Accept (WTA) Siti Dinah Tsabitah; Purwana Satriyo; Syahrul Syahrul
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.596 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i3.20802

Abstract

Abstrak. Valuasi DAS menggambarkan berapa besar nilai pemanfaatan DAS untuk kesejahteraan masyarakat dikarenakan air memiliki nilai keberadaan yang tinggi untuk segala aktivitas masyarakat. Valuasi DAS juga dapat menggambarkan baik atau buruknya kondisi sungai yang menyediakan barang dan jasa lingkungan di sekitar DAS. Tinggi atau rendahnya nilai DAS dapat dijadikan sebagai acuan untuk meningkatkan pengelolaan DAS sehingga manfaat yang diterima masyarakat lebih optimal dan nilai DAS semakin tinggi. Willingness to Accept (WTA) merupakan metode yang digunakan untuk melihat kesediaan masyarakat untuk menerima dan mencegah kerusakan lingkungan yang terjadi dengan adanya penurunan kualitas lingkungan. DAS Krueng Aceh termasuk dalam klasfikasi DAS yang harus dipulihkan serta harus dikelola secara tepat agar permasalahan yang terjadi pada DAS Kueng Aceh dapat teratasi sehingga nilai ekonomi maupun lingkungan yang didapat lebih optimal guna kesejahteraan masyarakat sekitar. Dengan adanya informasi mengenai besar valuasi ekonomi DAS Krueng aceh diharapkan akan mendorong pihak-pihak terkait untuk mengelola DAS Krueng Aceh secara optimal agar nilai ekonomi sumber daya air tidak drastis menurun.Economic Valuation of Krueng Aceh Watershed Based on Willingness to Accept MethodAbstract. Watershed valuation describes how much the value of the watershed utilization is for the community welfare, because water resources has a high existence value for all community activities. Again, watershed value can describe the good or bad condition of the river to provide environmental goods and services in the watershed. Either high or low value of the watershed can be used as a reference for improving watershed management so that the benefits received by the community are more optimal and the watershed value will be higher. Willingness to Accept (WTA) is a method used to observe the community's willingness to accept and prevent environmental damage that occurs with a decrease in environmental quality. Krueng Aceh watershed included in restored watershed classification that must be restored and must be managed appropriately so that the problems in Kueng Aceh watershed can be resolved in order to be an aoptimal environment for community welfare. With information regarding to economic valuation of the Krueng Aceh watershed, it hoped that it will encourage related parties to manage the Krueng Aceh watershed optimally so that the economic value of the water resource does not drastically decrease. 

Page 42 of 103 | Total Record : 1028