cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Strategi Pengembangan Hutan Desa Gembulo Berkah Kampung Agusen Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues Cut Tika; Ryan Moulana; Abubakar Abubakar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.473 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i4.18652

Abstract

Abstrak. Hutan desa adalah hutan negara yang dikelola oleh desa dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat desa. Penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi faktor–faktor internal dan eksternal yang berpengaruh terhadap keberhasilan pengelolaan hutan desa dan mengetahui strategi yang perlu dilakukan dalam pengelolaan hutan desa Kampung Agusen, agar dapat berhasil dengan baik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif diskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini Faktor internal: Pemerintah Kabupaten Gayo Lues sangat mendukung dalam pengelolaan hutan desa, tingkat wawasan masyarakat dalam berusaha tani cukup tinggi, adanya tenaga pendamping dalam proses pengajuan ijin IUPHD, dan terbentuknya program kelompok patroli dalam hutan desa. Dan faktor eksternal: Potensi sumber pendapatan masyarakat, potensi penggunaan dan pemanfaatan fungsi hutan, perencanaan pengelolaan hutan desa diimplementasikan dengan pola tanaman campuran (agroforestri). Sedangkan strategi yang dapat ditawarkan dalam pengembangan hutan desa Gembulo Berkah Kampung Agusen, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh adalah strategi (S-T; Strenght-Threats), yaitu strategi diversifikasi, memanfaatkan seluruh kekuatan untuk menghindari ancaman.Abstract Village forest is a state forest managed by the village and used for the welfare of the village community. This study aims to identify the internal and external factors that influence the success of village forest management and to find out the strategies that need to be carried out in the management of the village forest of Kampung Agusen, in order to be successful. This research uses descriptive and quantitative qualitative research. The results of this study Internal factors: The Government of Gayo Lues Regency is very supportive in village forest management, the level of community insight in farming is quite high, the presence of assistants in the IUPHD permit application process, and the formation of a patrol group program in the village forest. And external factors: Potential sources of community income, potential use and utilization of forest functions, village forest management planning implemented with mixed cropping patterns (agroforestry). Meanwhile, the strategy that can be offered in the forest development of Gembulo Berkah village, Agusen Village, Gayo Lues Regency, Aceh Province is a strategy (S-T; Strength-Threats), namely a diversification strategy, utilizing all strengths to avoid threats.
Perbandingan Erosi Model MUSLE dengan Erosi Pengukuran Rainfall Simulator Nisa Zahratul Jannah; Muhammad Idkham; Devianti Devianti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.485 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i3.17542

Abstract

Abstrak. Potensi bahaya erosi pada lahan berlereng seperti lahan perkebunan perlu kiranya  dilakukan pengukuran dan perkiraan erosi. Metode perkiraan erosi salah satunya adalah model MUSLE (Modified Universal Soil Loss Equation) yang awalnya dikembangkan pada skala petak pertanian di Amerika Serikat, sehingga untuk mengetahui sejauhmana MUSLE mampu memperkirakan erosi maka dilakukan akurasi tingkat erosi dengan membandingkan erosi pengukuran dengan erosi model MUSLE pada dua plot percobaan tanaman kacang tanah dan tanaman bayam. Erosi pengukuran pada penelitian ini yaitu menggunakan simulasi hujan buatan berupa alat rainfall simulator. Sampel tanah pada rainfall simulator diambil dari lahan Perkebunan Kurma dengan kelerengan yang curam 25% dan jarak tanam 8 x 8 m2 tanpa adanya penerapan tanaman penutup tanah. Pengukuran erosi dilakukan per kejadian pemberian hujan dengan rainfall simulator dengan terlebih dahulu mengukur limpasan menggunakan literan dan kemudian menimbang tanah yang tertampung pada bagian bawah plot (reservoir). Hasil penelitian menujukkan adanya perbedaan erosi model MUSLE dan erosi pengukuran rainfall simulator pada plot percobaan tanaman kacang tanah berkisar antara9 x 10-6 ton/ha - 6,62 ton/ha, dan plot percobaan tanaman bayam berkisar 1,92 x 10-5 ton/ha - 6,37 ton/ha. Tingkat akurasi erosi model MUSLE (Modified Universal Soil Loss Equation) dengan erosi pengukuran rainfall simulator pada plot tanaman kacang tanah memiliki persamaan y = 0,000086x-0,000028 dengan nilai korelasi (r) = 0,82 (sangat kuat), (R2) = 0,67 (kuat) dan RMSE = 1,6. Sedangkan pada plot tanaman bayam memiliki persamaan y = 0,00095x-0,0001 dengan nilai korelasi (r) = 0,86 (sangat kuat), (R2) = 0,74 (kuat) dan RMSE = 1,44. Nilai RMSE 1 dikarenakan variasi nilai yang dihasilkan oleh suatu model MUSLE memiliki nilai yang jauh dari variasi nilai pengukurannya.Comparison of MUSLE Erosion Models with Rainfall Simulator Erosion MeasurementAbstract. The potential for erosion hazards on sloping land such as plantation land needs to be measured and estimated for erosion. There are several methods of estimating erosion, one of which is the MUSLE (Modified Universal Soil Loss Equation) model. The MUSLE model is an erosion estimation method developed on a farm plot scale in the United States, so to find out to what extent MUSLE is able to estimate erosion, erosion rate accuracy is carried out by comparing erosion measurements with the erosion of the MUSLE model on two experimental plots of peanut and spinach plants. Measurement erosion in this study uses artificial rain simulations in the form of a rainfall simulator. Soil samples in the rainfall simulator were taken from the Barbatee Dates Plantation with a steep slope of 25% and a spacing of 8 x 8 m2 without the application of ground cover crops. Erosion measurements are carried out per rainfall incidence using a rainfall simulator by first measuring runoff using liters and then weighing the land that is stored at the bottom of the plot (reservoir). The results showed that there were differences in erosion of the MUSLE model and the erosion of the rainfall simulator measurement on the experimental plot of peanut plants ranging from 9 x 10-6 tons/ha - 6.62 tons/ha, and the experimental plot of spinach plants ranging from 1.92 x 10-5 tons. / ha - 6.37 tonnes / ha. The accuracy rate of erosion of the MUSLE model (Modified Universal Soil Loss Equation) with the erosion of the rainfall simulator measurement on the peanut plant plot has the equation y = 0.000086x-0.000028 with a correlation value (r) = 0.82 (very strong), (R2 ) = 0.67 (strong) and RMSE = 1.6. Whereas the spinach plant plot has the equation y = 0.00095x-0.0001 with a correlation value (r) = 0.86 (very strong), (R2) = 0.74 (strong) and RMSE = 1.44. The value of RMSE 1 is because the variation in the value generated by a MUSLE model has a value that is far from the variation in the measurement value.
Pengimplementasian SMART Patrol Terhadap Aktivitas Illegal (Pembalakan dan Perambahan) di Kawasan Konservasi Suaka Margasatwa Rawa Singkil Radiana Sofyan; Iqbar Iqbar; Ryan Moulana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.39 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i3.14843

Abstract

Abstrak. Suaka Margasatwa Rawa Singkil adalah kawasan Konservasi yang ada di Pulau Sumatera Provinsi Aceh dan merupakan habitat bagi orangutan sumatera . Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengimplementasian SMART Patrol oleh resor Rundeng terhadap beberapa aktivitas illegal. Parameter pada penelitian ini adalah pembalakan liar dan perambahan. Pengumpulan data dilakukan dengan  teknik survei, pengambilan data dilakukan dengan mengambil data langsung di lapangan pada bulan Mei, Juni, dan Juli 2019 dan menggunakan data SMART Patrol dari tahun 2016, menggunakan jurnal dan sumber informasi lain yang mendukung penelitian serta menganalisis semua data secara deskriptif.Hasil yang diperoleh dari penelitin ini adalah kegiatan SMART Patrol dapat mendata  aktifitas illegal  di lapangan. SMART menyimpan dan menyajikan data kawasan SM. Rawa Singki. Kedua data yang diamati pada penelitian ini menunjukkan penurunan dari tahun 2016 hingga 2019. Data SMART Patrol digunakan sebagai data base untuk pengelolaan kawasan SM. Rawa Singkil.Pengimplementasian SMART Patrol yang dilakukan di lapangan digunakan untuk pengamanan dan pengelolaan kawasan SM. Rawa Singkil beserta keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya. SMART Patrol juga didukung dengan berbagai upaya dan kegiatan lain yaitu dengan sosialisasi dan penyuluhan serta melakukan kerjasama dengan berbagai pihak termasuk dengan menerapkan hukum dan sanksi.Implementation of SMART Patrol on Illegal Logging and Acroachment in the Conservation Area of Singkil Swamp Wildlife ReserveAbstract. Singkil Swamp Wildlife Reserve is a conservation area on the island of Sumatera in Aceh Province an is a habitat for sumatran orangutan. The purpose of the study was to determine the area’s security activities by the Rundeng resort bases SMART Patrol. The parameters in this study are illegal logging and accroachment. Data collection is done by survey technique, data analysis was performed by taking data directly in the field on Mei, Juni and Juli 2019 and using data from 2016, using journal and other source of information that support and analyze all data descriptively.The result obtained from this study are SMART Patrol activities that can record illegal activities in the field. SMART stores and presents data on the Singkil Swamp Wildlife Reserve area. Both data observed in this study show a decrease from 2016 to 2019. SMART Patrol data can be used as a data base for the management of the Singkil Swamp Wildlife Reserve.Implementation of SMART Patrol conducted in the field for the security and management of the Rawa Singkil Swamp Wildlife Reserve area along with bodiversity in it is supported by various efforts and ather unitiatives outside the area, namely through sosialization and counseling and collaborating with various parties including by implementation laws and sanctions.
Pengaruh Jumlah Ruas Stek pada Beberapa Jenis Media Tanam terhadap Pertumbuhan Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth.) pada Fase Pembibitan Mailiani Mailiani; Agus Halim S.; Erita Hayati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.451 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i2.11020

Abstract

Abstrak. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh jumlah ruas stek, jenis media tanam dan interaksi jumlah ruas stek dan jenis media tanam terhadap pertumbuhan tanaman nilam. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh dari bulan Juni hingga Agustus 2018. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 3 x 4 dengan 3 ulangan.Faktor yang diamati dalam penelitian ini yaitu jumlah ruas stek dan jenis media tanam. Jumlah ruas stek yang digunakan adalah jumlah stek 4 ruas, 5 ruas dan 6 ruas serta jenis media tanam yang digunakan adalah media tanam kontrol, media tanam campuran biochar sekam padi, media tanam campuran eceng gondok dan media tanam campuran water lettuce. Parameter yang diamati yaitu : pertambahan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah tunas, panjang tunas dan volume akar. Hasil penelitian ini menunjukkan jumlah ruas stek berpengaruh nyata terhadap panjang tunas serta berpengaruh sangat nyata pada volume akar. Jumlah ruas stek terbaik terdapat pada  4 jumlah ruas stek. Jenis media tanam berpengaruh sangat nyata terhadap pertambahan tinggi tanaman 30 dan 60 HST, jumlah daun 30 dan 60 HST, jumlah tunas 90 HST, panjang tunas 90 HST dan volume akar HST serta berpengaruh nyata terhadap jumlah daun 90 HST. Jenis media tanam terbaik terdapat pada media tanam campuran biochar sekam padi. Interaksiantara jumlah ruas stek dan jenis media tanam berpengaruh nyata pada pertambahan tinggi tanaman 90 HST serta berpengaruh sangat nyata terhadap volume akar 90 HST. Interaksiantara jumlah ruas stek dan jenis media tanam terbaik terdapat pada jumlah ruas stek(4 ruas) dan jenis media tanam campuran (tanah, pupuk kandang dan biochar sekam padi).The effect of Cutting Interonode Numbers and Types of Planting Media on The Growth of Patchouli Plant in Seedling StageAbstrak. This research aims to determine the effect of cutting internode numbers, types of planting media and interaction of cutting internode numbers and types of planting media on the growth of the patchouli plant. This research carried out at the experimental garden of agriculture faculty, Syiah Kuala University, Darussalam, Banda Aceh from Juni to Agustus 2018. The data analysis that used in this research was Randomized Block Design-Factorial 3x4 with 3 replications. The observed factors in this research were cutting internode numbers and types of planting media. The first factor was cutting internode numbers: 4 cutting internode, 5 cutting internode and 6 cutting internode. The second factor was types of planting media: planting media control, mixture planting media of rice husk biochar, mixture planting media of water hyacinth mixture planting media of and water lettuce. The parameters that are observed: plant height increase, leaf numbers, shoot numbers, shoot length, and volume of roots. This result of this research showed that cutting internode numbers were significant on shoot length and very significant in a volume of roots. 4 internode number of cutting showed the best result in the growth of the patchouli plant. Types of planting media were very significant in plant height increase 30 and 60 DAP, leaf numbers 30 and 60 DAP, shoot numbers 90 DAP, shoot length 90 DAP and volume of roots and were significant in leaf numbers 90 DAP. The interaction of cutting internode numbers and types of planting media were significant in plant height increase 90 DAP and very significant in the volume of roots 90 HST. 4 internode numbers of cutting and type of mixture planting media (soil, manure, and rice husk biochar) showed the best result on the growth of patchouli plants.
Identifikasi Fraksi Fe, Al, dan Si Amorf pada Beberapa Ordo Tanah di Lahan Kering Aceh Besar dengan Ekstraksi Ammonium Oksalat Ikhwani Fitri; Teti Arabia; Sufardi Sufardi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.993 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i4.12689

Abstract

Abstrak: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan Fe, Al, dan Si amorf pada tanah ordo Andisol di lahan kering Aceh Besar berkisar dari 0,61 – 0,65%, kandungan Fe amorf tertinggi terdapat pada horizon Ap sebesar 0,65%, sedangkan kandungan terendah terdapat pada horizon Bw 0,61%. Untuk kandungan Al amorf berkisar dari 5,20 – 3,02%, kandungan Al tertinggi terdapat pada horizon AB sebesar 5,20% sedangkan kandungan terendah terdapat pada horizon Ap 3,02%. Untuk kandungan Si amorf berkisar dari 6,81 – 5,92%, untuk kandungan Si tertinggi terdapat pada horizon Ap sebesar 6,81%, untuk kandungan terendah terdapat pada horizon Bw dengan kandungan 5,92%. Pola distribusi Fe, Al, dan Si amorf pada ordo Andisol di lahan kering Aceh Besar, kandungan Fe pada kedalaman 20 - 60 cm relatif stabil, untuk kandungan Al cenderung naik dari kedalaman 20 - 60 cm, kemudian untuk pola Si juga terjadi penurunan dari kedalaman 20 - 60 cm. Untuk kandungan Fe, Al, dan Si amorf pada ordo Oxisol berkisar dari 0,16 - 9,03%. Kandungan Fe berkisar dari 0,19 – 1,65% kandungan Fe tertinggi pada Oxisol terdapat pada horizon BA yaitu 1,65% dan kandungan terendah terdapat pada horizon Bo1 yaitu 0,16%, untuk kandungan Al berkisar dari 3,48 – 6,44% kandungan Al tertinggi terdapat pada horizon A yaitu 6,44% dan kandungan terendah terdapat pada horizon Bo1 yaitu 3,48%. Pada Si kandungannya berkisar dari 6,37 – 9,03%, kandungan Si tertinggi pada Oxisol terdapat pada horizon Bo1 yaitu 9,03% dan kandungan terendah terdapat pada horizon A yaitu 6,37%. Pola distribusi Fe, Al, da Si Oxisol di lahan kering Kabupaten Aceh Besar, kandungan Fe terjadi penurunan dari kedalaman 10 cm sampai kedalaman 104 cm, dan pada kandungan Al terjadi penurunan dari kedalaman 10 cm sampai kedalaman 104 cm. Kemudian untuk kandungan Si kandungannya relatif tetap.Fe, Al, and Si Amorf  in Andisol and in the Seulawah Valley Dryland, Aceh Besar DistrictAbstrac: The results showed that the content of Fe, Al, and Si amorphous in the Andisol order in dry land in Aceh Besar ranged from 0.61 to 0.65%, the highest amorphous Fe content was found in the Ap horizon of 0.65%, while the lowest content was at the Bw horizon of 0.61%. For the amorphous Al content ranges from 5.20 - 3.02%, the highest Al content is in the AB horizon of 5.20% while the lowest content is in the Ap 3.02% horizon. For the amorphous Si content ranges from 6.81 - 5.92%, for the highest Si content is in the Ap horizon of 6.81%, for the lowest content is found in the Bw horizon with 5.92% content. Amorphous Fe, Al, and Si distribution patterns in the Andisol order in Aceh Besar drylands, Fe content at a depth of 20 - 60 cm is relatively stable, for Al content tends to rise from a depth of 20 - 60 cm, then for the Si pattern there is also a decrease from a depth of 20 - 60 cm. For the content of Fe, Al, and Si amorphous in the Oxisol order ranges from 0.16 to 9.03%. The Fe content ranges from 0.19 - 1.65%, the highest Fe content in Oxisol is found on the BA horizon, which is 1.65% and the lowest content is on the Bo1 horizon, 0.16%, for Al content ranges from 3.48 - 6, 44% of the highest Al content is on the A horizon which is 6.44% and the lowest content is on the Bo1 horizon which is 3.48%. In Si content ranges from 6.37 - 9.03%, the highest Si content in Oxisol is in the Bo1 horizon which is 9.03% and the lowest content is in horizon A which is 6.37%. The distribution pattern of Fe, Al, and Si Si Oxisol in Aceh Besar Dryland District, Fe content decreased from a depth of 10 cm to depth 104 cm, and in the Al content decreased from a depth of 10 cm to a depth of 104 cm. Then for the womb the content is relatively fixed.
analisis finansial usahatani tanaman buah naga ( Hylocereus) di kecamatan kuta baro kabupaten aceh besar Nasrullah Nasrullah; azhar azhar; T Fauzi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.118 KB)

Abstract

Buah  naga yang berasal dari Meksiko, Amerika Tengah kini telah di budidayakan di banyak negara dan menyebar ke berbagai daerah,termasuk Aceh. pohon buah naga memiliki empat jenis yang berbeda, yaitu buah naga daging putih (Hylocereus undatus), buah naga daging merah (H. polyrhizus), buah naga daging super merah (H.costaricensis), dan buah naga kulit kuning daging putih (Selenicereus megalanthus).Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalis finansial usahatani tanaman buah naga di Kecamatan Kuta Baro. Pengumpulan data di lakukan dengan metode survei menggunakan kuesioner. Jenis data yang di kumpulkan adalah data primer maupun data sekunder. Model Analisis ini menggunakan analisis kualitatif dan kuantitaf.  Hasil analisis menunjukkan bahwa usahatani tanaman naga di Kecamatan Kuta Baro layak di jalankan dari aspek finansial. Hal ini menunjukkan dari NPV0 yaitu Rp 151.569.279, Net B/C1 yaitu 3,62 IRRtingkat suku bunga yang berlaku yaitu 65%, dan payback period yang lebih cepat pengembalian biaya investasi di bandingkan umur ekonomis tanaman buah naga yaitu 4 tahun. Dari hasil analisi sensitivitas menunjukkan bahwa usahatani tanaman buah naga di Kecamatan Kuta Baro tetap layak di jalankan apabila terjadi penurunan produksi 10%, peningkatan biaya produksi 10%,  namun pada saat penurunan harga jual 10% usahatani mengalami tidak layak di jalankan.
Kajian Mutu Wine Coffee Arabika Gayo Achmad Dairobbi; Irfan Irfan; Ismail Sulaiman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.809 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.5426

Abstract

Buah kopi memiliki kandungan gula tinggi yang dapat diproses dengan cara fermentasi alami. Fermentasi kopi arabika bertujuan untuk mengurangi rasa pahit dan meningkatkan citarasa kopi. Senyawa-senyawa kompleks pada kopi fermentasi akan meningkatkan mutu kopi. Penelitian ini menggunakan metode survey purposive sampling, yaitu cara pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu dan disesuaikan dengan ketersediaan produsen wine coffee. kadar air wine coffee rata-rata 9.08% (SNI), kadar abu rata-rata 4.5% (SNI) dan kadar alkohol 0%. Dari 6 sampel wine coffee yang di analisis, total skor terbaik uji deskriptif ditunjukkan pada sampel E yaitu 83,75 dan sampel F yaitu 83,00. Secara keseluruhan, 6 sampel wine coffee di Kabupaten Aceh Tengah terdapat perbedaan pada lamanya waktu fermentasi wine coffee yang dibutuhkan. Hal ini dibuktikan pada sampel E yaitu proses pembuatan wine coffee dilakukan dengan waktu fermentasi 7-10 hari pada suhu secara natural di dalam ruang tertutup. Abstract: Coffee fruit has a high sugar content that can be processed by natural fermentation. Fermented arabica coffee aims to reduce bitterness and improve coffee flavor. The complex compounds in fermented coffee will improve the quality of coffee. This research uses survey purposive sampling method, that is the way of sampling based on certain consideration and adjusted with the availability of wine coffee producer. Water wine coffee average 9.08% (SNI), average ash content of 4.5% (SNI) and alcohol content 0%. From 6 samples of analyzed wine coffee, the best total score of descriptive test is shown on sample E that is 83,75 and sample F is 83,00. Overall, 6 samples of wine coffee in Aceh Tengah District have differences in the duration of fermentation of the required coffee. This is evidenced in the sample E is the process of making wine coffee is done with a fermentation time of 7-10 days at a temperature naturally in a closed space.
Motif dan Kontribusi Pendapatan Perempuan Pedagang Ikan Asin terhadap Peningkatan Ekonomi Rumah Tangga Nelayan muhammad rizki aulia; Mustafa Usman; Elly Susanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.899 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.9043

Abstract

Abstrak. Masyarakat yang berada di kawasan pesisir menghadapi berbagai permasalahan yang menyebabkan kemiskinan. Berbagai strategi dilakukan oleh keluarga nelayan seperti pemanfaatan tenaga kerja yang berasal dari keluarga, yakni istri dan anak-anaknya. pemanfaatan atau keterlibatan perempuan sebagai pekerja di sektor publik disamping peran utamanya sebagai ibu rumah tangga, yaitu merupakan salah satu bentuk strategi yang di upayakan di dalam rumah tangga nelayan di daerah Teluk Lhok Seudu untuk berkontribusi terhadap pendapatan ekonomi keluarganya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui motif perempuan rumah tangga nelayan bekerja sebagai pedagang ikan asin dan untuk mengetahui tingkat kontribusi pendapatan perempuan yang bekerja sebagai pedagang ikan asin terhadap peningkatan ekonomi rumah tangga nelayan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian survey dengan populasi dalam penelitian ini berjumlah 23 orang yang keseluruhan anggotanya bekerja pada kelompok pengelola ikan asin Mawar Putih. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif  kualitatif dan kuantitatif. Motif perempuan pedagang ikan asin bekerja di desa Lhok Seudu Kecamatan Leupung Kabupaten Aceh Besar pada umumnya untuk menambah penghasilan keluarga. Tingkat kontribusi yang diberikan pedagang perempuan responden terhadap peningkatan ekonomi rumah tangganya berkategori sedang dengan acuan jika pendapatan dari perempuan nelayan pedagang ikan asin 35% - 75% dari total pendapatan rumah tangga.MOTIVE AND CONTRIBUTION OF FEMALE ASSEMBLY WOMEN TRADERS ON THE IMPROVEMENT OF FISHERMAN'S HOUSEHOLD ECONOMICSAbstract. Communities located in the coastal areas face various problems that cause poverty. Various strategies are carried out by families of fishermen such as the utilization of labor that comes from the family, namely his wife and children. utilization or involvement of women as workers in the public sector in addition to their primary role as housewives, which is one form of strategy that is attempted in fishermen's households in Lhok Seudu Bay area to contribute to the income of their family's economy. This research was conducted with the aim to know the motives of household women fishermen working as salted fish traders and to know the level of income contribution of women who work as salted fish traders to the economic improvement of fishermen households. The research method used is survey research method with the population in this study amounted to 23 people whose entire members work on the saltwater fish management group Mawar Putih. The method of analysis used in this research is descriptive qualitative and quantitative methods. The motive of salted fish traders working in Lhok Seudu village, Leupung district, Aceh Besar regency in general to supplement family income. The contribution rate given by the female traders of respondents to the household economic improvement is categorized by reference if the income of the salted fish traders women 35% - 75% of the total household income.
Pengaruh Konsentrasi Natrium Asetat dan Lama Penyimpanan terhadap Mutu Mi Basah Muhammad Hendra; Nida El Husna; Melly Novita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.644 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i4.5474

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi natrium asetat dan lama penyimpanan terhadap mutu mi basah matang. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk menentukan konsentrasi natrium asetat yang sesuai untuk digunakan sebagai bahan pengawet mi basah matang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri atas dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi natrium asetat (N) yang terdiri atas empat taraf yaitu N1 = 0%, N2=  0,3%, N3 = 0,6%, N4 = 0,9% . Faktor kedua adalah lama penyimpanan (P) terdiri atas empat taraf yaitu P1= 0 hari, P2= 1 hari, P3= 2 hari, P4= 3 hari. Kombinasi penelitian dalam penelitian ini adalah 4 x 4 = 16 kombinasi perlakuan dengan menggunakan tiga (3) kali ulangan, sehingga diperoleh 48 satuan percobaan. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh nilai rata-rata hasil analisis mi basah yaitu: kadar air 64,33%, total mikroba 7,11 cfu/ml, pH (derajat keasaman) 7,06. Uji organoleptik diperoleh nilai rata-rata pada warna 3,01 (putih kekuningan), aroma 3,80 ( tercium aroma khas mi,tapi agak asam) tekstur 3,62 (agak tidak lunak) dan penampakan 3,46 (agak berlendir). Analisis kadar abu dan kadar protein dilakukan dari hasil perlakuan terbaik berdasarkan uji organoleptik, nilai terbaik diperoleh pada penambahan konsentrasi natrium asetat 0,9 % dimana mampu mempertahankan organoleptik tekstur dan penampakan mi basah matang selama 2 hari pada suhu ruang. Hasil analisis rata-rata kadar abu mi basah adalah 1,93% dan rata-rata kadar protein 12,26 %The effects of sodium acetat consentration and storage time on quality of wet noodlesAbstract. This research is aimed to determine the effect of sodium acetate concentration and storage time on the quality of wet noodles. In addition, this research also aims to determine the appropriate concentration of sodium acetate to be used as a preservative of wet noodles. This research uses Factorial Random Design (RAL) which consists of two factors. The first factor is the concentration of sodium acetate (N) consisting of four levels, namely N1 = 0%, N2 = 0.3%, N3 = 0.6%, N4 = 0.9%. The second factor is the length of storage (P) consists of four levels ie P1 = 0 days, P2 = 1 day, P3 = 2 days, P4 = 3 days. The combination of the research in this study was 4 x 4 = 16 treatment combinations using three (3) replications, so that 48 experimental units were obtained. Based on the research, obtained the average value of wet noodles analysis results are: water content 64.33%, total microbe 7.11 cfu / ml, pH (acidity degree) 7.06. The organoleptic test obtained an average value of 3.01 (yellowish white), 3.80 (smelled of typical aroma, but slightly acidic) texture 3.62 (mildly not tender) and 3.46 appearance (slightly slimy). Analysis of ash content and protein content was performed from the best treatment based on organoleptic test where the best value was obtained in addition of 0.9% sodium acetate concentration. The mean analysis of wet noodle ash content was 1.93% and the mean protein content of 12.26%
Kajian Mutu Kopi Arabika Gayo Dengan Perlakuan Variasi Suhu dan Lama Penyangraian Kaswindi Kaswindi; Bambang Sukarno Putra; Rita Khathir
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.73 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i2.3092

Abstract

Abstrak. Mutu kopi arabika gayo sangat tergantung pada proses penanganan pasca panen, terutama proses penyangraian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh suhu dan lama penyangraian terhadap mutu kopi arabika gayo. Penelitian ini menggunakan biji kopi arabika gayo dari Desa Buntul Kemumu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan variasi suhu 160, 170 dan 180˚C dengan lama penyangraian  15, 20, dan 25 menit. Parameter penelitian meliputi rendemen, kadar air, keasaman (pH), kafein dan uji organoleptik terhadap warna, aroma dan rasa oleh 25 orang panelis. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa rendemen, kadar air, dan keasaman kopi arabika gayo dipengaruh secara nyata oleh suhu dan lama penyangraian. Rendemen tertinggi diperoleh pada suhu 160℃ dan lama penyangraian 15 menit yaitu 85,2%. Kadar air pada kopi arabika gayo memenuhi standar SNI yaitu maksimal 7%, kecuali pada perlakuan suhu 160˚C dan lama penyangraian 15 menit yaitu 7,14% . Keasaman (pH) tertinggi diperoleh pada suhu 160˚C lama penyangraian 15 menit yaitu 4,95. Kadar kafein kopi arabika gayo meningkat semakin tinggi suhu dan lama penyangraian. Berdasarkan uji organoleptik menunjukan bahwa kopi arabika gayo yang paling disukai panelis diperoleh suhu penyangraian 170 dan 180˚C dengan lama penyangraian 25 menit.Study of Arabica Gayo Coffee Quality under Temperature and Roasting Duration TreatmentsAbstract. The quality of gayo arabica coffee was affected by postharvest handling especially roasting process. This study aimed to find out the impact of temperature and roasting duration against the quality of gayo arabica coffee.The study was conducted by using Factorial Completely Randomized Design i.e. roasting temperature at 3 levels namely 160, 170 and 180℃, and roasting durations at 3 levels namely 15, 20, and 25 minutes. The coffee beans from Buntul Kemumu Village was evaluated in this study. Parameters analysed were yield, moisture content, acidity, caffeine content and 25 respondent perceptions on colour, aroma and taste. Data were analysed by using analysis of variance (ANOVA) and honestly significance difference at probability 5%. The results showed that the yield, moisture content, and acidity of gayo arabica coffee bean were influenced by temperature and roasting duration. The highest yield was obtained at treatment 160℃ temperature for 15 minutes roasting, i.e 85.2%. The mositure content of gayo arabica coffee beans followed the SNI qualification, i.e. 7%, unless at treatment 160℃ temperature for 15 minutes roasting, i.e. 7.14%. The highest acidity (pH) was obtained from treatment 160℃ temperature for 15 minutes roasting, i.e. 4.95. The caffeine content increased as temperature and roasting duration increased. Respondent perceptions showed that the best quality of gayo arabica coffee was obtained from treatment 170 and 180℃ temperature for 25 minutes roasting.

Page 48 of 103 | Total Record : 1028