cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Analisis Penyimpangan Sawah, Produktivitas dan Kenbutuhan Pupuk N, P, K pada PAdi Sawah Irigasi di KAbupaten Bireuen Firman Firman; Manfarizah Manfarizah; Muyassir Muyassir
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.3 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i3.3698

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui luas penyimpangan lahan sawah irigasi, produktivitas dan kebutuhan pupuk N, P, K pada padi sawah irigasi perkecamatan di Kabupaten Bireuen. Penelitian telah dilakukan pada bulan Agustus 2016 sampai dengan Februari 2017, di Kabupaten Bireuen. Penelitian ini menggunakan metode survey deskriptif yaitu melakukan peninjauan penyimpangan lahan ke lapangan berdasarkan pada Peta Overlay antara RTRW Bireuen 2013 dengan Google Earth 2016, untuk data produksi diambil jumlah sampel 10% dari jumlah desa disetiap kecamatan dan setiap desa diambil satu orang petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penyimpangan di Kabupaten Bireuen dengan total 2.783,41 ha. Penyimpangan lahan yang paling luas terjadi di Kecamatan Jeumpa dengan luas 671,66 ha, Penyimpangan lahan sawah terkecil terdapat di Kecamatan Kota Juang dengan luas lahan 74,33 ha. Penyimpangan yang dominan adalah perumahan. Produktivitas padi sawah di Kabupaten Bireuen adalah 6,22 ton ha-1, rata-rata produktivitas padi perkecamatan berkisar antara 4,59 ton ha-1 sampai dengan 7,81 ton ha-1 dan Kecamatan Simpang Mamplam memiliki produktivitas tertinggi yaitu 7,81 ton ha-1. Kebutuhan pupuk urea untuk lahan sawah di Kabupaten Bireuen berjumlah 3.642,44 ton, SP36 1.142,73 ton dan KCl 912,69 ton untuk sekali tanam dan Kecamatan Simpang Mamplam merupakan kecamatan yang paling banyak membutuhkan pupuk yaitu Urea 362,14 ton, SP36 181,07 ton dan KCl 181,07 ton. Analysis of Field Deviation, Productivity and N,P,K Fertilizer Need on Irrigated Rice Field at BireunAbstract :The goal of this research is to seek the information about how extent the deviation that happened at irrigated field area. In addition, this research also concerned on productivity and N,P,K fertilizer need on irrigated rice field at every sub-district in Bireun. This research has been done on August 2016 till February 2017 at Bireun. The methodology that was used on this research was descriptive survey method, this method will observes the area deviation to the field based on Overlay map between Bireun RTRW in 2013 and Google Earth 2016. TheProduction data was obtained through taking 10 % of the research sample. The sample is every village in sub-district and every village take one farmer. The result of this research indicated that there was deviation at Bireuen district with the total deviation 2.783,41 ha. The widest area deviation happened at Jeumpa with the total deviation 671, 66 ha. The smallest area deviation happened at Kota Juang with the total area 74,33 ha. The dominant deviation that happened was housing. The field Productivity at Bireun district was 6,22 ton ha-1, the average of rice productivity per sub-district turned to the number between 4,59 ton ha1 to 7,81 ton ha-1. The total need of urea fertilizer for field area at Bireun district was 3.642,44 ton, SP36 was 1142,73 ton and KCl was 181,07 ton.Penyimpangan; Produktivitas; Pupuk; Peta Eksisting Deviation; productivity; Fertilizer; Existing Map;
Identifikasi Karakteristik Morfologi dan Hasil Beberapa Jenis Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum) di Dataran Rendah Syarifah Phatia Shabira; Agam Ihsan Hereri; Elly Kesumawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.037 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i2.11042

Abstract

Abstrak. Tomat cherry memiliki keunggulan ekonomis dibandingkan tomat jenis lain. Keunggulan terletak pada harga jual yang tinggi dan relatif stabil. Tomat yang dibudidayakan di daerah tropis cenderung lebih produktif di dataran tinggi dari pada di dataran rendah. Untuk mengimbangi permintaan tersebut maka budidaya tomat perlu terus dikembangkan, baik secara perluasan areal penanaman maupun perbaikan sifat genetik tanaman.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan karakteristik morfologi dan hasil beberapa jenis tanaman tomat di dataran rendah, dimana kondisi lingkungan yang berbeda dengan kondisi asal tanaman tersebut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola non faktorial dengan perlakuan jenis tanaman tomat,  yang terdiri dari 6 jenis tanaman tomat dengan 3 ulangan yang ditanam di Gampong Lamgugop, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh pada bulan Juli 2017 sampai dengan bulan Januari 2018. Adapun jenis tanaman tomat cherry yang digunakan adalah  Indigo Sun (Chile), Italian Tree (Italia), Black Krim (Ukraina), JPN-1 dan Momotaro (Jepang), Serta TVF-134 (Thailand).Hasil penelitian menunjukkan terdapat pertumbuhan karakteristik morfologi yang belum optimal pada fase generatif tanaman tomat. Jenis tanaman tomat yang dapat beradaptasi dari karakteristik morfologi, pertumbuhan dan hasil di dataran rendah Banda Aceh adalah Indigo Sun, JPN-1, dan Momotaro. Hasil analisis 6 jenis tanaman tomat menunjukkan bahwa jumlah buah per tanaman terbanyak terdapat pada jenis JPN-1 dengan rata-rata 4,83 buah. Tanaman tomat jenis Momotaro yang memiliki nilai rata-rata berat buah terbanyak dan diameter buah terbesar, yaitu sebesar 13,47 g dan 12,35 mm.Identification of Morphological Characteristics and Productivity Of Several Types of Tomato Plants (Lycopersicum Esculentum) in the LowlandsAbstract. Cherry tomatoes have more economic advantage than other types of tomatoes. The advantage lies in the high selling price and relatively stable. Cultivated tomatoes in the tropics land to be more productive in the highlands than in the lowlands.to compensate for this demand, tomato cultivation needs to continue to be developed, both in expanding the area and improving the genetic properties of plant. This study aims to identify the morphological characteristics and the result of several types of tomato plants in the lowlands, in wich the evironmental coditions are different from the conditions of origin of the plant. This study used a non factorial randomized block design with the treatment of tomato plant wich consists of 6 types tomato plant with 3 replications planted in Gampong Lamgugob, Sub District of Syiah Kuala Banda Aceh on july 2017 until januari 2018. The types of cherry tomato plamt used are Indigo Sun (Cile), Italian Tree (Italia), Black Krim (Ukraina), JPN-1, Momotaro (Japan), adn TVF-134 (Thailand). The result showed that there were growth in morphological characteristics were not optimal in the generative phase of tomato plant. The tomato plants that can adapt to morphological characteristics, growth and yield in the lowlands are Indigo Sun, JPN-1, and Momotaro. The result of analysis of 6 types of tomato plant showed that the highest number of fruits each plant was found in the JPN-1 with an average about 4,84 fruit. Momotaro tomato plants have the highest average fruits weight and the largest diameter 13,47 g and 12,35 mm.
Analisis Rantai Nilai Pada Usaha Ekonomi Kreatif Nanas Siap Saji di Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah Amiwartini Amiwartini; Teuku Fauzi; Romano Romano
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.046 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui rantai nilai dan besaran nilai tambah yang dihasilkan pada usaha ekonomi kreatif nanas siap saji di Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah seluruh produsen nanas siap saji yang ada di Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah. Sampel yang digunakan sebanyak 5 unit usaha nanas siap saji di Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas rantai nilai dimulai dari tingkat petani yang menyediakan bahan baku kemudian bahan baku didistribusikan ke produsen nanas siap saji melalui pedagang pengumpul. Bahan baku selanjutnya diolah menjadi nanas siap saji dan berakhir ditangan konsumen. Besaran nilai tambah yang dihasilkan pada unit usaha 1 adalah Rp.4.242/porsi, pada unit usaha 2 Rp.8.400/porsi, pada unit usaha 3 Rp.8.200/porsi, pada unit usaha 4 Rp.8.355/porsi dan pada unit usaha 5 Rp.7.840/porsi.
Pengaruh Jenis dan Dosis Mulsa Terang Bulan dan Kirinyuh Terhadap Pertumbuhan Gulma pada Tanaman Kedelai (Glycine max L.) Syuhada Syuhada; Gina Erida; Hasanuddin Hasnuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.93 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.9390

Abstract

Abstrak. Pengendalian gulma merupakan suatu usaha guna menekan pertumbuhan gulma, tetapi tidak berpengaruh negatif terhadap tanaman budidaya. Kehadiran gulma di antara tanaman budidaya dapat menyebabkan persaingan dalam hal memperbutkan air, unsur hara, cahaya dan ruang tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai mulsa gulma terhadap perubahan komposisi gulma pada tanaman kedelai. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Rumpeet, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar dan di Laboratorium Ilmu Gulma Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh yang dilaksanakan pada Januari sampai April 2018. Bahan yang digunakan adalah benih kedelai Dega-1 yang diperoleh dari Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) Malang. Rancangan percobaan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) fola faktorial 2 x 4 dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  jenis dan dosis mulsa tidak berpengaruh terhadap jumlah spesies gulma dan jumlah populasi gulma. Terdapat interaksi antara jenis dan dosis mulsa pada jumlah spesies gulma 56 Hari Setelah Tanam (HST).The Effect of Sun Weed Flower and Siam Weed Dose and Species toward the Weeds Growth to Soybean Plant (Glycine max L.)Abstrack. Weed controling is one of some step to attempt weed growth, but does not have any negatif effect to cultivated plants. The precense of weed among the cultivated plants can lead to competition in term of competing for waters, nutrients, lights and growing space. This research is aims to determine the effect of some weed mulch for weed alteration on soybean. This research was held in umpeet Village, Subdistric of Krueng Barona Jaya, Aceh Besar Regency and Weed Science Laboratory, Faculty of Agriculture, University of Syiah Kuala. The materials used is soybeans seed variety of Dega-1 that collected from Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) Malang. This research using Randomize Block Design (RBD) factorial pattern 2x4 repeated 3 times. The result of this research showed that the mulch’s species and dose were not affected by the number of weeds populations and species. There was an interaction between the mulch species and dose on weeds species number during 56 days after it was planted.
Karakteristik Beberapa Sifat Fisika Tanah akibat Pemberian Pupuk Organik, Biochar, NPK dan Pola Tanam Jagung dan Kedelai Mukhsin Febi Mirza; Teti Arabia; hairul basri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.05 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i3.8155

Abstract

Abstrak.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik, biochar, NPK dan pola tanam jagung dan kedelai terhadap karakteristik fisika tanah. Penelitian ini dilaksanakan pada Agustus sampai Februari 2017 di kecamatan Muara Tiga kabupaten Pidie. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 5 x 3 dengan 3 ulangan. Faktor yang diteliti adalah pembenah tanah (A) dan pola tanam (S). factor pertama pembenah tanah (A) terdiri dari NPK 400 kg ha-1, biochar 10 t ha-1, pupuk kandang 10 t ha-1, biochar 10 t ha-1+ NPK 400 kg ha-1, pupuk kandang 10 t ha-1+ NPK 400 kg ha-1, faktor kedua adalah pola tanam yaitu monokultur jagung, monokultur kedelai, tumpangsari jagung dan kedelai dengan demikian terdapat 15 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan. Parameter yang diamati adalah porositas tanah, indeks stabilitas agregat, dan kadar air tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik, biochar, NPK dan pola tanam memberikan efek yang sama yaitu tidak berpengaruh nyata terhadap porositas tanah, indeks stabilitas agregat dan kadar air tanah. Namun terdapat interaksi antara perlakuan pupuk organik, biochar, NPK dan pola tanam terhadap porositas tanah dan indeks stabilitas agregat.Some Characteristics Of the Physical Properties of tho Soil Due to the Granting of Organic Fertilizer, NPK Patterns of Biochar, Planting Corn And SoybeansAbstract. This research aims to know the influence of the giving of the organic fertilizer, NPK and patterns of biochar, planting corn and soybeans against the physical characteristics of the soil. This research was carried out in August until February 2017 in the subdistrict of Muara Tiga Pidie. The research of using Random Design Group (RAK) factorial pattern 5 x 3 with 3 replicates. Factors examined are (A) the land pembenah and the planting pattern (S). the first factor pembenah the soil (A) consists of 400 kg of NPK ha-1, biochar 10 t ha-1, manure 10 t ha-1, biochar 10 t ha-1 + NPK 400 kg ha-1, manure 10 t ha-1 + NPK 400 kg ha-1, the second factor is the pattern of planting corn monoculture, namely soy monoculture intercropping of corn and soybeans, thus there are 15 combination treatment with 3 replicates. The observed parameters are porosity, soil aggregate stability index, and moisture content of the soil. The results showed that the organic fertilizer, biochar, NPK and planting patterns give the same effect that is not the real effect against porosity soil aggregate stability index, and moisture content of the soil. However, there is an interaction between treatment of organic fertilizer, biochar, NPK and planting patterns against the porosity of soil aggregate stability and index.
Analisis Komparatif Pendapatan Usahatani Udang Putih (Litopenaeus Vannamei) Udang Windu (Penaeus Monodon) di Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara Al Furqan; Elvira iskandar; Indra Indra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.553 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i1.6623

Abstract

Abstrak.  Udang putih Amerika (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu pilihan jenis udang yang dapat dibudidayakan di Indonesia, selain udang windu (Penaeus Monodon). Di Indonesia, udang putih (Litopenaeus Vannamei) lebih dikenal dengan nama udang Vannamei atau udang putih. Udang yang banyak dibudidayakan di Indonesia adalah jenis udang vanammei dan udang windu. Udang putih merupakan salah satu komoditas ekspor yang bernilai tinggi pada sektor perikanan. Walaupun masih banyak kendala, namun hingga saat ini negara produsen udang yang menjadi pesaing baru dengan Indonesia dalam ekspor udang terus bermunculan. Penelitian Ini dilakukan di Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan pendapatan udang putih (Litopeneaus Vanammei) dan Udang Windu (Penaeus Monodon) di Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara, untuk mengetahui perbandingan antara pendapatan udang windu dan udang putih, menggunakan analisis komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan antara udang windu dan udang putih berbeda sangat nyata dimana hasil analisis komparatif menggunakan analisis Independent T-Test didapati bahwa nilai T-hitung nilai T-tabel (-24,04 1,734). Pendapatan udang windu dari hasil penelitian diketahui sebesar Rp. 75.908.817,- sedangkan pendapatan udang putih sebesar Rp. 348.656.357,-.Comparative Analysis Of The Income Of Farming The White Shrimp (Litopenaeus Vannamei) And The Tiger Prawn (Penaeaus Monodon) Dewantara Subdistrict In North Aceh RegencyAbstract. American white shrimp (Litopenaeus vannamei) is one of a choice of types of shrimp that can be cultivated in Indonesia, besides tiger shrimp (Penaeus Monodon). In Indonesia, the white shrimp (Litopenaeus Vannamei), better known by the name White Vannamei shrimp or shrimp. Shrimp that is widely cultivated in Indonesia is the kind of shrimp and tiger prawn vanammei. White shrimp is one of the high-value export commodities on the fishery. Although there are still many obstacles, but until now the country's shrimp producers to become new competitors with Indonesia in shrimp exports remained. This research was conducted in Dewantara District of North Aceh. The purpose of this research is to know the comparative income white shrimp (Litopeneaus Vanammei) and Tiger Prawns (Penaeus Monodon) Dewantara Subdistrict in North Aceh, to know comparison between the tiger prawns and income white shrimp, using comparative analysis. The results showed that revenue among the white tiger shrimp and shrimp distinct is evident where the results of the comparative analysis using Independent T-Test analysis found that the value T-hitung value T-tabel (-24.04 1.734). Tiger shrimp revenue from research results known as Rp. 75,908,817,- while the white shrimp income amounting to Rp. 348,656,357,-.
Pengaruh Konsentrasi Sperma Terhadap Daya Tetas dan Bobot Tetas DOC Ayam KAMARAS Moulizar Moulizar; Aman Yaman; Muhammad Daud
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v2i4.5270

Abstract

Abstrak. Turunan hasil persilangan antara ayam lokal, ayam ras petelur dan ayam arab dihasilkan Ayam KAMARAS (Kampung - Arab – Ras).   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi sperma terhadap fertilitas, daya tetas, bobot tetas DOC ayam KAMARAS dan Sex rasio. Konsentrasi sperma  ini berguna untuk mengetahui perbandingan jantan dan betina yang paling efisien dalam suatu pemeliharaan. Sperma ditampung dan dicampur dari 3 ekor ayam KAMARAS jantan yang berumur sekitar 7 bulan. Sperma yang telah diketahui konsentrasinya kemudian dibagi menjadi 4 bagian dan masing-masing diencerkan dengan NaCl fisiologis sehingga diperoleh konsentrasi akhir yaitu 25x106/0,5 ml (dosis 1); 50x106/0,5 ml (dosis 2); dan 75x106/0,5 ml (dosis 3) dan 100x106/0,5 ml (dosis 4). 24 ekor ayam KAMARAS betina diinseminasi untuk mengetahui pengaruh konsentrasi sperma terhadap daya tetas dan bobot tetas ayam KAMARAS. Ayam betina yang digunakan adalah ayam KAMARAS yang berumur sekitar 7 bulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi sperma tidak berpengaruh nyata terhadap fertilitas telur namun disetiap perlakuan terdapat hasil yang berbeda-beda pada perlakuan P0: 25x106/0,5 ml tingkat fertilitas (100 %), P1: 50x106/0,5 ml (100%), P2: 75x106/0,5 ml dan pada perlakuan P3 terendah 83,33% diantara 4 perlakuan konsentrasi sperma yang terbaik untuk menghasilkan fertilitas  yang tinggi yaitu konsentrasi 50x106/0,5 ml. Pengaruh konsentrasi sperma terhadap daya tetas tidak berpengaruh nyata namun disetiap perlakuan terdapat hasil yang berbeda-beda pada perlakuan P0: 25x106/0,5 ml tingkat fertilitas (100 %), P1: 50x106/0,5 ml (100%), P2 75x106/0,5 ml (100%) dan pada perlakuan P3 terendah (83,33%) dari setiap perlakuan konsentrasi sperma yang dapat meningkatkan daya tetas telur adalah pada konsentrasi 50x106/0,5 ml dengan tingkat daya tetas (100%). Pengaruh konsentrasi sperma terhadap bobot tetas DOC KAMARAS berpengaruh nyata terhadap bobot tetas DOC pada setiap perlakuan P0 25x106/0,5 (31,1 g/butir), P1: 50x106/0,5 ml (33 g/butir), P2: 75x106/0,5 ml (32,1 g/butir) dan pada perlakuan P3 100x106/0,5 ml bobot tetas DOC sebesar (33,3 g/butir),  pengaruh konsentrasi sperma terhadap sex rasio didapat hasil pada perlakuan 50x106/0,5 ml-75x106/0,5 ml menghasilkan sex rasio DOC betina lebih dominan (66,6-75%).Effect of Sperm Concentration on Hatching Power and Hatching Weight of DAM Chicken KAMARASAbstract. Derivative results of crosses between local chickens, laying chicken and arab chicken produced Chicken KAMARAS (Kampung - Arab - Ras). This study aims to determine the effect of sperm concentration on fertility, hatchability, weight of DOC chicken KAMARAS and Sex ratio. This sperm concentration is useful for knowing the most efficient male and female ratio in a maintenance. Sperm was collected and mixed from 3 chickens KAMARAS male about 7 months old. The known sperm concentration is then divided into 4 parts and each diluted with physiological NaCl to obtain the final concentration of 25x106 / 0.5 ml (dose 1); 50x106 / 0.5 ml (dose 2); and 75x106 / 0.5 ml (dose 3) and 100x106 / 0,5 ml (dose 4). 24 chickens KAMARAS females inseminated to determine the effect of sperm concentration on hatchability and weight of hens chicken KAMARAS. The female chicken used is KAMARAS chicken which is about 7 months old.The results showed that sperm concentration treatment did not have significant effect on egg fertility but in each treatment there were different results on treatment of P0: 25x106 / 0,5 ml fertility rate (100%), P1: 50x106 / 0,5 ml (100% ), P2: 75x106 / 0.5 ml and at the lowest P3 treatment 83.33% among the 4 best sperm concentration treatment to produce high fertility ie concentration 50x106 / 0,5 ml. The effect of sperm concentration on hatchability was not significant but in each treatment there were different results on treatment of P0: 25x106 / 0,5 ml fertility rate (100%), P1: 50x106 / 0,5 ml (100%), P2 75x106 / 0.5 ml (100%) and at the lowest P3 treatment (83.33%) of each treatment of sperm concentration which can increase the hatchability of eggs at concentration 50x106 / 0,5 ml with hatchability level (100%). The influence of sperm concentration on DOC KAMARAS hatching weight significantly influenced the weight of DOC in each treatment P0 25x106 / 0,5 (31,1 g / grain), P1: 50x106 / 0,5 ml (33 g / grain), P2: 75x106 / 0,5 ml (32,1 g / grain) and at treatment of P3 100x106/ 0,5 ml of DOC hight weight (33,3 g / grain), influence of sperm concentration to sex ratio obtained result at treatment 50x106 / 0, 5 ml-75x106 / 0.5 ml result in sex ratio of female DOC is more dominant (66,6-75%).
Efektivitas Beberapa Agen Antagonis dan Cara Aplikasinya Untuk Menekan Pertumbuhan Sclerotium rolfsii pada Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merrill) Nurlela ela; Lukman Hakim; Abduh Ulim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.143 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.1012

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas beberapa agen antagonis serta cara aplikasinya dalam menekan patogen jamur S. rolfsii pada tanaman kedelai. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri atas 2 faktor. Faktor pertama adalah jenis agen antagonis dan faktor kedua adalah cara aplikasi. Agen antagonis yang dicobakan yaitu Pseudomonas flourescens, Trichoderma sp., Gliocladium sp. dan Coynebacterium sp. diaplikasikan dengan perendaman kemudian diaplikasikan ke dalam tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis agen antagonis berpengaruh sangat nyata terhadap masa inkubasi post emergence damping-off, jenis agen antagonis berpengaruh nyata terhadap persentase perkecambahan benih kedelai, persentase benih terserang sebelum muncul ke permukaan tanah (pre emergence damping-off), dan persentase benih terserang setelah muncul ke permukaan tanah (post emergence damping-off) namun agen antagonis tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun umur 30 hari kemudian cara aplikasi yang paling efektif adalah langsung ke dalam tanah dan tidak terdapat interaksi antara jenis agen antagonis dengan cara aplikasinya.
Perlakuan Rizobakteri Pemacu Pertumbuhan Tanaman (RPPT) dengan Beberapa Tingkat Kerapatan Inokulum Rizobakteri Terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Cabai Merah Kadaluarsa (Capsicum annuum L.) Dayang Rahmanita Simanjuntak; Halimursyadah Halimursyadah; Syamsuddin Syamsuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.414 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i1.6423

Abstract

Abstrak. Biological seed treatment merupakan salah satu perlakuan benih menggunakan mikroorganisme seperti rizobakteri pemacu pertumbuhan tanaman (RPPT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis rizobakteri dan kerapatan inokulum yang dapat meningkatkan viabilitas dan vigor benih cabai kadaluarsa. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah jenis rizobakteri (R) terdiri atas lima taraf yaitu R1: Necercia sp; R2:Bacillus polymixa; R3: Actinobacillus suis; R4: Azotobacter sp; R5: Pseudomonas capacia. Faktor kedua adalah kerapatan inokulum rizobakteri terdiri dari tiga taraf yaitu K1: 107 cfu/ml; K2: 108 cfu/ml; K3: 109 cfu/ml. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan benih menggunakan rizobakteri jenis Necercia sp dengan kerapatan inokulum 108 cfu/ml nyata meningkatkan vigor benih pada tolok ukur  indeks vigor yaitu 40% dan Pseudomonas capacia dengan kerapatan inokulum 109 cfu/ml juga merupakan kombinasi perlakuan terbaik dalam meningkatkan berat kering kecambah normal yaitu 69,33 mg.Treatment Of Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR)With Multiple Levels of Rhizobacteria Inoculum Density On Viability and Vigor Of Expired Red Chilli Seeds (Capsicum annuum L.Abstract. Biological seed treatment is one of the seed treatment using microorganisms such as plant growth-promoting rhizobacteria (PGPR). This study aims to determine the type of rhizobacteria and inoculum density that can increase the viability and vigor of expired chili seeds. This research uses Completely Randomized Design (CRD) factorial pattern with 2 factors and 3 replications. The first factor is the type of rhizobacteria (R) consists of five levels, namely R1: Necercia sp; R2: Bacillus polymixa; R3: Actinobacillus suis; R4: Azotobacter sp; R5: Pseudomonas capacia. The second factor is the density of rhizobacteria inoculum consisting of three levels namely K1: 107 cfu/ml; K2: 108 cfu/ml; K3: 109 cfu/ml. The results of this study showed that the seed treatment using the Necercia sp-type rizobacteria with 108 cfu/ml inoculum density significantly increased the seed vigor on the vigor index benchmark of 40% and Pseudomonas capacia with 109cfu/ml inoculum density was also the best treatment combination in increasing dry weight normal sprout is 69,33 mg. 
Skala Usaha Yang Menguntungkan Peternak Sapi Potong Di Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar Cut Rohana Niar Fitri; Sofyan Sofyan; Irwan Irwan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.45 KB)

Abstract

Usaha sapi potong di Kecamatan Ingin Jaya masih tergolong usaha skala kecil, dimana usaha sapi potong tersebut belum sepenuhnya memberi kotribusi untuk memenuhui kebutuhan keluarga peternak. Karakteristik sosial ekonomi peternak dapat menentukan sikap dan pandangan peternak  terhadap usaha peternakan sapi potong. Selain itu, tidak adanya pembukuan usaha membuat rugi-laba tidak diketahui oleh peternak sapi potong mengakibatkan  peternak tidak dapat  memperkirakan tingkatan skala usaha yang dapat menguntungkan peternak. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengindentifikasi karakteristik peternak sapi potong dan menetukan skala usaha (ekor) peternakan sapi potong yang memberikan keuntungan bagi peternak di Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar. Analisis yang  digunakan adalah analisis deskriptif dan BEP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Karakteristik peternak sapi potong di Kecamatan Ingin jaya Kabupaten Aceh Besar adalah sebagai berikut: berusia dengan kisaran umur 46-60 tahun, berpendidikan SD dan SMA, sudah berkeluarga dengan jumlah tanggungan anggota keluarga 1-3 orang, hanya diusahakan oleh laki-laki, pengalaman berternak selama 5-10 tahun dan paling banyak menjadikan usaha peternakan sapi potong sebagai pekerjaan Sampingan sebesar 53,3%. Usaha peternak sapi potong di Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar belum berada pada titik impas, peternak akan menguntungkan jika melakukan usaha mulai dari skala usaha 8 ekor.

Page 50 of 103 | Total Record : 1028