cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Analisis Konsumsi dan Koefisien Cerna Protein Kasar dan Serat Kasar Sapi Aceh Jantan dengan Imbangan Pemberian Konsentrat dan Hijauan di BPTU - HPT Indrapuri Farhan Muda; Asril Asril; Yunasri Usman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.95 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i1.13722

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Penelitian Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Indrapuri, Aceh Besar. Penelitian ini dilaksanakan selama 45 hari dimulai pada tanggal 12 Oktober sampai dengan tanggal 25 Novembeer 2018. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 12 ekor sapi Aceh jantan dengan umur berkisar 1,5 - 2,0 tahun dan berat badan berkisar 150 – 175 kg yang diperoleh dari Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan ternak (BPTU-HPT) Indrapuri. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi terhadap besar konsumsi dan koefisien cerna protein kasar dan koefisien cerna serat kasar sapi aceh jantan dengan pemberian imbangan konsentrat dan hijauan. Konsentrat yang diberikan adalah konsentrat komersial (Big Geny) produksi PT. Cargill, dan hijauan yang diberikan adalah rumput gajah umur 30-35 hari menjelang berbunga yang diperoleh dari BPTU-HPT Indrapuri. Penelitian ini terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Data yang diperoleh seperti konsumsi ransum, koefisien cerna protein kasar dan koefisien cerna serat kasar  selanjutnya akan diolah menggunakan Rancangan Acak Lengkap, jika didapatkan hasil yang berbeda maka akan dilanjutkan dengan uji Duncan. Perlakuan A yaitu 100% Rumput gajah,  B 20% konsentrat dan 80% Rumput gajah, C yaitu 40% Konsentrat 60% Rumput gajah dan D yaitu 60% Konsentrat 40% Rumput gajah. Parameter yang diamati adalah : konsumsi ransum, koefisien cerna protein kasar, koefisien cerna serat kasar dan hubungan regresi koefisien cerna protein kasar dengan koefisien cerna serat kasar. Berdasarkan data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian imbangan antara konsentrat dan hijauan pada sapi aceh jantan berpengaruh terhadap konsumsi ransum, koefisien cerna protein kasar dan koefisien cerna serat kasar. Berdasarkan rataan tiap perlakuan bisa disimpulkan perlakuan pemberian 40% konsentrat yang menjadi rataan tertinggi di tiap perlakuan. Berdasarkan nilai regresi linier nilai signifikansi 0,000 0,05, dapat disimpulkan bahwa KCSK berkorelasi sangat tinggi terhadap KCPK.Analysis of Consumption and Digestion Coefficient of Crude Protein and Crude Fiber of Acehnese Bulls Given Different Ratio of Concentrate and Forage in BPTU – HPT IndrapuriAbstract. The research was located at Research Institute for Animal Husbandry and Forage (BPTU-HPT), Indrapuri, Aceh Besar. It was conducted for 45 days starting from 12 October until 25 November 2018. The material used in this study were 12  Acehnese Bulls, with body weight 150 to 175 kg and 1,5 – 2,0 years old, were used in this research. The bulls were obtained from Research Institute for Animal Husbandry and Forage (BPTU-HPT), Indrapuri. This research aimed to obtain information on the amount of consumption and digestibility coefficient of crude protein and crude fiber of acehnese bulls by giving different concentrate and forage ratio. The concentrate used was commercial concentrate (Big Geny) produced by PT. Cargill, and it was also given elephant grass aged from 30 to 35 days before flowering as the forage. The grass was obtained from BPTU-HPT Indrapuri. The data obtained such as feed consumption, crude protein digestion coefficient and crude fiber digestion coefficient, would be processed by using a completely random design. If it showed different results, it would be continued by using Duncan test. The treatment were 100% of elephant grass (A), 20% concentrate and 80% elephant grass (B), 40% concentrate and 60% elephant grass (C), and 60% concentrate and 40% elephant grass (D). The parameters observed were: ration consumption, crude protein digestion coefficient, crude fiber digestion coefficient and regression relation of crude protein digestion coefficient with crude fiber digestion coefficient. Based on the average of each treatment, it can be concluded that the treatment gives 40% concentrate which is the highest average in each treatment. Based on the linear regression value of significance value of 0,000 0.05, it can be concluded that KCSK has an effect on KCPK.  
Perubahan Beberapa Sifat Fisika Gambut Akibat Lamanya Penggunaan Lahan di Rawa Tripa Silvia Anggita Devi; Khairullah Khairullah; Muhammad Rusli Alibasyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.478 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i1.10360

Abstract

Abstrak. Histosol merupakan tanah organik yang terbentuk dari kumpulan bahan-bahan organik seperti serasah tumbuhan yang terdekomposisi dalam jangka waktu yang lama. Di Aceh sendiri wilayah ekosistem rawa gambut yang telah dikonversi menjadi lahan pertanian dan perkebunan adalah wilayah barat mulai dari Kabupaten Aceh Jaya hingga Kabupaten Aceh Singkil. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan beberapa sifat fisika dan kimia gambut akibat lamanya penggunaan lahan di Rawa Tripa Kabupaten Nagan Raya.Hasil penelitian dan analisis pada perubahan sifat fisika gambut akibat lamanya penggunaan lahan menunjukan bahwa kadar air tertinggi tedapat pada sampel U0 (sub soil) yaitu 275,94% dan kadar air terendah pada sampel U3 (top soil) yaitu 81,16%. Berat volume tertinggi terdapat pada sampel U3 (top soil) yaitu 0,90 g/cm3 dan berat volume terendah pada sampel U0 (sub soil) yaitu 0,41 g/cm3. Porositas tertinggi terdapat pada U0 (sub soil) yaitu 97,16% dan yang terendah terdapat pada U3 (top soil) yaitu 64,11%. Hasil pengamatan lapangan pada kematangan gambut menunjukan bahwa gambut rawa tripa memiliki tingkat kematangan hemik dan saprik, kedalaman gambut yaitu dangkal sampai sangat dalam, subsidence terjadi akibat pengarih drainase dan warna gambut yaitu hitam kemerahan sampai coklat kehitaman.Change in Some Peat Physical Character due to the Length of Land Use in Rawa TripaAbstract. Histosol is an organic soil formed from a collection of organic materials such as plant litter which was decomposed for a long time. In Aceh, the peat swamp ecosystem area that has been converted into agricultural land and plantations is in the west, starting from Aceh Jaya Regency to Aceh Singkil Regency. This study aims to look at the change in some physical and chemical properties of peat due to the length of land use in Tripa Swamp in Nagan Raya District. The results of the research and analysis on the change in the physical properties of peat due to the length of land use showed that the highest moisture content was found in samples of U0 (sub soil) which was 275.94% and the lowest water content in U3 (top soil) sample of 81.16%. The highest volume weight is found in the sample U3  (top soil) which is 0.90 g / cm3 and the lowest volume weight in the sample U0 (sub soil) is 0.41 g / cm3. The highest porosity is found in U0 (sub soil), namely 97.16% and the lowest is in U3 (top soil), which is 64.11%. The results of field observations on peat maturity show that tripe swamp peat has a level of hemic and sapric maturity, peat depth that is shallow to very deep, subsidence occurs due to drainage and the color of peat is reddish black to blackish brown.
Prediksi Kadar Air dan Kafein Biji Kopi Hijau Menggunakan Near Infrared Spectroscopy Murtahar Murtahar; Ratna Ratna; Agus Arip Munawar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1435.477 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i4.12635

Abstract

Abstrak. Kopi (Coffea sp.) merupakan salah satu hasil komoditi unggulan perkebunan yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi dan sangat potensial diantara tanaman perkebunan lainnya di Indonesia. Menjadikan Indonesia sebagai eksportir kopi terbesar keempat di dunia yang diharuskan untuk menjaga kualitasnya. Untuk menjaga kualitas green bean kopi perlu diperhatikan beberapa karakteristik bahan diantaranya adalah kadar air dan kafein. Penentuan kadar air dan kafein green bean kopi dapat dilakukan dengan menggunakan NIRS (Near Infrared Spectroscopy) yang bersifat Non Destruktif Test (NDT). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengaplikasikan Partial Least Square (PLS) dan Principle Component Regression (PCR) dalam menduga kadar air dan kafein dengan membandingkan data hasil uji laboratorium. Penelitian ini menggunakan data akuisisi spektrum green bean kopi lokal yang berjumlah 20 sampel serta data uji laboratorium kadar air dan kafein (Adnan,2013). Dengan analisa data spektrum menggunakan De-trending, Extended Multiplicative Scatter Correction (EMSC), dan Kombinasi. Hasil penelitian ini menunjukkan panjang gelombang kadar air berkisar 1400-1415 nm dan 1881-1910 nm serta panjang gelombang kafein berkisar 1920-1947 nm. EMSC sebagai pretreatmentterbaik dalam prediksi kadar air dan kafein.Prediction Moisture Content and Cafein Green Coffee Bean Using Near Infrared SpectroscopyAbstract. Coffee (Coffea sp) is one of the main commodities of plantation which has high economic value and is very potential among other plantation crops in Indonesia. Making Indonesia the fourth largest coffee exporter in the world that is required to maintain its quality. To maintain the quality of green beans, coffee needs to be considered some of the characteristics of the material including water content and caffeine. Determination of water content and caffeine of green bean can be using NIRS ( Near Infrared Spectroscopy) which is Non Destructive Test (NDT). The purpose of this study was to apply Partial Least Square (PLS) and the Principle Component Regression (PCR) in estimating water and caffeine content by comparing laboratory test data. This study used data acquisition of the green bean spectrum of the local totaling 20 samples and test data laboratory water content and caffeine (Adnan,2013). With spectrum data analysis using De-trending, Extended Multiplicative Scatter Correction (EMSC), and Combination. The results of this studiy incate wavelengths of water content ranging from 1440-1450 nm and 1881-1919 nm and caffeine ranging from 1920-1947 nm. EMSC is the best pretreatment in predicting water and caffeine levels. 
Studi Penambahan Bayam Hijau, Wortel, dan Pandan sebagai Pewarna Alami dalam Pembuatan Mie Sagu Basah Muhammad Rizal Fahmi; Anshar Patria; Dian Hasni
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.712 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i4.1324

Abstract

Abstrak. Sagu (Metroxylon sp) merupakan salah satu komoditi pertanian di Indonesia. Sejauh ini penggunaan pati sagu belum dimanfaatkan secara maksimal dalam pembuatan mie. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses pembuatan mie sagu dengan menggunakan pengaruh konsentrasi gel dan jenis pewarna untuk menghasilkan produk mie basah yang bermutu baik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan pola faktorial yang terdiri atas 2 (dua) faktor. Faktor I adalah konsetrasi gel pati sagu (G1 = 20 %, G2 = 25 %) dan G3 = 30 %. Faktor II Jenis pewarna (P) (P1 = Bayam,  P2 = Wortel, P3= Pandan). Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga didapat 27 satuan percobaan. Analisis terhadap mie sagu meliputi  kadar air, kadar abu, kadar serat kasar, persentase mie putus dan uji organoleptik (warna, aroma, dan tekstur). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh persentase gel (G) berpengaruh sangat nyata (P?0,01) terhadap kadar air, persentase mie putus, warna, tekstur. Sedangkan jenis pewarna (P) berbeda  nyata (P?0,05) terhadap kadar air, persentase mie putus, warna, tekstur dan aroma. Mie sagu basah yang dihasilkan pada penelitian ini memiliki rata-rata kadar air (64,49%), kadar serat kasar (2,65%), persentase mie putus (34,9%) dan kadar abu (0,70%) dan telah memenuhi syarat mutu SNI.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Tenaga Kerja Panen Kelapa Sawit Di Kebun Batee Puteh PT. Agro Sinergi Nusantara Arham Arham; Edy Marsudi; Azhar Azhar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.432 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i2.7410

Abstract

Abstrak. Produktivitas tenaga kerja memegang peranan penting pada perusahaan kelapa sawit,penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar jumlah tanggungan keluarga,pendapatan total rumah tangga, premi, umur dan pengalaman mempengaruhi produktivitastenaga kerja panen kelapa sawit di Kebun Batee Puteh PT. Agro Sinergi Nusantara (ASN).Penarikan sampel dilakukan dengan metode proportional random sampling dari 7 afdeling diKebun Batee Puteh PT. ASN dengan jumlah populasi 157 orang diambil 20% per afdeling jaditotal sampel pada penelitian ini berjumlah 32 orang. Teknik analisis yang digunakan padapenelitian ini adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan secara parsialjumlah tanggungan keluarga, pendapatan total rumah tangga dan premi berpengaruh secarasignifikan terhadap prosuktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit di Kebun Batee Puteh PT.ASN.Kata Kunci : Produktivitas tenaga kerja, jumlah tanggungan keluarga, pendapatan total rumahtangga, premi, umur, pengalaman.Abstract. Labor productivity plays an important role in palm oil companies, this study aims tofind out how big the number of family dependents, total household income, premiums, age andexperience affect the productivity of palm oil harvest work in Kebun Batee Puteh PT. AgroSinergi Nusantara (ASN). Method that used to take sample is proportional random samplingmethod from 7 afdeling at Kebun Batee Puteh PT. ASN with a population of 157 people taken20% each afdeling so the total sample in this study 32 people. The analysis technique used inthis research is multiple regression analysis. The results showed partially the number of familydependents, the total income of households and premiums significantly influence theprocurement of labor harvest of palm oil in Kebun Batee Puteh PT. ASN.
Analisis Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pendapatan Usaha Dagang Kios Saprodi Di Seputar Kota Banda Aceh Dan Aceh Besar Muhammad Teguh Aulia; Suyanti Kasimin; Irwan Irwan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.829 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.1083

Abstract

Sarana produksi pertanian (saprodi) merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam mendukung perkembangan atau kemajuan pertanian terutama untuk mencapai tujuan terciptanya ketahanan pangan. Kios saprodi merupakan lembaga yang sangat penting yang berhubungan langsung dengan petani dalam hal penyediaan sarana produksi pertania, dengan kata lain, kios saprodi berperan sebagai “agent of development” dalam menunjang keberhasilan pembangunan pertanian.
Analisis Kandungan Nutrisi Kulit Kopi (Coffea sp.) dengan Menggunakan Metode Near Infrared Reflectance Spectroscopy (NIRS) Andika Boy Yuliansyah; Sitti Wajizah; Samadi Samadi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v2i4.5589

Abstract

Abstrak.     Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi akurasi metode analisis pakan dengan metode (Near Infrared Reflectance Sectroscopy) NIRS dalam memprediksi kandungan nutrisi limbah kulit kopi serta mengetahui panjang gelombangnya.  Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Univeritas Syiah Kuala, dari Agustus hingga September 2017.  Penelitian ini menggunakan 30 sampel limbah kulit kopi yang terdiri dari 2 varietas kopi yaitu kopi arabika (Coffea arabica) dan kopi robusta (Coffea canephora). Spektrum diukur dengan menggunakan yaitu FT-IR IPTEK T-1516 pada rentang wavelengrh 1000-2500 nm dan di kalibrasi dan validasi dengan menggunakan software The Unscrambler X version 10.4.  Pretreatment yang digunakan yaitu Multiplicative scatter analysis (MSC) dan DeTrending (DT) dengan metode regresi Principal Component Regression (PCR). Parameter nutrisi yang dianalisis yaitu bahan kering (BK), protein kasar (PK) dan serat kasar (SK).  Hasil penelitian memperlihatkan bahwa NIRS dengan model yang telah dibangun tidak dapat menprediksi bahan kering dengan baik. Hal ini ditunjukkan dengan nilai r, R2 dan RPD yang rendah (0.58, 0.34 dan 3.06) serta RMSEC yang tinggi (3.06). Metode NIRS dapat memprediksi kandungan PK dan SK dengan baik pada penggunaan pretreatment MSC (PK= r: 0.87, R2: 0.76, RMSEC: 0.45 dan RPD: 2.07; SK= r: 0.87, R2: 0.75, RMSEC: 2.83 dan RPD: 2.03). Prediksi kasar untuk PK dan SK didapatkan dengan menggunakan pretreatment DT (PK= r: 0.75, R2: 0.57, RMSEC: 0.60 dan RPD: 1.55; SK= r: 0.84, R2: 0.71, RMSEC: 3.06 dan RPD: 1.88). Analysis of Coffee Pulp (Coffea sp.) Nutrition Content Using Near Infrared Reflectance Spectroscopy (NIRS) Method Abstract.   The aim of present study was to evaluate the accuration of feed analysis method of Near infrared reflectance spectroscopy (NIRS) in predicting nutritional content of Coffee pulp and to know its wavelength.  The study was conducted in  nutrition science and feed technology Laboratory,   Department of Animal Husbandry,  Faculty of Agriculture,  Syiah Kuala University,  august until september, 2017.   As many as 30 coffee pulps  were used in this study and seperated to 2 specieses of coffee, arabica coffee (Coffea arabica) and robusta coffee (Coffea canephora).  The spectrum was scanned using. FT-IR IPTEK T-1516 at 1000 to 2500 nm wavelength and calibrated and validated using The Unscrambler X version 10.4 software. Pretreatment used in this study was Multiplicative scatter analysis (MSC) dan DeTrending (DT) with Principal component regression (PCR) calibration method. Nutrition parameters analyzed were dry matter (DM), crude protein (CP) and dietary fiber (DF). The results of study showed that NIRS with prediction models that have been build cannot predicted DM content in coffee pulp. This was shown with low value of r, R2 dan RPD (0.58, 0.34 dan 3.06) and high value of RMSEC (3.60). NIRS method can predicted CP and DF content quite well using MSC pretreatment (CP= r: 0.87, R2: 0.76, RMSEC: 0.45 dan RPD: 2.07; DF= r: 0.87, R2: 0.75, RMSEC: 2.83 dan RPD: 2.03). Rough prediction for CP and DM content was obtained by using DT pretreatment (CP= r: 0.75, R2: 0.57, RMSEC: 0.60 dan RPD: 1.55; DF= r: 0.84, R2: 0.71, RMSEC: 3.06 dan RPD: 1.88). 
Analisis Nilai Tambah Penggunaan Daun Nilam Kering Dalam Proses Penyulingan Minyak Nilam di Kabupaten Aceh Jaya Maisarah Maisarah; Irwan Irwan; Agustina Arida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.763 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i1.2197

Abstract

Tanaman nilam merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri diIndonesia. Penyulingan minyak nilam di Kabupaten Aceh Jaya merupakan salah satu cara untuk meningkatkan nilai tambah dari daun nilam kering yang dilakukan oleh petani nilam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase rentabilitas dan persentase rasio nilai tambah yang diperoleh dari usaha penyulingan minyak nilam di Kabupaten Aceh Jaya. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis yang digunakan adalah dengan menggunakan metode kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Usaha penyulingan minyak nilam menguntungkan bagi petani karena persentase rentabilitas yang diperoleh sebesar 31,7%. Berarti bahwa persentase rentabilitas lebih besar dari tingkat bunga yang berlaku. Adapun tingkat bunga yang berlaku (4,5%). Usaha penyulingan minyak nilam memberikan nilai tambah yang diperoleh adalah bersifat positif yaitu Rp/ Kg dengan rasio nilai tambah 84,75 % yang berarti selisih antara penjualan daun nilam kering dengan penjualan minyak nilam berbeda sebesar 84,75%. Berarti bahwa nilai tambah yang diperoleh petani adalah tinggi, karena rasio nilai tambah lebih besar 40%.Analysis Added Value Of Using The Dried Leaves Patchouli Of Refineries InProcess Patchouli Oil In Aceh JayaPatchouli is one of the essential oil producing plants in Indonesia. Patchouli oil refinery in the district of Aceh Jaya is one way to increase the added value of the dried patchouli leaves collected by the farmers patchouli. This study aims to determine the percentage of earnings, and the percentage ratio of the added value derived from patchouli oil refining business in the district of Aceh Jaya. The data used are primary data and secondary data. The analytical method used is to use quantitative methods. The results showed that the patchouli oil refining businesses profitable for farmers because of the percentage of earnings gained 31.7%. Means that the percentage of profitabilitygt; the prevailing interest rate. The applicable interest rate (4,5%). Patchouli oil refining business adds value obtained is positive, namely Rp6.630 / kg with added value ratio 84.75%, which means the difference between the sale of dried patchouli leaves with different patchouli oilsales amounted to 84.75%. Means that the added value of the farmers is high, because the ratio of added valuegt; 40%.
Pengaruh Jenis Mikoriza Dan Dosis SP-36 Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Cabai Merah (Capsicum annum L.) Pada Tanah Ultisol Aceh Besar Dicki Alzi Pratama; Jumini jumini; Syafruddin Syafruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.691 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.24333

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh jenis mikoriza dan dosis SP-36 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah di tanah ultisol. Terdapat 36 satuan percobaan dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial 3 x 4 dengan 3 ulangan. Mikoriza Glomus mosseae, Mikoriza Gigaspora sp., dan Campuran merupakan tiga level mikoriza yang diteliti.Unsur selanjutnya adalah porsi SP-36 yang terdiri dari 4 taraf yaitu 0, 100, 150 dan 200 kg ha-1. Jenis mikoriza berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman 15,30 dan 45 HSPT, diameter batang 15 HSPT dan jumlah buah pertanaman dan berpengaruh nyata terhadap diameter batang 30 dan 45 HSPT,berat buah pertanaman. Jenis mikoriza terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman cabai pada tanah ultisol yaitu campuran. Interaksi antara jenis mikoriza dengan dosis SP-36 nyata hanya pada jumlah cabang produktif dan akar terkolonisasi mikoriza.Kombinasi perlakuan terbaik untuk jumlah cabang produktif adalah mikoriza jenis Campuran dengan dosis 100 kg ha-1 sedangkan pada akar terkolonisasi adalah mikoriza jenis Gigaspora sp. dengan dosis 100 kg ha-1.Effect of Mycorrhizal Types and SP-36 Dosage on Growth and Yield of Red Chili (Capsicum annuum L.) in Aceh Besar Ultisol SoilAbstract. The aim of the study was to determine the effect of mycorrhizal species and SP-36 dose on the growth and yield of red chili plants in ultisol soil. There are 36 experimental units in this study. This study used a 3 x 4 factorial randomized block design with 3 replications. Glomus mosseae mycorrhizae, Gigaspora sp. mycorrhizae, and Mixed were the three levels of mycorrhizae studied. The next element was the SP-36 portion which consisted of 4 levels namely 0, 100, 150 and 200 kg ha-1. The type of mycorrhiza had a very significant effect on plant height at 15.30 and 45 HSPT, stem diameter at 15 HSPT and the number of fruit planted and had a significant effect on stem diameter at 30 and 45 HSPT, fruit weight per plant. The best type of mycorrhiza for the growth and yield of chili plants on ultisol soil is mixed. The interaction between types of mycorrhizae with SP-36 dose was significant only on the number of productive branches and mycorrhizal colonized roots. The best treatment combination for the number of productive branches was Mixed type mycorrhizae at a dose of 100 kg ha-1 while colonized roots were mycorrhizal species Gigaspora sp. with a dose of 100 kg ha-1.
Analisis Literasi Keuangan Petani Pada Pembiayaan Usaha Tani Padi Di Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar Putri Puspita Sari; Elvira Iskandar; Irfan Zikri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.792 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.23178

Abstract

Abstrak. . Literasi keuangan memiliki peran yang penting bagi petani dalam melakukan pengelolaan keuangan. Sejumlah program pemerintah terkait dengan usaha memberdayakan ekonomi rakyat dan sektor pertanian telah dicanangkan. Pemerintah telah memfasilitasi para petani dengan beragam jenis produk pelayanan keuangan dan beberapa program kredit yang disalurkan melalui lembaga keuangan mikro. Efektivitas program perbaikan permodalan pertanian belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Kendala yang ada untuk saat ini ialah pemahaman dan akses yang sangat terbatas dari petani pada badan-badan keuangan. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat literasi keuangan petani dan pengaruh karakteristik petani terhadap tingkat literasi keuangan petani di Kecamatan Indrapuri. Penelitian ini dianalisis menggunakan analisis financial literacy index (FLI) dan chi-square. Metode penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik accidental sampling. Respondennya ialah 44 orang, populasinya sebanyak 5.523 orang. Hasil dari penelitian analisis tingkat literasi keuangan dengan menggunakan alat analisis financial literacy indeks (FLI) menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan petani di Kecamatan Indrapuri masuk dalam kategori sedang. Hal ini dibuktikan dengan hasil indeks literasi keuangan petani sebesar 0,47. Hasil analisis dengan Chi-square  Likelihood Ratio menunjukkan secara signifikan yang mempengaruhi literasi keuangan petani adalah lama pendidikan, status petani dan luas lahan.Analysis of Farmer’s Financial Literacy on Financing Rice Farming at Indrapuri District Aceh Besar RegencyAbstract. Financial literacy has an important role for farmers in managing finances. A number of government-related programs with smallholder plantation businesses and the agricultural sector have been launched. The government has facilitated farmers with various types of financial service products and several credit programs channeled through microfinance institutions. The effectiveness of the agricultural capital improvement program has not fully gone well. The current constraints are farmers' understanding and very limited access to financial institutions. This study aims to determine the level of financial literacy of farmers and the influence of farmer characteristics on the level of financial literacy of farmers in Indrapuri District. This study was analyzed using financial literacy index (FLI) and chi-square analysis. Sampling method is done by using accidental sampling technique. The respondents were 44 people, the population was 5,523 people. The results of the analysis of the level of financial literacy using the financial literacy index (FLI) analysis tool show that the level of financial literacy of farmers in Indrapuri District is in the medium category. This is evidenced by the results of the farmers' financial literacy index of 0.47. The results of the analysis with the Chi-square Likelihood Ratio show that significantly affecting the financial literacy of farmers is the length of education, status of farmers and land area. 

Page 54 of 103 | Total Record : 1028