cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Analisis Distribusi dan Efisiensi Pemasaran Pupuk Magnesium Kieseriete di Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar Nita Fitriawati; Akhmad Baihaqi; Suyanti Kasimin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.118 KB)

Abstract

Abstrak. Kecamatan Indrapuri merupakan salah satu kecamatan yang memproduksi pupuk magnesium kieseriete. Terdapat tiga perusahaan pupuk magnesium kieseriete yang ada di Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar yaitu CV. Agro Makmur Mandiri,CV Raja Tambang Mas dan CV. Pusaka Alam. Ketiga perusahaan tersebut merupakan kegiatanusaha yang memproduksidanmemasarkan pupuk magnesium kieseriete. Harga pupuk magnesium kieseriete ditingkat produsen sebesar Rp 620 - 660/Kg. Sedangkan harga pupuk magnesium kieseriete ditingkat konsumen sebesar Rp 660/Kg sampai Rp 5.033/Kg. Setiap perusahaan didalam menjalankan usahanya tentunya ingin mendapatkan keuntungan yang optimal, maka diperlukan adanya sistem distribusi yang efisien. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis saluran distribusi dan efisiensi pemasaran pupuk magnesium kieseriete di Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar, untuk mengetahui kendala-kendala distribusi yang dihadapi perusahaan pupuk magnesium kieseriete di Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar.Jenis penelitian yang digunakan yaitu data kuantitatif dan kualitatif. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis margin pemasaran, pendapatan, efisiensi pemasaran dan analisis deskriptif untuk mengetahui kendala-kendala dalam distribusi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan usaha pada ketiga perusahaan pupuk magnesium kieseriete mencakup input, proses produksi, output dan pemasaran. Terdapat dua jenis saluran distribusi untuk pupuk magnesium kieseriete, Saluran I : Produsen, Distributor, Pedagang Pengecer dan Konsumen Petani. Saluran II : Produsen dan Konsumen Perusahaan. Berdasarkan hasil analisis efisiensi pemasaran pupuk magnesium kieseriete pada perusahaan produsen pupuk magnesium kieseriete sama-sama sudah efisien.Akan tetapi CV. Agro Makmur Mandiri lebih efisien dibandingkan kedua CV lainnya. Hal ini dapat dilihat dari nilai efisiensi pemasaran CV. Pusaka Alam yaitu sebesar 24,19 %. Berdasarkan analisis deskriptif kendala-kendala pemasaran yang dihadapi produsen perusahaan pupuk magnesium kieseriete adalah faktor alam yaitu apabila musim hujan pengambilan bahan baku di pegunungan menjadi terhambat dikarenakan situasi pegunungan yang becek, proses pengeringan pupuk menjadi terhambat, dan harga pupuk magnesium kieseriete yang berfluktuasi.
Prediksi Kadar Air Beras Menggunakan NIRS dengan Metode PLS dan Pretreatment Standard Normal Variate, Derivative-I, Savitzky Golay Smoothing Nurhasanah Nurhasanah; Kiman Siregar; Zulfahrizal Zulfahrizal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1143.618 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i1.9826

Abstract

Abstrak. Kadar air merupakan suatu komponen penting dalam beras. Pengukuran kadar air dapat dilakukan menggunakan oven, alat elektronik seperti moisture tester, serta dengan penggunaan gelombang elektromagnetik seperti NIRS. Penelitian ini bertujuan menguji dan mengevaluasi teknologi NIRS sebagai metode cepat dan tepat dalam memprediksi kadar air beras dengan metode Partial Least Squares (PLS) serta menentukan metode koreksi spektrum yang terbaik dan akurat untuk memprediksi kadar air beras dengan menggunakan pretreatment Standard Normal Variate (SNV), Derivative- I (D-1)danSavitzky Golay Smoothing (SGS). Penelitian ini menggunakan Beras merk MB yang berasal dari pasar Rukoh Banda Aceh, yang berjumlah 20 sampel atau 300 gram. Perlakuan yang diberikan pada beras yaitu tanpa perendaman dan perendaman selama 5, 10, dan 15 menit. Prediksi kadar air beras dengan NIRS menggunakan alat self developed FT-IR IPTEK T-1516 dan metode referensi yang digunakan adalah metode gravimetri yang berdasarkan pada Association of Official Analytical Chemists (AOAC). Pengolahan data menggunakan Unscramble software® X version 10.5. Hasil penelitian menunjukkan prediksi kadar air beras dengan metode Partial Least Squares (PLS) menghasilkan good model performance dengan nilai RPD yang didapat yaitu 2,24 dan metode koreksi terbaik pada penelitian ini adalah Derivative-I dengan nilai RPD 2,57, r sebesar 0,9169, R2 sebesar 0,8407 dan RMSEC sebesar 1,6620.Prediction of Rice Moisture Content Using NIRS with PLS and Pretreatment Standard Normal Variate, Derivative-I, Savitsky Golay SmoothingAbstract. Moisture content is an important component of rice. Measurement of moisture content can be analyzed using an oven, electronic devices such as moisture tester, and by using the use of electromagnetic waves such as NIRS. This study aims to examine and evaluate NIRS technology as a faster and proper method in predicting rice moisture content by Partial Least Squares (PLS) method and determining the best and accurate spectrum correction method to predict rice water content using Standard Normal Variate (SNV) pretreatment, Derivative-I (D-1) and Savitzky Golay Smoothing (SGS). This study uses MB brand rice from the Rukoh market in Banda Aceh, with a total of 20 samples or 300 grams. The treatment given to rice is without soaking and soaking for 5, 10, and 15 minutes. Prediction of rice water content with NIRS using a self-developed FT-IR IPTEK T-1516 and the reference method used is a gravimetric method based on the Association of Official Analytical Chemists (AOAC). Data processing using Unscramble software® X version 10.5. The results showed the prediction of rice water content by the Partial Least Squares (PLS) method showed a good performance model with the RPD value obtained was 2.24 and the best correction method in this study was Derivative-I with an RPD value of 2.57, r of 0, 9169, R2 of 0.8407 and RMSEC of 1.6620.
Prediksi Tingkat Bahaya Erosi di Kecamatan Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar M. Haris Syahputra; M. Rusli Alibasyah; Syakur Syakur
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.204 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i2.7467

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat bahaya erosi di Kecamatan Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar. Metode penelitian menggunakan metode survei yang didasarkan pada hasil pengamatan di lapangan  dan analisis tanah di Laboratorium. Erosi dihitung dengan menggunakan persamaan Universal Soil Loss Equation (USLE) yang dikemukakan oleh Wischmeier dan Smith pada tahun 1978. Metode USLE mengamati beberapa aspek seperti erosivitas, erodibilitas, faktor panjang dan kemiringan lereng, dan faktor pengelolaan tanaman dan tindakan konservasi. Secara garis besar penelitian ini dilaksanakan beberapa tahap yaitu, tahap persiapan, pengumpulan data, pelaksanaan lapangan dan pengambilan sampel tanah, dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di lokasi penelitian terdapat tujuh belas satuan peta lahan (SPL) dengan total luas areal 31.935,56 Hektar. Erosi aktual tertinggi dijumpai pada SPL 7 yaitu sebesar 2.699,92 ton ha-1 th-1 dan erosi aktual terendah dijumpai pada SPL 14 yaitu 0,82 ton ha-1 th-1. Erosi potensial tertinggi dijumpai pada SPL 1 yaitu sebesar 5.774,84 ton ha-1 th-1 dan erosi potensial terendah dijumpai pada SPL 16 yaitu 48,53 ton ha-1 th-1. Terdapat 5 klasifikasi tingkat bahaya erosi yaitu tingkat bahaya erosi sangat ringan (SR) pada SPL 16, tingkat bahaya erosi ringan (R) pada SPL 17, tingkat bahaya erosi sedang (S) pada SPL 10, 14, dan 15, tingkat bahaya erosi berat (B) pada SPL 4, 7, 11, 12, dan 13, dan tingkat bahaya erosi sangat berat (SB) pada SPL 1, 2, 3, 5, 6, 8, dan 9.Prediction of Erosion Hazard at Lembah Seulawah Sub-distrik Aceh BesarAbstract. This study aims to determine the level of erosion hazard in Lembah Seulawah, Aceh Besar District. The research method is used survey method based on field observation and soil analysis in the laboratory. Erosion is calculated by using the Universal Soil Loss Equation (USLE) which proposed by Wischmeier and Smith in 1978. The USLE method looked at several aspects such as erosivity, erodibility, long factor and slope, and crops management and conservation measures. In general, this research is carried out several stages, namely, preparation phase, data collection, field implementation and soil sampling, and data analysis. The results showed that in the study sites there were seventeen units of land maps (SPL) with a total area of 31,935.56 hectares. The highest actual erosion was found in SPL 7 of 2,699.92 tons ha-1 th-1 and the lowest actual erosion was found in SPL 14 of 0.82 tons ha-1 th-1. The highest potential erosion was found in SPL 1 of 5,774.84 ton ha-1 th-1 and the lowest potential erosion was found in SPL 16 of 48.53 ton ha-1 th-1. There are 5 classifications of erosion hazard level which is very light erosion (SR) on SPL 16, light erosion hazard (R) on SPL 17, moderate erosion level (S) on SPL 10, 14, and 15, (B) on SPL 4, 7, 11, 12, and 13, and very severe erosion (SB) on SPL 1, 2, 3, 5, 6, 8, and 9. 
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Harga Cabai Merah di Kota Banda Aceh Rahmatul Fajri; T Fauzi; Indra Indra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.917 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i3.3754

Abstract

Abstrak . Cabai merah merupakan komoditas holtikultura yang sangat digemari oleh masyarakat indonesia. Ciri dan sayuran ini rasanya pedas dan aromanya khas, sehingga bagi orang-orang tertentu dapat membangkitkan selera makan. Permintaan terhadap cabai merah untuk kebutuhan sehari-hari dapat berfluktuasi yang disebabkan karena naik turunnya harga cabai merah yang terjadi di pasar eceran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi naik-turunnya harga cabai merah di Kota Banda Aceh. Lokasi penelitian dilakukan di Kota Banda Aceh dengan objek penelitian adalah Pedagang cabai merah di Kota Banda Aceh. Data yang digunakan adalah primer dan data sekunder. Metode analisis yang digunakan adalah Uji Asumsi Klasik dan Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara serempak variabel produksi, curah hujan, jumlah penduduk, dan jumlah rumah makan berpengaruh positif atau signifikan terhadap harga cabai merah di Kota Banda Aceh. Secara parsial variabel curah hujan, jumlah penduduk, dan jumlah rumah berpengaruh positif atau signifikan terhadap harga cabai merah, sedangkan variabel produksi tidak berpengaruh positif terhadap harga cabai merah di Kota Banda Aceh.Analysis Of The Factors That Affect The Price Of Red Peppers In The City Banda AcehAbstract. Red pepper is a horticultural commodity that is loved by the people of indonesia. these characteristics and vegetables taste spicy and distintive aroma, so for people can arouse appetite. The demand for red peppers for daily needs may fluctuate due to the ups and downs of the price of red peppers occuring in the retail market. This research aimed to analyze the factors affecting chili prices in the  Kota Banda Aceh city. The location of this research is done in Banda Aceh city, the object of research is red pepper traders in Banda Aceh city. The data used is primary and secondary data. The analytical methods used are classical assumptionbtest and multiple linear regression. The results showed that simultaneously variable production, rainfall, population, and number of restaurants have a positive or significant impact on the price of red peppers in the city Banda Aceh. Partially variable of rainfall, population, and number of restaurants have a positive or significant impact on the price of red peppers while the production variable does not positively affect the price of red peppers in the city Banda Aceh.
Analisis Neraca Air Permukaan Sub DAS Krueng Khee Kabupaten Aceh Besar Arini Putri; Susi Chairani; Ichwana Ichwana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.751 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.1183

Abstract

Pengetahuan mengenai ketersediaan air dan kebutuhan air sangat penting untuk mengetahui keseimbangan air. Perhitungan neraca air permukaan dilakukan untuk mengetahui kemampuan ketersediaan air permukaan pada Sub DAS Krueng Khee untuk memenuhi kebutuhan air domestik dan irigasi. Data klimatologi dan sosial pada tahun 2014 yang digunakan pada penelitian. Berdasarkan penelitian ini diketahui potensi air permukaan Sub DAS Krueng Khee berasal dari air sungai dan curah hujan efektif. Jumlah potensi air dari air sungai pada tahun 2014 adalah 16.891.372,8/tahun. Ketersediaan air yang berasal dari curah hujan efektif digunakan untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan air irigasi. Kebutuhan air yang terdapat di Sub DAS Krueng Khee meliputi: kebutuhan air domestik, irigasi, peternakan, dan industri. Analisis neraca air permukaan dilaksanakan dengan mengurangkan input air permukaan dengan output air pada daerah penelitian. Keseimbangan air permukaan (surface water balance) yang dicapai untuk memenuhi kebutuhan air di Sub DAS Krueng Khee pada tahun 2014 adalah: Perubahan simpanan air permukaan ( maksimum yaitu 4.279.181,10 /bulan pada bulan Januari (surplus), rata-rata yaitu 1.255.403,945 /bulan dan minimum yaitu 383.486,90/bulan pada bulan Oktober. Sepanjang tahun 2014 tidak terjadi kekurangan ketersediaan air untuk memenuhi kebutuhan air total Sub DAS Krueng Khee.Knowledge about water availability and water demand is significant to water balance awareness. Accounting surface water balance is to find out capability of surface water availability in Sub Watershed Krueng Khee in order to fulfill domestic and irigation water demand. Chilmatology and social data in year 2014 were used in this research. Based on the result the source of surface water potential in Sub Watershed Krueng Khee source are river water and effective rainfall. The amount of water potential from the river in year 2014 was 16.891.372,8/year. The water availability from effective ranfall used to fulfill irigation. Water demand in Sub wathershed Krueng Khee divers from domestic water demand, irigation, livestock and industry. Surface water balance analysis perfomed by subtracting input surface water with the water output in the research area. Surface water balance achieved to fulfill water demand in Sub Watershed Krueng Khee in 2014: surface water storage ( maximum was 4.279.181,10 /month in January (surplus), average was 1.255.403,945 / month and minimum was 383.486,90/month in October. Throughout the year 2014 there was no shortage of water availability to fulfill the water demand in Sub Wathershed Krueng Khee
Pengaruh Bentuk Irisan Nanas Terhadap Mutu Simpan Terolah Minimal Lisa Maulidia; Rita Khatir; Ratna Ratna
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.988 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i3.4135

Abstract

Abstrak. Nanas (Ananas comosus Merr) segar mempunyai umur simpan yang relatif singkat. Penyimpanan dengan menggunakan kemasan plastik vakum pada suhu rendah selama penyimpanan merupakan salah satu cara untuk mempertahankan kualitas dan memperpanjang umur simpan buah nanas terolah minimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bentuk irisan buah nanas terolah minimal terhadap kualitas dan umur simpan nanas pada pengemasan  vakum menggunakan kemasan plastik polypropilen (PP). Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial, dengan faktor perlakuan adalah variasi bentuk irisan pada buah nanas yang terdiri dari 3 taraf yaitu irisan membujur, irisan dadu, dan irisan memanjang. Nanas dipotong setebal 2 cm dan disimpan pada suhu 10°C. Pengamatan dilakukan setiap 2 hari sekali sampai batas ditolak oleh panelis dengan nilai minimal 2 (tidak suka). Pengamatan penelitian meliputi umur simpan, susut bobot, kekerasan, vitamin C dan total padatan terlarut (TPT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanas terolah minimal yang disimpan pada suhu 10ºC dalam kemasan vakum dengan bentuk irisan memanjang memiliki umur simpan 10 hari, sedangkan dengan bentuk irisan membujur dan irisan dadu memiliki umur simpan 6 dan 8 hari. Perlakuan variasi bentuk irisan tidak berpengaruh nyata terhadap susut bobot, kekerasan, TPT dan vitamin C pada buah nanas terolah minimal tersebut. Susut bobot yang terendah adalah pada perlakuan irisan dadu sebesar 0,9% dan tertinggi pada irisan membujur sebesar 5,2%. Kekerasan tertinggi pada irisan memanjang sebesar 0,7 kg/cm2  dan terendah pada irisan dadu sebesar 0,5 kg/cm2. Perlakuan nanas terolah minimal dengan irisan dadu menunjukkan nilai TPT tertinggi yaitu sebesar 13,3%Brix dan nilai vitamin C tertinggi sebesar 12,03 mg/100 g  bahan segar. The Influences of Cut Types on the Quality of Fresh Minimally Processed Pineapple Abstract. Fresh pineapple (Ananas comosus Merr) has short life span. The storage at vacuum and low temperature condition by using plastic bag is expected to maintain the quality and prolong the life span of fresh minimally processed pineapple. The study aimed to evaluate the influence of cut types of fresh minimally processed pineapple on its quality and shelf life. The study was done under complete random design non factorial with the cut types treatment consisted of 3 variations i.e. slicing, dicing, and julienne. The fruit was cut at thickness of 2 cm and stored at temperature of 10 C. The observation was conducted every 2 day until the consumers rejection by minimal score of 2 (dislike). The parameters observed were the life span, weight loss, the hardness, vitamin C and the total soluble solid. Results showed that the fresh minimally processed pineapple with julienne cut type had the longest life span i.e. 10 days, whereas he fresh minimally processed pineapple with slicing and dicing cut types had life span at 6 and 8 days, respectively. All cut types did not influence the weight loss, the hardness, vitamin C dan total soluble solid of fresh minimally processed pineapple. The lowest weight loss was indicated at dicing cut type (0.9%), while the highest weight loss was indicated at slicing cut type (5.2%). The hardest condition of fruit texture was observed at julienne cut type (0.7 kg/cm2), while the softest condition of fruit texture was observed at dicing cut type (0.5 kg/cm2). The best performance of total soluble solid and vitamin C were determined at dicing cut type.
Pengaruh Konsentrasi Larutan Perendaman Garam dan Konsentrasi Gula pada Pembuatan Selai dari Daging Buah Pala (Myristica fragrans) Elva Suhendra; Ismail Sulaiman; Bakhtiar Bakhtiar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.965 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i1.2253

Abstract

Abstrak. Buah pala merupakan salah satu produk lokal Aceh yang dapat diolah menjadi berbagai produk makanan sampingan salah satunya adalah selai. Pada penelitian pembuatan selai daging buah pala dilakukan dengan variasi konsentrasi larutan perendaman garam (30%, 50%, 70% ) dan konsentrasi gula (0%, 2,5%, 5%). Penelitianinibertujuanuntukmengetahuipengaruh konsentrasi larutan perendaman garam dankonsentrasigulapadapembuatanselaidagingbuahpala dengan menggunakanrancangan RAL 2 faktor dengan 3 kali perulangan. Pada penelitian ini dihasilkan rendemen 52.62 %, total padatan terlarut 66,19 0Brix, kadar vitamin C 0,29 mg, kadar air 25,05%, organoleptik hedonik (warna, aroma, rasa) dan uji ranking terdapat pada perlakuan konsentrasi larutan perendaman garam 5% dan konsentrasi gula70% (P3G3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi larutan perendaman garam (P) berpengaruh sangat nyata (P≤0,01) terhadap hedonik rasa selai pala. Konsentrasi gula (G) berpengaruh nyata (P≤0,05) terhadap kadar air, serta berpengaruh sangat nyata (P≤0,01) terhadap rendemen, total padatan terlarut, hedonik rasa, dan aroma dari selai pala yang dihasilkan. Interaksi antara konsentrasi larutan perendaman garam dan konsentrasi gula (PG) berpengaruh nyata (P≤0,05) terhadap rendemen dan rasa. Abstract. Nutmeg is one of Acehlocalproduct that canbe processed into various food product one of which is the jam. In the study of making meat nutmeg jam do with variation in the immersion solution concentration of salt (30%, 50%, 70%) and sugar concentration (0%, 2.5%, 5%). This study aim to determine the effect of soaking salt concentration andthe concentration of sugar in the manufacture ofmeat nutmeg jam using RAL 2 factor design with three repetition. In this experiment resulting yield 52.62%, total dissolved solids 66.190Brix,0.29 mg vitamin C content, 25.05%,water content, hedonic organoleptic (color, aroma, taste) and a ranking test contained in the treatment solution concentration of salt immersion 5% and 70% sugar concentration (P3G3). The results showed that the concentration of the salt solution immersion (P) was highly significant (P≤0,01) against hedonic taste nutmeg jam. The concentration of sugar (g) significant (P≤0,05) against moisture, as well as the very significant effect (P≤0,01) to the yield, total dissolved solids, hedonic flavor and aroma of nutmeg butter produced. The interaction between the soaking solution concentration of salt and sugar concentrations (PG)significant (P≤0,05) to the yield and the best taste.
Perubahan Penggunaan Lahan Kabupaten Simeulue Tahun 2017-2022 menggunakan Metode Maximum Likelihood Kirana Putri Amalia; Yulia Dewi Fazlina; Sugianto Sugianto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1011.934 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.24288

Abstract

Abstrak. Penggunaan lahan bersifat dinamis, dapat berubah dari waktu ke waktu. Perubahan penggunaan lahan biasanya disebabkan oleh aktivitas manusia di muka bumi untuk memenuhi kebutuhan lahan untuk activitas kehidupnya, terutama untuk daerah-daerha yang terus mengalami perkembangan pembangunan. Kabupaten Simeulue merupakan daerah yang sedang berkembang, sehingga dalam pembangunannya memerlukan lahan. Perubahan penggunaan lahan dapat diketahui dengan cara melakukan pemetaan perubahan penggunaan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan penggunaan lahan Kabupaten Simeulue dalam kurun waktu5 tahun (2017-2022) menggunakan metode Maximum Likelihood dengan mengacu pada  sistem klasifikasi Standar Nasional Indonesia Tahun 2014. Hasil penelitian didapat 8 kelas penggunaan lahan Kabupaten Simeulue pada periode 2017-2022. Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan perubahan penggunaan lahan di Kabupaten Simeulue pada tahun 2017-2022 luas perubahan penggunaan lahan terbesar adalah hutan seluas 6.41% (10.010,99 Ha) dan areal perubahan yang kecil adalah Perkebunan yaitu seluas -3,15% (178,59 Ha) dari luas keseluruhan wilayah Kabupaten Simeulue.Changes in Simeulue Regency Land Use in 2017-2022 using the Maximum Likelihood MethodAbstract. Land use is dynamic and subject to change over time. Human activities on earth usually cause changes in land use to meet the needs of their activities on land. Simeulue Regency is a developing area, so it requires land. Land use change can be identified by mapping land use change. This study aims to see land use changes in Simeulue Regency within 5 years (2017-2022) using the Maximum Likelihood Classification method and referring the  2014 Indonesian National Standard classification system standard. The results indicated 8 classes of land use of Simeulue Regency in the 2017-2022 period. From the result, it can be concluded that the land use change in Simeulue Regency in 2017-2022 the largest area of land use change is a forest covering an area of 6.41% (10,010.99 Ha),  and a small area of change is plantations, which is an area of -3.15% (178.59 Ha) of  the total area of Simeulue Regency
Interaksi Jenis Mikoriza Dan Beberapa Varietas Cabai (Capsicum annuum L.) Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Pada Tanah Ultisol Aceh Besar Agus Hermawan; Jumini Jumini; Syafruddin Syafruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.795 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.23447

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ialah mengetahui interaksi antara jenis mikoriza dengan varietas terhadap pertumbuhan dan produksi cabai merah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial 3 x 3 dengan 3 ulangan, sehingga terdapat 27 unit percobaan. Adapun faktor yang amati ialah jenis mikoriza, terdiri dari tiga taraf yaituMikoriza Glomus mosseae, Mikoriza Gigaspora sp. dan Mikoriza campuran (Glomus mosseae + Gigaspora sp.). Perlakuan varietas, terdiri dari 3 taraf yaitu Laju F1, Lado F1 dan Baja F1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara jenis mikoriza dengan beberapa varietas cabai merah sangat nyata terhadap diameter batang 15 HSPT dan jumlah buah pertanaman serta interaksi nyata terhadap tinggi tanaman 15 HSPT, berat kering keseluruhan tanaman dan berat basah akar. Kombinasi perlakuan yang lebih baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah terdapat pada jenis mikoriza Gigaspora sp. dengan varietas Laju F1. Interaction of Mycorrhizal Types and Several Chili Varieties (Capsicum annuum L.) on Growth and Yield in Ultisol Aceh Besar Abstract. The research objective was to determine the interaction between mycorrhizal species and varieties on the growth and production of red chilies. The study used a 3 x 3 factorial randomized block design with 3 replications, so there were 27 experimental units. The observed factor is the type of mycorrhiza, consisting of three levels, namely Mycorrhizal Glomus mosseae, Mycorrhizal Gigaspora sp. and mixed mycorrhiza (Glomus mosseae + Gigaspora sp.). The variety treatment consisted of 3 levels, namely F1 Laju, F1 Lado and F1 Baja. The results showed that the interaction between mycorrhizal species and several varieties of red chili was very significant on stem diameter at 15 days after transplanting (DAT) and the number of fruit planted as well as a significant interaction on plant height at 15 DAT, dry weight of whole plant and fresh weight of roots. The better combination of treatments on the growth and yield of red chili plants was found in the mycorrhizal species Gigaspora sp. with the F1 Laju variety.
Performansi Agronomi dan Ketahanan terhadap Rendaman pada BC2F3 Turunan Padi Tinggong Fadila Ridara; Sabaruddin Zakaria; Bakhtiar Bakhtiar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.486 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i4.21654

Abstract

Abstak: Tinggong merupakan salah satu varietas padi lokal Aceh, terkenal dengan tekstur nasi pulen dan memiliki kemampuan adaptasi yang baik. Namun, padi Tinggong berbatang tinggi, mudah rebah, berumur dalam dan tidak tahan terhadap rendaman. Perbaikan varietas Tinggong dapat dilakukan dengan memanfaatkan varietas intoduksi Swarna dengan keunggulan berbatang pendek, umur panen genjah, produksi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter agronomi BC2F3 hasil persilangan padi Tinggong dan Swarna. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Rumah Kasa dan Laboratorium Genetika dan Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Darussalam-Banda Aceh, mulai dari bulan Desember 2021 sampai Juni 2022. Benih yang digunakan adalah BC2F3 turunan dari persilangan padi Tinggong dan Swarna. Hasil penelitian menunjukkan tanaman BC2F3 T41.9.6 (tanaman 1, 2, 4 dan 6) cukup prospektif untuk dilanjutkan ke tahap selanjutnya. Hasil uji ketahanan rendaman setelah masa pemulihan (recovery) BC2F3 turunan dari persilangan padi Tinggong dan Swarna menunjukkan dari 68 tanaman yang diuji terdapat 33 tanaman (48,52%) hidup, sedangkan terdapat 35 tanaman  (51,47%) mati akibat tidak tahan terhadap cekaman rendaman.Agronomic Performance and Resistance to Submergence in BC2F3 Rice Progenies of TinggongAbstract. Tinggong is one of Aceh's local rice varieties, famous for rice texture fluffier and has good adaptability. However, Tinggong rice has high stems, easy to fall, very long growth duration and not resistant to submergence. Improvement of the Tinggong variety can be done by utilizing the Swarna-introduced variety with the advantages of short stems, early harvesting age, high production. This research aims to determine the agronomic character of BC2F3  rice progenies Tinggong and Swarna. This research was conducted at the Experimental Farm and Genetics and Plant Breeding Laboratory, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Darussalam Banda Aceh, from December 2021 to June 2022. The seeds used were BC2F3  progenies of Tinggong and Swarna. The results showed that the plant BC2F3 T41.9.6 (plants 1, 2, 4 and 6) were prospective to proceed to the next stage. The results of the resistance test after the recovery period of BC2F3 progenies from crosses of Tinggong and Swarna rice showed that of the 68 plants tested, 33 plants (48.52%) were alive, while 35 plants (51.47%) dead that were not resistance to submergence stress.

Page 56 of 103 | Total Record : 1028