cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Perbandingan Cara Penyadapan Pinus di Kabupaten Gayo Lues dengan Prosedur Baku Penyadapan Pinus Matpiah Matpiah; Ryan Moulana; Iqbar Iqbar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.182 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i2.20209

Abstract

Abstrak.Penelitian perbandingan cara penyadapan pinus di Kabupaten Gayo Lues dengan prosedur baku penyadapan pinus bertujuan untuk mengetahui kepatuhan penyadapan pinus di Kabupaten Gayo Lues, dalam menerapkan petunjuk teknis penyadapan pinus yang dikeluarkan oleh Dinas Kehutanan Aceh. Penelitian ini dilaksanakan pada akhir Desember 2018 di hutan pinus alam Kabupaten Gayo Lues dengan menggunakan cuplikan disengaja (purposive sampling) berdasarkan luas sebaran populasi pinus yang sudah dilakukan penyadapan. Kecamatan Blang Jerango, Dabun Gelang, dan Rikit Gaib terpilih sebagai lokasi penelitian untuk pendataan praktik penyadapan pinus. Pendataan jumlah, panjang dan lebar koakan dilakukan pada lima kelas diameter sesuai petunjuk teknis Dinas Kehutanan Aceh yaitu diameter 20-30, 30-41, 41-58, 58-75, dan 75 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara penyadapan pinus di Kecamatan Blang Jerango, Dabun Gelang, dan Rikit Gaib menunjukkan tingkat kepatuhan yang sangat rendah dengan tingkat kesesuaian rerata 14,8%. Penyadapan pinus di Kecamatan Dabun Gelang menunjukkan tingkat kepatuhan yang sangat rendah dibandingkan dengan Blang Jerango dan Rikit Gaib dengan nilai kepatuhan rerata setiapa Kecamatan tersebut sebesar 5%; 13% dan 32,5%. Oleh karena itu diperlukan pengawasan yang baik untuk dapat mempertahankan hutan pinus yang lestari di Kabupaten Gayo Lues.Kata kunci: Perbandingan, Penyadapan Pinus, Prosedur Baku, Gayo Lues(Comparison of pine tapping methods in Gayo Lues regency with standard pine tapping procedures)Abstract.This comparative study of pine tapping methods in Gayo Lues Regency with standard pine tapping procedures aims to determine the of pine tapping in Gayo Lues regency, in applying technical instruction, pine tapping issued by the Aceh Forestry Service. The study was carried out at the end of December 2018 in the natural pine forest of Gayo Lues regency using purposive sampling based on the distribution area of the population that had been tapped. The districts of Blang Jerango, Dabun Gelang, and Rikit gaib were selected as research locations for data collection on pine tapping practice. Data collections on the number, length and width of quarre system was carried out on five diameter classes according to the technical instructions of the Aceh Forestry service, namely diameter 20-30, 30-41, 41-58, 58-75, and 75 cm. the results showed that the pine tapping method in the Districts of Blang Jerango, Dabun Gelang, and Rikit Gaib showed a very low level of compliance with average conformity level of 14.8%. Among the sub-districts selected as research locations, the data showed that pine tapping in Dabun Gelang district showed a very low level of compliance compared to Blang Jerango and Rikit Gaib with the average compliance value of each sub-district of 5%, 13% and 32,5%, respectively. Therefore, good supervision is needed in the practice of pine tapping to be able to maintain a sustainable pine forest in Gayo Lues Regency. Keywords: Comparison, Pine Tapping, Standard Procedure Gayo Lues
Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Pengembangan Sere Wangi Menggunakan Sistem Informasi Geografis Di kecamatan Tripe Jaya Kabupaten Gayo Lues M Rusdi Abduh Hasim; Sugianto Sugianto; Abubakar Karim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1026.355 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i2.20037

Abstract

Abstrak. Sere Wangi (Cymbopogon nardus L.) merupakan salah satu tanaman atsiri dari famili Gramineae yang banyak digunakan dalam berbagai industri parfum, kosmetik, makanan, minuman dan obat-obatan. Selain itu, juga digunakan sebagai bahan pestisida nabati untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman. Minyak sere wangi merupakan salah satu jenis minyak atsiri yang banyak dikembangkan di Indonesia. Melihat potensi minyak sere wangi di pasar dengan harga yang sangat menjanjikan, maka perlu dilakukan kajian kesesuaian lahan sebagai arahan pengembangan sere wangi, baik areal yang sudah ditanami maupun areal baru yang berpotensi dikembangkan di sentraproduksi sere wangi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat kesesuaian lahan tanaman sere wangi, di Kecamatan Tripe Jaya Kabupaten Gayo Lues. Penelitian telah dilaksanakan di Kecamatan Tripe Jaya Kabupaten Gayo Lues dan pengolahan data telah dilaksanakan di Laboratorium Penginderaan Jauh dan Kartografi,Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan metode survai lahan melalui deskriptif kuantitatif serta melakukan analisis terhadap data dan informasi yang didapatkan di lapangan. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan kegiatan, yaitu persiapan, pra pengolahan citra, kegiatan lapangan (ground check), analisis data, melakukan metode tumpang susun (overlay) dengan menggunakan analisis SIG, dan membandingkan (matching) antara karakteristik lahan dan persyaratan tumbuh tanaman sere wangi. Hasil penelitian diperoleh bahwa kelas kesesuaian lahan aktual untuk sere wangi di kawasan pengembangan sere wangi di Kecamatan Tripe Jaya, Kabupaten Gayo lues secara aktual dapat dikatagorikan sebagai sesuai marginal (S3) dengan faktor pembatas paling dominan adalah lereng l Lebihdari 30%. Setelah dilakukan usaha perbaikan, secara potensial kesesuaian lahan pada pengembangan sere wangi di kawasan tersebut dalam digolongkan kedalam kelas kesesuaian lahan cukup sesuai (S2), yaitu dengan usaha pada faktor pembatas lereng dapat diperbaiki dengan mengatur jarak tanam dan penanaman mengikuti konturLand Suitability Evaluation for the Citronella Development Using Sytems Information Geospatial in Tripe Jaya Sub-District, Gayo Lues Regency.Abstract. Sere Wangi (Cymbopogon nardus L.) is one of the essential plants of the Gramineae family that is widely used in various perfume, cosmetics, food, beverage and pharmaceutical industries. In addition, it is also used as a vegetable pesticide material for pest control and plant diseases. Perfumed sere oil is one type of essential oil that is widely developed in Indonesia. Seeing the potential of fragrant air oil in the market at a very promising price, it is necessary to study land suitability as a directive on the development of fragrant batteries, both planted acreage and new areas that have the potential to be developed in the center of the fragrant sere production. This research aims to determine the level of suitability of fragrant sere plant land, in Tripe Jaya District of Gayo Lues Regency. Research has been conducted in Tripe Jaya District of Gayo Lues Regency and data processing has been carried out at remote sensing and cartography laboratory, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University. This research uses land survey methods through quantitative descriptive and conducts analysis of data and information obtained in the field. Research is carried out through several stages of activities, namely preparation, pre-image processing, field activities (ground check), data analysis, performing the overlay method using SIG analysis, and comparing (matching) between the characteristics of the land and the growing requirements of fragrant sere plants. The results of the study obtained that the aktual land suitability class for fragrant sere in the fragrant sere development area in Tripe Jaya District, Gayo Lues Regency. Aktual can be categorized as corresponding marginal (S3) with the most dominant limiting factor being slope l More than 30%. After improvement efforts, potentially the suitability of the land in the development of fragrant sere in the area in classified into the appropriate land suitability class (S2), namely with efforts on slope limiting factors can be improved by regulating planting distance and planting following contours.
Patogenisitas Cendawan Beauveria bassiana (Balsamo) Vuill. (Isolat Lokal) pada Plutella xylostella Linnaeus secara in vitro Meutia Silvani; Susanna Susanna; Hasnah Hasnah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.922 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i1.18941

Abstract

Abstrak. Beauveria bassiana (Bals.) Vuill merupakan salah satu cendawan yang sering digunakan sebagai agensia hayati yang berpotensi dalam mengendalikan serangga hama. Plutella xylostella L. merupakan serangga dari ordo Lepidoptera yang merupakan hama utama pada tanaman kubis yang dapat menyebabkan kehilangan hasil hingga 100% apabila tidak dikendalikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari patogenisitas cendawan B. bassiana (isolat lokal) dalam mengendalikan serangga P. xylostella secara in vitro. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial yang terdiri dari 6 perlakuan dan 4 ulangan, sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi cendawan B. bassiana berpengaruh nyata terhadap laju masa inkubasi, rata-rata waktu kematian, serta persentase pupa yang muncul. Rata-rata laju masa inkubasi paling lambat terdapat diantara kerapatan konidia 102 dan 103 cfu yaitu 23 jam.  Rata-rata waktu kematian tercepat pada kerapatan konidia 106 cfu yaitu 2,48 hari dan terlama pada kerapatan 101 cfu yaitu 4,98 hari. Rata-rata persentase pupa yang muncul paling tinggi terlihat pada kerapatan konidia 101 cfu yaitu 10,00%, sedangkan yang paling rendah terlihat pada kerapatan konidia 104, 105 dan 106cfu yaitu 0,00%.  Dengan demikian cendawan B. bassiana (isolat lokal) mampu menyebabkan patogenisitas tinggi pada larva P. xylostella.The Pathogenicity of Fungus Beauveria bassiana (Balsamo) Vuill. (Local Isolate) on Plutella xylostella Linnaeus in vitroAbstract. Beauveria bassiana (Bals.) Vuill is a fungus that is often used as a potential biological agent in controlling insect pests. Plutella xylostella L. is an insect of the order Lepidoptera which is the main pest on cabbage plants that can cause yield losses of up to 100% if not controlled. The aim of this research was to study the pathogenicity of the fungus B. bassiana (a local isolate) in controlling P. xylostella in vitro. This study used a Non-Factoral Completely Randomized Design (CRD) consisting of 6 treatments and 4 replications, so that obtained 24 experimental units. The results showed that the application of the fungus B. bassiana significantly affected the rate of incubation period, the average time of death, and the percentage of pupae that appeared. The slowest average incubation period was between conidia densities of 102 and 103 cfu, which was 23 hours. The fastest average time of death at a conidia density of 106 cfu is 2.48 days and the longest at a density of 101 cfu is 4.98 days. The highest average percentage of pupae that appeared was seen at conidia density of 101 cfu, which was 10.00%, while the lowest was seen at conidia density of 104, 105 and 106 cfu, which was 0.00%. Thus the fungus B. bassiana (local isolate) was able to cause high pathogenicity in P. xylostella larvae.
Studi Tingkat Kesejahteraan Rusa Sambar (Cervus unicolor) Taman Rusa Sibreh, Aceh Besar Saidil Mubarak; Tuti Arlita; Erdiansyah Rahmi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.402 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i4.18670

Abstract

Abstrak. Terdapat 40 jenis spesies rusa di seluruh dunia (Ariantiningsih, 2000), lima diantaranya ada di Indonesia yaitu rusa sambar (Cervus unicolor), rusa bawean (Axis kuhlii), rusa timor (Cervus timorensis), kijang kuning (Muntiacus atherodes) dan kijang muncak (Muntiacus muntjak). Hasil penelitian menunjukan tingkat kesejahteraan rusa sambar pada Taman Rusa Sibreh mendapatkan total nilai terbobot rata-rata 65,78%. Penerapan aspek bebas dari rasa lapar dan haus pada rusa sambar dinilai sudah cukup baik, namun masih ada kekurangan dalam indikator seperti kuantitas pakan yang kurang mencukupi dan pemberian pakan oleh pengunjung yang tidak terkontrol dan tidak ada peraturan khusus bagi pengunjung.Study of Welfare Level of Sambar Deer (Cervus unicolor) in Taman Rusa Sibreh, Aceh BesarAbstract. There are 40 types of deer species worldwide (Ariantiningsih, 2000), five of which are in Indonesia, namely the sambar deer (Cervus unicolor), bawean deer (Axis kuhlii), timor deer (Cervus timorensis), yellow deer (Muntiacus atherodes), and deer muncak (Muntiacus muntjak). The results showed that the welfare level of the Sambar Deer at the Sibreh Deer Park obtained a total weighted average value of 65.78%. The application of the free aspect of hunger and thirst in sambar deer is considered quite good, but there are still deficiencies in indicators such as insufficient feed quantity and uncontrolled feeding by visitors and no special regulations for visitors.
Studi Tentang Pengetahuan Masyarakat, Peran Masyarakat Dan Kebijakan Pemerintah Terhadap Keberadaan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Studi Kasus Di Desa Ketambe Kabupaten Aceh Tenggara Srydinda Agustinsy; Martunis Martunis; Ashabul Anhar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.844 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i2.16962

Abstract

Abstrak. Keberadaan masyarakat di sekitar TNGL merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengelolaan ekosistem Taman Nasional, sering dihadapkan pada dilema antara kepentingan konservasi  keanekaragaman  hayati  dengan kepentingan dan kebutuhan masyarakat terhadap sumberdaya di TNGL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat,  peran masyarakat dan kebijakan pemerintah terhadap keberadaan TNGL dan melihat faktor-faktor serta tingkat korelasi yang berdampak pada pengetahuan masyarakat, peran masyarakat dan kebijakan pemerintah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan Statistical Program From Social Science (SPSS) 22 dan Microsoft Excel 2007. Pengolahan data dilakukan menggunakan rumus Uji Korelasi Spearman Rank untuk menguji  hubungan antar variabel. Berdasarkan uji korelasi Rank Spearman pada pengetahuan masyarakat, yakni faktor  pekerjaan dan pendidikan  berkorelasi signifikan  keberadaan TNGL sedangkan faktor jenis kelamin, umur, dan jumlah tanggungan keluarga berkorelasi tidak signifikan. Pada peran masyarakat faktor pendidikan berkorelasi signifikan, sedangkan faktor jenis kelamin, umur, pekerjaan  dan jumlah tanggungan keluarga berkorelasi tidak signifikan. Pada kebijakan pemerintah  seluruh faktor karakteristik berkorelasi tidak signifikan terhadap keberadaan TNGL.Kata kunci :Pengetahuan Masyarakat, Peran Masyarakat, Kebijakan Pemerintah dan TNGL Desa Ketambe AbstractThe existence of communities around TNGL is an inseparable part of the management of the National Park ecosystem, often faced with a dilemma between the interests of biodiversity conservation and the interests and needs of the community for resources in TNGL. This study aims to determine the level of public knowledge, the role of society and government policies on the existence of GLNP and to see the factors and levels of correlation that have an impact on public knowledge, the role of society and government policies. The method used in this study is to use the Statistical Program From Social Science (SPSS) 22 and Microsoft Excel 2007. Data processing is carried out using the Spearman Rank Correlation Test formula to test the relationship between variables. Based on the Spearman Rank correlation test on public knowledge, the work and education factors have a significant correlation with GLNP, while the factors of gender, age, and number of family dependents are not significantly correlated. In the role of the community, the education factor has a significant correlation, while the factors of gender, age, occupation and number of family dependents have no significant correlation. In government policy, all characteristic factors have insignificant correlation to the existence of TNGL. Keywords: Community Knowledge, Community Role, Government Policy and TNGL in Ketambe Village 
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Daya Saing Kedelai Indonesia Nova Astylia Br Tarigan; Sofyan sofyan; Rahmaddiansyah Rahmaddiansyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.352 KB)

Abstract

 Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis perkembangan indeks daya saing (RCA), produksi, volume ekspor, dan harga kedelai Indonesia serta mengetahui faktor – faktor apa saja yang berpengaruh signifikan terhadap daya saing kedelai Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Indeks daya saing (RCA) kedelai Indonesia pada tahun 2006 – 2017 yaitu  1 yang artinya kedelai Indonesia tidak memiliki daya saing. Produksi kedelai Indonesia dan volume ekspor kedelai tahun  2006 – 2017 memiliki tren menurun, sedangkan harga kedelai Indonesia tahun 2006 – 2017 memiliki tren yang meningkat. Hasil regresi menunjukkan bahwa nilai R2 adalah 0,984. Artinya bahwa pengaruh variabel bebas (produksi, ekspor, harga, kebijakan tarif bea impor, kebijakan penyediaan benih ungul, dan kebijakan stabilisasi harga kedelai) terhadap daya saing kedelai Indonesia sebesar 98,4% dan  sisanya dapat dijelaskan oleh variabel lainnya diluar dari model penelitian. Secara serempak variabel produksi, ekspor, dan harga berpengaruh nyata terhadap indeks daya saing kedelai Indonesia. Secara parsial variabel ekspor dan harga kedelai Indonesia berpengaruh  nyata terhadap daya saing kedelai Indonesia. Sedangkan variabel produksi tidak berpengaruh nyata terhadap daya saing kedelai Indonesia. Trend kebijakan pemerintah terhadap variabel ekspor memberikan efek positif terhadap indeks daya saing kedelai Indonesia, sedangkan trend kebijakan pemerintah terhadap variabel produksi dan harga berpengaruh negatif terhadap indeks daya saing. Berdasarkan kriteria kebijakan – kebijakan yang dijadikan variabel penelitian, kebijakan tarif bea impor dan kebijakan penyediaan benih merupakan kebijakan yang paling unggul untuk meningkatkan daya saing kedelai dibandingkan kebijakan lainnya.Analysis of Factor that Influence the competitiveness of Indonesia soybeansThe purpose of this study is to analyze the development of the competitiveness index (RCA), production, export volumes, and prices of Indonesian soybeans and find out what factors significantly influence the competitiveness of Indonesian soybeans. The results of this study indicate that the Indonesian soybean competitiveness index (RCA) in 2006 - 2017 is 1 which means that Indonesian soybeans do not have competitiveness. Indonesian soybean production and the volume of soybean exports in 2006 - 2017 have a downward trend, while the prices of Indonesian soybeans in 2006 - 2017 have an upward trend. The regression results show that the value of R2 is 0.984. This means that the influence of independent variables (production, exports, prices, import customs tariff policies, ungul seed supply policies, and soybean price stabilization policies) on the competitiveness of Indonesian soybeans is 98.4% and the rest can be explained by other variables outside the research model. Simultaneously the production, export and price variables significantly influence the Indonesian soybean competitiveness index. Partially the export variables and the price of Indonesian soybeans have a significant effect on the competitiveness of Indonesian soybeans. While the production variable does not significantly affect the competitiveness of Indonesian soybeans. Government policy trends on export variables have a positive effect on Indonesia's soybean competitiveness index, while government policy trends on production and price variables have a negative effect on competitiveness index. Based on the criteria of policies used as research variables, import tariffs and seed supply policies are the most superior policies to improve soybean competitiveness compared to other policies.
Teknik Pengomposan Limbah Pelepah Sawit Dengan Mengunakan Aerobic Inoculum Manure Sapi Hafit Razeki Taruna; Ramayanty Bulan Bulan; Darwin Darwin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (866.586 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i4.12764

Abstract

Abstrak. penelitian ini bertujuan untuk pengomposan limbah sawit dengan menggunakan aerobik inokulum manure  sapi. Hasil cacahan pelepah sawit kemudian di campurkan dengan mengunakan manure sapi dan menghitung kadar air pelepah, dengan suhu 105 °C, total solid,analisis NPK,kadar abu dan analisis nilai pH.Proses pengomposan dilakukan selama 20 hari,yaitu pda tanggal  27 juli sampai tanggal 17 agustus 2018 di labaratorium teknik pertanian Universitas Syiah Kuala. Pengomposan dilakukan dengan proses pencacahan pelepah sawit dan kemudian pelepah yang telah disimpan 3, 5, 7, 9  hari setelah dipotong dari tanaman sawit daerah.  Kecamatan  Arongan Lambalek, pelepah dengan campuran manure dimasukkan dalam drum  dengan 5 kg pelepah, dalam satu drum. Hasil pencacahan pelepah sawit 5, 10, 15 tahun umur pelepah yang telah dimasukkan 10% manure sapi, sebelum proses pengomposan dilakukan terlebih dulu proses inoculum.Palm oil Front Composting Techniques Using Aerobic Inoculum Manure From CowsAbstract. This study aims to make palm oil waste compost using aerobic inoculum of cow dung. The results of chopped palm leaves are then mixed using cow dung and calculates the water content of the midrib, with a temperature of 105 ° C, total solids, NPK analysis, ash content and pH value analysis. The composting process is carried out for 20 days, namely on July 27 starting August 17, 2018 in the agricultural engineering laboratory of Syiah Kuala University. Composting is done by the process of counting palm leaves and then leaves that have been opened 3, 5, 7, 9 days after being cut from regional oil palm plantations. In the Regency of Arongan Lambalek, a midrib with a fertilizer mixture is put into a drum with a midrib of 5 kg, in one drum. The results of the calculation of oil palm leaves are 5, 10, 15 years, the age of the midrib which includes 10% cow dung, before the composting process is carried out before the inoculum process.
Perubahan Beberapa Sifat Fisika Tanah Akibat Pemberian Limbah Cair Industri Kelapa Sawit Mhd Rizha Fahlevi; Manfarizah Manfarizah; Hairul Basri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.594 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i4.12818

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan beberapa sifat fisika dan kimia tanah akibat pemberian limbah cair industri kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan di kebun PT Austindo Nusantara Jaya Agri Binanga kabupaten Padang Lawas Utara Sumatera Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan melakukan survey dan pengambilan sampel tanah dengan teknik zigzag, sampel tanah yang diambil adalah sampel tanah utuh dan tidak utuh dengan menggunakan ring sampel dan bor tanah. Selanjutnya dianalisis di laboratorium Fisika Tanah, selanjutnya data hasil analisis laboratorium dilakukan uji anova dengan menggunakan rancangan RAK non faktorial. Hasil analisis uji anova menunjukkan bahwa perlakuan yang dicobakan tidak berbeda nyata terhadap sifat fisika tanah yang diamati. Namun hasil pengamatan terhadap kelas masing masing parameter sifat fisika tanah khususnya untuk permeabilitas terjadi perubahan kelas dari agak lambat menjadi sedang. Sementara untuk parameter yang lain tidak terjadi perubahan kelas. Pemberian limbah cair kelapa sawit secara umum dapat merubah sifat kimia tanah seperti pH, C-organik, N-total, dan K-dd. Khusus untuk P-tersedia meningkat dari kelas sangat rendah menjadi sangat tinggi dengan nilai 59,85 ppm.(Changes in Some Physical Properties of Soil As a Result of Giving Liquid Palm Oil Industry Waste)Abstract. This study aims to determine changes in some physical and chemical properties of soil due to the provision of liquid waste from the palm oil industry. This research was conducted in the garden of PT Austindo Nusantara Jaya Agri Binanga, Padang Lawas Utara, North Sumatra. The method used in this research is a descriptive method by conducting surveys and soil sampling with zigzag technique, soil samples taken are intact and non-intact soil samples using ring samples and ground drill. Furthermore, it is analyzed in the Soil Physics laboratory, then the results of laboratory analysis data are carried out using ANOVA test using a non factorial RCBD design. Anova test analysis results showed that the treatments tested were not significantly different from the physical properties of the soil observed. However, the results of observations of each class of the parameters of soil physical properties, especially for permeability, changes in class from slow to moderate. While for other parameters there is no change in class. The provision of palm oil liquid waste in general can change the soil chemical properties such as pH, C-organic, N-total, and K-dd. Especially for the P-available increased from very low class to very high with a value of 59.85 ppm.
Pengaruh Motivasi Terhadap Produktivitas Tenaga Kerja Pemanen Kelapa Sawit Kabupaten Aceh Tamiang Tia Maulida; Sofyan Sofyan; Teuku Fauzi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.617 KB)

Abstract

Pentingnya dilakukan penelitian ini merupakan salah satu petunjuk untuk mengetahui kemampuan seseorang atau sekelompok tenaga kerja dalam satu tahapan produksi maupun keseluruhan proses produksi. PT. Semadam adalah perusahaan besar yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit dimana motivasi kerja menjadi sangat penting dan menjadi masalah pokok dalam mencapai tujuan. Penelitian ini bertujuan : 1) Untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja terhadap produktivitas tenaga kerja panen pada   PT. Semadam Kabupaten Aceh Tamiang 2) Untuk mengetahui faktor-faktor lain yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja pemanen pada PT. Semadam Kabupaten Aceh Tamiang. Penelitian ini menggunakan dua analisis yaitu analisis Chi Square dan analisis regresi linear berganda. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga kerja di bagian produksi panen di setiap afdeling yang bekerja di PT. Seumadam dengan menggunakan metode sensus. Dari hasil analisis menggunakan Chi Square diperoleh nilai sebesar 21,340 dan nilai probabilitas 0,00 0,05 maka Ha diterima dan H0 ditolak artinya motivasi memiliki hubungan terhadap produktivitas tenaga kerja pemanen kelapa sawit di PT. Semadam Kabupaten Aceh Tamiang. Dari hasil analisis regresi linear berganda secara parsial (uji t) dari lima variabel yaitu umur, lama bekerja, jumlah tanggungan, pendidikan dan premi panen, hanya variabel premi panen yang memberikan pengaruh nyata terhadap produktivitas tenaga kerja pemanen kelapa sawit di PT. Semadam Kabupaten Aceh Tamiang. Sedangkan secara simultan (uji f) variabel umur, lama bekerja, jumlah tanggungan, pendidikan dan premi panen secara bersama-sama mempengaruhi produktivitas tenaga kerja pemanen kelapa sawit di PT. Semadam Kabupaten Aceh Tamiang. 
Pengaruh Rasio Kulit Buah Kopi dan Air serta Konsentrasi Gula terhadap Mutu Sirup Kulit Buah Kopi Desi Laila Sari; Eva Murlida; Yuliani Aisyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.832 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i2.11065

Abstract

Abstrak.  Kopi merupakan salah satu tanaman hasil perkebunan yang biasa dikonsumsi dalam bentuk minuman. Saat ini kopi sudah menjadi bagian dari kebiasaan dan budaya masyarakat baik di pedesaan maupun perkotaan. Ada banyak jenis kopi yang beredar di pasaran, akan tetapi yang umum adalah kopi Arabika, Robusta dan Liberica. Salah satu permasalahan utama dan terbesar dalam proses pengolahan buah kopi menjadi biji adalah penanganan limbah buah kopi baik limbah padat (kulit kopi) maupun limbah cair (air cucian kopi dan lendir kulit buah kopi). Kulit buah kopi mengandung air, serta, gula, tanin, mineral, lemak, senyawa volatil dan senyawa lainnya. Penelitian ini dilakukan untuk  mengetahui pengaruh rasio kulit buah kopi dan air serta konsentrasi gula yang digunakan terhadap mutu sirup kulit buah kopi yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola Faktorial yang terdiri atas dua faktor. Faktor pertama adalah rasio kulit kopi dan air (R), yang terdiri atas 3 taraf 1:1 (R1), 1:1,5 (R2) dan 1:2 (R3). Faktor kedua adalah konsentrasi gula (K), yang terdiri atas 3 taraf yaitu 9100% (K1), 10025% (K2) dan 11050% (K3)[L1] . Kombinasi perlakuan adalah 3 x 3 = 9. Setiap perlakuan dilakukan ulangan sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 27 satuan percobaan. Analisis yang dilakukan terhadap sirup kulit buah kopi meliputi analisis viskositas, pH, total asam, organoleptik (hedonik) dan aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio kulit buah kopi dan air  berpengaruh nyata terhadap aroma sirup kulit buah kopi. Adapun konsentrasi gula berpengaruh sangat nyata terhadap pH sirup kulit buah kopi. Interaksi antara rasio kulit buah kopi dan air serta konsentrasi gula berpengaruh sangat nyata terhadap total asam dan warna sirup kulit buah kopi. Ekstrak sari buah jamblang yang dihasilkan memiliki viskositas berkisar dari 5,50 cP-82,50 cP; pH berkisar dari 1-5,6 ; total asam berkisar 0,16%-0,45%.; hedonik warna berkisar dari 2,79-3,37 (tidak suka - netral); hedonik aroma berkisar dari 2,44-3,32 (tidak suka - netral); hedonik rasa berkisar dari 3,16-3,63 (netral); hedonik kekentalan berkisar dari 2,68 – 3,72 (tidak suka - netral) dan aktivitas antioksidan berkisar dari 0,30-0,32%. Abstract. Coffee is one of the plantations that are usually consumed in the form of drinks. Currently coffee has become part of the habits and culture of the community both in rural and urban areas. There are many types of coffee on the market, but the common ones are Arabica, Robusta and Liberica coffee. One of the main and biggest problems in processing coffee fruit into seeds is handling coffee fruit waste both solid waste (coffee skin) and liquid waste (coffee washing water and coffee fruit skin mucus). The skin of coffee fruit contains water, as well as sugar, tannins, minerals, fats, volatile compounds and other compounds. This study was conducted to determine the effect of the ratio of coffee and water rind and the concentration of sugar used to the quality of coffee fruit skin syrup produced. This study uses a Completely Randomized Design (CRD) with a Factorial pattern consisting of two factors. The first factor is the ratio of coffee skin and water (R), which consists of 3 levels 1: 1 (R1), 1: 1.5 (R2) and 1: 2 (R3). The second factor is the concentration of sugar (K), which consists of 3 levels namely 90% (K1), 100% (K2) and 110% (K3). The treatment combination is 3 x 3 = 9. Each treatment is repeated 3 times to obtain 27 experimental units. Analysis carried out on coffee fruit skin syrup included analysis of viscosity, pH, total acid, organoleptic (hedonic) and antioxidant activity. The results showed that the ratio of coffee and water rind significantly affected the aroma of coffee fruit skin syrup. The concentration of sugar has a very significant effect on the pH of coffee fruit skin syrup. The interaction between the ratio of coffee fruit skin and water and sugar concentration had a very significant effect on the total acidity and color of coffee fruit skin syrup. The resulting jamblang fruit extract has viscosity ranging from 5.50 cP-82.50 cP; pH ranges from 1-5.6; total acid ranged from 0.16% -0.45%; hedonic colors range from 2.79-3.37 (dislike - neutral); hedonic scents range from 2.44-3.32 (dislike - neutral); hedonic taste ranges from 3.16-3.63 (neutral); hedonic viscosity ranges from 2.68 - 3.72 (dislike - neutral) and antioxidant activity ranges from 0.30-0.32%.

Page 52 of 103 | Total Record : 1028