cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Pengaruh Jumlah Lubang Perforasi dan Lama Penyimpanan Terhadap Warna dan Total Padatan Terlarut Cabai Merah Muhammad Rijal; Purwana Satriyo; Sri Hartuti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.813 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i1.19078

Abstract

Abstrak, Produk hortikultura seperti cabai merah mengalami kemunduran kualitas yang dicirikan dengan perubahan warna dan berkurangnya kandungan gizi yang cepat, untuk mempertahankan mutu selama penyimpanan perlu pengemasan dan penyimpanan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jumlah lubang perforasi kemasan dan lama penyimpanan terhadap warna dan jumlah total padatan terlarut cabai merah. Response surface methodology dengan Central Composite Design (CCD) digunakan untuk memperoleh model matematis yang menggambarkan hubungan antara jumlah lubang perforasi kemasan (X1) dan lama penyimpanan (X2), terhadap warna hue (Y1) dan total padatan terlarut (Y2) cabai merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah lubang perforasi kemasan dan lama penyimpanan tidak berpengaruh nyata terhadap perubahan warna dan kadar total padatan terlarut.The Effect of Number of Perforation Holes and length of Storage on The Color and Total of Dissolved Solids In Red ChiliAbstract. Horticultural products such as red chilies experience a decline in quality which is characterized by color changes and rapid loss of nutritional content, to maintain quality during storage, proper packaging and storage are needed. This study aims to determine the relationship between the number of perforations in the packaging and storage time on the color and total dissolved solids of red chili. Response surface methodology with Central Composite Design (CCD) was used to obtain a mathematical model that describes the relationship between the number of packaging perforations (X1) and storage time (X2), the hue color (Y1) and total dissolved solids (Y2) of red chili. The results showed that the number of perforations in the packaging and storage time did not significantly affect the color change and the total dissolved solids content.
Pengaruh Keragaman Sumber Pakan Terhadap Kualitas Madu Lebah (Apis cerana Fabr, 1798) Di Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli Sumatera Utara Rizky Agustin Tanjung; Ryan Moulana; Saida Rasnovi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.163 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i4.18698

Abstract

Abstrak. Madu adalah cairan alami yang umumnya mempunyai rasa manis, yang dihasilkan oleh lebah madu dari nektar bunga (nectar floral) atau bagian tanaman selain bunga (nectar ekstra floral). Lebah madu dan tanaman bunga memiliki hubungan yang saling menguntungkan yaitu lebah melakukan proses penyerbukan dan tanaman bunga sebagai fasilitator sumber pakan lebah.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas madu yang berasal dari keragaman sumber pakan yang berbeda berdasarkan kadar air, gula pereduksi, keasaman, abu, padatan tak larut, aktivitas enzim diatase, rasa, warna dan kekentalan. Penelitian ini dilakukan di Balai Penelitian Dan Pengembangan Lingkungan Hidup Dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli Sumatera Utara selama tiga bulan. Metode pengambilan data dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial, terdiri dari dua perlakuan masing-masing tiga ulangan. Data uji kimia dianalisis secara deskriptif dan anova dengan perbandingan nilai SNI. Data yang didapatkan berdasarkan data kuantitatif dialanisis ANOVA  (Analysis of variance) dan data kualitatif dianalisis dengan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga parameter uji yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan SNI yaitu gula pereduksi (madu satu jenis tanaman 70% dan madu banyak jenis tanaman 68%), aktivitas enzim diatase (madu satu jenis tanaman 5 DN dan madu banyak jenis tanaman 4,28 DN) dan keasaman (madu satu jenis tanaman 3,31 dan madu banyak jenis tanaman 3,53).Abstract. Honey is a natural liquid that generally has a sweet taste, which is produced by honey bees from flower nectar (floral nectar) or plant parts other than flowers (extra floral nectar). Honey bees and flower plants have a mutually beneficial relationship, namely bees carry out the pollination process and flower plants as facilitators of bee food sources. This study aims to determine the quality of honey derived from a variety of different feed sources based on water content, reducing sugar, acidity, ash insoluble solids, enzyme activity, taste, color and viscosity. This research was conducted at the Research and Development Center for Environment and Forestry (BP2LHK) Aek Nauli, North Sumatra for three months. The method of data collection was carried out by a non-factorial Completely Randomized Design (CRD), consisting of two treatments with three replications each. Chemical test data were analyzed descriptively and ANOVA with the comparison of SNI values. The data obtained based on quantitative data were analyzed by ANOVA (Analysis of variance) and qualitative data were analyzed by organoleptic tests. The results showed that there were three test parameters that were in accordance with the standards set by SNI, namely reducing sugars (honey of one plant species 70% and honey of many species of plants 68%), the activity of enzymes attached (honey of one species of plant 5 DN and honey of many species of plants 4 ,28 DN) and acidity (honey of one species of plant 3.31 and honey of many species of plant 3.53). 
Sistem Akuisisi Gambar Menggunakan Kamera 3D Kinect V2 Untuk Memonitoring Ketinggian Tanaman Pakcoy (Brassica Rapa L.) Azizah Alma; Ichwana Ichwana; Indera Sakti Nasution
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1155.544 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i3.17540

Abstract

Abstrak. Tinggi tanaman merupakan  salah satu parameter utama pertumbuhan tanaman pakcoy yang dibudidaya secara hidroponik. Oleh karena itu perlu dilakukan pengukuran tinggi tanaman dimana membutuhkan waktu relatif lama jika di ukur secara manual. Maka solusi dari permasalahan ini adalah pengukuran otomatis menggunakan pengolahan citra utuk menggantikan tenaga manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang dan memonitoring ketinggian tanaman pakcoy sistem hidroponik menggunakan teknologi pengolahan citra dan kamera 3D Kinect v2 terintegrasi dengan komputer. Penelitian ini terdapat dua pengukuran yaitu dengan cara manual menggunakan penggaris, dan pengambilan citra menggunakan kinect v2 dengan resolusi kamera 1920 x 1080 piksel, Sampel tanaman pakcoy yang digunakan pada penelitian ini pada umur 2,3 dan 4 minggu sebanyak 60 sampel. Pengambilan citra dilakukan pada sore hari yaitu dimulai pada jam 15.00-17.00. Data citra depth yang dihasilkan diolah menggunakan software Halcon HDevelop 20.05 Student Edition dengan memasukkan algoritma dan diidentifikasi menggunakan metode Distance Transform dan Watersheds Segmentation berfungsi untuk memisahkan antara objek dengan latar belakang (background) dan membuat batas antara satu objek dengan objek lainnya yang bersentuhan ataupun berhimpit, untuk menentukan jarak tiap-tiap daun yang terdeteksi dengan kamera kinect v2 digunakan metode histogram pada pengolahan citra. Berdasarkan hasil pengujian menggunakan teknologi pengolahan citra digital sensor kinect v2 telah terbukti mampu untuk mengumpulkan data tinggi tanaman pakcoy. Persentase akurasi pada pengukuran tinggi tanaman secara actual dan kinect v2 dengan metode Root mean squre error (RMSE) yaitu 2 dengan kriteria baik, sedangkan menggunakan metode mean absolute percentage error (MAPE) yaitu sebesar 93%.Image Acquisition System Using Kinect V2 3D Camera for Monitoring Pakcoy (Brassica Rapa L.) Plant HeightAbstract. Plant height is one of the main parameters for the growth of pakcoy plants that are cultivated hydroponically. Therefore it is necessary to measure the height of the plant which takes a relatively long time if it is actually measured. So the solution to this problem is automatic measurement using image processing to replace human labor. The purpose of this research is to design and monitor the height of the hydroponic system pakcoy plant using image processing technology and a 3D Kinect v2 camera integrated with a computer. In this study, there are two measurements, namely manually using a ruler, and image taking using kinect v2 with a camera resolution of 1920 x 1080 pixels. Pakcoy plant samples used in this study at the age of 2,3 and 4 weeks were 60 samples. Image retrieval is carried out in the afternoon, starting at 15.00-17.00. The resulting depth image data is processed using Halcon HDevelop 20.05 Student Edition software by entering an algorithm and identified using the Distance Transform and Watersheds Segmentation method, which functions to separate objects from the background and create boundaries between objects that touch or coincide. To determine the distance of each leaf detected by the kinect v2 camera, the histogram method was used in image processing. Based on the test results using digital image processing technology, the kinect v2 sensor has been proven to be able to collect data on the height of pakcoy plants. The percentage of accuracy in the actual measurement of plant height and kinect v2 using the Root mean squre error (RMSE) method is 2 with good criteria, while using the mean absolute percentage error (MAPE) method, which is 93%.
Karakteristik Sarang Orangutan Sumatera (Pongo abelii Lesson 1827) di Stasiun Penelitian Soraya, Kawasan Ekosistem Leuser Mardiana Mardiana; Erdiansyah Rahmi; Rita Andini
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.548 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i3.14857

Abstract

 Abstrak. Orangutan sumatera (Pongo abelii) merupakan spesies langka yang dilindungi dan telah dimasukkan oleh International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) ke dalam kategori satwa yang berstatus krisis atau “critically endangered”. Berbagai kegiatan manusia yang menyebabkan luasan habitat orangutan terus berkurang, seperti pembalakan liar dan perambahan hutan. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya untuk mempertahankan keberlangsungan hidup orangutan sumatera (Pongo abelii) khususnya di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) melalui penyediaan informasi mengenai karakteristik sarang orangutan sebagai acuan dalam rangka konservasi orangutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis karakteristik pohon sarang orangutan sumatera (Pongo abelii) di Stasiun Penelitian Soraya. Penelitian menggunakan metode transek pada tiga transek dengan panjang 1 km dan lebar (50 m ke kanan dan 50 m ke kiri). Jumlah sarang yang ditemukan adalah sebanyak 27 sarang dengan jenis pohon yang mendominasi sebagai sarang orangutan adalah pohon Streblus elongatus dan Syzigium spp. dengan jumlah masing-masing 4 pohon (15%). Rata-rata tinggi pohon sarang dari permukaan tanah adalah 17,47 m, dan tinggi sarang antara 15,25 m, tinggi pohon sarang dengan tinggi sarang memiliki hubungan yang kuat. Rata-rata diameter pohon sarang yaitu 13,37 - 35,17 cm. Semakin besar berat badan orangutan tersebut maka semakin besar pula diameter yang dipilih orangutan sebagai pohon sarang. Karakteristik sarang berdasarkan kelas sarang yang paling banyak ditemukan adalah pada kelas C (sarang sudah lama dan sebagian daun sudah layu dan hilang serta terlihat lubang-lubang kecil) yaitu sebanyak 18 sarang, sedangkan posisi yang paling banyak ditemukan adalah posisi 3 (sarang berada pada ujung atau pucuk pohon utama) dengan jumlah sebanyak 13 sarang.Characteristics of Sumatran Orangutan (Pongo abelii) Nest at the Soraya Research Station, Leuser EcosystemAbstract. Sumatran orangutan (Pongo abelii) is a rare species that is protected and has been included by the International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) in the category of critically endangered animals. Various human activities that cause the orangutan habitat area continues to decrease, such as illegal logging and forest encroachment. Therefore it is necessary to make efforts to maintain the survival of sumatran orangutans (Pongo abelii) especially in the Leuser Ecosystem (KEL) by providing information on the characteristics of orangutan nests as a reference in the conservation of orangutans. This study aims to identify and analyze the characteristics of the Sumatran orangutan nest tree (Pongo abelii) at the Soraya Research Station. The study used a transect method on three transects with a length of 1 km and width (50 m to the right and 50 m to the left). The number of nests found was as many as 27 nests with tree species that dominated as orangutan nests were Streblus elongatus and Syzigium spp. with a total of 4 trees (15%) each. The average height of the nest tree from the ground surface is 17,47 m, and the nest height is 15,25 m, the height of the nest tree with the height of the nest has a strong relationship. The average diameter of the nest tree is 13,37-35,17 cm. The greater the weight of the orangutan, the greater the diameter the orangutan chooses as a nest tree. The characteristics of nests based on the nest class most commonly found are in class C (nests are old and some leaves have withered and disappeared and there are small holes visible) as many as 18 nests, while the position most commonly found is position 3 (nest is at the end or the main tree shoots) with a total of 13 nests.
Pengaruh Pupuk Hayati Bioboost dan Pupuk Guano Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang tanah (Arachis hypogeae L.) Mittha Ulhair; Nurhayati Nurhayati; Jumini Jumini
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.483 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.9555

Abstract

Abstrak. Tanaman kacang tanah merupakan komoditi agrobisnis yang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi dan salah satu sumber protein dan lemak dalam pola pangan masyarakat Indonesia. Kebutuhan kacang tanah dari tahun ke tahun mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk Indonesia, kebutuhan gizi masyarakat, diversifikasi pangan, serta meningkatnya kapasitas industry makanan dan pakan di Indonesia. Namun produksi kacang tanah di dalam negeri belum mencukupi kebutuhan penduduk Indonesia yang masih memerlukan impor dari luar negeri. Oleh sebab itu pemerintah  masih terus berusaha untuk meningkatkan produksi melalui intensifikasi dan perluasan areal pertanaman. Penggunaan pupuk hayati bioboost dan pupuk guano sebagai suatu pilihan dalam pengelolaan tanah untuk tujuan pemulihan dan peningkatan kualitas kesuburan tanah terdegradasi. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pupuk hayati bioboost dengan dosis pupuk guano yang sesuai, serta mengetahui ada tidaknya interaksi yang nyata antara konsentrasi pupuk hayati bioboost dengan dosis pupuk guano terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah.Penelitian dilakukan di kebun percobaan sektor selatan Fakultas Pertanian Universitas Syiah kuala Darussalam Banda Aceh. Penelitian telah dilaksanakan dari bulan Oktober sampai Desember 2017. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok pola faktorial 4 x 3 dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk hayati bioboost berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah polong, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 14, 21, dan 28 HST, berat polong, jumlah polong bernas, jumlah polong hampa, berat 100 butir biji, berat biji per tanaman dan potensi hasil. Pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah cenderung lebih baik di jumpai pada konsentrasi 10 ml/L air. Pemberian dosis  pupuk guano berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah polong bernas, berpengaruh nyata terhadap jumlah polong, berat biji per tanaman, dan potensi hasil dan berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 14, 21, dan 28 HST, berat polong, jumlah polong hampa dan berat 100 butir biji. Hasil yang cenderung lebih baik dijumpai pada dosis 20 ton/ha. Terdapat interaksi yang sangat nyata antara konsentrasi pupuk bioboost dengan dosis pupuk guano terhadap berat biji per tanaman dan potensi hasil serta nyata pada jumlah polong dan berat 100 butir biji.Kombinasi yang lebih baik dijumpai pada perlakuan konsentrasi pupuk bioboost 5 ml/Liter air dan dosis pupuk guano 20 ton/haAbstract. Peanut is an agricultural commodity with high level of economic value and one of protein and fat sources in Indonesian’s food pattern. The need of peanut from year to year increases as the population growth, the need of nutrient for society, food diversification and the capacity of food industry in Indonesia increase. Yet the domestic production of peanut has not reach the level of Indonesian’s need yet and needs to be imported from aboard. Hence, the government keeps struggling in order to increase the number of production through intensification and extention ofcultivating area. The use of biological bioboost manure and guano manure as choices in managing the soil in order to recover and increase the quality of degradated soil fertile. This research aims to know the effect of biological bioboost manure concentration and proper dose of guano manure, and to know whether there is a significant interaction between biological bioboost manure concentration and dose of guano manure toward peanut growth and production result. This research is done in pilot-field south sector of Fakultas Pertanian Universitas Syiah kuala Darussalam Banda Aceh. This research has been done during October to December 2017. The experimental plan used in this research is group random plan (RAK) factorial 4 x 3 pattern with 3 iterations. The result shows that biological bioboost manure has significant effect toward the number of beans, yet has no significant effect toward the height of plant age 14, 21 and 28 HST, weight of beans, number of filled out beans, number of empty beans, weight of 100 grain of seed, weight of seed per plant and potentional result. The concentration of bioboost manure tends to get better in effecting the growth and the result of peanut plantation in concentration of 10 ml/L water. The giving of dose of guano manure has significant effect toward number of filled out beans, number of beans, weight of seed per plant, and potential result yet has no significant effect toward the height of plant age 14, 21 and 28 HST, weight of beans, number of empty beans and weight of 100 grain of seed. The result tends to get better in dose of 20 ton/ha.
Pengaruh Jenis Mikoriza dan Jumlah Populasi Tanaman Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis (Zea mays L.) multazam palepi; jumini jumini; syaffrudin syaffrudin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.371 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i1.10341

Abstract

Abstrak.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis mikoriza dan populasi tanaman terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis, serta interaksi antara jenis mikoriza dengan populasi tanaman terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2017 sampai Januari 2018 di Desa Blang Krueng, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar. Rancangan Penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 3 x 2 dengan  3 ulangan. Faktor yang diteliti yaitu jenis mikoriza dan populasi tanaman. Faktor jenis mikoirza terdiri dari 3 taraf yaitu ; mikoriza glomus mosseae, gigaspora dan campuran. Faktor populasi tanman terdiri atas 2 taraf yaitu : satu benih dan dua benih. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan jenis mikoriza campuran secara umum menghasilkan pertumbuhan dan  hasil  tanaman jagung yang lebih baik. Sedangkan populasi tamanan yang terbaik adalah satu tamanan. Selanjutnya Interaksi yang lebih baik terdapat  pada jenis mikoriza campuran dengan  populasi tamanan pada parameter diameter batang 15 HST dan 30 HST, berat basah akar dan berat buah berkelobot, diameter tongkol,berat buah tampa kelobot dan potensi hasil per hektar. The effect of Mycoriza Types and Number of Crop Populations on Growth and Yield of Sweet CornAbstractThis research purposes to know the effect of mycoriza types and the population of  the plants toward the growth and yield of sweet corn and the interaction between mycoriza types and the population of  the plants to the growth and yield of sweet corn. This research was carried out in November 2017 until Januari 2018 at Blang Krueng village, Baitussalam sub-district, Aceh Besar Regency and Physiology Laboratory, faculty of Agriculture, Syiah Kuala University. This research was conducted Randomized Block Design factorial pattern 3 x 2 with 3 replications. The factors studied in this research are mycoriza types and the population of  the plants. 3 types of mycoriza types are glomus mosseae mycoriza, gigaspora and the mixture of glomus mosseae and gigaspora. and 2 types of the population of  the plants are using one seed and two seed. The result of this research pointed out that the using of the mixture mycoriza type generally increased the growth and yield of sweet corn.  Whereas, the using of the population  of  the plants with one seed had showed the best result. And the better interaction is obtained in the mixture mycoriza with the population of  the plants in there after a good interaction is present in mixed mycorrhizae species with plan population on the diameter of tehstem 15 HST and 30 HST, the weight of the root base and the weight of the weighted fruit, the diameter of the cob weight of the without any weight fruit and the potential yield per hactare.
Analisis Ketimpangan Pendapatan Masyarakat Kecamatan Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan Hera Widiasari; Zakiah Zakiah; Sofyan Sofyan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.188 KB)

Abstract

Abstrak. Distribusi pendapatan adalah pembagian penghasilan di dalam masyarakat. Dalam proses produksi, para pemilik faktor produksi akan menerima imbalan seharga faktor produksi yang diberikan dalm proses produksi. Proses membayar harga barang. Akan tetapi pada saat yang lain akan menjadi penyedia faktor modal, tenaga kerja, sumberdaya alam, atau faktor keahlian sehingga, pada saat tertentu akan menerima bagian pendapatan pada saat yang lain pula akan membayar harga barang. Kabupaten Aceh Selatan merupakan wilayah yang memiliki 13,48% tingkat kemiskinannya. Hal ini menunjukkan bahwa angka kemiskinan di wilayah tersebut tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan wilayah lainnya seperti Aceh Singkil, Gayo Lues dan juga Pidie Jaya. Seiring dengan terjadinya transformasi perekonomian daerah maka profesi penduduk yang bekerja pada sektor sebagai petani juga sudah mulai menurun. Sementara penduduk yang bekerja pada sektor jasa dan manufaktur relatif meningkat jumlahnya dalam proporsi penduduk yang bekerja di Kabupaten Aceh Selatan. Kondisi ini menunjukkan sektor pertanian tidak lagi dominan dalam menyerap tenaga kerja di Kabupaten Aceh Selatan. Rumusan masalah penelitian adalah bagaimakah distribusi pendapatan masyarakat kecamatan Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan distribusi pendapatan masyarakat kecamatan Tapaktuan di Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini dilakukan/dilaksanakan pada bulan Oktober hingga November 2018. Pemilihan lokasi berdasarkan adanya klasifikasi pekerjaan seperti petani, PNS, buruh, pedagang dan nelayan. Data atau sampel yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 60 responden diambil secara startified random sampling, yaitu sampel yang diambil berdasarkann tujuan tertentu dimana sampel terdiri dari 60 responden dari 639 populasi yang ada, sehingga sampel yang diambil sebesar 10% dari jumlsh populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya masyarakat di kecamatan Tapaktuan memiliki mata pencaharian yang berbeda – beda yaitu petani, pedagang, PNS, buruh dan nelayan. Nilai Koefisien gini (gini ratio) untuk distribusi pendapatan masyarakat sampel di Kecamatan Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan pada tahun 2018 adalah sebesar 0,39 maka dapat diketahui bahwa tingkat ketimpangan pendapatan masyarakat sampel berada dalam kategori sedang.
Karakteristik Pengeringan Serai Dapur (Cymbopogon citratus L.) Menggunakan Tray Dryer Berdasarkan Proses Blanching yang Berbeda Achyar Fadsy; Bambang Sukarno Putra; Ratna Ratna
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.757 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i1.10204

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik pengeringan serai dapur menggunakan alat pengering Tray Dryer berdasarkan perlakuan blanching yang berbeda untuk produksi bubuk serai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan perlakuan tanpa blanching, blanching dengan uap, dan blanching dengan air panas. Parameter penelitian meliputi suhu lingkungan, kelembaban udara, kecepatan aliran udara, pengukuran bobot selama pengeringan, pengukuran kadar air selama pengeringan, laju pengeringan, kadar air bubuk serai dapur, rendemen, dan uji organoleptik (aroma dan warna). Uji hedonik dilakukan terhadap 30 orang panelis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan tanpa blanching, blanching uap, dan blanching air tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air, namun berpengaruh nyata pada rendemen, organoleptik aroma, dan organoleptik warna. Berdasarkan hasil uji lanjut Beda Nyata terkecil (BNt), dapat disimpulkan bahwa perlakuan terbaik didapatkan pada perlakuan blanching dengan uap. Pada perlakuan tersebut diperoleh rendemen sebesar 18,17%, kadar air 8,85%, skor kesukaan terhadap warna 4 (suka) dan skor kesukaan terhadap bau 4 (suka).Characteristic of Lemongrass Drying (Cymbopogon citratus L) Using Try Dryer Based on Different Blanching ProcessAbstract. This study was to examine the characteristics of drying the lemongrass using a Tray Dryer based on different blanching treatments for the production of lemongrass powder. This study used a non-factorial Random Design (RAL) with treatment without blanching, steam blanching, and hot water blanching. Parameter research include ambient temperature, air humidity, air velocity, weight measurement during drying, moisture measurement during drying, drying rate, water content of lemongrass powder, rendement, and organoleptic test (aroma and color). The hedonic test was conducted on 30 panelists. The results of this study showed that blanching treatment, blanching of steam, and water blanching had no significant effect on water content, but had significant effect on yield, organoleptic flavor, and organoleptic color. Based on the results of a further test Significant Difference (LSD), it can be concluded that the best treatment is obtained in the treatment steam blanching. In the treatment obtained rendemen of 18.17%, water content 8.85%, favorite score on color 4 (like) and favorite score of smell 4 (like).
Studi Gerak Operator pada Pengoperasian Trailer Tipe Konvensional untuk Traktor Roda Dua Jenis Roda Sangkar di Lahan Sawit Rahma Yunita; Muhammad Dhafir; Muhammad Idkham
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.357 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i3.20925

Abstract

Abstrak : Traktor roda dua dapat digunakan sebagai alat transportasi di lahan pertanian, tetapi jarang digunakan karena masih terdapat permasalahan pada saat pengoperasiaannya. Sulitnya pengoperasian traktor yang digandengkan dengan trailer karena keterbatasan operatornya, serta sulitnya pengendalian stang pada saat lintasan berbelok. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis gerak dan postur operator pada pengoperasian trailer konvensional menggunakan roda sangkar di lahan sawit yang diperlukan untuk meminimalkan resiko kerja. Data diambil dengan menggunakan kuesioner dan rekaman video operator pada saat pengoperasian traktor dan trailer dengan berbagai kemiringan lahan, muatan serta lintasan lurus atau belok. Hasil yang diperoleh secara umum menunjukkan bahwasanya analisis SAG (selang alami gerakan) mendapatkan hasil bahwasannya bagian tubuh operator yang berisiko cedera yaitu pada tubuh bagian atas (upper limbs) yang meliputi tangan, lengan bawah, dan lengan atas dan tubuh bagian bawah (lower limbs) yang meliputi paha, lutut, betis, dan kaki. Kata Kunci : SAG, trailer konvensional dan traktor roda dua. Abstract : Two-wheel tractors can be used as a means of transportation on agricultural land, but are rarely used because there are still problems when operating them. The difficulty of operating a tractor coupled with a trailer is due to the limitations of the operator, as well as the difficulty of controlling the handlebar when the track turns. This study aims to analyze the motion and posture of the operator in the operation of conventional trailers using cage wheels on oil palm land which is needed to minimize work risks. Data were collected using questionnaires and video recordings of operators during the operation of tractors and trailers with various slopes, loads and straight or turn trajectories. The results obtained in general show that the ROM analysis (Range Of Motion) results that the operator's body parts that are at risk of injury are the upper limbs which include the hands, forearms, and upper arms and lower limbs. which includes the thighs, knees, calves, and feet. Keywords : ROM, conventional trailer and two-wheel tractor. 
Analisis Faktor-Faktor Penyebab Kredit Macet Oleh Nasabah Sektor Usaha Agribisnis (Studi Kasus Pada BPR Aceh Besar) Kurnia Maiza Satria; Suyanti Kasimin; Teuku Makmur
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1338.641 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.1267

Abstract

The purpose of this study to determine the characteristics of their loan borrowers Aceh Besar in the sector of agribusiness that has bad credit and to determine the factors that cause the bad loans by businesses agribusiness BPR Aceh Besar. The location of this research is in the rural banks (BPR) in Aceh Besar Jln. Banda Aceh Medan KM. 9 NO.5 Lambaro District Ingin Jaya, Aceh Besar district. The object of this research is great Aceh BPR customers who experienced a delay in the repayment of credit, especially in the agri-business customers in this study the effect of non-payment of loan repayments due to several factors including: the age of the borrower, business experience, number of dependents, level of education and business turnover. Results showed characteristics of respondents who experienced bad credit in Aceh Besar BPR average age was 37 years, with a junior high education level graduates, have experience in trading business an average of 12 years and the number of dependents who owned as many as 2 people. Main types of work vegetables and grocery merchants. When viewed from the start of this business is that most of 2009 with the number of 4 and a maximum of 2004 as many as one person. While the results of the analysis showed that age, and level of education has a negative correlation to the occurrence of bad loans, while the level of business experience, business turnover of dependents and have a positive relationship to the causes of bad loans by the merchant in the agribusiness sector. Keywords: Bad Debt, Customer, Agribusiness Sector

Page 77 of 103 | Total Record : 1028