cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Pengaruh Beberapa Jenis dan Dosis Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan Tanaman Pegagan (Centella asiatica L.) Cut Farah Nurfanisya; Nanda Mayani; Trisda Kurniawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.29 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i3.20746

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pengaruh dari beberapa jenis dan dosis pupuk organik terhadap pertumbuhan tanaman pegagan. Penelitian ini berlangsung di Rumah Kaca 1, Laboratorium Hortikultura, dan Laboratorium Ilmu Gulma Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, dari bulan Agustus sampai November 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor jenis pupuk organik yang meliputi 3 taraf berupa pupuk kandang sapi, pupuk kompos serasah daun trembesi dan pupuk kompos tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Faktor dosis pupuk organik yang meliputi 4 taraf berupa 10, 20, 30 dan 40 ton ha-1. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasannya jenis pupuk organik berpengaruh sangat nyata terhadap panjang akar serta berpengaruh nyata terhadap pertambahan jumlah stolon umur 75 HSPT (Hari Setelah Pindah Tanam). Pupuk kompos TKKS merupakan jenis pupuk organik yang terbaik untuk pertumbuhan tanaman pegagan. Dosis pupuk organik berpengaruh nyata terhadap panjang akar, berat akar, dan berat kering keseluruhan tanaman. Dosis pupuk organik yang terbaik untuk pertumbuhan tanaman pegagan yaitu 10 ton ha-1. Interaksi antara beberapa jenis dan dosis pupuk organik sangat nyata terhadap pertambahan jumlah stolon umur 75 HSPT. Kombinasi perlakuan terbaik yaitu pupuk kompos TKKS dengan dosis 10 ton ha-1.Types and Doses of Organic Fertilizer Effect on Growth of Pegagan (Centella asiatica L.)Abstract. This research aims to find out the effect of the types and doses of organic fertilizer on the growth of pennywort. This research was conducted at Greenhouse 1, Horticulture Laboratory, and Weed Science Laboratory of Agriculture Faculty, Syiah Kuala University, Banda Aceh, from August to November 2021. This research used a factorial completely randomized with 2 factors and 3 replications. The types of organic fertilizer factor which includes of 3 levels, there are cow manure, trembesi leaf litter compost, and empty bunch of oil palm compost. The doses of organic fertilizer factor which includes of 4 levels, there are 10, 20, 30, and 40 tons ha-1. The results showed that the types of organic fertilizer has a very significant effect on the root length, and has a significant effect on the increase the number of stolons at the age of 75 DAP (Days After Planting). Empty bunch of oil palm compost was the best type of organic fertilizer for the growth of pennywort. The doses of organic fertilizer has a significant effect on the root length, root weight, and the dry weight of the whole plant. The best doses of organic fertilizer for the growth of pennywort was 10 tons ha-1. The interaction between the types and doses of organic fertilizer was very significant on the increase the number of stolons at the age of 75 DAP. The best combination of treatments was empty bunch of oil palm compost 10 tons ha-1.
Pengaruh Konsentrasi Giberelin Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Beberapa Varietas Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Farah Zairina; Marai Rahmawati; Mardhiah Hayati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.516 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i2.20155

Abstract

Bawang merah memiliki harga jual yang tinggi di pasaran. Penggunaan giberelin pada beberapa varietas bawang merah merupakan faktor pendukung dalam berhasilnya budidaya bawang merah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari kedua faktor yang diteliti yaitu konsentrasi giberalin dan varietas, serta interaksi antara kedua faktor tersebut. Pelaksanaan penelitian dilakukan di Kebun Percobaan dua dan Laboratorium Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala dari Juni hingga Agustus 2021. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial 3 x 3 dengan tiga ulangan. Faktor yang diteliti yaitu konsentrasi giberelin (0 ppm, 125 ppm, dan 250 ppm) dan tiga varietas (Bima Brebes, Tajuk, dan Vietnam). Hasil penelitian memperlihatkan, konsentrasi giberelin berpengaruh nyata pada tinggi tanaman umur 40 HST. Tanaman tertinggi dijumpai pada perlakuan kontrol. Tinggi tanaman umur 70 HST tertinggi pada varietas Tajuk. Jumlah anakan per rumpun umur 30, 40, 50, 60 dan 70 HST, dan jumlah umbi per rumpun tertinggi pada varietas Bima Brebes. Tidak terdapat interaksi yang nyata antara kedua faktor yang diteliti. The Effect of Gibberellin Concentration on Growth and Yield of Several Shallot (Allium ascalonicum L.) VarietiesShallots are commodities that have a high selling value in the market. The use of gibberellins in several shallot varieties is a supporting factor to the success of shallot cultivation. The purpose of this research is to appropriate concentration of gibberellins and varieties, as well as the interaction between these two factors on the growth and yield of shallots. This research was conducted in Experimental Garden 2 and Horticulture Laboratory, Agriculture Faculty, Syiah Kuala University during June until August 2021. This research used a 3 x 3 factorial randomized block design that repeated three times. The factors researched was the concentration of gibberellins (0 ppm, 125 ppm, 250 ppm) and three shallot varieties (Bima Brebes variety, Tajuk variety, and Vietnam variety). The results showed, that the concentration of gibberellins significant to plant height on 40 DAP. The highest plants were found in the control treatment. The highest plant at 70 DAP was found in Tajuk variety. The best number of saplings per clump on 30, 40, 50, 60, and 70 DAP, and the number of bulbs per clump on Bima Brebes variety. There was no interaction between the concentration of gibberellins and shallot varieties on all observed variables.
Pengaruh Suhu dan Waktu Penyangraian Terhadap Warna Bubuk Kopi Arabika Nosy Islamyco; Mustaqimah Mustaqimah; Diswandi Nurba
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.009 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i1.19521

Abstract

Abstrak. Penyangraian kopi adalah pemanggangan kopi yang menggunakan perlakuan panas yang membentuk aroma dan citarasa kopi. Pada proses penyangraian warna biji kopi mengalami perubahan seiring berjalannya proses penyangraian dari warna biji kopi hijau menjadi kecoklatan/ hitam. Penyangraian bertujuan untuk menghasilkan kopi sangrai dengan warna kayu manis kehitaman. Warna dan rasa kopi yang akan dikonsumsi ditentukan oleh proses penyangraian. Faktor terpenting dari proses penyangraian adalah variasi suhu dan waktu saat penyangraian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan warna bubuk kopi berdasarkan suhu dan waktu penyangraian dengan menggunakan camera digital dan aplikasi adobe photoshop. Metode analisis ini dapat mendeteksi warna dan rata-rata dalam satuan nilai permukaan L*a*b* bahan pangan. Warna dan struktur citra digital bubuk kopi dapat dianalisis di layar komputer. Oleh karena itu digunakan metode aplikasi citra digital, khususnya kamera digital Sony A5000 Mirrorless tanpa cahaya kamera dan dengan jarak fokus 12 cm dari objek. Setelah itu, gambar yang dihasilkan diplot terhadap warna dalam Adobe Photoshop Cs6. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan perlakuan variasi suhu dan lama penyangraian yang terdiri dari tiga taraf, yaitu suhu penyangraian terdiri dari suhu 200°C, 205°C dan 210°C sedangkan lama penyangraian terdiri dari 10 menit, 12 menit, dan 14 menit. Setiap perlakuan dilakukan tiga kali ulangan sehingga diperoleh 27 (dua puluh tujuh) satuan percobaan. Dari keseluruhan penelitian ini menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan nyata warna bubuk kopi antara perlakuan variasi suhu dan waktu penyangraian biji kopi dengan uji Duncan pada signifikan p0,05.Kata kunci : Penyangraian, bubuk kopi,warna, L*a*b The Effect Of Roating Temperature And Time On The Color Of Arabica CoffeeAbstract. Coffee roasting is coffee roasting that uses heat treatment to form the aroma and taste of coffee. In the roasting process, the color of the coffee beans changes as the roasting process progresses from the color of the green coffee beans to brownish/black. Roasting aims to produce roasted coffee with a black cinnamon color. The color and taste of the coffee to be consumed is determined by the roasting process. The most important factor in the roasting process is the variation in temperature and time of roasting. The purpose of this study was to analyze differences in the color of coffee grounds based on temperature and roasting time using a digital camera and adobe photoshop application. This analytical method can detect the color and average in units of surface value L*a*b* food ingredients. The color and structure of the digital image of coffee grounds can be analyzed on a computer screen. Therefore, the digital image application method is used, especially the Sony A5000 Mirrorless digital camera without camera light and with a focal distance of 12 cm from the object. After that, the resulting image is plotted against the colors in Adobe Photoshop Cs6. The research design used was a Factorial Completely Randomized Design (CRD) with variations in temperature and roasting time consisting of three levels, namely the roasting temperature consisting of 200°C, 205°C and 210°C while the roasting time consisted of 10 minutes, 12 minutes, and 14 minutes. Each treatment was repeated three times to obtain 27 (twenty seven) experimental units. Overall, this study stated that there was no significant difference in the color of coffee grounds between the treatment with variations in temperature and roasting time of coffee beans with Duncan's test at significant p0.05.Keywords : Roasting, coffee grounds, color, L*a*b
Karakteristik Sifat Fisik, Kimia dan Organoleptik Tepung Biji Asam Jawa (Tamarindus indica L. ) dengan Variasi Lama Penyangraian dan Perendaman Hanum Farida; Yuliani Aisyah; Zaidiyah Zaidiyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.351 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i4.18309

Abstract

Tanaman asam jawa (Tamarindus indica L.) merupakan suatu tanaman yang memiliki buah yang asam rasanya. Didalam daging buah asam jawa terdapat biji asam jawa yang dapat diolah menjadi tepung. Ada beberapa kandungan yang sangat bermanfaat didalam biji asam jawa yaitu seperti tannin, antioksidan, protein, mineral,serat dan kandungan karbohidrat yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh lama penyangraian dan perendaman terhadap sifat fisik, kimia dan organoleptik tepung biji asam jawa. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor. Faktor I yaitu lama penyangraian (L) terdiri dari dua taraf, yaitu L1 = 8 menit, L2 = 12 menit, dan faktor II yaitu lama perendaman (P) terdiri dari tiga taraf, yaitu P1 = 12 jam, P2 = 18 jam, P3 = 24 jam. Dengan demikian terdapat 6 kombinasi perlakuan dengan menggunakan 3 kali ulangan sehingga diperoleh 18 satuan percobaan. Analisis yang dilakukan pada tepung biji asam jawa meliputi analisis sifat fisik yaitu, rendemen dan viskositas dan analisis sifat kimia yaitu kadar air, kadar abu, kadar pati, kadar protein, kadar serat kasar, kadar lemak, kadar karbohidrat, dan swelling power. Analisis sensori yang dilakukan berupa uji hedonik yaitu tekstur, warna dan aroma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor lama penyangraian berpengaruh nyata terhadap penilaian warna oleh panelis pada tepung biji asam jawa yang dihasilkan. Faktor lama perendaman berpengaruh nyata terhadap kadar pati dan swelling power pada tepung biji asam jawa. Faktor lama penyangraian dan perendaman tidak berpengaruh nyata terhadap kadar abu, viskositas, tekstur dan aroma pada tepung biji asam jawa.
Evaluasi Program Pencetakan Sawah Baru (Studi Kasus di Kecamatan Kota Jantho) M Syam Reza Purba; Suyanti Kasimin; Otto Nur Abdullah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.16 KB)

Abstract

While in the 2016, Aceh Besar government had printed 512 acres new paddy field successfully that scattered in several villages. The new paddy field that had been printed successfully had been realized by 100% as the planned target, but several villages didn’t reach the planting area target. It means there still hurdles in the several villages that hindering so that new paddy field can’t be used as the planting area, especially Jantho district. Therefore, it’s necessary to have an evaluation of the success of a new paddy field printing program. The purpose of this research is to analyze and describe the evaluation of a new paddy field printing program based on CIPP (Context, Input, Process and Product) evaluation model. The data used in this research are primary and secondary data. Researchers used descriptive analysis based on CIPP model program. The result of this research show that the paddy field printing program that had been done in Kota Jantho district still has several ineffective aspects from each CIPP  component based on descriptive analyzing and CIPP model program evaluation. The ineffective aspects are 1) Agricultural conseling officers (PPL) availability, 2) New rice field printing program recipients (farmers) availability, 3) Aceh Besar government’s supports, 4) The Hurdles faced by the farmers in utilizing the new rice field printed and 5) The rice’s  harvest growth in Kota Jantho district.
Pengaruh Tinggi Tekanan pada Selang Kirico terhadap Keseragaman Penyebaran Air, Pertumbuhan dan Hasil Sawi Hijau (Brassica chinensis) Hasmalinar Hasmalinar; Ichwana Ichwana; Susi Chairani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.401 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i3.15226

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan tinggi tekanan pada selang Kirico terhadap keseragaman penyebaran air (CU dan DU) serta pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau (Brassica chinensis). Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola non faktorial. Tinggi tekanan yang digunakan terdiri dari tiga perlakuan, yaitu: tinggi tekanan 6 psi (T1), tinggi tekanan 9 psi (T2) dan tinggi tekanan 12 psi (T3). Variabel respon yang diamati di lapangan terdiri dari tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, bobot berangkasan basah dan bobot berangkasan kering. Berdasarkan hasil analisis sidik ragam ANOVA pada parameter koefisien keseragaman (CU) dan keseragaman distribusi (DU) yang diuji diperoleh F hitung F tabel dan signifikansinya 0,025 0,05. Tinggi tekanan pada selang Kirico yang optimal terhadap keseragaman penyebaran air dengan luas bedeng (8 x 1) m2 adalah pada perlakuan T2 yakni dengan menggunakan tinggi tekanan 9 psi. Hasil rata-rata pengujian koefisien keseragaman (CU) tiap perlakuan adalah T1 85,62%, T2 89,61% dan T3 85,73%. Hasil rata-rata pengujian keseragaman distribusi (DU) tiap perlakuan adalah T1 77,14%, T2 83,49% dan T3 77,32%. Tinggi tekanan yang optimal terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terdapat pada perlakuan T2 yakni dengan menggunakan tinggi tekanan 9 psi dimana rata-rata tinggi tanaman T1 30,85 cm, T2 32,15 cm dan T3 30,30 cm. Rata-rata jumlah daun T1 21 helai, T2 21 helai dan T3 20 helai. Rata-rata panjang akar T1 8,03 cm, T2 8,06 cm dan T3 7,93 cm. Bobot berangkasan basah T1 305,25 gram, T2 323,75 gram dan T3 299 gram. Bobot berangkasan kering T1 181,58 gram, T2 206,15 gram dan T3 186,88 gram.Effect of Head Pressures of Kirico Hose on Water Distribution Uniformity, Growth and Yield of Green Mustard (Brassica chinensis) Abstract. The purpose of this study was to determine the effect of the head pressure differences in Kirico hose in the uniformity of water distribution (CU and DU) as well as the growth and yield of mustard greens (Brassica chinensis). The research method used was an experimental method in the form of Randomized Group Design (RBD) with a non factorial pattern. The head pressures used were 6 psi (T1), 9 psi (T2) and 12 psi (T3), respectively. Response variables observed in the field were plant height, number of leaves, root length, wet and dry weights. Based on ANOVA analysis on parameters of coefficient uniformity (CU) and distribution uniformity (DU), F count F table with significancy of 0.025 0.05. The optimal head pressure for Kirico hose to irrigate the area of 8 x 1 m2 was 9 psi (T2). The results showed that the averages of coefficient uniformity (CU) for each treatment were: 85.62% (T1), 89.61% (T2) and 85.73% (T3), respectively. Mean while, the averages of distribution uniformity (DU) for each treatment were: 77.14% (T1), 83.49% (T2) and 77.32% (T3), respectively. The averages of plant height for each treatment were: 30.85 cm (T1), 32.15 cm (T2) and 30.30 cm (T3), respectively. The number of leaves averages were: 21 (T1), 21 (T2) and 20 (T3), respectively. The root length averages were: 8.03 cm (T1), 8.06 cm (T2) and 7.93 cm (T3). The wet/dry weights were: 305.25/181,58 grams (T1), 323.75/206,15 grams (T2), and 299/186.88 grams (T3), respectively.
Uji Konsentrasi dan Lama Perendaman Ekstrak Buah Mahkota Dewa Sebagai Molusisida Nabati Terhadap Mortalitas Keong Mas (Pomacea canaliculata Lamarck) Anna Farisa; Muhammad Sayuthi; Alfian Rusdy
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (916.962 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.9523

Abstract

Abstrak Keong Mas adalah salah satu hama utama pada areal pertanaman padi yang tingkat serangannya tergolong cukup tinggi hingga dapat menyebabkan gagal panen. Buah mahkota dewa merupakan tanaman yang berpotensi sebagai pestisida nabati yang diketahui mengandung zat aktif seperti alkaloid, tannin, flavonoid, fenol, saponin, dan minyak atsiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi dan lama perendaman ekstrak dari buah mahkota dewa yang efektif terhadap mortalitas keong mas (Pomacea. canaliculata). Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi buah mahkota dewa sebanyak 5 g, 10g dan 15 g dan faktor kedua adalah lama perendaman selama 24 jam, 48 jam, dan 72 jam. Pengamatan meliputi mortalitas keong mas, penghambatan makan dan rata-rata waktu kematian. Hasil pengamatan penggunaan ekstrak buah mahkota dewa sebagai molusisida nabati dengan konsentrasi 15 g/l air dan lama perendaman 72 jam (K3L3) efektif untuk menurunkan daya hidup (motalitas) keong mas hingga mencapai 89,09% dan penghambat makan keong mas tertinggi terdapat pada kombinasi perlakuan K1L2 dengan persentase nilai 47,90%, sedangkan untuk kecepatan waktu kematian keong mas setelah dilakukan pengaplikasian menggunakan ekstrak buah mahkota dewa berkerja efektif pada perlakuan kosentrasi K3 dan lama perendaman efektif pada perlakuan L3.(Concentration Test and Submersion Time of God Crown Extract as Bio Molluscicide On Golden Snail Mortalities Pomacea canaliculata Lamarck)Abstract The golden snail is one of the main pests in rice cultivation area which has a high level of attack so that it can cause crop failure. God’s crown fruit is a plant that has the potential as a bio pesticide which is known containing chemical substances such as alkaloids, tannins, flavonoids, phenols, saponins, and essential oils. The purpose of this research was to determine the concentration and submersion time of extracts from the fruit of god crown which is effective against the mortality of golden snails (Pomacea canaliculata). Research method used was experimental method using Completely Randomized Design method (RAL) with factorial pattern consisting of 2 factors. The first factor was 5 g, 10 g and 15 g of the concentration of the god crown and the second factor were 24 hours, 48 hours and 72 hours of submersion time. The observation included golden snail mortality, feeding inhibition and the average time of mortality. The results of observations of the usage of the god crown fruit extract as bio molluscicide with a concentration of 15 g / l of water and 72 hours of submersion time (K3L3) were effective to reduce the life  (mortality) of snails to reach 89.09% and the highest snail eating inhibitors were found in the combination K1L2 treatment with a percentage value of 47.90%, while for the golden snail average time of mortality after application using fruit extract of god crown worked effectively on the treatment of K3 concentration and the submersion time is effective in L3 treatment.
Analisis Variabilitas dan Heritabilitas Mutan Padi (Oryza Sativa L.) M3 Hasil Iradiasi Sinar Gamma Pada Sistem Pertanian Organik Irsat Adanan Harahap; Efendi Efendi; Syafruddin Syafruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.068 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i1.10343

Abstract

Iradiasi sinar gamma menyebabkan terjadinya perubahan genetika pada padi Sanbei Mutan yang diwariskan keketurunannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui heritabilitas padi mutan 3 terhadap induknya M2. Metode penilitian yang digunakan adalah Analisis Deskriptif yang ditata dalam bentuk rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial, menggunakan satu faktor pengaruh galur dengan Sanberasi M3 ada 37 galur dan Sanbei Asli 3 ulangan total 40 galur. Bahan yang digunakan  adalah  benih padi, kapas, air, pupuk organik, pupuk daun, dekomposer, tanah entisol, dan Alat yang digunakan adalah petridish, incubator, ayakan tanah, head magnifier, meteran, kamera, pinset, tray, ember besar, klip plastik kecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  beberapa galur M3 memiliki heritabiltas tinggi, cukup tinggi dan rendah terhadap induknya M2 pada pengamatan tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, panjang malai, tinggi tanaman, berat malai dan jumlah malai. Perlakuan pengaruh galur membuat pertumbuhan padi Mutan 3 jadi beragam dan penanaman secara organik tak menjadi kendala produksi pada penanaman padi Mutan 3.
Segmentasi Responden Pengguna Produk Kahf berdasarkan Karakternya di Kalangan Mahasiswa Universitas Syiah Kuala Indri Puspita Indah; Ryan Moulana; Irfan Irfan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.23448

Abstract

Abstrak. Segmentasi responden merupakan suatu strategi yang bertujuan untuk membagi responden menjadi kelompok-kelompok yang berbeda berdasarkan karakteristiknya, baik pendapatan, pengeluaran, pengetahuan, dan lokasi pembelian produk.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui segmentasi responden yang menggunakan produk Kahf berdasarkan karakternya di kalangan mahasiswa Universitas Syiah Kuala. Penelitian dilakukan pada bulan Juli - Oktober 2022 di Universitas Syiah Kuala. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 100 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat dengan bantuan program software SPSS (Statistic Package for the Social Sciens) versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden pengguna produk kahf terbanyak adalah dari kelompok responden dengan  pendapatan perbulan berkisar Rp.500.000 – Rp.1.000.000, dengan pengeluaran per bulan untuk personal care berkisar Rp.50.000 – Rp.150.000. Faktor utama responden dalam menggunakan produk personal care adalah faktor kebutuhan. Responden mengetahui personal care berlabel halal terutama dari iklan, dan membelinya di minimarket.Segmentation of Respondents who use Kahf products based on their characteristics among students at the University of Syiah KualaAbstract. Segmentation of respondents is a strategy that aims to divide respondents into different groups based on their characteristics, such as income, expenses, knowledge, and location of product purchases. The purpose of this study is to determine the segmentation of respondents who use Kahf products based on their characteristics students Syiah Kuala University. The research was conducted in July - October 2022 at Syiah Kuala University. The research method used is descriptive quantitative method, the sampling technique uses purposive sampling technique. The total of samples in this research are 100 respondents. Data analysis used univariate analysis with the help of the SPSS (Statistic Package for the Social Sciences) software program version 25. The results showed that the characteristics of the respondents who used the most kahf products were from the respondent group with a monthly income ranging from IDR 500,000 – IDR 1,000,000, with spending for personal care ranges from IDR 50,000 – IDR 150,000. The main factor of respondents in using personal care products is the need factor. Respondents know about personal care labeled halal, especially from advertisements, and buy it at the minimarket.
Aplikasi Biochar Terhadap Perubahan Sifat Fisika Tanah dan Pertumbuhan Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Muriadin Muriadin; Manfarizah Manfarizah; Darusman Darusman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.22110

Abstract

Abstrak. Biochar merupakan arang hayati berpori hasil pembakaran secara pirolisis. Biochar mempunyai pori yang banyak dan mampu menyimpan nutrisis tanaman jangka waktu yang lama. Biochar kaya akan karbon, sehingga dapat digunakan sebagai pembenah tanah. Limbah pertanian memiliki potensi besar sebagai bahan baku biochar, namun yang lebih berpotensi untuk dijadikan biochar adalah limbah dari kelapa muda dan ampas tebu karena mudah tersedia dalam jumlah banyak. Biochar dapat memperbaiki sifat fisika tanah, seperti berat volume tanah, porositas tanah dan stabilitas agregat, karena biochar memiliki pori-pori yang banyak sehingga penyimpanan air tinggi yang dapat mempengaruhi perbaikan sifat fisika tanah dan pertumbuhan pakcoy. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial, terdiri dari 7 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuannya yaitu: Kontrol (B0), Biochar kelapa muda 20 t ha-1 (B1), Biochar kelapa muda 30 t ha-1 (B2), Biochar kelapa muda 40 t ha-1 (B3), Biochar ampas tebu 20 t ha-1 (B4), Biochar ampas tebu 30 t ha-1 (B5) dan Biochar ampas tebu 40 t ha-1 (B6). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar kelapa muda dan ampas tebu tidak berpengaruh nyata pada sifat fisika tanah, namun berpengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan pakcoy. Hal ini disebabkan biochar mampu menyimpan air di dalam ruang pori sehingga tanaman tidak kekurangan air sehingga meningkatkan penyerapan hara pada tanaman dengan baik. Perlakuan biochar ampas tebu 30 t ha-1 memiliki pengaruh pertumbuhan pakcoy terbaik.Application of Biochar to Changes of Soil Physical Properties and Pakcoy Growth (Brassica rapa L.)Abstract. Biochar is a porous biological charcoal resulting from pyrolysis combustion. Biochar has many pores and is able to store plant nutrients for a long time. Biochar is rich in carbon, so it can be used as a soil enhancer. Agricultural waste has great potential as raw material for biochar, but what has more potential to be used as biochar is waste from young coconuts and bagasse because they are easily available in large quantities. Biochar can improve soil physical properties, such as soil volume weight, soil porosity and aggregate stability, because biochar has many pores so that water storage is high which can affect the improvement of soil physical properties and pakcoy growth. This study used a non-factorial completely randomized design, consisting of 7 treatments and 3 replications. The treatments were: control (B0), young coconut biochar 20 t ha-1 (B1), young coconut biochar 30 t ha-1 (B2), young coconut biochar 40 t ha-1 (B3), bagasse biochar 20 t ha-1 (B4), bagasse biochar 30 t ha-1 (B5) and bagasse biochar 40 t ha-1 (B6). The results showed that the application of young coconut biochar and bagasse did not significantly affect the physical properties of the soil, but had a significant effect on the growth parameters of pakcoy. This is because biochar is able to store water in the pore space so that plants do not lack water, thereby increasing nutrient absorption in plants properly. The biochar treatment of bagasse 30 t ha-1 had the best effect on pakcoy growth.

Page 97 of 103 | Total Record : 1028