cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Perlakuan Rizobakteri Pada Dua Varietas Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) Terhadap Patogen Terbawa Benih dan Peranannya Dalam Pemacu Pertumbuhan Tanaman Amelia Syahdani; Siti Hafsah; Syamsuddin Syamsuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.155 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i1.6426

Abstract

Abstrak. Tomat merupakan salah satu produk hortikultura yang sangat banyak diminati di kalangan masyarakat karena dapat dimanfaatkan sebagai bumbu masakan, pewarna makanan, kosmetik dan obat-obatan, namun tanaman ini sering diserang oleh organisme pengganggu tanaman khususnya penyakit. Perlakuan benih secara hayati (Biological Seed Treatment) menggunakan rizobakteri merupakan salah satu inovasi yang dikembangkan untuk pengendalian penyakit dan pemacu pertumbuhan tanaman. Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Unsyiah. Penelitian dimulai sejak bulan Mei hingga Agustus 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola non faktorial pada percobaan I terdiri dari 18 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali sehingga didapatkan masing-masing 54 satuan percobaan terhadap patogen Rhizoctonia solani dan 54 satuan percobaan terhadap patogen Sclerotium rolfsii sehingga didapatkan 108 total satuan percobaan. Pada perobaan II menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial terdiri dari 19 perlakuan rizobakteri dan 2 perlakuan varietas yang diulang sebanyak 2 kali Sehingga terdapat 38 kombinasi perlakuan yang terdiri dari 48 unit percobaan dengan 25 unit tanaman di setiap perlakuan. Hasil pengujian in vitro percobaan I dengan menggunakan metode uji kultur ganda dari 18 isolat rizobakteri terdapat lima isolat yang berpotensi sebagai agens biokontrol dengan memiliki daya hambat paling efektif yaitu HWI 4(1), HWI 5(1), HWI 5(4), HWI 8(6) dan BS3 4(5) terhadap Rhizoctonia solani namun memiliki daya hambat yang relatif rendah terhadap patogen Sclerotium rolfsii. Sedangkan pada Hasil penelitian percobaan II menunjukkan bahwa isolat yang efektif sebagai rizobakteri pemacu pertumbuhan tanaman (RPPT) terhadap proses perkecambahan benih tomat dalam meningkatkan viabilitas dan vigor benih adalah isolat SRK 5(3) dan HWI 4(5). Pada parameter pertumbuhan bibit isolat SRK 5(5) dan HWI 5(4) cenderung menunjukkan pengaruh yang efektif dibandingkan perlakukan lainnya. Varietas Servo lebih baik dibandingkan varietas Lentana terhadap viabilitas dan vigor benih. Treatment of Rizobakteri In Two Tomato Varieties (Lycopersicum esculentum Mill.) to pathogen carried seed and its role plant growth promotingAbstract. Tomato is one of the most popular horticultural products in the community because it can be used as food spices, food coloring, cosmetics and medicines, but this plant is often attacked by plant pest organisms, especially diseases. Biological Seed Treatment using rhizobacteria is one of the innovations developed for disease control and growth of plants. This research has been carried out in Agricultural Science and Technology Laboratory of Agrotechnology Majors Faculty of Agriculture Unsyiah. The study was conducted from May to August 2017. This study used a Completely Randomized Design (RAL) of non factorial pattern in experiment I consisted of 18 repeated treatments 3 times so that each of 54 experiments on pathogenic Rhizoctonia solani and 54 units of experiments Sclerotium rolfsii pathogens to obtain 108 total unit experiments. In the second experiment using Completely Randomized Design (RAL) the factorial pattern consisted of 19 rhizobacterial treatments and 2 repeated treatments of varieties 2 times. Thus there were 38 treatment combinations consisting of 48 experimental units with 25 plant units in each treatment. In vitro experimental results of experiment I using double culture test method from 18 rizobakteri isolates, there are five isolates that have potential as biocontrol agent with the most effective inhibition of HWI 4 (1), HWI 5 (1), HWI 5 (4), HWI 8 (6) and BS3 4 (5) to Rhizoctonia solani but have relatively low inhibitory resistance to Sclerotium rolfsii pathogens. While the results of the experimental study II showed that the effective isolates as plant growth rhizobacteria (RPPT) on the tomato seed germination process in increasing seed viability and vigor are isolates SRK 5 (3) and HWI 4 (5). In the growth parameters of seed isolates SRK 5 (5) and HWI 5 (4) tended to show an effective effect compared to other treatments. Servo variety is better than Lentana varieties on seed viability and vigor.
Identifikasi Faktor Penghambat Usahatani Nilam di Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar Aulia Persada; Teuku Makmur; Sofyan Sofyan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.102 KB)

Abstract

Nilam dengan nama ilmiah Pogostemon patchouli Pellem merupakan salah satu tanaman yang menghasilkan minyak atsiri (essential oil). Salah satu kecamatan yang memiliki potensi penanaman tanaman nilam dari segi geografis dan iklim adalah Kecamatan Lhoong. Kualitas minyak atsiri yang bagus ditambah dengan nilai ekonomis yang tinggi merupakan potensi besar dari usahatani. Namun potensi ini tidak termanfaatkan oleh masyarakat Kecamatan Lhoong, hal ini terlihat dari sedikitnya usahatani nilam yang ada di Kecamatan tersebut.  Rendahnya keberadaan usahatani nilam di Kecamatan Lhoong dipengaruhi oleh adanya faktor penghambat. penelitian ini bertujuan untuk mengidnetifikasi faktor – faktor yang menghambat usahatani nilam dan mengetahui faktor yang paling menghambat usahatani nilam di Kecamatan Lhoong. Dalam penelitian ini digunakan analisis Analitycal Hierarchy Process (AHP), untuk mengetahui tingkat prioritas dari setiap faktor yang menghambat. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa usahatani nilam di Kecamatan Lhoong terhambat oleh faktor harga, modal, pemasaran, ketersediaan tenaga kerja setempat, ketersediaan bibit, ketersediaan ketel penyulingan, akses lahan dan skill. Berdasarkan pengolahan AHP dapat disimpulkan bahwa faktor yang paling menghambat adalah faktor harga dengan bobot 0,301 diikuti faktor modal dengan bobot 0,239, ketersediaan ketel penyulingan dengan bobot 0,113, ketersediaan tenaga kerja lokal dengan bobot 0,106, pemasaran dengan bobot 0,086, ketersediaan bibit unggul  
Aplikasi Near Infrared Spectroscopy (NIRS) Untuk Mendeteksi Pencemaran Tanah Puji Meihani; Agus Arip Munawar; Devianti Devianti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2062.737 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i2.10854

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi pencemaran tanah (zat Pb, Zn dan Cu) dengan menggunakan NIRS. Metode yang dilakukan ialah skala laboratorium dan hasil uji menggunakan NIRS. Pada pengujian menggunakan NIRS, metode koreksi spektrum yang digunakan ialah Standard Normal Variate (SNV) dan De-Trending (DT) sedangkan dalam membangun model prediksi, metode regresi yang digunakan yakni Partial Least Square (PLS). Keakuratan model prediksi dilihat berdasarkan parameter statistika seperti r, R2, RMSEC dan RPD. Hasil yang didapatkan pada pengujian menggunakan NIRS pada prediksi data mentah untuk ketiga parameter (Pb, Zn dan Cu) didapatkan nilai RPD masing-masing 2.69, 2.69, dan 2.68. Nilai tersebut termasuk ke dalam kategori good model performance. Untuk meningkatkan nilai RPD, dilakukan prediksi setelah dikoreksi menggunakan SNV. Nilai RPD yang didapatkan pada masing-masing parameter (Pb, Zn dan Cu) adalah 5.21, 4.56, dan 4.78. Nilai-nilai prediksi tersebut masuk ke dalam kategori very good performance. Sedangkan nilai RPD untuk prediksi menggunakan SNV untuk ketiga parameter (Pb, Zn dan Cu) masing-masing 4.31, 4.39 dan 4.08 yang dikategorikan sebagai very good performance. Berdasarkan nilai RPD yang didapatkan dari ketiga prediksi, prediksi dengan menggunakan SNV yang paling baik karena memiliki nilai RPD yang paling tinggi.The Application of Near Infrared Spectroscopy (NIRS) to Soil Contamination DetectionAbstract. This study aims to soil pollution detection (Pb, Zn and Cu substances) by using NIRS. The method used are the laboratory scale and using NIRS. In using NIRS method, the spectrum correction method used is Standard Normal Variate (SNV) and De-Trending (DT). Prediction model using Partial Least Square (PLS). The accuracy of the prediction model is based on the statistical parameters such as r, R2, RMSEC and RPD. The results based on the NIRS method obtained the values of RPD are 2.69, 2.69, and 2.68 in prediction of raw data for parameters (Pb, Zn and Cu). These values belong to good model performance category. To increase the RPD score, prediction were made by using SNV spectrum correction method. RPD values obtained in each parameter (Pb, Zn and Cu) were 5.21, 4.56, and 4.78. These predictive values can be categorized as very good performance. The values of RPD for prediction used DT for the three parameters (Pb, Zn and Cu) 4.31, 4.39 and 4.08 which are categorized as very good performance. Based on RPD values obtained from the three predictions, predictions using SNV are the best because it has the highest RPD value.
Analisis Kelas Mutu Air Berdasarkan Baku Mutu di Sub DAS Kalarengkih Kabupaten Aceh Tengah Layli Nuriani; Hairul Basri; Khairullah Khairullah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.752 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i3.8286

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelas mutu air untuk kebutuhan penduduk berdasarkan baku mutu di sekitar Sub DAS Kalarengkih Kabupaten Aceh Tengah.. Lokasi di Sub DAS Kalarengkih Kecamatan Bintang Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang dilaksanakan melalui survei lapang dan analisis laboratorium. Untuk pengambilan sampel air dilakukan dengan cara purposive sampling yaitu pengambilan sampel dengan cara penarikan sampel yang dilakukan memilih subjek berdasarkan kriteria spesifik yang dianggap tepat dan sesuai terhadap fenomena yang diteliti yaitu terdiri dari 5 titik sampel. analisis kelas mutu air sungai mempergunakan baku mutu sebagai pembanding untuk kelayakan kualitas parameter sungai yaitu Peraturan Pemerintah No 82 Tahun 2001 yaitu mengkaji data baku mutu air hanya untuk parameter fisika (TSS, TDS, Temperatur, Kekeruhan) dan kimia (Nitrat, Nitrit, pH, BOD, COD, Sulfat) selanjutnya dapat ditentukan klasifikasi airnya. Hasil Kelas Mutu Air Sub DAS kalarengkih berdasarkan baku mutu pada titik 1 tergolong Kelas 1 yang berada pada hulu Sub DAS Kalarengkih. Pada titik 2, 3, 4 dan 5 tergolong Kelas 4  dengan faktor pembatas Nitrit yang melebihi batas ambang baku mutu, disamping itu pada titik 4 juga terdapat nilai Nitrat yang tinggi, Nitrit terdapat pada outlet yang berada pada areal persawahan sedangkan Nitrat outletnya berada pada areal pemukiman, hal ini diduga Nitrit berasal dari hasil pemupukan dan Nitrat diduga hasil dari buangan limbah pemukiman.Analysis Class of Water Quality Based on Quality Standard in Kalarengkih Wateshed Regency of Aceh TengahAbstract. This study aims to determine the quality class of water for the needs of the population based on quality standards around the Kalarengkih Sub-Basin Central Aceh Regency .. Location in Kalarengkih Sub DAS Sub-District Bintang Regency Central Aceh. The research used quantitative descriptive method implemented through field survey and laboratory analysis. For the sampling of water is done by purposive sampling that is sampling by way of sampling conducted by choosing subject based on specific criterion which is deemed appropriate and appropriate to phenomenon studied that consist of 5 point sample. analysis of river water quality class using quality standard as a comparison for the feasibility of river parameter quality that is Government Regulation No. 82 Year 2001 that is studying data of water quality standard only for physics parameter (TSS, TDS, Temperature, Turbidity) and chemistry (Nitrate, Nitrite, pH, BOD, COD, Sulfate) can then be determined water classification. Results Quality Class Water Sub DAS kalarengkih based on the quality standard at point 1 Class Class 1 located in the upstream Kalarengkih Sub-watershed. At point 2, 3, 4 and 5 belong to Class 4 with limiting factor of Nitrite which exceed the quality standard threshold, beside that at point 4 there is also high Nitrate value, Nitrite is in outlet located in rice field area while Nitrate outlet is in area settlement, it is suspected Nitrite comes from the result of fertilization and Nitrate is suspected to result from disposal of waste settlement.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi, Konsumsi, dan Harga Beras di Provinsi Aceh Ade Israwati; Teuku Makmur; Zakiah Zakiah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.863 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i4.5565

Abstract

Abstrak. Beras yang menjadi bagian bulir tanaman padi (Oryza Sativa L.) merupakan salah satu penganan pokok (primer) di Indonesia. Beras menjadi komoditas penting di Indonesia karena negara ini memiliki konsumsi beras per kapita terbesar di dunia. Provinsi Aceh merupakan salah satu provinsi dengan produksi padi tertinggi dan cukup stabil di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi produksi, konsumsi, dan harga beras di Provinsi Aceh dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif (deskriptif) dan metode kuantitatif. Model yang digunakan adalah modifikasi model ekonometri, yaitu metode 2SLS (two stage least square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi beras di Provinsi Aceh dipengaruhi oleh harga beras lokal, harga gabah tingkat petani, luas areal panen dan harga pupuk. Konsumsi beras di Provinsi Aceh dipengaruhi oleh harga beras lokal dan pendapatan perkapita penduduk. Dan harga jual beras lokal Provinsi Aceh produksi beras dan konsumsi beras.Factors Affecting Production, Consumption, and Price of Rice In Aceh Province.Abstract. Rice that come from rice plant (Oryza Sativa L.), is one of staple food (primary) in Indonesia. Rice become important commodity in Indonesia because this country being the largest rice consumption per capita in the world. Aceh province is one of province with the highest rice production and stable enough in Indonesia. This study aims to determine what factors that affect production, consumption, and price in Aceh, which is this sudy uses quantitative research method. The method that used in this research is qualitative method (descriptive) and quantitative method. The model that used is modification of econometric model, which is 2SLS method (two stage least square). The result of this study showed that rice production in Aceh Province are affected by local rice prices, grain prices on farmers level, harvest area, and fertilizer prices. Rice consumption in Aceh Province are affected by local rice prices and income per capita. And local rice prices in Aceh Province are affected by rice production and rice consumption.
Audit Energi Pada Proses Produksi CPO (Crude Palm Oil) Di PT. Socfindo Lae Butar Aceh Singkil Miswar Rahmad; Susi Chairani; Kiman Siregar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.145 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i1.6432

Abstract

Abstrak. Audit energi akan membantu perusahaan untuk mengetahui secara rinci kebutuhan energi dan efisiensi penggunaan alat dan mesin pada setiap tahapan produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji jenis penggunaan energi, jumlah dan sumber energi pada tiap tahapan proses produksi, menghitung kebutuhan energi SEC (Specific Energy Consumption) untuk menghasilkan per satuan produk CPO mengkaji peluang penghematan energi yang dapat dilakukan untuk memproduksi CPO. Besaranya energi total yang dibutuhkan untuk memproduksi CPO adalah sebesar 9,4650 MJ/kg CPO. Input energi terbesar berasal dari energi manusia 6,034 MJ/kg CPO atau 63,67 % dari energi total masukan energi pada proses pengolahan Tanda Buah Segar (TBS). Input terkecil berasal dari penggunaan energi solar 0,071 MJ/kg CPO atau 0,75 % dari masukan energi pada proses pengolahan TBS. Berdasarkan tahapan proses produksi, jumlah energi yang dibutuhkan pada  tahapan pengangkutan TBS sebesar 9,52 MJ/kg CPO, pengolahan TBS sebesar 8,563 MJ/kg CPO dan sarana pendukung sebesar 23,296 MJ/kg CPO. Konsumsi energi listrik yaitu sebesar 2,529 atau sebesar 26,72 % dari total masukan energi. Tahapan kegiatan pengolahan yang paling besar mengkonsumsi energi yaitu tahapan pengolahan biji sebesar 4,335 MJ/kg CPO atau 50,623 % dari total masukan energi untuk pengolahan TBS. Penghematan energi dapat dilakukan dengan cara meningkatkan jam olah riil untuk meningkatkan produksi TBS dan perbaikan paralatan atau mesin-mesin produksi sehingga mengurangi pemborosan terhadap konsumsi energi selama proses pengolahan.Audit Energi dalam Proses CPO (Crude Palm Oil) Produksi di PT. Socfindo Lae Butar, Aceh Singkil Abstract. The energy audit would  help the company to find out the energy requirements and the efficiency of the  tools and machinery usage at each stage of production in details. The purpose of this study was to examine the type of energy use, quantity and energy sources at each stage of the production process, calculate the energy needs of the SEC (Specific Energy Consumption) to produce per unit of CPO products, assess the energy saving opportunities that could be made to produce CPO. The total energy needed to produce CPO was 9,4650 MJ/ kg CPO. The biggest energy input derived  from human energy which was 6,034 MJ / kg CPO or 63,67% from total energy input to process the Fresh Fruit Bunches (FFB).  The smallest input derived from the use of solar energy which was 0,071 MJ / kg CPO or 0,75% from the energy input to process the FFB. Based on the production process stages, the amount of energy needed in the transportation phase of FFB, FFB processing and supporting facilities were 9,52 MJ/kg CPO, 8,563 MJ/kg CPO and 23,296 MJ/kg CPO, respectively. The electric energy consumption was 2.529 or 29.533% of the total energy input. Stage of processing activities that consumed the most energy was the processing stage of seeds which was 4.335 MJ / kg CPO or 50.623% of the total energy input for processing the FFB. The energy savings could  be made by increasing the real processing hours and repairing the production equipments or machines in order to reduce the waste of energy consumption during processing.
Laju Infiltrasi Lubang Resapan Biopori (LRB) Berdasarkan Jenis Bahan Organik Sebagai Upaya Konservasi Air dan Tanah Seva Darwia; Ichwana Ichwana; Mustafril Mustafril
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.631 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i1.2202

Abstract

Abstrak. Kota Banda Aceh menjadi daya tarik bagi masyarakat sebagai sentral kegiatan pendidikan dan ekonomi, sehingga membawa pengaruh bertambahnya jumlah penduduk yang menyebabkan kebutuhan lahan semakin meningkat. Lahan yang sebelumnya berfungsi sebagai daerah resapan air tersebut mengalami konversi lahan yang menyebabkan berkurangnya daerah resapan air sehingga ketika terjadinya hujan dengan intensitas tinggi air hujan tidak secara maksimal terinfiltrasi ke dalam tanah dan terjadi penggenangan. Maka, diperlukan upaya untuk meresapkan air hujan yang efektif  ke dalam tanah dengan menggunakan lubang resapan biopori. Salah satu tempat yang ingin diketahui besarnya laju infiltrasi menggunakan lubang resapan biopori adalah di lima halaman rumah dengan luas bidang kedap yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah lubang biopori yang dibutuhkan di setiap rumah serta mengetahui jumlah volume air yang terinfiltrasi. Jumlah volume air yang terinfiltrasi pada rumah A yaitu 2,88 ml, pada rumah B yaitu 6,12 ml, pada rumah C yaitu 10,24 ml, pada rumah D yaitu 4,26 ml, pada rumah E yaitu 2,17 ml selama pengukuran. Jumlah ideal LRB yang dibutuhkan pada setiap halaman rumah A, B, C, D dan E berturut-turut adalah 82, 51, 27, 71, dan 230 lubang dengan intensitas hujan sebesar 6,62 cm/jam. Infiltration Rate of Absorption Holes Biopore Based on Type of Organic Material as Water and Soil Conservation Efforts Abstract.  Banda Aceh appeal to the public as the central economic and educational activities, this bringing the influence of growing population and increasing land needs. Increasing population it brings increased land requirements. Previous land serves as the water catchment area of land conversion experience leading to reduced water catchment areas. So, when it rains with high intensity of rain water, is not optimally infiltrated into the soil and flooding occurred. We need efforts are needed to effectively absorb rain water into the ground. One of the places to know the magnitude of infiltration using biopori absorption holes are in five broad areas of the home page with different impermeable. This study aims to determine the amount of absorption wells which are needed in every houses and to know the volume of water that infiltrated. The total volume of water that infiltrated the house of A is 2.88 ml, at the house of B is 6.12 ml, at the house of C is 10.24 ml, at the house of D is 4.26 ml, at the house of E is 2.17 ml for measurement. LRB ideal amount needed at every driveway A, B, C, D and E are respectively is 82, 51, 27, 71, 230 holes with rain intensity of 6.62 cm / hour. 
Analisis Aspek Sumber Daya Manusia Terhadap Kinerja Petani Serai Wangi UD. Kawan Kita di Kecamatan Blangjerango Kabupaten Gayo Lues Irvan Meidi Gunawan; Safrida Safrida; Cut Faradilla
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.267 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.23189

Abstract

Abstrak: Serai wangi salah satu komoditas ekspor agroindustri yang dapat menjadi andalan bagi Indonesia untuk mendapatkan devisa. Data statistik ekspor-impor dunia menunjukan bahwa konsumsi minyak naik sekitar 10% dari tahun ke tahun. Menurut BPS (2020), Gayo Lues memiliki luas areal tanaman serai wangi mencapai 17.285 Ha dengan produksi 2.870 ton. Kabupaten Gayo Lues memiliki 11 Kecamatan, salah satunya adalah Kecamatan Blangjerango, yang memiliki lahan serai wangi cukup luas dibandingkan Kecamatan lainnya. Menurut BPS (2020), Blangjerango memiliki luas areal lahan serai wangi mencapai 4.212 Ha dengan produksi 699 ton. Penelitian ini bertujuan untuk melihat aspek kompetensi, motivasi, loyalitas dan disiplin kerja terhadap kinerja petani serai wangi UD. Kawan Kita di Kecamatan Blangjerango. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisa Deskriptif, yaitu analisa terhadap data yang bersifat kuantitatif, baik data primer maupun sekunder. Responden dalam penelitian adalah 30 orang dan analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan software SPSS versi 26. Berdasarkan hasil penelitian aspek yang dibutuhkan dalam kinerja petani adalah kompetensi 1.382 motivasi 1.117, loyalitas 2.517 dan disiplin kerja 4.008. Sehingga dari persentase tersebut aspek yang paling dibutuhkan adalah aspek disiplin kerja dan loyalitas serta aspek yang paling berpengaruh terhadap kinerja petani serai wangi UD. Kawan Kita di Kecamatan Blangjerango.Analysis Of Human Resources Aspects Of The Performance Of UD. Serai Wangi Farmers. Our Friends In Blangjerango District, Gayo Lues RegencyAbstract: Lemon grass is one of the agro-industry export commodities that can be a mainstay for Indonesia to earn foreign exchange. World export-import statistics show that oil consumption increases by around 10% from year to year. According to BPS (2020), Gayo Lues has an area of citronella plants reaching 17,285 hectares with a production of 2,870 tons. Gayo Lues Regency has 11 Districts, one of which is Blangjerango District, which has a large area of citronella fields compared to other Districts. According to BPS (2020), Blangjerango has an area of citronella cultivation reaching 4,212 hectares with a production of 699 tons. This study aims to look at aspects of competence, motivation, loyalty and work discipline on the performance of UD citronella farmers. Our friends in Blangjerango District. The method used in this study is Descriptive Analysis, namely analysis of quantitative data, both primary and secondary data. Respondents in the study were 30 people and the analysis used was multiple linear regression with SPSS software version 26. Based on the results of the study the aspects needed in farmer performance were competence 1,382 motivation 1,117, loyalty 2,517 and work discipline 4,008. So that from this percentage the aspects that are most needed are aspects of work discipline and loyalty and the aspects that most influence the performance of UD citronella farmers. Our friends in Blangjerango District. 
Analisis Pengendalian Bahan Baku dengan Metode Economic Order Quantity (EOQ) pada UD. Nagata Tuna Maulana Malik Ibrahim; Rasdiansyah Rasdiansyah; Yusriana Yusriana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.105 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i4.22384

Abstract

Abstrak. Pengendalian persediaan adalah kegiatan yang dilakukan dalam menyediakan sumber daya yang diperlukan untuk proses produksi. Economic Order Quantity (EOQ) adalah salah satu cara yang bisa digunakan dalam mengendalikan persediaan dengan menentukan biaya pemesanan dan penyimpanan produk seminimal mungkin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan perhitungan persediaan bahan baku UD Nagata Tuna. Penerapan metode EOQ dapat merampingkan pasokan bahan baku tuna dalam proses pengolahan tuna. Penelitian ini menggunakan data yang diperoleh dari perusahaan dimulai dari bulan februari 2021 sampai dengan maret 2022. Hasil yang didapat dengan menggunakan metode EOQ untuk biaya pemesanan adalah Rp. 84.846.763, biaya penyimpanan adalah Rp. 84.810.000, biaya bahan baku Rp. 3.162.954.000 dan biaya persediaan adalah Rp. 169.655.763. Hasil menggunakan metode EOQ memperoleh nilai sebesar Rp. 3.502.265.526 perbandingan selisih yang diperoleh dari kedua metode tersebut untuk biaya persediaan sebesar Rp. 486.161.874, - dengan persentase sebesar 12,19%. Artinya perusahaan dapat meminimalisir biaya persediaan jika menggunakan perhitungan menggunakan metode EOQAnalysis Of Raw Material Control Using the EOQ Method On UD. Nagata TunaAbstract. Inventory control is an activity carried out in providing resources for those necessary for the production process. Economic Order Quantity (EOQ) is one of the ways that can be used in controlling inventory by determining the cost of ordering and storing products to a minimum. This study aims to know accurately calculate the supply of raw materials for UD. Nagata Tuna. The application of the EOQ method can streamline the supply of tuna raw materials in the tuna processing process. This study used data obtained from the company starting from February 2021 to March 2022. The results obtained using the EOQ method for ordering costs are Rp. 84,846,763, storage costs are Rp. 84,810,000, raw material costs are Rp. 3,162,954,000 and inventory costs are Rp. 169,655,763. The results using the EOQ method obtained a value of Rp. 3,502,265,526 comparing the difference obtained from the two methods for inventory costs of Rp. 486,161,874 with a percentage of 12.19%. This means that company can minimize inventory costs if they use calculations using the EOQ method
Penentuan Nilai Konduktivitas Hidrolik Jenuh pada Beberapa Jenis Tanah dan Penggunaan Lahan Ridha Tiara Suci; Manfarizah Manfarizah; Hairul Basri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.146 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i4.22363

Abstract

Abstract . Ketika semua pori-pori dalam tanah terisi air, maka tanah tersebut dikatakan memiliki daya hantar hidrolik (tanah jenuh). Tidak seperti drainase, yang hanya mengacu pada tindakan pergerakan air, konduktivitas hidrolik jenuh juga mengacu pada bagaimana air, bahan organik, bahan mineral, udara, dan partikel lain yang diangkut oleh air akan diserap ke dalam tanah. Tekstur, struktur, dan porositas adalah tiga variabel yang dapat berdampak pada persyaratan konduktivitas hidrolik jenuh. Penelitian ini mengkaji konduktivitas hidrolik jenuh pada penggunaan lahan hutan, tanaman palawija pada Andisol dan Entisol di Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar. Menurut temuan studi, nilai konduktivitas hidrolik jenuh di lapangan tergolong ke dalam relatif lamban dan sedang. Assessment of Saturated Hydrolic Conductivity in Several Soil Typesand Land UsesAbstract. When all the pores in the soil are filled with water, the soil is said to have hydraulic conductivity (saturated soil). Unlike drainage, which simply refers to the action of water movement, saturated hydraulic conductivity also refers to how water, organic matter, mineral matter, air, and other particles transported by water are absorbed into the soil. Texture, structure and porosity are three variables that can have an impact on saturated hydraulic conductivity requirements. This study examines saturated hydraulic conductivity on forest land use, secondary crops on Andisols and Entisols in Seulimeum District, Aceh Besar District. According to the study findings, the value of saturated hydraulic conductivity in the field is relatively low and moderate.

Page 96 of 103 | Total Record : 1028