cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Efect of Suplementation of Extracted Jaloh Leaf (Salix tetrasperma Roxb) in Drinking Water to the Weights and Percentages of Broiler Chicken Carcasses Iflijar Iflijar; Zulfan Zulfan; Cut Aida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v2i3.3778

Abstract

Pengaruh Suplementasi Ekstrak Daun Jaloh di dalam Air Minum terhadap  Berat dan Persentase Karkas Ayam Broiler Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek pemberian ekstrak jaloh (Salix tetrasperma Roxb) dalam minum terhadap berat dan persentase karkas ayam broiler. Penelitian dilakukan di Laboratorium Lapangan Peternakan (LLP), Program Studi Perternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan 80 ekor anak ayam broiler (DOC) strain Lohmann, produksi PT. Japfa, Medan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan subsampel,  terdiri dari 4 perlakuan, 4 kelompok,  dan 2 subsampel.  Tiap kelompok merupakan unit percobaan yang masing-masing terdiri dari lima ekor ayam.   Perlakuan yang  dicobakan adalah pemberian ekstrak daun jaloh melalui air minum dengan dosis 0, 500, 1000, dan 1.500 mg/l air.  Parameter yang diamati meliputi  bobot dan persentase karkas dan karkas,   giblet (hati,  rempela, jantung),   dan lemak abdomen ayam broiler. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA),   jika didapatkan hasil yang berbeda nyata  maka dilanjutkan dengan uji Jarak Berganda Duncan (Steel dan Torrie, 1993).  Hasil penelitian memperlihatkan bahwa meskipun secara statistik tidak  nyata (P0,05),  pemberian ekstrak daun jaloh melalui air minum cenderung meningkatkan persentase karkas ayam broiler dengan level pemberian terbaik 1000 mg/l.  Pemberian ekstrak daun jaloh sampai level 1500 ml/l  dalam air minum tidak mempengaruhi secara nyata organ-organ giblet (hati, rempela, dan jantung) dan lemak abdomen ayam broiler. Efect  of  Suplementation of  Extracted Jaloh Leaf  (Salix tetrasperma Roxb) in Drinking Water to the Weights and Percentages of Broiler Chicken Carcasses Abstract. The aim of present study was to determine effect of adding of jaloh (Salix tetrasperma Roxb) leave extraction in drinking water to the weights and percentages of  broiler chicken carcasses.   The study was conducted in Field Laboratory,  Livestock Department,  Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University.  As many as 80 chicks, strain Lohmann, produced by PT. Japfa, Medan were used in this study.  The study was performed into randomized block design with subsamples, consisted of  4 treatments,   4 blocks, and 2 subsamples.   Each block was an experimental unit consisted of  5 chicks.  The treatments were adding  of  jaloh  leave extraction in drinking water with the level of  0,  500, 1000, and 1500 mg/l.   Parameters observed were  the weights and percentages of  whole carcass and retail cuts-up,  giblets, and abdominal fat of  broilers.    Results of study showed that adding of  jaloh  leave extraction in drinking tended to increase weights of  whole carcasses and retail cuts-up of  broilers with the best level was 1000 mg/l,   however statistically no  significant diferences were detected (P0.05).   There was no  indication  adding  of  jaloh  leave extraction in drinking water caused adverse effect of  giblets nor abdominal fat of  broiler chickens.Keywords: broiler,  carcass, giblets, abdominal fat, jaloh 
Analisis Mutu Gula Merah Berbahan Dasar Tebu (Saccharum officinarum) Di Kabupaten Aceh Tengah Mardan Syahputra; Irfan Irfan; Eva Murlida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.727 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i1.2003

Abstract

Abstrak. Tanaman tebu menjadi komoditas perkebunan terbesar kedua yang terdapat di Kabupaten Aceh Tengah. Tanaman tebu diolah secara tradisional oleh masyarakat menjadi gula merah. Hal ini mengakibatkan beragamnya mutu yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mutu dari gula merah tebu yang dihasilkan oleh industri gula merah tebu di Kabupaten Aceh Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hal kadar air, semua produk gula merah memenuhi Mutu SNI, dengan rincian sebanyak 33,3% Mutu I dan 67,7% Mutu II, dalam hal bahan tak larut air, sebanyak 33,3% produk gula merah memenuhi Mutu II, sedangkan 67,7% lainnya belum memenuhi SNI; dalam hal kadar abu, sebanyak 25% produk gula merah memenuhi standar mutu SNI, sedangkan 75% lainnya belum memenuhi SNI; dalam hal glukosa, sebanyak 50% produk gula merah memenuhi Mutu I dan 16,6% Mutu II, sedangkan 33,3% lainnya belum memenuhi SNI; dalam hal sukrosa, sebanyak 8,3% produk gula merah memenuhi Mutu I, sedangkan 91,7% lainnya belum memenuhi SNI;  dan Berdasarkan uji hedonik, sebanyak 58,3% produk gula merah disukai panelis dalam hal warna, 75% dalam hal aroma, 83,3% dalam hal rasa, dan 58,7% dalam hal tekstur. Secara keseluruhan, 33,3% produk gula merah tebu di Kabupaten Aceh Tengah telah memenuhi SNI, sedangkan 66,7% lainnya belum memenuhi SNI.
Pengukuran Erosi dengan Variasi Tanaman Penutup Tanah, Intensitas Hujan dan Kemiringan Lereng Menggunakan Rainfall Simulator Putri Ayuni Arsita; Syakur Syakur; Hairul Basri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1073.169 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.23071

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju erosi dengan variasi tanaman penutup tanah dan intensitas hujan menggunakan rainfall simulator. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sebuah informasi terhadap pengukuran  erosi dengan variasi tanaman penutup tanah dan intensitas hujan menggunakan rainfall simulator, serta dapat memberikan informasi tanaman penutup tanah yang baik untuk pencegahan erosi. Penelitian ini dilakukan pada tanah tanpa tanaman penutup tanah, tanaman penutup tanah rumput gajah mini dan tanaman penutup tanah rumput jepang. Penelitian ini menggunakan variasi intensitas hujan yaitu intensitas pertama 81,00 mm/jam dengan klasifikasi hujan ringan, intensitas kedua 305,8 mm/jam dengan klasifikasi hujan sedang dan intensitas ketiga 611,5 mm/jam dengan klasifikasi hujan lebat. Pengambilan sampel tanah di lapangan pada penelitian ini menggunakan plot erosi. Pengukuran erosi dan intensitas hujan di laboratorium pada penelitian ini menggunakan rainfall simulator. Hasil pengukuran erosi pada penelitian yang tertinggi terdapat pada tanah tanpa tanaman penutup tanah dengan kemiringan lereng 55% dan intensitas hujan 611,5 mm/jam  dengan jumlah erosi 50,00 ton/ha termasuk klasifikasi rendah. Sedangkan jumlah erosi terendah terdapat pada tanaman penutup gajah mini dengan lereng 11% dan intensitas hujan 81,00 mm/jam dengan jumlah 5,10 ton/ha termasuk klasifikasi sangat rendah. Hasil pengukuran erosi tanaman penutup tanah yang efektif digunakan untuk pencegahan erosi, yaitu rumput gajah mini. Hal ini disebabkan karena rumput gajah mini memiliki daun yang lebih lebat dan memiliki kerapatan dibandingkan rumput jepang.Measuring the Erosion with Variations in Cover Crops, Rain Intensity and Slope Using a Rainfall SimulatorAbstract. This study aims to determine the rate of erosion with a variety of cover crops and rainfall intensity using a rainfall simulator. This research is expected to provide information on the measurement of erosion rates with a variety of ground cover plants and rain intensity using a rainfall simulator, and can provide information on good ground cover plants for erosion prevention. This research was conducted on soil without ground cover plants, mini elephant grass cover plants and Japanese grass cover plants. This study used variations in rain intensity, namely the first intensity was 81.00 mm/hour with the classification of light rain, the second intensity was 305.8 mm/hour with the classification of moderate rain and the third intensity was 611.5 mm/hour with the classification of heavy rain. Soil sampling in the field in this study used erosion plots. Measurement of erosion rate and rain intensity in the laboratory in this study used a rainfall simulator. The results of measuring the highest erosion rate in this study were found in soil without cover crops with a slope of 55% and a rain intensity of 611.5 mm/hour with an amount of erosion of 50.00 tonnes/ha which is classified as low. While the lowest amount of erosion was found in mini elephant cover crops with a slope of 11% and a rain intensity of 81.0 mm/hour with an amount of 5.10 tonnes/ha which is classified as very low. The results of measuring the erosion rate of ground cover plants that are effective for erosion prevention are mini elephant grass. This is because mini elephant grass has thicker leaves and has a density compared to Japanese grass.
Pengaruh Biochar Pelepah Kelapa Sawit dan Dosis Pupuk Fosfat pada Pre Nursery Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Fery Prandana; Zaitun Zaitun; Taufan Hidayat
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.756 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.22673

Abstract

Abstrak: Media tanam pada pembibitan kelapa sawit pada umumnya terdiri atas tanah yang dicampur dengan pasir serta pupuk anorganik seperti pupuk fosfat. Bahan organik sering dimanfaatkan untuk lebih meningkatkan produktifitas media tanam. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh biochar pelepah kelapa sawit dan pemberian dosis pupuk fosfat pada pre nursery kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan di Biochar Research Station dan Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok pola faktorial 3 x 4 dengan 3 ulangan, sehingga terdapat 12 kombinasi perlakuan dan 36 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan biochar berpengaruh sangat nayata pada pH tanah dan tidak nyata pada diameter batang, bobot basah tanaman dan berat basah akar, dosis biochar pelepah kelapa sawit terbaik terdapat pada 14 g polibag-1. Perlakuan dosis pupuk fosfat sangat nyata pada bobot basah tanaman, serta nyata pada diameter batang 90 HST, berat basah akar dan pH tanah, dosis pupuk fosfat terbaik terdapat pada 0,3 g polibag-1.Effect of Oil Palm Midrib Biochar and Phosphate Fertilizer Dosage on Pre-Nursery Growth of Oil Palm (Elaeis guineensis Jacq.)Abstract. Planting media in oil palm nurseries generally consists of soil mixed with sand and inorganic fertilizers such as phosphate fertilizers. Organic matter is often used to further increase the productivity of the growing media. The purpose of the study was to determine the effect of oil palm midrib biochar and the administration of phosphate fertilizer doses on the growth of pre-nursery oil palm. The research was carried out at the Biochar Research Station and Laboratory of Seed Science and Technology, Faculty of Agriculture, Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh. This study used a 3 x 4 factorial randomized block design with 3 replications, so there were 12 treatment combinations and 36 experimental units. The results showed that the biochar treatment was very significant on soil pH and not significant on stem diameter, plant wet and wet weight of oil palm roots, the best dose of oil palm frond biochar was found in 14 g polybag-1. The treatment dose of phosphate fertilizer was very significant on the wet weight of the plant, and significantly on the stem diameter of 90 DAP, root wet weight and soil pH, the best dose of phosphate fertilizer was found at 0,3 g polybag-1. 
Analisis Ekonomi Pemeliharaan Ayam Broiler dengan Pemberian Tepung Kulit Pisang Kepok Fermentasi + Feed Supplement Muhammad Syairazi; Cut Aida Fitri; Zulfan Zulfan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.912 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.1283

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi sebagian ransum komersil periode finisher dengan tepung kulit pisang fermentasi + bungkil kelapa + feed supplement  terhadap efisiensi ekonomis pemeliharaan  ayam broiler.  Penelitian dilakukan  di Laboratorium Lapangan Peternakan (LLP),  Program Studi Perternakan,  Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala,  tanggal 1 April‒5 Mei 2016.  Penelitian menggunakan 100 ekor anak ayam broiler (DOC) strain lohmann.  Perlakuan yang  dicobakan adalah pemberian tepung kulit pisang kepok fermentasi + bungkil kelapa + feed supplement, sebanyak 0% (P1), 2,5%+1,5%+1% (P2), 5%+3%+1% (P3). 7,5%+4,5%+1% (P4), dan 10%+6%+1% (P5)   Parameter yang diamati meliputi aspek teknis (berat badan akhir dan  total konsumsi ransum) dan aspek ekonomis (penerimaan,  biaya, Income over Feed Cost, dan total income).   Hasil penelitian memperlihatkan bahwa substitusi ransum komersil dengan sebanyak-banyaknya 10% tepung kulit pisang kepok fermentasi + 6% bungkil kelapa + 1% feed supplement selama periode finisher tidak berpengaruh nyata (P0.05) terhadap berat badan akhir dan total konsumsi ransum ayam broiler.   Substitusi ransum komersil dengan tepung kulit pisang kepok fermentasi + bungkil kelapa + feed supplement  selama periode finisher menurunkan biaya ransum dan menaikkan IOFC dan total income.   Ransum komersil paling layak dan menguntungkan jika disubstitusi dengan 7,5% tepung kulit pisang kepok fermentasi + 4,5% bungkil kelapa + 1%  feed supplement  selama periode finisher.     Economic Analysis of Administration of Fermented Banana Peel and Feed Supplement  as Partial Substitution of Commercial Broiler DietAbstract:  The aim of present study was to analysis the efficiency of partial substitution of commercial broiler diet with fermented banana peel + coconut meal + feed supplement during finisher period.  The study was conducted in Field Laboratory of Animal Husbandy Department,  Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University,  April 1 until Mei 5, 2016.   As many as 100 chicks,  strain lohmann.   The treatment was the provision of  fermented banana peel  + coconut meal +  feed supplement, with the level of  0% (P1), 2,5%+1,5%+1% (P2), 5%+3%+1% (P3). 7,5%+4,5%+1% (P4), and 10%+6%+1% (P5), respectively.   The parameters observed involved both production technical aspects (final body weight and total  feed consumption) and economic aspects  (revenue, cost, Income over Feed Cost, and total income) of raising broilers fed the commercial diets substituted partially by fermented banana peel + coconut meal + feed supplement.   The results of study showed that administration of  fermented banana peel up to 10% + coconut meal  6% + feed supplement 1%  as partial substitution of  commercial broiler finisher diet during finisher periode was not significant effect (P0.05) on  final body weight and feed consumption.   Substituting commercial diet with fermented banana peel up to 10% + coconut meal 6% + feed supplement 1%  reduced cost and increased IOFC as well as total income.  It was suggested that the best level of substitution of  finisher commercial  diet was 7,5% fermented banana peel + 4,5% coconut meal + 1% feed supplement
Persepsi Petani Kopi Arabika Terhadap Program Sertifikasi Organik Di Kecamatan Atu Lintang Kabupaten Aceh Tengah Achmad Rizki; Agussabti Agussabti; Widyawati Widyawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.08 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i1.2275

Abstract

Kopi merupakan salahs atu hasil komoditi perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi di antara tanaman perkebunan lainnya dan berperan penting sebagai sumber devisa Negara. Aceh Tengah merupakan sentra produksi kopi terbesar di Provinsi Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi petani kopi arabika terhadap program sertifikasi organic di Kecamatan Atu Lintang, Kabupaten Aceh Tengah. Adapun metode analisis yang digunakan adalah metode analisis korelasi r person. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani tergolong kedalam criteria tinggi karena memiliki rata-rata skor 4,036. Hubungan faktor yang mempengaruhi persepsi dengan persepsi petani terhadap program sertifikasi kopi arabika organic menurut hasil penelitian didapati bahwa, factor pengalaman, pendidikan, dan motivasi memiliki hubungan dengan persepsi petani terhadap program sertifikasi kopi arabika organik, sedangkan umur dan pendapatan memiliki hubungan dengan tingkat korelasi yang rendah.
Penggunaan Carboxymethyl Cellulose (CMC) dan Karagenan terhadap Karakteristik Velva Nenas (Ananas comsus) - Sawi (Brassica juncea L.). azlin meirina; Syarifah Rohaya; Zaidiyah Zaidiyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.42 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i4.18679

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisikokimia dan organoleptik velva berbasis nenas-sawi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 (dua) faktor, yaitu perbandingan rasio nenas dan sawi dan jenis penstabil. Faktor 1 (satu) yaitu perbandingan konsentrasi nenas dan sawi (V) yang terdiri atas 3 (tiga) taraf diantaranya V1=60:40, V2=40:60 dan V3=50:50. Sedangkan faktor 2 (dua) yaitu jenis penstabil (P) yang terdiri dari 2 (dua) taraf diantaranya P1=CMC dan P2=karagenan. Sehingga didapatkan kombinasi perlakuan yaitu 3x2=6 dengan ulangan sebanyak 3 (tiga) kali sebagai kelompok dan didapatkan 18 satuan percobaan. Hasil dari penelitian ini yaitu velva nenas sawi dengan formula terbaik adalah yaitu dengan rasio nenas dan sawi 40:60 dengan jenis penstabil CMC nilai overrun 34.75%, viskositas 2988.27 cP, daya leleh 30.93 menit, serat kasar 14.05, pH 4.71, kadar air 80.69%, kadar abu 0.192%, total padatan terlarut 12.97, vitamin c 27.37%. Berdasarkan pengujian hedonik oleh panelis semi terlatih, rasio velva yang paling diminati secara keseluruhan yaitu rasio nenas dan sawi 50:50 menggunakan penstabil karagenan. Rasio nenas dan sawi (V) dan jenis penstabil (P) serat interaksi keduanya (VP) berpengaruh sangat nyata terhadap nilai viskositas, daya leleh, pH, total padatan terlarut, dan rasa velva nenas sawi.
Study Kinerja ISD dengan Penambahan Sistem Kontrol Suhu Udara dan Kelembaban pada Pengeringan Gabah Muliyani Muliyani; Mustaqimah Mustaqimah; Diswandi Nurba
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1254.391 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i3.17518

Abstract

Abstrak. Pengeringan padi menggunakan in-store dryer (ISD) memiliki keunggulan seperti kemudahan dalam pengendalian suhu dan tidak terpengaruh cuaca. Penambahan sistem kontrol pada ISD diharapkan dapat meningkatkan kinerja ISD serta menjaga kestabilan suhu dan RH selama pengeringan berlangsung. Metode penelitian ini dilakukan dengan mengeringkan 100 kg gabah menggunakan ISD dengan kadar air awal 17,77%, yang dikeringkan hingga mencapai kadar air kering simpan (maks 14%). Parameter yang dianalisis berupa  suhu, kelembaban relatif (RH), kecepatan aliran udara pengering, kadar air dan laju pengeringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasangan sistem kontrol dapat mengendalikan dan mempertahankan suhu ISD agar selalu berada di atas suhu lingkungan dengan selisih sekitar 5,1°C. Selain itu sistem kontrol juga dapat mengendalikan RH ISD agar lebih kecil dari RH lingkungan. Sistem kontrol juga mempengaruhi laju pengeringan, dimana laju pengeringan meningkat seiring meningkatnya kinerja sistem kontrol dalam mengendalikan suhu dan RH ISD.ISD Performance Study with The Addition of Air Temperature and Humidity Control System on Drying Paddy GrainAbstract. Drying paddy grain using an In-Store Dryer (ISD) has advantages such as ease of temperature control and is not affected by the weather. The addition of an ISD control system is expected to improve the ISD performance and maintain a stable temperature and RH during the drying process. This research method was carried out by drying 100 kg of paddy grain using ISD with an initial moisture content of 17.77%, dried to a storage dry moisture content (max 14%). Parameters analyzed were temperature, relative humidity (RH), drying airflow velocity, moisture content, and drying rate. The results showed that the installation of the control system could control and maintain the ISD temperature. It is always above the ambient temperature, with a difference of about 5.1°C. In addition, the control system can also control the ISD RH to be smaller than the environmental RH. The control system also affects the drying rate, where the drying rate increases with the increase in the control system's performance in controlling ISD temperature and RH.
Laju Pertumbuhan Kebun Serai Wangi di Kabupaten Gayo Lues M. Ichwanul Afgan Hutasuhut; Ryan Moulana; Martunis Martunis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.57 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i4.15975

Abstract

Serai Wangi (Cymbopogon nardus) adalah tanaman yang menghasilkan Minyak Atsiri yang didapatkan dari hasil penyulingan daunnya. Seiring dengan terus meningkatnya harga Minyak Serai Wangi akan menyebabkan terus meningkatnya pembukaan lahan untuk kawasan pertanian khususnya Perkebunan Serai Wangi yang menjadi komoditi primadona di Kabupaten Gayo Lues. Laju pertumbuhan luas Perkebunan Serai Wangi di Kabupaten Gayo Lues dalam rentan waktu tahun 2009 sampai tahun 2019 adalah sebesar -1.48%. Berdasarkan pencetakan Perkebunan Serai Wangi baru terdapat penambahan luas 3.867 Ha dan 4.857 Ha lahan yang terkonversi dari Perkebunan Serai Wangi. 
Proses Anaerobic Co-digesi Manur Sapi Dengan POME (Palm Oil Mill Effluent) Menggunakan Reaktor Semi Kontinu Novi Diana; Ramayanty Bulan; Darwin Darwin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.173 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i1.13737

Abstract

Abstrak. Indonesia merupakan salah satu negara dengan sumber daya alam yang melimpah serta mempunyai potensi yang baik di bidang peternakan, namun selama ini belum dikembangkan sepenuhnya. Hal ini disebabkan sebagian besar peternakan di Indonesia adalah peternakan yang bersifat tradisional, termasuk dalam pengolahan hasil dan limbahnya. Sapi merupakan ternak yang menghasilkan limbah cukup banyak seperti feses, urine dan manure. Manure adalah segala sisa buangan atau limbah yang berasal dari suatu kegiatan usaha peternakan, baik limbah padat maupun limbah cair, dimana limbah tersebut dapat dijadikan sebagai sumber bahan energi alternatif biogas. Biogas merupakan gas yang dihasilkan dari fermentasi anaerobik biomassa yang dilakukan oleh bakteri melalui beberapa tahapan yaitu hidrolisis, asidifikasi dan metanogenesis. Kandungan utama biogas adalah metana dan karbondioksida. Proses pengolahan anaerobik merupakan proses penguraian bahan organik di dalam limbah oleh mikroorganisme dengan kondisi tanpa oksigen. Aktivitas mikroorganisme anaerob dipengaruhi oleh suhu. Mikroorganisme anaerobik golongan mesophilik hidup pada kisaran suhu 25oC-40oC dengan suhu optimum 35oC. Ada beberapa parameter dalam produksi biogas yaitu suhu, pH, TDS, TS, VS, COD dan TKN.Anaerobic Co-digestion Process of Cow Manure with POME (Palm Oil Mill Effluent) Using Semi-Continuous ReactorAbstract. Indonesia is one of the countries with abundant natural resources and has good potential in the field of animal husbandry, but so far it has not been fully developed. This is due to the fact that most of the livestock in Indonesia are traditional, including in processing their products and their waste. Cattle are livestock that produce quite a lot of waste such as feces, urine and manure. Manure is any residual waste or waste originating from a livestock business activity, both solid and liquid waste, where the waste can be used as a source of alternative biogas energy. Biogas is a gas produced from anaerobic fermentation of biomass carried out by bacteria through several stages, namely hydrolysis, acidification and methanogenesis. The main content of biogas is methane and carbon dioxide. Anaerobic treatment process is a process of decomposition of organic material in the waste by microorganisms with no oxygen. Anaerobic microorganism activity is influenced by temperature. Anaerobic microorganisms of living mesophilic groups in the temperature range of 25oC-40oC with an optimum temperature of 35oC. There are several parameters in biogas production, namely temperature, pH, TDS, TS, VS, COD and TKN.

Page 95 of 103 | Total Record : 1028