cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Optimasi Protokol Ekstraksi DNA Daun dari Pohon Jamblang dengan Kandungan Fenolik yang Tinggi sebagai Sumber Bahan Nutrasetikal Potensial Arsyad Alhadi; Ahmad Zaelani; Rita Andini; Muhammad Ikhsan Sulaiman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.24434

Abstract

Abstrak. Jamblang (Syzygium cumini L.) adalah tanaman pohon tahunan yang berasal dari Asia Selatan dan telah menyebar luas di daerah tropis termasuk Indonesia. Hampir semua tanaman bagian dari pohon Jamblang, misalnya buah, daun, dan kulit pohon dipercaya memiliki manfaat sebagai tumbuhan ‘ayurveda’ atau sumber bahan obat tradisional India karena antioksidannya yang tinggi terutama kandungan senyawa fenolik. Selain itu daunnya dipercaya memiliki khasiat obat, mengobati penderita penyakit jantung, menurunkan kadar gula darah bagi penderita diabetes melitus, penderita penyakit jantung, dan meminimalisir masalah pencernaan. Berdasarkan penelitian ini diketahui bahwa daun jamblang mengandung fenol total yang relatif tinggi, yaitu 24,24 mgGAE/g dan kadar antioksidan IC (Inhibition concentration) 50 berkisar 8,85 ppm. Kedua ciri khas jamblang ini layak untuk dinilai sebagai sumber daya antioksidan alami. Karakteristik daun Jamblang dengan senyawa fenolik cukup menyulitkan atau dapat diklasifikasikan sebagai 'pengotor' dalam proses ekstraksi DNA karena senyawa tersebut dapat menurunkan kualitas ekstrak DNA untuk digunakan dalam identifikasi genetik. Oleh karena itu, metode ekstraksi DNA dimodifikasi salahsatu langkahnya seperti pada penerapan penambahan isopropanol dari beberapa larutan juga :ii.1) natrium asetat 5 mol/L; ii.2) amonium asetat 5 mol/L; ii.3) kalium asetat 5 mol/L. Pada penelitian ini, perlakuan dengan hasil terbaik diperoseh dari perlakuan dengan penambahan  kalium asetat atau ii.3). Kemurnian DNA yang dihasilkan dari penambahan kalium asetat adalah sebesar 1,903 (rasio 260/280 nm). Metode ekstraksi DNA yang dimodifikai ini sangat berguna dan membantu untuk diterapkan dalam studi keragaman genetik.Enhanced Leaf DNA Extraction From 'Jamblang' Tree with High Phenolic Content that Served as Potential Nutraceutical ResourcesAbstract. Jamblang (Syzygium cumini L.) is an annual tree-plant from South Asia and has spread widely in the tropical regions of Indonesia. Almost all plant part of Jamblang tree, e.g. the fruit, leaves, and tree barks are believed to have an ayurvedic benefit or as a resource of traditional Indian medicine ingredients due to its high antioxidant esp. the content of phenolic compounds. Furthermore its leaves are believed to have remedy properties, treat patients with heart disease, lower blood sugar level for many diabetes mellitus, patients with heart disease, and minimize digestive problems. Based on our study, we found that the jamblang leaves contain a relatively high amount of total phenol, namely 24.24 mgGAE/g and an antioxidant of IC (inhibition concentration) 50 in range of 8.85 ppm. These two distinct characteristics attribute in jamblang are worth to be valued as natural antioxidant resources. Despite the Jamblang leaves’ bold characteristic, the amount of phenolic compounds are quite challenging or to be classified as ‘noise’ during the DNA extraction process as those compounds could adversely alter the DNA quality when it is further applied in genetic diversity study. In this study, therefore, we would like to enhance the DNA extraction method with some process modification, e.g. application of isopropanol addition of some solution likewise :ii.1) sodium acetate 5 mol/L; ii.2) ammonium acetate 5 mol/L; ii.3) potassium acetate 5 mol/L. Solution with best result was performed by the addition of potassium acetate or ii.3). The DNA purity resulted from the addition of potassium acetate was quantified to be 1.903 based on the 260/280 nm of DNA ratio vis/vis spectrophotometer. The recently established enhanced DNA extraction method was very useful and helpful to be applied in genetic diversity study.
Pengaruh Dosis Pupuk NPK terhadap Persentase Serangan Hama Penggerek Polong (Maruca testulalis) serta Pertumbuhan dan Hasil Kacang Panjang (Vigna sinensis) Hudal Hakki; Hasnah Hasnah; Husni Husni
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.23346

Abstract

Abstrak. Peningkatan produktivitas kacang panjang dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya yaitu pemupukan yang berimbang. Pupuk NPK berguna sebagai penyeimbang unsur hara makro dan mikro di dalam tanah karena mengandung nitrogen, posfor, kalium, kalsium, dan magnesium yang dibutuhkan tanaman. Salah satu hama penting dalam budidaya kacang panjang adalah penggerek polong. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dosis pupuk NPK yang paling berpengaruh terhadap tingkat serangan hama penggerek polong serta pertumbuhan dan hasil kacang panjang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non-Faktorial dengan perlakuan dosisi pupuk NPK (16:16:16) yang terdiri atas 5 taraf perlakuan yaitu: D0 (0 Kg/ Ha), D1 (75 Kg/Ha), D2 (150 Kg/Ha), D3 (225 Kg/Ha), dan D4 (300 Kg/Ha). Varietas kacang panjang yang digunakan adalah Black Seed. Tanaman kacang panjang yang diberi dosisi pupuk NPK 225 kg/Ha menunjukkan persentase serangan hama penggerek polong yang tidak berbeda nyata dengan dosis 75 dan 150 kg/Ha, tinggi tanaman tidak berbeda nyata dengan dosis 300 kg/Ha, serta bobot polong layak pasar maupun bobot polong utuh yang tidak berbeda nyata dibandingkan dosis 300 kg/Ha. Effect of NPK Fertilizer Doses on the Proportion of Pod Borer (Maruca testulalis) Attack and the Growth and Yield of Long Bean (Vigna sinensis)Abstract. Increasing the productivity of long beans is influenced by several factors, one of which is balanced fertilization. NPK fertilizer is useful as a balancer for macro and micro nutrients in the soil because it contains nitrogen, phosphorus, potassium, calcium and magnesium that plants need. One of the important pests in long bean cultivation is the pod borer. The purpose of this study was to determine the most influential dose of NPK fertilizer on the level of pod borer attack and the growth and yield of long beans. The design used was a non-factorial randomized block design (RBD) with doses of NPK fertilizer (16:16:16) consisting of 5 treatment levels, namely: D0 (0 Kg/Ha), D1 (75 Kg/Ha), D2 (150 Kg/Ha), D3 (225 Kg/Ha), and D4 (300 Kg/Ha). The string bean variety used is Black Seed. Long bean plants dosed with NPK fertilizer 225 kg/Ha showed a percentage of pod borer attack that was not significantly different at doses of 75 and 150 kg/Ha, plant height was not significantly different at a dose of 300 kg/Ha, and marketable pod weight and weight intact pods which were not significantly different from the dose of 300 kg/Ha.
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Ekonomi Kreaif Implikaisinya Terhadap Peningkatan Pendapat dan Nilai Tambah Kerupuk Tiram (Studi Kasus di Desa Alue Naga Kecamatan Syiah Kuala Kota Bnada Aceh) Dhea Faradila; Lukman Hakim; Zakiah Zakiah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.24346

Abstract

Abstrak. Pemberdayaan masyarakat adalah sebuah proses kegiatan yang dimana pemberdayaan ditinjau berdasarkan tahapan dalam suatu program kegiatan agar tercapainya sebuah sasaran berdasarkan jangka waktu yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana pola pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi kreatif implikasinya terhadap peningkatan pendapatan serta untuk mengetahui nilai tambah produk kerupuk tiram. Penelitian ini dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan metode Hayami. Metode penarikan sampel yang digunakan adalah sensus. Respondennya ialah sekelompok wanita pelaku usaha kerupuk tiram yang berjumlah 6 orang. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa pola pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh masyarakat Alue Naga bersama Natural Food yaitu pola kemitraan usaha dan berimplikasi terhadap peningkatan pendapatan dengan dibentuknya usaha ekonomi kreatif pengolahan tiram menjadi kerupuk tiram. Usaha kerupuk tiram mengasilkan output sebesar 8 Kg dalam satu kali proses produksi. Nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan tiram menjadi kerupuk tiram adalah sebesar Rp 602.500, dengan rasio nilai tambah sebesar 73%. Nilai tambah pengolahan tiram menjadi kerupuk tiram dikategorikan tinggi karena mencapai 40 %.Abstract. Community empowerment is an activity process in which empowerment is reviewed based on the stages in an activity program in order to achieve a target based on a predetermined time period. This study aims to find out how the pattern of community empowerment based on the creative economy has implications for increasing income and to find out the added value of oyster cracker products. This research was analyzed using descriptive analysis and the Hayami method. The sampling method used is census. Respondents were a group of women in the oyster cracker business, totaling 6 people. The results of the study show that the pattern of community empowerment carried out by the Alue Naga community with Natural Food is a business partnership pattern and has implications for increasing income by forming a creative economic business processing oysters into oyster crackers. The oyster cracker business produces an output of 8 kg in one production process. The added value obtained from processing oysters into oyster crackers is IDR 602,500, with an added value ratio of 73%. The added value of processing oysters into oyster crackers is categorized as high because it reaches 40%.
Pengembangan Teknologi Infra Merah untuk Mendeteksi Kadar Minyak Kelapa sebagai Bahan Pemalsu Minyak Nilam Aceh Teuku Hafidh; agus arip munawar; zulfahrizal zulfahrizal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.22813

Abstract

Abstrak: Saat ini pemalsuan produk atsiri menjadi salah satu isu yang sangat menarik, khususnya nilam. Pemalsuan biasanya merupakan pencampuran antara produk yang bernilai rendah dengan yang bernilai tinggi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendapatkan informasi tentang teknologi NIRS sebagai metode cepat dan tepat dalam memprediksi kadar minyak kelapa yang dicampurkan didalam minyak nilam Alat yang digunakan pada penelitian ini antara lain GCMS, Thermo Nicolet Antaris II TM, botol kaca 3 ml, gelas kimia, timbangan digital, micropipette, Magnetic Stirrer, dan Software Unscrambler X versi 10.3. Bahan yang digunakan pada penelitian ini yaitu minyak nilam (Crude Oil) dari PUI PT Nilam Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala dan minyak kelapa yang diperoleh dari pasaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Teknologi near infrared reflectance spectroscopy (NIRS) dengan metode partial least square (PLS) telah berhasil mendapatkan prediksi kadar minyak kelapa yang dicampurkan didalam minyak nilam yaitu pretreatment Derivative 1 (D1). Metode koreksi yang terbaik dalam mempediksi kadar minyak kelapa yang dicampurkan didalam minyak nilam adalah pretreatment Derivative 1 (D1), pretreatmen ini berhasil memperbaiki model yang dibangun oleh PLS, dimana model PLS-D1 memiliki ikatan variable dengan latent variable 6, nilai RPD sebesar 3,13 nilai korelasi (r) sebesar 0.94, nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0.89 dan nilai root mean erorr calibration (RMSEC) sebesar 9,17. (Development of Infra Red Technology for Detecting The Levels of Coconut Oil as A Material used in Product Counterfeiting of Patchouli Oil)Abstract: Currently, counterfeiting of essential oil products, especially patchouli, is a very interesting issue. Counterfeiting is usually done by mixing low-value and high-value products. The purpose of this study was to obtain information about NIRS technology as a fast and precise method for predicting the levels of coconut oil mixed in patchouli oil. The tools used in this research include GC-MS, Thermo Nicolet Antaris II TM, 3 ml glass bottle, beaker, digital scale, micropipette, Magnetic Stirrer, and Unscrambler X Software version 10.3. The materials used in this study were patchouli oil (Crude Oil) from PUI PT Nilam Atsiri Research Center (ARC) Syiah Kuala University and coconut oil obtained from the market. The results of this study indicate that the near infrared reflectance spectroscopy (NIRS) technology with the partial least square (PLS) method has succeeded in predicting the content of coconut oil mixed in patchouli oil, namely pretreatment Derivative 1 (D1). This correction method is the best in predicting the content of coconut oil mixed in patchouli oil and improving the model built by PLS, where the PLS-D1 model has a variable binding with a latent variable of 6, an RPD value of 3.13, a correlation value (r) of 0.94, the coefficient of determination (R2) of 0.89, and the root mean error calibration (RMSEC) of 9.17.
Struktur dan Komposisi Vegetasi Pada Kawasan Lindung Desa Kekuyang Kecamatan Ketol Aceh Tengah Suryadi Suryadi; Ulfa hansri Ar-Rasyid; Essy Harnelly
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.24449

Abstract

Abstrak Kawasan lindung adalah kawasan yang ditetapkan memiliki fungsi utama untuk melindungi ekosistem, mengatur tata air dan pengendalian erosi, namun pada kawasan lindung di Desa Kekuyang fungsi tersebut sudah mulai terganggu dikarenakan adanya perkebunan masyarakat di dalam kawasan lindung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur dan komposisi vegetasi pada kawasan lindung Desa Kekuyang, Kecamatan Ketol Aceh Tengah. Penelitian dilakukan pada tiga tipe hutan yaitu hutan sekunder tua, hutan sekunder dan agroforestri kopi. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan agustus 2022 di kawasan lindung Desa Kekuyang, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah dengan menggunakan metode systematic with random start dengan plot berjumlah 23 plot, setiap plot di bagi menjadi plot semai, pancang, tiang dan pohon. Dari hasil penelitian tentang struktur dan komposisi ditemukan bahwa struktur dan komposisi jenis vegetasi dihutan sekunder tua ditemukan 15 jenis, dan pada hutan sekunder ditemukan 19 jenis, dari kedua transek didapatkan 13 jenis tumbuhan penyusun yang sama yaitu jenis bayur, suren, nyatoh, jeluntung, kenari, gayam, jelantang gajah, meranti merah, ulin, medang sahang, luwingan, kareumbi dan mara. Sedangkan pada transek agroforestri kopi hanya ditemukan 10 jenis dan hanya dua jenis tumbuhan penyusun yang sama dengan hutan sekunder yaitu jenis aren dan kemiri.Analysis Of Vegetation Stucture and Composition in The Protected Area Of Kekuyang Village Ketol District Central AcehAbstract. Protected area is an area that is determined to have the main function of protecting ecosystems, regulating water management and erosion control, but in protected areas in Kekuyang village this function has begun to be disrupted due to the presence of community plantations in protected areas. The purpose of this research is to determine the structure and vegetation composition as well as knowing the diversity, evenness and richness of vegetation types. The research was conducted in three types of forest, namely old secondary forest, secondary forest and coffee agroforestry. This research was conducted in August 2022 in the protected area of Kekuyang Village, Ketol District, Central Aceh using the systematic method with random start with a plot of 23 plots, each plot was divided into plots of seedlings, saplings, poles and trees.From the results of research on structure and composition it was found that the structure and composition of vegetation species in old secondary forest found 15 species, and in secondary forest found 19 species, from both transects obtained 13 species of the same constituent plants namely bayur, suren, nyatoh, jeluntung, walnut, gayam, elephant nettles, red meranti, ironwood, medang sahang, luwingan, kareumbi and mara. Meanwhile, in the coffee agroforestry transect, only 10 species were found and only two species of plants that make up the same as the secondary forest, namely sugar palm and candlenut species.
Pengaruh Penggunaan Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) Dengan Persentase Berbeda Terhadap Daya Ikat Air Dan Kadar Lemak Kerupuk Daging Sapi Fahdliansyah Fahdliansyah; Yurliasni Yurliasni; Cut Aida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.23147

Abstract

Abstrak. Kerupuk merupakan olahan yang terbuat dari adonan yang berbahan dasar pati. Kerupuk daging sapi merupakan salah satu jenis kerupuk yang bahan dasarnya menggunakan tepung tapioka. Namun salah satu kelemahan kerupuk adalah memiliki nilai gizi yang kurang baik dikarenakan proses pembuatannya yang dapat menurunkan nilai gizi, sehingga perlu adanya upaya untuk memenuhi kebutuhan gizi konsumen dengan cara diversifikasi dengan penambahan ekstrak daun kelor. Penelitian ini menggunakan Rancagan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan jumlah 4 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan pada rancangan ini terdiri dari P0 : Tepung Tapioka 100 g + Daging Sapi 100 g + 50 ml, P1 : Tepung Tapioka 100 g + Daging Sapi 100 g + Ekstrak Daun Kelor 30% (15ml) + Air 35 ml, P2 : Tepung Tapioka 100 g + Daging Sapi 100 g + Ekstrak Daun Kelor 40% (20ml) + Air 30 ml, P3 : Tepung Tapioka 100 g + Daging Sapi 100 g + Ekstrak Daun Kelor 50% (25ml) + Air 25 ml. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa penambahan ekstrak daun kelor tidak berpengaruh nyata (P0.05) terhadap kadar lemak dan daya ikat air (DIA) kerupuk daging sapi. Dapat disimpulkan bahwa penambahan ekstrak daun kelor dengan persentase yang berbeda tidak berpengaruh terhadap daya ikat air dan kadar lemak kerupuk daging sapi.Effect of Using Moringa (Moringa oleifera) Leaf Extract with Different Percentages on Water Holding Capacity and Fat Content of Beef CrackersAbstract. Crackers are preparations made from starch-based dough. Beef crackers are a type of crackers whose basic ingredients are tapioca flour. However, one of the weaknesses of crackers is that they have poor nutritional value due to the manufacturing process which can reduce nutritional value, so efforts are needed to meet consumer nutritional needs by diversifying with the addition of Moringa leaf extract. This study used a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) with a total of 4 treatments and 6 replications. The treatment in this design consisted of P0 : Tapioca Flour 100 g + Beef 100 g + 50 ml, P1 : Tapioca Flour 100 g + Beef 100 g + Moringa Leaf Extract 30% (15 ml) + Water 35 ml, P2 : Tapioca Flour 100 g + Beef 100 g + Moringa Leaf Extract 40% (20ml) + Water 30 ml, P3 : Tapioca Starch 100 g + Beef 100 g + Moringa Leaf Extract 50% (25ml) + Water 25 ml. The results of analysis of variance showed that the addition of moringa leaf extract had no significant effect (P0.05) on the fat content and water holding capacity (DIA) of beef crackers. This means that the addition of moringa leaf extract in different proportions has no effect on the water holding capacity and fat content of beef crackers. 
Dampak Penggunaan Benih Unggul Inpari-32 Bersertifikat Terhadap Produktivitas dan Pendapatan Petani Padi di Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya Khairul Akbar; Indra Indra; Rahmaddiansyah Rahmaddiansyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.23366

Abstract

Abstrak. Kabupaten Pidie Jaya merupakan salah satu sentra lumbung padi Nasional terutama bagi Provinsi Aceh dengan luas tanam setiap tahun yang mencapai ±15.891 hektar dengan hasil produksi mencapai 101.731,50 ton. Rata-rata dari petani di Kecamatan Meureudu menggunakan benih unggul Inpari-32 yang bersertifikat yang merupakan jenis varietas unggul dari pemerintah yang diberikan kepada petani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat perbandingan produktivitas dan pendapatan antara petani yang menggunakan benih unggul jenis Inpari-32 bersertifikat dengan petani yang tidak menggunakan jenis benih bersertifikat. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Sampel penelitian ini berjumlah 154 sampel (80 sampel dari petani pengguna benih Inpari-32 bersertifikat dan 74 dari petani pengguna benih yang tidak bersertifikat). Untuk mengetahui adanya dampak penggunaan varietas unggul bersertifikat dengan benih non-sertifikat pada usahatani padi sawah terhadap pendapatan petani perlu dilakukan uji beda antara dua populasi yang berbeda dengan menggunakan uji independent sample t-test, yang bertujuan untuk membandingkan antara satu populasi dengan populasi yang lainnya. Teknik atau pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster sampling (area sampling). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan produktivitas usahatani padi sawah di Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya antara petani pengguna jenis benih unggul Inpari-32 bersertifikat dengan petani yang tidak menggunakan jenis benih unggul bersertifikat, produktivitas petani pengguna benih unggul Inpari-32 bersertifikat relatif lebih tinggi daripada petani pengguna benih tidak bersertifikat dan pendapatan rata-rata dari petani responden pengguna benih varietas unggul Inpari-32 bersertifikat sebesar Rp22.075.735/hektar/Musim Tanam (MT), dibandingkan dengan petani yang menggunakan benih yang tidak bersertifikat yaitu sebesar Rp16.441.335/hektar/Musim Tanam (MT).The Impact of Using Inpari-32 Certified Superior Seeds on the Productivity and Income of Rice Farmers in Meureudu District, Pidie Jaya RegencyAbstract. Pidie Jaya Regency is one of the national rice storage centers, especially for Aceh Province with an annual planting area of ± 15,891 hectares with production reaching 101,731.50 tons. On average, farmers in Meureudu District use certified superior Inpari-32 seeds, which are superior varieties from the government given to farmers. The purpose of this study was to look at productivity and income comparisons between farmers who use certified superior Inpari-32 seeds and farmers who do not use certified seeds. This research was conducted in Meureudu District, Pidie Jaya Regency. There were 154 samples in this study (80 samples from farmers using certified Inpari-32 seeds and 74 from farmers using non-certified seeds). To determine the impact of using certified superior varieties with non-certified seeds in lowland rice farming on farmers' income, it is necessary to carry out a different test between two different populations using the independent sample t-test, which aims to compare one population with another. The technique or sampling used in this study is cluster sampling (area sampling). The results of this study indicate that there are differences in the productivity of lowland rice farming in Meureudu District, Pidie Jaya Regency between farmers who use certified superior Inpari-32 seeds and farmers who do not use certified superior seed types, the productivity of farmers using certified superior Inpari-32 seeds is relatively higher than farmers who use non-certified seeds and the average income of respondent farmers using certified Inpari-32 superior variety seeds is IDR 22,075,735/hectare/planting season (MT), compared to farmers who use seeds that are not certified, which is IDR 16,441,335/ hectare/planting season (MT).
Pengaruh Densitas Gulma Krokot (Portulaca oleracea L) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (glycine max (L.) Merill) Badriana Badriana; Hasanuddin Hasanuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.24020

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh densitas gulma krokot terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Darussalam Banda Aceh dari bulan November 2021 sampai Februari 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)  pola non-faktorial dengan 6 perlakuan densitas gulma krokot yaitu D0 = 0 tanpa gulma, DI = 2 gulma per tanaman, D2 = 4 gulma per tanaman, D3 = 6 gulma per tanaman, D4 = 8 gulma per tanaman, D5 = 10 gulma per tanaman. Peubah yang diamati meliputi bobot kering gulma, laju tinggi tanaman, bobot brangkasan kering tanaman, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot 100 butir dan bobot biji per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa densitas gulma krokot berpengaruh terhadap bobot kering gulma, laju tinggi tanaman, bobot brangkasan kering tanaman, jumlah polong per tanaman dan bobot biji per tanaman. Densitas gulma krokot sebanyak 4-10 gulma per tanaman dapat menurunkan bobot biji per tanaman. The Effect Of Purslane Weed (Portulaca oleracea L.) Density On Soybean (Glycine max (L.) Merill) Growth and Yield Abstract. This study aims to determine the effect of purslane weed density on the growth and yield of soybeans. This research was carried out at the Experimental Farm of the Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Darussalam, Banda Aceh from November 2021 to February 2022. This study used a completely randomized design (CRD) with a non-factorial pattern with 6 treatments of purslane weed density, namely D0 = 0 without weeds, D1 = 2 weeds per plant, D2 = 4 weeds per plant, D3 = 6 weeds per plant, D4 = 8 weeds per plant, D5 = 10 weeds per plant. The variables observed included dry weight of weeds, plant height rate, dry weight of plant, number of pods per plant, number of seeds per plant, weight of 100 seed and weight of seeds per plant. The results showed that the density of purslane weeds had an effect on weed dry weight, plant height rate, plant dry weight, number of pods per plant and seed weight per plant. Purslane weed density of 4-10 weeds per plant can reduce seed weight per plant
Perubahan Sifat Kimia Inceptisol dan Respon Kedelai Varietas Anjasmoro (Glycine max (L.) Merrill) Akibat Kombinasi Pupuk Organik dan Pupuk Hayati Sarah Nadia; Fikrinda Fikrinda; Yadi Jufri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.23086

Abstract

Abstrak. Inceptisol merupakan salah satu ordo tanah yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai lahan pertanian, namun Inceptisol memiliki kendala rendahnya ketersediaan hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang sapi dan Microbacter Alfaafa - 11 terhadap perubahan sifat kimia Inceptisol dan respon kedelai Varietas Anjasmoro (Glycine max (L.) Merrill). Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) dengan susunan perlakuannya yaitu kontrol, pupuk kandang sapi 10 t ha-1, pupuk kandang sapi 20 t ha-1, pupuk kandang sapi 30 t ha-1, pupuk kandang sapi 10 t ha-1 + MA-11 satu kali aplikasi, pupuk kandang sapi 20 t ha-1 + MA-11 satu kali aplikasi, pupuk kandang sapi 10 t ha-1 + MA-11 dua kali aplikasi, dan pupuk kandang sapi 20 t ha-1 + MA-11 dua kali aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kandang sapi dan Microbacter Alfaafa - 11 berpengaruh sangat nyata terhadap peningkatan pH dan C-organik, tinggi tanaman umur 15 dan 30 hari setelah tanam (HST), persentase polong berisi dan polong hampa, namun berpengaruh tidak nyata terhadap N-total, P-tersedia, dan K-dd tanah, tinggi tanaman 45 HST, dan jumlah cabang. Ameliorasi pupuk kandang sapi 20 t ha-1 dengan dua kali aplikasi MA-11 memberikan pengaruh terbaik terhadap perubahan sifat kimia Inceptisol dan respon kedelai Varietas Anjasmoro (Glycine max (L.) Merrill) akibat kombinasi pupuk organik dan pupuk hayati.Changes in Chemical Properties of Inceptisol and Response of Soybean Varieties Anjasmoro (Glycine max (L.) Merrill) Due to Combination of Organic and Biological FertilizersAbstract. Inceptisol are one of the soil orders that have the potential to be developed as agricultural land, but Inceptisol have problems with low nutrient availability. This study aims to determine the effect of cow manure and Microbacter Alfaafa - 11 on changes in the chemical properties of Inceptisol and the response of Soybean Varieties Anjasmoro (Glycine max (L.) Merrill). This study used a randomized block design (RBD) method with the composition of the treatments, namely control, 10 t ha-1 cow manure, 20 t ha-1 cow manure, 30 t ha-1 cow manure, 10 t ha-1 cow manure + one application of MA-11, cow manure 20 t ha-1 + one application of MA-11, cow manure 10 t ha-1 + two applications of  MA-11, and cow manure 20 t ha-1 + two applications of  MA-11. The results showed that cow manure and Microbacter Alfaafa - 11 had a very significant effect on increasing pH and C-organic, plant height at 15 and 30 days after planting (DAP), percentage of filled and empty pods, but had no significant effect on N-total, available-P, and K-dd of soil, plant height 45 DAP, and number of branches. Amelioration of 20 t ha-1 cow manure with two applications of MA-11 had the best effect on changes in the chemical properties of Inceptisol and the response of soybeans of the Anjasmoro Varieties (Glycine max (L.) Merrill) due to a combination of organic and biological fertilizers.
Strategi Pemasaran Tanaman Hias di Desa pango Raya Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh Aini Fitri; Edy Marsudi; Zakiah Zakiah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.23053

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk Menentukan strategi pemasaran yang tepat untuk tanaman hias di Desa Pango Raya Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh. Objek penelitian ini adalah Usaha Tanaman Hias di Desa Pango Raya Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh. Ruang lingkup penelitian ini ialah terbatas pada Strategi Pemasaran Usaha Tanaman Hias di Desa Pango Raya Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh. Adapun metode pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan sampel jenuh, menurut Sugiyono (2017) sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi dijadikan sampel. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan kuisioner. Analisis yang dipakai yaitu analisis IFAS, EFAS dan analisis SWOT. Hasil dari analisis SWOT didapatkan usaha tanaman hias di Desa Pango Raya Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh berada pada kuadran I yaitu strategi agresif, sehingga tanaman hias dapat memanfaatkan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada. Selanjutnya diharapkan kepada pemilik usaha tanaman hias sebaiknya melakukan manajemen pemasaran melalui promosi digital marketing maupun secara langsung kepada seluruh konsumen.Marketing Strategies for ornamental Plant in Pango Raya Village, Ulee Kareng District, Banda Aceh CityAbstract. The aim of this research was to determine the appropriate marketing strategy for ornamental plants in Pango Raya Village, Ulee Kareng District, Banda Aceh City. The object of this research is the Ornamental Plant Business in Pango Raya Village, Ulee Kareng District, Banda Aceh City. The scope of this research is limited to the Marketing Strategy for Ornamental Plant Businesses in Pango Raya Village, Ulee Kareng District, Banda Aceh City. The sampling method in this study used saturated samples, according to Sugiyono (2017) saturated sampling is a sampling technique when all members of the population are sampled. In this study using qualitative research, data collection was done by means of interviews and questionnaires. The analysis used is IFAS analysis, EFAS and SWOT analysis. The results of the SWOT analysis show that the ornamental plant business in Pango Raya Village, Ulee Kareng District, Banda Aceh City is in quadrant I, namely an aggressive strategy, so that ornamental plants can take advantage of their strengths to take advantage of existing opportunities. Furthermore, it is hoped that ornamental plant business owners should carry out marketing management through digital marketing promotions or directly to all consumers.

Page 98 of 103 | Total Record : 1028