cover
Contact Name
Asrandi
Contact Email
asrandi@itbmpolman.ac.id
Phone
+6282192005700
Journal Mail Official
e-businessjournal@itbmpolman.ac.id
Editorial Address
JL. Poros Majene-Makassar, Kuningan, Kec. Wonomulyo, Kab. Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, 91342
Location
Kab. polewali mandar,
Sulawesi barat
INDONESIA
Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar
ISSN : -     EISSN : 28076354     DOI : -
Jurnal e-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar adalah terbitan berkala ilmiah yang diterbitkan dua kali setahun (Juni dan Desember) oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar (ITBM Polman) dengan hasil penelitian yang berhubungan dengan Teknologi dan Transformasi Digital, Manajemen Inovasi, Analitik Bisnis, E-commerce, Manajemen Proyek Teknologi, Start-up dan Kewirausahaan Teknologi, Manajemen Rantai Pasok, Analisis Pasar dan Perilaku Konsumen, Keuangan Teknologi, Teknologi Pertanian, Bisnis Pertanian.
Articles 114 Documents
Dampak Pendidikan Kewirausahaan dan Nilai-Nilai Budaya Mandar terhadap Niat Kewirausahaan ( Studi Kasus Pada Program Studi Kewirausahaan ITBM Polman ) Nur Qadrianty; Muhammad Alwi; Resky Faradibah Suhab
Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar Vol 5 No 2 (2025): Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITBM Polman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59903/ebussiness.v5i2.217

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan kewirausahaan dan nilai-nilai budaya Mandar terhadap niat kewirausahaan mahasiswa. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya peran perguruan tinggi dalam mencetak wirausahawan baru, mengingat Indonesia masih memerlukan jutaan pelaku usaha untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Meskipun pendidikan kewirausahaan telah diterapkan dalam kurikulum, hasilnya belum sepenuhnya mampu mendorong niat berwirausaha secara signifikan. Selain pendidikan, nilai-nilai budaya lokal juga diyakini turut memengaruhi pembentukan sikap kewirausahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 34 mahasiswa program studi kewirausahaan sebagai responden. Data dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linier berganda, serta uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya Mandar berpengaruh signifikan terhadap niat kewirausahaan dengan koefisien regresi sebesar 0,886 dan kontribusi determinasi sebesar 89%. Sementara itu, pendidikan kewirausahaan memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan secara statistik. Temuan ini menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai budaya lokal dalam pendidikan kewirausahaan, khususnya nilai-nilai seperti kejujuran (le'ba), kerja keras (tappa’ dalle), dan kemandirian, yang telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Mandar. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan kurikulum kewirausahaan berbasis budaya lokal guna menumbuhkan niat berwirausaha yang lebih kuat dan berkelanjutan di kalangan mahasiswa.
Persepsi Konsumen Dalam Membeli Terhadap Label Gizi pada Produk Makanan yang Diproduksi oleh UMKM Purnamasari, Ulfa; Asrandi, Asrandi
Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar Vol 5 No 2 (2025): Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITBM Polman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59903/ebussiness.v5i2.313

Abstract

Label gizi merupakan informasi penting yang membantu konsumen memilih produk pangan sesuai kebutuhan nutrisi mereka.Penelitian ini bertujuan mengkaji persepsi konsumen terhadap label gizi pada produk makanan yang diproduksi oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di Indonesia. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui survei daring dengan kuesioner pertanyaan terbuka. Sebanyak 52 responden yang telah membeli produk makanan UMKM dalam tiga bulan terakhir dipilih secara purposive. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola persepsi, sikap, dan pengalaman konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyadari pentingnya label gizi, dan informasi tersebut dianggap dapat meningkatkan kepercayaan serta memengaruhi keputusan pembelian. Tantangan utama yang dihadapi konsumen adalah keterbacaan label yang terbatas dan kurangnya informasi gizi yang disediakan oleh UMKM. Penelitian ini menyimpulkan bahwa edukasi konsumen dan dukungan teknis bagi UMKM dalam pelabelan gizi sangat penting untuk meningkatkan transparansi dan kualitas informasi pada produk pangan lokal.
Analisis Kelayakan Usahatani Kakao di Desa Ratte Kecamatan Tubbi Taramanu Kabupaten Polewali Mandar St. Aisya; Jumriani Dambe
Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar Vol 5 No 2 (2025): Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITBM Polman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59903/ebussiness.v5i2.218

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pendapatan dan kelayakan usaha tani kakao di Desa Ratte, Kecamatan Tubbi Taramanu, Kabupaten Polewali Mandar. Kakao merupakan sumber utama penghidupan bagi sebagian besar masyarakat di desa tersebut. Namun, belakangan ini produktivitas kakao mengalami penurunan akibat serangan hama dan usia tanaman yang sudah tua. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif, dengan teknik pengambilan sampel acak sederhana (simple random sampling) terhadap 43 petani kakao. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan alat ukur kelayakan finansial seperti Return Cost Ratio (R/C), Produktivitas Modal (π/C), dan Break Even Point (BEP). Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata penerimaan petani mencapai Rp15.354.419 per hektar per tahun, dengan total biaya produksi sebesar Rp3.753.209. Nilai R/C Ratio sebesar 4,1 dan π/C Ratio sebesar 3,1 menandakan bahwa usahatani kakao di wilayah ini layak secara ekonomi. Meski demikian, petani masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan modal, rendahnya tingkat pendidikan, serta serangan hama yang mengganggu hasil panen. Oleh karena itu, diperlukan dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan pihak terkait untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta keberlanjutan usaha tani kakao di daerah tersebut.
Pemanfaatan AI Generator (Artificial Intelligence) sebagai Peningkatan Efisiensi Pekerjaan pada Bisnis Jasa Desain Grafis Muhammad Abdu; Sri Wahyuni Zainuddin; Inda, Nur
Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar Vol 5 No 2 (2025): Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITBM Polman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59903/ebussiness.v5i2.219

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemanfaatan AI Generator dalam meningkatkan efisiensi pekerjaan pada bisnis jasa desain grafis, khususnya dalam bidang editing. Menggunakan metode studi pustaka (literature review), penelitian ini menganalisis berbagai referensi terkait untuk memahami sejauh mana AI dapat mendukung proses editing dalam industri desain grafis. Berdasarkan sintesis lima penelitian yang dianalisis, AI terbukti memberikan dampak yang signifikan dalam mempercepat dan menyederhanakan tugas editing, seperti manipulasi gambar, perbaikan warna, serta penghapusan elemen yang tidak diinginkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI Generator, melalui platform atau Software yang digunakan, mampu mengotomatisasi berbagai aspek teknis dalam editing, memungkinkan editor untuk lebih fokus pada aspek kreatif. Selain itu, AI juga membantu dalam meningkatkan kualitas visual dengan berbagai fitur otomatis, seperti peningkatan resolusi gambar dan pengaturan palet warna. Namun, efektivitas AI dalam editing sangat bergantung pada pemahaman teknis dan keterampilan dalam menyusun prompt yang optimal. Meskipun AI membawa kemudahan, tantangan tetap ada, seperti potensi plagiarisme, penurunan orisinalitas desain, serta perdebatan terkait hak cipta. Oleh karena itu, diperlukan keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan kreativitas manusia agar peran editor tetap relevan dalam dunia desain grafis. Indikator pencapaian dalam penelitian ini mencakup kecepatan penyelesaian tugas, kualitas hasil, kemampuan adaptasi, serta efisiensi penggunaan sumber daya. Dengan memahami dan mengintegrasikan AI secara bijak, bisnis jasa desain grafis dapat meningkatkan produktivitas tanpa mengorbankan nilai estetika dan orisinalitas karya.
Strategi Pemasaran Media Sosial Dalam Meningkatkan Daya Tarik Pelanggan di Café Kediaman Campalagian M. Reynaldi; Sahabudin, Arfah; Aswad, Iqbal Nur
Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar Vol 5 No 2 (2025): Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITBM Polman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59903/ebussiness.v5i2.220

Abstract

Transformasi teknologi informasi di era globalisasi turut memengaruhi praktik pemasaran, khususnya melalui pemanfaatan media sosial sebagai alat promosi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi strategi pemasaran media sosial dalam meningkatkan daya tarik pelanggan di Cafe Kediaman Campalagian. Menggunakan metode mixed method dengan desain sequential exploratory, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan kuesioner yang disebarkan kepada 50 responden. Hasil studi menunjukkan bahwa platform seperti Instagram dan Facebook berperan signifikan dalam memperkenalkan Cafe kepada konsumen, membangun komunikasi, serta memperkuat loyalitas dan nilai merek. Sebanyak 60% responden mengenal Cafe melalui media sosial, dengan dominasi pengguna berusia 18–30 tahun yang aktif secara digital. Strategi pemasaran dilakukan melalui penyajian konten visual, interaksi langsung dengan audiens, serta penyesuaian jadwal unggahan berdasarkan pola aktivitas pengguna. Namun, beberapa tantangan ditemukan, seperti tingginya persaingan usaha, keterbatasan pengelola media sosial, dan perubahan tren digital yang dinamis. Solusi yang disarankan meliputi inovasi konten, pelibatan tenaga khusus, serta adaptasi strategi sesuai perkembangan tren. Temuan juga mencatat hambatan eksternal seperti minimnya penerangan di sekitar lokasi Cafe. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami efektivitas media sosial sebagai strategi pemasaran untuk menarik dan mempertahankan pelanggan, khususnya di sektor usaha kuliner.
Strategi Pemasaran Digital dalam Meningkatkan Brand Awareness (Study Kasus Bude Daster Fashion Kabupaten Luwu) Marsanda, Lala; Sultan; Fitri
Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar Vol 5 No 2 (2025): Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITBM Polman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59903/ebussiness.v5i2.222

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran digital yang diterapkan oleh Toko Bude Daster Fashion dalam meningkatkan brand awareness di Kabupaten Luwu. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi informasi yang mendorong perubahan perilaku konsumen, sehingga media sosial menjadi saluran pemasaran yang strategis, khususnya dalam aktivitas belanja daring. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemilik toko, karyawan, serta beberapa pelanggan aktif, didukung oleh observasi partisipatif terhadap interaksi di media sosial dan dokumentasi konten promosi pada platform Facebook. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran digital yang diterapkan berfokus pada pemanfaatan media sosial Facebook sebagai kanal utama promosi, melalui unggahan rutin berupa foto produk, video pendek, informasi promo, serta kegiatan siaran langsung (live streaming). Strategi ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran merek, ditandai dengan meningkatnya jumlah pelanggan yang mengenal Toko Bude Daster Fashion melalui media sosial, baik dari wilayah Kabupaten Luwu maupun luar daerah. Konsistensi penggunaan identitas visual seperti logo, warna khas, dan slogan dalam setiap unggahan turut memperkuat daya ingat konsumen terhadap merek. Selain itu, interaksi aktif dengan pelanggan melalui kolom komentar, pesan pribadi, dan aplikasi WhatsApp berkontribusi dalam membangun kedekatan serta kepercayaan pelanggan. Namun, penelitian ini juga menemukan sejumlah kendala, antara lain keterbatasan sumber daya dalam pengelolaan media sosial serta tingginya persaingan usaha sejenis. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan strategi pemasaran digital yang lebih sistematis, inovatif, dan adaptif terhadap tren pasar agar brand awareness Toko Bude Daster Fashion dapat terus meningkat secara berkelanjutan.
Pengaruh Media Sosial dan Influencer dalam Meningkatkan Brand Awareness Toko Citra Kosmetik Jufri, Thariza Sakina; Sultan; Fitri
Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar Vol 5 No 2 (2025): Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITBM Polman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59903/ebussiness.v5i2.223

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis 1) Pengaruh Media sosial dalam meningkatkan brand awareness 2) Pengaruh Influencer dalam meningkatkan brand awareness. 3) Pengaruh Media sosial dan Influencer dalam meningkatkan brand awareness toko citra kosmetik, pada konsumen yang mengetahui toko citra kosmetik dan pernah melakukan pembelian di marketplace shopee toko citra kosmetik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah individu yang berada di kota makassar mengetahui toko citra kosmetik dan pernah melakukan pembelanjaan di marketplace shopee toko citra kosmetik. Teknik penentuan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik probability sampling dengan jumlah sampel 100 orang dengan teknik analisis data menggunakan SPSS versi 25 dan menggunakan analisis regresi linear berganda sehingga dapat diketahui hubungan antar variabel. Penelitian ini memperoleh hasil bahwa Media sosial (X1) berpengaruh positif dan signifikan secara parsial dalam meningkatkan brand awareness(Y), Influencer (X2) berpengaruh positif dan signifikan secara parsial dalam meningkatkan brand awareness (Y).Media sosial (X1) dan Influencer (X2) berpengaruh positif dan signifikan secara simultan dalam meningkatkan brand awareness toko citra kosmetik(Y).
Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Peningkatan Pendapatan Usahatani Cabai Di Desa Alu Kecamatan Alu Kabupaten Polewali Mandar Lestari, Indah; Jumriani Dambe; Salmawati
Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar Vol 5 No 2 (2025): Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITBM Polman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59903/ebussiness.v5i2.224

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mnetahui peran penyuluh pertanian terhadap peningkatan hasil usahatani cabai di Desa Alu, Kecamatan Alu, Kabupaten Polewali Mandar. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed method (kuantitatif dan kualitatif). Penelitian ini merupakan suatu langkah penelitian dengan menggabungkan dua bentuk penelitian yang telah ada sebelumnya yaitu penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada 17 petani cabai setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh pertanian memiliki empat peran yang signifikan dalam peningkatan pendapatan usahatani cabai di Desa Alu Kecamatan Alu Kabuaten Polewali Mandar petani yaitu sebagai peran sebagai fasilitator dengan skor 2,10, peran sebagai motivator dengan skor 2,04, peran sebagai inovator dengan skor 2,16, dan peran sebagai edukator dengan skor 2,16, dengan demikian rata-rata skor peran penyuluh pertanian di desa Alu adalah kategori sedang. Pelaksanaan penyuluhan pertanian di Desa Alu dalam upaya meningkatkan pendapatan usahatani cabai didukung oleh beberapa faktor pendukung, yaitu: keberadaan penyuluh yang kompeten dan memahami kondisi lokal, tersedianya sarana dan prasarana yang memadai seperti balai penyuluhan dan transportasi, partisipasi aktif petani dalam kegiatan penyuluhan, serta kesesuaian materi penyuluhan dengan kebutuhan dan permasalahan petani cabai. Keempat faktor ini secara sinergis berperan penting dalam mendukung efektivitas penyuluhan dan peningkatan hasil usahatani. Meskipun peran penyuluh pertanian sangat penting, terdapat faktor penghambat yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas, seperti keterbatasan jumlah penyuluh, sulitnya akses ke lokasi petani, dan sikap sebagian petani yang kurang terbuka terhadap inovasi. Namun, hambatan-hambatan tersebut dapat diatasi secara bertahap melalui pendekatan partisipatif dan komunikasi yang intensif.
Strategi Pengembangan Usahatani Kakao di Desa Tapua, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar Saharuddin; Ansyar; Hamsah
Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar Vol 5 No 2 (2025): Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITBM Polman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59903/ebussiness.v5i2.225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan usahatani kakao di Desa Tapua, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis SWOT. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan petani kakao, tokoh masyarakat, serta aparat pemerintah desa, yang didukung oleh studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani kakao di Desa Tapua memiliki potensi yang cukup besar dalam mendukung peningkatan perekonomian masyarakat. Faktor kekuatan meliputi tingkat kesuburan tanah yang baik, pengalaman petani dalam budidaya kakao, serta tingginya permintaan pasar. Adapun faktor kelemahan meliputi keterbatasan modal usaha, rendahnya pemanfaatan teknologi pertanian, dan terbatasnya ketersediaan sarana produksi. Peluang pengembangan usaha ditunjukkan oleh adanya dukungan dari pemerintah daerah serta kecenderungan peningkatan harga kakao di pasar global. Sementara itu, ancaman yang dihadapi antara lain perubahan iklim, serangan hama dan penyakit tanaman, serta persaingan dengan komoditas pertanian lainnya. Berdasarkan hasil analisis SWOT, usahatani kakao di Desa Tapua berada pada kuadran II, sehingga strategi yang direkomendasikan adalah diversifikasi produk serta peningkatan daya saing melalui inovasi dan penguatan kelembagaan petani.
Strategi Pengembangan Usaha Durian Tapua di Kabupaten Polewali Mandar M. Ikram HR; Ghulam, Reza Afandy; Resky Faradibah Suhab
Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar Vol 5 No 2 (2025): Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITBM Polman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59903/ebussiness.v5i2.227

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan usaha Durian Tapua di Kabupaten Polewali Mandar yang dikenal sebagai salah satu komoditas buah lokal unggulan dengan cita rasa khas dan kualitas yang unggul. Meskipun memiliki potensi yang besar, pengelolaan usaha Durian Tapua masih menghadapi berbagai permasalahan, antara lain keterbatasan strategi pemasaran, minimnya inovasi produk, rendahnya akses terhadap permodalan, serta tingginya ketergantungan pada pola panen musiman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pedagang Durian Tapua dan penyuluh pertanian. Analisis data dilakukan menggunakan metode SWOT yang didukung oleh matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan usaha Durian Tapua berada pada posisi strategi agresif (Strengths–Opportunities), yaitu memanfaatkan kekuatan internal berupa kualitas produk yang unggul dan cita rasa khas, serta peluang eksternal berupa permintaan pasar yang luas. Strategi utama yang direkomendasikan meliputi pengembangan dan diversifikasi produk, penguatan branding, pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan pemasaran, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada konsumen. Penerapan strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha Durian Tapua di Kabupaten Polewali Mandar.

Page 11 of 12 | Total Record : 114