cover
Contact Name
Muktiarni
Contact Email
gizikuliner@upi.edu
Phone
+6283821575585
Journal Mail Official
gizikuliner@upi.edu
Editorial Address
Jl. Setiabudhi No. 207
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner
ISSN : 20859783     EISSN : 25496123     DOI : https://doi.org/10.17509/boga
Core Subject : Education, Social,
Journal of Nutrition and Culinary Education Media (JMPGK) is a six-monthly journal containing manuscripts in the fields of education, nutrition and culinary. The scope of JMPGK is in the form of research results and critical-analytical studies in the fields of Education, Nutrition and Culinary. The publication of articles in this journal is addressed to the editorial office. Complete information for loading articles and instructions for writing articles are available in each issue. Incoming articles will go through a bestari partner or editor selection process. This journal is published periodically twice a year, namely in April and November.
Articles 201 Documents
PENGEMBANGAN TEMPLATE MEDIA PEMBELAJARAN SEBAGAI SARANA PRESENTASI MAHASISWA DALAM MATA KULIAH SEMINAR TATA BOGA Melati Verinita Azhari; Atat Siti Nurani; Rita Patriasih
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.097 KB) | DOI: 10.17509/boga.v7i1.11597

Abstract

Media pembelajaran sebagai sarana presentasi memiliki kedudukan yang sangat penting untuk kelancaran kegiatan presentasi sehingga diperlukan sebuah template dari media pembelajaran untuk dijadikan sebagai acuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan template media pembelajaran sebagai sarana presentasi mahasiswa yang ideal dan tervalidasi. Desain penelitian yang digunakan adalah Research and Development. Langkah-langkah penelitian yang dilakukan diawali dengan tahap identifikasi potensi dan masalah, pengumpulan informasi dan studi literatur, desain produk, validasi desain dan desain teruji sebagai tahap terakhir dari keseluruhan langkah penelitian. Desain template media pembelajaran yang baik adalah desain yang sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku. Pengembangan template media pembelajaran dilakukan dengan mengadopsi konsep desain simplicity dimana konsep ini menggunakan tampilan slide presentasi yang sederhana dan mudah dimengerti. Hasil validasi desain template media pembelajaran sebagai sarana presentasi mahasiswa dalam mata kuliah Seminar Tata Boga menunjukkan bahwa pengembangan template media pembelajaran berada pada kategori layak digunakan dengan persentase skor kelayakan sebesar 92% dan 82,67% dari dua orang validator. Pengembangan template media pembelajaran ini dapat menjadi panduan dan gambaran dalam pembuatan template media pembelajaran sebagai sarana presentasi mahasiswa dalam mata kuliah Seminar Tata Boga dan dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif model template media pembelajaran untuk digunakan dalam mata kuliah Seminar Tata Boga. Penelitian ini perlu ditindaklanjuti untuk melihat keberhasilan dari pengembangannya.Kata kunci : Template Media Pembelajaran, Presentasi, Seminar Tata Boga
HALAL FOOD PADA HIDANGAN NASI GORENG DI KECAMATAN SUKASARI BANDUNG Ajeng Fatimah Noor Islami; Sudewi Yogha; Karpin Karpin
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.599 KB) | DOI: 10.17509/boga.v8i1.19228

Abstract

Halal food merupakan hidangan maupun minuman yang boleh dikonsumsi menurut syariat Islam. Pada proses pengolahan, pemilihan bahan, tempat penyimpanan, sumber bahan baku yang digunakan harus berasal dari yang dibolehkan syariat Islam serta terhindar dari najis. Nasi goreng merupakan hidangan yang sangat digemari oleh masyarakat, namun banyak penjual yang masih menggunakan bahan dan bumbu yang tidak halal. Tingkat pengetahuan mengenai halal food merupakan faktor yang menentukan penjual menggunakan bahan-bahan tidak halal. Penelitian ini dilatarbelakangi karena sesuai dengan undang-undang no. 33 tahun 2014 mengenai jaminan produk halal dan pada tahun 2019 semua produk pangan wajib bersertifikat halal. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memperoleh data mengenai sejauh mana pemahaman para penjual nasi goreng mengenai halal food, serta pemaham para penjual nasi goreng mengenai pemilihan bahan dan bumbu halal. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuantitatif dengan melakukan survey dan instrument berupa test. Hasil penelitian ini menunjukkan para penjual nasi goreng yang berada di kecamatan Sukasari menguasai pengetahuan halal food. Sedangkan untuk pengetahuan dalam memilih bahan dan bumbu yang digunakan pada hidangan nasi goreng, penjual nasi goreng menguasai pengetahuan bahan dan bumbu halal. Namun kurangnya kesadaran mengenai halal food membuat para penjual tetap menggunakan bumbu-bumbu yang non halal. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan para penjual dapat lebih meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mengenai halal food agar makanan yang disajikan terjamin status kehalalannya, serta untuk para konsumen lebih berhati-hati dalam memilih hidangan yang akan dikonsumsi, dan untuk lembaga terkait diharapkan mampu meningkatkan sosialiasasi kepada masyarakat mengenai pangan halal
PENERAPAN HASIL BELAJAR KEWIRAUSAHAAN PADA PRAKTEK MANAJEMEN USAHA BOGA Ayu Legianasari; Sudewi Yogha; Tati Setiawati
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.053 KB) | DOI: 10.17509/boga.v2i1.6414

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan penulis pada Mata Kuliah Kewirausahaan dan Mata Kuliah Manajemen Usaha Boga yang berkaitan dengan perencanaan praktek, pelaksanaan praktek dan evaluasi praktek. Populasi dalam penelitian adalah mahasiswa Pendidikan Tata Boga angkatan 2010 yang berjumlah 45 sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh gambaran mengenai penerapan hasil belajar Kewirausahaan pada praktek Manajemen Usaha Boga meliputi pembuatan perencanaan praktek, pelaksanaan praktek, dan evaluasi praktek. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan alat pengumpulan data adalah angket dan observasi. Hasil penelitian berkaitan dengan pembuatan perencanaan praktek dengan presentase 87%, pelaksanaan praktek dengan presentase 88%, dan evaluasi praktek dengan presentase 92% berada pada kriteria sangat diterapkan.Saran ditujukan kepada responden diharapkanharus lebih sering berlatih dalam praktek sehingga responden dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya menjaga kebersihan ketika sedang mengolah bahan makanan, dan menyimpan bahan makanan dengan benar. Responden juga dapat menerapkan ilmu Kewirausahaan dan ilmu Manajemen Usaha Boga dalam membuka suatu usaha, sehingga dengan ilmu-ilmu tersebut responden dapat mencermati keadaan pangsa pasar, mampu meningkatkan kualitas produk, dan melaksanakan promosi produk dengan baik yang bisa dilakukan melalui media cetak ataupun elektronik.
PELESTARIAN “KUE MAYIT” SEBAGAI KUE TRADISIONAL GARUT Rosi Rosmayanti; Elly Lasmanawati; Atat Siti Nurani
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.756 KB) | DOI: 10.17509/boga.v8i2.21960

Abstract

Hasil studi lapangan yang dilakukan penulis, ditemukan bahwa kue tradisional Garut, yaitu “Kue Mayit” sudah sulit ditemukan di pasar tradisional dan toko oleh-oleh, hal ini karena beberapa pembuat sudah tidak menjual “Kue Mayit”, ada pula yang telah meninggal dan tidak memiliki generasi penerus, sehingga dibutuhkan upaya pelestarian, agar kue ini tetap ada dan tidak punah. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran “Kue Mayit” mengenai sejarah, bahan, alat, proses pengolahan, dan upaya pelestariannya. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu “Kue Mayit” memiliki bentuk, warna yang putih seperti “mayit” , dalam agama islam berarti mayat yang dibungkus kain kafan berwarna putih. Kue ini diperkirakan ada sejak tahun 1962. Bahan yang digunakan yaitu tepung beras ketan, kelapa setengah tua, dan gula merah bojongloa. Perbandingan tepung ketan, gula merah, dan kelapa yaitu pembuat A menggunakan 2:1:1, B menggunakan 2:1.5:1 dan E menggunakan 1,4:0.5:1 dalam satuan kilogram. Alat yang digunakan, wajan, jubleg batu, halu, tampah, saringan tepung, gelas. Plastik, kap plastik, dus digunakan sebagai alat pengemasan, toples digunakan sebagai alat penyajian. Pengolahannya dimulai dengan menumbuk beras ketan yang sudah dicuci dan direndam, kemudian saring. Tepung dibibis menggunakan air garam sampai lembab, berbentuk kerikil. Panaskan wajan menggunakan api sedang, masukkan tepung yang sudah dibibis ke dalam wajan menggunakan saringan sampai membentuk bulatan, masukkan enten, kemudian gulung, tekan bagian kiri dan kanannya, gunting bagian yang kurang merata. Kue ini disajikan pada saat hari raya, syukuran, pesta, upacara adat pertanian. Upaya pelestarian melalui pendokumentasian melalui pembuatan, video dokumenter, video tutorial.
MANFAAT PENGETAHUAN “MENGOLAH HIDANGAN BERBAHAN TERIGU (PASTA)” SEBAGAI KESIAPAN COOK HELPER PADA SISWA SMKN 9 BANDUNG Eliza Novrianti Rahayu; Elly Lasmanawati; Yulia Rahmawati
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.282 KB) | DOI: 10.17509/boga.v3i1.5168

Abstract

Latar belakang masalah penelitian ini ingin mengetahui tingkat kemampuan pengetahuan siswa dalam “mengolah hidangan berbahan terigu (pasta) untuk mengembangkan potensi diri yang dimiliki sebagai cook helper hotel dan restoran. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang bagaimana manfaat pengetahuan mengolah hidangan berbahan terigu (pasta) pada kesiapan menjadi cook helper, pada tahap persiapan, pengolahan dan penyajian. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan menggunakan angket sebagai alat pengumpul data.  Sampel yang digunakan adalah purposive yaitu siswa kelas XII Program Keahlian Jasa Boga 2 angkatan 2012 SMKN 9 Bandung yang telah lulus Kompetensi Dasar Mengolah Hidangan Berbahan Terigu (Pasta) dan belum melaksanakan praktek kerja industri sebanyak 24 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pengetahuan siswa pada tahap persiapan, tahap pengolahan, dan tahap penyajian berada pada kriteria bermanfaat, mengandung implikasi bahwa siswa mampu menyerap materi “Mengolah Hidangan Berbahan Terigu (Pasta)” bermanfaat sebagai kesiapan cook helper. Saran ditujukan kepada guru pengampu mata pelajaran Pengolahan Makanan Kontinental agar lebih mengembangkan materi pembelajaran tentang “Hidangan Berbahan Terigu (Pasta)”, serta dapat memberikan motivasi pada siswa sehingga siswa lebih siap melaksanakan praktek kerja industri dan bekerja  di industri sebagai cook helper. Kata Kunci : Manfaat Pengetahuan, Mengolah Hidangan Berbahan Terigu (Pasta), Kesiapan, Cook Helper, Siswa SMK
UJI HEDONIK PEMANFAATAN SIPUT GONGGONG SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN SIOMAY Adiguna Tumpuan Tumpuan
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.753 KB) | DOI: 10.17509/boga.v9i2.33009

Abstract

Siput gonggong merupakan makhluk hidup laut yang termasuk dalam filum moluska dari kelas gastropoda yang biasa mudah ditemukan di laut dangkal. Di Kepulauan Riau khususnya kabupaten Bintan, siput gonggong sudah sejak dahulu dijadikan bahan utama wisata kuliner yang diburu oleh para wisatawan. Siput gonggong pada umumnya dimanfaatkan penduduk dengan cara direbus, digoreng, dan dikukus. Dalam penelitian ini akan dilakukan eksperimen pengembangan manfaat siput gonggong menjadi bahan dasar pembuatan produk siomay. Rumusan masalah yang menjadi dasar penelitian ini adalah bagaimana tingkat kesukaan dari panelis terhadap aspek rasa, aroma, warna, dan tekstur pada hasil produk siomay yang menggunakan substitusi bahan dasar siput gonggong. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah mempromosikan siput gonggong khas kepulauan Riau dalam bentuk produk siomay yang dapat didistribusikan ke luar pulau Bintan sebagai oleh-oleh. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang menggunakan teknik analisa data validitas pearson, reliabilitas spearman brown, dan one way ANOVA. Hasil dari penelitian ini adalah sampel siomay berbahan dasar 50% daging ayam dan 50% siput gonggong mendapatkan penilaian tertinggi dari aspek rasa, aroma, warna, dan tekstur. Saran untuk penelitian berikutnya dapat melakukan penelitian terhadap kandungan nutrisi siomay, kemasan yang sesuai, dan strategi pemasaran
PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN IBU DALAM PENGELOLAAN MAKANAN UNTUK PEMULIHAN BALITA GIZI KURANG DI KECAMATAN PANCALANG KUNINGAN Selvi Oktaviani; Ellis Endang Nikmawati; Rita Patriasih
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.454 KB) | DOI: 10.17509/boga.v4i1.8399

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi terjadinya kasus balita gizi kurang pada tahun 2013 di Kecamatan Pancalang, yang disebabkan oleh pengelolaan makanan yang belum memenuhi kebutuhan zat gizinya. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan keterampilan Ibu dalam pengelolaan makanan bagi anak balita gizi kurang sebagai pendukung pemulihan status gizi balita di Kecamatan Pancalang, Kuningan. Populasi penelitian sebanyak 113 dengan anggota sampel dalam penelitian ini sebanyak 34 orang yaitu ibu yang memiliki balita dengan status gizi kurang usia 3-5 tahun dengan teknik Random Sampling. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian adalah test dan angket. Teknik pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 6% responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik, 35% responden memiliki tingkat pengetahuan sedang dan sisanya lebih dari setengahnya (59%) responden memiliki tingkat pengetahuan gizi yang kurang, dengan rata-rata skor 10,85, dan standar deviasi ± 2,55. Keterampilan ibu dalam pengelolaan makanan untuk balita 3-5 tahun yaitu masing-masing kurang dari setengahnya responden selalu melakukan, meliputi; (35,3%) memilih ikan, (41,1%) memilih telur, (47%) memilih makanan selingan, (47,1%) menggunakan minyak goreng, (47,1%) menumis sayuran, (35,3%) menyajikan makanan, (26,5%) menggunakan alat makan dan (44,1%) memberikan makan sesuai frekuensi. Masing-masing sebagian kecil responden selalu melakukan, meliputi; (3%) menghindari penggunaan bumbu instan dan (17,7%) menyajikan sayuran. Pengetahuan dan keterampilan ibu tentang pengelolaan makanan sebaiknya ditingkatkan, sehingga pemulihan gizi dapat berjalan optimal
The Effect of Learning Videos on Students' Learning Comprehension Level Rizky Adzan Maulana; Rina Maryanti
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (994.765 KB) | DOI: 10.17509/boga.v9i2.38377

Abstract

The Covid-19 pandemic that has hit since 2019 and is currently one of the effects that is felt by students, especially in Indonesia. Since the pandemic, the education system that used to be face-to-face has now shifted to online. The purpose of this study was to determine the effect of learning videos on the level of students' understanding of learning. This study uses a mix method consisting of qualitative and quantitative analysis techniques, namely descriptive analysis. The results showed that students preferred learning that was carried out using interesting learning videos and also students understood more through learning videos. Due to the use of zoom or other media, the majority are constrained by the absence of internet quota. WhatsApp groups are a fairly easy alternative and all teachers can use the WhatsApp group facility. Learning videos are proven to be able to increase students' understanding in learning.
PENERAPAN PENGETAHUAN BAHAN TAMBAHAN PANGAN PADA PEMILIHAN MAKANAN JAJANAN MAHASISWA PENDIDIKAN TATA BOGA UPI Leha Julaeha; Ai Nurhayati; Ai Mahmudatusa’adah
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.279 KB) | DOI: 10.17509/boga.v5i1.8429

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi masih adanya mahasiswa Prodi Pendidikan Tata Boga UPI yang mengkonsumsi makanan jajanan yang berbahan tambahan berbahaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan pengetahuan bahan tambahan pangan berupa pewarna, pemanis, dan pengawet pada makanan jajanan snack, buah, dan minuman. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Deskriptif yang akan menggambarkan keadaan yang sebenarnya dari mahasiswa Prodi Pendidikan Tata Boga UPI. Populasi penelitian adalah mahasiswa Prodi Pendidikan Tata Boga yang telah mempelajari Kimia Makanan sebanyak 121 mahasiswa. Sampel yang digunakan ditentukan dengan cara simple random sampling sebanyak 55 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah rata - rata mahasiswa kurang menerapkan pengetahuan bahan tambahan pangan dalam pemilihan makanan jajanan sehari – hari. Rekomendasi diberikan pada mahasiswa untuk dapat lebih mengaplikasikan pengetahuan bahan tambahan pangan pada pemilihan makanan jajanan.
Development of E-Module For The Making Of Fried Onion in Basic Culinary Courses in Culinary Studies Education Study Program Indonesian University of Education Fhera Adelia; Rita Patriasih; Karpin Karpin
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1029.182 KB) | DOI: 10.17509/boga.v11i1.46345

Abstract

Educators and teaching materials are one of the main components in the learning process. However, in the current pandemic conditions, students are required to study independently through teaching materials as a guide. One of the teaching materials that can support the independent learning process is the electronic module (e-module). Based on information obtained from the lecturer in charge of basic culinary courses, the results of the practice carried out by the Class of 2020 Catering Education students there are still some students whose practice results do not match the criteria of completeness that have been determined. When asked about the material about fried onions through essay questions at the end of the semester there were only 2 people who answered the question well. This study aims to determine whether the e-module for making fried onions is suitable for use in the learning process. Research usingresearch and development methods with the ADDIE model are analysis, design, development, implementation and evaluation. However, researchers limit it only to the development stage. The instruments used in this study were interviews, literature studies and expert validation sheets. The results showed that the e-module for making fried onions according to material, media and language experts was suitable for use. This shows that the e-module for making fried onions developed in this research is suitable for use in teaching basic culinary courses.