cover
Contact Name
Nuris Dwi Setiawan
Contact Email
ahmad.ashifuddin@gmail.com
Phone
+6285641386859
Journal Mail Official
setyawan_dw@stekom.ac.id
Editorial Address
Jalan Majapahit No 605
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Kajian Dan Penalaran Ilmu Manajemen
ISSN : 29642418     EISSN : 29641349     DOI : 10.59031
Core Subject : Science,
Topik dalam Jurnal ini berkaitan dengan aspek apapun dari manajemen, namun tidak terbatas pada topik berikut : Manajemen Sumberdaya Manusia , Manajemen Keuangan, Manajemen Pemasaran, Manajemen Sektor Publik, Manajemen Operasional, Manajemen Rantai Pasokan, Corporate Governance, Etika Bisnis, Akuntansi Manajemen, Pasar Modal dan Investasi dan ilmu Ekonomi
Articles 142 Documents
Strategi Komunikasi Pemasaran Event Organizer Untuk Membangun Kepercayaan Pelanggan Ala Rasulullah SAW siti purmini
Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober : Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen
Publisher : CV. Aksara Global Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jkpim.v2i4.484

Abstract

Penelitian ini mengidentifikasi strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan oleh CV Sultan Promosindo, sebuah event organizer di Grobogan, dalam upaya membangun kepercayaan pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan ini menerapkan strategi bauran komunikasi yang meliputi humas, penjualan pribadi, periklanan, dan promosi penjualan. Aktivitas humas dilakukan melalui program-program yang melibatkan klien dan komunitas. Penjualan pribadi diwujudkan melalui interaksi langsung dengan klien, seperti presentasi dan pertukaran informasi. Periklanan memanfaatkan media sosial seperti Instagram, halaman web, YouTube, dan TikTok untuk tujuan promosi dan penyebaran informasi. Promosi penjualan dilakukan melalui konferensi pers dengan melibatkan mitra media lokal dan reporter portal online untuk meliput acara. Analisis SWOT digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi CV Sultan Promosindo. Meskipun strategi-strategi ini terbukti efektif dalam membangun kerjasama dengan pelanggan, beberapa kendala komunikasi masih ditemui, seperti kesenjangan pengetahuan mengenai acara, kesulitan meyakinkan klien tentang ide yang ditawarkan, dan gangguan proses internal klien yang menghambat timeline kerja event organizer. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan pentingnya CV Sultan Promosindo untuk lebih proaktif dalam memanfaatkan media baru yang berkembang, serta memperkuat iklan di media massa agar promosi dapat menjangkau khalayak yang lebih luas. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi usaha di bidang jasa untuk meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan pelanggan serta bermanfaat bagi mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir serupa.
Determinasi Belanja APBDESA Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Kota Lhokseumawe Gebriuna Apriyani; Indra Wijaya; Kheriah Kheriah
Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober : Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen
Publisher : CV. Aksara Global Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jkpim.v2i4.486

Abstract

Indonesia sebagai negara berkembang juga masih dihinggapi oleh permasalahan kemiskinan. Pemerintah telah melakukan berbagai terobosan dalam pengentasasan kemiskinan, salah satunya melalui penyaluran dana desa. Dana desa (APBDesa) digunakan untuk: penyelenggaraan pemerintah desa, pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan, pemberdayaan masyarakat desa, serta penanggulangan bencana. Hal ini sejalan dengan tujuan pembangunan desa, peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pengentasan kemiskinan. Kemiskinan diindikasikan melalui Keluarga penerima manfaat (KPM) yang menerima Program Keluarga harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Uji Chow dan Uji Hausman test merekomendasikan Fixed Effect Model, sedangkan Uji Lagrange Multiplier merekomendasikan Common Effect Model. Determinasi dari ketiganya menunjukkan bahwa belanja melalui APBDesa hanya relatif kecil dapat menjelaskan penurunan tingkat kemiskinan di Kota Lhokseumawe. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Lhokseumawe harus lebih meningkatkan proses pendampingan kepada desa khususnya dalam perencanaan belanja yang berorientasi pada pengentasan kemiskinan karena masih terdapat belanja desa yang tidak bersentuhan langsung dengan program penanggulangan kemiskinan.
Determinasi Belanja Operasional Dan Modal Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Kota Lhokseumawe Cut Miftahul Jannah; Indra Wijaya; Mustika Amri
Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober : Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen
Publisher : CV. Aksara Global Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jkpim.v2i4.489

Abstract

Kemiskinan merupakan masalah kompleks yang disebabkan oleh banyak faktor yang saling terkait. Belanja operasional dan belanja modal dianggap dapat mempengaruhi tingkat kemiskinan. Tujuan penelitian ini untuk mendeterminasi pengaruh belanja operasional dan belanja modal terhadap kemiskinan di Kota Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi berganda untuk melihat pengaruh antara variabel independen (Belanja Operasional dan Belanja Modal) dengan variabel dependen (Tingkat Kemiskinan). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa belanja operasional berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan di kota lhokseumawe,artinya jika belanja operasional meningkat maka tingkat kemiskinan di Kota Lhokseumawe akan cenderung menurun. Namun belanja modal tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Kota Lhokseumawe periode tahun 2007-2023. Rekomendasi kepada pemerintah daerah agar lebih memproritaskan peningkatan anggaran untuk belanja operasional serta perlu dilakukan evaluasi terhadap belanja modal.
Pengaruh Dana Alokasi Khusus Dan Dana Alokasi Umum Terhadap Tingkat Kemiskinan di Kota Lhokseumawe Sembiring Sembiring; Diana Diana; Fakriah Fakriah
Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober : Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen
Publisher : CV. Aksara Global Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jkpim.v2i4.492

Abstract

Otonomi merupakan kekuasaan untuk mengurus daerah secara mandiri dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat dalam Upaya pengentasan kemiskinan. Salah satu bentuk kongkrit dari otonomi adalah pengelolaan dana, dari APBN kepada APBD sebagai instrumen daerah untuk merencanakan dan melaksanakan program melalui DAU dan DAK. Keduanya merupakan instrumen dalam rangka pemerataan kemampuan keuangan antar daerah sekaligus upaya pengentasan kemiskian. Sehingga, keduanya memiliki peran penting dalam menjaga tercapainya standar pelayanan publik di daerah. Penelitian ini dikaji atas realisasi DAU dan DAK terhadap tingkat kemiskinan di Kota Lhokseumawe periode 2009-2023, data skunder, teknik analisis regresi linear berganda serta serangkaian uji asumsi klasik yang diharapkan memenuhi asumsi BLUE. Hasil estimasi model menunjukkan bahwa secara parsial dan simultan, kedua variable (DAU dan DAK) dapat menjelaskan perubahan tingkat kemiskinan secara negative dan signifikan. Oleh karena itu, upaya pemerataan pembangunan dalam kerangka pengentasan kemikisnan perlu dilakukan dengan memastikan bahwa sumber pendanaan DAU dan DAK harus dialokasikan secara tepat berdasarkan perecanaan yang komprehensif.
Divergensi Dan Konvergensi Pemikiran Dalam Pengambilan Keputusan Manajerial: Studi Kasus Di Areal Perkebunan Plasma PT. Perkebunan Nusantara IV (PTPNIV) Pelaihari Nuril Huda; Mahdi Hidayatullah; Iskandar zulkarnain; Norma Tiara
Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober : Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen
Publisher : CV. Aksara Global Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jkpim.v2i4.493

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pemikiran divergen dan konvergen dalam pengambilan keputusan manajerial di areal perkebunan plasma PT. Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) Pelaihari. Pemikiran divergen digunakan untuk mengeksplorasi berbagai alternatif solusi, sedangkan pemikiran konvergen membantu mempersempit pilihan menuju keputusan terbaik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari lima orang manajer di PTPN IV Pelaihari yang terlibat langsung dalam proses pengambilan keputusan strategis dan operasional. Objek penelitian adalah proses pengambilan keputusan dalam konteks pengelolaan tenaga kerja dan produktivitas perkebunan plasma. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajer di PTPN IV Pelaihari secara fleksibel menggunakan pemikiran divergen untuk menemukan solusi kreatif dalam menghadapi tantangan yang kompleks, sementara pemikiran konvergen lebih banyak digunakan dalam situasi yang membutuhkan keputusan cepat dan pasti. Faktor-faktor seperti pengalaman manajerial, tekanan waktu, dan ketersediaan informasi memengaruhi cara manajer menggabungkan kedua pendekatan tersebut. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan bagi manajer di PTPN IV Pelaihari, dengan fokus pada pengembangan kemampuan beralih antara pemikiran divergen dan konvergen untuk meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan dan produktivitas perkebunan plasma.
Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Petugas Ramp Handling PT. Gapura Angkasa Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya Muh Fajlin
Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober : Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen
Publisher : CV. Aksara Global Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jkpim.v2i4.495

Abstract

Area landside memiliki berbagai risiko kecelakaan, sehingga petugas di area tersebut diwajibkan untuk menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai dengan peraturan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pelanggaran penggunaan APD oleh petugas Ramp handling dan faktor-faktor yang menghambat pemakaian APD tersebut. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui sanksi yang diterima petugas jika melanggar ketentuan penggunaan APD. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kualitatif, yang meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan petugas Ramp handling di PT. Gapura Angkasa yang beroperasi di Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya, serta dari dokumen-dokumen pendukung perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya pelanggaran dalam penggunaan APD oleh petugas saat bertugas di area apron. Selain itu, ditemukan faktor-faktor yang menghambat pemakaian APD oleh petugas di lapangan. Perusahaan juga berperan dalam menegakkan disiplin dengan melakukan pengawasan dan memberikan sanksi kepada petugas yang melanggar, baik terkait penggunaan APD maupun pelanggaran lainnya.
Adaptasi Pasar terhadap Tren Makanan Viral di Banjarmasin, Kalimantan Selatan: Peluang Bisnis bagi Wirausaha Kuliner Lokal Mahdi Hidayatullah; Hastin Umi Anisah
Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober : Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen
Publisher : CV. Aksara Global Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jkpim.v2i4.505

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi adaptasi pasar terhadap tren makanan viral yang awalnya populer di Jawa dan kemudian diadopsi oleh usaha kecil di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Fenomena adopsi tren yang tertunda ini menghadirkan peluang bisnis bagi pengusaha kuliner lokal yang ingin menarik konsumen dengan produk yang telah terbukti laris di pasar. Pendekatan studi kasus kualitatif digunakan untuk menyelidiki faktor-faktor yang memengaruhi adaptasi pasar, strategi bisnis yang diterapkan, serta tantangan yang dihadapi dalam mengadopsi tren viral tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemilik usaha kuliner di Banjarmasin, observasi lapangan untuk memahami perilaku konsumen, serta analisis dokumen dan media sosial untuk melacak penyebaran tren. Temuan menunjukkan bahwa adaptasi terhadap tren dipengaruhi oleh keterlambatan informasi, preferensi konsumen lokal, dan modal sosial. Para pengusaha lokal melihat keterlambatan ini sebagai peluang untuk mengurangi risiko investasi, meskipun tantangan tetap ada dalam hal orisinalitas produk dan mempertahankan minat konsumen.
Analisis Faktor Pemicu Terjadinya Selisih Anggaran dengan Realisasi Pendapatan Dinas Kesehatan Kab. Lampung Barat Rabi’ah Al’adawiyah; Steven Bagus Imanuel; Tiara Suci Puspita; Wulan Nesti Utari; Yusuf Bachtiar
Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen Vol. 3 No. 1 (2025): Januari : Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen
Publisher : CV. Aksara Global Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jkpim.v3i1.507

Abstract

Penelitian mengenai selisih anggaran dengan realisasi pendapatan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Barat tahun 2021-2023 bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memicu perbedaan antara apa yang telah direncanakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan realisasi yang terjadi di lapangan. Selisih ini dapat berpengaruh pada defisit SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) atau Surplus/Defisit-LO (Laporan Operasional), yang mencerminkan sejauh mana pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja daerah berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
Koperasi Multi Pihak dalam Menghadapi Tantangan Era Digital Nadya Syechan; Saskia Kartika; Gabriell Fransiska M.Pangaribuan; Azzahra Intan Nuraini W; Maurici Albertigati Deutolino S
Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen Vol. 3 No. 1 (2025): Januari : Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen
Publisher : CV. Aksara Global Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jkpim.v3i1.508

Abstract

Penelitian ini menganalisis bagaimana koperasi multi pihak menghadapi tantangan dalam era digital, khususnya di tengah perkembangan teknologi informasi dan persaingan dengan platform-platform digital. Koperasi multi pihak memiliki karakteristik khusus, di mana keterlibatan berbagai pihak dengan kepentingan berbeda menjadi nilai tambah sekaligus tantangan tersendiri. Penelitian ini akan mengidentifikasi tantangan utama serta peluang yang dapat dioptimalkan melalui transformasi digital untuk memastikan keberlanjutan dan relevansi koperasi di era ini. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa transformasi digital memiliki dampak positif yang signifikan dalam meningkatkan efisiensi dan daya saing koperasi.
Metode dan Mekanisme Kerja Sama Koperasi Model Multipihak Andine Sekar Kinanti; Farel Maisya Ramadhan; Maria Agustina Aso; Siti Aisyah; Theresia Priselis A. L. Koban
Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen Vol. 3 No. 1 (2025): Januari : Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen
Publisher : CV. Aksara Global Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jkpim.v3i1.510

Abstract

Koperasi, organisasi yang pertama kali didirikan pada tahun 1895 ini merupakan gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan kekeluargaan. Koperasi pertama di Indonesia yang didirikan adalah De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden (Bank Bantuan dan Tabungan Petani Pribumi Poerwokerto) dengan tujuan membantu masyarakat desa dan pedesaan. Pada awalnya bank ini dibentuk untuk menampung angsuran dari peminjam uang kas masjid dan setelah Kemerdekaan Indonesia, bank ini didaulat sebagai bank pemerintah Indonesia berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 1 Tahun 1946 yang saat ini dikenal dengan nama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). Semakin berkembangnya zaman, semakin banyak pula berbagai macam jenis koperasi yang masuk di Indonesia, salah satunya yaitu Koperasi Multipihak, koperasi yang mengelompokkan anggotanya berdasarkan peran kelompok dalam lingkup usaha tertentu. Koperasi Multipihak di Indonesia menggunakan berbagai Teknik di antaranya pengelompokan anggota, one man one vote, hak suara berbobot, kerja sama dan pengambilan keputusan kolektif. Di Indonesia, sudah tercatat ada 166 Koperasi Multipihak yang sebagian besar merupakan koperasi baru. Banyak orang yang tertarik dengan Koperasi Multipihak. Sebab, KMP dianggap mampu merespons kebutuhan lokal secara lebih fleksibel dan memberikan manfaat yang lebih beragam kepada anggotanya. Menteri Koperasi dan UKM meyakini perkembangan KMP di Indonesia disebabkan oleh perubahan ekonomi dan teknologi. Dengan KMP ini, MenKopUKM berharap bisa membangun kekuatan industry di bidang pertanian dan budidaya perikanan melalui program Koperasi Multipihak untuk memanfaatkan teknologi di sektor manufaktur.

Page 11 of 15 | Total Record : 142