cover
Contact Name
BASYIR ARIF
Contact Email
tadabbur@uinjkt.ac.id
Phone
+6281317687803
Journal Mail Official
tadabbur@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Ma'had Al-Jami’ah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Jl. Ir. Juanda No. 95 Tangerang Selatan 15412
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan
ISSN : 29869385     EISSN : 29854970     DOI : https://doi.org/10.15408/tadabbur
Core Subject : Religion,
Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan Tadabbur is published by the Mahad Al-Jami’ah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Tadabbur aims to promote students’ articles concerning on every aspect of the area of Islamic studies (thoughts, practices, beliefs, institutions, and civilizations) across all content areas and disciplines, with an emphasis on interdisciplinary studies on various fields of general knowledge in the Muslim community. Tadabbur publishes biannually (June and December). As a peer-reviewed Indonesian journal, the journal welcomes scholarly interdisciplinary works relating to Islam written in Indonesian, English, or Arabic.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 53 Documents
Teori Emanasi Ibn Masarrah: Upaya Menghubungkan Agama dan Sains Akhmad Fawzi; Edwin Syarif
Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan Vol. 2 No. 01 (2023): Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan
Publisher : Mahad Al Jamiah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tadabbur.v2i01.34091

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami teori emanasi Ibn Masarrah dan berupaya menghubungkan agama dan sains melalui teori emanasi Ibn Masarrah. Metode yang digunakan ialah metode kepustakaan yang bersumber dari data primer yakni karya Ibn Masarrah “Risālat al-Iʿtibār” dan sekunder berupa buku “Ibn Masarrah: Failasuf Muslim Pertama Spanyol” karya Miguel Asin Palacios. Data tersebut beserta sumber lainnya dikumpulkan untuk dapat menganalisa mulai dari emanasi Ibn Masarrah hingga upaya dalam menghubungkan agama dan sains. Analisis data berawal adanya masalah pada hubungan independensi agama dan sains, keduanya hanya memikirkan bangunan pengetahuannya (ontologi dan epistemologi) sendiri tanpa mau membuka diri untuk menjalin upaya-upaya yang lebih integratif. Ontologi agama mengakui realitas fisik dan nonfisik, sementara sains menafikan realitas nonfisik dan epistemologi yang digunakan agama ialah pengamatan, penalaran dan intuisi sedangkan sains hanya mengandalkan pengamatan indrawi dan penalaran. Tidak melulu perbedaan yang mendasar mendatangkan pertentangan, karena itu perlu melihat sisi kesamaan agama dan sains, yakni secara ontologi sama-sama mengakui realitas fisik dan epistemologi yang dianggap sah ialah pengamatan dan penalaran. Baik kesamaan maupun perbedaan agama dan sains tersebut itu semua ada pada rangkaian penjelasan filosofis emanasi Ibn Masarrah, baik ontologi maupun epistemologi. Emanasi yang berisi pelimpahan dari wujud nonfisik hingga wujud fisik dan epistemik yang digunakannya ialah pengamatan, penalaran dan kesaksian hati sekaligus melingkupi ontologi dan epistemologi keseluruhan dari agama dan sains sehingga keduanya terhubung pada emanasi Ibn Masarrah dan dari keterhubungan menandakan keterpaduan dan keterkaitan tanpa harus menghilangkan entitas masing-masing atau memaksakan sama dengan entitas lain.
Filsafat Politik Nizam Al-Mulk dalam Buku The Book of Government or Rules for Kings Rakha Pratama; Rahmat Hidayatullah
Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan Vol. 2 No. 01 (2023): Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan
Publisher : Mahad Al Jamiah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tadabbur.v2i01.34094

Abstract

Filsafat politik merupakan cara melihat politik dari segi filsafat, hal ini merujuk pada prinsip dasar dan sistematis mengenai politik yang berhubungan erat negara dan warga serta relevansinya terhadap ilmu politik secara praktis. Pada era kontemporer, telah banyak gagasan politik yang digagas oleh filsuf barat, namun masih sangat minim sekali literatur filsuf muslim bidang politik yang dikaji saat ini. Peneliti menggunakan metode deskriptif analisis dengan pencarian data melalui library research, yang lebih menelaah karya premier Nizam Al-Mulk dalam buku The Book of Government or Rules for Kings yang diterjemahkan dari bahasa farsi Iran. Pembahasaan filsafat politik Nizam Al-Mulk memiliki implikasi mendasar bagi kekuasaan, etika politik, sistem pemerintahan, dan negara.
Filsafat Kebudayaan Perspektif Abdurrahman Wahid Moch Sukri; Kusen Kusen
Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan Vol. 2 No. 01 (2023): Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan
Publisher : Mahad Al Jamiah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tadabbur.v2i01.35226

Abstract

Abstrak: Penelitian ini membahas mengenai pemikiran kebudayaan di Indonesia yang menjadi salah satu pesoalan yang menarik untuk dikaji. Pasalnya, kehidupan masyarakat di Indonesia memiliki keterkaitan dengan persoalan pembentukan suatu kebudayaan dan menjadi faktor-faktor pemikiran yang membawa Abdurrahman Wahid berjuang mengenai negara dalam memperlakukan kebudayaan. Hal ini, Abdurrahman Wahid mengangkat 3 permasalahan. Pertama, Kebudayaan, Kedua, peranan Abdurrahman Wahid dalam menggerakan masyarakat di Indonesia mengenai kebudayaan. Ketiga,  faktor-faktor yang menjadi sebab kebudayaan menjadi bagian pemerintahan di Indonesia.Dalam penyusun skripsi ini, penulis menggunakan metode kepustakaan (Library Research). Buku utama yang menjadi rujukan dari penulis skripsi ini adalah Pergulatan Negara, Agama, dan Kebudayaan yang ditulis oleh Abdurrahman Wahid, dan juga buku-buku ataupun literatur-literatur lainnya yang memiliki relevansi dengan penelitian ini.Penelitian ini memperoleh hasil bahwa kebudayaan yang dilakukan oleh Abdurrahman Wahid memang terinspirasi dari kondisi ketertindasan atas nasib masyarakat dalam mengkreativitas dan melestarikan kebudayaannya. Maka hal ini Abdurrahman Wahid mempelajari pemahaman melalui nilai-nilai luhur kebudayaan.