cover
Contact Name
Kartini Afriani
Contact Email
kartini.afriani@gmail.com
Phone
+6281299136507
Journal Mail Official
ppm@aka.ac.id
Editorial Address
Unit Penelitian dan Pengembangan kepada Masyarakat (UPPM) Gedung A, Lantai 3, Politeknik AKA Bogor Jl. Pangeran Sogiri No.283, RT.05/RW.11, Tanah Baru, Kec. Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat 16154
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JPM-AKA
Published by Politeknik AKA Bogor
ISSN : -     EISSN : 28098536     DOI : https://doi.org/10.55075/jpm-aka
Core Subject : Science, Social,
Jurnal pengabdian Masyarakat AKA (JPM-AKA) adalah jurnal yang dikelola oleh Politeknik AKA Bogor. JPM-AKA pertama diterbitkan pada bulan Desember 2021 dan terbit dua kali dalam satu tahun. Fokus JPM-AKA adalah mempublikasikan hasil pengabdian kepada masyarakat (PkM) yang telah diseleksi melalui proses peer-review. JPM-AKA mempublikasikan hasil kegiatan PkM, short communication, dan paper review terkait bidang pengabdian masyarakat dan penerapannya dalam industri kecil menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2022): Desember 2022" : 11 Documents clear
Penyuluhan Potensi Bahan Alami Dalam Pengawetan Tahu di IKM Kota Manis Kecamatan Gunung Putri Kota Bogor Fareka Kholidanata; Wiwi Widarsih; Rosalina Rosalina; Dadang Supriatna; Annissa Amalia; Chairil Anwar
Jurnal Pengabdian Masyarakat AKA Vol 2, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Politeknik AKA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.145 KB) | DOI: 10.55075/jpm-aka.v2i2.152

Abstract

Tahu merupakan produk pangan dengan umur simpan rendah karena kandungan protein dan air yang tinggi sehingga pertumbuhan dan perkembangan bakteri menjadi optimal. Hal ini menyebabkan tahu mudah mengalami pembusukan sehingga mendorong pengusaha tahu untuk menggunakan pengawet. Saat ini masih banyak ditemukan pengusaha tahu yang menambahkan formaldehida sebagai pengawet karena dianggap paling efektif. Menurut peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1168/MenKes/PER/X/1999, formaldehida merupakan bahan kimia terlarang untuk produk makanan karena bersifat racun bagi tubuh. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan penyuluhan kepada pengusaha tahu agar tidak lagi menggunakan formaldehida sebagai pengawet tahu, namun sebaiknya mengunakan bahan alami seperti kunyit, bunga kecombrang, dan kemangi. Selain sebagai pengawet tahu, bahan alami juga memiliki potensi untuk digunakan dalam pengecekan kandungan formaldehida dalam produk tahu seperti bunga telang dan buah naga. Kegiatan penyuluhan ini tergabung dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat (PkM) tim dosen Politeknik AKA Bogor. Adapun tahapan dari kegiatan PkM ini, yaitu kegiatan pra kegiatan (survei kelompok mitra, determinasi sasaran, dan persiapan sarana prasarana), pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi (kemitraan dan tim kinerja). Target luaran dari kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman penggunaan bahan alami untuk pengawetan dan pengecekan formaldehida pada produk tahu. Berdasarkan hasil evaluasi, terlihat bahwa kegiatan ini diterima dengan baik, berdampak positif dan sesuai dengan kebutuhan.
PELATIHAN PEMBUATAN PEMPEK IKAN LELE UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN PER KAPITA MASYARAKAT DI DESA CIBADAK KECAMATAN CIAMPEA KABUPATEN BOGOR Imalia Dwi Putri; Candra Irawan; Andita Utami; Maman Sukiman; Suhartini Suhartini; Avisani Dewanta; Ilham Kumala Zalni
Jurnal Pengabdian Masyarakat AKA Vol 2, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Politeknik AKA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.477 KB) | DOI: 10.55075/jpm-aka.v2i2.135

Abstract

Bertambahnya variasi produk olahan dan jumlah permintaan terhadap pempek menuntut diperlukannya jumlah ikan yang semakin banyak. Sementara itu, jumlah bahan baku utama berupa ikan belido semakin terbatas. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mencari pengganti bahan utama yang potensial dan mudah diperoleh. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini dilakukan dalam bentuk pemberian pelatihan pembuatan pempek menggunakan bahan baku ikan lele yang memiliki cita rasa gurih, bernilai gizi tinggi, serta mudah dibudidayakan. Kegiatan ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu sosialisasi, demonstrasi, evaluasi, dan pemantauan. Evaluasi kegiatan dilakukan dalam bentuk pemberian kuisioner survei kepuasan peserta pelatihan yang menunjukkan respon positif terhadap isi, kesesuaian, teknik penyajian, dan minat peserta terhadap kegiatan. Hasil pelatihan dapat memberikan keterampilan kepada masyarakat dalam membuat produk makanan olahan berupa pempek ikan lele yang berpotensi untuk membuka lapangan kerja baru
Pemanfaatan Limbah Tempurung Kelapa dari Industri Virgin Coconut Oil (VCO) menjadi Briket Arang di IKM PT. Sangkara Kota Bogor Erna Styani; Askal Maimulyanti; Anton Restu Prihadi; Fajar Amelia Rachmawati Putri; Fitria Puspita
Jurnal Pengabdian Masyarakat AKA Vol 2, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Politeknik AKA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.915 KB) | DOI: 10.55075/jpm-aka.v2i2.156

Abstract

IKM PT. Sangkara merupakan salah satu IKM di Kota Bogor yang memproduksi minyak kelapa murni. Dalam produksi minyak kelapa tersebut, dihasilkan limbah tempurung kelapa yang dibiarkan menumpuk dan dibuang begitu saja ke lingkungan. Pada akhirnya, hal ini dapat menimbulkan pencemaran lingkungan karena tempurung kelapa tidak mudah diurai oleh mikroorganisme karena teksturnya yang keras. Umumnya, tempurung kelapa diolah lebih lanjut menjadi arang yang penggunaannya terbatas untuk kebutuhan memasak. Sebenarnya, arang tempurung kelapa tersebut dapat diolah lebih lanjut sehingga memiliki daya guna dan daya jual yang lebih tinggi, yaitu pengolahannya menjadi briket arang tempurung kelapa. Berdasarkan permasalahan tersebut maka tim PkM Politeknik AKA Bogor melakukan pelatihan kepada IKM PT. Sangkara mengenai pengolahan limbah tempurung kelapa menjadi briket arang yang diharapkan dapat mengatasi isu pencemaran lingkungan, membuka peluang bisnis baru, serta menghasilkan sumber bahan bakar alternatif. Briket arang yang dibuat dalam kegiatan pelatihan telah diuji kualitasnya meliputi kadar air, kadar abu, dan nilai kalor briket dan diperoleh nilai berturut-turut sebesar xxxx. Ketiga nilai tersebut menunjukkan bahwa kualitas briket yang dibuat telah memenuhi standar di pasaran.
Pelatihan Pembuatan Hand Sanitizer Terstandar dan Alami Sederhana sebagai Ketahanan Awal Keluarga pada Masa Pandemi Covid-19 di Kampung Pabuaran Hilir Desa Sukatani Sukaraja Kabupaten Bogor R. Wiwi Widarsih; Suhartini Suhartini; Annissa Amalia; Chairil Anwar; Rhani Pagiaghi; Rizky Fatur Rochman
Jurnal Pengabdian Masyarakat AKA Vol 2, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Politeknik AKA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.788 KB) | DOI: 10.55075/jpm-aka.v2i2.138

Abstract

Penularan penyakit di masa pandemi COVID-19 melalui media tangan cukup menarik perhatian sehingga terjadi peningkatan pemakaian hand sanitizer. Hand sanitizer dinilai lebih efisien dalam membersihkan dibanding sabun cuci tangan karena dapat membunuh spora bakteri, jamur, mikroorganisme resisten, serta melawan virus tanpa menggunakan air. Hand sanitizer terstandar harus menggunakan syarat yang sesuai dengan aturan Word Health Organization (WHO) dengan kandungan desinfektan, moisturizer, dan zat aditif lainnya. Mahalnya harga dan kesulitan masyarakat dalam memperoleh bahan pembuatan hand sanitizer menuntut masyarakat untuk mencari bahan alternatif pengganti yang mudah ditemukan namun memiliki efektivitas yang serupa. Pada kegiatan ini dilakukan pelatihan pembuatan hand sanitizer terstandar dan berbahan alami sederhana untuk memenuhi kebutuhan harian sekaligus untuk membantu ketahanan ekonomi masyarakat di masa pandemi. Tahapan kegiatan meliputi survei awal, uji coba pembuatan hand sanitizer, sosialisasi, pelatihan, evaluasi, dan pemantauan. Produk hand sanitizer yang dihasilkan tidak lengket dan beraroma menyegarkan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kepuasan dan minat yang tinggi untuk membuka usaha pembuatan hand sanitizer.
Pelatihan Pembuatan Hand Sanitizer Di Desa Sukamaju, Kec. Megamendung, Kab. Bogor Endang Sri Lestari; Reza Mulyawan; Joko Untung; Mohammad Jihad Madiabu; Dian Mira Fadela; Yuris Disky
Jurnal Pengabdian Masyarakat AKA Vol 2, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Politeknik AKA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.085 KB) | DOI: 10.55075/jpm-aka.v2i2.146

Abstract

Beberapa langkah pencegahan penyebaran virus Covid-19 ini adalah selalu menggunakan masker dan melakukan physical distancing. Kemudian, selalu menjaga kebersihan tangan dengan cara mencuci tangan secara benar menggunakan sabun ataupun hand sanitizer secara teratur sebelum menyentuh bagian tubuh, terutama mata, hidung, dan mulut. Hand sanitizer merupakan cairan pembersih tangan yang tidak memerlukan air untuk membilasnya. Umumnya hand sanitizer dibagi menjadi 2 kategori, yaitu non-alcohol based dan alcohol based. Hand sanitizer banyak  beredar dipasaran yang dibedakan berdasarkan komponen penyusunnya. Tantangan yang nyata untuk hal tersebut adalah bagaimana masyarakat dapat memproduksi hand sanitizer secara mandiri menggunakan campuran bahan-bahan yang efektif dalam melawan virus COVID-19. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pencegahan menyebarnya virus Covid-19 serta meningkatkan keterampilan masyarakat dalam membuat hand sanitizer dengan menggunakan bahan yang dapat diperoleh secara komersil. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 21 dan 22 September 2021 di Desa Sukamaju, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pelaksanaan kegiatan berjalan dengan lancar dan semua peserta berperan aktif baik pada saat pemberian materi maupun praktik sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta.
Pelatihan Pengoperasian Alat Pengolah Limbah Cair Metode Elektrofenton dan Pemanfaatan Marketplace untuk Pemasaran Online IKM Batik di Kota Bogor Ika Widiana; Arif Rahman; Tita Rosita; Rachmawati Dwi Estuningsih; Dewi Puji Ningsih; David Yudianto; Putri Birru P. Pradanov; Reva Kalysta; Mohammad Dzikril Hakim
Jurnal Pengabdian Masyarakat AKA Vol 2, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Politeknik AKA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.903 KB) | DOI: 10.55075/jpm-aka.v2i2.154

Abstract

Industri Kecil Menengah (IKM) memiliki peranan yang signifikan terhadap pembangunan ekonomi nasional. Industri batik merupakan salah satu sektor yang selama ini memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional sebab, sektor yang didominasi oleh industri kecil dan menengah (IKM) ini telah menyerap tenaga kerja yang besar dengan jumlah 47 ribu unit usaha yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Kota Bogor memiliki sentra IKM batik yang berlokasi di Kelurahan Cibuluh Kecamatan bogor Utara. Proses yang digunakan pada IKM batik masih dilakukan dalam skala kecil dan masih sederhana salah satunya dalam hal pengolahan limbah secara filtrasi yang membutuhkan waktu yang sangat lama. Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan pelatihan pengoperasian alat pengolah limbah cair dengan metode elektrofenton dan pemanfaatan marketplace untuk meningkatkan pemasaran online untuk IKM Batik di Kota Bogor. Luaran yang diharapkan pada pelaksanaan kegiatan PKM ini antara lain (1) pelaku IKM batik dapat mengolah limbah cair yang dihasilkan sebelum dibuang ke lingkungan sehingga mengurangi pencemaran, (2) pelaku IKM dapat memperluas pemasaran melalui marketplace. Dari evaluasi yang telah dilakukan, didapatkan hasil positif dari IKM yang dilatih yaitu pengolahan limbah cair yang lebih cepat dan telah sesuai dengan kapasitas yang diinginkan serta bertambahnya pengetahuan mengenai penggunaan marketplace.
Pelatihan Pengembangan Produk Cilok Menggunakan Pengawet dan Pewarna Alami Berbahan Dasar Sawi Hijau (Brassica rapa var. parachinensis) dan Pelatihan Desain Kemasan di IKM Cilok Denok CLDK Kota Bandung Alvina Nur Aini; Sotya Rawiningtyas; Hanafi Hanafi; Sri Hadisetyana; Adya Rizky Pradipta
Jurnal Pengabdian Masyarakat AKA Vol 2, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Politeknik AKA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55075/jpm-aka.v2i2.155

Abstract

Cilok merupakan salah satu kuliner yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Dewasa ini, cilok banyak diproduksi dalam skala industri kecil maupun menengah. Namun, kadar air cilok yang tinggi menjadi salah satu kendala dalam upaya peningkatan produksi dan ekspansi pemasaran produk. kendala tersebut dapat diatasi dengan menambahkan bahan pengawet yang diizinkan. meskipun demikian, meningkatnya kesadaran masyarakat tentang bahaya bahan tambahan makanan membuat hal tersebut tidak mudah dilakukan. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan memanfaatkan bahan pengawet dan pewarna alami. kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah dilakukan oleh tim dosen politeknik aka bogor kepada salah satu produsen cilok di Kota Bandung yaitu Cilok Denok CLDK. kegiatan PkM dilakukan melalui empat tahap yaitu survei secara daring, pengujian di laboratorium, pelaksanaan pelatihan dan evaluasi kegiatan. tahap pengujian laboratorium dilakukan untuk menguji keefektifan penambahan zat pewarna dan pengawet alami yaitu kunyit, bunga telang, kulit buah naga, dan sawi terhadap masa simpan cilok. Dari hasil pengujian diperoleh bahwa pewarna dan pengawet alami yang memberikan peningkatan daya simpan terhadap cilok adalah sawi hijau. Tahap pelaksanaan terdiri dari kegiatan pelatihan penggunaan bahan pewarna dan pengawet alami dari sawi hijau, serta pelatihan desain kemasan dalam produksi cilok. adapun target luaran yang dicapai dari kegiatan ini adalah IKM dapat membuat cilok yang lebih tahan lama dan aman dikonsumsi. selain itu, IKM dapat memiliki pemahaman mengenai cara mendesain kemasan yang baik sehingga dapat meningkatkan nilai jual produk. IKM Cilok Denok CLDK memiliki kepuasan dan minat yang tinggi terhadap kegiatan pelatihan yang diberikan oleh Tim Politeknik AKA Bogor.
Pelatihan Pengolahan Hasil Ternak Itik di Kawasan Lumbung Pangan Nasional, Kabupaten Sumba Tengah Fitri M Manihuruk
Jurnal Pengabdian Masyarakat AKA Vol 2, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Politeknik AKA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55075/jpm-aka.v2i2.133

Abstract

Kementerian Pertanian Republik Indonesia mengembangkan kawasan lumbung pangan nasional di Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur. Salah satu programnya adalah pengembangan ternak itik di kelompok tani. Sebagian besar kelompok tani belum mempunyai pengalaman di bidang pengolahan hasil ternak itik. Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang menyelenggarakan pelatihan teknis bagi non aparatur pengolahan hasil ternak itik di Kabupaten Sumba Tengah. Untuk mengukur efektivitas penyelenggaraan pelatihan tersebut dilakukan evaluasi dan monitoring. Evaluasi tersebut terdiri atas evaluasi penguasaan materi, peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku peserta; serta kepuasan peserta terhadap penyelenggaraan pelatihan. Hasil evaluasi penguasaan materi menunjukkan rata-rata peserta menguasai materi. Hasil evaluasi peningkatan pengetahuan menunjukkan peserta mengalami peningkatan pengetahuan berdasarkan hasil post-test yang lebih tinggi. Hasil evaluasi terhadap sikap dan pengetahuan peserta menunjukkan sikap dan pengetahuan peserta sangat baik, di awal, tengah dan akhir pelatihan. Hasil evaluasi kepuasan peserta terhadap penyelenggaraan pelatihan menunjukkan peserta puas terhadap aspek kebersihan dan kenyamanan ruang kelas, keramahan dan kerapihan petugas, variasi dan kualitas menu makan, kelengkapan fasilitas praktek, serta ketersediaan alat bantu pengajaran.
Analisis Efektivitas Metode Pengajaran Reading: CLT dan RGT Nunung Widijantie; Rosalina - Fitrianasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat AKA Vol 2, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Politeknik AKA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55075/jpm-aka.v2i2.107

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan 2 metode pengajaran Reading dalam pelajaran Bahasa Inggris, yaitu Communicative Language Teaching (CLT) dan Reading Grammar Translation (RGT) untuk mengetahui efektivitas metode pengajaran yang dapat meningkatkan kemampuan membaca Bahasa Inggris siswa di sekolah vokasi Kimia dengan menerapkan English for Specific Purposes (ESP). Penelitian dilakukan terhadap siswa tingkat 2 yang dibagi dalam 2 kelas. Setiap kelas terdiri dari 30 siswa sehingga secara keseluruhan ada 60 siswa. Sebanyak 30 siswa dalam kelas A diberikan pengajaran reading dengan menggunakan metode CLT, sedangkan 30 siswa dalam kelas B mendapatkan pengajaran reading dengan menggunakan metode RGT. Penelitian diawali dengan pemberian pre test yang dilanjutkan pemberian materi dengan menggunakan metode CLT pada kelas A dan metode RGT pada kelas B, dan diakhiri dengan post test. Berdasarkan hasil post test, diperoleh nilai varian siswa yang diperoleh dari perhitungan Uji-F menunjukkan nilai yang sama (P-value 0.354 α 0.05). Sedangkan hasil post test pada Uji-T menunjukkan metode CLT memiliki rataan nilai sebesar 73.50 lebih besar dari nilai rataan metode RGT sebesar 68.43. Hasil perhitungan Uji-T diperoleh P-Value 0.001 α 0.05, menunjukkan ada perbedaan nyata antara hasil kemampuan reading siswa di kelas A yang menggunakan metode CLT dan siswa di kelas B yang menggunakan metode RGT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode CLT lebih efektif diterapkan pada pengajaran reading ESP pada siswa sekolah vokasi kimia dibandingkan metode RGT.Kata kunci: Metode, CLT, RGT, ESP, sekolah vokasi. 
Pelatihan Pembuatan Kombucha Teh Hijau Achmad Nandang Rozifanto; Ardina Purnama Tirta; Imas Solihat; Yuris Diksy
Jurnal Pengabdian Masyarakat AKA Vol 2, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Politeknik AKA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55075/jpm-aka.v2i2.137

Abstract

Pandemi Covid -19 menyakibatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan semakin meningkat. Salah satu hal yang dilakukan diantaranya dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat sehingga dapat meningkatkan imunitas tubuh. Masyarakat di desa Kuta, Kabupaten Bogor mayoritas berprofesi sebagai petani teh hijau. Teh hijau dapat digunakan sebagai media pembuatan pangan fungsional melalui proses fermentasi dengan bantuan mikroorganisme sehingga menghasilkan suatu produk minuman yang disebut kombucha. Kombucha merupakan minuman yang mengandung probiotik yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan dapat dijual untuk menambah pendapatan petani. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam membuat kombucha teh hijau menjadi pangan fungsional. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 21 dan 22 September 2021 di Desa Kuta, Kec. Megamendung, Kab. Bogor. Pelaksanaan kegiatan berjalan dengan lancar dan semua peserta berperan aktif baik pada saat pemberian materi atau praktik sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta. 

Page 1 of 2 | Total Record : 11