cover
Contact Name
Kiki Kristiandi
Contact Email
pakisjournal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jfsa@pakisjournal.com
Editorial Address
Jl. Tabrani, Saing Rambi, Sambas, 79462 Kalimantan Barat
Location
Kab. sambas,
Kalimantan barat
INDONESIA
Journal of Food Security and Agroindustry
ISSN : 29860555     EISSN : 29860563     DOI : https://doi.org/10.58184/jfsa
Core Subject : Agriculture,
The Journal of Food Security and Agroindustry (JFSA) provides readers with the state of the theory and its application in all aspects of food security and agroindustry. The aim of JFSA is to publish compelling empirical research, current scientific developments, and high-quality science that answers fundamental questions in food security and agroindustry. The scope of this journal includes but is not limited to research results on processing food, production, packaging, nutrition, food security, agriculture, process engineering, agricultural management, functional food, and agro-industrial biotechnology.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2024): JUNE" : 5 Documents clear
ANALISIS KANDUNGAN KARBON DIOKSIDA DAN pH PADA AIR Sari, Dian; Arza, Seti; Fiona, Fiona; Novita, Novita; Ega, Ega; Darmawan, Bambang
Journal of Food Security and Agroindustry Vol. 2 No. 2 (2024): JUNE
Publisher : PAKIS JOURNAL INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/jfsa.v2i2.279

Abstract

Air merupakan tiga perempat bagian yang paling banyak dalam tubuh manusia. Manusia rata-rata membutuhkan asupan air sebanyak dua liter dalam satu hari. Kekurangan 1-2% air pada tubuh dapat mengakibatkan fungsi otak menjadi terganggu. Air yang berkualitas dijelaskan dalam tiga parameter, yaitu parameter fisika, kimia dan biologi. Pentingnya pengukuran tingkat pH dan karbon dioksida pada air merupakan upaya agar dapat mengetahui apakah kualitas air yang diukur memiliki tingkat keasaman yang baik atau buruk. Tujuan dilakukan pengujian ini adalah untuk mengidentifikasi karbon dioksida dan pH yang terkandung di dalam air. Hasil dari pengujian akan dijabarkan menggunakan metode deskriptif kuantitatif, yaitu penyajian data yang diperoleh dari perhitungan jumlah senyawa beserta pengamatan terhadap angka yang muncul pada alat pengukur secara jelas dan sistematis. Pengujian yang telah dilakukan menghasilkan nilai pengukuran kadar karbon dioksida tertinggi dan terendah masing-masing dari sampel A5 (12,32 mg/L) dan A1&A3 (3,52 mg/L). Nilai pH tertinggi dan terendah masing-masing diperoleh dari sampel A4 (8,4) dan A1 (7,9). Hasil pengujian ini membuktikan bahwa perbedaan jenis air akan memengaruhi nilai pengukuran disertai faktor intensitas cahaya yang masuk dan jenis pereaksi yang digunakan dalam proses pengukuran.
ANALISIS AMONIA PADA SAMPEL INLET DAN OUTLET ALI CRUMB RUBBER DI PT. XYZ Martiansyah, Reki; Susilawati, Susilawati
Journal of Food Security and Agroindustry Vol. 2 No. 2 (2024): JUNE
Publisher : PAKIS JOURNAL INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/jfsa.v2i2.355

Abstract

Ali crumb rubber merupakan produk samping yang dihasilkan dari proses pengolahan karet. Proses yang dihasilkan dari produksi ali crumb rubber terjadi beberapa tahapan diantaranya penggilingan karet, pemisahan dan pengeringan. Dampak yang terjadi pada lingkungan adalah dapat menyebabkan nilai BOD dan COD menjadi tinggi. Peraturan lingkungan hidup pada No. 68 tahun 2016 pasal 3 ayat 1 dan Permenperin NO 34 Tahun 2021 menjelaskan bahwa suatu aktivitas yang menghasilkan air limbah domestik diharuskan untuk dilakukan pendaur ulangan dari limbah domestik yang dihasilkannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis amonia yang terdapat pada sampel inlet dan outlet ali crumb rubber. Pendekatan yang dilakukan dalam mendapatkan data, yaitu secara kuantitatif dengan menggunakan Spektrofotometer UV-Visible secara fenat, selain itu pula dalam penelitian ini membuat larutan pengoksidasi guna dapat menguji Amonia pada inlet dan outlet ali crumb rubber (SNI 06-6989.30-2005). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari yang telah dilakukan didapatkan hasil kadar amonia sebelum dilakukan pengolahan kadar amonia sebesar 54,896 mg/L untuk inlet dan 0,103 mg/L untuk outlet sehingga berdasarkan hasil PP no. 82 tahun 2001 tidak memenuhi standar. Sedangkan setelah dilakukan pengolahan dalam penelitian ini disimpulkan untuk sampel limbah outlet kadar amonia yang terkandung menurun sebesar 532% menjadi 0,103 mg/L dan hal ini menunjukkan proses pengolahan yang telah dilakukan dapat menurunkan dibawah batas maksimum 25mg/L.
ANALISIS KADAR KARBOHIDRAT DAN PROTEIN PADA YOGHURT BIJI NANGKA Hastuti, Rizki; Junardi, Junardi
Journal of Food Security and Agroindustry Vol. 2 No. 2 (2024): JUNE
Publisher : PAKIS JOURNAL INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/jfsa.v2i2.356

Abstract

Pemanfaatan biji nangka dalam bidang pangan masih belum optimal dan terbatas, sehingga hanya dibuang begitu saja tanpa ada pengolahan lebih lanjut. Biji nangka berpotensi dijadikan olahan produk salah satunya yaitu yoghurt karena memiliki kandungan karbohidrat dan protein yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar karbohidrat dan protein pada yoghurt biji nangka dengan menggunakan metode kuantitatif, yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu konsentrasi starter (biokul plain) 8%, 10% dan 12% untuk masing-masing 250 ml sari biji nangka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi starter (biokul plain) untuk kadar karbohidrat tidak berbeda nyata sedangkan kadar protein berbeda nyata. Uji kadar karbohidrat yang dihasilkan pada perlakuan konsentrasi starter (biokul plain) 8% dengan nilai rata-rata sebesar 15,1969%, konsentrasi starter (biokul plain) 10% dengan nilai rata-rata sebesar 16,2049% dan perlakuan konsentrasi starter (biokul plain) 12% dengan nilai rata-rata sebesar 16,8381%. Sedangkan untuk uji kadar protein yang dihasilkan pada perlakuan konsentrasi starter (biokul plain) 8%, 10% dan 12% berturut-turut dengan nilai rata-rata sebesar 1,5618%, 2,0896% dan 2,2140%. Kandungan kadar karbohidrat dan protein yang tertinggi terdapat pada yoghurt biji nangka dengan perlakuan konsentrasi starter (biokul plain) 12%. Kandungan kadar karbohidrat dan protein yang terendah terdapat pada  yoghurt biji nangka dengan perlakuan konsentrasi starter konsentrasi starter (biokul plain) 8%.    
ANALISIS BIODEGRADASI DAN KETAHANAN AIR PADA PLASTIK BIODEGRADABLE DARI KULIT SINGKONG DENGAN VARIASI SELULOSA SERAT DAUN NANAS Mufida, Isa; Sigiro, Oktavia Nurmawaty
Journal of Food Security and Agroindustry Vol. 2 No. 2 (2024): JUNE
Publisher : PAKIS JOURNAL INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/jfsa.v2i2.357

Abstract

Plastik biodegradable merupakan plastik yang terbuat dari bahan alam yang mudah didaur ulang dan mempunyai sifat yang mampu terurai secara alami. Kelebihan plastik biodegradable setelah habis pakai akan hancur terurai oleh aktivitas mikroorganisme menjadi air dan gas CO2. Pati merupakan salah satu bahan dasar pembuatan plastik biodegradable, pati tersebut dapat diperoleh dari kulit singkong. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kualitas plastik biodegradabale terhadap ketahanan air dan biodegradasi di dalam tanah. Tahapan penelitian meliputi pembuatan pati kulit singkong, ekstraksi selulosa serat daun nanas, pembuatan plastik biodegradable, yang terdiri dari 3 perlakuan, yaitu variasi selulosa 1,5 gram, 2 gram dan 2,5 gram untuk masing – masing 10 gram pati kulit singkong. Hasil dari penelitian uji ketahanan air variasi selulosa 1,5 gram memiliki rata – rata ketahanan air sebesar 78,05%, variasi selulosa 2 gram memiliki rata – rata ketahanan air sebesar 81,84% dan variasi selulosa 2,5 gram memiliki rata – rata ketahanan air sebesar 86,63%. Makin banyak selulosa yang ditambahkan makin memengaruhi ketahanan air plastik biodegradable. Hal tersebut menunjukkan bahwa variasi selulosa 1,5 gram, 2 gram dan 2,5 gram berpengaruh nyata terhadap uji ketahanan air. Sedangkan hasil terbaik untuk uji biodegradasi terdapat pada variasi selulosa 1,5 gram yang terdegradasi sempurna pada hari ke-6.
IDENTIFIKASI KANDUNGAN ANTIOKSIDAN PADA TEH CELUP KEMASAN Fertiasari, Rini; Kristiandi, Kiki
Journal of Food Security and Agroindustry Vol. 2 No. 2 (2024): JUNE
Publisher : PAKIS JOURNAL INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/jfsa.v2i2.369

Abstract

Teh celup merupakan pengolahan tumbuhan teh yang dikeringkan kemudian dikemas dalam satu bungkus sehingga memudahkan konsumen untuk mengolah menjadi minuman. Sejauh perkembangannya jenis kemasan yang digunakan dalam proses pengemasan teh sudah banyak berkembang di masyarakat seperti teh celup. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kandungan antioksidan yang ada pada teh celup. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif  dengan jenis pengujian yang dilakukan adalah DPPH. Sampel selanjutnya diberikan konsentrasi 10 μg/mL, 20 μg/mL, 40 μg/mL, 80 μg/mL dan 100 μg/mL. Berdasarkan hasil pengidentifikasian didapatkan bahwa antioksidan menunjukkan nilai IC50 kurang dari 50, yaitu dengan nilai 49,33434. Ini menunjukkan bahwa antioksidan yang terkandung dalam teh celup kemasan memiliki antioksidan yang kuat. Antioksidan merupakan senyawa yang hampir banyak pada semua kelompok pangan yang bertujuan memperlambat proses oksidasi molekul akibat paparan atau radikal bebas. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa teh celup merupakan minuman yang memberikan efek positif terhadap kesehatan namun disesuaikan dengan kondisi tubuh dan kesehatan seseorang.  

Page 1 of 1 | Total Record : 5