cover
Contact Name
-
Contact Email
jpsi@usk.ac.id
Phone
+628121815214
Journal Mail Official
jpsi@usk.ac.id
Editorial Address
Jalan Tgk. Chik Pante Kulu Nomor 5 Gedung C Lantai 1 Kantor Pengelola Jurnal Pascasarjana Universitas Syiah Kuala. Darussalam – Banda Aceh 23111, Indonesia Email: jpsi@usk.ac.id.
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia (Indonesian Journal of Science Education)
ISSN : 23384379     EISSN : 2615840X     DOI : https://doi.org/10.24815/
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia (Indonesian Journal of Science Education) offers an interdisciplinary forum for the publication of original peer-reviewed, contributed and invited research articles of the highest quality that address different topics of science education with implications for improving and enhancing science education practices and theories. The topics involves biology, chemistry, physics, as well as some applications pedagogy and teacher development. The journal provides an invigorating and informative variety of research papers that expand and deepen our theoretical understanding. It also provides practice and policy based implications in the relevant contexts of science education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2014): APRIL 2014" : 9 Documents clear
PENGEMBANGAN MODUL KOMPOS TERINTEGRASI KONSEP KIMIA SEBAGAI BAHAN AJAR UNTUK SISWA PROGRAM AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN (ATP) SMKN ACEH TIMUR Jofrishal Jofrishal; Adlim Adlim; Yusrizal Yusrizal
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 2, No 1 (2014): APRIL 2014
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.919 KB)

Abstract

Kurikulum pembelajaran di SMK merupakan kurikulum yang menggabungkan mata pelajaran adaptif, normatif dan produktif. Kelompok mata pelajaran tersebut diharapkan agar saling mendukung dan saling melengkapi, namun pada kenyataannya kedua kelompok pelajaran tersebut tidak saling mendukung sehingga terjadi kesenjangan antara pelajaran adaptif dan produktif. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengembangkan modul pembelajaran untuk pelajaran produktif (teknik pengomposan) yang mengintegrasikan konsep pelajaran adaptif (kimia), (2) mengumpulkan tanggapan guru dan siswa terhadap modul, (3) penilaian kualitas modul oleh ahli, (4) uji efektivitas modul. Metode penelitian mencakup pengembangan modul kimia kompos dilakukan dengan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari analisis kebutuhan modul, perancangan modul, pengembangan modul, implementasi modul dan evaluasi modul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 92% guru dan 85% siswa memberikan respon positif terhadap modul, penilaian ahli untuk kualitas modul menunjukkan skor sebesar 3,36 (baik), dan uji efektivitas modul menunjukkan kriteria sangat baik, hasil ini diukur dari hasil tes belajar siswa dengan perolehan nilai rata-rata total sebesar 87 (sangat baik). 
SUATU TINJAUAN TENTANG JENIS-JENIS DAN PENYEBAB MISKONSEPSI FISIKA Nurulwati Nurulwati; Arsaythamby Veloo; Ruslan Mat Ali
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 2, No 1 (2014): APRIL 2014
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.625 KB)

Abstract

Miskonsepsi adalah kesalahanpemahaman dalam menghubungkan suatu konsep dengan konsep-konsep yang lain, antara  konsep yang baru dengan konsep yang sudah ada dalam pikiran siswa, sehingga terbentuk konsep yang salah dan bertentangan dengan konsepsi para ahli Fisika. Miskonsepsi fisika ada lima macam, yaitu: (a) pemahaman konsep awal (preconceived notions); (b) keyakinan tidak ilmiah (nonscientific beliefs); (c) pemahaman konseptual salah (conceptual misunderstandings); (d) miskonsepsi bahasa daerah (Vernacular misconceptions); dan (e) miskonsepsi berdasarkan fakta (factual misconceptions). Penyebab miskonsepsi fisika ada lima bahagian, yaitu siswa (pengetahuan awal atau prakonsepsi/prior knowledge, pemikiran  asosiatif  siswa, pemikiran  humanistik,  reasoning yang tidak lengkap/salah, intuisi yang salah, tahap perkembangan kognitif siswa, kemampuan siswa, dan minat siswa), guru, bahan ajar atau literatur, konteks  dan metode mengajar.
Hubungan Hasil Pembuatan Mind Mapping dengan Hasil Belajar pada Materi Kromatografi Kertas Dijurusan Pendidikan Kimia IAIN Ar-Raniry Riza Zulyani; Sri Adelila Sari; Komala Pontas
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 2, No 1 (2014): APRIL 2014
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.474 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara hasil pembuatan mind mapping dengan hasil belajar mahasiswa. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia IAIN Ar-Raniry Letting 2010 sebanyak 49 orang mahasiswa, sedangkan yang menjadi sampelnya adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia IAIN Ar-Raniry Letting 2010 unit I sebanyak 28 orang mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi, tes, angket dan rubrik mind mapping. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan rumus korelasi Product Moment Pearson yang hasil datanya diolah menggunakan SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas mahasiswa dan mahasiswa terlihat antusias mengikuti kegiatan pembelajaran. Persentase keaktifan siswa pada pertemuan pertama sebesar 73,86% dan 93,18% pada pertemuan kedua. Hasil belajar mahasiswa dengan penggunaan metode mind mapping secara klasikal mencapai ketuntasan sebesar 89,29%. Persentase siswa yang memberi tanggapan positif terhadap penggunaan metode mind mapping mencapai 82,15%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Terdapat hubungan yang positif antara hasil pembuatan mind mapping mahasiswa terhadap hasil belajar pada materi kromatografi kertas.
Pembelajaran Model Cooperative Intergrated and Composition (CIRS) pada Materi Koloid di SMA Negeri 12 Banda Aceh Afrida Hanum; Muhammad Hasan; Ibnu Khaldun
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 2, No 1 (2014): APRIL 2014
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.312 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran model CIRC untuk meningkatkan hasil belajar dan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi koloid. Desain penelitian yang digunakan The Randomized Control-Group Pretest-Posttest. Penelitian dilaksanakan di kelas XI  SMA Negeri 12 Banda Aceh tahun pelajaran 2012/2013. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tes awal, tes akhir untuk hasil belajar dan keterampilan berpikir kritis, lembar observasi, dan angket. Pengolahan data dilakukan dengan statistika uji t untuk pengujian kesamaan dua rata-rata. Hasil penelitian diperoleh rata-rata N-gain hasil belajar untuk kelompok eksperimen 0,54 dan 0,34 untuk kelompok kontrol, keterampilan berpikir kritis 0,57 untuk kelompok eksperimen dan 0,25 untuk kelompok kontrol. Hasil uji t untuk N-gain terhadap hasil belajar dan keterampilan berpikir kritis diperoleh terdapat perbedaan secara signifikan antara kedua kelompok tersebut. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan model CIRC dapat meningkatkan hasil belajar dan keterampilan berpikir kritis siswa dibandingkan dengan metode konvensional. Siswa memberikan  tanggapan positif terhadap pembelajaran model CIRC.
Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together dengan Pendekatan Inkuiri untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Kalor Siswa SMA Nurhadisah Nurhadisah; Abdul Halim; Ibnu Khaldun
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 2, No 1 (2014): APRIL 2014
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.044 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  peningkatan  penguasaan konsep   siswa SMA pada konsep kalor KD asas Black terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan pendekatan inkuiri. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain The randomized pretest-posttest control group design. Dua kelas dipilih secara acak untuk dijadikan kelas kontrol dan kelas eksperimen. Subjek penelitian adalah siswa SMAN 2 Peusangan Kabupaten Bireuen pada tahun pelajaran 2012/2013. Data aktivitas siswa yang diperoleh melalui observasi, dan angket tanggapan siswa diolah menggunakan persentase skor jawaban, data pretest, posttest diolah dengan menggunakan rata-rata skor gain yang dinormalkan. Pengelohan data dilakukan  dengan statistik uji-t untuk beda rerata N-gain dengan bantuan program SPSS versi 16,0. Hasil penelitian menunjukkan guru dan siswa memberi tanggapan positif terhadap model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan pendekatan inkuiri, aktivitas siswa secara keseluruhan baik. Berdasarkan N-gain dari nilai pretest dan posttest ternormalisasi menunjukkan terjadinya peningkatan penguasaan konsep siswa  pada semua indikator. Peningkatan tertinggi kelas eksperimen pada tingkat penerapan (C3) dengan N-gain sebesar 0,77 termasuk kategori tinggi dan peningkatan terendah pada tingkat  evaluasi (C5) dengan N-gain sebesar 0,30 termasuk kategori sedang. Pada kelas kontrol peningkatan tertinggi terjadi pada tingkat C4 dengan N-gain sebesar 0,51, termasuk kategori sedang dan peningkatan terendah pada tingkat C3 dengan N-gain sebesar 0,26 termasuk kategori rendah. Dapat disimpulkan  pengguanaan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan pendekatan inkuiri pada konsep kalor KD asas Black secara signifikan dapat meningkatkan penguasaan konsep siswa.
Pengembangan Bahan Ajar Modul pada Materi Hidrokarbon di SMA Negeri 11 Banda Aceh Ayu Rahmi; Yusrizal Yusrizal; Ilham Maulana
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 2, No 1 (2014): APRIL 2014
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.987 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep dan hasil belajar kognitif siswa pada materi hidrokarbon melalui penggunaan pengembangan bahan ajar modul. Pengembangan modul menggunakan model Hannafin and Peck yang terdiri atas tiga fase, yaitu fase analisis keperluan, desain, serta pengembangan dan implementasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Sampel diambil secara acak dan terbagi dalam kelas kontrol dan eksperimen. Penelitian dilaksanakan di kelas X SMA Negeri 11 Banda Aceh tahun pelajaran 2012/2013. Pengumpulan data untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep dan hasil belajar kognitif siswa dilakukan melalui tes awal dan tes akhir pada kedua kelas, dan untuk mengetahui tanggapan guru dan siswa terhadap penggunaan modul sebagai bahan ajar pada materi hidrokarbon digunakan angket. Pengolahan data dilakukan melalui beberapa tahapan, diantaranya uji tingkat kesukaran, daya beda, validitas, dan reliabilitas untuk instrumen yang akan digunakan dalam penelitian. Selanjutnya, untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep dan hasil belajar kognitif siswa dilakukan perhitungan N-gain dari hasil tes awal dan tes akhir siswa. Uji hipotesis menggunakan beberapa pengujian, diantaranya uji normalitas, homogenitas, dan uji kesamaan dua rerata. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan modul hidrokarbon dapat meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar kognitif siswa. Di samping itu, guru dan siswa sangat setuju terhadap penggunaan modul tersebut.
Meningkatan Motivasi Dan Penguasaan Konsep Siswa SMA Pada Pokok Bahasan Larutan Asam Basa Dengan Metoda Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Rahmawati Rahmawati; Muhammad Hasan; Abdul Gani
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 2, No 1 (2014): APRIL 2014
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.515 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan penguasaan konsep siswa Dengan penerapan metode pembelajaran inkuiri terbimbing serta memperoleh gambaran respon siswa terhadap model pembelajaran inkuiri. Penelitian ini dilakukan pada tiga sekolah  yaitu SMAN 1 Meulaboh, SMAN 3 Meulaboh dan SMAN 1 meureubo. Desain penelitian dilakukan dengan pretest dan posttest untuk motivasi dan penguasaan konsep pada siswa kelas XI IPA semester 2 tahun ajaran 2012/2013. Pengumpulan data dilakukan dengan pretest dan posttest untuk motivasi dan penguasaan konsep dan angket respon siswa terhadap model pembelajarn inkuiri terbimbing. Hasil uji normalitas dan homogenitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen. Dari ketiga sekolah skor rata-rata dari pretest ke posttest meningkat, N-gain SMAN 1 Meulaboh 70% dengan katagori tinggi,  N-gain SMAN 3 Meulaboh 69% katagori sedang,  N-gain SMAN 1 Meureubo 68%   katagori sedang.  Dari angket respon siswa memberi tanggapan positif terhadap penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model inkuiri terbimbing dapat meningkatkan motivasi dan penguasaan konsep siswa. 
Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Kalor Siswa SMA Rahmawati Rahmawati; Abdul Halim; Yusrizal Yusrizal
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 2, No 1 (2014): APRIL 2014
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.132 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki penerapan model PBL (PBL) dengan untuk mendapatkan gambaran penerapannya dalam meningkatkan penguasaan konsep pada siswa SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain control group pretest and posttest design yang dilaksanakan di kelas X pada salah satu SMA di Kabupaten Bireuen pada tahun pelajaran 2012/2013. Teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen berupa pilihan ganda dan lembar observasi aktivitas guru dan siswa untuk melihat keterlaksanaan model PBL. Pengolahan data dilaksanakan dengan statistik uji-t untuk uji beda rata-rata. Hasil penelitian di peroleh rata-rata N-gain penguasaan konsep 0,47 dengan kategori sedang untuk kelas eksperimen dan 0,26 dengan kategori rendah untuk kelas kontrol. N-gain tertinggi kelas eksperimen sebesar 0,47 pada indikator menganalisis sedangkan N-gain terendah sebesar 0,38 pada indikator memahami. Keterlaksanaan langkah-langkah pembelajaran 100% tingkat keterlaksanaan mendapat skor rata-rata 2,8 untuk aktifitas guru dan 2,65 untuk aktifitas siswa. Dengan demikian keterlaksanaan model PBL 100% dengan tingkat keterlaksanaan tergolong dalam kategori baik.
Pembelajaran Praktikum Berbasis Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Keterampilan Proses Sains pada Pokok Bahasan Larutan Penyangga Sarlivanti Sarlivanti; Adlim Adlim; Djailani Djailani
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 2, No 1 (2014): APRIL 2014
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.767 KB)

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk melihat efektifitas penggunaan pembelajaran praktikum berbasis  inkuiri terbimbing dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan keterampilan proses sains siswa pada konsep larutan penyangga di SMA. Populasi siswa kelas XI SMAN X Kota Lhokseumawe, dua kelas diambil secara acak dari 6 kelas terdiri atas satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol dengan jumlah 32 siswa perkelas. Pengumpulan data dilakukan dengan tes awal dan tes akhir untuk keterampilan berpikir kritis dan keterampilan proses sains, lembar observasi untuk melihat keterlaksanaan pembelajaran serta angket untuk mengetahui tanggapan siswa dan guru terhadap penggunaan pembelajaran praktikum berbasis  inkuiri terbimbing. Hasil uji t  menunjukkan penggunaan model pembelajaran  praktikum berbasis  inkuiri terbimbing pada materi larutan penyangga secara signifikan dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan keterampilan proses sains siswa  dibandingkan dengan penggunaan model pembelajaran praktikum konvensional. Hal ini ditunjukan dari N-gain yang dinormalisasi keterampilan berpikir kritis untuk kelas eksperimen sebesar 0,66 lebih tinggi dibanding kelas kontrol sebesar 0,53. Begitu juga dengan N-gain yang dinormalisasi keterampilan proses sains kelas eksperimen sebesar 0,70 lebih tinggi dibanding kelas kontrol sebesar 0,46.

Page 1 of 1 | Total Record : 9