cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.ilmiah.ars@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.ilmiah.ars@usk.ac.id
Editorial Address
Jalan Tengku Syech Abdur Rauf No. 7 Darussalam, Banda Aceh, Aceh, 23111 INDONESIA
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan
ISSN : 26551586     EISSN : 26551586     DOI : 10.24815/jimap.v7i2.19596
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan (JIMAP) is a peer-reviewed academic journal published by the Department of Architecture and Planning, Faculty of Engineering, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia. The journal presents design, research and development in the field of architecture and planning. Authors must register to this journal before submitting their work and they must follow the Author Guidelines of the journal. Submissions that do not adhere to the guidelines provided will be REJECTED. Please submit your article through the online submission of this journal. You may address further inquiries to the Editor at jurnal.ilmiah.ars@usk.ac.id. JIMAP Journal published four times a year, in February, May, August and November
Articles 268 Documents
Front Matter Mei 2022 Riza Aulia Putra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 6, No 2 (2022): Volume 6, No.2, Mei 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1025.897 KB)

Abstract

Penerapan Konsep Arsitektur Neo Vernakular Pada Kantor Bupati Pidie Kana Putri Jaya Betari; Azhar Abdullah Arif; Mirza Mirza
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 5, No 1 (2021): Volume 5, No.1, Februari 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (984.748 KB)

Abstract

Kantor Bupati Pidie merupakan kantor pemerintahan sebagai wadah aktivitas dan kegiatan pemerintahan. Bangunan Kantor Bupati Pidie ini dibangun sejak tahun 1985. Diperkirakan bangunan ini telah digunakan kurang lebih selama 34 tahun. Di samping bangunan ini sudah lama digunakan, bangunan Kantor Bupati Pidie sudah beberapa kali diguncang gempa kuat. Hal ini menyebabkan kekuatan struktur gedung kantor tersebut semakin hari semakin berkurang. Tim Ahli Bangunan dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) telah telah melakukan uji teknis terhadap konstruksi gedung kantor tersebut dan menyimpulkan bahwa kekuatan struktur bangunan yang tersisa pada gedung Kantor Bupati Pidie ini hanya tinggal 40%. Maka tujuan perancangan ini merupakan salah satu upaya untuk merancang gedung kantor bupati dengan kekuatan struktur yang lebih kuat dan kokoh. Adapun penekanan dalam perancangan ini adalah pendekatan Arsitektur Neo Vernakular, sebagai salah satu upaya untuk melestarikan unsur-unsur lokal terutama di Kabupaten Pidie.
Perancangan Rumah Sakit Onkologi di Banda Aceh Febrianti Anggia Samsuwardi; Muhammad Haiqal; Riza Aulia Putra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 7, No 1 (2023): Volume 7, No.1, Februari 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.046 KB) | DOI: 10.24815/jimap.v7i1.21355

Abstract

Rumah sakit adalah sebuah tempat yang memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Pola hidup masyarakat yang terus berkembang dan cenderung kurang sehat mengakibatkan meningkatnya jenis penyakit, khususnya penyakit kanker. Menurut World Health Organization (WHO), angka kejadian kanker terus mengalami peningkatan setiap tahunnya dan masih menjadi masalah kesehatan dunia internasional, khususnya di negara berkembang. Angka kejadian penyakit kanker di Aceh sendiri juga cukup tinggi. Menurut data Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Kesehatan RI menyebutkan bahwa pada tahun 2018 angka prevalensi penderita kanker di Aceh lebih tinggi daripada nasional. Banyaknya penderita kanker yang terdapat di Aceh tidak sebanding dengan fasilitas penanganan kankeryang terdapat pada rumah sakit di Aceh. Hal ini menyebabkan meningkatnya angka rujukan pasien ke luar Aceh untuk mendapatkan penanganan kesehatan lebih lanjut. Perancangan rumah sakit kanker di Banda Aceh bertujuan sebagai tempat pelayanan pasien kanker sehingga angka rujukan pasien ke daerah lain dapat berkurang. Perancangan rumah sakit ini menggunakan pendekatan Healing Environment. Proses perawatan pasien pada rumah sakit berpotensi besar memicu stress pada individu pasien sehingga proses penyembuhan dapat berlangsung lebih lama. Penerapan Healing Environtment pada perancangan rumah sakit dapat memberikan perasaan tenang sehingga diharapkan dapat menstimulasi pasien untuk mempercepat proses penyembuhan. 
Perancangan Hotel Bintang 4 Berbasis Syariah Islam di Kota Banda Aceh Ainal Yati; Mirza Mirza; Nasution Burhan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 5, No 4 (2021): Volume 5, No.4, November 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (876.883 KB)

Abstract

Aceh adalah provinsi diujung pulau sumatera yang memiliki ibukota provinsi bernama Kota Banda Aceh, Aceh sendiri merupakan kota yang menerapkan sistem Syariah islam dalam peraturan kotanya, yang biasanya disebut dengan Qanun. Aceh pernah merasakan masa kelam pada tahun 2004 karena diterjang bencana Tsunami yang meratakan rumah, kantor, sekolah, sampai dengan rumah ibadah. Namun, walau pernah mengalami bencana yang sangat memilukan tersebut, kini Aceh Kembali berbenah diri dengan mengembangkan pariwisata bersyariah islam yaitu dengan adanya branding pariwisata World Islamic Tourism yang disandang Kota Banda Aceh sejak Tahun 2015. Dengan adanya branding yang telah miliki oleh Kota Banda Aceh, kini pemerintah Kota Banda Aceh lebih memperhatikan konsep wisata bersyariah yang didukung dengan sarana dan prasarana yang meningkat. Hal tersebut juga didukung dengan adanya peraturan Menteri No. 2 Tahun 2014 tentang pedoman atas penyelenggaraan usaha hotel Syariah yang menjadi landasan utama bagi pengusaha hotel yang ingin mendirikan usaha hotel yang menerapkan sistem Syariah islam dalam aspek pengelolaan, produk dan pelayanan.
Kajian Penerapan Eco-tech Arsitektur pada Perancangan Gedung Olahraga Berstandar Internasional di Banda Aceh Salman Al-Farisy; Erna Meutia; Izziah Izziah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 7, No 2 (2023): Volume 7, No.2, Mei 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.33 KB) | DOI: 10.24815/jimap.v7i2.21706

Abstract

Gedung Olahraga merupakan gedung yang berfungsi untuk tempat pelaksanaan berbagai macam kegiatan olahraga. Kebutuhan akan gedung olahraga dengan fasilitas yang memadai terus meningkat mengikuti peningkatan minat masyarakat akan olahraga serta dengan pelaksanaan event-event olahraga dalam taraf nasional maupun internasional. Dengan demikian GOR yang berada di Aceh termasuk bangunan dengan tipe B yang belum dapat memenuhi standar untuk dilaksanakannya PON Aceh-Sumut pada tahun 2024 yang akan datang, sehingga diperlukannya pengadaan gedung olahraga baru di Banda Aceh. Tema yang digunakan yaitu eco-tech yang merupakan penggabungan dari kata ekologi dan teknologi. Adapun prinsip dari tema tersebut yaitu Struktural Ekspression, Sculpting with Light, Energy Matters, Urban Responses, Making Connection dan Civil Symbol. Bangunan dengan tema eco-tech architecture ini memiliki ciri yang menggabungkan antara arsitektur berkelanjutan dan high tech architecture yang mana memiliki tujuan utama dapat meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan di sekitar bangunan 
EVALUASI KENYAMANAN TERMAL RUANG KELAS DENGAN METODE ANALISIS PREDICTED MEAN VOTE (PMV) STUDI KASUS : RUANG KULIAH UMUM 1 UNIVERSITAS SYIAH KUALA Almira Fidela
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 3, No 1 (2019): Volume 3, No.1, Februari 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.828 KB)

Abstract

AbstrakManusia membutuhkan kenyamanan termal di dalam ruang. Kenyamanan termal dapat terwujud dengan sistem aliran udara yang baik dalam ruang tempat mereka beraktivitas. Berdasarkan hasil pengukuran suhu ruangan RKU-1 Universitas Syiah Kuala, diperoleh data sementara yaitu 32,5-33,2oC.  Kondisi suhu ruangan yang panas tersebut menyebabkan pengguna ruang merasa tidak nyaman. Berdasarkan permasalahan tersebut perlu dilakukan penelitian dengan batasan fasilitas ventilasi udara  alami pada ruang kelas, serta pengaruh suhu dalam ruangan terhadap proses belajar mengajar mahasiswa. Data yang dikumpulkan adalah data temperatur udara, data temperatur radiasi, data kelembaban, dan kecepatan angin pada ruang-ruang kelas, serta pembagian kuisioner yang berisikan data karakteristik responden, persepsi terhadap termal ruang kelas, serta jenis pakaian yang digunakan responden yang merupakan mahasiswa yang sedang mengikuti perkuliahan di ruang kelas RKU-1. Penelitian dilakukan pada 2 ruang kelas, yaitu ruang 11.02.002 dan ruang 11.02.003, keduanya memiliki jenis dan luas ruang yang sama, hanya berbeda pada orientasi ruang dan bukaannya. Indeks termal yang digunakan sebagai metode analisis data pada penelitian ini adalah Predicted Mean Vote (PMV) yang dikemukakan oleh Fanger (1982) dan dihitung menggunakan aplikasi Java Applet ISO 7730, PMV 2008 ver.1,0. Hasil pengambilan data dalam ruangan meliputi  temperatur efektif, yang mana pada pagi hari untuk kedua ruangan memasuki tingkat hangat nyaman, yaitu 27,1 oC untuk ruang 11.02.002 dan 26,5 oC untuk ruang 11.02.003. Namun pada siang dan sore hari, temperatur sudah melebihi ambang nyaman SNI. Hal ini membuktikan bahwa ruang kelas 11.02.002 dan 11.02.003 adalah panas dan tidak nyaman.Kata Kunci: Kenyamanan termal, Ruang Kuliah, Predicted Mean Vote.
Evaluasi Fungsi Vegetasi dan Pengaruhnya Terhadap Kenyamanan Termal Taman Tepi Sungai Krueng Aceh (Studi Kasus: Gampong Keudah) Intan Maulida; Era Nopera Rauzi; Ardian Ariatsyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 6, No 2 (2022): Volume 6, No.2, Mei 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.678 KB)

Abstract

Krueng Aceh merupakan sungai terbesar dan terpanjang yang melintas di sepanjang wilayah kota Banda Aceh sehingga dapat menjadikan kawasan sebagai salah satu tujuan wisata. Hal ini terlihat dari adanya Taman Wisata Krueng Aceh. Kondisi taman di tengah kota menyebabkan banyaknya minat pengunjung pada kawasan dan mengakibatkan aktivitas kawasan semakin padat sehingga meningkatkan suhu pada kawasan. Hal ini juga didukung oleh jumlah dan jenis vegetasi yang tidak memadai. Oleh karena itu perlu adanya penelitian mengenai evaluasi fungsi vegetasi dan pengaruhnya terhadap kenyamanan termal kawasan untuk mengetahui tingkat kenyamanan pada saat area didatangi oleh masyarakat pada pagi, siang dan sore hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) jenis vegetasi, 2) fungsi vegetasi dan 3) pengaruh vegetasi terhadap kenyamanan termal kawasan. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Metode yang digunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan THI, indeks keanekaragaman shannon-wiener dan analisis skala likert. Hasil inventaris jenis vegetasi terdapat 9 jenis tanaman dengan fungsi vegetasi sebagai tanaman peneduh, pemecah angin, estetika, petunjuk arah dan penyerap polutan. Hasil penelitian nilai indeks keanekaragaman (H´) memiliki nilai rata-rata H’ 1,5 dan indeks kenyamanan (THI) memiliki nilai rata-rata 25-27 sedangkan hasil dari persepsi mayoritas responden tidak nyaman pada aspek suhu udara sebanyak 60 responden (57,1%) dan vegetasi sebanyak 58 responden (55,2%).
Penerapan Tema Culture in Frame pada Pusat Kuliner Aceh Ratu Nabilla
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 4, No 4 (2020): Volume 4, No.4, November 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.077 KB)

Abstract

AbstractAceh Culinary Center in Banda Aceh became one of places that sell and serve the traditional culinary of  Aceh. Visitors who comes not only Acehnese, many tourists both local people and abroad who want to feel the taste of culinary Aceh. But, it is unfortunate if the culinary center of Aceh which has the purpose of preserving cultural heritage, only introduce culinary course without any other culture that participated in it. Thus, in the effort to preserve Aceh's cultural heritage, this design uses the theme of Culture in Frame, in which a tangible and intangible cultural, so that the culture of Aceh can support the feel and the impression that emerged in this traditional culinary center of Aceh. Kata kunci: Aceh Culinary Center, CultureAbstrakPusat Kuliner Aceh yang berada di Banda Aceh menjadi salah satu tempat yang menjual dan menyajikan kuliner tradisional Aceh. Pengunjung yang datang bukan hanya orang Aceh saja, banyak wisatawan baik nusantara maupun mancanegara yang ingin merasakan cita rasa kuliner Aceh. Namun sangat disayangkan bila pusat kuliner Aceh yang memilik tujuan melestarikan warisan budaya, hanya mengenalkan kulinernya saja tanpa ada budaya lain yang ikut serta didalamnya. Dengan demikian dalam upaya melestarikan warisan budaya Aceh, perancangan ini menggunakan tema Culture in Frame, sehingga kebudayaan Aceh ini dapat mendukung suasana dan kesan yang muncul pada pusat kuliner tradisional Aceh ini.  Kata kunci: Pusat Kuliner Aceh, Budaya 
PERANCANGAN ASRAMA HAJI DI BANDA ACEH ryan hidayat
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 3, No 3 (2019): Volume 3, No. 3, Agustus 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.388 KB)

Abstract

Haji merupakan salah satu rukun islam yang dijalankan oleh umat muslim. Asrama haji dibutuhkan bagi calon jamaah sebagai tempat transit sebelum diberangkatkan ke Mekah/Madinah, Arab Saudi. Aceh merupakan salah satu provinsi di Indonesia. Penambahan kuota Jamaah haji di indonesia mempengaruhi kuota jamaah haji di Aceh. Sebagai konsekuensi dari meningkatnya jumlah jamaah, maka diperlukan peningkatan pelayanan serta kenyamanan pada Asrama haji Serta sarana bagi para pengguna diluar musim haji seperti area parkir. Tema Asrama haji ini adalah Arsitektur islami. Arsitektur Islami merupakan gagasan dan karya arsitektur yang sesuai dengan pandangan dan kaidah-kaidah Islam tentang arsitektur sehingga arsitektur yang memiliki pendekatan konsep Islam dikatakan sebagai arsitektur Islami. Salah satu konsep islam yang di ambil adalah adanya larangan sifat mubazir. Larangan sifat mubazir ini akan berpengaruh pada tampilan bangunan, yaitu sederhana, meminimalisir ornamen, fungsional, serta pemanfaatan potensi alam sebagai penghematan energi.Kata kunci : Asrama Haji, Arsitektur Islam,LaranganMubazir, Aceh Besar.Haji merupakan salah satu rukun islam yang dijalankan oleh umat muslim. Asrama haji dibutuhkan bagi calon jamaah sebagai tempat transit sebelum diberangkatkan ke Mekah/Madinah, Arab Saudi. Aceh merupakan salah satu provinsi di Indonesia. Penambahan kuota Jamaah haji di indonesia mempengaruhi kuota jamaah haji di Aceh. Sebagai konsekuensi dari meningkatnya jumlah jamaah, maka diperlukan peningkatan pelayanan serta kenyamanan pada Asrama haji Serta sarana bagi para pengguna diluar musim haji seperti area parkir. Tema Asrama haji ini adalah Arsitektur islami. Arsitektur Islami merupakan gagasan dan karya arsitektur yang sesuai dengan pandangan dan kaidah-kaidah Islam tentang arsitektur sehingga arsitektur yang memiliki pendekatan konsep Islam dikatakan sebagai arsitektur Islami. Salah satu konsep islam yang di ambil adalah adanya larangan sifat mubazir. Larangan sifat mubazir ini akan berpengaruh pada tampilan bangunan, yaitu sederhana, meminimalisir ornamen, fungsional, serta pemanfaatan potensi alam sebagai penghematan energi.Kata kunci : Asrama Haji, Arsitektur Islam,LaranganMubazir, Aceh Besar.
Penerapan Tema Arsitektur Modern pada Perancangan Terminal Bus Tipe A di Kota Banda Aceh Alwin Nugraha; Laila Qadri; Masdar Djamaluddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 6, No 4 (2022): Volume 6, No.4, November 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.802 KB) | DOI: 10.24815/jimap.v6i4.21202

Abstract

Terminal bus tipe A merupakan fasilitas publik yang berfungsi sebagai sarana perpindahan moda transportasi antar provinsi. Kota Banda Aceh menjadi kota sebagai tujuan kunjungan utama di Provinsi Aceh, untuk  tujuan wisata, pendidikan, maupun bisnis. Oleh karena itu diperlukan adanya terminal bus yang mampu mengakomodir segala kegiatan baik dari segi fungsi maupun visualisasi/estetika. Pemilihan tema Arsitektur Modern dalam perancangan terminal ini diharapkan mampu mengoptimalkan segala fungsi ruang yang menampung kegiatan didalamnya dan juga meperindah bangunan secara visual. Penerapan tema arsitektur modern ini diterapkan pada setiap item dalam perancangan dengan berpedoman pada konsep “the five point of a new architecture” dari Le Corbusier yang membuat kebebasan dan pengembangan fungsi ruang serta estetika bangunan.