cover
Contact Name
suyanto
Contact Email
suyanto@unissula.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
nurscope@unissula.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Islam Sultan Agung, Jalan Raya Kaligawe Km 4, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, Kode Pos 50112
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 24768987     DOI : 10.30659/nurscope
Core Subject : Health,
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan indirectly acknowledged as a work of scholarly authors in the field of nursing. Articles covering sub areas of basic nursing, adult nursing, emergency nursing, critical nursing, child nursing, maternity nursing, mental nursing, gerontik nursing, family nursing, community nursing, nursing management, and nursing education. Types of articles received by the editors are the results of research. NURSCOPE has collaborated with Nurses Professional Organizations (AIPNI Jawa Tengah) in journal management since October 2020
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2022): Juni" : 11 Documents clear
Tingkat stres caregiver terhadap kemampuan merawat orang dengan skizofrenia (ODS) Dwi Heppy Rochmawati; Hardhono Susanto; Anastasia Ediati
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 1 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/nurscope.8.1.1-9

Abstract

Pendahuluan:Stres merupakan salah satu masalah psikologis yang dialami seseorang karena adanya tekanan. Tekanan timbul akibat kegagalan dalam memenuhi kebutuhan atau keinginannya. Tekanan yang dirasakan bisa berasal dari dalam diri atau dari luar, salah satu tekanan dari dalam yang menyebabkan stres caregiveradalah merawat ODS. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan kemampuan caregivermerawat ODS yang meliputi kemampuan kognitif dan kemampuan psikomotor. Metode: penelitian kuantitatif non-experimental cross sectional dengan studi korelasi. Jumlah responden (caregiver)sebanyak 110 orang dengan teknik total sampling dari dua kelurahan X (56 caregiver) dan Kelurahan Y (54 caregiver) di Kota Semarang. Caregiverdirekrut berdasarkan usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, hubungan dengan ODS dan lama merawat ODS. Hasil: Usia rata-rata 41-60 tahun 69%; berjenis kelamin perempuan 96,4%; berpendidikan SMA ke bawah 91,9%; caregiverbekerja 87,3%, hubungan dengan ODS sebagai orang tua 65,5% dan lama merawat >10 tahun 40%. Sebanyak 60% caregivermengalami stres, mulai dari stres ringan 11,8%, stres sedang 28,2%, stres parah 10,9% dan stres sangat parah 9.1%. Caregivermengetahui cara merawat ODS 88,2% dan mampu merawat cukup baik 56.4%. Data tingkat stres bersifat ordinal, kemampuan kognitif dan psikomotor bersifat nominal dan ordinal. Analisis data menggunakan uji korelasi pearson menunjukkan ada hubungan tingkat stres dengan kemampuan kognitif (p-value0.000) dengan koefisien korelasi(r) -0,654, sifat hubungan kuat dan arah hubungan negatif berarti semakin tinggi tingkat stres semakin rendah kemampuan kognitif responden.Ada hubungan tingkat stres dengan kemampuan psikomotor (p-value0.000) dengan koefisien korelasi(r) -0,788, sifat hubungan kuat dan arah hubungan negatif berarti semakin tinggi tingkat stres semakin rendah kemampuan psikomotor responden. Simpulan:CaregiverODS perlu mendapatkan bantuan untuk menurunkan tingkat stres, dan direkomendasikan untuk mendapatkan terapi reduksi stres. 
Saturasi oksigen menurunkan kuantitas nyeri pada klien post Sectio Caesarea Andi Eka Pranata; Feri Ekaprasetia
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 1 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/nurscope.8.1.37-42

Abstract

Pendahuluan:Insisi operasi Sectio Caesarea (SC) menimbulkan inflamasi jaringan dan respon nyeri pada pasien. Inflamasi post operasi merupakan kompensasi sel tubuh untuk menyatukan jaringan yang rusak. Kondisi oksigenasi jaringan sangat mempengaruhi keberlangsungan inflamasi. Periode inflamasi berbanding lurus dengan periode nyeri, sehingga saturasi oksigen di jaringan mempengaruhi kuantitas nyeri pasien. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan saturasi oksigen dengan kuantitas nyeri pada klien post operasi sectio caesarea. Metode:Desain penelitian ini adalah korelasi untuk mengetahui hubungan antara saturasi oksigen dengan kuantitas nyeri pada klien post SC. Penelitian dilakukan di sebuah rumah sakit Kabupaten Jember. Pengukuran saturasi oksigen dan kuantitas nyeri dilakukan setelah 12 jam post SC dengan kriteria mutlak responden baru pertama kali menjalani SC dan tidak ada tindakan lainnya. Jumlah responden sebanyak 60 klien post SC. Analisis data menggunakan non parametric test karena distribusi data tidak normal dengan nilai p-value0.006 (­p < 0.05). Hasil:Hasil uji Spearman’s Rho didapatkan nilai p-value0.015 (p < 0.05). Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara saturasi oksigen dengan kuantitas nyeri pada klien post SC.Saturasi oksigen yang baik mampu mempercepat proses granulasi, sehingga inflamasi jaringan lebih cepat turun. Inflamasi yang turun berbanding lurus dengan penurunan kuantitas nyeri.
Survei Persepsi Siswa SMP terhadap Pernikahan Usia Dini Fitri Fujiana; Tamara Septia Chairunnisa; Mutiara Rizaldi; Mei Christin
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 1 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/nurscope.8.1.10-14

Abstract

Pendahuluan: Negara Indonesia melalui undang-undang, menetapkan umur minimal pernikahan untuk perempuan dan laki-laki yaitu 19 tahun. Namun praktiknya dimasyarakat masih banyak terjadi pernikahan pada usia dibawah 19 tahun sebagian besar terjadi pada usia SMP. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pandangan atau persepsi siswa SMP terhadap pernikahan usia dini. Metode: penelitian survey cross sectional dengan sampel sebanyak 198 orang murid SMP laki-laki dan perempuan di kota Pontianak. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dan teknik pengambilan sampel dengan snowball serta accidental sampling. Analisa data univariat menggunakan distribusi frekuensi. Hasil: sebanyak 69,7% responden mengetahui batasan usia menikah, 97,5% responden tidak setuju dengan praktik menikah usia dini, 21,2% responden berencana menikah dini. Simpulan: Sebagian besar responden memiliki persepsi dan pandangan yang tidak konsisten terkait pernikahan usia dini. Hampir semua responden tidak setuju terhadap pernikahan usia dini namun masih banyak responden berencana menikah dibawah usia yang ditetapkan undang-undang. Diharapkan kepada orangtua, guru serta Ners spesialis maternitas agar dapat memberikan pemahaman yang lebih terkait dampak pernikahan usia dini pada siswa SMP
Lama menderita berpengaruh terhadap tingkat spiritualitas pasien stroke Suyanto Suyanto; Mohamad Nobby Habib Nurkholik; Mohammad Arifin Noor
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 1 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/nurscope.8.1.43-50

Abstract

Pendahuluan:Penyakit stroke merupakan penyakit yang mempunyaitingkat kesembuhan yang amat lama dan mempunyai beberapa dampak tersendiri yang dapat menggangu fisik, psikologis, serta social dan juga ekonomi penderitanya. Salah satu faktor protektif spiritualitas pada pasien stroke, masalah spiritual pada penyakit kronis merupakan salah satu masalah kemandirian keperawatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antaralama menderita stroke dengan tingkat spiritualitas pada pasien stroke. Metode:Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif korelasi. Sebanyak 80 responden di ambil dengan metode total sampling. Hasil:Berdasarkan hasil analisa diperoleh bahwa dari 80 responden penelitian sebagian besar memeiliki karakteristik umur lansia awal 25%, dengan karakteristik tingkat pendidikan sebagian besar berpendidikan SD/sederajat yaitu 58,8%. Hasil penelitian juga menunjukkan 67,5% responden dengan lama menderita stroke yaitu kronis (>= 6 bulan), dan 32,5% memiliki lama menderita stroke yaitu akut (<= 6 bulan). Sebanyak 83,75% responden memiliki tingkat spiritualitas yang tinggi, dan  1625% responden memiliki tingkat spiritualitas yang rendah. Simpulan:Terdapat hubungan antara lama menderita stroke dengan tigkat spiritualitas pada pasien stroke dengan hasil p value sebesar (0,000).
Hubungan kepuasan hidup dengan kualitas hidup keluarga PMO pasien TB paru Nutrisia Nu&#039;im Haiya; Iskim Luthfa; Mochammad Aspihan; Iwan Ardian; Syaiful Nanda Pratama
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 1 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/nurscope.8.1.15-20

Abstract

Pendahuluan: Pengawas Menelan Obat (PMO) penderita TB Paru merupakan ujung tombak keberhasilan penurunan angka Penderita TB. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap kepuasan hidup dan berdampak pada kualitas hidup keluarga sebagai PMO. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kepuasan hidup dengan kualitas hidup keluarga sebagai PMO Penderita TB Paru. Metode: Studi ini menggunakan desain crosssectional dengan analisa uji spearman rank, sampel yang digunakan dalam studi berjumlah 117 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Hasil: Hasil penelitian responden 117 orang, dengan karakteristik responden umur terbanyak 26-35 tahun dan 36-45 tahun, masing-masing 31,6% dan jenis kelamin terbanyak perempuan 60,7% serta hubungan dengan penderita TB terbanyak Ibu 35,9%. Hubungan kepuasan hidup dengan kualitas hidup keluarga sebagai PMO sangat signifikan, p value 0,001. Simpulan: Studi ini dapat diarik garis simpul bahwa mayoritas responden PMO penderita TB Paru adalah perempuan usia produktif dengan usia 26 – 45 tahun dan memiliki hubungan keluarga yang erat , dan antara kepuasan hidup PMO penderita TB Paru memiliki kaitan dengan kualitas hidup keluarga, walaupun arah hubungan yang dimiliki tidak erat.
Hubungan distress dan self efficacy pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 Tati Hardiyani; Marta Tania Gabriel Ching Cing
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 1 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/nurscope.8.1.51-58

Abstract

Pendahuluan: Penyakit diabetes merupakan penyakit kronis yang tidak bisa disembuhkan sehingga pasien harus mempertahankan perilaku manajemen diri seumur hidup, termasuk perawatan diri yang terkait dengan perawatan kesehatan dan kehidupan sehari-hari. Mempertahankan perilaku yang konsisten didukung oleh adanya self efficacy. Pasien diabetes dengan adanya distress kemungkinan memiliki self efficacy yang buruk sehingga keyakinan dan kemampuan dalam manajemen diabetes menjadi buruk. Namun hubungan tersebut perlu dibuktikan dengan adanya penelitian. Metode: Deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional study. Sampel 106 pasien DM tipe 2 diambil dari Puskesmas Purwokerto Utara I dan II dengan metode purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah DDS17 Bahasa Indonesia dan Diabetes Management Self Efficacy Scale (DMSES). Hasil: Sebagian besar pasien DM mengalami distress tingkat sedang sebesar 77,3% dengan sebagian besar memiliki self efficacy baik sebesar 60,37%. Nilai r = -0,179 (0,05). Sehingga dinyatakan memiliki hubungan yang lemah dengan arah korelasi berlawanan. Simpulan: Tidak ditemukan hubungan distress dan self efficacy pada pasien diabetes mellitus tipe 2.
Penerapan teori headache impact test (HIT) dengan terapi acupressure menurunkan nyeri kepala pada pasien hipertensi Risma Ayu; Edy Soesanto
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 1 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/nurscope.8.1.21-25

Abstract

Pendahuluan: Gangguan nyeri kepala, adalah salah satu gangguan yang paling umum dari sistem saraf. Nyeri kepala atau headache adalah suatu rasa nyeri atau rasa tidak enak pada daerah kepala termasuk meliputi daerah wajah dan tengkuk leher. Penatalaksanaan nyeri dapat dilakukan dengan tindakan farmakologi ataupun non faramakologi. Penatalaksanaan farmakologi dengan analgesik merupakan pilihan pertama untuk penananganan nyeri, namun memiliki efek samping. Sehingga observer menerapkan terapi non farmakologik dengan tindakan terapi akupresure dengan menggunakan tool teori Headache Impact Test (HIT). Studi kasus ini bertujuan untuk menerapkan teori Headache Impact Test (HIT) dengan terapi akupresure terhadap perubahan nyeri kepala di Ruang Ayyub 2 RS Roemani Mhammadiyah Semarang dan meningkatkan indikator kualitas pelayanan terhadap penurunan nyeri kepala di Rumah Sakit. Metode: Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Subjek studi kasus adalah pasien Hipertensi. Subjek studi kasus berjumlah 2 orang. Hasil: Hasil studi kasus menunjukkan bahwa penerapan teori Headache Impact Test (HIT) dengan terapi akupresure dapat menurunkan nyeri kepala. Simpulan: Teori Headache Impact Test (HIT) merupakan model teori yang dapat digunakan dengan mudah dalam menurunkan nyeri kepala di ruang perawatan dewasa dengan Tindakan non farmakologi seperti terapi akupresure. Teori Headache Impact Test (HIT) dengan terapi akupresure dapat menjadi salah satu implementasi keperawatan dalam menurunkan nyeri kepala di Ruang Ayyub 2 RS Roemani Muhammadiyah Semarang.
Efek penggunaan ekstrak buah naga (Hylocereus Sp) pada penyembuhan luka: Tinjauan sistematis Erwin Purwanto; Takdir Tahir; Yuliana Syam
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 1 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/nurscope.8.1.59-69

Abstract

Pendahuluan:Luka membutuhkan rangkaian proses perawatan yang bertujuaan mempercepat proses penyembuhan. Buah naga (Hylocereus sp) memiliki kandungan fitokimia yang dapat membantu proses penyembuhan luka. Tujuan literatur review ini adalah merangkum hasil penelitian sebelumnya terkait efek penggunaan ekstrak buah naga pada proses penyembuhan luka. Metode:Literatur review ini memberikan ringkasan dari hasil penelitian sebelumnya dalam bentuk naratif. Pencarian artikel menggunakan enam databased : Wiley Online Library, Science Direct, ProQuest, EBSCO, Garuda, dan Google Scholar. Hasil:Dari 483 artikel, diambil 8 artikel yang memaparkan efek dari penggunaan ekstrak buah naga (Hylocereus sp) seperti mengontrol tahapan penyembuhan luka sehingga berlangsung lebih cepat dan tidak memanjang, memodulasi biomarker, dan mempercepat penutupan luka sehingga meningkatkan proses penyembuhan luka. Simpulan:Penggunaan ekstrak buah naga (Hylocereus sp) memberikan manfaat yang positif dengan mempercepat proses penyembuhan luka.
Metode role play sebagai media edukasi meningkatkan ketrampilan ibu untuk mencegah kekerasan seksual pada anak usia pra sekolah Erna Handayani; Meidiana Dwidiyanti; Artika Nurrahima
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 1 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/nurscope.8.1.26-30

Abstract

Pendahuluan: Penyimpangan Kekerasan seksual pada anak tersebut dapat menyebabkan dampak fisik dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian edukasi menggunakan metode role play terhadap ibu yang mempunyai anak usia pra sekolah. Metode: Desain penelitian ini yaitu pre experimental (pretest and post test design). Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dengan jumlah sampel 38 responden. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner karakteristik responden dan lembar observasi “Child sexual abuse prevention pratices”. Hasil: penelitian menunjukkan adanya pengaruh edukasi terhadap ketrampilan ibu dengan nilai signifikan pada Uji Wilcoxon yaitu <0,05. Nilai rata-rata ibu sebelum mendapat edukasi sekitar 0-3 tapi nilai ibu meningkat menjadi 6 setelah mendapat edukasi. Simpulan: Perawat komunitas dapat menggunakan metode role play sebagai media edukasi pencegahan kekerasan seksual dalam promosi kesehatan pada ibu dengan usia anak pra sekolah.
Pengaruh pendidikan pendewasaan usia perkawinan terhadap pernikahan dini pada remaja: Tinjuan sistematis Patricia Mega Sri Yulianti Tae; Retno Indarwanti; Ni Ketut Alit Armini
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 1 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/nurscope.8.1.70-76

Abstract

Pendahuluan:Pernikahan dini diakui oleh sebagian besar negara sebagai pelanggaran hak asasi manusia danmerupakan hambatan serius bagi pertumbuhan dan stabilitas di negara-negara di mana pernikahan dinidilakukan. Pernikahan dini merupakan masalah global, terutama terjadi di negara-negara berkembangMetode: Pencarian sistematis untuk studi diidentifikasi sistematis dengan pencarian database dengan kata kunci “Pendidikan DAN Pernikahan Dini DAN Pendewasaan Usia”.Dalam menilai bias dan kualitas metodologis penelitian ini menggunakan alat penilaian kritis Joanna Briggs Institute (JBI). Hasil: Pendidikan dan tempat tinggal merupakan faktor penentu pernikahan dini yang paling banyak dipelajari. Beberapa dari mereka melaporkan hasil mengenai perbedaan usia antara pasangan, akses ke informasi media dan efisiensi diri. Hal-hal yang mempengaruhi pengambilan keputusan pada usia remaja adalah awal dari keberadaan diri sendiri, orang tua, dan lingkungan.Simpulan: Tinjauan ini merangkum bukti terbaik yang tersedia untuk petugas kesehatan masyarakat dan pembuat kebijakan di negara berkembang untuk menyediakan bahan yang dapat dimasukkan ke dalam pengembangan protokol intervensi untuk pencegahan pernikahan dini.

Page 1 of 2 | Total Record : 11