cover
Contact Name
Muh Ilham Bakhtiar
Contact Email
ilhambakhtiar@unm.ac.id
Phone
+6285299898201
Journal Mail Official
ilininstitute@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tamalate, Rappocini. kota Makassar
Location
,
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah (DIKDASMEN) 
ISSN : 28081811     EISSN : 28082184     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah (DIKDASMEN)  menerima artikel dalam bidang Pembelajaran, Pengajaran, Pendidikan dasar, Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Volume 4 Nomor 2 Tahun 2024" : 13 Documents clear
Pengaruh Kematangan Emosional Mahasiswa Dalam Menyelesaikan Tugas Akhir Triani, Saffi
Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Volume 4 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : ILIN Institute Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dikdasmen.v4i2.2377

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk dapat mengetahui tentang pentingnya kematangan emosi bagi mahasiswa tingkat akhir dalam menyelesaikan skripsi. Penelitian ini juga diharapkan bisa memberikan manfaat di masa yang akan datang, bisa dijadikan sebagai bahan referensi untuk penelitian selanjutnya, serta bisa membantu masyarakat maupun mahasiswa untuk mengetahui tentang pentingnya memiliki kematangan emosi yang stabil atau tinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian literatur (kajian kepustakaan), atau yang lebih dikenal dengan library research. Hasil penelitian menemukan bahwa kematangan emosi yang stabil dan tinggi sangat dibutuhkan bagi mahasiswa/mahasiswi yang sedang berada pada tingkat akhir dalam melakukan tugas penulisan skripsi.
Teknik Sosiodrama Untuk Meningkatkan Keterampilan Berkomunikasi Siswa Nur Zerinah
Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Volume 4 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : ILIN Institute Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dikdasmen.v4i2.2390

Abstract

Tujuan penelitian ini adalalah untuk memperoleh gambaran keterampilan berkomunikasi siswa sebelum dan sesudah diberikan Teknik sosiodrama, untuk mengetahui penerapan Teknik sosiodrama dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi siswa, untuk membantu siswa membuka diri terhadap orang lain melalui komunikasi interaksi dan umpan balik yang didapatkan dari orang lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan PTK (Penelitian Tindakan Kelas) dengan Teknik sosiodrama untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi siswa. Hasil penelitian ini menujukkan gambaran keterampilan komunikasi siswa sebelum diberikan perlakuan berupa Teknik sosiodrama berada pada kategori rendah, setelah diberikan perlakuan berupa Teknik sosiodrama pada kategori sangat tinggi. Penerapan Teknik sosiodrama dapat meningkatkan keterampilan komunikasi siswa, artinya semakin diberi perlakuan berupa Teknik sosiodrama, maka akan diberi dengan meningkatnya keterampilan komunikasi siswa, siswa dapat membuka diri setelah melakukan Teknik sosiodrama
Dinamika Konsep Diri Pada Perempuan Dewasa Yang Pernah Menjadi Korban Child Abuse Nelty Putri Burnama
Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Volume 4 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : ILIN Institute Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dikdasmen.v4i2.2391

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika konsep diri pada perempuan dewasa yang pernah menjadi korban child abuse. Hal itu akan diperoleh ketika diketahui bentuk tindakan child abuse yang subjek alami, pemaknaan subjek terhadap peristiwa itu setelah subjek mengalami, konsep diri subjek setelah mengalami peristiwa child abuse,pemaknaan subjek terhadap peristiwa child abuse ketika dewasa, konsep diri subjek ketika dewasa, dan faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri yang dimiliki ketika dewasa. Jenis penelitian ini menurut sifat dan tujuannya adalah kualitatif deskriptif. Menurut sifat masalahnya, penelitian ini berjenis penelitian fenomenologi. Subjek penelitian ini adalah perempuan dewasa yang pernah menjadi korban child abuse. Seringkali orangtua melakukan hal-hal yang secara sadar maupun tidak sadar telah menyakiti anak.Hukuman atau perlakuan tidak menyenangkan yang diberikan kepada anak sering berlebihan dan tidak wajar seperti hukuman fisik maupun verbal baik anak tersebut sengaja melakukan kesalahan maupun tidak. Perlakuan dan tindakan yang dilakukan orangtua secara berlebihan tersebut dikenal dengan child abused atau kekerasan pada anak. Kekerasan terhadap anak ini dapat menimbulkan rasa sakit baik fisik maupun psikis sehingga lambat laun anak akan kehilangan rasa percaya diri. Rasa percaya diri yang dimiliki anak dapat membantu anak dalam mengenal dirinya sendiri. Jika rasa percaya diri anak rendah, anak akan menilai dirinya tidak berguna, sulit untuk mengenmbangkan kepercayaan dirinya pada orang lain serta tidak merasa aman. Tetapi, jika rasa percaya diri anak baik anak akan lebih muda bergaul dengan orang lain, dapat mengembangkan percaya diri dengan lingkungan dan mersa dibutuhkan dan berguna baik pada diri sendiri maupun orang lain. Penilaian terhadap diri sendiri ini disebut konsep diri. Menurut Ghufron, M.N & Risnawati R.S (2010) konsep diri bukan merupakan factor yang dibawa sejak lahir, melainkan factor yang dipelajari dan terbentuk melalui pengalamn individu dalam berhubungan dengan orang lain. Positif maupun negative konsep diri tersebut terbentuk sesuai dengan pengalaman individu dalam berhubungan dengan orang lain. Sehingga dapat disimpulkan bahwa, setelah menerima kekerasan seseorang akan tumbuh dengan konsep diri yang negtif, tetapi itu tidka mutlak. Konsep diri dapat diperbaiki seiring berjalannya waktu baik itu dari dukungan dan motivasi dari orang lain (teman), kesadaran akan spritualitas seperti salat dan memperbanyak doa serta selalu belajar dari segala yang terjadi itu akan membentuk dan menghasilkan konsep diri yang positif.
Analisis Perilaku Prokrastinasi Akademik dan Penangannya Nur Fadila Istiqamah
Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Volume 4 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : ILIN Institute Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dikdasmen.v4i2.2393

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui 1) gambaran prokrastinasi akademik pada MA di SMPN 33 Makassar, 2) Penyebab prokrastinasi akademik MA, 3) Upaya penanganan prokrastinasi akademik pada subjek MA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah studi kasus klinis. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi serta menggunakan analisis kualitatif dari Model Miles & Hubermen, yaitu reduksi data, presentasi data, dan penarikan kesimpulan. Hasilnya adalah 1) Gambaran prokrastinasi akademik MA adalah malas mengerjakan dan menyelesaikan tugasnya, mengerjakan tugas sebelum deadline, ribut di dalam kelas, dan tidak memperhatikan penjelasan guru. 2) Faktor penyebab prokrastinasi akademik yaitu motivasi belajar rendah, sulit mengatur waktu, lebih memilih melakukan aktivitas yang lebih menyenangkan, serta dari pengalaman yang diperoleh. 3) Penanganannya, peneliti menerapkan teknik kontrak perilaku untuk mengurangi perilaku menunda tugas atau prokrastinasi akademik. Setelah penanganan subjek MA dapat mengurangi perilaku prokrastinasi akademiknya.
Implementasi Layanan Psikososial Dalam Pemulihan Psikis Rifahmi Sudarmin; Muhammad Irham Zainuri; Puspa Sari
Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Volume 4 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : ILIN Institute Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dikdasmen.v4i2.2401

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi layanan psikososial dalam upaya pemulihan psikologis pasca banjir di Desa Maipi Kabupaten Luwu Utara. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Narasumber yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 5 anak yang diambil dari 30 anak penerima layanan psikososial. Teknik pengumpulan data ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik reduksi data yaitu pengumpulan hasil wawancara yang telah dicatat dalam bentuk catatan lapangan kemudian ditranskripsikan ke dalam bentuk tulisan yang lebih terstandar berdasarkan isi catatan lapangan. Setelah proses transkripsi selesai dilakukan reduksi data yaitu membuat rangkuman dan mengkodekan hasil wawancara, kemudian peneliti melakukan analisis data untuk mempertajam, mengklasifikasikan, dan mengarahkan, sehingga dapat diambil kesimpulan akhir. menunjukkan bahwa anak tidak lagi merasa trauma setelah mendapat layanan program psikososial
Efektivitas Pemberian Ice Breaking dalam Meningkatkan Keaktifan Peserta Didik pada Pelaksanaan Layananan Bimbingan Konseling Mahmud, Aulia Meylindah
Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Volume 4 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : ILIN Institute Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dikdasmen.v4i2.2403

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi munculnya berbagai perilaku peserta didik pada saat kegiatan layanan bimbingan konseling berlangsung. Perilaku tersebut berupa adanya perasaan acuh tak acuh saat pelaksanaan layanan bimbingan konseling yang diberikan, kurang semangat, selalu gelisah, rasa enggan, malas, lesu dan merasa tidak bergairah. Tujuan penelitian ini adalalah untuk mengetahui efektivitas pemberian ice breaking dalam meningkatkan keaktifan peserta didik sebelum pelaksanaan layanan bimbingan konseling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan menggunakan lembar observasi. Hasil pengamatan keaktifan peserta didik saat tidak diberikan ice breaking sebelum pelaksanaan layanan Bimbingan konseling pada siklus I yaitu 70% dan pada siklus II dengan pemberian ice breaking sebelum pelaksanaan layananan bimbingan konseling menjadi meningkat menjadi 90%. Maka dari data diatas dapat disimpulkan bahwa pemberian ice breaking sangat efektif meningkatkan keaktifan peserta didik pada pelaksanaan layanan bimbingan konseling.
Faktor Internal dan Eksternal yang Mempengaruhi Prokrastinasi Akademik Peserta Didik Annisa Widyani
Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Volume 4 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : ILIN Institute Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dikdasmen.v4i2.2404

Abstract

Prokrastinasi merupakan suatu kebiasaan menunda pekerjaan yang diberikan. Hal ini menunjukkan suatu perilaku yang dapat menghambat peserta didik mencapai hasil maksimal dalam akademik. Oleh karena itu, fenomena ini penting untuk dijelaskan, mengingat perilaku prokrastinasi merupakan sikap yang dapat mengganggu proses belajar peserta didik di sekolah. Studi ini bertujuan mengidentifikasi berbagai macam faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya prokrastinasi pada peserta didik. Selain itu, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka yang disajikan secara deskriptif. Berdasarkan hasil review literatur sebanyak 8 literatur dapat diambil kesimpulan bahwa faktor internal prokrastinasi akademik yaitu terkait suasana hari, rasa malas, kepercayaan diri yang rendah, sulitnya untuk memulai, perfeksionis, rendahnya manajemen waktu, menghindari tekanan, lelah ketika pulang sekolah, stress, pesimis, rasa takut gagal. Sedangkan faktor eksternal yaitu terkait tidak menyukai mata pelajaran, tidak memahami materi, tugas yang diberikan terlalu banyak, tidak ada petunjuk spesifik terkait tugas, banyaknya kegiatan diluar sekolah, guru yang terlalu banyak memberikan tugas, guru yang jarang masuk, guru terlalu cepat saat menjelaskan, cara mengajar guru tidak sesuai, tidak adanya dukungan dari orang tua, banyak masalah dalam keluarga, pengaruh negatif teman sebaya, kurangnya sumber belajar, penggunaan gawai yang berlebihan, kebiasaan mencontek, waktu pengumpulan yang terlalu lama.
Penerapan Teknik Self Talk Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri terhadap Optimisme Masa Depan Nurfajri Kasmin Marina; Syahrir
Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Volume 4 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : ILIN Institute Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dikdasmen.v4i2.2405

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini yakni peserta didik yang memiliki percaya diri yang rendah terhadap optimisme masa depan . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan self talk dalam meningkatkan percaya diri pada siswa Z kelas VIII SMPN 26 Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus klinis. Pengambilan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif menggunakan data primer dan sekunder dengan teknik tringulasi. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu (1) Gambaran percaya diri rendah terhadap optimisme masa depan yang dialami siswa Z yaitu gugup dalam mengerjakan sesuatu, kemampuan bersosialisasi rendah, tidak percaya dengan kemampuannya sendiri, merasa diri memiliki banyak kekurangan. (2) Faktor yang mempengaruhi kurang percaya diri pada siswa Z karena faktor ekternal yaitu tuntutan keluarga. (3) Upaya yang dilakukan pada siswa Z yang memiliki percaya diri yang rendah yaitu memberikan teknik self talk untuk meningkatkan percaya diri siswa Z terhadap optimisme masa depan. Pemberian teknik self talk pada siswa Z yaitu mulai mengalami perubahan terutama dalam bersosialisasi, tidak gugup ketika mengutarakan pendapat, menunjukkan tingkah laku yang aktif dan positif, percaya terhadap kemampuannya sendiri dan mampu mengeksplorasikan kemampuan yang dimilikinya.
Meningkatkan Sikap Disiplin Siswa Melalui Pendekatan Solution Focused Brief Counseling (SFBC) dengan Teknik Miracle Question Fahrul Islam; Akhmad Harum; Kusnadi
Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Volume 4 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : ILIN Institute Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dikdasmen.v4i2.2406

Abstract

Sikap disiplin pada anak harus ditumbuhkan sejak dini, jika anak tidak mempunyai sikap disiplin salah satu masalah yang akan ditimbulkan dapat berdampak hingga dalam proses pembelajaran dan prestasi belajar siswa diantaranya seperti terlambat datang ke sekolah, tidak memakai atribut sekolah, tidak membuat tugas yang diberikan, dan bahkan membolos. Hal tersebut tidak mencerminkan ketidakdisplinan siswa terhadap tata tertib sekolah. Oleh karena itu diperlukan alternatif untuk dapat menumbuhkan atau meningkatkan kedisiplinan siswa terhadap tata tertib sekolah. Dalam mendukung terselengaranya layanan konseling yang efektif khususnya dalam dunia pendidikan diperlukan model yang relevan dengan pemasalahan, solution-focused brief counseling (SFBC) merupakan salah satu model konseling yang direkomendasikan untuk digunakan dalam memberikan intervensi atau gambaran berupa teknik miracle question agar terbangun kesadaran diri untuk konseli terhadap kedisiplinan terhadap tata tertib melalui pertimbangan dari dalam diri konseli mampu menentukan solusinya sendiri. Hasil penelitian ini mempunyai implikasi terhadap penerapan SFBC dalam lingkungan pendidikan khususnya dalam memberikan layanan konseling.
Meningkatkan Percaya Diri Menggunakan Layanan Bimbingan Kelompok dengan Permainan Show Your Talent Fhyka, Nurfaika Jufri
Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Volume 4 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : ILIN Institute Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dikdasmen.v4i2.2407

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri peserta didik dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sehingga dapat meningkatkan kualitas diri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 8 Mei 2024 di SMA Negeri 1 Makassar. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi, wawancara dan angket. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepercayaan diri siswa dapat meningkat melalui kegiatan layanan bimbingan kelompok dengan permainan Show Your Talent. Perubahan perilaku siswa terhadap pertemuan pertama dan kedua saat evaluasi bimbingan kelompok yang di lakukan telah mengarah pada peningkatan percaya diri lebih baik dari sebelumnya.

Page 1 of 2 | Total Record : 13