cover
Contact Name
Dwi Sudarno Putra
Contact Email
dwisudarnoputra@ft.unp.ac.id
Phone
+628175454267
Journal Mail Official
jtpvi@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
Departemen Teknik Otomotif, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Padang Jalan Prof. Dr. Hamka, Air Tawar Padang, Sumatera Barat, Indonesia
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29858399     DOI : https://doi.org/10.24036/jtpvi.v1i1.1
AIM JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia adalah jurnal ilmiah yang bertujuan untuk menjadi tempat berbagi ilmu pengetahuan hasil penelitian berkualitas tinggi di semua aspek teknologi dan pendidikan kejuruan. Jurnal ini menerbitkan manuskrip yang berisi karya mutakhir dalam teori dasar, eksperimen dan simulasi, serta aplikasi, dengan metode yang dipaparkan secara sistematis, ulasan yang cukup tentang karya-karya sebelumnya, diskusi yang mendalam dan kesimpulan yang ringkas. Semua manuskrip yang diterbitkan melalui proses review/telaah oleh ahli di bidangnya masing-masing. SCOPE Fokus dari JTPVI adalah untuk menjadi sebuah sarana publikasi artikel-artikel ilmiah dari kajian bidang teknologi dan pendidikan vokasi baik secara teoritis, simulasi maupun praktikal dan eksperimental serta R & D. A. Teknologi, yang termasuk dalam lingkup kajian Teknologi adalah : 1. Teknik Otomotif 2. Teknik Mesin 3. Teknik Elektro 4. Teknik Elektronika 5. Teknik Sipil 6. Teknik Pertambangan 7. Teknik Industri B. Pendidikan Vokasi, yang termasuk dalam lingkup kajian pendidikan vokasi teknik pada bidang 1. Media pembelajaran 2. Evaluasi pembelajaran 3. Penelitian tindakan kelas 4. Pembelajaran jarak jauh 5. Kajian lain yang masih memiliki kaitan dengan pendidikan vokasi teknik
Articles 184 Documents
Sistem Kendali Up/Down dan 8-Speed Motor Induksi Tiga Fasa Berbasis PLC Outseal, VFD, dan HMI pada Mesin Simulasi PLTMh Farhan Adeputra Maspeke; Jaqclin Carolina Tamaka; Moody Noldy Tumembow; Franklin Bawano; Tammy Tinny Veisy Pangow
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 2 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i2.441

Abstract

Mesin simulasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMh) di Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Manado masih menggunakan pengaturan kecepatan motor induksi tiga fasa secara manual melalui VFD. Penelitian ini bertujuan merancang, mengintegrasikan, dan menguji fungsi sistem kendali kecepatan berbasis PLC Outseal Nano V5, VFD Schneider ATV310, dan HMI Haiwell. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Pengujian fungsional dilakukan pada dua mode kendali, yaitu mode Up/Down dan 8-Speed, dengan rentang frekuensi 5–50 Hz dan kecepatan motor teoritis 145–1450 rpm. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kombinasi logika keluaran PLC pada terminal LI2, LI3, dan LI4 VFD dapat memanggil setpoint frekuensi yang telah dikonfigurasi. Kedua mode kendali beroperasi sesuai rancangan sehingga sistem ini dapat digunakan sebagai media praktikum otomasi motor induksi tiga fasa pada simulasi PLTMh. The Micro-Hydro Power Plant (PLTMh) simulator at the Mechanical Engineering Department of Politeknik Negeri Manado still uses manual speed regulation for its three-phase induction motor through a VFD. This study aimed to design, integrate, and functionally test a speed control system based on an Outseal Nano V5 PLC, Schneider ATV310 VFD, and Haiwell HMI. The method used was Research and Development (R&D) with the ADDIE model. Functional testing was conducted on two control modes, namely the Up/Down mode and the 8-Speed mode, within a frequency range of 5–50 Hz and a theoretical motor speed of 145–1450 rpm. The results showed that the PLC output logic combinations on the LI2, LI3, and LI4 Terminals of the VFD could call the configured frequency setpoints. Both control modes operated as designed, making the system applicable as a practical learning medium for three-phase induction motor automation in PLTMh simulation.
Perbandingan Karakteristik Nyala Api Bioetanol dari Limbah Kulit Singkong dan Kulit Pisang melalui Fermentasi dan Distilasi Muhammad Febriyana Ilham Pratama; Wawan Purwanto; Dwi Sudarno Putra; Ahmad Arif
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 2 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i2.430

Abstract

Limbah kulit singkong dan kulit pisang berpotensi menjadi bahan baku bioetanol dan mendukung pengolahan limbah organik. Penelitian ini bertujuan membandingkan karakteristik nyala api bioetanol dari kedua limbah tersebut melalui hidrolisis, fermentasi, dan distilasi. Penelitian menggunakan ragi Farmipan sebagai sumber Saccharomyces cerevisiae dengan variasi massa 4 g dan 8 g, serta volume bahan bakar 1 mL, 2 mL, dan 3 mL. Parameter yang diamati meliputi kadar gula terlarut, tinggi, luas, dan durasi nyala api. Kulit singkong menghasilkan kadar gula terlarut 66°Brix, sedangkan kulit pisang 16°Brix. Bioetanol kulit pisang 8 g menghasilkan tinggi nyala tertinggi pada seluruh volume. Luas nyala tertinggi diperoleh pada kulit pisang 8 g untuk 1 mL dan kulit singkong 8 g untuk 2–3 mL. Durasi terlama diperoleh pada kulit pisang 4 g untuk 1–2 mL dan kulit singkong 4 g untuk 3 mL. Temuan ini merupakan data awal karena kadar etanol, nilai kalor, rendemen, dan emisi belum diukur. Cassava peel and banana peel wastes have potential as bioethanol feedstocks. This study compared the flame characteristics of bioethanol from these wastes through hydrolysis, fermentation, and distillation. The experiment used Farmipan yeast containing Saccharomyces cerevisiae at 4 g and 8 g, with fuel volumes of 1 mL, 2 mL, and 3 mL. The observed parameters were soluble sugar, flame height, flame area, and flame duration. Cassava peel produced 66°Brix soluble sugar, whereas banana peel produced 16°Brix. Banana peel bioethanol with 8 g yeast produced the highest flame height at all volumes. The highest flame area was obtained from banana peel 8 g at 1 mL and cassava peel 8 g at 2–3 mL. The longest duration was obtained from banana peel 4 g at 1–2 mL and cassava peel 4 g at 3 mL. These findings are preliminary because ethanol content, calorific value, yield, and emissions were not measured.
Pengujian Campuran Pertamax–Bioetanol Ampas Tebu dan Kulit Nanas terhadap Emisi CO dan HC pada Honda Beat Injeksi Wahyudi Pratama; Wawan Purwanto; Dwi Sudarno Putra; Ahmad Arif
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 2 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i2.466

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan campuran Pertamax dengan bioetanol dari ampas tebu dan kulit nanas terhadap emisi gas buang Honda Beat 2025 sistem injeksi. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan lima variasi bahan bakar, yaitu Pertamax murni (B0), E5 tebu, E10 tebu, E5 nanas, dan E10 nanas. Pengujian dilakukan pada 1500, 2500, 4000, 5500, dan 7000 rpm dengan tiga pengulangan. Parameter yang diamati meliputi CO, CO₂, HC, O₂, lambda, dan AFR menggunakan gas analyzer dan scan tool. Hasil menunjukkan bahwa campuran bioetanol menurunkan rata-rata CO dan HC dibandingkan Pertamax murni. Nilai CO terendah diperoleh pada E10 tebu sebesar 0,410%, sedangkan HC terendah diperoleh pada E10 nanas sebesar 96,20 ppm. Secara deskriptif, E10 tebu menunjukkan penurunan CO paling menonjol, sedangkan E10 nanas menunjukkan penurunan HC paling menonjol dibandingkan variasi bahan bakar lainnya. Temuan ini mengindikasikan bahwa bioetanol limbah tebu dan limbah nanas berpotensi sebagai campuran Pertamax untuk mendukung pembakaran yang lebih bersih pada motor injeksi. This study analyzed Pertamax blended with bioethanol from sugarcane bagasse and pineapple peel on exhaust emissions of a 2025 fuel-injected Honda Beat motorcycle. An experimental method was applied using five fuel variations: pure Pertamax (B0), E5 sugarcane, E10 sugarcane, E5 pineapple, and E10 pineapple. Tests were conducted at 1500, 2500, 4000, 5500, and 7000 rpm with three repetitions. The observed parameters included CO, CO₂, HC, O₂, lambda, and AFR, measured using a gas analyzer and scan tool. The results showed that bioethanol blends reduced average CO and HC compared with pure Pertamax. The lowest CO was obtained with E10 sugarcane at 0.410%, while the lowest HC was obtained with E10 pineapple at 96.20 ppm. Descriptively, E10 sugarcane showed the most prominent CO reduction, whereas E10 pineapple showed the most prominent HC reduction among the tested fuel variations. These findings indicate the potential of sugarcane and pineapple waste bioethanol as a Pertamax blend to support cleaner combustion in fuel-injected motorcycles.
Pengujian Emisi CO dan HC pada Honda BeAT Injeksi Menggunakan Campuran Pertamax–Bioetanol Limbah Kulit Pisang dan Singkong Welman Saputra; Wawan Purwanto; M. Yasep Setiawan; Ichsan Nasution
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 2 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i2.467

Abstract

Penelitian ini bertujuan membandingkan emisi gas buang Honda BeAT injeksi menggunakan Pertamax murni dan campuran Pertamax–bioetanol dari limbah kulit pisang serta limbah singkong. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif deskriptif pada kondisi tanpa beban setelah mesin mencapai suhu kerja. Variasi bahan bakar meliputi E0, E5 pisang, E10 pisang, E5 singkong, dan E10 singkong. Pengujian dilakukan pada 1500, 3000, 4500, 6000, dan 7500 rpm dengan lima pengulangan. Parameter CO, CO₂, O₂, HC, lambda, dan AFR diukur menggunakan gas analyzer. Data dianalisis melalui rata-rata dan persentase perubahan terhadap E0. Hasil menunjukkan seluruh campuran bioetanol menurunkan rata-rata CO dan HC dibandingkan E0. E10 pisang menjadi variasi paling menonjol secara deskriptif, dengan CO 0,410% dan HC 98,67 ppm, atau turun 40,92% dan 48,01%. Temuan ini mengindikasikan potensi awal bioetanol limbah kulit pisang sebagai campuran Pertamax untuk menurunkan CO dan HC pada rentang rpm yang diuji. This study compared exhaust emissions of a fuel-injected Honda BeAT operated with pure Pertamax and Pertamax blended with banana-peel and cassava-waste bioethanol. A descriptive quantitative experimental method was applied under no-load conditions after the engine reached operating temperature. Five fuel variations were tested: E0, E5 banana, E10 banana, E5 cassava, and E10 cassava. Tests were conducted at 1500, 3000, 4500, 6000, and 7500 rpm with five replications. CO, CO₂, O₂, HC, lambda, and AFR were measured using a gas analyzer. Data were analyzed using mean values and percentage changes relative to E0. All bioethanol blends reduced average CO and HC compared with E0. E10 banana was the most prominent variation descriptively, with CO of 0.410% and HC of 98.67 ppm, corresponding to reductions of 40.92% and 48.01%. These findings indicate the preliminary potential of banana-peel bioethanol as a Pertamax blend to reduce CO and HC.