cover
Contact Name
Dwi Sudarno Putra
Contact Email
dwisudarnoputra@ft.unp.ac.id
Phone
+628175454267
Journal Mail Official
jtpvi@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
Departemen Teknik Otomotif, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Padang Jalan Prof. Dr. Hamka, Air Tawar Padang, Sumatera Barat, Indonesia
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29858399     DOI : https://doi.org/10.24036/jtpvi.v1i1.1
AIM JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia adalah jurnal ilmiah yang bertujuan untuk menjadi tempat berbagi ilmu pengetahuan hasil penelitian berkualitas tinggi di semua aspek teknologi dan pendidikan kejuruan. Jurnal ini menerbitkan manuskrip yang berisi karya mutakhir dalam teori dasar, eksperimen dan simulasi, serta aplikasi, dengan metode yang dipaparkan secara sistematis, ulasan yang cukup tentang karya-karya sebelumnya, diskusi yang mendalam dan kesimpulan yang ringkas. Semua manuskrip yang diterbitkan melalui proses review/telaah oleh ahli di bidangnya masing-masing. SCOPE Fokus dari JTPVI adalah untuk menjadi sebuah sarana publikasi artikel-artikel ilmiah dari kajian bidang teknologi dan pendidikan vokasi baik secara teoritis, simulasi maupun praktikal dan eksperimental serta R & D. A. Teknologi, yang termasuk dalam lingkup kajian Teknologi adalah : 1. Teknik Otomotif 2. Teknik Mesin 3. Teknik Elektro 4. Teknik Elektronika 5. Teknik Sipil 6. Teknik Pertambangan 7. Teknik Industri B. Pendidikan Vokasi, yang termasuk dalam lingkup kajian pendidikan vokasi teknik pada bidang 1. Media pembelajaran 2. Evaluasi pembelajaran 3. Penelitian tindakan kelas 4. Pembelajaran jarak jauh 5. Kajian lain yang masih memiliki kaitan dengan pendidikan vokasi teknik
Articles 170 Documents
Studi Eksperimen, Pengaruh Variasi Dimensi Ban Terhadap Keausan Ban Muhammad Shiddiq; Remon Lapisa; Irma Yulia Basri; Wawan Purwanto; Hanapi Hasan
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 1 No. 1 (2023): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.672 KB) | DOI: 10.24036/jtpvi.v1i1.1

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pemasangan berbagai ukuran ban pada sepeda motor Beat-PGM FI 110 cc tahun 2017. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mengkuantifikasi seberapa besar variasi dimensi ban dalam hal keausan. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksploratif. Pendataan dilakukan pada sepeda itu sendiri, yang kemudian ditimbang bobot ban pada setiap varian sebelum dan sesudah penelitian untuk mengetahui seberapa besar keausan yang diakibatkan. Hasil pengujian menggunakan berbagai ban, termasuk 50/100, 90/90 dengan 80/90, dan 100/80 dengan 90/90, menunjukkan bahwa tingkat keausan meningkat seiring dengan ukuran ban. Laju keausan ban yang cepat adalah hasil dari rolling resistance ban yang tinggi, yang secara langsung berbanding terbalik dengan variasi ukuran ban. Oleh karena itu, temuan investigasi ini menunjukkan bahwa ban dengan variasi dimensi 100/80 dan 90/90 memiliki keausan terbesar.  This study aims to determine the impact of mounting various tyre sizes on Beat-PGM FI 110 cc motorcycles in 2017. This was done in an effort to quantify how much tyre dimensions vary in terms of wear and tear. The methodology used in this study is exploratory. Data collection was done on the bike itself, which then weighed the tyre weight on each variant before and after the research to determine how much wear and tear was caused. The results of tests using a range of tyres, including 50/100, 90/90 with 80/90, and 100/80 with 90/90, showed that the wear rate increased with tyre size. The rapid rate of tyre wear is a result of the tire's high rolling resistance, which is directly inversely related to the size variation of the tyre. The findings of this investigation therefore show that tyres with 100/80 and 90/90 dimension variations have the greatest wear.
Pengaruh Pencampuran Bahan Bakar Pertalite Dengan Zat Aditif Minyak Serai Wangi Terhadap Konsumsi Bahan Bakar dan Emisi Gas Buang M Nasir; Lasyatta Syaifullah; Rifdarmon Rifdarmon; Nuzul Hidayat; Balisranislam Balisranislam
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 1 No. 1 (2023): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.018 KB) | DOI: 10.24036/jtpvi.v1i1.2

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pencampuran zat aditif minyak serai wangi sebagai campuran bahan bakar minyak. Cukup banyak pengguna kendaraan bermotor khususnya sepeda motor tidak mengetahui bahan bakar apa yang dipakai seperti pada sepeda motor Honda Beat Street dengan rasio kompresi mesin 10 : 1 yang sebaiknya memakai bahan bakar jenis pertamax dengan angka oktan 92 namun lebih banyak memilih untuk memakai bahan bakar jenis pertalite dengan angka oktan 90 dengan alasan lebih ekonomis padahal dampaknya sangat sensitif terhadap pengotoran ruang bakar dan bisa mengakibatkan kandungan emisi gas buang dari gas sisa pembakaran menjadi tinggi. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan pada sepeda motor Honda Beat Street didapatkan bahwa dengan pencampuran zat aditif minyak serai wangi dapat mengurangi tingkat emisi gas buang dan bisa menghemat pemakaian bahan bakar. This study discusses the mixing of citronella oil additives as a mixture of fuel oil. Quite a lot of motorized vehicle users, especially motorcycle do not know what fuel to use, such as the Honda Beat Street motorcycle with an engine compression ratio of 10 : 1 which should use pertamax type fuel with an octane number of 92  prefer to use gasoline pertalite type fuel with an octane number of 90 for reasons of more economical, even though the impact is very sensitive to combustion chamber contamination and can result in a high contents of exhaust emissions from the remaining combustipn chamber. From the results of research conducted on Honda Beat Street motorcycle, it wa found that by mixing citronella oil additivies it can reduce exhaust emission levels and save fuel consumption.
Motivasi Mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif Tahun Masuk 2017 Dalam Memasuki Dunia Kerja Sebagai Tenaga Pendidik M Joko; R. Chandra; Toto Sugiarto; Donny Fernandez
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 1 No. 1 (2023): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.248 KB) | DOI: 10.24036/jtpvi.v1i1.3

Abstract

Kajian ini dilakukan atas dasar permasalahan bahwa Tenaga Pendidik seringkali tidak tercukupi untuk sekolah kejuruan negeri dan swasta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kuantitatif. Sebuah penelitian menemukan bahwa mahasiswa Teknik Otomotif angkatan 2017 memiliki Motivasi dari dalam (Intrinsik) yang lebih sedikit dibandingkan dengan Motivasi dari luar (Ekstrinsik). Hasil perhitungan diperoleh nilai sig. kecil dari 0,05, yakni berjumlah 0,000 ˂ 0,05. Maka dapat disimpulkan Motivasi Intrinsik lebih rendah dari Motivasi Ekstrinsik, dan hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Motivasi Intrinsik dan Ekstrinsik mempengaruhi Tenaga Pendidik secara parsial maupun simultan, dan disimpulkan bahwa ada hubungan masing-masing variabel. This study was conducted on the basis of the problem that there are often not enough teaching staff for public and private vocational schools. The method used in this research is descriptive-quantitative. A study found that Automotive Engineering students class of 2017 have less motivation from within (Intrinsic) compared to outside motivation (Extrinsic). The calculation results obtained sig. smaller than 0.05, which is 0.000 ˂ 0.05. So it can be concluded that intrinsic motivation is lower than extrinsic motivation, and the results show that the variables intrinsic and extrinsic motivation affect educators partially or simultaneously, and it can be concluded that there is a relationship between each variable.
Perbandingan Jenis Knalpot Standar Dengan Knalpot Racing Terhadap Back pressure, Temperature, Dan Suara Pada Sepeda Motor 4 Tak M. Nasir; Yori Syaida; Rifdarmon Rifdarmon; Wagino Wagino
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 1 No. 1 (2023): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.278 KB) | DOI: 10.24036/jtpvi.v1i1.4

Abstract

Banyaknya masyarakat yang mengganti knalpot standar dengan knalpot racing, Agar menambah akselerasi dan performa pada sepeda motor mereka. Hasil pengujian perbandingan knalpot standar dengan knalpot racing terhadap Back Pressure. Pada penggunaan knalpot standar hasil nya 6,3 Psi, Apabila Rpm semakin besar, sama besar nya back pressure yang dikeluarkan. sedangkan penggunaan knalpot racing hasilnya 1,5 Psi. Semakin besar Rpm, semakin kecil back pressure yang di keluarkan. Untuk perbandingan knalpot standar hasilnya 95,76℃ sedangkan knalpot racing hasilnya 113,23℃ terhadap temperature. Pada penggunaan knalpot racing dapat menaikkan suhu mesin. apabila pemakaian knalpot racing. Pada perbandingan knalpot standar hasilnya 73,03(db) dengan knalpot racing hasilnya 93,67 (db) terhadap suara. suara yang dihasilkan oleh knalpot standar lebih kecil dari pada knalpot racing. Many people replace standard exhausts with racing exhausts, in order to increase acceleration and performance on their motorbikes. The results of testing the comparison of standard exhaust with racing exhaust against Back Pressure. When using a standard exhaust, the result is 6.3 Psi. If the Rpm is greater, the back pressure will be the same. while using a racing exhaust the result is 1.5 Psi. The greater the Rpm, the smaller the back pressure that is issued. For comparison, standard exhaust results are 95.76 ℃ while racing exhaust results are 113.23℃ to temperature. In the use of racing exhaust can increase engine temperature. when using racing exhaust. In comparison with the standard exhaust the result is 73.03 (db) with a racing exhaust the result is 93.67 (db) to sound. The sound produced by a standard exhaust is smaller than a racing exhaust.
Pengaruh Pengetahuan K3 Terhadap Kedisiplinan Siswa Dalam Melaksanakan Praktikum di SMK Negeri 5 Padang Muhammad Andre Nasrinur Andre; Milana Milana; Wagino Wagino; Dedi Setiawan
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 1 No. 1 (2023): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.381 KB) | DOI: 10.24036/jtpvi.v1i1.5

Abstract

Penelitian ini bersifat deskriptif korelasi dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui Tingkat pengetahuan K3, dan kedisiplinan siswa kelas XI TKR dalam melaksanakan praktikum, Pengaruh pengetahuan K3 terhadap kedisiplinan siswa saat melaksanakan praktikum di bengkel otomotif SMK Negeri 5 Padang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan kuesioner/angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis deskripsi data dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian yang diperoleh, 1) Tingkat pengetahuan K3 berada dalam kategori cukup dengan persentase 77,30% 2) Tingkat kedisiplinan siswa dalam melaksanakan praktikum dinilai memuaskan atau baik dengan persentase 82,56% 3) Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara pengetahuan K3 terhadap kedisiplinan siswa dalam melaksanakan praktikum dengan nilai signifikansi sebesar 0.564 karena 0.564 > 0.05.  This research is a descriptive correlational research with a quantitative approach which aims to determine the level of K3 knowledge, and the discipline of class XI TKR students in carrying out practicums. Data collection techniques used are tests and questionnaires. The data analysis technique used is data description analysis and inferential statistical analysis. The research results obtained, 1) The level of K3 knowledge is in the sufficient category with a percentage of 77.30% 2) The level of discipline of students in carrying out practicums is considered satisfactory or good with a percentage of 82.56% 3) There is no significant effect between OSH knowledge on discipline students in carrying out practical work with a significance value of 0.564 because 0.564 > 0.05.
Analisis Emisi Gas Buang (CO, CO2 dan HC) pada Sepeda Motor FI dengan Variasi Saat Pengapian, Saat Penginjeksian dan Jenis Bahan Bakar M. Sadly Firmansyah; Wawan Purwanto; Hasan Maksum; Ahmad Arif; M. Yasep Setiawan
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 1 No. 2 (2023): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.176 KB) | DOI: 10.24036/jtpvi.v1i2.6

Abstract

Penelitian ini membahas tentang perubahan nilai kadar CO, CO2 dan HC yang dihasilkan emisi gas buang pada  sepeda motor FI dengan penggunaan ECU Programmable (4 variasi perlakuan saat pengapian dan saat penginjeksian) menggunakan 3 jenis bahan bakar di setiap perlakuan . Tujuan penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar perubahan penggunaan ECU Programmable di setiap perlakuan terhadap emisi gas buang yang dihasilkan oleh objek penelitian. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Objek penelitian ini adalah sepeda motor FI. Kadar CO dan HC terendah yang dihasilkan sepeda motor FI dengan penggunaan ECU Programmable diperoleh pada perlakuan saat pengapian 7°BTDC dan saat penginjeksian 350°ATDC menggunakan bahan bakar Gasohol E30. Kadar CO2 terendah diperoleh pada perlakuan saat pengapian 3°BTDC dan saat penginjeksian 350°ATDC menggunakan bahan bakar Pertamax Turbo, dimana hasil yang diperoleh menunjukan perubahan yang signifikan setelah melalui uji banding menggunakan uji T dengan taraf signifikan 5%. This study discusses changes in the value of CO, CO2 and HC levels of exhaust emission on FI Motorcycle with the use ECU Programmable (4 variation of ignition timing and injector timing) and use 3 variations fuel in every treatment. The purpose of this study was to determine how much influence the use ECU Programmable and variation of fuel on exhaust emissions produced by the research object. This type of research is experimental research. The object of this research is the FI Motorcycle. The lowest CO and HC level produced by FI Motorcycle with the use of a Programmable ECU is obtained in the treatment at ignition timing of 7°BTDC and injector timing 350°ATDC using Gasohol E30 fuel, while the lowest CO2 level is obtained at the ignition timing treatment of 3°BTDC and when injector timing 350°ATDC uses Pertamax Turbo fuel, where the results obtained show significant changes after going through a comparative test using the T test with a significant level of 5%.
Analisis Coeffisient of Performance (COP) Trainer Sistem Pengkondisian Udara pada Putaran 2970 rpm Gusroby Solka; Nuzul Hidayat; Andrizal Andrizal; Remon Lapisa
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 1 No. 1 (2023): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.772 KB) | DOI: 10.24036/jtpvi.v1i1.7

Abstract

Penelitian ini membahas tentang coeffisient of performance atau COP pada trainer pengkondisian udara yang mengunakan motor listrik sebagai pengerak utama dari trainer ini yang mengantikan mesin konvesional yang umumnya dipakai pada sistem pengkondisian udara. Coeffisient of performance atau COP adalah salah satu indikator yang menentukan kerja dari sistem itu sendiri. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dimana besarnya nilai Coeffisient of performance (COP) dilihat. Dari trainer pada putaran 2970 RPM. Setelah mendapatkan data pada trainer maka dilakukan perhitungan untuk mencari besarnya nilai kerja kompresor, nilai kalor yang dilepas kondensor, nilai kalor yang diserap evaporator, nilai COP aktual, nilai COP ideal, nilai efisiensi dan nilai laju aliran massa pada trainer, dengan nilai COP terendah yaitu sebesar 2,17 dan terbesar yaitu 2,24.  This study discusses the coefficient of performance or COP in air conditioning trainers that use electric motors as the prime mover of this trainer replacing conventional engines which are generally used in air conditioning systems. The coefficient of performance or COP is one of the indicators that determines the work of the system itself. The type of research used is an experimental method which looks at the Coefficient of performance (COP) value of the trainer with a rotation of 2970 RPM. After obtaining the data from the trainer, calculations are performed to find the working value of the compressor, the calorific value released by the condenser, the calorific value absorbed by the evaporator, the actual COP value, the ideal COP value, the efficiency value and the mass flow rate value at the trainer, with the highest COP value, namely of 2.17 and the largest of 2.24.
Pengaruh Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) pada Hasil Belajar Materi Transimisi Manual di SMK Negeri 11 Kota Bekasi Wakhinuddin S; Nanda Farhan Mardhatillah; Wawan Purwanto; Milana Milana
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 1 No. 1 (2023): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.633 KB) | DOI: 10.24036/jtpvi.v1i1.9

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa adopsi atau penggunaan lembar kerja siswa di SMK Negeri 11 Kota Bekasi telah meningkatkan hasil belajar siswa (LKPD). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan teknik eksperimen. Dengan penggunaan Lembar Kerja Siswa (LKPD) diharapkan memberikan dampak yang bermanfaat bagi hasil belajar siswa, menurut observasi dan temuan penelitian. Nilai rata-rata kelas eksperimen dan kelas kontrol berbeda masing-masing sebesar 80,56 dan 78,17. Nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dari nilai rata-rata kelas kontrol. Hipotesis kerja (Ha) diterima ketika hipotesis nol (H0) ditolak, sesuai dengan hasil perhitungan uji-t, yang menunjukkan bahwa t hitung = 3,18 dan tabel pada tingkat signifikansi masing-masing 0,05. Fakta ini menunjukkan bahwa penerapan Lembar Kerja Siswa (LKPD) meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI SMK Negeri 11 Kota Bekasi pada materi transmisi manual. This study aims to show that the adoption or use of student worksheets at SMK Negeri 11 Kota Bekasi has improved student learning outcomes (LKPD). This research is a quantitative research using experimental techniques. With the use of Student Worksheets (LKPD) it is expected to have a beneficial impact on student learning outcomes, according to observations and research findings. The mean values of the experimental class and the control class differed respectively by 80.56 and 78.17. The average value of the experimental class is higher than the average value of the control class. The working hypothesis (Ha) is accepted when the null hypothesis (H0) is rejected, according to the results of the t-test calculation, which shows that tcount = 3.18 and ttable at a significance level of 0.05 respectively. This fact indicates that the application of the Student Worksheet (LKPD) improves the learning outcomes of class XI students of SMK Negeri 11 Bekasi City on manual transmission material.
Perbandingan Antara Sistem Computer Based Test dan Paper Based Test pada Hasil Pembelajaran Mata Pelajaran PMKR di SMKN 1 Sumatera Barat Opi Tananda; M Nasir; Milana Milana; Muslim Muslim
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 1 No. 1 (2023): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.098 KB) | DOI: 10.24036/jtpvi.v1i1.10

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi beberapa masalah diantaranya sistem PBT tidak dapat menampilkan visualisasi berupa audio, video, animasi serta gambar yang tidak jelas dan risiko kecurangan tinggi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan terhadap hasil pembelajaran sistem CBT dan PBT mata pelajaran PMKR di SMKN 1 Sumatera barat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif komparatif dengan metode analisis statistik menggunakan rumus uji beda yaitu t-test, teknik sampel mengunakan teknik simple random sampling, sampel diambil dari populasi kelas XI TKRO 1 dan 2 diambil masing-masing 20 siswa. Hasil Penelitian ini didapatkan Uji-t yaitu p-value = 0,005 < α = 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat perbedaan hasil evaluasi pembelajaran mata pelajaran PMKR antara sistem CBT dan PBT di SMKN 1 Sumatera Barat. Maka disimpulkan evaluasi pembelajaran menggunakan CBT lebih unggul dari PBT serta meningkatkan hasil belajar siswa. This research is motivated by several problems including the PBT system cannot display visualizations in the form of audio, video, animation and images that are not clear and the risk of fraud is high. The purpose of this study was to find out the differences in the learning outcomes of the CBT and PBT systems for PMKR subjects at SMKN 1 West Sumatra. This research is a comparative quantitative research with statistical analysis methods using a different test formula, namely t-test, the sample technique uses simple random sampling technique, samples are taken from the population of class XI TKRO 1 and 2, 20 students are taken each. The results of this study obtained the t-test, namely p-value = 0.005 <α = 0.05, then H0 was rejected and Ha was accepted, meaning that there were differences in the results of the evaluation of PMKR subject learning between the CBT and PBT systems at SMKN 1 West Sumatra. So it was concluded that learning evaluation using CBT is superior to PBT and improves student learning outcomes.
Hubungan Kesadaran Siswa Dalam Mematuhi Aturan Dan Perilaku Menjaga Alat Pratikum Terhadap Pemahaman Kesehatan Keselamatan Kerja/K3 di SMK N 2 Painan Aditya Resiva; R Chandra; Erzeddin Alwi; Hendra Dani Saputra
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 1 No. 2 (2023): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.654 KB) | DOI: 10.24036/jtpvi.v1i2.12

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena kurangnya pemahaman siswa tentang Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3) diworkshop SMK N 2 Painan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari nilai hubungan variabel Kesadaran Siswa Dalam Mematuhi Aturan dan Perilaku Menjaga Alat Pratikum terhadap Pemahaman Kesehatan Keselamatan Kerja/K3 diSMK N2 Painan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Dari hasil survei disimpulkan bahwa Kesadaran Siswa Dalam Mematuhi Aturan (X1) terhadap Pemahaman Kesehatan Keselamatan Kerja/K3 (Y) memiliki nilai korelasi sebesar 0,487. Nilai hubungan Perilaku Menjaga Alat Pratikum praktikum (X2) terhadap Pemahaman Kesehatan Keselamatan Kerja/K3 (Y) sebesar 0,595. Pengaruh variable (X) terhadap variabel (Y) secara serentak/bersama adalah sebesar 0,394, menunjukkan korelasi yang baik. This research was conducted due to students' lack of understanding of Occupational Health and Safety (K3) at the SMK N 2 Painan workshop. The purpose of this study was to find the value of the relationship between the variable Student Awareness in Complying with Rules and the Behavior of Maintaining Practicum Tools on the Understanding of Occupational Health Safety/K3 at SMK N2 Painan. The method used in this research is descriptive quantitative. From the survey results it was concluded that Student Awareness in Complying with Rules (X1) on Understanding Occupational Health Safety/K3 (Y) has a correlation value of 0.487. The value of the relationship between the Behavior of Maintaining Practicum Practicum Tools (X2) to the Understanding of Occupational Health Safety/K3 (Y) is 0.595. The effect of variable (X) on variable (Y) simultaneously/together is 0.394, indicating a good correlation.

Page 1 of 17 | Total Record : 170