cover
Contact Name
Dwi Sudarno Putra
Contact Email
dwisudarnoputra@ft.unp.ac.id
Phone
+628175454267
Journal Mail Official
jtpvi@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
Departemen Teknik Otomotif, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Padang Jalan Prof. Dr. Hamka, Air Tawar Padang, Sumatera Barat, Indonesia
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29858399     DOI : https://doi.org/10.24036/jtpvi.v1i1.1
AIM JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia adalah jurnal ilmiah yang bertujuan untuk menjadi tempat berbagi ilmu pengetahuan hasil penelitian berkualitas tinggi di semua aspek teknologi dan pendidikan kejuruan. Jurnal ini menerbitkan manuskrip yang berisi karya mutakhir dalam teori dasar, eksperimen dan simulasi, serta aplikasi, dengan metode yang dipaparkan secara sistematis, ulasan yang cukup tentang karya-karya sebelumnya, diskusi yang mendalam dan kesimpulan yang ringkas. Semua manuskrip yang diterbitkan melalui proses review/telaah oleh ahli di bidangnya masing-masing. SCOPE Fokus dari JTPVI adalah untuk menjadi sebuah sarana publikasi artikel-artikel ilmiah dari kajian bidang teknologi dan pendidikan vokasi baik secara teoritis, simulasi maupun praktikal dan eksperimental serta R & D. A. Teknologi, yang termasuk dalam lingkup kajian Teknologi adalah : 1. Teknik Otomotif 2. Teknik Mesin 3. Teknik Elektro 4. Teknik Elektronika 5. Teknik Sipil 6. Teknik Pertambangan 7. Teknik Industri B. Pendidikan Vokasi, yang termasuk dalam lingkup kajian pendidikan vokasi teknik pada bidang 1. Media pembelajaran 2. Evaluasi pembelajaran 3. Penelitian tindakan kelas 4. Pembelajaran jarak jauh 5. Kajian lain yang masih memiliki kaitan dengan pendidikan vokasi teknik
Articles 170 Documents
Studi Eksperimental Peningkatan Performa Mesin Honda Scoopy FI melalui Modifikasi Bore up 110–130 cc Adnan, Anggi Nur; Sugiarto, Toto; Fernandez, Donny; Nanda, Iffarial
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 3 No. 4 (2025): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v3i4.375

Abstract

Bore up banyak digunakan untuk meningkatkan performa mesin sepeda motor, namun data kuantitatif pada skuter matik injeksi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh bore up dari 110 cc menjadi 130 cc terhadap daya dan torsi mesin Honda Scoopy FI. Metode yang digunakan adalah eksperimen sebelum–sesudah dengan variabel bebas bore up dan variabel terikat daya serta torsi. Pengujian dilakukan menggunakan chassis dynamometer pada tiga kali pengulangan untuk kondisi standar dan setelah bore up. Hasil menunjukkan peningkatan daya rata-rata dari 6,91 HP menjadi 9,09 HP (≈31,6%) dan torsi rata-rata dari 8,57 N·m menjadi 10,85 N·m (≈26,6%). Peningkatan engine performance ini mengonfirmasi bahwa pembesaran volume silinder memperbaiki proses pembakaran dan kemampuan akselerasi, sehingga bore up dapat direkomendasikan sebagai strategi modifikasi geometris untuk mengoptimalkan performa sepeda motor harian secara terukur. Bore-up modification is widely used to increase motorcycle engine performance, yet quantitative data for small fuel-injected scooters are still limited. This study investigates the effect of increasing displacement from 110 cc to 130 cc on the power and torque of a Honda Scoopy FI engine. An experimental before–after method was applied, with bore-up as the independent variable and brake power and torque as the dependent variables. Tests were carried out on a chassis dynamometer with three repetitions in standard and bore-up conditions. The results show that average power rose from 6.91 HP to 9.09 HP (≈31.6%) and average torque from 8.57 N·m to 10.85 N·m (≈26.6%). These findings confirm that enlarging the cylinder volume improves combustion and acceleration capability, so bore-up can be recommended as a geometric modification strategy to optimise daily motorcycle engine performance in a measurable way.
Rancang Bangun Panel Instalasi Listrik Berbasis Engineering safety untuk Oven Pengecatan Bodi Kendaraan Fawwaz Naufal; Arif, Ahmad; Maksum, Hasan; Fernandez, Donny
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 3 No. 4 (2025): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v3i4.376

Abstract

Keselamatan kerja pada ruang oven pengecatan bodi kendaraan sering terabaikan, terutama pada sistem kelistrikan yang beroperasi pada suhu tinggi dan kelembapan tinggi. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun panel instalasi listrik berbasis engineering safety untuk oven pengecatan di Laboratorium Teknik Otomotif Universitas Negeri Padang. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model Planning, Production, and Evaluation (PPE). Panel dirancang untuk melayani beban 3.736,6 W pada tegangan 220 V, dilengkapi Miniature Circuit Breaker (MCB) 20 A, tombol Emergency Stop, sistem grounding, pilot lamp, dan thermostat yang mengacu pada standar SNI dan PUIL 2011. Validasi dua ahli menyatakan panel layak digunakan, sedangkan uji fungsional menunjukkan MCB bekerja responsif dan tombol Emergency Stop mampu memutus arus dalam waktu kurang dari 0,5 detik. Hasil ini mengindikasikan bahwa panel yang dikembangkan efektif meningkatkan keselamatan kerja dan menjadi media pembelajaran praktikum kelistrikan serta teknologi pengecatan di pendidikan vokasi otomotif. Occupational safety in painting ovens is often overlooked, particularly in electrical systems operating in high-temperature, high-humidity environments. This study designs and constructs an electrical installation panel based on engineering safety principles in the Automotive Engineering Laboratory of Universitas Negeri Padang using a Research and Development approach with the Planning, Production, and Evaluation (PPE) model. The panel supplies a load of 3,736.6 W at 220 V and is equipped with a 20 A Miniature Circuit Breaker (MCB), Emergency Stop button, grounding system, pilot lamp, and thermostat in accordance with SNI and PUIL 2011. Validation by two experts confirmed that the panel is feasible for use, while functional testing showed that the MCB operates responsively and the Emergency Stop disconnects the circuit in less than 0.5 s. These findings indicate that the panel enhances safety and provides a practical learning medium for electrical systems and painting technology in vocational automotive education.
Pengaruh Kecepatan Sirkulasi Udara terhadap Temperatur dan Kelembapan pada Oven Pengecatan Bodi Kendaraan Asadifa Saputra, Aditya; Maksum, Hasan; Fernandez, Donny; Nanda, Iffarial
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 3 No. 4 (2025): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v3i4.377

Abstract

Kualitas pengecatan bodi kendaraan sangat ditentukan oleh proses curing di dalam oven, yang bergantung pada kestabilan temperatur dan kelembapan udara. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kecepatan sirkulasi udara terhadap temperatur dan kelembapan relatif di oven pengecatan dengan metode eksperimen kuantitatif. Pengukuran kecepatan udara, temperatur, dan kelembapan dilakukan menggunakan anemometer, sensor temperatur digital, dan sensor kelembapan pada tiga variasi kecepatan kipas (0,91; 2,67; 3,89 m/s) selama 20 menit. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan kecepatan sirkulasi dari 0,91 menjadi 3,89 m/s meningkatkan temperatur rata-rata oven dari 52,5 °C menjadi 59,5 °C dan menurunkan kelembapan relatif dari 38,0% menjadi 33,5%. Analisis keseragaman pada tiga titik ukur menghasilkan koefisien variasi < 5%, menandakan distribusi udara yang sangat seragam. Temuan ini menunjukkan bahwa pengaturan sistem ventilasi dan sirkulasi udara yang tepat mampu meningkatkan perpindahan panas konveksi, efisiensi curing, dan kualitas pengecatan bodi kendaraan. The quality of vehicle body painting is strongly determined by the curing process in the oven, which depends on stable air temperature and humidity. This study analyzes the effect of air circulation speed on oven temperature and relative humidity using a quantitative experimental method. Air velocity, temperature, and humidity were measured with an anemometer, digital temperature sensor, and humidity sensor at three fan-speed settings (0.91, 2.67, and 3.89 m/s) during 20-minute curing cycles. The results show that increasing air-circulation speed from 0.91 to 3.89 m/s raises the average oven temperature from 52.5 °C to 59.5 °C and reduces relative humidity from 38.0% to 33.5%. Uniformity analysis at three measurement points yields coefficients of variation below 5%, indicating highly uniform airflow distribution. These findings demonstrate that properly designed ventilation and air-circulation systems can enhance convective heat transfer, improve curing efficiency, and increase the consistency of automotive body-paint quality.
Pengaruh Variasi Temperatur Pengeringan terhadap Ketebalan dan Homogenitas Lapisan Cat pada Pelat Logam Burtian, Intan; Fernandez, Donny; Setiawan, M.Yasep; Arif, Ahmad
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i1.378

Abstract

Pengecatan pada substrat logam berperan penting dalam perlindungan korosi dan sangat dipengaruhi oleh ketebalan lapisan cat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh temperatur pengeringan oven terhadap ketebalan lapisan cat pada pelat logam. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan variasi temperatur pengeringan 40, 50, dan 60 °C selama 20 menit menggunakan cat Nitrocellulose–Alkyd; ketebalan lapisan diukur dengan mikroskop metalurgi dan dianalisis dengan ANOVA satu arah. Hasil menunjukkan bahwa kenaikan temperatur pengeringan menurunkan ketebalan lapisan cat, dengan ketebalan rata-rata 89,986 μm pada 40 °C; 78,315 μm pada 50 °C; dan 66,675 μm pada 60 °C. Nilai Fhitung (2,59) lebih kecil daripada Ftabel (5,14), sehingga perbedaan ketebalan tidak signifikan secara statistik, namun secara teknis temperatur 40 °C memberikan kombinasi terbaik antara ketebalan dan konsistensi lapisan untuk menjaga performa protektif dan estetika pengecatan. Coating metal substrates is essential for corrosion protection and strongly depends on paint coating thickness. This study investigates the effect of oven drying temperature on paint coating thickness on steel plates. A quantitative experimental method was applied using Nitrocellulose–Alkyd paint dried at 40, 50, and 60 °C for 20 min; coating thickness was measured with a metallurgical microscope and analyzed using one-way ANOVA. The results show that increasing drying temperature decreases coating thickness, with average values of 89.986 μm at 40 °C, 78.315 μm at 50 °C, and 66.675 μm at 60 °C, accompanied by larger standard deviations. The F statistic (2.59) is lower than the critical F value (5.14), indicating no statistically significant difference; however, from a technical viewpoint, drying at 40 °C provides the best compromise between coating thickness and consistency to maintain protective and aesthetic performance.
Pengaruh Variasi Jarak Penyemprotan di dalam Spray booth terhadap Ketebalan Lapisan Cat pada Bodi Kendaraan Rhana Rhandika, Sandhy; Fernandez, Donny; Muslim; Nanda, Iffarial
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i1.385

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi jarak penyemprotan terhadap ketebalan lapisan cat pada body kendaraan di dalam spray booth. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan pendekatan quasi-experimental deskriptif pada pelat baja yang dicat Penta Super Gloss NC Metallic. Spray gun gravitasi dioperasikan pada tekanan konstan 2,8 bar dengan jarak penyemprotan 10, 15, 20, 25, dan 30 cm. Setelah pengeringan oven pada 60 °C selama 20 menit, ketebalan lapisan cat warna diukur menggunakan coating thickness gauge pada tiga titik untuk setiap jarak. Hasil menunjukkan tren penurunan ketebalan rata-rata dari 64,33 µm pada jarak 10 cm menjadi 47,20-48,50 µm pada jarak 25-30 cm, yang paling mendekati standar industri sekitar 50 µm dan menghasilkan permukaan yang lebih halus serta merata. Temuan ini menegaskan pentingnya pengaturan jarak penyemprotan di dalam spray booth sebagai parameter utama untuk mengendalikan ketebalan lapisan cat. This study investigates the effect of spraying distance using a spray gun on coating thickness on vehicle body panels inside a spray booth. A quantitative quasi-experimental method was applied on steel plates coated with Penta Super Gloss NC Metallic paint. A gravity spray gun was operated at a constant pressure of 2.8 bar with spraying distances of 10, 15, 20, 25, and 30 cm. After oven drying at 60 °C for 20 min, the coating thickness of the color layer was measured using a coating thickness gauge at three points for each distance. The results show a decreasing trend in average coating thickness from 64.33 µm at 10 cm to 47.20–48.50 µm at 25–30 cm, which is closest to the 50 µm automotive standard and produces smoother, more uniform surfaces on the vehicle body. These findings highlight spraying distance as a key controllable parameter for achieving target coating thickness in spray booth applications.
Rancang Bangun Spray Booth Pengecatan Bodi Kendaraan dengan Vertical water curtain dan Analisis Efisiensi Filtrasi Debu Cat Hafidz, Abdurrahman; Fernandez, Donny; Setiawan, M.Yasep; Hidayat, Nuzul
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i1.386

Abstract

Pengecatan bodi kendaraan merupakan tahap penting untuk meningkatkan estetika dan melindungi logam dari korosi. Penelitian ini bertujuan merancang spray booth dengan sistem aliran air vertikal sebagai dust absorber yang memenuhi standar K3 dan K3LH pada proses pengecatan bodi kendaraan. Metode yang digunakan adalah Research and Development yang meliputi perancangan, validasi ahli, dan uji coba di Laboratorium Bodi dan Pengecatan Universitas Negeri Padang. Spray booth berukuran 360 × 150 × 250 cm dan dilengkapi exhaust fan serta filter udara untuk mengoptimalkan aliran udara. Uji kinerja menunjukkan bahwa filter kering menyerap rata-rata 12,17 g partikel cat per 100 g campuran cat, sedangkan filter basah meningkat menjadi 15 g. Hasil ini membuktikan bahwa sistem aliran air vertikal meningkatkan efisiensi filtrasi debu cat, menurunkan pencemaran udara di area kerja, dan mendukung penerapan K3 dan K3LH yang lebih aman dan ramah lingkungan. Automotive body painting is a critical stage to enhance appearance and protect metal surfaces from corrosion. This study aims to design a spray booth with a vertical water flow system acting as a dust absorber that complies with occupational health and safety (OHS) and environmental safety (K3 and K3LH) standards for automotive body painting. A Research and Development approach was applied, including design, expert validation, and prototype testing in the Body and Painting Laboratory of Universitas Negeri Padang. The spray booth (360 × 150 × 250 cm) is equipped with vertical water flow, an exhaust fan, and air filters to optimise airflow. Performance tests show that dry filters retained on average 12.17 g of paint dust per 100 g of paint mixture, whereas wet filters retained 15 g. These results indicate that the vertical water flow system improves filtration efficiency, reduces airborne paint pollution in the spray booth, and supports safer OHS- and environment-oriented painting practices.
Analisis Korelasional antara Disiplin Belajar dan Hasil Belajar Mata Pelajaran Dasar-Dasar Program Keahlian (DDPK) Siswa Kelas X Teknik Otomotif SMK Negeri 1 Baso Rinaldi, Dedi; Rifdarmon; Maksum, Hasan; Nanda, Iffarial
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i1.387

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara disiplin belajar dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Dasar-Dasar Program Keahlian (DDPK) Jurusan Teknik Otomotif di SMK Negeri 1 Baso. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode korelasional terhadap 49 siswa kelas X. Disiplin belajar diukur menggunakan angket skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sedangkan hasil belajar diperoleh dari dokumentasi nilai rapor. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan korelasi Product Moment Pearson. Hasil analisis menunjukkan bahwa disiplin belajar berada pada kategori baik (M = 162,22) dan hasil belajar pada kategori cukup baik (M = 79,51). Koefisien korelasi r = 0,203 dengan nilai p = 0,163 (> 0,05) menunjukkan hubungan positif namun lemah dan tidak signifikan, dengan kontribusi hanya 4,12% terhadap variasi hasil belajar. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan disiplin belajar perlu disertai penguatan faktor lain untuk mengoptimalkan prestasi belajar siswa SMK. Education plays an important role in improving human resources, and learning discipline is often regarded as a key determinant of achievement. This study investigates the relationship between learning discipline and learning outcomes in the Basic Competency Program (DDPK) subject of the Automotive Engineering Department at SMK Negeri 1 Baso. A quantitative correlational design was applied to 49 tenth-grade students. Learning discipline was measured using a validated Likert-scale questionnaire, whereas learning outcomes were obtained from school records. Data were analysed using descriptive statistics and Pearson product–moment correlation. The results show that learning discipline is generally good (M = 162.22) and learning outcomes are fairly good (M = 79.51). The correlation between both variables is positive but weak and not statistically significant (r = 0.203, p = 0.163), explaining only 4.12% of the variance. These findings indicate that improving learning discipline alone is insufficient to enhance vocational students’ academic achievement.
Integrasi Problem Based Learning Berbantuan QR Code pada Pembelajaran Sistem Pemindah Tenaga di SMK untuk Meningkatkan Hasil Belajar Oktarilta, Raihan; Hidayat, Nuzul; Wagino; Fernandez, Donny; Novira, Aulia; Izzaty Jamhur, Annisak
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i1.389

Abstract

Pembelajaran Sistem Pemindah Tenaga di SMK masih menunjukkan hasil belajar dan keaktifan yang rendah sehingga diperlukan model yang lebih kontekstual dan interaktif. Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan Quick Response (QR) Code pada siswa kelas XI TKR SMK Negeri 2 Sungai Penuh. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas tiga siklus terhadap 30 siswa, dengan data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan observasi kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Rata-rata nilai meningkat dari 43,83 pada pretest menjadi 78,40 pada posttest siklus III, sedangkan ketuntasan klasikal naik dari 6,67% menjadi 76,67%. Temuan ini menunjukkan bahwa PBL berbantuan QR Code efektif memperbaiki pemahaman konsep dan pemecahan masalah siswa. Implikasinya, integrasi PBL dan QR Code berpotensi menjadi strategi pembelajaran vokasional berbasis teknologi yang mendorong kemandirian dan keterlibatan belajar. Learning outcomes and engagement in the Power Transmission System subject at vocational schools remain low, so more contextual and interactive approaches are required. This study investigates the effect of Problem Based Learning (PBL) assisted by Quick Response (QR) Code on students’ achievement in class XI Light Vehicle Engineering at SMK Negeri 2 Sungai Penuh. A three-cycle Classroom Action Research design was implemented with 30 students. Data on learning outcomes and participation were collected through tests and observations and analysed descriptively. The average score increased from 43.83 in the pre-test to 78.40 in the post-test of cycle III, while class mastery rose from 6.67% to 76.67%. These results indicate that QR-Code-supported PBL effectively enhances conceptual understanding and problem-solving in automotive transmission systems. The findings imply that integrating PBL with QR Code is a promising technology-enhanced strategy for strengthening autonomy and engagement in vocational education.
Pengalaman Praktik Kerja Industri dan Minat Menjadi Mekanik Otomotif: Studi Korelasional pada Siswa SMK Teknik Kendaraan Ringan Miftahul Rizki; Sugiarto, Toto; Fernandez, Donny; Nanda, Iffarial
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i1.390

Abstract

Penelitian ini menganalisis kontribusi pengalaman praktik kerja industri terhadap minat berkarier sebagai mekanik otomotif pada siswa kelas XII Teknik Kendaraan Ringan SMKN 1 Bukittinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan sampel jenuh 33 siswa yang telah menyelesaikan praktik. Data dikumpulkan melalui dua angket berskala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan korelasi Pearson Product Moment. Hasil menunjukkan bahwa pengalaman praktik kerja industri berada pada kategori tinggi (mean = 98,67) dan minat menjadi mekanik juga tinggi (mean = 72,79). Koefisien korelasi sebesar r = 0,440 dengan p = 0,010 mengindikasikan hubungan positif yang signifikan, dengan kontribusi 19,4% terhadap variasi minat karier. Temuan ini menegaskan pentingnya desain program praktik kerja industri yang berkualitas sebagai strategi sekolah kejuruan untuk memperkuat orientasi karier siswa di bidang otomotif. This study examines the contribution of industrial work-practice experience to students’ interest in pursuing a career as automotive mechanics among Grade XII Light Vehicle Engineering students at SMKN 1 Bukittinggi. A quantitative correlational design was applied with a saturated sample of 33 students who had completed their internship. Data were collected using two validated and reliable Likert-scale questionnaires and analysed through descriptive statistics and Pearson Product Moment correlation. The findings show that industrial work-practice experience is in the high category (mean = 98.67) and interest in becoming a mechanic is also high (mean = 72.79). The correlation coefficient r = 0.440 with p = 0.010 indicates a significant positive relationship, with a contribution of 19.4% to the variance in career interest. These results highlight the importance of well-designed internship programmes in vocational schools for strengthening students’ career orientation in the automotive sector.
Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar Dasar-Dasar Otomotif melalui Case Based Learning di Sekolah Menengah Kejuruan Yadispama Maiga, Wahyu; Wagino; Fernandez, Donny; Nanda, Iffarial; Mahardika, Tiara
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i1.394

Abstract

Pembelajaran Dasar-Dasar Otomotif pada elemen K3LH di SMK masih menunjukkan keaktifan dan hasil belajar yang rendah, sehingga diperlukan model pembelajaran yang lebih partisipatif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa melalui penerapan model Case Based Learning (CBL). Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi pada 28 siswa kelas X TSM 2 SMKN 1 Koto XI Tarusan. Data keaktifan dikumpulkan melalui lembar observasi, sedangkan hasil belajar diukur dengan tes formatif dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan keaktifan klasikal meningkat dari 53,85% pada Siklus I menjadi 66,57% pada Siklus II, sedangkan ketuntasan belajar meningkat dari 25% pra-tindakan menjadi 78,57% pada Siklus II dan melampaui KKM. Temuan ini mengindikasikan bahwa CBL efektif meningkatkan keterlibatan siswa dan penguasaan konsep K3LH pada pembelajaran vokasi otomotif. Student engagement and learning outcomes in the Basic Automotive Engineering subject, particularly the occupational health, safety, and environmental (K3LH) element, were still low at SMKN 1 Koto XI Tarusan. This study investigated whether the Case Based Learning (CBL) model could improve these outcomes. A two-cycle classroom action research design was implemented with 28 Grade X Light Vehicle Engineering students through the stages of planning, action, observation, and reflection. Student engagement was measured using observation sheets, while cognitive achievement was assessed through formative tests and analysed with descriptive statistics. The results show that class-wide engagement increased from 53.85% in Cycle I to 66.57% in Cycle II, whereas mastery learning rose from 25% at pre-test to 78.57% in Cycle II, exceeding the minimum standard. These findings demonstrate that CBL effectively enhances student participation and conceptual understanding of K3LH in vocational automotive education.