cover
Contact Name
Maria Evvy Yanti
Contact Email
jurnalefata@gmail.com
Phone
+6281312414725
Journal Mail Official
jurnalefata@gmail.com
Editorial Address
Jl. Wijaya I No.29-31, RT.2/RW.4, Petogogan, Kec. Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12170
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Efata: Jurnal Teologi dan Pelayanan
ISSN : 24771333     EISSN : 27228215     DOI : https://doi.org/10.47543
Jurnal EFATA merupakan wadah publikasi online hasil penelitian para dosen di Sekolah Tinggi Teologi Iman Jakarta, pada bidang teologi dan pelayanan Kristiani. Jurnal EFATA diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Iman Jakarta, dengan Focus and Scope adalah: 1. Teologi Sistematika 2. Teologi Biblika 3. Teologi Pastoral 4. Misiologi 5. Pelayanan Kristiani
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2: Juni 2024" : 6 Documents clear
Pemuridan yang Berpusat pada Yesus bagi Generasi Z dalam Menghadapi Tantangan Relativisme Marisi, Candra Gunawan; Silaen, Upa; Simanjuntak, Fredy
Jurnal EFATA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 10, No 2: Juni 2024
Publisher : STT Iman Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47543/efata.v10i2.133

Abstract

The philosophy of relativism has infiltrated Z-generation through various media to provide its views so that it is accepted by this generation, the way of thinking and lifestyle of Z-generation in the postmodern era has undergone significant changes in many aspects. His main complaint is that there is no absolute truth, Jesus Christ is not the only savior, the Bible is considered outdated, meaningless, monotonous, authoritarian, and difficult to understand. This study aims to examine how effective discipleship for Z-generation is to counteract relativism and its implementation for the church today. A qualitative research method with a descriptive approach to formulate findings about the Z-generation situation and re-develop the propositions of an effective discipleship model. It can be found that vocational and personal discipleship who share their lives as teachers, friends, and trainers effectively shape Z-generation Christian spirituality. This discipleship can be applied to Z-generation discipleship with adjustments from various sides to form strong Christian spirituality to counteract the influence of relativism philosophy on Z-generation. Abstrak Filsafat relativisme telah menyusupi generasi Z melalui berbagai platform media sosial untuk memberikan pandangannya agar diterima oleh generasi ini, cara berpikir dan gaya hidup generasi Z di era postmodern telah mengalami perubahan besar dalam banyak aspek. Keluhan utamanya adalah tidak ada kebenaran yang absolut, Yesus Kristus bukan satu-satunya juruselamat, Alkitab dianggap ketinggalan zaman, tidak bermakna, monoton, otoriter, dan sulit dipahami. Penelitian ini bertujuan menemukan model pemuridan yang efektif bagi generasi Z guna menangkal relativisme dan implementasinya bagi gereja masa kini. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk memformulasikan temuan tentang situasi generasi Z dan melakukan pengembangan ulang proposisi model pemuridan yang efektif. Hasil penelitian, ditemukan bahwa pemuridan vokasi dan personal yang berbagi hidup sebagai guru, sahabat dan pelatih, efektif membetuk spiritualitas Kristen generasi Z. Pemuridan ini dapat diterapkan kepada pemuridan generasi Z dengan penyesuaian diberbagai sisi untuk membentuk spiritualitas kristen yang kuat guna menangkal pengaruh filsafat relativisme bagi generasi Z.
Anomali Cinta: Kedaulatan Allah yang Bebas dalam Mencintai Ciptaan-Nya Sitorus, Yohannes Ali Sandro
Jurnal EFATA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 10, No 2: Juni 2024
Publisher : STT Iman Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47543/efata.v10i2.176

Abstract

Every faithful person understands that God is a loving entity and loves His creation tremendously. His actions are understood as a manifestation of true love. However, is God's love a categorical or normative thing? Does God's love equate to the absence of hatred or "cruelty" based on a human lens? Therefore, this article examines God's freedom and sovereignty, which boils down to the dialectic of the themes of 'divine love' and 'divine violence'. The following step is to explore the participatory relationship between God and man through the person of Christ to emphasize God's sovereignty in loving His creation. The distinction between human love and the true love of God is made so that the connection between the two is not understood as a fusion. The culmination and offer of this article is that "true love" is God's identity and not a categorical understanding of theology, so His every action is a realization of His love. Abstrak Setiap pribadi yang beriman memaknai Allah sebagai entitas yang penuh kasih, dan sangat mencintai ciptaan-Nya. Tindakan yang dilakukan-Nya dipahami sebagai perwujudan cinta sejati. Kendati demikian, apakah cinta yang dimiliki oleh Allah merupakan sesuatu yang kategoris atau normatif? Apakah cinta yang dimiliki Allah sama dengan ketidak-ada-an kebencian atau “kekejaman” berdasarkan lensa manusiawi? Oleh karena itu, artikel ini meneliti tentang kebebasan dan kedaulatan Allah yang bermuara pada dialektika tema “kasih ilahi” dengan “kekerasan ilahi. Langkah berikutnya adalah mendalami keterhubungan yang partisipatif antara Allah dan manusia melalui pribadi Kristus untuk menekankan kedaulatan Allah dalam mencintai ciptaan-Nya. Pembedaan cinta manusia dan cinta sejati yang ada pada Allah dilakukan agar keterhubungan keduanya tidak dipahami sebagai sebuah peleburan. Puncak sekaligus tawaran dari artikel ini adalah “cinta yang sejati” adalah jati diri Allah dan bukan pemahaman teologis yang bersifat kategoris, sehingga setiap tindakan-Nya adalah perwujudan cinta-Nya.
Roh Kudus dan Spiritualitas Navigator: Memetakan Karya Roh Kudus bagi Orang Percaya dalam Penggunaan Teknologi di Era Disrupsi Digital Pakpahan, Gernaida Krisna R.; Tangkas, Riki Leonardo
Jurnal EFATA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 10, No 2: Juni 2024
Publisher : STT Iman Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47543/efata.v10i2.178

Abstract

This research explores the role of the Holy Spirit as a spiritual navigator in using digital technology. As the third person of the Trinity, the Holy Spirit functions as a teacher and guide who provides wisdom and knowledge to believers. In the era of continuously developing digital technology, the role of the Holy Spirit has become increasingly relevant. Information and communications technology offers broad access to spiritual resources but challenges filtering correct and valuable information. The Holy Spirit assists believers in evaluating this information and utilizing technology to strengthen their faith community and deepen their spiritual lives. This study uses a qualitative approach with an analysis of theological literature to dig deeper into how the wisdom and knowledge of the Holy Spirit can be applied in everyday life in the digital era. The results show that with the guidance of the Holy Spirit, believers can navigate the complexities of the digital world wisely, utilize technology for spiritual growth, and remain faithful to their spiritual goals. Abstrak Penelitian ini mengeksplorasi karya Roh Kudus sebagai spiritual navigator dalam penggunaan teknologi digital. Roh Kudus, sebagai pribadi ketiga dari Tritunggal, berfungsi sebagai pengajar dan pembimbing yang memberikan hikmat dan pengetahuan kepada orang percaya. Dalam era teknologi digital yang terus berkembang, karya Roh Kudus menjadi semakin relevan. Teknologi informasi dan komunikasi menawarkan akses yang luas ke berbagai sumber daya rohani, namun juga menghadirkan tantangan dalam menyaring informasi yang benar dan bermanfaat. Roh Kudus membantu orang percaya dalam mengevaluasi informasi ini dan memanfaatkan teknologi untuk memperkuat komunitas iman dan memperdalam kehidupan spiritual mereka. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis literatur teologis untuk menggali lebih dalam tentang bagaimana hikmat dan pengetahuan dari Roh Kudus dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari di era digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan bimbingan Roh Kudus, orang percaya dapat menavigasi kompleksitas dunia digital dengan bijaksana, memanfaatkan teknologi untuk pertumbuhan rohani, dan tetap setia pada tujuan spiritual mereka.
Teologi Konstruktif Kitab Mikha Sebagai Kompilasi Sejarah Teks Yanti, Maria Evvy; Daud, Erwin
Jurnal EFATA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 10, No 2: Juni 2024
Publisher : STT Iman Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47543/efata.v10i2.179

Abstract

The Book of Micah is a book that writes prophecies with various interpretations, especially in interpreting the fall of Jerusalem. However, the approach of social history through the compilation of texts shows a variety of interpretations of biblical theology. Some interpret differences in theological messages due to different periods of the social history of parts of the book. Some interpret Micah's theology as a compilation of the orations of the prophet and subsequent writers. Others need to see more consistency between the theology of punishment and salvation in parts of the book's composition. This article aims to find the theology of the Book of Micah as a constructive theology through the compilation of interpretive history. The method used is analyzing the composition structure by paying attention to the history of the compilation and the social situation of the material that makes up the book. The result is that the constructive theology of the Book of Micah encompasses (1) the structure of the Book of Micah alternating between the prophecy of judgment and the prophecy of salvation; (2) the criticism of political leaders and cults; (3) will be consequences of the disobedience of the people; (4) The fulfillment of the prophecy of condemnation as God's justice. Abstrak Kitab Mikha merupakan kitab yang menuliskan nubuatan dengan beragam penafsiran, khususnya dalam menafsirkan mengenai kejatuhan Yerusalem. Namun, pendekatan sejarah sosial melalui kompilasi teks menunjukkan beragam penafsiran teologi kitab. Ada yang menafsirkan terdapat perbedaan pesan teologi karena periode sejarah sosial bagian kitab yang berbeda. Ada yang menafsirkan bahwa teologi Mikha merupakan kompilasi dari orasi nabi dan para penulis selanjutnya. Ada juga yang memandang terdapat ketidakkonsistenan antara teologi penghukuman dan keselamatan pada bagian-bagian komposisi kitab. Tujuan penulisan artikel ini ialah untuk menemukan teologi Kitab Mikha sebagai teologi yang konstruktif melalui sejarah kompilasi penafsiran. Metode yang digunakan ialah analisis struktur komposisi dengan memerhatikan sejarah kompilasi dan situasi sosial materi penyusun kitab. Hasilnya ialah bahwa teologi kontruktif Kitab Mikha meliputi: (1) struktur Kitab Mikha berselang seling antara nubuat penghakiman dan nubuat keselamatan; (2) kritik terhadap para pemimpin politik dan kultus; (3) Akan ada konsekuensi dari ketidaktaan umat; (4) Penggenapan nubuat penghukuman sebagai keadilan Allah.
Misi yang Membebaskan: Sebuah Tawaran Konstruksi Strategi Misi yang Menghadirkan Kedamaian Akwan, Umbu Nusa Putra; Hasugian, Johanes Waldes
Jurnal EFATA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 10, No 2: Juni 2024
Publisher : STT Iman Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47543/efata.v10i2.181

Abstract

Today's Christian mission is to reach the unreachable, people who do not know God's light, and whose lives are still in bondage or bondage to sin. Such a life controls a life that is not by God's will. God's Word through mission frees people from captivity and the devil's wiles. By using descriptive methods, this research aims to describe relevant mission concepts and strategies for reaching souls. The findings of this research are the mission strategies, the techniques or tools used to continue the mission of salvation through teaching, life practice for each believer, testimony as a community, a comprehensive approach, and dialogue. Abstrak Misi Kristen masa kini merupakan upaya untuk menjangkau yang tidak terjangkau, orang-orang yang tidak mengenal terang Tuhan, yang hidupnya masih dalam perhambaan atau ikatan dosa. Kehidupan yang demikian mengendalikan kehidupan yang tidak sesuai dengan kehendak Allah. Firman Tuhan melalui misi membebaskan orang-orang dari tawanan dan tipu muslihat iblis. Dengan menggunakan metode deskriptif, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan konsep dan strategi misi yang relevan untuk menjangkau jiwa-jiwa. Temuan penelitian ini adalah strategi misi cara atau alat yang dipakai untuk meneruskan misi keselamatan tersebut adalah melalui pengajaran, praktik hidup tiap pribadai orang percaya, kesaksian sebagai sebuah persekutuan, comprehensive aprroach dan melalui cara berdialog.
Dari Tempat Ibadah menuju Taman Spiritualitas: Telusur Sejarah GBI Basilea Menteng sebagai Rumah Kemajemukan Hasiholan, Anggi Maringan; Pasulu, Yemima; Tuapattinaya, Susana
Jurnal EFATA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 10, No 2: Juni 2024
Publisher : STT Iman Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47543/efata.v10i2.177

Abstract

Since its founding, the Bethel Indonesia Church (GBI) Basilea Menteng has significantly transformed from a place of worship to a "spiritual garden", reflecting its rich history and religious dynamics. This research aims to trace the history of GBI Basilea Menteng from its founding to the present, focusing on the concept of a "spiritual garden". The method used is qualitative research with a historical approach, collecting data through documentation and interviews. This research combines constructive theology and history, such as Joas Adiprasetya's garden spirituality and Jan Sihar Aritonang's guide to local church history. The research results show that implementing the garden spirituality model and plural leadership at GBI Basilea Menteng has created an inclusive and supportive community, allowing a diversity of spiritualities to develop. This transformation enriches the spiritual experience of congregation members and strengthens unity in diversity. Through this approach, GBI Basilea Menteng becomes a model church that is not only centered on Christ but also integrates the principles of inclusivity and diversity in every aspect of its life. Abstrak Gereja Bethel Indonesia (GBI) Basilea Menteng, terletak di kawasan ikonik Jakarta, telah menjadi simbol spiritualitas dan komunitas selama beberapa dekade. Penelitian ini menelusuri sejarah dan transformasi gereja ini dari sekadar tempat ibadah menjadi sebuah "taman spiritualitas" yang mencerminkan perjalanan sejarah dan dinamika keagamaan yang kaya. Dengan fokus pada konsep spiritualitas taman, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana GBI Basilea Menteng mengakomodasi berbagai ekspresi spiritualitas, menciptakan komunitas yang inklusif dan suportif. Model kepemimpinan majemuk terpimpin atau Presiding Elders (PE) yang diterapkan oleh Lukas Tahir telah memungkinkan distribusi tanggung jawab yang lebih merata dan mendorong partisipasi aktif dari berbagai pemimpin. Penerapan model spiritualitas taman dalam ibadah dan pelayanan telah memperkaya pengalaman spiritual setiap anggota, memperkuat kesatuan dalam keberagaman, dan menjadikan gereja sebagai tempat yang harmonis dan dinamis. Penelitian ini memberikan wawasan tentang peran gereja dalam konteks sosial dan sejarah yang spesifik serta menjadi referensi bagi studi-studi selanjutnya mengenai sejarah gereja dan pengaruhnya dalam pembangunan komunitas dan spiritualitas.

Page 1 of 1 | Total Record : 6