cover
Contact Name
Timotius Bagus Dimas Kurniawan
Contact Email
ahmad.ashifuddin@gmail.com
Phone
+6285726173515
Journal Mail Official
Dimas@jurnal.universitasmbojobima.ac.id
Editorial Address
Jl. Pierre Tendean Kel. Mande, Kec. Mpunda, Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, 84119
Location
Kab. bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Published by Universitas Mbojo Bima
ISSN : 20851804     EISSN : 29867444     DOI : 10.59050
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmu Administrasi Negara memuat artikel/hasil penelitian yang berkenaan dengan kajian bidang Ilmu Administrasi Negara. Kebijakan Manajemen Publik, Kepemimpinan, Pemberdayaan Masyarakat Manajemen Sumber Daya Manusia Sektor Publik. pelayanan publik. kajian administrasi negara
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 139 Documents
Analisis Kualitas E-Service: Studi Kasus pada Layanan Berbasis Aplikasi SEVIMA di Politeknik Negeri Fakfak Muh. Irvan Nur Iva; H, Herman; Rahayu, Rahayu; Andi Asrifan; Ummi Kalsum Syam
Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol. 22 No. 2 (2025): Desember: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59050/jian.v22i2.366

Abstract

As a relatively new e-service platform, this study aims to analyze the quality of e-service provided by the SEVIMA application as an academic service system at Politeknik Negeri Fakfak. The research is based on the importance of digital service effectiveness in supporting efficient and transparent academic governance. This study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and then analyzed using an interactive analysis model consisting of data reduction, data presentation, and conclusion drawing and verification. The findings indicate that the overall quality of SEVIMA’s e-service is considered good, particularly in the dimensions of reliability and assurance. However, improvements are still needed in user interface, responsiveness, and customization. Furthermore, users’ digital literacy and the discipline of lecturers and administrators were found to influence the effectiveness of the service. The study concludes that feature optimization, enhancement of digital literacy, and institutional support are key factors in improving the quality of digital-based academic services in higher education.
Efektivitas Dana KIP-K Dalam Mendukung Pengeluaran Mahasiswa Angkatan 2023 Di Kampus Negeri Palangka Raya Marsa, Marsa Adelia; Wirna Lisa; Septia, Septia; Bhayu Rhama; Subhan Ilham Thareq
Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol. 22 No. 2 (2025): Desember: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59050/jian.v22i2.368

Abstract

Abstract. This research aims to examine the influence of the Indonesia Smart College Card (KIP-K) fund effectiveness on student expenditures among the 2023 cohort at a State University in Palangka Raya. The study employs a quantitative method using simple linear regression analysis. The findings reveal that the effectiveness of the KIP-K fund has a positive and significant impact on student expenditures, as indicated by a significance value of < 0.001 (< 0.05) and a t-value of 5.927, which exceeds the t-table value of 1.989. The regression coefficient of 0.842 suggests that a 1% increase in the effectiveness of the KIP-K fund corresponds to a 0.842% rise in student expenditures. Furthermore, the R Square value of 0.366 implies that 36.6% of the variation in student expenditures is explained by the effectiveness of the KIP-K fund, while the remaining 63.4% is attributed to other factors, such as family support, part-time employment, and lifestyle. Despite its statistically significant impact, the implementation of the KIP-K program still encounters several obstacles, including delays in fund disbursement, insufficient financial support, and limited financial literacy among recipients. Hence, improvements in the punctuality of fund distribution, transparency in management, and financial guidance for students are essential to enhance the program’s overall effectiveness and sustainability. Abstark. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pengaruh efektivitas penggunaan dana Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) terhadap tingkat pengeluaran mahasiswa angkatan 2023 di Kampus Negeri Palangka Raya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa efektivitas dana KIP-K berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengeluaran mahasiswa. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi < 0,001 (< 0,05) serta nilai t hitung 5,927 yang lebih besar dari t tabel 1,989. Koefisien regresi sebesar 0,842 menunjukkan bahwa setiap peningkatan efektivitas dana KIP-K sebesar 1% akan meningkatkan pengeluaran mahasiswa sebesar 0,842%. Nilai R Square sebesar 0,366 menandakan bahwa 36,6% variasi dalam pengeluaran mahasiswa dapat dijelaskan oleh efektivitas dana KIP-K, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain seperti dukungan keluarga, pekerjaan sampingan, dan gaya hidup. Meskipun secara statistik menunjukkan hasil yang positif, pelaksanaan program KIP-K masih menemui sejumlah kendala, di antaranya keterlambatan pencairan dana, jumlah bantuan yang belum sepenuhnya mencukupi, serta rendahnya kemampuan mahasiswa dalam mengelola keuangan. Oleh sebab itu, dibutuhkan perbaikan dalam hal ketepatan waktu pencairan, transparansi penyaluran, serta pendampingan keuangan bagi penerima agar implementasi program KIP-K dapat berlangsung lebih efektif dan berkelanjutan.
Analisis Kinerja Pegawai Mal Pelayanan Publik Kabupaten Sidoarjo Dalam Melayani Masyarakat: Studi Pada Front Office Shaharani Amelia, Luthfiyah; Tukiman, Tukiman
Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol. 22 No. 2 (2025): Desember: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59050/jian.v22i2.372

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan bertujuan untuk menganalisis kinerja pegawai Front Office Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Sidoarjo dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi kepada pegawai front office serta masyarakat pengguna layanan. Analisis kinerja pegawai mengacu pada enam indikator kinerja menurut Bernardin dan Russell, yaitu kualitas (quality), kuantitas (quantity), ketepatan waktu (timeliness), efektvitas biaya (cost effectiveness), kebutuhan akan supervisi (need for supervision), dan dampak interpersonal (interpersonal impact). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja pegawai front office telah berkerja dengan baik, profesional, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Dari aspek kualitas, pelayanan dilakukan dengan sopan dan sesuai prosedur. Pada aspek kuantitas, terlihat dari kemampuan melayani banyak masyarakat secara tertib dan kondusif. Kemudian aspek ketepatan waktu dan efektivitas baiaya tercapai memlaui sistem antrean dan mesin ADM. Pegawai juga menunjukkan kemandirian kerja dan kemampuan komukasi yang baik. Secara keseluruhan, kinerja pegawai MPP Sidoarjo mencerminkan pelayanan publik yang efisien, ramah dan berkualitas.
Analisis Kedisiplinan Jam Kerja Pegawai Dalam Meningkatkan Produktivitas Di Perpustakaan Daerah Kota Palangkaraya Della Anggraeni Puspita; Niah, Ramda; Fitriana Selvia
Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol. 22 No. 2 (2025): Desember: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59050/jian.v22i2.374

Abstract

Abstrak: Kedisiplinan jam kerja merupakan hasil penting dalam membentuk produktivitas pegawai, terutama di lembaga pelayanan publik seperti perpustakaan daerah yang memiliki peran strategis dalam menyediakan layanan informasi dan literasi bagi masyarakat. Fenomena keterlambatan, absensi tidak teratur, serta ketidakpatuhan terhadap aturan waktu seringkali berdampak pada efektivitas kerja dan kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam bagaimana kedisiplinan kerja mempengaruhi produktivitas pegawai di perpustakaan daerah Kota Palangkaraya melalui kajian literatur. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik studi pustaka, yakni menelaah berbagai literatur berupa jurnal, buku, laporan penelitian, dan dokumen kebijakan yang relevan dengan tema kedisiplinan kerja dan produktivitas. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, serta perhatikan kesimpulan untuk menemukan pola hubungan konseptual antara kedisipan dan jam kerja dan produktivitas.hasil kajian menunjukkan bahwa kedisiplinan jam kerja tidak hanya berhubungan dengan kepatuhan administratif, tetapi juga mencerminkan tanggung jawab, profesionalisme, dan komitmen pegawai. Pegawai yang memiliki tingkat kedisiplinan tinggi cenderung menunjukkan produktivitas yang lebih baik, baik dalam ketepatan pelayanan maupun pencapaian target organisasi. Kata Kunci: Kedisiplinan Jam Kerja, Produktivitas Pegawai, Perpustakaan Daerah Abstract: Work discipline is an essential aspect in shaping employee productivity, particularly in public service institutions such as regional libraries, which play a strategic role in providing information and literacy services to the community. Issues such as tardiness, irregular attendance, and noncompliance with working hours often affect work effectiveness and service quality. This study aims to gain an in-depth understanding of how work discipline influences employee productivity at the Regional Library of Palangkaraya City through a literature-based analysis. The research employed a descriptive qualitative approach using library research techniques by reviewing various sources, including journals, books, research reports, and policy documents relevant to work discipline and productivity. Data were analyzed through the stages of reduction, presentation, and conclusion drawing to identify conceptual patterns linking work discipline and productivity. The findings indicate that work discipline is not only related to administrative compliance but also reflects responsibility, professionalism, and employee commitment. Employees with a high level of discipline tend to demonstrate better productivity, both in service accuracy and in achieving organizational targets. Keywords: Work Discipline, Employee Productivity, Regional Library
Kebijakan Kepala Desa Dan Penguatan Partisipasi Masyarakat Dalam Tata Kelola Desa Rato Muhammad Iptidaiyah; Taufik Irfadat
Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol. 22 No. 2 (2025): Desember: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59050/jian.v22i2.404

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kebijakan kepala desa dalam memperkuat partisipasi masyarakat dalam tata kelola desa, khususnya melalui kegiatan gotong royong. Tujuan penelitian ini meliputi: (a) mengkaji peran kepala desa dalam merumuskan kebijakan yang mengakomodasi keterlibatan masyarakat; (b) mendeskripsikan upaya berbasis kebijakan yang dilakukan kepala desa dalam menggerakkan dan memotivasi partisipasi warga; (c) menjelaskan fungsi pengawasan kepala desa selama pelaksanaan kegiatan kolektif; serta (d) menilai berbagai pendekatan kebijakan yang diterapkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai peran-peran tata kelola tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap perencanaan, kepala desa mempertimbangkan kondisi sosial dan rutinitas harian masyarakat guna memastikan penjadwalan kegiatan yang tepat. Dalam mendorong partisipasi, kepala desa menunjukkan kepemimpinan melalui keteladanan serta memberikan motivasi untuk menumbuhkan keterlibatan kolektif. Dalam aspek pengawasan, kepala desa melakukan pengawasan baik secara langsung maupun tidak langsung untuk memastikan kegiatan dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan, meskipun tidak selalu hadir secara fisik. Peran kebijakan tersebut sangat penting dalam menjaga keberlanjutan dan efektivitas partisipasi masyarakat dalam praktik tata kelola desa.
Tantangan Pemasaran UMKM Lokal di Kawasan Pariwisata: Penguatan Produk Lokal, Keterkaitan Pasar, dan Efisiensi Pemasaran Dwi Tesna Andini; Okky Afriwan
Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol. 22 No. 2 (2025): Desember: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59050/jian.v22i2.416

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam tantangan pemasaran UMKM lokal di kawasan pariwisata Kabupaten Bima dengan menitikberatkan pada penguatan produk lokal, keterkaitan pasar, dan efisiensi pemasaran dalam kerangka rantai nilai pariwisata. Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan integratif yang tidak memandang ketiga aspek tersebut secara parsial, melainkan sebagai sistem relasional yang saling menentukan dalam membentuk daya saing UMKM berbasis destinasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, melibatkan pelaku UMKM, industri pariwisata, pengelola destinasi, serta pemerintah daerah melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, yang dianalisis secara tematik menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi produk lokal UMKM sebagai diferensiasi destinasi belum optimal akibat lemahnya konsistensi kualitas, inovasi, dan kemasan, yang diperparah oleh rendahnya keterkaitan pasar dengan jaringan pariwisata formal dan tingginya biaya pemasaran. Efisiensi pemasaran terbukti sangat dipengaruhi oleh absennya integrasi pasar dan dukungan kelembagaan berbasis ekosistem. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pemasaran UMKM di kawasan pariwisata mensyaratkan pendekatan rantai nilai yang terintegrasi, kolaboratif, dan berkelanjutan agar UMKM dapat berperan strategis dalam pembangunan ekonomi lokal.
Persepsi Masyarakat Tentang Kebijakan Pembatasan Jam Hiburan Malam Dalam Konteks Aktivitas Kesenian Tradisional di Kabupaten Padang Pariaman Eri; Frinaldi, Aldri
Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol. 23 No. 1 (2026): Juni: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59050/jian.v23i1.426

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap kebijakan pembatasan jam hiburan malam dalam konteks aktivitas kesenian tradisional di Kabupaten Padang Pariaman. Kebijakan ini diterapkan melalui Kesepakatan Bersama Forkopimda yang membatasi jam operasional hiburan malam hingga pukul 23.30 WIB. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pola induktif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi terhadap masyarakat, pelaku seni tradisional, aparat Satpol PP, dan pejabat pemerintah daerah. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap kebijakan ini terbagi menjadi dua kategori besar. Sebagian masyarakat mendukung kebijakan karena dianggap mampu menjaga ketertiban dan moral publik, sementara sebagian lainnya merasa kebijakan ini membatasi ruang ekspresi budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi kebijakan pembatasan jam hiburan malam sangat bergantung pada cara masyarakat memaknai kebijakan tersebut. Diperlukan pendekatan yang lebih partisipatif, komunikatif, dan sensitif terhadap nilai budaya lokal agar kebijakan ini tidak hanya menjaga ketertiban, tetapi juga mendukung pelestarian kesenian tradisional sebagai bagian dari identitas masyarakat Minangkabau.
Proses Kolaborasi Pengembangan Ekowisata Berbasis Pengurangan Risiko Bencana di Desa Wisata Amping Parak Afrizalni, Irva; Yulia Hanoselina
Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol. 23 No. 1 (2026): Juni: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59050/jian.v23i1.428

Abstract

Particularly in areas with high disaster vulnerability. Desa Wisata Amping Parak in Pesisir Selatan Regency is one example of a tourism village that has successfully integrated ecotourism development with a Disaster Risk Reduction (DRR) approach. This study aims to analyze the collaborative process among actors in the development of DRR-based ecotourism in Desa Wisata Amping Parak using the collaborative governance framework proposed by Ansell and Gash (2008), which consists of initial conditions, institutional design, facilitative leadership, and the collaborative process. This research employs a qualitative method with a case study approach. Data were collected through in-depth interviews and documentation review, and analyzed using the interactive model of Miles and Huberman. The findings indicate that collaboration is supported by initial conditions characterized by resource imbalances, non-material participation incentives, and the absence of conflict among actors. The institutional design is strengthened by regulatory support and the institutionalization of Pokdarwis LPPL as a coordination hub. Facilitative leadership plays a key role in fostering trust and participation, while the collaborative process unfolds through face-to-face dialogue, trust-building, commitment to the process, shared understanding, and the achievement of intermediate outcomes. This collaboration generates small wins that reinforce legitimacy and the sustainability of cooperation. The study concludes that collaboration in Desa Wisata Amping Parak has been implemented effectively and has the potential to serve as a best practice for DRR-based tourism village development. Keywords: Collaboration, Tourism Village, Ecotourism Development, Disaster Risk Reduction (DRR).   Abstrak. Pengembangan desa wisata yang berkelanjutan memerlukan tata kelola kolaboratif, terutama pada wilayah yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Desa Wisata Amping Parak di Kabupaten Pesisir Selatan merupakan salah satu desa wisata yang berhasil mengintegrasikan pengembangan ekowisata dengan pendekatan Pengurangan Risiko Bencana (PRB). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses kolaborasi antaraktor dalam pengembangan ekowisata berbasis pengurangan risiko bencana (PRB) di Desa Wisata Amping Parak dengan menggunakan kerangka teori kolaborasi Ansell dan Gash (2008), yang meliputi kondisi awal, desain kelembagaan, kepemimpinan fasilitatif, dan proses kolaborasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi didukung oleh kondisi awal berupa ketidakseimbangan sumber daya, insentif partisipasi non-material, dan ketiadaan konflik antaraktor. Desain kelembagaan diperkuat oleh regulasi dan pelembagaan Pokdarwis LPPL sebagai simpul koordinasi. Kepemimpinan fasilitatif berperan dalam membangun kepercayaan dan partisipasi, sementara proses kolaborasi berjalan melalui dialog tatap muka, pembangunan kepercayaan, komitmen terhadap proses, pemahaman bersama, dan pencapaian hasil sementara. Kolaborasi ini menghasilkan small wins yang memperkuat legitimasi dan keberlanjutan kerja sama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kolaborasi di Desa Wisata Amping Parak telah berjalan secara efektif dan berpotensi menjadi praktik baik pengembangan desa wisata berbasis PRB. Kata Kunci: Kolaborasi, Desa Wisata, Pengembangan Ekowisata, Pengurangan Risiko Bencana (PRB).
Strategi Ekstensifikasi Dan Intensifikasi Pajak Alat Berat Dalam Mendukung Peningkatan Pendapatan Asli Aceh Noska, E.R.Fitra
Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol. 23 No. 1 (2026): Juni: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59050/jian.v23i1.429

Abstract

Penerapan pemungutan Pajak Alat Berat (PAB) pasca diundangkannya peraturan daerah (qanun) mengenai pajak Aceh dan retribusi Aceh memerlukan strategi ekstensifikasi dan intensifikasi dalam mendukung peningkatan pendapatan asli Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi ekstensifikasi dan intensifikasi PAB yang dipungut oleh Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, bersumber dari data primer dan sekunder, dengan menggunakan metode analisis deskriptif dan analisis SWOT. Hasil penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi strategi ekstensifikasi dan intensifikasi PAB melalui kegiatan penyuluhan dan penyebarluasan kebijakan, pendataan dan pendaftaran objek pajak, pengawasan melalui konfirmasi status wajib pajak, analisa dan pengembangan aplikasi, dan penyusunan kebijakan terkait pemutakhiran database nilai jual alat berat