cover
Contact Name
Ajuan Tuhuteru
Contact Email
a.tuhuteru@iaknambon.ac.id
Phone
+6281354374526
Journal Mail Official
noumena@iaknambon.ac.id
Editorial Address
Jln. Dolog-Halong Atas, Ambon
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
NOUMENA: Jurnal Sosial Humaniora dan Keagamaan
ISSN : -     EISSN : 29881358     DOI : -
NOUMENA: Jurnal Sosial Humaniora dan Keagamaan adalah jurnal publikasi dosen dan mahasiswa yang menerbitkan artikel dari hasil penelitian dan Karya Ilmiah lainnya. Jurnal ini diterbitkan oleh Lembaga Peneltian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Agama Kristen Negeri Ambon, di bawah kontrol dan pengawasan Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan. Jurnal NOUMENA menerbitkan artikel ilmiah hanya pada bidang Teologi, baik teologi kristen maupun teologi lainnya. Kemudian Pariwisata, Konseling, Budaya dan ilmu sosial lainnya.
Articles 51 Documents
Teologi Welleiya: Kajian Biblika kontekstual di Desa Lawawang Wattimena, Junita Mentari Justika
NOUMENA: Jurnal Sosial Humaniora dan Keagamaan Vol 2, No 1 (2021): NOUMENA: Jurnal Sosial Humaniora dan Keagamaan
Publisher : IAKN AMBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.22 KB) | DOI: 10.37196/nojisok.v2i1.192

Abstract

AbstractAn ongoing Pandemic Covid-19 requires everyone to keep the physical distance in order to protect oneself from one another. But it does not mean that the condition makes our relations collapsed, because distance can be applied but relations should not be spaced moreover, a very close brotherly relationship. So that, the relationship must be implemented in the real context of life.Welleiya is local language word from Lawawang village, Southwest Maluku regency which means eating together in one plate. Welleiya is a family banquets tradition in this village. Based on the present context, Welleiya is impossible done by the extended families but it is possible done by the nuclear families. The reason is because, the essence of Welleiya is advising to humanize humans.This research used a qualitative method with a hermeneutic approach. The author chose to use this kind of method and approach so the author could further explore the meaning of the Welleiya tradition by classifying it from the past context with the present context.This view aimed to prevent gaps between the past and the present contexts, however it is expected that the spiritual and social meanings can be found through the meaning of Welleiya tradition.Therefore, Welleiya tradition cannot be seen as a routine only.Keywords: Covid-19 pandemic, physical distance, family relation, Welleiya tradition. AbstrakPandemic covid-19 yang sedang terjadi ini, mengharuskan kita semua untuk jaga jarak demi mengamankan diri satu dari yang lainnya. Tetapi ini bukan lalu berarti bahwa hal ini kita biarkan sehingga runtuhnya relasi, karena jarak boleh diterapkan tetapi relasi jangan dijarakan apalagi relasi persaudaraan yang sangat erat ikatannya. Untuk itu maka relasi tersebut harus diimplementasikan dalam konteks kehidupan nyata. Welleiya adalah kata yang berasal dari bahasa daerah desa Lawawang, kabupaten Maluku Barat Daya yang memiliki arti makan bersama satu piring. Welleiya merupakan sebuah tradisi jamuan makan bersama dalam keluarga di desa ini. Tradidi ini bagi extended family hal tersebut sekarang mungkin agak sulit dilakukan tetapi hal ini bukanlah sesuatu yang mustahil dilakukan oleh nuclear family. Karena dalam tradisi ini ada puncak pemaknaan yang dapat memanusiakan manusia.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi hermeneutika. Penulis memilih menggunakan metode dan pendekatan seperti ini agar penulis lebih mendalami pemaknaan tradisi Welleiya melalui cara menggolongkannya dari masa lalu dengan konteks masa kini. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi kesenjangan antara masa lalu dan masa kini melainkan dari tradisi Welleiya ini diharapkan dapat ditemukan makna secara rohani maupun sosial. Sehingga tradisi Welleiya ini tidak hanya dipandang sebagai rutinitas saja.Kata kunci: Pandemic Covid-19, jaga jarak, relasi keluarga, Welleiya tradition.
KOMUNIKASI DALAM BUDAYA ANGKAT PELA DESA WERINAMA DENGAN DESA KILANG Juwita Pakalessy; Andi Fitriani; Nanik Handayani
NOUMENA: Jurnal Sosial Humaniora dan Keagamaan Vol 3, No 2 (2022): NOUMENA: Jurnal Sosial Humaniora dan Keagamaan
Publisher : IAKN AMBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.669 KB)

Abstract

Budaya angkat pela merupakan salah satu kekayaan masyakat Maluku umumnya sebagai bagian dari peninggalan leluhur. Panas pela termasuk bagian dari upaya setiap generasi dalam melestarikan tradisi leluhur tersebut tapi juga perekat bagi kedua negeri atau kampong dalam menjadin hubungan persaudaraan. Penelitian ini bertujuan unutk mengetahuan komunikasi yang terbangun dalam pelaksanaan angkat pela oleh masyarakat Werinama dan desa Kilang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang dapat ditemukan bahwa komunikasi pela gandung antara Desa Werinama dan Desa Kilang sampai saat ini masih terjaga dengan baik dan komunikasi yang di lakukan antara dua Negeri masi menjaga adat komunikasi atau  budaya komunikasi tersebut. Tradisi angkat pela antara Desa Werinama dan Desa Kilang dapat terlihat mengandung beberapa nilai-nilai sosial antara lain nilai soldaritas, kebersamaan dan persaudaraan. Nilai-nilai itu pun menunjukan bahwa tradisi antara kedua negeri ini dapat memberikan sebuah arti tentang hidup persaudaraan dan saling mengjaga antara sesame tanpa melihat identitas agama masing-masing melainkan atas dasar tradisi dari leluhur.
HARAPAN DI TENGAH PENDERITAAN: Kajian Teologi PB terhadap Kemiskinan dan Penderitaan yang dialami Masyarakat Desa Kariu Siska Tomatala; Valeri Wattimena; Marlina Pollatu; Rut Pattirane; Susana Rarsina; Yohanis Noya
NOUMENA: Jurnal Sosial Humaniora dan Keagamaan Vol 4, No 1 (2023): NOUMENA: Jurnal Sosial Humaniora dan Keagamaan
Publisher : IAKN AMBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.811 KB)

Abstract

Kemiskinan dan penderitaan tidak dapat dilepas pisahkan satu dengan yang lain, karena kemiskinan dapat menyebabkan penderitaan bagi individu juga masyarakat. Salah satu daerah yang mengalami kemiskinan dan penderitaan adalah Desa Kariu.  Kemiskinan dan penderitaan yang dialami adalah hasil dari konflik yang terjadi. Alhasil, mereka sangat kekurangan bahan sandang dan pangan. Maka tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana harapan masyarakat Kariu yang hidup dalam kemiskinan dan penderitaan pasca konflik dengan perspektif Teologi PB, dan melihat bagaimana peran pemerintah, Gereja untuk melihat hal ini.
PERAN PEMUDA KRISTEN DI TENGAH TANTANGAN REVOLUSI INDUSTRI 4.0 (ANALISA NARATIF TERHADAP MATIUS 5 : 13 – 16) Matinahoruw, Adri O. E.
NOUMENA: Jurnal Sosial Humaniora dan Keagamaan Vol 1, No 1 (2020): NOUMENA: Jurnal Sosial Humaniora dan Keagamaan
Publisher : IAKN AMBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.105 KB) | DOI: 10.37196/nojisok.v1i1.93

Abstract

ABSTRACT Youth are individuals who are experiencing physical and psychological development so that youth have a very vital role in change and challenge the era of the industrial revolution 4.0. Of the many diverse and amazing challenges that we face today, the most powerful and important is how to understand and shape the new technological revolution. Humans are now at the beginning of a revolution that has fundamentally changed the way we live, work and relate to others. In terms of scale, scope and complexity, what is referred to as the industrial revolution 4.0. By using a qualitative method with a literary approach, writing from this scientific work aims to explain the Christian youth and the industrial revolution 4.0 and how the role of Christian youth in the midst of the challenges of the industrial revolution 4.0 in connection with the analysis conducted in Matthew 5: 13-16. The results of the research revealed that in the face of the industrial revolution 4.0, Christian youth must be able to act as salt and light of the world that does not eliminate their human nature and be able to apply four types of intelligence including: Contextual (Mind), Emotional (Heart), Inspired (Soul), and Physical (Body) Keywords: youth, industrial revolution 4.0, Matthew   ABSTRAK Pemuda merupakan individu yang sedang mengalami perkembangan baik fisik maupun psikis sehingga pemuda memiliki peran yang sangat vital dalam perubahan dan tantang era revolusi industri 4.0. Dari sekian banyak tantangan yang beragam dan mengagumkan yang kita hadapi saat ini, yang paling hebat dan penting adalah bagaimana memahami serta membentuk revolusi teknologi baru. Manusia kini berada di awal sebuah revolusi yang secara mendasar telah mengubah cara kita hidup, bekerja, dan berhubungan dengan yang lainnya. Dalam hal skala, cakupan, serta kompleksitasnya, apa yang disebut sebagai revolusi industri 4.0. Dengan mengunakan metode kualitatif dengan pendekatan literatur, tulisan dari karya ilmiah ini bertujuan untuk menjelaskan tentang pemuda kristen dan revolusi industri 4.0 serta bagaimana peran pemuda kristen ditengah tantangan revolusi industri 4.0 dalam kaitan dengan analisa yang dilakukan dalam Matius 5 : 13 – 16. Hasil penelitian mengugkapkan bahwa dalam menghadapi tantang revolusi industri 4.0 pemuda kristen harus mampu berperan sebagai garam dan terang dunia yang tidak menghilangkan sifat kemanusiaannya serta mampu mengaplikasikan empat jenis kecerdasan diantaranya: Kontektual (Pikiran), Emosional (Hati), Terinspirasi (Jiwa), dan Fisik (Tubuh)Kata Kunci : pemuda,  revolusi industri 4.0, Matius
KETERBUKAAN DIRI (SELF-DISCLOSURE) PADA KORBAN PELECEHAN SEKSUAL DALAM MASYARAKAT PATRIAKI Putri, Meilanda Aulia; Sukmawati, Lilis
NOUMENA: Jurnal Sosial Humaniora dan Keagamaan Vol 3, No 1 (2022): NOUMENA: Jurnal Sosial Humaniora dan Keagamaan
Publisher : IAKN AMBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.456 KB) | DOI: 10.37196/nojisok.v3i1.536

Abstract

Masyarakat terus mendesak pemerintah agar segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) dikarenakan Indonesia sudah menunjukan kondisi  yang gawat akan kasus kekerasan seksual pada perempuan maupun lelaki. Kekerasan seksual tidaklah berhenti hanya dengan masyarkat tetap dirumah saja semenjak pandemi, namun Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) terus menghantui siapapun dan dimanapun setiap umat manusia berada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab pelecehan seksual terkait edukasi seks yang tidak memadai, adanya budaya patriaki yang mengakar di masyarakat, serta bentuk keterbukaan diri seseorang korban pelecehan seksual tentang peristiwa yang dialaminya kepada orang lain yang berada didekatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian keputakaan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan dan mempelajari referensi yang diperoleh dari jurnal dan berita terkini yang terpercaya. Penelitian ini menggunakan Teori Jendela Johari (Johari’s Windows). Hasil penelitian menunjukan bahwa seseorang cenderung merahasiakan atas peristiwa negatif yang menimpa diri seseorang dikarenakan adanya prasangka dan stigma negatif terhadap peristiwa pelecehan seksual maupun kepada sang korban, serta kecenderungan masyarakat yang menyalahkan korban dibanding pelaku. Hasil analisa menunjukan bahwa keterbukaan diri yang dimiliki oleh seseorang yang mengalami pelecehan seksual tidaklah ideal kepada orang terdekat sekalipun, sehingga tidak menutup kemungkinan mereka membutuhkan bantuan agar bisa lebih terbuka terhadap peristiwa buruk  yang menimpanya. Kata Kunci: Edukasi Seksual; Patriaki; Pelecehan Seksual; dan Keterbukaan Diri (Self-Disclosure)
ANALISIS GENDER TERHADAP KASUS KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA LESTI KEJORA
NOUMENA: Jurnal Sosial Humaniora dan Keagamaan Vol 4, No 1 (2023): NOUMENA: Jurnal Sosial Humaniora dan Keagamaan
Publisher : IAKN AMBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.877 KB)

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga adalah salah satu bentuk ketidak etisan dari pelaku kepada korban. Pelaku merasa dirinya lebih berkuasa dan korban sebagai sosok yang lemah. Konflik Kekerasan Dalam Rumah Tangga terjadi karena kelirunya terhadap analisis gender dalam gerakan feminisme. tampaknya perlu dipertegas kembali bahwa tidak ada kaum yang lemah dan kaum yang kuat dalam relasi sesama manusia. feminis dalam analisis gender memberikan petunjuk pikir bahwa laki-laki dan perempuan tidak memiliki perbedaan dan harus diperakukan setara.
Hagar Sebagai Orang Tua Tunggal (Suatu Kajian Feminis Terhadap Kekerasan Gender Dalam Kejadian 21:8-21) Warella, Angelita -; Warella, Sipora B.
NOUMENA: Jurnal Sosial Humaniora dan Keagamaan Vol 2, No 2 (2021): NOUMENA: Jurnal Sosial Humaniora dan Keagamaan
Publisher : IAKN AMBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.015 KB) | DOI: 10.37196/nojisok.v2i2.413

Abstract

Tulisan ini menyoroti tentang menjadi orang tua tunggal dalam sebuah rumah tangga tentu saja tidak mudah dan berat. Baik pria maupun wanita, tentu sangat berat mengalami ditinggal pasangan apalagi seorang wanita atau ibu. Dengan menggunakan langkah-langkah metodologis tafsir feminis yang dikembangkan oleh Fiorenza terhadap teks Kejadian 21:8-21. Melalui kajian tersebut diperoleh bahwa Hagar adalah potret seorang ibu yang sangat tangguh dan ia adalah korban dari sistem patriakhi yang mendominasi dan tidak adil terhadap perempuan. Dan hal ini pun yang terjadi pada konteks sekarang ini. Karena itu, peran gereja menjadi penting dan berarti dalam upaya mengubah teologi dan pandangan masyarakat tentang perempuan.
KAJIAN TEOLOGI PB TERHADAP UPAYA PERDAMAIAN ANTARA MASYARAKAT ITAWAKA DAN MASYARAKAT NOLLOTH Sahetapy, Beatrix; Sakalessy, Iren; Tahalele, Irene; Awumbas, Jeinita; Mesdilla, Kostansa; Istia, Welmince
NOUMENA: Jurnal Sosial Humaniora dan Keagamaan Vol 4, No 2 (2023): NOUMENA: Jurnal Sosial Humaniora dan Keagamaan
Publisher : IAKN AMBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37196/nojisok.v4i2.915

Abstract

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari bersama orang lain, sifat-sifat kemanusia pasti akan muncul. Dari sekian banyak sifat yang ada di dalam diri manusia, salah satu sifat yang paling sulit untuk dilakukan oleh manusia ketika berhadapan dengan masalah adalah “Damai”. Dan oleh karena itu, Penelitian yang berjudul Kajian Teologi PB terhadap upaya perdamaian anatara masyarakat Itawaka dan Masyarakat Nolloth. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatitf dengan menggunakan pendekatan sosiologis, dan wawancara. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, tulisan dari karya ini bertujuan untuk meningingatkan betapa penting hidup berdamai dalam bersosial dan di samping itu karya ini mau  menjelaskan tentang realita dan dampak Batu Damai bagi kehidupan masyarakat negeri Itawaka dan masyarakat negeri Nolloth serta bagaimana upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan gereja untuk tetap menjaga damai itu. Hasil dari penelitian ini mau menegaskan bahwa  dalam menjalani kehidupan sebagai makluk sosial, pasti ada amanat dan warisan yang perlu dilakukan dan dilestarikan dari para leluhur. Hal tersebut dialami oleh masyarakat negeri Itawaka dan masyarakat negeri Itawaka sebagai bentuk upaya untuk mempertahankan dan menerapkan bagi kaum milineal di era modernisasi. Batu Damai merupakan symbol dan bukti sejarah perjuangan terbentuknya perdamaian antara masyarakat negeri Itawaka dan masyarakat negeri Nolloth. Semestinya perlu menciptakan dan menjaga perdamaian sebagai bukti keterpanggilan sebagai umat Kristiani yang mencerminkan kasih Tuhan lewat para Leluhur dan itu menjadi amanat yang perlu dilestarikan dan diwariskan secara turun-temurun demi terciptanya kehidupan yang penuh keharmonisan dan cinta damai. 
PENGARUH DIGITAL MARKETING TERHADAP MINAT BERKUNJUNG WISATAWAN DI BANDA NEIRA MALUKU TENGAH (Studi Kasus: Konten Tiktok) Holle, Feby Frisian; Tutupary, Victor Delvy; Warkey, Christine Chlara
NOUMENA: Jurnal Sosial Humaniora dan Keagamaan Vol 5, No 1 (2024): NOUMENA: Jurnal Sosial Humaniora dan Keagamaan
Publisher : IAKN AMBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37196/nojisok.v5i1.1076

Abstract

This research to analyze the impact of Digital Marketing particularly through the Tiktok platform, on Tourist Interest  in Visiting Banda Neira, Maluku Tengah. With the rapid advancement of information technology, digital marketing has become one of the most effective strategies in the current tourism industry to increase the number of tourist visits. The research method used is quantitative research. Data was collected through the distribution online to 100 respondets who are tiktok social media users. The results of this study indicate that digital marketing has a significant influence on tourist’s interest in visiting Banda Neira. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Digital Marketing khususnya melalui platform tiktok, Terhadap Minat Berkunjung Wisatawan di Banda Neira Maluku Tengah. Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi, digital marketing menjadi salah satu strategi yang efektif dalam industry pariwisata saat ini untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Data yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner menggunakan google form yang disebarkan secara online  kepada 100 responden yang merupakan pengguna social media tiktok. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa digital marketing memiliki pengaruh yang siginifikan terhadap minat berkunjung wisatawan di Banda Neira.  
POTRET HURU-HARA YESUS MELAWAN STIGMA PENYINTAS HIV/AIDS ririhena, erica
NOUMENA: Jurnal Sosial Humaniora dan Keagamaan Vol 5, No 1 (2024): NOUMENA: Jurnal Sosial Humaniora dan Keagamaan
Publisher : IAKN AMBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37196/nojisok.v5i1.1024

Abstract

AbstrakPenyakit HIV-AIDS adalah  penyakit yang mematikan yang telah tersebar di seluruh dunia bahkan penyakit ini dapat menular. Penyakit yang disebabkan oleh virus ini pada umumnya menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Menyerang siapa saja dengan tidak pandang bulu. Tujuan penulis meneliti masalah ini dengan melihat perjuangan ibu-ibu rumah tangga yang terserang penyakit HIV/AIDS dari hasil berhubungan liar suaminya dengan menanggung stigma dari masyarakat dan traumatisnya bersama Yesus sebagai Tuhan yang penuh belas kasihan dengan menggunakan pendekatan metode dari sudut pandang baru yakni hermeneutik trauma. Metode ini hadir sebagai sebuah cara meluluhkan stigma sosial bagi korban yang mengalami trauma yang poinnya dalam tulisan ini adalah ibu-ibu rumah tangga penyintas HIV/AIDS yang hilang harapan dengan merasakan pertolongan Tuhan dalam melewati masa-masa traumatisnya bahwa Yesus mampu menerobos serta melawan stigma bersama penderita. Hal ini dipadanankan dengan kisah orang kusta dalam Lukas 5:12-16. Memperlihatkan bahwa orang kusta yang dianggap najis serta diasingkan diberikan respons yang berbeda oleh Yesus. Yesus menerima orang sakit kusta dengan menyentuh bahkan menyembuhkan mereka sehingga Yesus melampaui hambatan budaya dan agama yang mengikat saat itu. Hal yang sama terjadi juga pada penderita HIV/AIDS Yesus dengan belas kasihan-Nya bersama-sama merasakan dan ada dalam pemulihan trauma yang di alami ibu-ibu rumah tangga yang terkena HIV/AIDS di Maluku, kota Ambon serta sanggup  menyembuhkan penyakitnya.  Kata kunci : Yesus, stigma, HIV/AIDS, ibu-ibu rumah tangga    AbstractHIV-AIDS merupakan penyakit mematikan yang telah menyebar ke seluruh dunia, bahkan penyakit ini dapat menular. Penyakit atau virus ini umumnya menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Menyerang siapa pun tanpa pandang bulu. Tujuan penulis meneliti masalah ini dengan melihat perjuangan para ibu rumah tangga yang tertular HIV/AIDS akibat hubungan seksual ilegal yang dilakukan suaminya, menanggung stigma masyarakat dan trauma terhadap Yesus sebagai Tuhan yang pengasih, dengan menggunakan pendekatan metodis. pendekatan dari sudut pandang baru yaitu hermeneutika trauma. . Cara ini hadir sebagai salah satu cara untuk mencairkan stigma sosial terhadap korban yang mengalami trauma. Inti dari artikel ini adalah para ibu rumah tangga penyintas HIV/AIDS yang kehilangan harapan karena merasakan pertolongan Tuhan dalam melewati masa-masa traumatisnya, bahwa Yesus mampu menerobos dan melawan stigma bersama para penderita. . Hal ini dibandingkan dengan kisah penderita kusta dalam Lukas 5:12-16. Menunjukkan bahwa penderita kusta yang dianggap najis dan diasingkan diberikan respon berbeda oleh Yesus. Yesus bersedia menerima penderita kusta dengan menjamah bahkan menyembuhkan mereka sehingga Yesus melampaui hambatan budaya dan agama yang mengikat saat itu. Hal serupa juga terjadi pada penderita HIV/AIDS. Yesus dengan kemurahan-Nya hadir membantu menyembuhkan trauma yang dialami ibu-ibu rumah tangga di Maluku, Pulau Ambon yang terkena HIV/AIDS dan mampu menyembuhkan penyakitnya.  Kata Kunci: Yesus, stigma, HIV/AIDS, ibu rumah tangga