cover
Contact Name
Baktiar Nasution
Contact Email
baitulhikmah@diniyah.ac.id
Phone
+6281374939443
Journal Mail Official
baitulhikmah@diniyah.ac.id
Editorial Address
Pascasarjana IAI Diniyyah Pekanbaru Jl. KH. Ahmad Dahlan No.100, Pekanbaru, Riau, Indonesia, 28121
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman
ISSN : 29884217     EISSN : 29884209     DOI : https://doi.org/10.46781/baitul_hikmah
Core Subject : Religion, Education,
Published by Pascasarjana IAI Diniyyah Pekanbaru, since Volume 1 Issue 1 June 2023. Baitul Hikmah is a journal run by the Pascasarjana IAI Diniyyah Pekanbaru, which is regularly published every June and December. The journal focuses on the Islamic Science. The writings in this journal are open to academics, researchers, and professionals in The Islamics Field.
Articles 36 Documents
Peran Tenaga Administrasi dalam Meningkatkan Mutu Layanan Administrasi di Sekolah Menengah Atas Datuk Batu Hampar Anggaini Sinaga, Nur; Afriza, Afriza
Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman Vol. 3 No. 2 (2025): Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAI Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/baitul_hikmah.v3i2.1925

Abstract

Abstract This study aims to reveal the role of school administrative staff in improving the quality of administrative services at Senior hight shcool Datuk Batu Hampar. The research informants consisted of the principal, the head of administration, the vice principal for curriculum affairs, teachers, and students. The study employed a descriptive qualitative approach using observation, interviews, and documentation techniques. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing.The findings indicate that: (1) the role of administrative staff in enhancing the quality of administrative services has not yet functioned optimally; (2) several challenges encountered include delays in the submission of documents by students and parents, late delivery of SKHUN from the students’ previous schools, as well as incomplete teacher files, which hinder proper archiving. In addition, service users expressed dissatisfaction with the available facilities. This situation is influenced by the limited number of administrative staff at the school.
Integration of Maqāṣid al-Syarī'ah and Social Justice: Reconfiguring the Legal Status of Children Born Out of Wedlock in Islamic Law and the Indonesian Legal System Hafis, Muhammad; Syafitri, Juliani; Rafi'aturrahmah, Rafi'aturrahmah; Johari, Johari
Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman Vol. 3 No. 2 (2025): Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAI Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/baitul_hikmah.v3i2.1935

Abstract

This article explores the redefinition of the status of children born out of wedlock by integrating maqasid al-syariah and social justice. This study departs from the dominant classical Islamic legal construct, which severs the relationship between a child and his biological father. This restrictive approach, although intended to prevent adultery (sadd al-dhari'ah), actually causes injustice by neglecting the protection of innocent children. The research uses a normative-theological and sociological approach to analyze the dialectic between classical Islamic law and Indonesian positive law. Supreme Court Decision No. 46/PUU-VII/2010 is an important milestone that recognizes the relationship between children and their biological fathers based on scientific evidence. The ethical justification lies in the framework of maqāṣid al-sharī'ah, particularly the protection of life (ḥifẓ al-nafs), honor (ḥifẓ al-'ird), and lineage (ḥifẓ al-nasl) in a more substantive manner. Criticism and deconstruction from the perspective of justice and maqāṣid offer a new legal-ethical framework centered on the interests of the child. Ḥifẓ al-nasl is not only about preserving lineage, but also guaranteeing the basic rights of children. Meanwhile, ḥifẓ al-'ird becomes a synthesis to protect the honor of children from discrimination. The integration of maqasid al-syariah and social justice paves the way for a more inclusive, humanistic, and relevant study of Indonesian Islamic family law in the face of contemporary challenges.
Pengaruh Dukungan Sosial terhadap Burnout pada Karyawan Yuliza, Eva; Kurniawan, Willytiyo; Hervrizal, Hervrizal; Hasibuan, Siska Elvina
Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman Vol. 3 No. 2 (2025): Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAI Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/baitul_hikmah.v3i2.1981

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial terhadap Burnout (kejenuhan) pada karyawan PT Sewangi Sejati Luhur Tapung Hulu Kabupaten Kampar. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan total sampel 98 karyawan. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa variabel dukungan sosial memiliki 17 aitem valid dengan nilai rhitung berkisar dari 0,301 sampai 0,821, variabel Burnout memiliki 14 aitem valid dengan rhitung yang berkisar dari 0,389 sampai 0,745. Hasil analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa pengaruh dukungan sosial terhadap Burnout (kejenuhan) pada karyawan PT Sewangi Sejati Luhur Tapung Hulu Kabupaten Kampar Angka Constant mempunyai arti bahwa jika tidak ada Dukungan Sosial (X) maka nilai konsistensi Burnout (Y) adalah sebesar 28,974. Koefisien regresi bernilai minus (-), sehingga dapat dikatakan bahwa Dukungan Sosial (X) berpengaruh negatif terhadap Burnout (Y).  Burnout, tidak cukup hanya mengandalkan dukungan sosial, dukungan sosial hanya berpengaruh 2,4% sedangkan 97,6% sisanya dipengaruh oleh faktor lain seperti beban kerja,coping stres. Berdasarkan temuan ini, untuk mengatasi Burnout secara efektif, diperlukan pendekatan menyeluruh yang tidak hanya menekankan dukungan sosial, tetapi juga memperhatikan keseimbangan antara pekerjaan, kehidupan pribadi, dan kesehatan mental.
Pola Penggunaan ChatGPT dan Dampaknya Terhadap Kemampuan Berfikir Kritis Mahasiswa dalam Proses Pembelajaran Nahwiyah, Sopiatun; Zulhaini, Zulhaini; Mailani, Ikrima; A. Mualif, A. Mualif
Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman Vol. 3 No. 2 (2025): Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAI Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola penggunaan ChatGPT dan dampaknya terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Universitas Islam Kuantan Singingi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penggunaan ChatGPT oleh mahasiswa sangat tinggi, namun didominasi oleh pola penggunaan yang pasif dan instan. Mahasiswa menggunakan ChatGPT untuk menyusun makalah, menjawab pertanyaan diskusi, serta memahami materi kuliah, tetapi mayoritas hanya menyalin jawaban tanpa melakukan proses analisis, evaluasi, maupun verifikasi dengan sumber lain seperti buku atau jurnal ilmiah. ChatGPT lebih berfungsi sebagai penyedia jawaban cepat daripada sebagai sarana pembelajaran reflektif. Temuan lain menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis mahasiswa masih tergolong rendah meskipun mereka menggunakan teknologi AI. Hal ini tampak dari lemahnya kemampuan menganalisis informasi, mengevaluasi argumen, serta menyusun argumentasi yang logis. Mahasiswa cenderung menerima jawaban dari ChatGPT secara utuh tanpa mempertanyakan validitas maupun relevansinya, sehingga tidak terjadi pengolahan informasi menjadi pemahaman yang lebih mendalam. Minimnya pemanfaatan kritis terhadap ChatGPT disebabkan oleh rendahnya literasi digital kritis, motivasi belajar yang kurang, serta terbatasnya arahan dari dosen mengenai penggunaan AI secara bijak dan bertanggung jawab. Mahasiswa lebih berorientasi pada penyelesaian tugas ketimbang proses berpikir mendalam. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa kehadiran ChatGPT belum mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa secara otomatis. 
Ecospirituality Islam: (Mengajarkan Cinta Lingkungan Melalui Pelajaran PAI) Nasution, Juni Erpida
Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman Vol. 3 No. 2 (2025): Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAI Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/baitul_hikmah.v3i2.1996

Abstract

Abstrak Krisis lingkungan global menuntut pendekatan pendidikan yang tidak berhenti pada aspek teknokratis, tetapi juga menyentuh transformasi nilai dan paradigma peserta didik. Artikel ini bertujuan menganalisis integrasi ecospirituality Islam dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) agar siswa memaknai alam sebagai amanah dan ayat kauniyah yang merefleksikan kebesaran Allah, bukan semata sumber daya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik di SDIT Sakinah Pekanbaru, melibatkan guru PAI, siswa, kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi serta analisis dokumen (RPP, kurikulum. kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru membangun ecospirituality Islam melalui tiga konstruksi utama: tauhid ekologis, khilafah sebagai pemeliharaan, dan ibadah ekologis yang terwujud dalam praktik pembelajaran. Integrasi ecospirituality dilaksanakan melalui tiga model, yaitu infusi tematik pada materi PAI, proyek berbasis nilai dalam aktivitas nyata kepedulian lingkungan, serta pendekatan reflektif-kontemplatif melalui tadabbur alam. Dampaknya tampak pada perkembangan siswa secara holistik: penguatan pemahaman konseptual (khalifah–amanah dalam konteks lingkungan), peningkatan empati ekologis spiritual, dan terbentuknya perilaku ramah lingkungan seperti hemat air, menjaga kebersihan, serta menghindari tindakan merusak tanaman. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran PAI berpotensi menjadi wahana strategis untuk membentuk karakter peduli lingkungan berbasis nilai-nilai Islam.
Nilai-Nilai Tarbawi dalam Al-qur’an sebagai Fondasi Pendidikan Islam: Studi Atas QS. Al-An‘am: 79 Pohan, Hapni Madinah Al Zahrah; Safitri, Annisa; Ulya, Miftah
Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman Vol. 3 No. 2 (2025): Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAI Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/baitul_hikmah.v3i2.1999

Abstract

Pendidikan Islam pada hakikatnya bertumpu pada nilai-nilai wahyu yang berfungsi membentuk manusia beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Namun, dalam konteks pendidikan kontemporer, terjadi kecenderungan reduksi nilai tauhid dalam praktik pendidikan yang lebih menekankan aspek kognitif dan pragmatis. Artikel ini bertujuan mengkaji nilai-nilai tarbawi dalam Al-Qur’an sebagai fondasi pendidikan Islam dengan fokus kajian pada QS. Al-An‘ām ayat 79. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) serta analisis tafsir tarbawi terhadap ayat yang relevan. Data dikumpulkan dari Al-Qur’an, kitab tafsir klasik dan kontemporer, serta literatur pendidikan Islam, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis untuk menggali makna edukatif dan implikasi pedagogisnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa QS. Al-An‘ām: 79 mengandung nilai-nilai tarbawi fundamental, antara lain pendidikan tauhid sebagai basis worldview, orientasi hidup ilahiyah, keistiqamahan dan keteguhan prinsip, sikap kritis terhadap kemusyrikan, serta integrasi rasionalitas dan spiritualitas. Nilai-nilai tersebut membentuk kerangka pendidikan Islam yang holistik, mencakup pembinaan iman, akal, dan akhlak peserta didik. Pembahasan menegaskan bahwa tafsir tarbawi QS. Al-An‘ām: 79 memiliki relevansi strategis dalam penguatan tujuan pendidikan Islam, pendidikan karakter, serta pengembangan kurikulum berbasis nilai Qur’ani. Dapat dikatakan bahwa Al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai sumber normatif, tetapi juga sebagai paradigma pendidikan yang transformatif dan kontekstual dalam menjawab tantangan pendidikan Islam di era modern.

Page 4 of 4 | Total Record : 36