cover
Contact Name
Baktiar Nasution
Contact Email
baitulhikmah@diniyah.ac.id
Phone
+6281374939443
Journal Mail Official
baitulhikmah@diniyah.ac.id
Editorial Address
Pascasarjana IAI Diniyyah Pekanbaru Jl. KH. Ahmad Dahlan No.100, Pekanbaru, Riau, Indonesia, 28121
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman
ISSN : 29884217     EISSN : 29884209     DOI : https://doi.org/10.46781/baitul_hikmah
Core Subject : Religion, Education,
Published by Pascasarjana IAI Diniyyah Pekanbaru, since Volume 1 Issue 1 June 2023. Baitul Hikmah is a journal run by the Pascasarjana IAI Diniyyah Pekanbaru, which is regularly published every June and December. The journal focuses on the Islamic Science. The writings in this journal are open to academics, researchers, and professionals in The Islamics Field.
Articles 30 Documents
Korelasi Kedudukan dan Fungsi Sunnah Sebagai Sumber Hukum dengan Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik Indriyani, Sri; Neriani, Neriani; Assyifa, Dzakirah Nur; Sari, Maya Wulan; Wismanto, Wismanto
Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 1 No 2 (2023): Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAI Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/baitul_hikmah.v1i2.888

Abstract

Artikel ini memberikan gambaran tentang kedudukan dan fungsi Sunnah dalam Al-Qur'an. Jika Al-Qur’an sebagai sumber ajaran Islam terjamin kebenarannya, maka keutuhan dan kemurniannya hanya mencakup kaidah-kaidah umum syariat Islam. Jadi diperlukan bantuan untuk menafsirkan aturan dan hukum yang masih bersifat universal ini. Ketika Nabi masih hidup, para sahabat langsung bertanya kepada Nabi Muhammad SAW tentang permasalahan yang muncul. Sunnah merupakan keterangan Nabi Muhammad SAW berupa ucapan (sunnah qauliyah), perbuatan (sunnah fi'liyah) dan ketetapan Nabi (sunnah taqririyah). Selain itu, Sunnah juga merupakan sumber hukum kedua setelah Al-Qur'an. Hal ini disebabkan adanya perbedaan hakikat yaitu Al-Qur’an adalah qhat’i al wurud sedangkan Sunnah adalah Dhani al wurud. Walaupun fungsi Sunnah dalam kaitannya dengan Al-Qur'an adalah yang pertama, namun Sunnah berfungsi sebagai penegas (ta'qid) terhadap apa yang dibawa oleh Al-Qur'an. Kedua, fungsi Sunnah sebagai penjelasan (tabyin) yang terdapat dalam Al-Qur'an. Dan ketiga, fungsi Sunnah sebagai maqillana atau penetapan hukum yang belum ada dalam Al-Qur'an. Sunnah dan Alquran merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan antara mubayyin dan maudhu al bayan, mufashili dan maudhu ijmal serta juz' dan kull. Al-Qur'an lah yang membawa syariat secara ijmal dan sunnah yang menjelaskan semua juz'ii.
Peran Ekonomi Syariah dalam Membentuk Pribadi yang Berjiwa Entrepeneur dan Islami Wardana, Ali
Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 2 No 1 (2024): Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAI Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/baitul_hikmah.v2i1.900

Abstract

Dalam sejarah islam, kewirausahaan dalam ekonomi adalah sesuatu yang sangat mutlak di dalam hidup manusia selaku pemimpin di muka bumi sebagai fungsinya memelihara bumi serta membawa ke arah yang lebih baik. Entrepreneur bukan perihal yang asing karena Rasulullah serta banyak teman- temannya merupakan pedagang dalam fase Mekah. Dan islam menjunjung seseorang entrepeneur yang amanah serta menempatkan para pedagang yang jujur dan amanah kepada tempat yang terpuji seperti para nabi, syuhada dan Solihin. Hingga, lewat ekonomi syariah/Islam pula berfungsi membentuk jiwa yang mempunyai jiwa entrepeneurship yang islami. Riset ini ialah riset kepustakaan ataupun library research, dengan pengumpulan informasi dengan menelaah secara kritis serta mendalam terhadap bahan- bahan pustaka yang relevan. dan hasil penelitian ini ialah ekonomi syariah mempunyai kedudukan yang penting dalam membentuk jiwa Entrepreneurship yang islami, terdapat Enam karakter yang dimiliki oleh entrepreneur Islami ialah disiplin, mandiri, realistis, berkomiten, jujur, serta produktif. bila diimplementasikan keenam perihal tersebut maka orang tersebut sudah bisa menjadi seseorang Entrepreneur islami.
Guru Ideal Menurut Imam Al-Zarnuji dalam Kitab Ta’lim Al-Muta’allim Rahman, Abdul; Helmi, Taufik; Apriadi, Dwi
Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 2 No 1 (2024): Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAI Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/baitul_hikmah.v2i1.976

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tentang Guru Ideal dalam pandangan Imam Al-Ghazali dan Syekh Az-Zarnuji. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian tentang Guru Ideal dalam pandangan Imam Al-Ghazali dan Syekh Az-Zarnuji serta Kritik terhadap kondisi guru saat mengajar dapat disimpulkan sebagai berikut: Kriteria guru ideal menurut Syekh Az-Zarnuji adalah: 1. Alim, Berilmu / memiliki ilmu pengetahuan sama halnya dengan memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi pedagogik. 2. Wara‟, Bersifat Wara’, berbudi pekerti luhur, bijaksana dan penyabar berarti telah memiliki salah satu standar kompetensi guru (kompetensi kepribadian). Bersifat Wara’, berbudi pekerti luhur, bijaksana dan penyabar berarti telah memiliki salah satu standar kompetensi guru (kompetensi kepribadian) yaitu Seorang guru yang memiliki kompetensi kepribadian. 3. Tua usianya. Berpengalaman/lebih tua dapat dikatakan telah memiliki kompetensi profesional dan kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Berpengalaman/lebih tua dapat dikatakan telah memiliki kompetensi profesional dan kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional yaitu Seorang guru yang berpengalaman tentu memiliki keahlian.
Ikhtilath dalam Dunia Pendidikan Nurhasanah, Nurhasanah
Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 2 No 1 (2024): Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAI Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/baitul_hikmah.v2i1.990

Abstract

Penelitian ini bertujuan membahas dan menyikapi persoalan ikhtilath pada dunia Pendidikan terutama ketika dalam kondisi belajar mengajar. Interaksi antara laki-laki dengan Perempuan ketika dalam proses pembelajaran akan mendatangkan beberapa dampak sosial bagi siswa dan siswi atau mahasiswa-mahasiswi. Kondisi masa kini yang semuanya serba bebas dan terbuka memang sangat mendukung sekali bagi sebuah komunitas terutama pada lembaga pendidikan untuk berikhtilath. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Library Research yaitu suatu pendekatan dengan menelaah beberapa buku dan sumber bacaan lainnya yang terkait dengan pembahasan penelitian. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menganalisa pendapat pendapat dari beberapa tokoh. Adapun hasil yang diperoleh bahwasahnya ikhtilah dalam proses belajar belajar adalah diperbolehkan dengan ketentuan tidak menyalahi ketentuan syari’at dan sesuai dengan adat istiadat dan etika
Media Promosi Pondok Pesantren Hayatul Qur'an Indragiri Hilir Riau Komariah, Nur; Rahmaisyah, Rahmaisyah; Haldian, Haldian; Wulandari, Silvia
Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 2 No 1 (2024): Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAI Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/baitul_hikmah.v2i1.1047

Abstract

Penelitian ini mengkaji media promosi yang digunakan oleh Pondok Pesantren Hayatul Qur'an di Indragiri Hilir dalam meningkatkan jumlah calon santri baru. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Hayatul Qur'an menggunakan media promosi yang beragam, meliputi website resmi, akun media sosial (Facebook, Instagram, YouTube), brosur, dan spanduk. Selain itu, promosi juga dilakukan melalui kerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan lain dan kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan. Pemanfaatan teknologi informasi melalui media sosial, pesantren ini berupaya mempromosikan keunggulan dan program-program unggulannya untuk menarik minat masyarakat. Temuan ini memberikan gambaran tentang cara pesantren memanfaatkan media promosi untuk memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan jumlah peminat calon santri baru.
Perspektif Pendidik Berakhlakul Karimah Menurut Hafidz Hasan Al Mas’ud dalam Kitab Taisirul Kholak Fi Ilmi Akhlak Amin, Muhammad; Ramadhan, Syahri; Aziz Rahman HSB, Abdul; Jamilah, Ika Imroatul
Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 2 No 2 (2024): Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAI Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/baitul_hikmah.v2i2.1083

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Cara pandang Pendidik Bermoral Karimah Menurut Hafidz Hasan Al Mas’ud dalam kitab Taisirul Kholak Fi Ilmi Akhlak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library study). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan mengedit, mengorganisasikan, dan mencari hasil data yang kemudian melakukan analisis lebih lanjut terhadap hasil pengorganisasian data dengan menganalisis isi untuk melakukan tinjauan pustaka terhadap konsep akhlak dalam kitab Taisirul Kholak karya Syaikh Hafidz Hasan Al-Mas'udi. Dalam konteks ini, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Reduksi data, penyajian data, dan menarik Kesimpulan. Adapun hasil penelitian ini adalah pendidik berakhlak karimah menurut Syaikh Hafidz Hasan Mas’udi yang berkaitan dengan kitab Taisirul Kholak Fi Ilmi Akhlak merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan karena pendidikan menjadi investasi yang memberi keuntungan sosial dan pribadi yang menjadikan bangsa bermartabat dan menjadikan individunya menjadi manusia yang memiliki derajat. Sebaliknya, pendidikan merupakan salah satu bagian terpenting dari pembangunan nasional karena pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi siswa dengan tujuan mereka menjadi orang yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, pendidikan nasional bertanggung jawab untuk menumbuhkan kemampuan, watak, dan peradaban bangsa yang unggul. Tujuan pendidikan nasional adalah untuk menumbuhkan potensi orang-orang yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan. kuat, baik hati, dan sehat. Jadilah orang yang terpelajar, inovatif, mandiri, dan bertanggung jawab sebagai warga Negara.
Memperbaiki Lingkungan Sekolah Ratna Sari, Meta; Rafiqah, Lailan
Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 2 No 1 (2024): Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAI Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/baitul_hikmah.v2i1.1091

Abstract

Tujuan dari penelitian untuk mengkaji perbincangan mengenai lingkungan sekolah, dengan mengurai pembahasan terkait lingkungan sekolah, bentuk-bentuk sekolah, sekolah sebagai institusi sosial dan hukum-hukum kemasyarakatan. Penelitian ini berupaya untuk mempelajari lebih jauh tentang bagaimana menjadikan sekolah lebih baik. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan sebagai metodologinya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Lingkungan sekolah tidak hanya mencakup bangunan fisik tetapi juga non fisik yang terdapat pada tempat tersebut; (2) Tiga tingkat sekolah (dasar, menengah, dan tinggi) digunakan dalam mengkategorikan bentuk sekolah. Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibdidaiyah (MI) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang sederajat adalah dua format pendidikan dasar yang ditawarkan. Sekolah Menengah Kejuruan (SMA), Madrasah Aliah (MA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan sejenisnya merupakan bentuk-bentuk jenjang menengah. Universitas, akademi, politeknik, sekolah menengah atas, dan institut merupakan contoh jenjang pendidikan tinggi. Sementara Pendidikan sebelum Sekolah Dasar dikenal dengan sebutan Raudhatul Athfal (RA) atau Taman Kanak-Kanak (TK). Penyelenggaraan pendidikan formal bisa berupa pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, kejuruan, agama, atau khusus, tergantung pada jenis sekolahnya; (3) Sekolah disebut sebagai institusi sosial karena sekolah merupakan sebuah lembaga tertruktur yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat; (4) Hukum kemasyarakatan berupa menaati pemimpin, berakhlak yang baik, memelihara kesejahteraan sosial dan memelihara sikap toleransi melalui berperilaku demoktratis, bersikap adil, simpati dan empati. Hukum kemayarakatan ini merupakan alat kontrol sosial, yang memandu perilaku individu untuk memenuhi norma-norma masyarakat.
Peluang dan Tantangan Digitalisasi Bagi Pendidikan Agama Islam Bainar, Bainar
Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 2 No 2 (2024): Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAI Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/baitul_hikmah.v2i2.1092

Abstract

Di zaman digitaliasi atau teknologi yang terus berkembang dengan cepat, pendidikan Islam menghadapi tantangan yang besar dan juga peluang menarik. Inovasi digital telah merubah sepenuhnya bidang pendidikan, mengubah metode pembelajaran, cara mengakses informasi, dan interaksi dengan lingkungan. Permasalahan yang dihadapi berhubungan dengan kesenjangan dalam aksesibilitas dan kesenjangan digital. terjangkau oleh akses internet. memiliki kemampuan yang cukup untuk mengakses infrastruktur teknologi. Hambatan dalam mencapai akses ini mungkin menghalangi kemungkinan penyebaran pendidikan Islam melalui media digital. Di samping itu, tekonologi sekarang juga berdampak terhadap kemampuan seseorang dalam memanfaatkan teknologi digital dalam konteks pendidikan Islam. Penelitian yang digunakan peneliti yaitu Libary Rised yaitu data dengan menganalisa dan membaca jurnal, buku yang berkaitan dan literatur lainnya. Dapat disimpulkan transformasi digitalisasi melibatkan perubahan pendidikan yang lebih baik melalui pemanfaatan teknologi dan data. Pelaku di dalam lingkungan pendidikan antara lain terdiri dari siswa, pengajar, pendidik, tenaga administrasi, lulusan, orang tua siswa, dan sebagainya. Saat persaingan di sektor pendidikan semakin ketat, maka penggunaan teknologi digital dalam dunia pendidikan menjadi sangat penting agar lembaga pendidikan dapat tetap lebih baik di zaman digitali
Penerapan Metode Reading Guide untuk Meningkatkan Literasi Membaca Masidayu, Masidayu; Deprizon, Deprizon; Salman, Salman
Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 2 No 1 (2024): Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAI Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/baitul_hikmah.v2i1.1094

Abstract

Permasalahan yang ditemukan di lapangan siswa kelas V di SDN 10 Sungai Tengah tidak mahir membaca, yang menyebabkan masalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan metode pedoman membaca untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas V. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan dan empat tahapan: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian akan berlangsung dari Mei hingga Juni 2024. Penelitian ini melibatkan 18 siswa kelas V, 6 laki-laki dan 12 perempuan. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, observasi, dan tes. Sesuai dengan hasil penelitian, siswa kelas V memiliki kemampuan membaca yang baik. Dalam siklus I, literasi membaca siswa kelas V SDN 10 Sungai Tengah tergolong baik dengan penerapan metode panduan membaca dengan rata-rata 78,33%. Pada siklus II, literasi membaca siswa sangat baik dengan rata-rata 88,33%, dan hanya 11 dari 18 siswa yang tuntas dengan ketuntasan belajar klasik 61,1%. Pada siklus III, literasi membaca siswa sangat baik dengan rata-rata 83,3%, dan dari 18 siswa yang tuntas, hanya 15 yang tuntas dengan ketuntasan belajar klasik.
Sejarah Peradaban Islam: Pandangan Tokoh Pembaharu Islam Terhadap Hadis Firman, Firman; Yasti, Suci Amalia; Saputra, Doni; Rafika, Alfiah; Erasiah, Erasiah
Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 2 No 2 (2024): Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAI Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/baitul_hikmah.v2i2.1108

Abstract

Penelitian ini mengkaji pandangan beragam tokoh pembaharu pendidikan Islam yang muncul dengan berbagai pandangan terhadap peran Hadis sebagai sumber hukum. Beberapa di antara mereka menegaskan keabsahan dan otentisitas Hadis sebagai landasan hukum yang tak terbantahkan. Sementara itu, ada yang berupaya mereformasi pemahaman terhadap Hadis dengan mengakomodasi konteks kekinian, tanpa mengurangi nilai otoritasnya. Keanekaragaman pandangan dan pendekatan dalam menanggapi tantangan dan perubahan zaman mencirikan periode ini, menciptakan sebuah dinamika yang menarik dalam pemahaman Islam modern. Metode penelitian ini adalah penelitian sejarah atau historical research yang fokus pada pandangan tokoh-tokoh pembaharu pendidikan terhadap Hadis. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa Ali Pasya berkontribusi pada pengkodifikasian hadis, Al-Tahtawi menyoroti pentingnya kembali kepada ijtihad sebagai sarana untuk menghadapi perubahan zaman. Muhammad Abduh mengusung pendekatan kritis terhadap hadis, menekankan logika dan kejelasan informasi. Rasyid Ridha awalnya memiliki pandangan yang lebih selektif terhadap hadis, namun kemudian menjadi pembela hadis setelah mendalami lebih lanjut ilmu-ilmu hadis dan fiqih. Dan Sayyid Ahmad Khan memberikan penekanan pada kualitas hadis sebagai landasan dalam pandangannya terhadap mengikuti sunnah.

Page 2 of 3 | Total Record : 30