cover
Contact Name
Nurlathifah N. Yusuf
Contact Email
prohealthhamzar@gmail.com
Phone
+6287864835107
Journal Mail Official
aupia@stikeshamzar.ac.id
Editorial Address
Maraqitta'limat Foundation Education Complex, Mamben Daya Branch, Jl. TGH. Zainuddin Arsyad, No : 100 Wanasaba District, East Lombok Regency, NTB Province, Indonesia 83658, Telp/Fax. (0376)2924270 Email: stikeshamzar@yahoo.co.id Website : www.stikeshamzar.ac.id
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Prohealth Journal
ISSN : 20892047     EISSN : 29619076     DOI : https://doi.org/10.59802/phj
Core Subject : Health,
ProHealth Journal is a open source journal (e-journal) for nurses, midwife, health care profession, and researcher which published by STIKES Hamzar Mamben, East Lombok, NTB. ProHealth Journal will be published two times a year in June and December. ProHealth Journal received both article research and original literature review articles that have not been published in other medias or other scientific journals. Focus and scopes of the journal including: public health, nursing, midwifery, nutrition, environmental health, and health promotion.
Articles 100 Documents
Gambaran Gambaran Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja dalam Mengkonsumsi Air Putih Wahyu Widiantari, Made Ary; Daryaswanti, Putu Intan
ProHealth Journal Vol 20 No 1 (2023): June
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59802/phj.2023201105

Abstract

Saat ini banyak remaja mengkonsumsi minuman-minuman selain air putih, seperti soft drink. Salah satu contoh akibat kurang mengkonsumsi air putih akan menurunkan konsentrasi siswa saat belajar di kelas. Kurang mengkonsumsi air putih dalam jangka panjang akan mengakibatkan seseorang mengalami dehidrasi berat yang dapat mengakibatkan kerusakan pada organ ginjal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap remaja dalam mengkonsumsi air putih di SMAN 1 Semarapura. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu simpel random sampling. Populasi penelitian ini adalah remaja di SMAN 1 Semarapura dengan jumlah sampel yaitu 228 siswa. Instrumen penelitian yang dipakai yaitu berupa kuesioner. Data kemudian diolah menggunakan SPSS dengan uji univariat. Hasil penelitian dari 228 responden yaitu pengetahuan remaja dalam mengkonsumsi air putih sebagian besar sebagian besar dalam kategori baik yaitu sebanyak 129 responden (56,6%). Sikap remaja dalam mengkonsumsi air putih sebagian besar dengan kategori positif yaitu sebanyak 140 responden (61,4%) dan sebagian besar remaja yang memiliki tingkat pengetahuan baik dalam mengkonsumsi air putih dan memiliki sikap yang positif dalam mengkonsumsi air putih yaitu sebanyak 109 responden (84,5%). Tingkat pengetahuan dan sikap remaja dalam mengkonsumsi air putih dalam kategori baik. Kebiasaan remaja dalam mengkonsumsi air putih dapat ditingkatkan dengan poster atau banner yang dipajang di masing-masing kelas sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja dalam mengkonsumsi air putih.
Analisis Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Kecemasan Perawat Pasca Pandemi Covid-19 Di Puskesmas Selong Sasteri Yuliyanti; Rizki, Erin Yanuari; Khairari, Nandang DD
ProHealth Journal Vol 20 No 1 (2023): June
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59802/phj.2023201106

Abstract

Latar Belakang: Saat ini, dunia masih berada pasca pandemi Covid-19 dimana kasusnyasudah mulai berkurang. Perawat sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19,memiliki peranan besar dalam memberikan pelayanan langsung pada pasien. Perawatadalah seseorang yang profesional mempunyai kemampuan, tanggungjawab dankewenangan melaksanakan pelayanan dan asuhan yang berhubungan dengan keperawatanpada berbagai jenjang pelayanan keperawatan. Oleh karena itu, perawatberesiko tinggi menghadapi kondisi psikis seperti kecemasan. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan perawat pasca pandemi Covid-19 di Puskesmas Selong. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Penentuan sampel menggunakan Total Sampling dengan jumlah sebanyak 47 responden. Uji bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 26-35 tahun dengan tingkat kecemasan ringan sebanyak 17 orang (36,2%), responden berjenis kelamin perempuan sebagian besar merasakan tingkat kecemasan ringan sebanyak 21 orang (44,7%) dan penggunaan APD tidak lengkap merasakan kecemasan ringan sebanyak 26 orang (55,3%). Uji statistic menunjukkan bahwa ada hubungan antara usia (nilai p =0,038<0,050), jenis kelamin (nilai p=0,031<0,050), dan ketersediaan APD (nilai p=0,000<0,050) terhadap tingkat kecemasan perawat pasca pandemi Covid-19. Kesimpulan : Ada pengaruh yang signifikan antara usia, jenis kelamin dan ketersediaan APD dengan tingkat kecemasan perawat pasca pandemi Covid-19 di Puskesmas Selong
Hubungan Hubungan Gula Darah Dengan Nilai Ankle Brachial Index (ABI) Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Widyanata, Komang Agus Jerry; Daryaswanti, Putu Intan; Artawan, I Kadek
ProHealth Journal Vol 20 No 1 (2023): June
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59802/phj.2023201107

Abstract

Diabetes Melitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit kronis karena tubuh tidak mampu menggunakan insulin yang diproduksinya secara efektif. Kadar glukosa dalam darah yang tidak stabil pada penderita DM tipe 2 dapat menimbulkan berbagai komplikasi salah satunya adalah neuropati perifer. Penilaian ABI terhadap Pasien DM tipe 2 perlu dilakukan untuk mengetahui secara dini terjadinya neuropati perifer terutama pada telapak kaki. Rendahnya nilai ABI yang menimbulkan gangguan vaskular dipengaruhi oleh multi faktor seperti usia yang semakin bertambah, lamanya menderita DM, obesitas, menkonsumsi obat anti hiperglikemik yang belum tepat, tingkat aktivitas fisik yang rendah, perawatan kaki yang belum optimal dan diet DM belum dilakukan secara taat, serta kontrol glikemik yang buruk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih lanjut Hubungan Gula Garah Dengan Nilai Ankle Bracial Index (ABI) Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Utara. Penelitian ini menggunakan penelitian korelatif dengan rancangan cross-sectional study dengan 80 responden yang merupakan penderita DM di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Utara. Instrument untuk mengukur nilai ABI adalah tensi meter digital, SPO, dan lembar leklist dan untuk mengukur gula darah menggunakan SPO dan glucotest yang sudah terkalibrasi. Analisis data dilakukan analisa data dengan menggunakan uji statistik parametrik Pearson. Pada uji korelasi (Product Moment) hipotesa alternatif diterima apabila nilai p<0,05. Hasil penelitian menunjukan nilai gula darah pasien DM di wilayah Kuta Utara Sebagian besar masuk ke dalam kategori tidak terkontrol (71,2%), nilai Angle Bracial Indek (ABI) pasien DM di wilayah Kuta Utara Sebagian besar masuk ke dalam kategori ditoleransi (42,4%), dan Nilai Gula darah dengan nilai Angkle Bracial Indek (ABI) memiliki hubungan yang signifikan dengan nilai hubungan negative. Artinya adalah semakin tinggi nilai gula darah pasien makan semakin rendah nilai ABI dan berpotensi mengalami Periperal Arteri Desease (PAD)
Gambaran Tingkat Kecemasan pada Pasien Diabetes Mellitus di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Tingkat II Udayana Ratnasari, Ni Putu Diah; Widyanata, Komang Agus Jerry
ProHealth Journal Vol 20 No 2 (2023): December
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59802/phj.2023202108

Abstract

Latar Belakang : Diabetes melitus (DM) merupakan suatu penyakit yang terjadi karna adanya gangguan metabolisme kronis yang ditandai peningkatan glukosa darah atau yang bisa disebut dengan hiperglikemi. Tingkat kecemasan yang tinggi dapat memicu kadar gula darah seseorang semakin meningkat dan berpotensi mengalami komplikasi DM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kecemasan pada pasien Diabetes Mellitus di Rumkit TK II Udayana Metode : Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang sedang melakukan pemeriksaan atau control rutin di Rumkit TK II Udayana dengan besar sampel 182 orang dengan tehnik probability random sampling. Instrument yang digunakan adalah kuisioner HARS. Uji analisis menggunakan uji deskriptif. Hasil : Hasil penelitian dari 182 orang didapatkan hasil tingkat kecemasan pada pasien DM dalam kategori tidak ada kecemasan (11,5%), tingkat kecemasan ringan (42,3%), tingkat kecemasan sedang (24,7%), tingkat kecemasan berat (21,4%) Simpulan : Tingkat kecemasan pada pasien diabetes mellitus di Poli Penyakit Dalam Rumkit TK II Udayana dalam kategori tingkat kecemasan ringan. Meningkatkan penyuluhan atau edukasi kesehatan kepada penderita diabetes mellitus untuk meningkatkan pengetahuan lebih banyak mendapatkan penyuluhan / informasi tentang penyakit DM sehingga pasien bisa mengatasi kecemasan yang mereka alami.
Pengaruh Penggunaan Media Sosial Sebagai Media Promosi Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja Di SMPN 1 Sakra Herli Masturi; Husniyati Sajalia; R Supini
ProHealth Journal Vol 20 No 2 (2023): December
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59802/phj.2023202112

Abstract

Ditengah kemajuan teknologi dan perubahan sosial, pola pendidikan orang tua kepada remaja tidak berubah. Informasi tentang kesehatan reproduksi dan seksualitas masih tabu untuk dibicarakan. Akibatnya, remaja mendapatkan informasi yang salah, sehingga terjadi banyaknya penyimpangan perilaku seksual para remaja. Penelitian ini merupakan penelitian pre-experiment design dengan pendekatan one group pretest posttest design, populasi sebesar 782 orang, sampel sebesar 89 orang yang diambil menggunakan Stratified random sampling, instrument yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data menggunakan Uji Paired T-Test. Hasil Uji Paired T-Test menunjukkan nilai signifikansi pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan promosi kesehatan sebesar 0,000 < 0,05. yang berarti Hɑ diterima dan Ho ditolak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh penggunaan media sosial sebagai media promosi kesehatan terhadap tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja di SMPN 1 Sakra.
Identifikasi Faktor Resiko Secara Konsisten Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Hermayani; Selina Boseren; Peny W.B Maran; Inggrit Rita Uli Manik
ProHealth Journal Vol 20 No 2 (2023): December
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59802/phj.2023202113

Abstract

Stunting adalah masalah kesehatan Global yang umumnya terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun, kondisi ini terjadi akibat kurangnya asupan gizi, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan, dimulai sejak pembuahan dan berakhir pada dua tahun pertama kehidupan. Stunting dapat mempengaruhi pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak, serta meningkatkan resiko penyakit kronis masa dewasa. Prevalensi stunting di Indonesia mengalami penurunan secara signifikan yang ditunjukkan oleh SSGI, Tahun 2018 30,8%, menjadi 27,7% tahun 2019, kemudian turun menjadi 24,4% dan menurun lagi menjadi 21,6% di tahun 2022 sehingga pemerintah menargetkan terjadi penurunan hingga 14% di tahun 2024. Beberapa Strategi pemerintah untuk percepatan penurunan angka stunting dengan 5 pilar yakni : komitmen, pencegahan stunting, melakukan konvergensi, menyediakan pangan yang baik, dan melakukan terobosan dan data yang baik. Serta 3 upaya yang difokuskan dilakukan oleh Kemenkes. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor resiko determinan yang secara konsisten terkait dengan kejadian stunting, Metode yang digunakan adalah search engine google schoolar, pubmed dengan kata kunci Stunting, Review ini menerapakan batasan tahun terbit 5 tahun (2019 - November 2023). 12 Artikel yang memenuhi kriteria. Kesimpulan : stunting pada anak dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang melibatkan pendidikan ibu, pengetahuan ibu, perawakan ibu. Pendek, Pola asuh, Bayi lahir dengan berat badan rendah, Balita dengan riwayat infeksi, ASI Eksklusif dan status sosial ekonomi, hal ini menggarisbawahi kompleksitas faktor-faktor yang berkontribusi terhadap stunting pada anak, dan menyoroti pentingnya intervensi yang holistik melibatkan aspek-aspek kesehatan ibu, pola asuh, sanitasi lingkungan, dan faktor ekonomi dalam upaya mencegah dan mengurangi stunting pada anak.
Hubungan Antara Kepercayaan Diri dengan Optimisme Menyusun Skripsi pada Mahasiswa Akhir Stikes Hamzar Lombok Timur Agustina Mara; Muh. Jumaidi Sapwal; Dina Alfiana Ikhwani
ProHealth Journal Vol 20 No 2 (2023): December
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59802/phj.2023202114

Abstract

Latar Belakang : Optimisme merupakan dorongan dari hati yang memunculkan suatu keyakinan untuk selalu berfikir positif. Faktor yang mempengaruhi sikap optimis dalam diri seseorang adalah unsur keperibadian salah satunya adalah Kepercayaan diri. Kepercayaan Diri merupakan suatu keyakinan atau nilai diri dengan potensi yang kita miliki. Dalam mengerjakan skripsi sebagai tugas akhir,mahasiswa dibutuhkan kepercayaan diri karena kepercayan diri mahasiswa merupakan salah satu faktor internal dalam penyelesaian skripsi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Antara Kepercayaan Diri dengan Optimisme menyusun Skripsi pada mahasiswa Akhir Stikes Hamzar Lombok Timur. Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian korelasi. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 41 orang. Pengambilan sampel menggunakan Teknik Total Sampling dan didapatkan sebanyak 41 responden, analisa yang digunakan yaitu uji statistic Rank Spearman Hasil : Pada hasil uji statistic Rank Spearman nilai signifikansinya didapatkan p-value yaitu 0,000 (p<0,05). Simpulan : Ada Hubungan Hubungan Antara Kepercayaan Diri dengan Optimisme Menyusun Skripsi pada mahasiswa akhir STIkes Hamzar Lombok Timur.
Pengaruh Media Animasi Dalam Meningkatkan Kemampuan Diagnosa Gangguan Keseimbangan Asam Basa dalam Tubuh Pada Mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan STIKes Hamzar Baiq Fina Farlina
ProHealth Journal Vol 20 No 2 (2023): December
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59802/phj.2023202115

Abstract

Latar Belakang: Keseimbangan asam basa dipengaruhi oleh jumlah ion hydrogen dalam tubuh. Jika ion hydrogen dalam tubuh tidak seimbang maka akan menyebabkan gangguan keseimbangan asam dan basa dalam tubuh. Materi ini harus dipahami mahasiswa keperawatan untuk mampu mendiagnosa gangguan-gangguan keseimbangan asam basa dalam tubuh. Materi ini bersifat abstrak sehingga dibutuhkan media pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa. Tujuan: untuk menganalisis pengaruh pemberian video animasi terhadap kemampuan mendiagnosa gangguan keseimbangan asam basa dalam tubuh. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperimen), dengan rancangan pretest-postest control group design. Populasi dari penelitian ini adalah semua mahasiswa semester I Program Studi S1 Ilmu Keperawatan Tahun berjumlah 88 orang. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan uji independen sample t-test. Hasil Penelitian: berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai sig. < 0,05 yaitu 0,000 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan posttest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Namun, Jika dilihat dari nilai mean pada kelompok ekperimen yang diberikan media pembelajaran menggunakan animasi lebih tinggi yaitu sebesar 74.52 dibandingkan dengan nilai mean pada kelas eksperimen sebesar 68.95 yang diberikan media pembelajaran menggunakan Power Point.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang Hiv/Aids Dengan Upaya Pencegahan Hiv/Aids Di SMAN 1 Aikmel Siti Muhaimin; Suhaemi; Husniyati Sajalia
ProHealth Journal Vol 20 No 2 (2023): December
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59802/phj.2023202116

Abstract

Latar Belakang : Masa remaja adalah masa dimana individu berada pada mobilitas sosial yang paling tinggi. Mobilitas sosial yang tinggi ini akan membuka peluang baginya untuk terpapar terhadap berbagai perubahan sosial, kultural, budaya, serta fisik maupun psikologis. Akibatnya remaja tersebut mempunyai kerentanan yang tinggi terhadap penularan berbagai jenis penyakit khususnya HIV/AIDS. Tujuan: Untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Remaja Tentang HIV/AIDS Dengan Upaya Pencegahan HIV/AIDS di SMAN 1 Aikmel 2022 Metode : Jenis penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan metode cross- sectional. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 80 remaja dari kelas X di SMAN 1 Aikmel dengan menggunakan classter random sampling. Variable bebas dalam penelitian ini berupa pengetahuan dan sikap remaja tentang HIV/AIDS, sedangkan Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu upaya atau tindakan pencegahan HIVAIDS,Instrument menggunakan questioner dan data dianalilis menggunakan Chi Square Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan tindakan pencegahan HIV/AIDS pada remaja di SMAN 1 Aikmel (p=0,001) Ada hubungan sikap tentang HIV/AIDS dengan tindakan pencegahan HIV/AIDS pada remaja di SMAN 1 Aikmel (p=0,000) Simpulan : Berdasarkan hasil penelitian di simpulkan bahwa Sebagian besar tingkat pengetahuan remaja SMAN 1 Aikmel tentang HIV/AIDS yaitu kurang, sebagian besar sikap tentang HIV/AIDS yaitu negatif dan sebagian besar upaya pencegahan yaitu tidak melakukan.
Virgin Coconut Oil (VCO) Meningkatkan Epitelisasi Luka Diabetes Mellitus Daryaswanti, Putu Intan; Widyanata, Komang Agus Jerry; Artawan, I Kadek
ProHealth Journal Vol 21 No 1 (2024): June
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59802/phj.2024211117

Abstract

Diabetic wounds are a complication of Diabetes Mellitus (DM) which is caused by peripheral blood vessel disorders and neuropathy. Treatment for diabetic wounds is not sufficient to be treated using antibiotics, but wound care must be carried out. The important thing in wound care is time and quality to improve the healing of the procedure and to reduce the costs associated with healing. The aim of this research was to determine the effect of administering VCO on diabetic wound healing. This study used a one group pre- post test experimental design to determine differences in the degree and extent of wounds as well as wound healing time after being given VCO. The number of samples in this study was 11 people in 1 group of patients who had DM wounds. Most of the respondents were aged 56 – 65 years (54.6%) and were male (63.6%). In pre-test conditions or before being given VCO. Most of the wound area before intervention was (11.85) with the base color of the wound being red, the type of fluid being serious to haemooserous, the skin around the wound being healthy, erythema, edema and hyperpigmentation with an average of epithelium (1.82). Most of the wound areas after intervention were large (6.65) with the base color of the wound pink (epitilization), dry to serous fluid type, the skin around the wound was healthy, with an average epilation (68.64). There was a significant difference between before and after wound treatment using VCO in terms of diabetic wound area of 0.006 and wound epithelialization of 0.000 where p < 0.05. VCO can increase skin moisture which can stimulate collagen synthesis thereby accelerating epithelialization and granulation of wound tissue.

Page 6 of 10 | Total Record : 100