cover
Contact Name
Nurlathifah N. Yusuf
Contact Email
prohealthhamzar@gmail.com
Phone
+6287864835107
Journal Mail Official
aupia@stikeshamzar.ac.id
Editorial Address
Maraqitta'limat Foundation Education Complex, Mamben Daya Branch, Jl. TGH. Zainuddin Arsyad, No : 100 Wanasaba District, East Lombok Regency, NTB Province, Indonesia 83658, Telp/Fax. (0376)2924270 Email: stikeshamzar@yahoo.co.id Website : www.stikeshamzar.ac.id
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Prohealth Journal
ISSN : 20892047     EISSN : 29619076     DOI : https://doi.org/10.59802/phj
Core Subject : Health,
ProHealth Journal is a open source journal (e-journal) for nurses, midwife, health care profession, and researcher which published by STIKES Hamzar Mamben, East Lombok, NTB. ProHealth Journal will be published two times a year in June and December. ProHealth Journal received both article research and original literature review articles that have not been published in other medias or other scientific journals. Focus and scopes of the journal including: public health, nursing, midwifery, nutrition, environmental health, and health promotion.
Articles 86 Documents
Relationship betwen child diet and stunting events in toodler age 1-2 years in Belanting Village work area Belanting Health Center Ririnisahawaitun; Dina Alfiana Ikhwani; Nurul Ijtihad
ProHealth Journal Vol 17 No 1 (2020): June
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Stunting merupakan masalah utama yang dihadapi oleh Indonesia. Data Who menyebutkan bahwa indonesia menempati urutan keempat dunia untuk jumlah stunting pada anak yaitu sekitar 8,8 juta Jiwa (36%). Desa Belanting menempati urutan ke 9 di kabupaten Lombok Timur untuk jumlah kasus stunting pada anak yaitu sebanayak 36 kasus. Stunting disebabkan oleh faktor multidimensi yang salah satunya adalah pengaturan pola makan anak. Balita usia 1-2 tahun umumnya memiliki nafsu makan yang naik turun, serta makan merupakan hal yang tidak menyenangkan karena pada usia ini anak cenderung lebih aktif bermain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola makan anak terhadap kejadian stunting pada balita usia 1-2 tahun di Desa Belanting wilayah kerja Puskesmas Belanting. Penelitian ini merupakan penelitian analisis korelasi dengan pendekatan cross sectional, pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, instrumen yang di gunakan adalah kuesioner, dan analisa data menggunakan uji spearman rank. Populasi berjumlah 115 orang balita usia 1-2 tahun di desa Belanting, dan Sampel penelitian yang diambil sebanyak 53 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak memiliki pola makan kurang baik sebanyak 27 orang (50,9%) dan sebagian besar anak berada dalam kategori normal sebanyak 29 orang(54,7%). Hasil analisis uji statistik dengan menggunakan uji Spearman Rank didapatkan nilai p value 0,000 <α 0,05 artinya ada hubungan antara pola makan anak terhadap kejadian stunting pada balita usia 1-2 tahun di desa Belanting wilayah kerja Puskesmas Belanting.
PENGARUH TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK SOSIALISASI TERHADAP KEMAMPUAN SOSIALISASI LANJUT USIA DI POSYANDU LANSIA BERMI WILAYAH BINAAN PUSKESMAS DENGGEN Sasteri Yuliyanti; Erni Payapo
ProHealth Journal Vol 17 No 1 (2020): June
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of therapeutic activities of the socialization group on the ability of older people to socialize in the Posyandu for elderly in Bermi under the guidance of the Denggen Health Center in East Lombok district. The research method used was Pre experimental with one group pretest-posttest research design and using total sampling. The results of this study indicate the mean value of the ability of socialization before given treatment is 11.27% and 29.87% after being given treatment. The results of the paired samples test using the SPSS version 16 test showed a significant value of 0,000 (smaller than the value of α = 0.005) which means that there is an effect of therapeutic activity of the socialization group on the ability to socialize the elderly.
PERBANDINGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGA STATUS GIZI BAYI UMUR 6–12 BULAN DI DESA TEMBENG PUTIK Jusmala Sari; SITI NURAINI; SRI HAYATI
ProHealth Journal Vol 17 No 2 (2020): December
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam upaya pencapaian derajat kesehatan yang optimal untuk meningkatkan mutu kehidupan bangsa, keadaan gizi yang baik merupakan salah satu unsur penting. Kekurangan gizi, terutama pada anak-anak akan menghambat proses tumbuh kembang anak. Secara umum terdapat dua faktor utama yang berpengaruh terhadap faktor tumbuh kembang anak, yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan. Lingkungan disini merupakan lingkungan bio–psiko–sosial yang mempengaruhi individu setiap hari mulai dari konsepsi sampai akhir hayatnya. Faktor lingkungan memegang peranan penting dalam tumbuh kembang. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui perbandingan pemberian asi eksklusif dengan status gizi bayi umur 6-12 bulan di Tembeng. Segi waktu desain penelitian yang di gunakan adalah Penelitian komparatif yaitu penelitian yang bersifat membandingkan. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan persamaan dan perbedaan dua atau lebih fakta-fakta dan sifat-sifat objek yang di teliti berdasarkan kerangka pemikiran tertentu. Berdasarkan tabulasi silang dari 50 responden dapat dilihat bahwa sebagian besar responden memberikan ASI ekslusif kepada bayinya yaitu sebanyak 27 orang (54%) mempunyai bayi dengan status gizi baik 24 orang, dan gizi lebih sebanyak 3 orang. Sedangkan dari 23 ibu yang tidak memberikan ASI ekslusif pada bayinya mempunyai status gizi buruk sebanyak 2 orang, gizi kurang 16 orang, gizi baik sebanyak 5 orang. Hasil uji Chi square diatas diketahui nilai Asymp. Sig. (2-sided)atau P-Value (0,000)< dari nilai α (0,05), sehingga dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya ada hubungan yang signifikan menyusui dini dengan status gizi bayi.
Hubungan Status Gizi dan Anemia pada Ibu dengan Kejadian BBLR di RSUD Dr. R. Soedjono Selong Siti Naili Ilmiyani; Yusuf, Nurlathifah N.; Aprianti, Nurannisa Fitria
ProHealth Journal Vol 18 No 1 (2021): June
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59802/phj.202118187

Abstract

Background: In terms of mortality of 60-80% of neonatal deaths caused by low birth weight, because the lbw 20 times higher risk of death in infancy. Malnutrition and anemia lead to low birth weight. The number of pregnant women anemia in bantul regency (36.6%) and nutritional status are event numbers (4.9 percent). Objective : This research is a survey research study design with analytic case control. The sample in this research is an experienced maternity mother lbw and not lbw as much as 246 cases, groups of cases (lbw) 123 and 123 cases of the control group. Analysis of the data used is the test of chi square and multivariate analysis with multiple linear regrasi. Methods: Analysis of the results obtained, that there is no significant relationship between nutritional status with the incident with the highest p 0,236 low birth weight and there is no significant relationship between anemia and lbw with the occurrence value p 0,290. Result :There is no relationship of nutritional status and anemic, but the nutritional status and risk factors for the onset of anemia is a low-value odds ratio 2,070 on nutritional status and 1,324 for anemia. Conclusion: More expectant mothers are expected to be improved again in an effort to consume fe tablets for didn't happen anemia and increased nutritional needs during pregnancy to prevent low birth weight.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RSUD DR. R. SOEDJONO SELONG Baiq Disnalia Siswari; YUNITA EKA SALISNA; MELDA MELINDA
ProHealth Journal Vol 17 No 2 (2020): December
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berat badan merupakan salah satu indikator kesehatan Bayi Baru Lahir (BBL). Secara statistik angka kesakitan dan angka kematian pada neonatus di Negara berkembang adalah tinggi dengan penyebab utama yaitu berkaitan dengan BBLR. Beberapa faktor yang menyebabkan BBLR antara lain anemia, hipertensi, riwayat BBLR dan lahir premature, di RSUD Dr. R. Soedjono Selong sendiri pada tahun 2015 jumlah kelahiran sebesar 2002 bayi dan terdapat 333 (16,63%) bayi yang mengalami BBLR. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan Case Control ,sampel dalam penelitian ini adalah ibu bersalin di RSUD Dr. R. Soedjono Selong sebanyak 192 dengan perbandingan kasus kontrol. Pengumpulan data melalui rekam medik dan tabel observasi pada bulan maret 2017. Untuk melihat hubungan faktor resiko menggunakan analisi Statistic Chi Square. Pada penelitian terdapat 2 (dua) variabel yang mempunyai hubungan bermakna secara statistik sebagai faktor resiko dengan kejadian BBLR, yaitu anemia dengan nilai (p= 0,044 OR 2.305) dan lahir prematur (p=0,093 OR= 2,815). Kesimpulannya terdapat hubungan antara anemia dan lahi prematur dengan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) di RSUD Dr. R. Soedjono Selong.
HUBUNGAN USIA DAN JARAK KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSI NAMIRA Eka Mustika Yanti; SRIWIYANTI; SUSANTI
ProHealth Journal Vol 17 No 2 (2020): December
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penyebab utama tingginya angka kematian bayi adalah Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Faktor yang mempengaruhi BBLR, yaitu usia ibu, jarak kehamilan, status gizi anemia, paritas, riwayat penyakit, solusio plasenta, plasenta previa. Tujuan: Untuk mengetahui faktor risiko terjadinya BBLR dilihat dari usia dan jarak kehamilan. Metode: Penelitian menggunakan metode survey dengan pendekatan case control, pengambilan data menggunakan data sekunder yaitu rekam medik, penelitian dilakukan bulan Mei-Juni 2018. Tekhnik pengambilan sampel adalah simple random sampling, dengan perbandingan jumlah sampel 1:1 yaitu sampel kasus 123 dan sampel kontrol 123. Tekhnik analisis yaitu Chi Square. Hasil Penelitian : Hasil analisis Chi Square menunjukkan usia dan jarak kehamilan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan BBLR (OR = 1,105 dan p value 0,699) sedangkan jarak kehamilan (OR=1,414 dan p value 0,407). Berarti ibu dengan usia reproduksi tidak sehat memiliki resiko 1,105 lebih besar terjadinya BBLR dibandingkan dengan ibu dengan reproduksi sehat dan jarak kehamilan <2 tahun memiliki resiko 1,414 lebih besar dibandingkan jarak kehamilan >2 tahun. Kesimpulan : Tidak ada hubungan usia dan jarak kehamilan dengan kejadian BBLR Saran: Hendaknya lebih meningkatkan pengawasan dalam ANC, meningkatkan penyuluhan tentang faktor-faktor risiko terjadinya BBLR.
HUBUNGAN KEJADIAN LUKA KAKI DIABETIK DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI RSUD Dr. R. SOEDJONO SELONG KABUPATEN LOMBOK TIMUR Supriadi; Maruli Taufandas; Wahyuningsih
ProHealth Journal Vol 17 No 2 (2020): December
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komplikasi yang tersering pada pada penderita DM adalah kaki diabetik. Luka kaki diabetik menjadi salah satu penyebab kecacatan dan kematian pada penderita DM. Angka kematian akibat luka kaki diabetik berkisar 17-23% dan angka amputasi berkisar 15-30%. Dampak fisik luka kaki diabetik diantaranya adalah infeksi pada luka sehingga membutuhkan penanganan minor seperti debridement dan pemberian antibiotik maupun penanganan mayor seperti resection bahkan amputasi. Dampak psikologis pada pasien luka kaki diabetik diantaranya dapat terjadi penurunan gambaran diri dan terjadinya penurunan interaksi sosial. Berbagai dampak fisik dan psikologis luka kaki diabetik tersebut dapat menurunkan kualitas hidup penderita luka kaki diabetik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kejadian luka kaki diabetik dengan kualitas hidup pada pasien diabetes mellitus di RSUD Dr. R. Soedjono Selong dengan menggunakan desain kuantitatif non eksperimental dan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah penderita DM dengan komplikasi luka kaki diabetik yang berobat di RSUD Dr. R. Soedjono Selong dengan jumlah sampel sebanyak 20 orang. Teknik sampling dilakukan secara Accidental Sampling. Hasil penelitian dengan spearman rho menunjukkah ada hubungan antara kejadian luka kaki diabetik dengan kualitas hidup penderita DM dengan nilai Sig.(2-tailed) sebesar 0,000 lebih kecil dari ρ value sebesar 0,05 (0,000 < 0,05). Kualitas hidup penderita luka kaki diabetik dalam kategori kurang baik. Untuk itu diharapkan bagi penderita luka kaki diabetik untuk melakukan kontrol gula darah secara rutin, menjaga kebersihan luka, menjaga pola makan, aktivitas teratur.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Lingkungan Remaja dengan Kesehatan Akibat Perilaku Mengkonsumsi Minuman Keras di Desa Lendang Tampel Nagib, Muh; Azmi, Muhammad Ulul
ProHealth Journal Vol 18 No 2 (2021): December
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59802/phj.202118291

Abstract

Minuman keras adalah minuman yang mengandung etanol yang dapat menyebabkan penurunan kesadaran bagi yang mengkunsumsinya, dan dapat menyebabkan gangguan kesehatan fisik seperti gangguan pada hati, pancreas, resiko kanker esophagus, lambung, usus besar, dan paru-paru, dan jantung. Tujuan penelitian adalah utuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang bahaya minuman keras terhadap kesehatan dan lingkungan remaja dengan perilaku mengkonsumsi minuman keras di Desa Lendang Tampel Kecamatan Batukliang Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan metode analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Data yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Populasi adalah remaja yang berasal dari Desa Lendang Tampel tahun 2019 yang berjumlah 675 orang. Sampel diambil dengan tehnik purposive random sampling berjumlah 169 orang. Uji statistik yang dilakukan adalah univariat dan bivariat dengan tingkat kemaknaan α= 0,05. Hasil analisa univariat menunjukan pengetahuan baik sebanyak 97 orang (57,9%), berpengetahuan cukup 23 orang (13,2%), dan berpengetahuan kurang sebanyak 49 orang (28,9%). Dan diketahui lingkungan baik sebanyak 72 orang (42,1%), dan lingkungan tidak baik sebanyak 97 orang (57,9%). Dan perilaku mengkonsumsi minuman keras sebanyak 97 orang (52,6%), dan tidak mengkonsumsi minuman keras sebanyak 80 orang (47,4%). Analisa chi-square diperoleh hubungan tingkat pengetahuan tentang bahaya minuman keras terhadap kesehatan dan lingkungan dengan perilaku mengkonsumsi minuman keras dengan nilai signifikan p value = 0,000 <0,05. Penelitian ini disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan dan lingkungan remaja dengan kesehatan akibat perilaku mengkonsumsi minuman keras di Desa Lendang Tampel Kecamatan Batukliang Lombok Tengah.
Hubungan Umur dan Paritas dengan Kejadian Perdarahan Post Partum di RSUD Majene Raehan, Raehan; Munir, Wahida; Irmayanti, Irmayanti
ProHealth Journal Vol 18 No 2 (2021): December
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59802/phj.202118292

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator derajat kesehatan masyarakat di suatu negara. Hal ini menjadi isu global yang merupakan masalah utama di seluruh negara termasuk Asia yang menempati posisi tertinggi dengan Indonesia peringkat ke-3, yaitu 190 per 100 ribu kelahiran setelah Timor Lestel 270 per 100 ribu kelahiran dan Myanmar 200 per 100 ribu kelahiran. Tujuan Mengetahui hubungan umur dan paritas dengan kejadian perdarahan post partum Di RSUD Majene. Penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan case control. Metode populasi adalah seluruh postpartum di RSUD Majene 2019-2021. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh dan porpusive sampling. Analisa data menggunakan uji Chi-Square Tests. Kesimpulan Ibu postpartum di RSUD Majene sebagian besar memiliki umur dengan kategori tidak berisiko (20-35 tahun) yaitu berjumlah 23 orang. Ibu postpartum di RSUD Majene sebagian besar memiliki jumlah kelahiran dengan kategori nullipara/primipara yaitu berjumlah 20 orang. Ibu postpartum di RSUD Majene yang mengalami perdarahan sebanyak 91 orang
Pengaruh Pengaruh Media Audiovisual terhadap Tingkat Pemahaman Siswa tentang Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia Ririnisahawaitun; Basuni, Hikmah Lia; Khairari, Nandang DD; Farlina, Baiq Fina; Junardi, Hariawan
ProHealth Journal Vol 19 No 2 (2022): December
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59802/phj.202219293

Abstract

Teknologi merupakan sarana pendidikan yang dapat mempengaruhi perkembangan ilmu pengetahuan, termasuk teknologi berupa media audiovisual yang digunakan untuk meningkatkan pemahaman siswa pada pelajaran Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia. Kegagalan dalam pemahaman belajar Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia bagi siswa sekolah kesehatan bisa berdampak buruk dalam menentukan tindakan keperawatan di klinik.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media audiovisual terhadap tingkat pemahaman siswa tentang anatomi fisiologi tubuh manusia di SMK Kesehatan Hamzar Bayan Kabupaten Lombok Utara. Penelitian ini adalah penelitian quasy experiment dengan desain non-equivalent control group design. Sampel penelitian sebanyak 44 siswa diambil dengan menggunakan total sampling, yang kemudian dibagi menjadi 22 siswa sebagai kelas kontrol dan 22 siswa sebagai kelas eksperimen. Kelas eksperimen diberikan materi dengan media audiovisual, sedangkan kelas kontrol dengan menggunakan buku paket. Pemahaman siswa dinilai dengan kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian didapatkan, setelah dilakukan intervensi, tingkat pemahaman siswa kelompok eksperimen sebagian besar pada kategori pemahaman baik sebanyak 18 siswa (81,2%), sedangkan pemahaman siswa kelompok kontrol sebagian besar pada kategori kurang baik sebanyak 15 orang (68,2%). Berdasarkan hasil dari uji dengan independent sampe t-test didapatkan p value 0,000 < 0,05. Dengan demikian disimpulkan ada pengaruh media audiovisual terhadap tingkat pemahaman siswa tentang anatomi fisiologi tubuh manusia.