cover
Contact Name
Eka Indra Setyawan
Contact Email
ekaindrasetyawan@unud.ac.id
Phone
+6281364892853
Journal Mail Official
indrasetyawan@ymail.com
Editorial Address
Department of Pharmacy Udayana University
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi (WSNF)
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : 29861772     DOI : https://doi.org/10.24843/WSNF.2022.v01.i01
Workshop dan Seminar Nasional Farmasi (WSNF) adalah sebuah kegiatan bertaraf nasional yang menyelenggarakan kegiatan workshop dan seminar kefarmasian untuk mengembangkan intelektualitas, softskill, wawasan, dan pengalaman peserta. Program ini merupakan program kerja Himpunan Mahasiswa Prodi Farmasi (HIMAFARMA) Prodi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana. Kegiatan ini juga didukung dengan adanya seminar prosiding yang memungkinkan peserta untuk mempublikasikan penelitiannya yang orisinal, kreatif, dan inovatif dalam bidang kefarmasian dan kesehatan ke masyarakat.
Articles 95 Documents
Potensi Taurin pada Ikan dalam Perlindungan Jantung melalui Mekanisme Kardioprotektif Ni Luh Dian Senja Pratiwi; Rini Noviyani
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 3 (2024): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2024
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2024.v03.p20

Abstract

Taurin adalah asam amino yang secara alami ditemukan dalam konsentrasi tinggi pada ikan dan memiliki berbagai fungsi fisiologis yang penting termasuk mekanisme kardioprotektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi secara menyeluruh potensi taurin pada ikan sebagai agen kardioprotektif dengan fokus pada mekanisme-mekanisme biologis spesifik yang mendasari efek perlindungannya terhadap fungsi jantung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi penelusuran literatur dari berbagai jurnal nasional dan internasional yang diakses secara online melalui dua database yaitu Google Scholar dan PubMed dengan batasan publikasi tidak lebih dari lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa taurin berperan penting dalam homeostasis ion kalsium di dalam sel jantung yang merupakan faktor kunci dalam fungsi kontraksi dan relaksasi otot jantung. Selain itu, taurin memiliki efek antioksidan yang signifikan dalam melindungi sel jantung dari kerusakan oksidatif dan meningkatkan produksi Oksida nitrat yang penting untuk vasodilatasi dan kesehatan vaskular. Taurin juga diketahui dapat meningkatkan fungsi pompa kalsium ATPase di retikulum sarkoplasma, memodulasi aktivitas penukar natrium atau kalsium, pengaturan sistem renin angiotensin, serta meningkatkan fungsi sel beta pankreas, dan sekresi insulin melalui mekanisme peningkatan produksi ATP. Semua mekanisme ini berkontribusi terhadap efek kardioprotektif taurin yang menjadikannya komponen penting dalam formulasi suplemen untuk kesehatan jantung. Studi ini menyimpulkan bahwa taurin memiliki potensi besar sebagai agen kardioprotektif terutama dalam pencegahan dan pengelolaan penyakit kardiovaskular.
Review: Studi Kandungan Fitokimia dan Potensi Antibakteri Ekstrak Rimpang Temulawak Secara in Vitro dengan Metode Mikrodilusi Ni Putu Ananda Eka Putri; Ni Putu Eka Leliqia
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 3 (2024): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2024
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2024.v03.p21

Abstract

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) sudah terbukti memiliki berbagai aktivitas farmakologi, termasuk sebagai antibakteri. Aktivitas tersebut pada tanaman dapat dipengaruhi oleh senyawa kimia yang terkandung di dalamnya. Artikel ulasan ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa yang terkandung dan aktivitas antibakteri ekstrak rimpang temulawak dengan metode pengujian mikrodilusi. Pencarian literatur dilakukan melalui database Google Scholar serta PubMed, dan diperoleh 39 artikel ilmiah (original article) berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa ekstrak rimpang temulawak terbukti sangat aktif dan memiliki potensi sebagai antibakteri terhadap bakteri Gram positif dan negatif. Pada bakteri Gram positif, fraksi n-heksana dari ekstrak etanol terbukti memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis dan Corybacterium tuberculostearicum dengan nilai KHM sebesar 0,024 µg/mL dan 0,049 µg/mL. Pada bakteri Gram negatif, senyawa xanthorrhizol yang diisolasi dari rimpang temulawak terbukti memiliki aktivitas antibakteri tertinggi pada Vibrio parahaemolyticus dengan nilai KHM sebesar 8 µg/mL. Kandungan kimia dalam rimpang temulawak selain xanthorrhizol yang juga diduga berperan terhadap aktivitas antibakterinya diantaranya yaitu flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, minyak atsiri, terpenoid, furanodienon, germakron, dan kurkumin.
Studi Antibakteri, Antioksidan, dan Potensi Alga Merah Genus Gracilaria sebagai Pewarna Alami Valentina Ayu Hapsari; Putu Oka Samirana
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 3 (2024): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2024
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2024.v03.p22

Abstract

Gracilaria merupakan salah satu genus alga merah yang melimpah di perairan Indonesia dan telah mendapatkan perhatian luas dalam penelitian karena berbagai potensi biologisnya. Artikel ini merangkum 25 artikel terkait aktivitas antibakteri, antioksidan, dan potensi sebagai pewarna alami dari beberapa spesies Gracilaria. Penelusuran pustaka dilakukan menggunakan Google Scholar dari 2014 hingga Juli 2024. Ekstrak etil asetat dari Gracilaria sp. menunjukkan aktivitas antibakteri sangat kuat terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus, sedangkan Gracilaria fisheri juga menunjukkan efektivitas tinggi dengan nilai IC50 rendah dalam pengujian antioksidan. Senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin berkontribusi pada potensi antibakteri, sementara polifenol dan flavonoid berperan dalam aktivitas antioksidan. Temuan ini menunjukkan bahwa genus Gracilaria memiliki potensi sebagai sumber agen antibakteri dan antioksidan alami, dengan variasi efektivitas tergantung pada spesies dan metode ekstraksi. Pigmentasi alami dari genus Gracilaria terutama fikoeritrin dan karotenoid, menunjukkan potensi sebagai pewarna alami yang aman dan ramah lingkungan dalam industri pangan dan kosmetik. Artikel ini menyimpulkan bahwa alga merah genus Gracilaria memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber bahan bioaktif dengan aplikasi luas dalam bidang kesehatan dan industri.
Potensi Karotenoid Astaxanthin pada Alga sebagai Nutraseutikal Kardioprotektif Pande Ketut Astri Utami; Rini Noviyani
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 3 (2024): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2024
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2024.v03.p23

Abstract

Penyakit kardiovaskular adalah penyakit yang terjadi di daerah jantung dan pembuluh darah yang menduduki posisi penyakit dengan kematian nomor satu di dunia. WHO menyebutkan 17 juta orang lebih meninggal akibat penyakit kardiovaskular dan di Indonesia sendiri tercatat terdapat 651.481 penduduk pertahunnya. Berbagai upaya pencegahan dilakukan untuk mengurangi resiko penyakit kardiovaskular. Astaxanthin merupakan karotenoid yang banyak ditemukan pada organisme akuatik seperti alga dengan sifat antioksidan yang kuat. Astaxanthin memiliki potensi yang kuat sebagai nutrasetikal kardioprotektif. Literature review ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi bukti ilmiah terkait efek kardioprotektif yang dimiliki astaxanthin dengan melihat mekanisme biologisnya dalam pencegahan penyakit kardiovaskular. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode studi literatur pencarian literatur berupa artikel ilmiah yang dipublikasikan pada Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect dengan kata kunci spesifik seperti Astaxanthin, Carotenoid, Alga, Cardioprotective, Cardiac. Terdapat 5 artikel ilmiah yang memenuhi kriteria inklusi untuk direview. Hasil dari studi yang dipilih menunjukan astaxanthin yang terdapat di alga memiliki efek kardioprotektif dengan berbagai mekanisme seperti antioksidan, perlindungan mitokondria, pengurangan fibrosis dan regulasi ekspresi microRNA. Simpulan literatur review ini menunjukan astaxanthin berpotensi besar menjadi nutrasetikal kardioprotektif dengan mekanisme kerja yang melindungi jantung dari kerusakan, maka dari ini pengembangan nutrasetikal astaxanthin pada manusia diperlukan studi lanjutan untuk mengkonfirmasi temuan ini.
Kandungan Fitokimia dan Aktivitas Antibakteri dari Alga Merah Genus Halymenia Prasti Yuniarni; Putu Oka Samirana
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 3 (2024): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2024
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2024.v03.p24

Abstract

Alga merah dari genus Halymenia adalah jenis alga yang telah menarik perhatian para peneliti karena kandungan fitokimianya yang berpotensi sebagai agen antibakteri. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji literatur mengenai kandungan fitokimia dan aktivitas antibakteri dari alga merah genus Halymenia, serta mengevaluasi potensi terapeutiknya berdasarkan penelitian yang telah dilakukan. Pengkajian ini menggunakan pendekatan literature review dengan melakukan penelusuran pustaka menggunakan PubMed dan Google Scholar. Berdasarkan tinjauan literatur, alga merah dari genus Halymenia mengandung berbagai senyawa fitokimia termasuk flavonoid, alkaloid, saponin, triterpenoid, tanin dan fenolik. Studi menunjukkan bahwa ekstrak alga merah memiliki potensi antibakteri yang signifikan terhadap berbagai patogen bakteri seperti Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Aktivitas antibakteri ini berkaitan dengan kemampuannya dalam mengganggu dinding sel bakteri dan menghambat sintesis protein, sehingga menyebabkan kematian sel bakteri. Alga merah dari genus Halymenia menunjukkan potensi yang besar sebagai sumber senyawa antibakteri alami. Literatur yang ada mendukung penggunaan alga ini dalam pengembangan agen antimikroba baru.
Review Aktivitas Kandungan Senyawa Aktif Rimpang Genus Curcuma Sebagai Antiinflamasi Putu Haridas Chandra Gayatri; Ni Made Widi Astuti; Komang Ayu Ratih Tri Bhuwana Putri
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 3 (2024): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2024
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2024.v03.p25

Abstract

Inflamasi merupakan respons adaptif tubuh untuk melindungi diri dari rangsangan merugikan yang disebabkan oleh infeksi, antibodi, atau luka fisik. Secara umum, antiinflamasi diobati menggunakan obat-obatan dari kelompok steroid dan obat antiinflamasi nonsteroid. Namun, penggunaan obat-obatan ini dalam jangka lama memiliki efek samping yang berpotensi membahayakan tubuh. Misalnya, obat antiinflamasi steroid dapat meningkatkan risiko diabetes dan osteoporosis serta menurunkan kekebalan tubuh. Rimpang genus Curcuma merupakan bagian yang memiliki kandungan senyawa aktif sebagai antiinflamasi. Untuk itu, penulisan review artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai aktivitas antiinflamasi oleh senyawa aktif yang terkandung pada beberapa spesies rimpang yang berasal dari genus Curcuma. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah studi literatur dari jurnal nasional dan internasional yang diperoleh secara online melalui PubMed, Science Direct, dan Google Scholar yang dipublikasi dalam rentang 5 tahun terakhir, yakni pada tahun 2019-2024. Berdasarkan hasil pencarian diperoleh 10 jurnal yang memenuhi syarat inklusi. Hasil review menunjukkan bahwa jenis rimpang Curcuma yang dikaji memiliki kandungan senyawa dengan aktivitas antiinflamasi yang terbukti melalui penghambatan pembentukan mediator inflamasi, berdasarkan studi in vitro, in vivo, dan RCT. Implikasi dari review artikel ini adalah dapat dijadikan referensi untuk penelitian selanjutnya dalam pengembangan obat herbal modern berbasis kunyit dengan memanfaatkan senyawa aktif yang terbukti memiliki aktivitas antiinflamasi.
Review: Aktivitas Antimikroba Temu Putih (Curcuma zedoaria (Christm.) Roscoe) Berdasarkan Hasil Pengujian dengan Metode Mikrodilusi Grasia Laura Boru Sihombing; Ni Putu Eka Leliqia
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 3 (2024): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2024
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2024.v03.p26

Abstract

Tanaman temu putih (Curcuma zedoaria (Christm.) Roscoe) diketahui mengandung metabolit sekunder diantaranya saponin, tanin, glikosida, flavonoid, steroid, terpenoid, alkaloid, dan polifenol yang beberapa diantaranya memiliki potensi sebagai antimikroba. Artikel ini ditulis untuk mengkaji beberapa penelitian mengenai aktivitas antimikroba tanaman temu putih yang diuji menggunakan metode mikrodilusi. Artikel ini merupakan narrative review dari artikel-artikel ilmiah internasional dan nasional. Hasil studi menunjukkan bahwa bagian tanaman temu putih yang memiliki aktivitas antimikroba adalah rimpang, daun, dan tangkai. Ekstrak dari bagian-bagian tanaman tersebut diperoleh dengan menggunakan metode dan pelarut ekstraksi yang bervariasi. Ekstrak temu putih terbukti menghambat bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif, diantaranya yaitu Bacillus cereus, Enterococcus faecalis, Streptococcus pyogenes, Bacillus subtilis, Micrococcus luteus, Staphylococcus aureus, Mycobacterium phlei, Propionibacterium acnes, Sarcina lutea, Staphylococcus epidermidis, Escherichia coli, Proteus mirabilis, Salmonella paratyphi, Pseudomonas aeruginosa, Klebsiella pneumoniae, Salmonella typhimurium, Shigella flexneri, Shigella dysenteriae, dan Shigella sonnei. Selain itu, temu putih juga terbukti dapat menghambat pertumbuhan jamur Candida dubliniensis, Candida albicans, Candida glabrata, Candida tropicalis, Candida krusei, Aspergillus niger, Aspergillus flavus, dan Fusarium oxysporum. Aktivitas antimikroba paling tinggi diperoleh pada minyak atsiri rimpang temu putih terhadap jamur C. albicans dan bakteri Gram positif S. aureus dengan KHM sebesar 6,25 µg/mL serta ekstrak n-heksana rimpang temu putih terhadap bakteri Gram negatif K. pneumoniae dan P. mirabilis dengan KHM sebesar 10 µg/mL. Berdasarkan hasil studi literatur, diketahui bahwa ekstrak temu putih memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai agen antimikroba.
Eksplorasi Aktivitas Farmakologi dan Sintesis Senyawa Aktif Buah Kelapa Muda (Cocos nucifera L.) Ni Kadek Dwi Riskita Maharani
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 3 (2024): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2024
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2024.v03.p27

Abstract

Kelapa muda atau Cocos nucifera L. merupakan tumbuhan yang tergolong kelompok pohon palem yang mudah ditemukan di daerah tropis maupun subtropis. Kelapa muda dijuluki sebagai tree of life karena setiap bagian tanamannya dapat bermanfaat bagi kehidupan, salah satunya yaitu pemanfaatan buah kelapa muda sebagai bahan pengobatan. Tujuan dari literatur ini adalah untuk meninjau kandungan senyawa fitokimia yang memberikan aktivitas farmakologi pada buah kelapa muda serta sintesis senyawa aktif yang dapat dilakukan pada buah kelapa muda untuk memandu studi praklinis dan klinis di masa depan dengan menggunakan tanaman ini. Penelitian ini menggunakan metode systematic review artikel yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data melalui mesin pencarian data Google Scholar, PubMed, dan Scopus. Hasil review yang diperoleh mengenai aktivitas farmakologi yang dimiliki buah kelapa muda, antara lain sebagai antiinflamasi, analgesik, antibakteri, antioksidan, dan antihipertensi. Selain itu, sintesis senyawa aktif berupa karbon aktif ditemukan pada arang tempurung kelapa muda. Berdasarkan hasil review dapat disimpulkan bahwa buah kelapa muda memiliki berbagai senyawa fitokimia karena setiap bagian dari Cocos nucifera L. mempunyai kandungan yang berbeda menurut bagian tanaman yang dievaluasi.
Efek Terapeutik Andrografolid terhadap Penyakit Alzheimer: Tinjauan Sifat Antiinflamasi, Antioksidan, dan Neuroprotektif Ni Putu Astini Putri
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 3 (2024): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2024
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2024.v03.p28

Abstract

Penyakit Alzheimer adalah gangguan neurodegeneratif yang ditandai oleh penurunan fungsi kognitif dan akumulasi plak amiloid serta neurofibrillary tangles di otak. Proses inflamasi dan stres oksidatif berkontribusi signifikan terhadap patogenesis penyakit ini. Andrografolid adalah senyawa bioaktif utama dalam tanaman sambiloto (Andrographis paniculata L.) dikenal memiliki sifat antiinflamasi, antioksidan, dan neuroprotektif. Review ini bertujuan untuk mengeksplorasi efek farmakologi andrografolid pada penyakit Alzheimer, termasuk mekanisme kerjanya dalam mengurangi inflamasi, melawan stres oksidatif, dan melindungi neuron dari kerusakan. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis melalui database PubMed dan Scopus, menggunakan kata kunci "andrographolide" AND "alzheimer's disease" AND ("treatment" OR "medication") dengan batasan tahun publikasi dari 2019-2024. Dari 65 artikel yang ditemukan, 10 artikel dipilih untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil analisis menunjukkan bahwa efek antioksidan dan antiinflamasi andrografolid berkontribusi pada pengurangan pembentukan plak amiloid dengan melindungi neuron dari kerusakan oksidatif dan inflamasi, yang dapat memperburuk patologi amiloid-beta. Andrografolid menghambat enzim beta-sekretase, yang berperan dalam pemotongan protein APP (Amyloid Precursor Protein) menjadi amiloid-beta serta mencegah oligomerisasi amiloid-beta. Andrografolid menawarkan potensi terapeutik yang menjanjikan untuk pengobatan penyakit Alzheimer melalui sifat antiinflamasi, antioksidan, dan neuroprotektifnya. Sifat antiinflamasi dan antioksidan dari senyawa ini dapat memberikan pendekatan baru untuk melindungi neuron dan memperlambat progresi penyakit. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi efektivitas dan keamanan andrografolid dalam uji klinis pada manusia. Implementasi klinis andrografolid harus didasarkan pada bukti ilmiah yang kuat dan mempertimbangkan dosis serta formulasi yang optimal untuk memaksimalkan potensi terapeutik dengan efek samping seminimal mungkin.
Aktivitas Antioksidan Kulit Buah Kakao: Narrative Review tentang Efikasi dan Senyawa Bioaktifnya Ni Putu Sri Tarianti
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 3 (2024): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2024
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2024.v03.p29

Abstract

Antioksidan memainkan peran penting dalam melindungi tubuh dari radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh yakni dapat menyebabkan penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, dan kanker. Bagian kulit pada buah kakao (Theobroma cacao L.) yang sering dianggap sebagai limbah dari pemrosesan kakao, ternyata menyimpan potensi besar sebagai sumber antioksidan alami. Penyusunan penelitian ini menggunakan metode narrative review yang menggunakan database Scopus, Science Direct, Pubmed dan Google Scholar dengan kata kunci “Cocoa husk AND antioxidant properties OR Theobroma cacao husk AND flavonoids”. Hasil penelitian menyoroti bahwa kulit buah kakao memiliki sifat antioksidan, terutama disebabkan oleh kandungan polifenol yang kaya, termasuk flavonoid dan xanthone. Senyawa-senyawa ini efektif dalam menetralkan radikal bebas dan mengurangi stres oksidatif, yang dapat melindungi terhadap kerusakan sel dan mendukung kesehatan secara keseluruhan. Temuan ini menegaskan potensi kulit buah kakao sebagai sumber antioksidan yang berharga untuk mendukung kesehatan.

Page 8 of 10 | Total Record : 95