cover
Contact Name
Eka Indra Setyawan
Contact Email
ekaindrasetyawan@unud.ac.id
Phone
+6281364892853
Journal Mail Official
indrasetyawan@ymail.com
Editorial Address
Department of Pharmacy Udayana University
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi (WSNF)
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : 29861772     DOI : https://doi.org/10.24843/WSNF.2022.v01.i01
Workshop dan Seminar Nasional Farmasi (WSNF) adalah sebuah kegiatan bertaraf nasional yang menyelenggarakan kegiatan workshop dan seminar kefarmasian untuk mengembangkan intelektualitas, softskill, wawasan, dan pengalaman peserta. Program ini merupakan program kerja Himpunan Mahasiswa Prodi Farmasi (HIMAFARMA) Prodi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana. Kegiatan ini juga didukung dengan adanya seminar prosiding yang memungkinkan peserta untuk mempublikasikan penelitiannya yang orisinal, kreatif, dan inovatif dalam bidang kefarmasian dan kesehatan ke masyarakat.
Articles 100 Documents
Potensi Kandungan Bioaktif Curcumin pada Rimpang Kunyit Sebagai Agen Antidiabetes Ade Winanda Pangestu; Ni Kadek Warditiani
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 3 (2024): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2024
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2024.v03.p40

Abstract

Penyakit diabetes adalah satu dari sekian isu kesehatan yang signifikan serta tingkat kejadiannya terus bertambah di seluruh dunia. Penyakit ini merupakan gangguan metabolik pada organ pankreas, dicirikan dengan kenaikan tingkat gula darah atau dikenal sebagai hiperglikemia. Diabetes dapat diakibatkan oleh resistensi insulin, kekurangan insulin, atau keduanya. Rimpang kunyit (Curcuma longa L.) adalah salah satu tanaman yang sejak dahulu telah digunakan untuk obat-obatan herbal tradisional. Rimpang kunyit (Curcuma longa L.) memiliki kandungan senyawa bioaktif curcumin yang mempunyai fungsi dalam penurunan tingkat gula darah darah. Review ini memiliki tujuan guna memberikan informasi dan wawasan untuk publik mengenai potensi curcumin dari rimpang kunyit sebagai antidiabetes. Metode yang digunakan adalah artikel review dari jurnal internasional dan nasional dalam rentang waktu lima tahun terakhir melalui database online yang memenuhi kriteria. Pencarian dilaksanakan dengan memanfaatkan ResearchGate, PubMed, science direct, serta google scholar melalui terminologi utama antidiabetes, Curcuma longa L, curcumin, diabetes mellitus, dan kunyit. Berdasarkan hasil review yang telah dilakukan, kandungan bioaktif curcumin mampu menurunkan kadar glukosa dalam darah. Kesimpulannya, kandungan curcumin dalam kunyit berpotensi dimanfaatkan sebagai agen alami untuk pengobatan penyakit diabetes.
Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Sirsak Pada Lansia Penderita Hiperurisemia Luh Gede Winda Kusuma Dewi; Ni Made Pitri Susanti
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 3 (2024): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2024
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2024.v03.p41

Abstract

Hiperurisemia terjadi karena konsentrasi asam urat dalam darah mengalami peningkatan hingga melewati ambang wajar, hal tersebut berkaitan dengan timbulnya dampak klinis berupa arthritis gout. Penumpukan asam urat di persendian menyebabkan artritis gout, sejenis peradangan sendi yang seringkali menimbulkan rasa nyeri hebat dan pembengkakan. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai obat untuk mengatasi asam urat yakni daun sirsak, dimana dalam daun sirsak mengandung senyawa acetogenin yang memiliki manfaat sebagai antioksidan. Senyawa ini berfungsi dengan memperlambat enzim xantin oksidase, yang berperan dalam mengoksidasi hypoxanthine menjadi xantin, dan kemudian mengubahnya menjadi asam urat. Artikel ini memiliki tujuan untuk mengkaji dampak dari air hasil rebusan daun sirsak (Annona muricata L.) pada kadar asam urat penderita gout. Metode yang digunakan berupa kajian naratif dari literatur yang ditelusuri melalui database Publish or Perish. Beberapa artikel yang diulas bahwa pasien penderita asam urat yang menerima rebusan air daun sirsak menunjukkan pengurangan tingkat konsentrasi dalam tubuh. Konsumsi air rebusan daun sirsak secara rutin dapat membantu mengurangi penumpukan purin.
Potensi Antioksidan dan Neuroprotektif Bunga Telang (Clitoria ternatea L.): Literature Review Ni Kadek Dwi Candra Sasmita Yanti; Ni Made Pitri Susanti
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 3 (2024): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2024
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2024.v03.p42

Abstract

Tanaman telang (Clitoria ternatea L.) telah dikenal dalam pengobatan tradisional karena khasiatnya yang luas, dan semakin banyak penelitian modern yang mengeksplorasi manfaat farmakologisnya. Literatur review ini bertujuan untuk mengkaji potensi antioksidan dan neuroprotektif tanaman telang (Clitoria ternatea L.) melalui tinjauan literatur yang komprehensif. Metode yang digunakan dalam literatur review ini meliputi pencarian artikel ilmiah di basis data PubMed, Google Scholar, ScienceDirect menggunakan kata kunci “antioksidan”, “bunga telang”, “Clitoria ternatea”, “neuroprotektif” dan “penyakit neurodegeneratif”. Dari pencarian tersebut, sebanyak 3 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dievaluasi berdasarkan kualitas metodologi dan relevansi temuan. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa sejumlah penelitian telah mengidentifikasi keberadaan senyawa aktif dalam Clitoria ternatea seperti antosianin, flavonoid, dan terpenoid, yang terbukti berkontribusi terhadap aktivitas antioksidan dan neuroprotektif. Aktivitas antioksidan dari ekstrak Clitoria ternatea dapat menghambat radikal bebas. Memproteksi sel oleh dari kerusakan oksidatif. Sementara itu, hasil studi in vivo menunjukkan bahwa ekstrak Clitoria ternatea memiliki efek neuroprotektif yang dapat meningkatkan kognisi, memori, dan melindungi terhadap penyakit neurodegeneratif. Simpulan dari literatur artikel ini adalah bahwa Clitoria ternatea memiliki potensi besar sebagai agen antioksidan dan neuroprotektif alami. Meskipun demikian, penelitian klinis lebih lanjut masih dibutuhkan untuk memvalidasi temuan ini serta memperjelas mekanisme kerja yang mendasari efek-efek tersebut. Tanaman Clitoria ternatea dapat berperan dalam pengembangan lebih lanjut menjadi suplemen kesehatan atau bahan baku dalam produk farmasi yang ditujukan untuk pencegahan dan pengelolaan penyakit neurodegeneratif. Tinjauan ini juga menyajikan fondasi penting bagi peneliti lain untuk melanjutkan penelitian yang aplikatif dan komprehensif.
Analisis Bibliometrik Penelitian Influenza menggunakan VOSviewer Putu Meisa Cahyana; Gede Hada Satria Wibawa Putra Arnatha; Putu Ristanaya Maurayanti; Kadek Risa Apriani; Ida Ayu Sitha Cahyani; Ni Kadek Sri Adnyani Alit Putri; Putu Alin Michelle Arisanti; Desak Nandini Prameswari Pagedongan; Rahma Jeanyfer Gita Natih
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 3 (2024): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2024
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2024.v03.p43

Abstract

Influenza merupakan penyakit pernafasan akut yang telah menjadi wabah dan epidemi di seluruh dunia. Karena influenza telah menjadi perhatian besar di bidang kesehatan, mendorong para peneliti untuk melakukan penelitian dan mempublikasikannya di berbagai media massa, termasuk jurnal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tren dan sebaran penelitian terkait influenza, memberikan gambaran jelas mengenai topik yang dibahas, jenis publikasi, asal negara peneliti, jurnal tempat hasil penelitian tersebut diterbitkan, serta bahasa dalam analisis bibliometrik. Untuk memperoleh informasi mengenai penelitian Influenza digunakan kata kunci influenza dengan database Google Scholar. Sebagai acuan penggalian hasil pencarian, digunakan area topik berdasarkan kata kunci, judul dan kriteria abstrak yang berkaitan dengan penelitian influenza. Ekstraksi hasil pencarian dilakukan menggunakan VOSviewer. Ditemukan total 44 artikel dengan tipe data Artikel Jurnal dalam range tahun publikasi 2014 hingga 2021. Publikasi tentang influenza menjadi tren dari tahun ke tahun, mengingat influenza dapat terjadi setiap tahunnya. Sementara itu, kata kunci yang paling sering dibicarakan yaitu influenza, vaksinasi, virus influenza, pandemi, dan vaksin. Penggunaan VOSviewer dapat menganalisis jumlah artikel yang telah diterbitkan tentang influenza, hubungan antara influenza dan vaksinasi, dan menawarkan pengamatan penting mengenai tren penelitian yang muncul dan wawasan terkini.
Uji Kelarutan Flavonoid Ekstrak Kulit Salak Pondoh dalam Minyak, Surfaktan, dan Kosurfaktan untuk Preformulasi SNEDDS sebagai Nutrasetikal Made Tresia Pramasta Diva; I Gusti Ngurah Agung Dewantara Putra; Florencya; Kadek Desi Laminiati; Putu Haridas Chandra Gayatri; Komang Ayu Ratih Tri Bhuwana Putri
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 2 (2023): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2023
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2022.v02.p11

Abstract

Kulit salak pondoh, yang biasanya dianggap sebagai limbah, mengandung flavonoid yang memiliki potensi antioksidan. Sifat antioksidan ini dimanfaatkan sebagai sediaan nutrasetikal untuk meningkatkan efektivitas terapi berbagai penyakit, yang diformulasikan dengan SNEDDS (Self-nanoemulsifying Drug Delivery System). Pemilihan pembawa berupa fase minyak, surfaktan, dan kosurfaktan memegang peranan penting dalam pembuatan SNEDDS. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fase minyak, surfaktan, dan kosurfaktan yang paling optimum untuk melarutkan ekstrak kulit salak pondoh. Jenis minyak yang diuji antara lain, isopropil miristat (IPM), olive oil, dan asam oleat. Surfaktan yang diuji yaitu, tween 20, tween 80, dan PEG-40 HCO (Hydrogenated Castor Oil), sedangkan kosurfaktan yang diuji adalah propilen glikol, gliserin, dan PEG 400. Uji kelarutan dilakukan dengan melarutkan ekstrak ke dalam masing-masing komponen pembawa, kemudian direaksikan dengan metode AlCl3, dan diukur serapannya dengan spektrofotometer pada panjang gelombang maksimumnya. Kelarutan ekstrak kulit salak pondoh dalam fase minyak (IPM, olive oil, dan asam oleat) secara berturut-turut adalah 78,887; 147,138; dan 149,010 (μg/mL), kelarutan ekstrak dalam surfaktan (tween 20, tween 80, dan PEG-40 HCO) secara berturut-turut adalah 28,559; 34,118; dan 42,467 (μg/mL), serta kelarutan ekstrak dalam kosurfaktan (propilen glikol, gliserin, dan PEG 400) secara berturut-turut adalah 65,738; 106,364; dan 47,985 (μg/mL). Berdasarkan hasil tersebut, ekstrak kulit salak pondoh memiliki kelarutan terbesar pada fase minyak asam oleat, surfaktan PEG-40 HCO, dan kosurfaktan gliserin. Bahan-bahan tersebut dapat dipilih sebagai pembawa dalam formulasi SNEDDS ekstrak kulit salak pondoh.
Review Artikel: Potensi Terapeutik Tanaman Ginseng sebagai Agen Multikomponen dan Multitarget dalam Berbagai Kondisi Patologis Ni Made Dwi Indayani; Ni Made Pitri Susanti
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 4 (2025): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2025
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2025.v04.p05

Abstract

Gingseng telah banyak digunakan dalam pengobatan berbagai penyakit, Gingseng mempunyai sejumlah kandungan aktif dengan efek farmakologis yang signifikan. Studi klinis telah banyak menunjukkan potensi gingseng dalam penanganan beberapa kondisi patologis. Peneliti melakukan tinjauan literatur untuk mengumpulkan studi terbaru terkait potensi herba gingseng dalam penanganan serta pencegahan kondisi patologis. Artikel ini merupakan review dari berbagai sumber asli makalah penelitian. Metodologi penelitian ini dilakukan melalui pencarian literatur secara terstruktur dan sistematis pada beberapa database akademik terkemuka, yaitu Google Scholar, dan PubMed dengan kata kunci Panax Gingseng penyakit dan pencegahan. Tanaman Gingseng memiliki potensi yang besar sebagai agen terapeutik alami dengan mekanisme kerja multikomponen dan multitarget. Berbagai senyawa bioaktif yang terkandung dalam ginseng menunjukkan aktivitas farmakologis luas untuk pencegahan dan pengobatan kondisi patologis. Ginseng memiliki potensi terapeutik yang tinggi sebagai agen multikomponen dan multitarget untuk berbagai kondisi patologis. Metode skrining fitokimia, ekstraksi, fraksinasi, uji aktivitas antibakteri, uji in vivo serta in silico yang digunakan mendukung efektivitasnya dalam mekanisme biologis yang kompleks, menjadikan Gingseng kandidat kuat untuk dikembangkan sebagai fitofarmaka berbasis bukti ilmiah.
Review Kandungan Senyawa dan Aktivitas Antimikroba Bawang Merah (Allium cepa L.) Ida Ayu Sitha Cahyani; Ni Putu Eka Leliqia
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 4 (2025): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2025
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2025.v04.p06

Abstract

Bawang merah adalah komoditas hortikultura yang berpotensi sebagai antimikroba alamiah dalam menangani masalah resistensi mikroba. Studi ini dilakukan dengan tujuan mengevaluasi potensi antimikroba ekstrak Bawang Merah terhadap mikroorganisme patogen meliputi bakteri Gram positif, negatif, dan fungi melalui pendekatan review literatur. Strategi penelusuran kepustakaan diimplementasikan menggunakan database Google Scholar, PubMed, dan Elsevier dengan penetapan kriteria inklusi berupa penelitian yang menyajikan data zona hambat, KHM, dan KBM. Temuan kajian mengindikasikan bahwa ekstrak A. cepa menunjukkan aktivitas antimikroba berspektrum luas dengan tingkat efektivitas yang beragam bergantung pada teknik ekstraksi, tipe pelarut yang digunakan, dan jenis mikroorganisme yang diuji.
Efikasi dan Keamanan Sediaan Herbal Berbasis Nanoteknologi untuk Terapi Antikanker Putu Sintia Ningrum; Ketut Widyani Astuti
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 4 (2025): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2025
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2025.v04.p07

Abstract

Penggunaan sediaan herbal sebagai terapi antikanker terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi penghantaran obat, salah satunya melalui pendekatan nanoteknologi. Artikel ini membahas pengaruh sediaan herbal berbasis nanoteknologi terhadap peningkatan efikasi dan keamanan terapi antikanker berdasarkan hasil analisis berbagai penelitian terkini. Formulasi nanopartikel dari senyawa alam seperti kurkumin, kuersetin, boswellic acid, naringenin, serta ekstrak daun sirsak, sambiloto, moringa, dan tapak dara menunjukkan peningkatan aktivitas antiproliferatif, induksi apoptosis, serta penghambatan ekspresi gen onkogenik pada berbagai jenis sel kanker, seperti MCF-7, hepg2, dan CT26. Sistem penghantaran nanopartikel seperti PLGA, kitosan, dan alginat terbukti meningkatkan stabilitas, bioavailabilitas, dan akumulasi spesifik pada jaringan tumor melalui efek Enhanced Permeability and Retention (EPR), serta menurunkan toksisitas terhadap jaringan sehat. Temuan ini mengindikasikan bahwa sediaan herbal nano berpotensi sebagai terapi yang lebih selektif dan aman dalam pengobatan kanker. Meskipun hasilnya menjanjikan, sebagian besar penelitian masih terbatas pada uji in vitro dan in vivo. Diperlukan studi lanjutan berupa uji farmakokinetik dan uji klinis untuk mengonfirmasi manfaat dan keamanan sediaan herbal berbasis nanoteknologi terapi kanker jangka panjang.
Evaluasi 2-Metiltetrahidrofuran sebagai Pelarut Hijau untuk Ekstraksi Fenolik dan Asam Lemak dalam Praktik Farmasi Berkelanjutan Ni Komang Tria Pradnyani Dewi; Ni Made Widi Astuti
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 4 (2025): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2025
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2025.v04.p08

Abstract

Penggunaan pelarut hijau berbasis biomassa menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan praktik farmasi berkelanjutan. Salah satu kandidat potensial adalah 2-metiltetrahidrofuran (2-MeTHF) yang telah menunjukkan kinerja unggul dalam proses ekstraksi senyawa bioaktif. Kajian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas 2-MeTHF dengan pelarut konvensional dan pelarut hijau lainnya dalam ekstraksi senyawa fenolik dan asam lemak. Metode yang digunakan berupa tinjauan naratif terhadap 17 artikel primer yang diperoleh melalui proses seleksi literatur dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa 2-MeTHF mampu memberikan yield ekstraksi yang tinggi dan mempertahankan senyawa bioaktif minor, seperti tokoferol, skualen, dan β-karoten. Selain itu, model prediktif COSMO-RS mendukung temuan empiris dengan menunjukkan kemampuan solubilitas 2-MeTHF yang lebih baik dibandingkan pelarut konvensional dan setara dengan pelarut hijau lain. Simpulan dari kajian ini menunjukkan bahwa 2-MeTHF merupakan pelarut hijau yang sangat potensial untuk mengekstraksi senyawa fenolik dan asam lemak. Secara praktis, 2-MeTHF bersumber dari biomassa terbarukan, bersifat biodegradable, memiliki toksisitas rendah, dan dapat didaur ulang, sehingga relevan untuk pengembangan formulasi farmasi yang efisien, aman, dan ramah lingkungan. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengevaluasi penggunaan 2-MeTHF dalam transformasi senyawa aktif dan formulasi akhir sediaan obat.
Pengembangan Metabolit Sekunder Tanaman Obat dalam Formulasi Modern: Studi Narrative Review Kurkumin dan Andrographolide Ni Komang Gita Listyari Dewi
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 4 (2025): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2025
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2025.v04.p09

Abstract

Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan obat herbal modern karena kekayaan biodiversitasnya, khususnya tanaman obat yang mengandung metabolit sekunder dengan aktivitas farmakologis tinggi. Kajian ini bertujuan untuk meninjau strategi pengembangan ekstrak tanaman obat Indonesia, terutama senyawa kurkumin dari Curcuma longa dan andrographolide dari Andrographis paniculata, sebagai obat herbal modern berbasis bukti ilmiah. Melalui metode narrative review, literatur dari tahun 2020–2025 dianalisis untuk mengevaluasi efektivitas formulasi berbasis teknologi nano, seperti nanoemulsi, Self-Microemulsifying Drug Delivery System (SMEDDS), dan liposom. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa teknologi ini mampu meningkatkan bioavailabilitas, stabilitas, dan efektivitas terapeutik metabolit sekunder secara signifikan. Kurkumin dan andrographolide terbukti tetap stabil dan aktif secara farmakologis dalam berbagai sediaan nano dan topikal. Dengan dukungan teknologi formulasi modern, ekstrak tanaman obat berpotensi besar dikembangkan menjadi produk fitofarmaka yang aman, efektif, dan memenuhi standar internasional.

Page 10 of 10 | Total Record : 100