cover
Contact Name
Eka Indra Setyawan
Contact Email
ekaindrasetyawan@unud.ac.id
Phone
+6281364892853
Journal Mail Official
indrasetyawan@ymail.com
Editorial Address
Department of Pharmacy Udayana University
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi (WSNF)
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : 29861772     DOI : https://doi.org/10.24843/WSNF.2022.v01.i01
Workshop dan Seminar Nasional Farmasi (WSNF) adalah sebuah kegiatan bertaraf nasional yang menyelenggarakan kegiatan workshop dan seminar kefarmasian untuk mengembangkan intelektualitas, softskill, wawasan, dan pengalaman peserta. Program ini merupakan program kerja Himpunan Mahasiswa Prodi Farmasi (HIMAFARMA) Prodi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana. Kegiatan ini juga didukung dengan adanya seminar prosiding yang memungkinkan peserta untuk mempublikasikan penelitiannya yang orisinal, kreatif, dan inovatif dalam bidang kefarmasian dan kesehatan ke masyarakat.
Articles 95 Documents
Potensi Ekstrak Daun Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) sebagai Suplemen Penurun Gula Darah Wahyu Nadi Eka Putri; Ni Made Widi Astuti
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 1 (2022): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2022
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2022.v01.i01.p20

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah suatu sindrom klinis gangguan metabolisme yang dikarakterisasi dengan tingginya kadar gula dalam darah (hiperglikemia) yan g diakibatkan oleh salah satu atau kombinasi dua faktor utama yakni defisiensi sekresi insulin oleh sel β pankreas dan ketidakmampuan jaringan target untuk merespon insulin. Pilihan terapi alternatif dari tanaman dengan aktivitas antidiabetes dapat dikembangkan untuk mengurangi efek samping obat kimia. Tanaman yang memiliki aktivitas antidiabetes yaitu daun ubi jalar (Ipomoea batatas L.). Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan ekstrak daun ubi jalar sebagai agen antidiabetes dan potensinya sebagai suplemen herbal penurun gula darah. Metode yang digunakan adalah literature review menggunakan jurnal internasional dan jurnal nasional terindeks. Artikel yang memenuhi kriteria kemudian dianalisis dan dikaji secara utuh, serta disajikan dalam bentuk review studi literatur ilmiah. Diperoleh hasil bahwa ekstrak daun ubi jalar berpotensi digunakan sebagai suplemen alami dikarenakan dalam daun ubi jalar memiliki kandungan fitokimia berupa senyawa flavonoid, tanin, steroid, terpenoid, dan saponin yang memiliki aktivitas antidiabetes dengan berbagai mekanisme. Ekstrak daun ubi jalar mampu menurunkan kadar gula darah hewan uji mencapai 50% hingga lebih dan memiliki efektifitas yang sebanding hingga signifikan dengan obat-obatan antidiabetes modern. Simpulan menunjukkan bahwa ekstrak daun ubi jalar berpotensi sebagai bahan aktif suplemen penurun gula darah alami dikarenakan memiliki senyawa aktif dengan aktivitas antidiabetes baik secara in vitro dan in vivo.
Potensi Imunomodulator dari Tumbuhan Meniran (Phyllanthus niruri L.): Literature Review Ni Wayan Nuratningsih; I Wayan Martadi Santika
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 3 (2024): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2024
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2024.v03.p01

Abstract

Substansi yang membantu meningkatkan efisiensi sistem kekebalan tubuh dalam melawan berbagai jenis patogen, yang mana termasuk bakteri, virus, parasit, sel tumor, dan jamur yang dimaksud dengan imunomodulator. Imunomodulator atau sistem kekebalan tubuh yang memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi dan menyingkirkan patogen dengan mekanisme yang baik sistem baik sistem kekebalan bawaan maupun sistem kekebalan adaptif. Tumbuhan meniran (Phyllanthus niruri L.) adalah tanaman dalam suku Phyllanthaceae yang berfungsi sebagai pengatur respons kekebalan tubuh. Tumbuhan ini mengandung flavonoid yang memiliki kemampuan untuk merangsang respons kekebalan tubuh. Artikel review ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi tumbuhan meniran (Phyllanthus niruri L.) sebagai imunomodulator melalui metode tinjauan literatur ilmiah. Referensi utama berasal dari kumpulan jurnal dari tingkat nasional sampai internasional. Berdasarkan beberapa penelitian, tumbuhan meniran terbukti mengandung berbagai senyawa seperti alkaloid, flavonoid, kardio glikosida, glikosida, saponin, fenolik, terpenoid, kuinon, betasianin, steroid, kumarin, dan tanin. Senyawa tersebut memiliki peran sebagai imunomodulator, sehingga meniran dapat dijadikan sebagai alternatif alami untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Analisis Kandungan Bahan Kimia Obat (BKO) dalam Menjamin Mutu Jamu Pegal Linu di Indonesia I Putu Adhi Pranatha; Ni Made Widi Astuti
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 3 (2024): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2024
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2024.v03.p02

Abstract

Jamu pegal linu tergolong sebagai obat bahan alam (OBA) yang pemanfaatannya diturunkan melalui warisan resep, kepercayaan, budaya, dan adat istiadat di Indonesia. Menurut Kemenkes RI, jamu tidak boleh mengandung bahan kimia obat (BKO). Namun, di dalam jamu pegal linu yang beredar di Indonesia sering ditemukan kandungan BKO. Kajian literatur ini bertujuan untuk mengetahui metode analisis kualitatif yang digunakan, sekaligus untuk menginvestigasi kandungan- kandungan BKO dalam sediaan jamu pegal linu yang beredar di Indonesia. Kajian literatur ini mengambil sumber jurnal penelitian internasional dan nasional yang berasal dari database seperti Google Scholar, Crossref, dan Scopus yang dibantu dengan program Publish or Perish menggunakan kata kunci “bahan kimia obat”, “jamu pegal linu”, dan “analisis kualitatif”. Diambil sepuluh artikel yang telah memenuhi kriteria inklusi, telah terindeks SINTA dan Scopus, serta dipublikasi dalam rentang waktu 2019-2024. Hasil kajian literatur menemukan bahwa terdapat kandungan parasetamol, deksametason, natrium diklofenak, antalgin, natrium metamizol, prednison, fenilbutazon, asam mefenamat, dan piroksikam yang dianalisis menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT), KLT-densitometri, spektrofotometri UV-Vis, liquid chromatography-mass spectrometry (LC-MS), kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT), fourier transform infrared spectroscopy (FTIR), dan titrasi iodimetri. Kajian literatur ini akan berimplikasi terhadap perkembangan metode dan kewaspadaan masyarakat terhadap kandungan BKO yang dilarang dalam jamu pegal linu.
Potensi Senyawa Kimia Minyak Atsiri Lavender sebagai Antibakteri terhadap Staphylococcus aureus Talitha Amanda Hartono; Ni Kadek Warditiani
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 3 (2024): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2024
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2024.v03.p03

Abstract

Artikel ini dibuat secara sistematis berdasarkan perbandingan beberapa literatur yang bertujuan untuk menganalisis, memastikan, dan meninjau efektivitas minyak atsiri lavender sebagai antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Berbagai penelitian dikumpulkan dengan teknik analisis data melalui studi literatur sebagai jurnal utama yang diakses secara online pada website jurnal internasional dalam rentang 5 tahun terakhir, serta jurnal-jurnal pendukung lainnya, baik jurnal internasional dan nasional dengan indeks Scopus dan SINTA pada rentang 10 tahun terakhir. Pencarian pada situs-situs jurnal sebagai bahan utama review menggunakan kata boolean “antibacterial AND essential oil lavender AND Staphylococcus aureus OR MRSA” diperoleh hasil sebanyak 6.630-7.953 jurnal dalam rentang tahun 5 tahun terakhir dan spesifikasi text berbasis free. Hasil menunjukkan bahwa komposisi kimia terbanyak lavender dari berbagai penelitian terdapat pada senyawa linalool dan linalyl asetat. Senyawa minyak atsiri lavender tersebut mampu memberikan efek signifikan terhadap bakteri Staphylococcus aureus ataupun bakteri resistensinya dengan efektivitas kemampuan hambat tergantung konsentrasi minyak, pencampuran dengan bahan tambahan lainnya, lingkungan uji, dan tujuan implikasinya di bidang kesehatan ataupun pangan. Pengkajian penelitian melalui studi literatur ini diharapkan dapat membuka peluang untuk memanfaatkan potensi bahan alam sebagai alternatif atau pelengkap dalam pengobatan antibakteri di masa mendatang.
Review: Potensi Biopolimer Kitosan Dalam Sistem Penghantaran Obat Ni Luh Dian Saptari Amelia Putri; Ni Kadek Diana Novita Alisia Putri
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 3 (2024): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2024
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2024.v03.p04

Abstract

Kitosan merupakan polisakarida alami yang bersifat kationik sehingga dapat melekat pada jaringan keras dan lunak. Kitosan diperoleh dari kitin melalui proses deasetilasi dan berasal dari sumber alam seperti cangkang crustacea, jamur, dan insekta sehingga cenderung tidak toksik pada dosis terapi. Kitosan dikembangkan sebagai pembawa dalam sistem penghantaran obat karena sifat fisikokimianya yaitu mucoadhesive, biocompatible, biodegradable, antigenitas rendah, kemampuan mengantarkan obat pada target spesifik. Tujuan dari ulasan ini untuk mengetahui perkembangan penggunaan biopolimer kitosan sebagai pembawa dalam sistem penghantaran obat sehingga memberikan beberapa wawasan tentang potensi masa depan. Pencarian data diperoleh dari literatur internasional dan nasional yang open access melalui website dan database berbasis ilmiah seperti Google Scholar, Science Direct, PubMed dari tahun 2019 hingga 2024 yang membahas perkembangan penggunaan kitosan dalam sistem penghantaran obat. Berdasarkan review pustaka yang dikumpulkan, kitosan memiliki sifat fisikokimia larut dalam larutan asam, mengendap dan membentuk gel pada pH rendah, memiliki gugus amino reaktif, membentuk kelat dengan beberapa ion logam. Gugus amina kitosan diperoleh dari deasetilasi dengan mengkonversi kitin menjadi kitosan sehingga rantai polimer kitosan akan semakin reaktif. Dalam mendukung sistem penghantaran obat, kitosan yang memiliki kelarutan buruk pada pH fisiologis harus dimodifikasi dan dikembangkan dengan beberapa pendekatan seperti kitosan pembawa nanopartikel, hidrogel, mikropartikel, film dan enkapsulasi agar meningkatkan stabilitas dan kontrol pelepasan obat. Potensi kitosan menjadi zat tambahan dalam penghantar obat terus berkembang seperti berpotensi pada penghantaran obat oral, parenteral, vaksin, hingga penghantaran obat anti kanker. Kitosan juga memiliki aktivitas antimikroba dan antibakteri.
Integrasi Teknologi CRISPR dalam Pengembangan dan Peningkatan Mutu serta Produksi Obat Herbal Putu Sri Diantari
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 3 (2024): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2024
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2024.v03.p05

Abstract

Integrasi teknologi CRISPR (Clustered Regularly Interspaced Short Palindromic Repeats) dalam pengembangan obat herbal berfokus pada modifikasi jalur biosintesis metabolit sekunder, yang memainkan peran penting dalam efektivitas terapeutik tanaman obat. Studi ini bertujuan menganalisis penerapan CRISPR untuk meningkatkan produksi dan kualitas metabolit sekunder melalui modifikasi genetik yang presisi. Metode yang digunakan melibatkan tinjauan literatur terkini mengenai aplikasi CRISPR dalam bioteknologi tanaman, terutama pada penelitian yang membuktikan keberhasilan intervensi genetik dalam meningkatkan konsistensi dan kandungan metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, dan terpenoid. Hasil kajian menunjukkan bahwa CRISPR dapat mengoptimalkan jalur biosintesis metabolit sekunder secara signifikan dengan menargetkan gen spesifik, sehingga menghasilkan tanaman dengan profil metabolit yang lebih stabil dan terkonsentrasi. Teknologi ini juga menawarkan solusi terhadap masalah variabilitas genetik dan sumber daya tanaman yang sering menjadi kendala dalam pengembangan obat herbal. Dengan demikian, kontribusi CRISPR pada tahap awal produksi metabolit sekunder telah terbukti menjadi alat yang potensial dalam meningkatkan mutu obat herbal di bidang penelitian serta pengembangan, yang dapat menjadi pondasi penting dalam inovasi industri obat herbal di masa depan.
Potensi Ashwagandha (Withania somnifera (L.) Dunal) sebagai Pengobatan Alzheimer Made Galu Putra Ardiana; Ni Kadek Warditiani
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 3 (2024): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2024
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2024.v03.p06

Abstract

Ashwagandha (Withania somnifera (L.) Dunal) adalah tanaman herbal yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional Ayurveda. Penelitian ilmiah terbaru mengungkap potensi neuroprotektif Ashwagandha dalam konteks penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer. Senyawa utama dalam Ashwagandha adalah Withaferin A dan Withanolides. Withanolides meningkatkan aktivitas α-secretase yang mempromosikan pemotongan APP menjadi produk nonamyloidogenic, sedangkan Withaferin A menghambat aktivitas β-secretase, mencegah pembentukan fragmen amyloid-beta yang beracun. Selain itu, withanolides juga menghambat aktivitas γ-secretase, lebih lanjut mengurangi produksi amyloid-beta. Kombinasi efek ini dapat mengurangi pembentukan plak amyloid di otak yang merupakan penyebab utama Penyakit Alzheimer. Tujuan artikel review ini adalah untuk merangkum informasi mengenai pemanfaatan potensi ashwagandha sebagai pengobatan alzheimer. Kajian literatur ini mengambil sumber jurnal penelitian internasional yang berasal dari database seperti Google Scholar, Crossref, dan Scopus yang dibantu dengan program Publish or Perish. Kata kunci yang digunakan dalam penelusuran artikel adalah ashwaganda, Withania somnifera, neurodegeneratif, neuroprotektif dan alzheimer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa withanolide A, withanoside IV, dan withanoside VI dari Ashwagandha memiliki potensi signifikan sebagai pengobatan Alzheimer. Efek yang diamati meliputi stimulasi pertumbuhan neurite, rekonstruksi sinaps, dan regenerasi akson yang rusak akibat amyloid beta (Aβ). Senyawa-senyawa ini meningkatkan aktivitas α-secretase untuk menghasilkan produk nonamyloidogenic, menghambat β- secretase sehingga mengurangi produksi amyloid-beta beracun, serta meningkatkan enzim pengurai insulin (IDE) yang mempercepat pembersihan amyloid-beta. Withaferin A juga menunjukkan efek neuroprotektif melalui sifat anti-inflamasi dan antioksidan, melindungi neuron dari toksisitas Aβ dan mengurangi stres oksidatif. Ashwagandha menunjukkan potensi besar sebagai pengobatan Alzheimer dengan efek multifaset, termasuk peningkatan densitas sinaps dan fungsi kognitif pada model tikus.
Aktivitas Antiosteoarthritis Obat Bahan Alam Melalui Aktivitas Antiinflamasi Desak Nyoman Desy Irayanti; Pande Made Nova Armita Sari
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 3 (2024): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2024
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2024.v03.p07

Abstract

Osteoarthritis adalah bentuk artritis yang paling umum, ditandai dengan kerusakan dan degradasi tulang rawan di dalam sendi. Kondisi ini menyebabkan nyeri, kekakuan, dan penurunan fungsi sendi. Osteoarthritis sering terjadi pada sendi yang menahan beban, seperti lutut, pinggul, dan tulang belakang, serta sendi tangan. Penyakit ini biasanya berkembang perlahan seiring bertambahnya usia dan dapat diperburuk oleh faktor-faktor seperti obesitas, cedera sendi, dan genetika. Obat herbal diartikan sebagai bahan atau sediaan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan atau ekstrak tumbuhan untuk tujuan pengobatan atau kesehatan. Obat herbal melibatkan pemanfaatan berbagai bagian tanaman, seperti akar, daun, bunga, atau biji, yang memiliki sifat-sifat terapeutik. Untuk itu review ini bertujuan untuk mencari herbal medicine mana yang paling potensial untuk antiinflamasi dalam menangani osteoarthritis. Metode dalam penelitian in melalui pencarian data bersumber dari Science Direct dan dengan kata kunci Herbal Remedies AND (Osteoarthritis OR Antiosteoarthritis) AND Anti Inflammation dari tahun 2020-2024 dan didapat 104 Research Article dan diperoleh jurnal yang memenuhi syarat yaitu 10 jurnal. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil literature review ini yaitu diperoleh tanaman yang berpotensi mengobati nyeri ringan hingga sedang dan membantu meringankan gejala artritis termasuk osteoarthritis yaitu Quercus floribunda Lindl. Ex A. Camus, Rebusan ErXian, Daun dari Ocimum, Berberidaceae. Kandungan dari semua tanaman tersebut diketahui memiliki aktivitas antiinflamasi, antioksidan. Kesimpulan dari penelusuran yang dilakukan dalam intervensi produk herbal ditemukan sebagai alternatif yang efektif untuk mengobati nyeri dan membantu meringankan gejala artritis. Implikasi dari literature review ini adalah dapat dijadikan referensi untuk penelitian selanjutnya mengenai tanaman herbal yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai aktivitas antiinflamasi.
Peluang dan Tantangan Inovasi Sediaan Herbal Menggunakan Nanoteknologi untuk Pengobatan Herbal Modern di Indonesia Ni Putu Dita Pramesti Maheswari
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 3 (2024): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2024
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2024.v03.p08

Abstract

Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan obat berbasis bahan alam. Salah satu pendekatan inovatif yang dapat diambil untuk mengembangkan obat herbal berbasis ilmiah adalah dengan memanfaatkan nanoteknologi. Jurnal ini bertujuan untuk mengeksplorasi peluang dan tantangan dalam inovasi sediaan herbal dengan memanfaatkan nanoteknologi untuk pengobatan herbal modern di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, dengan mencari artikel menggunakan kata kunci ("Nanotechnology" OR "Nano-herbal") AND ("Herbal Formulation" OR "Herbal Preparation") AND "Therapeutic" melalui basis data seperti PubMed, Scopus dan ScienceDirect. Jurnal yang digunakan berasal dari publikasi tahun 2019-2024, baik nasional maupun internasional. Berdasarkan hasil pencarian artikel dari basis data, diperoleh sebanyak 78 artikel dengan 17 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanoteknologi menawarkan berbagai keunggulan, seperti peningkatan bioavailabilitas, stabilitas sediaan, dan efikasi terapeutik, sehingga memungkinkan pengobatan yang lebih efektif dan aman. Namun, tantangan yang dihadapi dalam penerapan nanoteknologi di Indonesia meliputi keterbatasan anggaran untuk riset dan kecenderungan untuk menunggu hasil penelitian dari negara lain. Penggunaan nanoteknologi diharapkan dapat menghubungkan kearifan lokal dengan kemajuan ilmiah untuk menciptakan solusi kesehatan yang lebih baik di Indonesia.
Eksplorasi Potensi Terapeutik Daun Mangga: Analisis Farmakologi dan Aplikasi Klinis Gabrios Bonauli Ompusunggu
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 3 (2024): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2024
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2024.v03.p09

Abstract

Daun mangga (Mangifera indica L.) telah lama dikenal dalam pengobatan tradisional, tetapi efektivitas terapeutiknya dalam konteks farmakologi modern masih kurang dipahami secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai aktivitas farmakologi daun mangga dengan melakukan tinjauan literatur terkini. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis melalui database PubMed dan Scopus, menggunakan kata kunci “Mangifera indica” AND (“Leaves” OR “Leaf” OR “Folium”) AND “Pharmacology” dengan batasan tahun publikasi dari 2019 hingga 2024. Dari 32 artikel yang ditemukan, 10 artikel dipilih untuk analisis lebih lanjut. Hasil analisis menunjukkan bahwa daun mangga memiliki banyak potensi farmakologi antara lain, aktivitas, antibakteri, anti diabetes, antioksidan, antikanker, antipiretik, anti-inflamasi, Anti skizofrenia, intestinal protective, hingga meningkatkan fungsi kognitif. Penelitian ini mengisi kekurangan informasi tentang efek terapeutik spesifik daun mangga dan memberikan wawasan baru tentang aplikasi klinisnya.

Page 6 of 10 | Total Record : 95