cover
Contact Name
Eka Indra Setyawan
Contact Email
ekaindrasetyawan@unud.ac.id
Phone
+6281364892853
Journal Mail Official
indrasetyawan@ymail.com
Editorial Address
Department of Pharmacy Udayana University
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi (WSNF)
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : 29861772     DOI : https://doi.org/10.24843/WSNF.2022.v01.i01
Workshop dan Seminar Nasional Farmasi (WSNF) adalah sebuah kegiatan bertaraf nasional yang menyelenggarakan kegiatan workshop dan seminar kefarmasian untuk mengembangkan intelektualitas, softskill, wawasan, dan pengalaman peserta. Program ini merupakan program kerja Himpunan Mahasiswa Prodi Farmasi (HIMAFARMA) Prodi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana. Kegiatan ini juga didukung dengan adanya seminar prosiding yang memungkinkan peserta untuk mempublikasikan penelitiannya yang orisinal, kreatif, dan inovatif dalam bidang kefarmasian dan kesehatan ke masyarakat.
Articles 95 Documents
Review: Fitokimia dan Aktivitas Farmakologi dari Alga Kappaphycus alvareziiz Putu Siska Angelina Pramesti; Putu Oka Samirana; Anak Agung Gede Rai Yadnya Putra
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 3 (2024): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2024
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2024.v03.p10

Abstract

Kappaphycus alvarezii merupakan salah satu alga merah yang termasuk ke dalam keluarga Solieriaceae. Kappaphycus alvarezii mayoritas dikembangkan di kawasan pesisir dan memiliki potensi ekonomi yang besar. Seiring berjalannya waktu, budidaya Kappaphycus alvarezii semakin terus meningkat karena mulai dikenal untuk kebutuhan industri makanan, farmasi, dan kosmetik. Kajian ini disusun dengan tujuan untuk merangkum senyawa fitokimia dan aktivitas farmakologi dari Kappaphycus alvarezii. Pencarian data diperoleh dari jurnal internasional dan nasional melalui database berbasis ilmiah yaitu Google Scholar, Science Direct, dan PubMed. Berdasarkan literatur yang telah dikumpulkan, sebanyak 13 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasilnya menunjukkan Kappaphycus alvarezii mengandung metabolit sekunder yaitu fenolik, flavonoid, alkaloid, terpenoid, dan sterol. Selain itu, isolat yang berhasil diisolasi dari tanaman ini salah satunya adalah fikoeritrin. Mayoritas hasil studi telah menunjukkan bahwa ekstrak maupun isolat aktif dari Kappaphycus alvarezii memiliki aktivitas farmakologi yang potensial seperti antioksidan, antibakteri, antiinflamasi, antikanker, antijamur, dan antidiabetes. Berbagai hasil studi tersebut menunjukkan potensi Kappaphycus alvarezii sebagai agen terapeutik sehingga berpotensi dikembangkan lebih lanjut dalam pengobatan alternatif dan komplementer.
Studi Kandungan Fitokimia Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Sebagai Antibakteri Ni Nyoman Ayu Prastiwi Tenaya; Ketut Widyani Astuti
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 3 (2024): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2024
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2024.v03.p11

Abstract

Penerapan pengobatan tradisional yang bersumber dari tanaman telah lama digunakan sebagai obat herbal yang dipercaya dapat meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup. Berbagai pendekatan telah dilakukan untuk menemukan senyawa bioaktif seperti halnya penggunaan ekstrak tanaman sebagai agen antibakteri. Potensi antibakteri ekstrak daun jambu biji telah dieksplorasi dalam beberapa penelitian yang menunjukkan adanya aktivitas antibakteri tingkat tinggi, yang menegaskan klaim terapi tradisional pada tanaman jambu biji. Daun jambu biji (Psidium guajava L.) terbukti terdapat kandungan beragam fitokimia dengan aktivitas antibakteri, termasuk asam fenolik, flavonoid, terpenoid, glikosida, tanin, dan saponin. Fitokimia dalam ekstrak daun jambu biji efektif menghambat bakteri gram-positif dan gram-negatif. Artikel ini bertujuan guna mengulas secara komprehensif fitokimia dalam ekstrak daun jambu biji yang beraktivitas antibakteri, memperluas pengetahuan mengenai penggunaan tanaman herbal sebagai alternatif terapeutik untuk penyakit bakterial. Metode pembuatan artikel dilakukan dengan meninjau berbagai literatur ilmiah yang dicari melalui penelusuran tiga database, yaitu PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar pada rentang tahun 5 tahun terakhir. Artikel yang termasuk kriteria selanjutnya dianalisis dan disajikan secara naratif. Studi literatur membuktikan bahwasannya ekstrak daun jambu biji, yang telah diuji untuk kandungan fitokimianya, mengandung fenol, flavonoid, dan tanin. Senyawa-senyawa ini terbukti efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri, baik gram-positif maupun gram-negatif. Efektivitas antibakteri dari ekstrak ini telah dianalisis menggunakan metode difusi cakram dan sumuran, yang terverifikasi melalui zona inhibisi yang terbentuk, menegaskan bahwa ekstrak daun jambu biji berpotensi sebagai agen antibakteri.
Studi Bibliometrik: Aktivitas Antioksidan Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) sebagai Bahan Obat Herbal I Wayan Adith Yoga Saputra; Anak Agung Gede Rai Yadnya Putra
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 3 (2024): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2024
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2024.v03.p12

Abstract

Jambu biji (Psidium guajava L.) merupakan salah satu tumbuhan etnik yang banyak tumbuh di lingkungan tropis khususnya Indonesia. Tumbuhan ini sering dimanfaatkan bagian buahnya sebagai bahan pangan hingga bahan pengobatan karena memiliki efek farmakologi yang beragam. Selain bagian buahnya, bagian daun dari tumbuhan ini juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat. Dalam kefarmasian, daun jambu biji dapat digunakan sebagai bahan obat herbal. Salah satu kandungan fitokimia yang terkandung pada daun jambu biji adalah antioksidan. Senyawa ini dapat digunakan untuk berbagai macam penyakit. Tujuan dari penelitian ini untuk melaporkan hasil investigasi terkait perkembangan penelitian yang membahas zat antioksidan daun jambu biji sebagai pengobatan herbal. Metode yang digunakan pada penelitian kali ini menggunakan studi bibliometrik dengan pengambilan database melalui elektronik Dimensions. Setelah data diunduh melalui Dimensions, didapatkan jurnal sebanyak 358 artikel selama rentang waktu 10 tahun dan disaring secara manual sehingga didapatkan 234 artikel. Selanjutnya data diolah dengan menggunakan Biblioshiny R. Hasil penelusuran melalui Biblioshiny R akan diperjelas melalui berbagai macam pengelompokkan. Manfaat yang diharapkan dari adanya penelitian ini adalah untuk meningkatkan kepercayaan dari pembaca terhadap kandungan antioksidan dari daun jambu biji sebagai bahan obat herbal.
Potensi Suplementasi Spirulina (Arthrospira sp.) sebagai Obat Herbal Agen Kardioprotektif Ni Komang Ayu Krisma Suriatha Putri; Rini Noviyani
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 3 (2024): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2024
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2024.v03.p13

Abstract

Penyakit kardiovaskular merupakan salah satu penyakit yang dapat menyebabkan kematian global. Penyakit kardiovaskular menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2019 merupakan penyebab kematian sebesar 32%, yakni sebanyak 17,9 juta jiwa. Penyakit kardiovaskular adalah kelompok penyakit yang terjadi akibat adanya gangguan pada jantung dan pembuluh darah. Perkembangan penyakit kardiovaskular disebabkan oleh beberapa faktor, seperti interaksi faktor genetik individu, lingkungan, dan pilihan gaya hidup individu. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian penunjang berupa obat herbal atau suplemen herbal. Spirulina atau Arthrospira sp. merupakan salah satu contoh tumbuhan yang sudah banyak dijadikan suplemen herbal yang penting bagi kesehatan dan memiliki berbagai aktivitas farmakologi, salah satunya adalah sebagai agen kardioprotektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji potensi suplementasi spirulina (Arthrospira sp.) sebagai obat herbal agen kardioprotektif. Metode pembuatan artikel dilakukan dengan bentuk literature review atau kajian pustaka ilmiah dengan melakukan penelusuran artikel secara online pada database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dipilih dengan meninjau judul, abstrak, dan hasil artikel lalu dianalisis secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukannya potensi suplementasi spirulina (Arthrospira sp.) sebagai obat herbal agen kardioprotektif, dikarenakan memiliki aktivitas sebagai penurun konsentrasi lipid dan kolesterol, penurun gula darah, penurun efek kardiotoksisitas, antioksidan, antitrombotik, antiinflamasi, dan antihipertensi.
Potensi Kayu Manis (Cinnamomum zeylanicum L.) dalam Penanganan Sindrom Metabolik pada Sindrom Polikistik Ovarium (PCOS) Ni Kadek Mas Ari Pratiwi; Ketut Widyani Astuti
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 3 (2024): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2024
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2024.v03.p14

Abstract

Sindrom polikistik ovarium (PCOS) merupakan gangguan metabolisme pada sistem endokrin yang umumnya terjadi pada wanita usia produktif sehingga dapat menyebabkan disfungsi reproduksi, seperti infertilitas dan komplikasi kehamilan. Terapi farmakologis yang digunakan saat ini menggunakan obat off label dan tentunya memberikan efek samping sehingga penggunaan obat herbal mulai diminati. Kayu manis (Cinnamomum zeylanicum L.) mengandung senyawa aktif yang dapat bertindak sebagai agen dalam pengobatan PCOS dengan meningkatkan kontrol glikemik dan metabolisme lipid serta meningkatkan sensitivitas insulin. Tujuan tinjauan pustaka ini adalah mengetahui potensi kayu manis sebagai suplemen dalam penanganan sindrom metabolik yang dialami pasien dengan PCOS. Metode yang digunakan berupa penelusuran pustaka dengan database PubMed, Cochrane Library, ScienceDirect dan Google Scholar dalam rentang waktu penelitian lima tahun terakhir (2019-2024). Kata kunci yang digunakan “PCOS”, “Polycystic Ovary Syndrome”, “Herbal Medicine (AND) PCOS”, “Cinnamon”, “Polycystic Ovary Syndrome (AND) Cinnamon”. Pustaka yang memenuhi kriteria kemudian ditinjau dan disajikan dalam narasi deskriptif. Hasil yang diperoleh menunjukkan kayu manis signifikan menurunkan resistensi insulin dengan parameter indeks HOMA- IR, menurunkan kadar kolesterol, low density lipoprotein (LDL), dan trigliserida (TG) serta meningkatkan kadar high density lipoprotein (HDL). Adanya penurunan tingkat malondialdehide (MDA) pada stres oksidatif dan penurunan jumlah folikel atretik pada ovarium pada pemberian kayu manis. Beberapa pustaka tidak memberikan hasil yang konsisten terhadap penurunan berat badan dan indeks massa tubuh (IMT) pada pasien PCOS. Simpulan menunjukkan kayu manis memiliki potensi dalam menangani dan meminimalkan risiko sindrom metabolik pasien PCOS dengan menurunkan resistensi insulin yang berkontribusi utama terhadap patofisiologis gangguan reproduksi dan metabolisme yang sebanding dengan penggunaan metformin.
Kandungan Fitokimia dan Aktivitas Farmakologi dari Ulva lactuca Ni Luh Linda Sukrawati; Putu Oka Samirana; Anak Agung Gede Rai Yadnya Putra
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 3 (2024): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2024
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2024.v03.p15

Abstract

Ulva lactuca adalah salah satu alga laut yang termasuk ke dalam genus Ulva dan keluarga Ulvaceae. Ulva lactuca memiliki komposisi kimia bernilai ekonomis tinggi yang dapat membuka peluang pemanfaatan dalam aplikasi kosmetik, farmasi, kimia, makanan, dan energi. Artikel ulasan ini bertujuan untuk memeriksa profil fitokimia dan aktivitas farmakologi dari Ulva lactuca. Pencarian data diperoleh dari jurnal internasional dan nasional melalui website dan database berbasis ilmiah yaitu PubMed dan Google Scholar. Berdasarkan literatur yang telah dikumpulkan, terdapat sebanyak 7 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasilnya menunjukkan Ulva lactuca memiliki berbagai metabolit sekunder meliputi alkaloid, terpenoid, steroid, saponin, dan flavonoid. Beberapa senyawa seperti asam sinapik, naringin, rutin, dan quercetin diisolasi dari rumput laut ini. Aktivitas farmakologi dari Ulva lactuca yang paling umum ditemukan dalam literatur adalah antioksidan, antibakteri, antijamur, anticancer, dan antidiabetes. Meskipun alga laut ini menawarkan sumber yang menjanjikan dalam dunia farmakologi dan fitokimia, namun perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi potensi Ulva lactuca sebagai produk alami yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Mengingat bahwa penelitian terkait kandungan fitokimia dan aktivitas farmakologi Ulva lactuca masih sangat terbatas.
Potensi Terapeutik Teripang (Sea Cucumber) sebagai Obat Kardioprotektif Desak Made Dewi Diantari; Rini Noviyani
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 3 (2024): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2024
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2024.v03.p16

Abstract

Penyakit kardiovaskular atau cardiovascular disease (CVD) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Berdasarkan data World Health Organization pada tahun 2022, penyakit kardiovaskular merupakan penyakit mematikan nomor satu di dunia hingga menyentuh angka 17,9 juta kematian setiap tahunnya. Banyaknya efek samping yang ditimbulkan akibat pengobatan konvensional memberikan peluang bagi ditemukannya obat baru, salah satunya yang berasal dari bahan alami laut. Bahan alam laut mempunyai fungsi sebagai reservoir metabolit bioaktif baru dengan berbagai aktivitas farmakologi di dalamnya, seperti teripang. Teripang telah lama dikenal dalam pengobatan tradisional Asia dan secara bertahap mendapatkan pengakuan dalam literatur medis karena khasiatnya yang potensial sebagai agen kardioprotektif. Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas dan mekanisme teripang sebagai agen kardioprotektif berdasarkan studi in vitro, in vivo, dan uji klinis. Kajian ini juga mengevaluasi kandungan senyawa bioaktif dalam teripang yang berkontribusi pada efek kardioprotektifnya, seperti saponin, peptida, dan antioksidan lainnya. Metode yang digunakan dalam penulisan tinjauan literatur ini meliputi studi literatur yang meluas, baik pada jurnal nasional maupun internasional pada database seperti Google Scholar, PubMed, Scopus, Elsevier, ScienceDirect, dan Web of Science yang berfokus pada studi in vitro, in vivo, dan uji klinis yang telah dilakukan dari tahun 2020 hingga 2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa teripang dapat mengurangi kadar kolesterol total, trigliserida, dan tekanan darah, serta meningkatkan fungsi endotelial melalui mekanisme antioksidan dan antiinflamasi. Implikasi penelitian ini adalah teripang dapat menjadi alternatif yang efektif untuk meningkatkan kesehatan vaskular, sehingga dapat membantu mewujudkan pengobatan holistik untuk penyakit kardiovaskular.
Potensi Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) sebagai Antihipertensi dalam Terapi Herbal Modern di Indonesia Natalie Christanti Sukandar; I Gusti Ngurah Agung Dewantara Putra
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 3 (2024): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2024
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2024.v03.p17

Abstract

Hipertensi merupakan jenis penyakit kardiovaskuler di mana tekanan darah pasien melebihi batas normal, biasanya 120/80 mmHg serta umum dijumpai serta banyak penderitanya tidak mengetahui bahwa dirinya terkena hipertensi sehingga dikategorikan sebagai penyakit silent killer. Menurut beberapa penelitian, terapi ekonomis yang mudah ditemukan dan efektif untuk menurunkan tekanan darah tinggi adalah teh atau seduhan dari bunga rosella. Review artikel ini bertujuan untuk mengetahui potensi farmakologis bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dalam terapi hipertensi. Penulisan review artikel ini dilakukan dengan menggunakan berbagai sumber literatur yang diperoleh dari Google Scholar, Researchgate, dan NCBI. Setelah melalui proses seleksi, terpilih lima artikel yang memenuhi kriteria mengenai potensi bunga rosella sebagai antihipertensi. Berdasarkan hasil studi literatur dari lima artikel terpilih, teh atau seduhan bunga rosella yang kaya akan antioksidan mampu melancarkan peredaran darah dengan mengurangi derajat pengentalan darah, dengan demikian jantung bekerja lebih mudah serta aliran darah baik sistolik maupun diastolik akan menurun secara signifikan. Mengkonsumsi teh atau seduhan bunga rosella dianggap sebagai alternatif yang efisien dalam mengurangi tekanan darah seseorang yang menderita hipertensi.
Potensi Terapeutik Daun Momordica charantia L. (Pare): Analisis Aktivitas Farmakologis melalui Kajian Literatur Putu Ayu Putri Fajaryani
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 3 (2024): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2024
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2024.v03.p18

Abstract

Daun Momordica charantia L. (bitter melon) atau di Indonesia dikenal dengan sebutan daun pare sering digunakan dalam pengobatan tradisional karena khasiatnya yang luas. Namun tidak semua klaim mengenai manfaat kesehatan daun pare telah didukung oleh bukti ilmiah yang kuat. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengumpulkan bukti ilmiah yang mendukung klaim bahwa daun pare efektif sebagai pengobatan. Adapun metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan teknik pengumpulan data melalui dua basis data, yaitu PubMed dan Scopus menggunakan kata kunci ("Momordica charantia" OR "Bitter Melon" OR "Bitter Gourd") AND ("Leaves" OR "Leaf" OR "Folium") AND ("Pharmacology” OR “Bioactivity”) dan batasan tahun 5 tahun terakhir yaitu 2019 - 2024 sehingga didapatkan 34 artikel. Setelah melalui proses skrining, ditemukan 11 artikel yang dipilih untuk dikaji lebih lanjut. Hasil kajian menunjukkan bahwa daun pare memiliki aktivitas antiinflamasi, antibakteri, antiobesitas, antiapoptotik, dan antioksidan. Daun pare menunjukkan potensi terapeutik yang luas. Temuan ini mendukung potensi daun pare sebagai bahan aktif dalam pengobatan herbal modern sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami mekanisme kerja spesifik dari daun pare dan untuk mengevaluasi efektivitas serta keamanan jangka panjang dari penggunaannya.
Potensi Senyawa Kurkumin Tanaman Kunyit (Curcuma longa L.) sebagai Antioksidan untuk Menurunkan Perkembangan Sel Kanker Ni Komang Ayu Cahya Puja Dewi
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 3 (2024): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2024
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2024.v03.p19

Abstract

Kanker telah menjadi salah satu penyakit penyebab utama kematian di negara-negara industri. Salah satu hal yang memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan sel kanker adalah adanya radikal bebas (khususnya spesies oksigen reaktif/ROS) melalui mekanisme yang menyebabkan kerusakan seluler dan molekuler. Radikal bebas pada sel kanker dapat mengakibatkan kerusakan DNA, stres oksidatif, dan peradangan kronis. Salah satu senyawa yang dapat berperan melindungi sel dari kerusakan oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas adalah senyawa antioksidan. Salah satu tanaman yang mengandung senyawa antioksidan tersebut adalah kurkumin dari tanaman kunyit (Curcuma longa L.). Beberapa penelitian menyatakan senyawa kurkumin memiliki potensi sebagai antioksidan. Penulisan artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang potensi senyawa kurkumin dari kunyit sebagai antioksidan dalam menurunkan risiko perkembangan sel kanker. Metode yang digunakan untuk penyusunan artikel ini adalah systematic review. Pencarian literature menggunakan database PubMed dan Google Scholar dengan menggunakan kata kunci aktivitas antioksidan, Curcuma longa L., kurkumin, radikal bebas, dan sel kanker. Literature pada masing-masing database dinilai dengan menggunakan metode Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Hasil penelusuran artikel diperoleh artikel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 3 artikel. Artikel-artikel tersebut kemudian ditinjau lebih lanjut untuk mengetahui potensi senyawa kurkumin dari kunyit sebagai antioksidan untuk menurunkan risiko perkembangan sel kanker. Hasil dari tinjauan artikel yang telah dilakukan diperoleh bahwa bagi sel kanker, kehadiran analog fenolik dalam kurkumin memberikan sifat reseptor elektron, yang mendestabilisasi spesies oksigen radikal (ROS). Kesimpulannya, senyawa kurkumin dari kunyit efektif sebagai antioksidan dan menurunkan perkembangan sel kanker yang ditunjukan dengan mekanismenya menghambat ROS.

Page 7 of 10 | Total Record : 95