cover
Contact Name
Iqmal Tahir
Contact Email
iqmal@ugm.ac.id
Phone
+628999411449
Journal Mail Official
jpe-ces@ugm.ac.id
Editorial Address
Editor Jurnal Manusia dan Lingkungan Pusat Studi Lingkungan Hidup - Universitas Gadjah Mada (PSLH - UGM) Komplek UGM, Jalan Kuningan, Jalan Kolombo, Catur Tunggal, Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Manusia dan Lingkungan
ISSN : 08545510     EISSN : 24605727     DOI : https://doi.org/10.22146/jml.30101
Jurnal Manusia dan Lingkungan is published by the Center for Environment Studies, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia. The journal is focused to the relationship between people and its environment that are oriented for environmental problems solving. Jurnal Manusia dan Lingkungan receives a manuscript with interdisciplinary and multidisciplinary approach Abiotic : physical, chemical, technical, geo-environmental science and modelling science Biotic : environmental biology, ecology, agro environment Culture : environmental-socio,-economics,-culture, and environmental health.
Articles 444 Documents
KONTAMINASI LOGAM BERAT DI SEDIMEN: STUDI KASUS PADA WADUK SAGULING JAWA BARAT (Heavy Metals Contamination in Sediment: Saguling Reservoir Case Study West Java, Indonesia) Yoyok Sudarso; Gunawan P. Yoga; Tri Suryono
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 12, No 1 (2005): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18632

Abstract

ABSTRAKWaduk Saguling merupakan salah satu waduk cascade yang berlokasi di Jawa Barat, yang sekarang ini mengalami beberapa permasalahan antara lain: proses sedimentasi yangtinggi, korositas turbin, penurunan kualitas air akibat blooming alga, polusi organik, pestisida, dan logam-logam berat yang berasal dari buangan limbah domestik, industri, aktivitas gunung berapi, dan sebagainya. Logam berat di ekosistem akuatik mempunyai kecenderungan untuk berikatan dengan sedimen yang mampu bertindak sebagai sumber polusi sekunder ke kolom air. Penelitian pada tahun 2004 ini bertujuan untuk mengungkap kontaminasi logam berat Cu, Cd, dan Pb pada sedimen Waduk Saguling. Sampling dilakukan tiga kali mulai bulan Juni hingga September 2004 dengan l3 titik stasiun pengamatan. Hasil kontaminasi logam berat pada sedimen di setiap stasiun pengamatan menunjukkan adanya perbedaan yang sangat signifikan diantara masing-masing stasiun pengamatan yaitu: untuk logam Cd (F: 17,803 dan p = 0,00001), Pb (F= 154,343 dan p < 0,01), dan Cu (F:36,499, P<0,000001). Konsentrasi logam berat hasil pengamatan dibandingkan dengan guideline dari kementrian lingkungan Ontario, SEPA, ERL, ERM, PEL, SEL, dan TEL, secara umum menunjukkan bahwa kontaminasi logam Pb dan Cu yang paling berpotensi menimbulkan gangguan pada ekosistem perairan, sedangkan logam Cd masih dibawah ambang batas dari guideline tersebut diatas. Khusus untuk guideline yang berasal dari US-EPAregion Y Great lakes ke tiga logam tersebut diatas sudah masuk dalam kategori terpolusi berat dari St. Gunung Wayang hingga Stasiun Rajamandala. ABSTRACTSaguling reservoir is one of three cascade reservoirs, which is located in West Java. Nowadays, the reservoir has some serious problems such as: high sedimentation rate, turbine corrosity, water quality depletion caused by blooming algae, organic pollution, pesticide, and heavy metals which are resulted from domestic and industrial wastes, as well as teaching from volcano activity. Heavy metals bound to particulate matters are major component of sediment that in turn can be a secondary pollution source. This research was conducted in the year of 2004, and the aims was to reveal heavy metals contamination in Saguling reservoir sediment. Samples were taken three times at 13 sampling sites during June to September 2004. Results of heavy metal contamination in sediment of Saguling reservoir show significant differences among sampling sites. The Fsiher test values for each heavy metals were Cd (F = 17,803 and p = 0,00001), Pb (F = 154,343 and p < 0,01), and Cu (F = 35,499 and p = < 0,000001). Heavy metals content in sediment were then compared to some guidelines such as SEPA, Ontario Environment Ministry, ERL, ERM, PEL, SEL and PEL. It seemed that Pb and Cu contamination in sediment were at risk to disturb aquatic ecosystem, while Cd was still below threshold of those guidelines. However, according to USEPA region V Great Lakes, all heavy metals contamination in sediment were beyond the thresold.
PERSEPSI DAN PERILAKU PETANI DALAM PENANGANAN RISIKO PESTISIDA PADA LINGKUNGAN DI KELURAHAN KALAMPANGAN, KECAMATAN SABANGAU KOTA PALANGKA RAYA (Farmer’s Perception and Behavior Toward the Risk of Pesticide to the Environment In Kalampangan Village,Sabang) Budi Rario; Kasto Kasto; Su Ritohardoyo
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 12, No 1 (2005): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18633

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengetahuan, persepsi dan perilaku petani penanganan pestisida menurut tingkat sosial ekonomi petani, serta menyusun alternatif arahan penanganan pestisida untuk mengurangi risiko terhadap lingkungan. Penelitian ini adalah penelitian survei yang dilakukan melalui wawancara dan observasional dengan pengambilan data secara cross sectional menggunakan 60 sampel dari populasi sebesar 414 orang. Data diolah dan dianalisis dengan tabulasi silang yang dilanjutkan dengan uji statistik. Tingkat sosial ekonomi, pengetahuan, persepsi dan perilaku penanganan pestisida petani rata-rata tinggi. Tingkat sosial ekonomi petani berhubungan nyata dan berpengaruh kecil terhadap pengetahuan, persepsi dan perilaku penanganan pestisida. Pengetahuan tentang pestisida berhubungan nyata dan berpengaruh besar terhadap persepsi dan perilaku penanganan pestisida. Persepsi tentang pestisida berhubungan nyata dan berpengaruh besar terhadap perilaku penanganan pestisida. ABSTRACTThis research aims at studying farmer’s knowledge, perception and behaviour on pesticide handling according his social economic level, and formulate alternative guideline for pesticide handling to reduce the risk to the environment. This research is a survey research by means of interview and observation. It used cross sectional technique in data collection, using 60 samples from a total population of 414 people. The data were processed and analysed in a cross tabulation, followed by a statistic test. The levels of social economy, knowledge, perception, and behaviour towards pesticide handling by farmers are relatively high. The social economic level shoes a significant correlation and gives small effect to the knowledge, perception, and behaviour in pesticide handling. The farmer’s knowledge shows a significant correlation and gives big effect to the perception, and behaviour in pesticide handling. The farmer’s perception shows a significant correlation and gives big effect to the behaviour in pesticide handling.
OPTIMASI TATA GUNA LAHAN DAN PENERAPAN REKAYASA TEKNIK DALAM ANALISA BANJIR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI: STUDI KASUS DAERAH ALIRAN SUNGAI CILIWUNG HULU DI BENDUNG KATULAMPA (The Optimization of Land Use and the Application of Engineering Treatment in Flood) Yohana Lilis Handayani; Rachmad Jayadi; Bambang Trihatmodjo
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 12, No 2 (2005): Juli
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18634

Abstract

ABSTRAKPeningkatan aliran puncak dan volume runoff dari flood hydrograph dapat disebabkan oleh konversi penggunaan lahan. Fenomena ini terjadi di cekungan hulu sungai Ciliwung sebagai daerah konservasi. DAS ini memiliki peran penting dalam memelihara ketersediaan air di cekungan Ciliwung dan untuk pengendalian banjir di daerah hilir. Berdasarkan data yang dicatat dari 1993 sampai dengan 1996, 14,6% kejadian banjir di daerah hilir disebabkan oleh banjir kiriman. Evaluasi konversi penggunaan lahan di daerah hulu Ciliwung dilakukan dengan membandingkan penggunaan lahan tahun 1989 dan 1998. Optimasi tata guna lahan dilakukan dengan optimasi linier untuk meminimasi nilai koefisien composite runoff. Pendekatan teknis dan penerapan rekayasa teknik digunakan untuk simulasi penurunan aliran puncak dan volume runoff dari flood hydrograph. Perlakuan ini meliputi terracing dan normalisasi kolam detensi (detention pond). Simulasi dilakukan untuk periode banjir 10 tahunan. Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam periode 10 tahun (1989-1998) penggunaan lahan dikonversi secara signifikan. Konversi ini menyebabkan peningkatan aliran puncak dan volume runoff masing-masing 18,97% dan 18,87%. ABSTRACTThe risk of peak flow and runoff volume of a flood hydrograph may be caused by land use conversion. This phenomenon had happened in upstream of Ciliwung basin. As a conversation area, this catchment has an important role in maintaining the water availability of Ciliwung basin and for flood control in downstream area. Based on the collected flood data recorded from 1993 to 1996, 14.6% of flood events in downstream of Ciliwung basin were caused by delivery flood from upstream area. Evaluation of land use conversion in upstream of Ciliwung basin was carried out by comparing land use in 1989 and in 1998. Land use optimization was done using linear optimization to minimize the value of composite runoff coefficient. Technical approach of engineering treatment was used to provide simulation to decrease peak flow and runoff volume of a flood hydrograph. The treatment consist of terracing and normalizing of detention pond. Peak flow and runoff volume of a flood hydrograph were simulated 10 years return period of storm. The results of analysis indicated that during 10 years (1989-1998) the land use converted significantly. The conversation of land use cause to increase the peak flow and the runoff volume of 18.97% and 18.87%, respectively.
STUDI AGIHAN KUALITAS AIR TANAH BEBAS BERDASARKAN TIPE PENGGUNAAN LAHAN PERSAWAHAN DAN PERTAMBAKAN DI PULAU KARIMUNJAWA (The Study of Unconfined Groundwater Quality Distribution Based on the Types of Nonirrigated Rice Field and Fish Pond Land Uses) Mario M. Cabral; Sutikno Sutikno; Soenarso Simoen
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 12, No 2 (2005): Juli
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18635

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan karena adanya fakta bahwa konversi lahan pertanian menjadi tambak ikan tidak dikelola dengan baik dan diduga bahwa hal tersebut mempengaruhi pada proses penurunan kualitas air tanah. Variabel penelitian adalah kualitas unconfined ground water sebagai variabel independen dan penggunaan lahan sebagai variabel dependen. Metode proporsional purposive sampling dipilih dalam penelitian ini dan data dianalisis dengan menggunakan hydrochemical types classification. Penelitian ini mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan unconfined ground water, perubahan komposisi kimiawi air dan kualitas unconfined ground water dalam setiap penggunaan lahan sawah non irigasi dan tambak ikan. Perbedaan ini didasarkan pada dua tipe hydrochemical yaitu F2-(CaHCO3)2(+) dan MgCl2(-) yang masing-masing ditemukan pada penggunaan lahan tersebut. Hal ini berarti bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh adanya intrusi air laut ke dalam tambak ikan yang ditunjukkan oleh sifat air laut. ABSTRACTThe research is carried out due to the fact that the conversation of agricultural land into fish pond are not well managed, and it is supposed that it will influence the deterioration of groundwater quality. The research variables include unconfined ground water quality taken as an independent variable and land uses as dependent variables. Proportional purposive sampling method was chosen and the data were be analyzed using hydrochemical types classification. This research indicates that there are the unconfinied groundwater distinction, hydrochemical composition changing and unconfined groundwater quality on each nonirrigated rice field and fish pond land uses. These distinctions are based on two hydrochemical types of F2-(CaHCO3)2(+) and MgCl2(-) which are found respectively on nonirrigated rice field and fish pond land uses. It means that there are affected by sea water instrusion into fish pond showed by sea water properties.
HUBUNGAN JARAK DAN KUALITAS FISIK SUMUR TERHADAP JUMLAH KOLIFORM TINJA DAN KADAR ZAT ORGANIK AIR SUMUR SEKITAR PETERNAKAN BABI DAN INDUSTRI TAHU DI DESA NGESTIHARJO KECAMATAN KASIHAN KABUPATEN BANTUL (The Relationship between Distance and Physical) Sri Mukti Suhardini; Sudarmadji Sudarmadji; Adi Heru Sutomo
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 12, No 2 (2005): Juli
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18636

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini mengamati korelasi jarak dan kualitas fisik sumur terhadap jumlah koliform tinjad dan kadar zat organik air sumur sekitar peternakan babi dan industri tahu. Penelitian ini menerapkan cross sectoral design variabel independen meliputi jarak dan kualitas fisik sumur, sedangkan variabel dependen adalah jumlah koliform tinja dan kadar zat organik di dalam air sumur. Sampel air diteliti di laboratorium dengan menggunakan metode multiple tube. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ditemukan korelasi yang sangat signifikan antara kualitas fisik sumur dan jumlah koliform tinja di sekitar peternakan babi, (2) terkait dengan jarak dan kualitas fisik sumur di sekitar peternakan babi, tidak ada korelasi yang signifikan dengan kadar zat organik dan (3) tidak ada korelasi antara jarak dan kualitas fisik sumur terhadap kadar zat organik di sekitar industri tahu. ABSTRACTThe purpose of the study was observe the correlation between distance and Physical Quality of Wells to the number of fecal coliforms and content of organic matter of wells water around the pig husbandry, and around tofu industry. The study applied a cross sectional design. Independent variables were the number of fecal coliforms and content of organic matters of wells water. They were examined in the laboratory by means of a multiple tube method for the content of organic matter of wells water. The result of the research indicated (1) there was found a very significant correlation between well physics quality and the number of fecal coliforms around the pig husbandry; (2) regarding both distance and well physics quality around the pig husbandry there was no significant correlation with the content of organic matter; and (3) there was no correlation between the distance and the well physics quality to the content of organic matter of wells water around the tofu industry.
EVALUASI INOVASI TEKNOLOGI BUDIDAYA UDANG YANG RAMAH LINGKUNGAN: KASUS WILAYAH PESISIR KECAMATAN TAYU KABUPATEN PATI (Evaluation of Technological Innovation of an Environmentally Friendly Shrimp Culture: A Case in Coastal Area of Tayu District, Pati) Sri Karyaningsih; Iwan Yusuf B. Lelana; Soenarso Simoen
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 12, No 2 (2005): Juli
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18637

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah meneliti pengelolaan tambak udang dan respons petani terhadap inovasi teknologi yang ramah lingkungan di wilayah pesisir di Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati. Penelitian ini mengevaluasi teknologi budidaya udang dan menetapkan respons petani terhadap teknologi budidaya udang dengan sistem tandon berdasarkan pertimbangan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan tambak udang dengan sistem tandon mampu untuk meningkatkan kualitas air dan proudksi udang. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa teknologi tandon adalah signifikan, tetap, respon petani terhadap teknologi tandon adalah sedang (moderate). ABSTRACTThe objective of this research was to study the shrimps pond management and the response of farmers to shrimps pond technological innovation with environmental consideration in coastal area of Tayu District, Pati Regency. The research was aimed at evaluating shrimps culture technology, establishing the farmers response to the shrimps culture technological with “tendon” system based on environmental consideration. The results showed that the shrimps pond management with “tendon” system is able to improve to water quality and shrimp production. The statistical analysis showed that the shripms of technology “tendon” system was significant. However the response of farmers to this technology “tendon” system is moderate.
PENENTUAN ZONA PERLINDUNGAN SUMBER AIR BAKU PADA SUMUR BOR MOJOSONGO, KADIPIRO DAN JEBRES KOTA SOLO PROPINSI JAWA TENGAH (Delimination of Water Resources Protection Zone in Production Wells of Mojosongo, Kadipiro, Ngadisono and Jebres Solo City Central) Ryllia Ekklessia; Sukandarrumidi Sukandarrumidi; Heru Hendrayana
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 12, No 2 (2005): Juli
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18638

Abstract

ABSTRAKPenentuan zona perlindungan sumber air baku pada dasarnya dimaksudkan untuk melindungi kualitas dan kuantitas air bawah tanah secara alamiah. Penerapan zona perlindungan sumber air baku bertujuan untuk meminimasi efek polutan terhadap sumber air. Daerah penelitian adalah kota Solo, jawa Tengah, termasuk di dalamnya Mojosongo, Kadipiro, Ngadisono dan Jebres. Penelitian ini berhasil menentukan zona perlindungan sumber air baku di daerah penelitian dan juga mengidentifikasi penggunaan lahan serta aktivitas manusia di wilayah tersebut. ABSTRACTThe delimination of the Water Resources Protection Zone is basically intended for naturally protecting groundwater quality and groundwater quantity. The application of Water Resources Protection Zone program has aimed at minimizing pollutant effects to water resources. The research area is Solo City Central Java, which includes Mojosongo, Kadipiro, Ngadisono, and as the land uses and human activities within zones.
PERTANGGUNGJAWABAN NEGARA TERHADAP KERUGIAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN AKIBAT KEGIATAN EKSPOR IMPOR LIMBAH 83 (The State Responsibilities toward Environmental Damages due to Hazardous Wastes Export-Import Activities) Damianus Bilo; Sugeng F. Istanto; Marsudi H. Triatmodjo
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 12, No 3 (2005): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18639

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi dan menganalisis fenomena legal dan praktek hukum yang mengatur pergerakan lintas batas B3 dan limbah 83. Penelitian ini mengkombinasikan pendekatan legal dan normatif. Informasi diinterpretasi dengan menggunakan metode Juridical-analytical dan evaluative-explanatory. Penelitian menyimpulkan bahwa fihak-fihak yang terlibat dalam pengeluaran limbah B3 adalah bertanggung jawab baik secara individual maupun kolektif untuk memberikan kompensasi kerusakan lingkungan yang diderita oleh fihak ketiga. Prinsip ini didasarkan pada hukum publik internasional yang menyatakan bahwa setiap tindakan pelanggaran hukum oleh suatu negara adalah menyangkut pertanggung jawaban international dari negara tersebut.  ABSTRACTThis research aims to investigate and analyze legal phenomena and the practices of law that regulate transboundry movement of hazardous wastes and their disposal. The research combines the normative and empirical legal approach. Information is interpreted by using juridical analytical and evaluative explanatory method. The research concludes that the parties involved in the transmission of hazardous wastes are either individually or collectively responsible for compensating detriments and environmental damaged sufferes by the third parties. This principle is based on the public international law, which insists that every internationally wrongful act of a State entails the international responsibility of that State.
PERAN PEMERINTAH DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM REHABILITASI HUTAN MANGROVE: KASUS DI KECAMATAN PEMANGKAT KABUPATEN SAMBAS KALIMANTAN BARAT (Government Roles and Community Participation in the Rehabilitation of Mangrove Forset: A Case of Pemangkat Sub) Fitriadi Fitriadi; Totok Gunawan; Rijanta Rijanta
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 12, No 3 (2005): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18640

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Pemerintah Daerah dan partisipasi masyarakat dalam rehabilitasi hutan mangrove dan faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat. Daerah penelitian adalah Desa Pemangkat Kota Kecamatan Pemangkat Kabupaten Sambas Kalimantan Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dan kualitatif. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif. Responden penelitian terdiri dari masyarakat Desa Pemangkat Kota yang terlibat langsung dalam kegiatan rehabilitasi hutan mangrove dan aparat Pemerintah Daerah yang terkait dengan kegiatan rehabilitasi hutan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi lapangan dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Pemerintah Daerah dalam rehabilitasi hutan mangrove Tanjung Bila, dan partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan adalah rendah. Hal ini disebabkan oleh kurang dilibatkannya masyarakat dalam proses perencanaan, sikap apatis dari masyarakat, dan rendahnya tingkat pendidikan masyarakat. ABSTRACTThe research was aimed to understand the Local Territory Government roles and the community participation on mangrove forest rehabilitation including factors that influenced community participation. The study area was Pemangkat Kota Village Pemangkat Sub District Sambas Regency West Kalimantan. The methods used for this research were quantitative and qualitative methods, and were conducted through a descriptive analysis. The respondents were communities at Pemangkat Kota Village who were involved directly on the mangrove forest rehabilitation activities and the Local Governmental officials that linked to such activities. The results show that both the rules of Local Government in the forest rehabilitation of Tanjung Bali and the respondent participations for planning process were low. The lack of involvement of societies on planning process, apathetic attitude of societies, and low level of societies education, and low income were factors that contributed to the condition.
MANAJEMEN KONFLIK DALAM PEMANFAATAN SUMBERDAYA ALAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP LEWAT PELAKSANAAN HUKUM ADAT SASI (Conflict Management in the Use of Natural Resources and Environmental Conversation through the Realization of Sasi Traditional Law) Daniel Lucas Kusapy; Cornelis Lay; Yosef Riwu Kaho
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 12, No 3 (2005): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18641

Abstract

ABSTRAKHukum adat Sasi ditetapkan melalui institusi adat atau Pemerintahan Tradisional di desa. Hukum tersebut mencakup pola sanksi atau hukuman yang diberikan kepada pelanggar hukum. Pola hukuman adalah dalam bentuk denda material dengan membayar barang antik atau uang, Hukuman fisik berupa kerja paksa di kebun atau lingkungan desa, sedangkan sanksi sosial berupa pengucilan dari desa. Ditemukan bahwa warga masyarakat desa sangat patuh terhadap pelaksanaan hukum adat sasi. Hal ini karena tidak saja mereka takut terhadap sanksi, tetapi juga bahwa mereka menyadari bahwa hukum adat Sasi dapat mencegah konflik antar warga. ABSTRACTSasi Traditional Law is determined through a traditional institution or Traditional Government in the village. It includes the patterns of sanctions or punishment which are applied to the offenders of law. The pattern of punishment is in the form of material fine using ancient, antique goods and money. The physical punishment is in the form of forced labor at the village gardens or environment, while the social sanction is in the form of punishment to eviction from the village. It is found that members of the village community are very obedient and submissive towards the realization of Sasi Traditional Law. This is because not only they are afraid of the sanctions but also they realize that the Sasi Traditional Law set them apart from conflict among the citizen.

Filter by Year

2001 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 2 (2020): 2 Vol 27, No 1 (2020): 1 Vol 26, No 2 (2019): 2 Vol 26, No 1 (2019): 1 Vol 25, No 2 (2018): 2 Vol 25, No 1 (2018): 1 Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Mei Vol 24, No 1 (2017): Januari Vol 23, No 3 (2016): September Vol 23, No 2 (2016): Juli Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 3 (2015): November Vol 22, No 2 (2015): Juli Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 (2014): November Vol 21, No 2 (2014): Juli Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): November Vol 20, No 2 (2013): Juli Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 3 (2012): November Vol 19, No 2 (2012): Juli Vol 19, No 1 (2012): Maret Vol 18, No 3 (2011): November Vol 18, No 2 (2011): Juli Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3 (2010): November Vol 17, No 2 (2010): Juli Vol 17, No 1 (2010): Maret Vol 16, No 3 (2009): November Vol 16, No 2 (2009): Juli Vol 16, No 1 (2009): Maret Vol 15, No 3 (2008): November Vol 15, No 2 (2008): Juli Vol 15, No 1 (2008): Maret Vol 14, No 3 (2007): November Vol 14, No 2 (2007): Juli Vol 14, No 1 (2007): Maret Vol 13, No 3 (2006): November Vol 13, No 2 (2006): Juli Vol 13, No 1 (2006): Maret Vol 12, No 3 (2005): November Vol 12, No 2 (2005): Juli Vol 12, No 1 (2005): Maret Vol 11, No 3 (2004): November Vol 11, No 2 (2004): Juli Vol 11, No 1 (2004): Maret Vol 10, No 3 (2003): November Vol 10, No 2 (2003): Juli Vol 10, No 1 (2003): Maret Vol 9, No 3 (2002): November Vol 9, No 2 (2002): Juli Vol 9, No 1 (2002): Maret Vol 8, No 3 (2001): Desember Vol 8, No 2 (2001): Agustus Vol 8, No 1 (2001): April More Issue