cover
Contact Name
Iqmal Tahir
Contact Email
iqmal@ugm.ac.id
Phone
+628999411449
Journal Mail Official
jpe-ces@ugm.ac.id
Editorial Address
Editor Jurnal Manusia dan Lingkungan Pusat Studi Lingkungan Hidup - Universitas Gadjah Mada (PSLH - UGM) Komplek UGM, Jalan Kuningan, Jalan Kolombo, Catur Tunggal, Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Manusia dan Lingkungan
ISSN : 08545510     EISSN : 24605727     DOI : https://doi.org/10.22146/jml.30101
Jurnal Manusia dan Lingkungan is published by the Center for Environment Studies, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia. The journal is focused to the relationship between people and its environment that are oriented for environmental problems solving. Jurnal Manusia dan Lingkungan receives a manuscript with interdisciplinary and multidisciplinary approach Abiotic : physical, chemical, technical, geo-environmental science and modelling science Biotic : environmental biology, ecology, agro environment Culture : environmental-socio,-economics,-culture, and environmental health.
Articles 444 Documents
KAJIAN TERHADAP FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TUMBUHNYA PEDAGANG KAKILIMA PADA SUATU KAWASAN: STUDI KASUS KAWASAN MONUMEN PERJUANGAN 45 BANJARSARI SURAKARTA (A Study on the Factors Accelerating the Growth of Vendors in A Region: A Case Study) Eko Wahyu Ariyadi; Laretna T. Adishakti; Didik Kristiadi
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 12, No 3 (2005): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18642

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengidentitikasitaktor-faktor yang mempercepat pertumbuhan pedagang kaki lima di kawasan Monumen Perjuangan 45 Banjarsari Surakarta, serta mempelajari dampak faktor-taktor tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan berfokus pada paradigma fenomenologi, serta menggunakan metode eksplorasi untuk pengumpulan data. Hasil penelitian mengidentifikasi faktor yang mempercepat tumbuhnya pedagang kaki lima dan diklasifikasikan menjadi (I) taktor eksternal (dari kota Surakarta dan sekitarnya), dan (2) faktor internal (daerah yang bersangkutan) Penelitian menyimpulkan bahwa faktor-faktor tersebut dengan kuat mempercepat pertumbuhan. Semua faktor mempengaruhi pertumbuhan dalam hal jumlah, perkembangan spesial kios permanen, jenis ruang yang ditempati, dan interaksi antar pedagang kaki lima di Monumen Perjuangan Banjarsari. ABSTRACTThe objevtives of this research are to identify factors that accelerate the growth of vendors at the Monumen Perjuangan 45 area in Banjarsari, and to study the impacts of those factors. The research adopted a qualitative approach by focusing on the phenomenology paradigm, and it used exploration method for data collection. The results identify that the factors accelerating the growth of vendors can be classified into (1) external factors (of Surakarta city and its hinterland), and (2) internal factors (of the area and vendors concerned). The research concluded that the factors strongly accelerating the growth. All of factors affect the growth of vendor in terms of the growth of the number, spatial development, degree of permanent building (kiosk), type of space occupied, width of area used, and the interaction among vendors at the Monumen Perjuangan 45 area in Banjarsari.
POLA PENGELOLAAN SANITASI DI PERKAMPUNGAN BANTARAN SUNGAI CODE, YOGYAKARTA (Pattern of Sanitation Management in Code Riverside Settlements, Yogyakarta) Atyanto Dharoko
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 12, No 3 (2005): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18643

Abstract

ABSTRAKBantaran Sungai Code merupakan wilayah pusat kota Yogyakarta yang dipenuhi oleh perkampungan padat penduduknya. Sistem kehidupan masyarakat kampung bantaran Sungai Code sudah terintegrasi dengan kehidupan sosial ekonomi masyarakat kota Yogyakarta. Permasalahan yang muncul adalah rendahnya kualitas intrastruktur terutama fasilitas sanitasi karena kendala terbatasnya kemampuan ekonomi masyarakat dan bentuk topograti yang terjal. Akhirnya sungai merupakan tujuan pembuangan akhir limbah sanitasi lingkungan tanpa proses terlebih dahulu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola sanitasi komunal lebih dapat diterima oleh masyarakat dari pertimbangan sosial, ekonomi dan kondisi lingkungan yang terjal. Di masa mendatang sistem ini perlu dijadikan dasar pengembangan teknis sistem sanitasi bantaran sungai untuk memperoleh sustainability yang tinggi. ABSTRACTCode riverside is part of central business district in Yogyakarta composed by densely populated kampungs. Community way of life in the kampungs have been successfully integrated with social-economic of the urban community. The crusial problem faced by the community is lack of infrastructure facilities especially sanitation. This situation is very much related to social-economic constraints of the community and topographical situation as fisical constraints. Finally, sanitation disposals have to be discharged into Code River without pre processing. The study concludes that communal sanitation system becomes the most acceptable system based on socio-economic and topographical constraints. In the future communal sanitation system may become a basic technical considerations to develop sanitation system in the riverside settlements and to achieve sustainability.
PERANAN BAHAN ORGANIK BERNISBAH C/N RENDAH DAN CACING TANAH UNTUK MENDEKOMPOSISI LIMBAH KUI.IT KAYU Gmelina arborea (The Roles of Low C/N Ratio Organic Matters and Earthworms to Decompose Waste Barks of Gmelina arborea) Suryo Hardiwinoto; Nandang Rahayu; Cahyono DK Agus; Handojo H. Nurjanto; Widiyatno Widiyatno; Haryono Supriyo
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 12, No 3 (2005): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18644

Abstract

ABSTRAKLimbah kulit kayu berpotensi dapat menyebabkan dampak negatip terhadap lingkungan apabila tidak ditangani dengan baik. Sebagai bahan organik, limbah kulit kayu sebetulnya dapat dijadikan sbagai bahan baku kompos. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan penambahan bahan organik ber-nisbah C/N rendah dan cacing tanah dalam menurunkan nisbah C/N dan meningkatkan kandungan unsur hara makro dari kompos limbah kulit kayu. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap yang disusun secara faktorial, terdiri dari 2 faktor dengan 5 ulangan. Faktor pertama adalah penambahan bahan organic ber-nisbah C/N rendah (daun Glyricideu maculuta and daun Gmelina arborea), dan taktor kedua adalah jenis cacing tanah, yaitu Lumbricus rubellus (Cl) dan Eisenia foetida (C2). Parameter yang digunakan adalah kandungan karbon (C), dan beberapa unsur hara makro, yaitu: nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), kalsium (Ca) and magnesium (Mg) dari kompos limbah kulit kayu. Penambahan bahan organik ber-nisbah C/N rendah dan cacing tanah merupakan cara penanganan limbah kulit kayu yang ramah lingkungan. Penambahan bahan organik ber-nisbah C/N rendah secara nyata dapat menurunkan nisbah C/N dan meningkatkan kandungan unsur hara makro N, P, K, Ca dan Mg dari kompos limbah kulit kayu. Nisbah C/N kompos limbah kulit kayu dapat turun semakin rendah dan kandungan unsur hara makro N, P, K, Ca and Mg dapat naik semakin tinggi dengan adanya penambahan bahan organik ber-nisbah C/N yang semakin banyak. Cacing tanah menunjukkan peran yang sangat nyata dalam menurunkan nisbah CIN dan menaikkan kandungan unsur hara makro N, P, K, Ca dan Mg dari kompos limbah kulit kayu. Rerata nisbah C/N dari kompos limbah kulit kayu (C0) sebesar 56,17, dan dengan adanya perlakuan cacing tanah rerata nisbah C/N dapat turun secara sangat nyara menjadi 26,66 (Cl) dan 22,94 (C2). Rerata kandungan N dari kompos limbah kulit kayu (C0) hanya sebesar 0,89 %, dan dengan adanya aktivitas cacing tanah, rerata kandungan N dapat naik secara nyata menjadi 1,34 % (Cl) dan 1,41 % (C2). Penurunan nisbah C/N dan kenaikan kandungan unsur hara makro N, P, K, Ca dan Mg dari kompos limbah kulit kayu dengan adanya aktivitas cacing tanah menjadi semakin besar apabila dikombinasikan dengan perlakuan penambahan bahan organik ber-nisbah c/N rendah. ABSTRACTWaste barks potentially caused negative environment impacts if they are not handled properly. As organic materials, they actually can be used as raw materials to produce compost. Objective of this research was to clarify the roles of low C/N organic matters and earthworms to decrease C/N ratio and increase nutrient contents of the barks compost. The experiment used a completely randomized design with two factors and five replications. The first factors was addition of low C/N ratio organic matters, i.e.leaves of Glyricidea maculate and Gmelina arborea, the second factor was species of earthworm, i.e. Lumbricus rubellus (C1) and Eisenia foetida (C2). Parameters used were contents of carbon ©, and several macro nutrients, i.e. nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), calcium (Ca) and magnesium (Mg) of the wasted bark compost. Addition of low C/N ratio matters and earthworms was environmentally sound to handle the wasted barks. Adiition of the organic matters has significantly decreased the C/N ratio and increased the content of N, P, K, Ca and Mg of the wasted bark compost. The C/N ratio of the bark compost decreased lower and the contents of N, P, K, Ca and Mg increased higher by more addition of the low C/N matters. Earthworms showed their significant roles to decrease the C/N ratio and increase the contents of N, P, K, Ca and Mg of the waste bark compost. Mean C/N ratio of the bark compost (C0) was 56,17, and by the earthworm treatments it decreased significantly to 26,66 (C1) and 22,94 (C2). Mean N content of the bark compost (C0) was only 0,89 %, and by the earthworm activities it increased significantly to 1,34 % (C1) and 1,41 % (C2). The decreases of C/N ratios and increases of the nutrients by the earthworm activities in the bark compost would be higher when they were combined with the addition of low C/N ratio organic matters.
RESPON MASYARAKAT TERHADAP KEGIATAN PERBAIKAN KAMPUNG: KASUS KAMPUNG KOTA DI YOGYAKARTA (Community Respond to Kampung Improvement Activities: Case Urban Kampung in Yogyakarta) Atyanto Dharoko
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 13, No 1 (2006): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18645

Abstract

ABSTRAKKegiatan perbaikan kampung yang dilakukan oleh pemerintah, masyarakat maupun sektor swasta merupakan upaya strategis untuk menngkatkan kualitas lingkungan kampung kota dengan tujuan lebih lanjut adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat penghuni. Pendekatan yang paling sepadan digunakan adalah metode Community empowerment approach. Yogyakarta menjadi salah satu sasaran utama dari berbagai program perbaikan kampung karena memiliki masalah lingkungan yang cukup kompleks dengan adanya perkembangan kampung-kampung kumuh dan Illegal yang tersebar di dalam wilayah kota. Perkembangan berbagai kegiatan perbaikan kampung selama ini menunjukkan hasil yang bervariasi karena dipengaruhi oleh kondisi kampung yang beraneka ragam serta pemahaman masyarakat yang berbeda-beda dalam melihat persoalan fenomena kampung mereka. Penelitian menympulkan bahwa pemahaman masyarakat dalam satu wilayah kampung yang sama sangat bervariasi sehingga keberlanjutan dari berbagai program perbaikan kampung belum dapat dicapai. Pada kondisi pemahaman masyarakat yang rendah disebabkan karena pra kondisi yang dilakukan sangat kurang untuk memperoleh tingkat keberlanjutan yang tinggi, oleh karena itu diperlukan upaya yang lebih baik oleh para inisiator pada masa pra kegiatan terutama dalam bentuk pemahaman masrakat terhadap program dengan benar. ABSTRACTKampung improvement activities developed by authority, community and sponsoring bodies are strategic efford to enchance environmental quality of the kampong and finally enhancing the community prosperity. The most compatible approach to develop is community empowerment basis. Yogyakarta becomes one of the target since the city faces a complicated problems in environmental aspect. The improvement of kampong shows a various achievement because the awareness and concept of inhabitants are also varies. It is concluded that different concept and interpretation among communities, authority and sponsoring bodies to understand the real problems of kampungs makes the participation of communities and sustainability become weak. It is important for initiators understanding that preconditioning becomes a key success for the programs.
BURUNG DI PULAU NISAKAMBANGAN, CILACAP, JAWA TENGAH: KEANEKARAGAMAN, ADAPTASI DAN JENIS-JENIS PENTING UNTUK DILINDUNGI (Birds in Nusakambangan Island, Cilacap, Central Java: Diversity, Adaptation and Important Species for Conservation) Bambang Agus Suripto; Amir Hamidy
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 13, No 1 (2006): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18646

Abstract

ABSTRAKPulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah yang merupakan pulau tertutup telah dan akan terus mengalami degradasi lingkungan. Sebelum kerusakannya terjanjur semakin parah perlu dilakukan pendataan kekayaan jenis burung sebagai base line data. Tujuan penelitian adalah mengetahui keanekaragaman jenis burung, daya adaptasinya, keunikan masing-masing tipe habitatnya dan jenis-jenis burung yang mendapat prioritas perlindungan tertinggi di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah itu. Data keanekaragaman jenis burung dikumpulkan dengan pengamatan langsung, data dibandingkan dengan hasil penelitian lain dan dianalisis secara deskriptif. Daya adaptasi burung diketahui berdasarkan informasi seberapa banyak tipe habitat yang dihuni oleh suatu jenis burung. Tingkat keunikan masing-masing tipe habitat dipelajari dengan menggunakan Indeks Sililaritas Jaccard. Jenis-jenis yang mendapat prioritas perlindungan ditentukan berdasarkan hasil penetapan melalui proses pembobotan parameter terpilih. Hasil penelitian menunjukkan di Pulau ini dijumpai paling sedikit seratus empat puluh delapan (148) jenis burung itu tercakup dalam Subclass Neornithes, 15 ordo dan 41 familia. Sebagian besar jenis burung (101 jenis) berdaya adaptasi rendah, 40 jenis berdaya adaptasi sedang dan hanya 7 jenis berdaya adaptasi tinggi. Hutan mangrove merupakan habitat yang paling unik karena tingkat kesamaan komposisi jenis burung dengan yang ditemukan pada tipe habitat lain terndah yaitu antara 1,8%-16,9%. Lima jenis burung jenis yang mendapat prioritas perlindungan tertinggi adalah Hiearctur Kienerii (Elang Perut Karat - score 15), Megalaima corvina (Takur Bututut - score 15), Megalaima javensis (Takur Tulung Tumpuk - score 14), Lophozosterops javanicus (Opior Jawa – Scote 14, dan Aethopyga mystacalis (Burung Madu Jawa  – score 14). ABSTRACTThe environment of Nusakambangan Cilacap, Central Java, the enclosed island, is degrading. Prior the environment quality to be worse, it is necessary to have data on bird diversity as the base line data. The objectives of this research was to collect data on bird diversity, bird adaptation, the uniqueness of their habitat and determination of the most important species to be conserve in the Island. Data on birds diversity collected using direct observation method, was compared with other research results and analyzed descriptively. Birds adaptation was studied based on the number of habitat being inhibitant by certain species. The degree of each habitat uniqueness was studie using Jaccard’s Similarity Index. The species priority to be conserve was determine using selected parameter weighting. The results show that there are at least one hundred forty eight (148) species of birds belong to Subclass Neornithes, 15 ordo and 41 families. Most of them (101) are poorly adaptive, forty (40) species are moderately adaptive, and only seven (7) species are highly adaptive. Mangal forest is the most unique habitat because of the lowest similarity of bird species composition to anothers habitat which ranged from 1,8% to 16,9%. Five species are determined to be the most important species conserved: Hiearctus kienerii (Elang Perut Karat – score 15), Megalaima corvine (Takur Batutut – score 15), Megalaima javensis (Takur Tulung Tumpuk – score 14), Lophozosterops javanicus (Opior Jawa – score 14) dan Aethopyga mystacalis (Burung Madu Jawa – score 14).
PENGARUH KONTAMINASI LOGAM BERAT TERHADAP KECACATAN LARVA (Dicrotendipes simpsoni) (DIPTERA: CHIRONOMIDAE): STUDI KASUS DI WADUK SAGULING JAWA BARAT (Effects of Heavy Metals On Dicrotendipes Simpsoni Larvae Deformities Diptera: Chironomidae: A Case Study) Yoyok Sudarsono
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 13, No 1 (2006): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18647

Abstract

ABSTRAKPenggunaan kecacatan morfologi bagian mulut dan antena pada larva Chironomidae telah lama dikethui sensitif dalam mendeteksi adanya stress yang disebabkan oleh kontaminasi bahan polutan yang ada di sedimen maupun terlaurt dalam air. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kecacatan Chiromedae yang terjadi pada spesies Dicrotendipes simpsoni yang dikaitkan dengan kontaminasilogam berat pada air permukaan di Waduk Saguling. Untuk memperolteh hewan tersebut dari lapangan, maka digunakan subtrat buatan melayang sebagai trap yang direndam pada air di kedalaman 2m pada sentra-sentra perikanan jaring apung (St. Batujajar, Ciminyak, Dam). Hasil analisis kecacatan pada spesies Dicrotendipes simpsoni menunjukkan frekwensi kecactan total secara umum paling banyak dijumpai pada St. Batujajar (95,56%) diikuti Dam (82,2%), dan Ciminyak (68,89%). Hasil analisis multivariat dengan PCA dan korelasi sederhana Pearson-product moment menunjukkan adanya kecenderungan dari logam Cr menyebabkan peningkatan frekuensi kecacatan antena secara signifikan (r=0,7099, p=0,032), dan frekwensi cacat total berkorelasi signifikan dengan kontaminasi logam Pb (r=7055, p=0,034). Logam Cu cenderung mencirikan tipe kecacatan pada pecten ephipharyngis (r=0,6131), walaupun tidak signifikan pada level 95%. Adanya respon kecacatan bagian mulut dan antena pada Dicrotendipes simpsoni merupan sinyal yang positif bagi pengembangan sistem peringatan dini dari kontaminasi logam berat di ekosistem perairan tawar. ABSTRACTMouthpart and antenna deformities of Chironomidae have been known and sensitive to detect stress which is caused by pollutant contamination in sediment and water. The research have objective to reveal deformities on Dicrotendipes simpsoni Chironomidae larvae in Saguling Reservoir and to know correlation between the deformities with contamination heavy metals on surface water. The animal was collected from reservoir using artificial subtrat submerged in deepness of 2 m on floating net (St. Batujajar, Ciminyak, Dam). St. Batujajar had frequency of total deformity is highest (95.56 %) and was followed by Dam (82.2 %), and Ciminyak (68.89 %). Multivariate analysis using PCA and simple correlation from Pearson-product Moment showed tendency of Cr heavy metal caused antenna deformity (r = 0,7099, p = 0,032), and frequency of total deformity have significant correlation with Pb (r = 0,7055, p = 0,034). Cu metal tends to cause deformity type of pectin ephipharyngis (r = 0,,6131) and not significant at level 95%. Existence of mouthpart and antenna deformities on Dicrotendipes simpsoni is positive signal to develop early warning system for heavy metal contamination in freshwater ecosystem.
AGRO-CHEMICAL INPUTS USE IN INDONESIA DURING 1970-1989: IS ITS CONTRIBUTION ON RICE PRODUCTION SIGNIFICANT? Joko Mariyono
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 13, No 1 (2006): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18648

Abstract

Agro-chemical inputs (fertilizar and pesticides), have contributed in growing economics of Indonesia, which in 1970-1989 demonstrated a spectacular increase in rice production. Since the agro-chemical inputs prossess two contradictive characteristics of enhancing yield and preventing yield loss on one hand, and threatening human health and environment on the other hand, a study that reviews the real contribution of agro-chemical inputs on rice production in needed. The objective of the study is to determine whther or not the contribution of agro-chemical inputs on rice production in the 1970-`1989 periods is significant. Estimation is conducted by using time series data comprising four main factors of rice production: rice-planted area, nitrogen-fertilizer, chemical pesticides, and tectonogical progress. Data were compiled from GOI report. The results of estimation indicate that the increase in rice production during 1970-1989 was not caused by increasing chemical pesticide use, but by the enlargement of planted rice are, rise in nitrogenous fertilizer use, and technological progress.
RONALD ROSS AND THE CRUSADE AGAINST MALARIA (ATRIBUTE TO ROSS'S 150th BIRTH ANNIVERSARY ON MAY 13,2007) (Ronald Ross dan Upaya Memerangi Malaria (Menyambut Hari Kelahiran Ross Ke 150 pada Tanggal 13 Mei 2007) Ronald Ross; Debarshi Gupta Biswas
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 13, No 2 (2006): Juli
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18649

Abstract

ABSTRACTRonald Ross ( 1857- 1932) was the first to substantiate that mosquito transmitted malaria. One among the founding fathers of malariology, he was awarded the second ever Nobel Prize in Medicine in 1902 for his work on establishing the integral connectivity between mosquitoes, malarial parasite, and man. Today, his researches have regained immense significance in the light of the threatening resurgence of malaria. This article examines the events surrounding Ross's seminal discovery.ABSTRAKRonald Ross (1857-1932) adalah orang pertama di dunia yang membenarkan bahwa nyamuk menularkan malaria. Satu di antara banyak perintis penemuan di bidang malariologi, Ronald Ross dianugerahi Hadiah Nobel Kedokteran pada tahun 1902 untuk karya ilmiahnya yang menegaskan hubungan integral antara nyamuk, parasit malaria dan manusia. Dewasa ini, hasil-hasil penelitiannya kembali memperoleh nilai penting dalam hal kemunculan malaria yang kembali mengancam dunia. Makalah ini mengungkap kejadian-kejadian sekitar penemuan Ross tersebut yang kemungkinan masih berkembang di masa depan.
RUANG BERMAIN UNTUK ANAK DI KAMPUNG KOTA: STUDI PERSEPSI LINGKUNGAN, SETING, DAN PERILAKUANAK DI KAMPUNG CODE UTARA, YOGYAKARTA (Space for Children in Urban Kampung: Study on the Environmental Perception, Setting, and Behaviour of Urban Children) Bakti Setiawan
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 13, No 2 (2006): Juli
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18650

Abstract

ABSTRAKSeringkali perencanaan dan penataan ruang dilakukan tanpa pemahaman yang benar akan persepsi dan perilaku manusia pengguna ruangnya. Kenyataan yang terjadi adalah penataan ruang yang tidak optimal mengakomodasi kebutuhan dan keinginan penggunanya, serta tidak memfasilitasi proses adaptasi yang dinamik antara perilaku dengan setingnya. Interaksi anak-anak dengan lingkungan alam sangat menentukan pembentukan kematangan pribadi anak di kemudian hari. Penelitian ini bertujuan untuk memahami persepsi, seting, dan perilaku anak-anak kota terhadap sungai dan lingkungannya, dengan kasus di Kampung Code Utara, Yogyakarta. Dalam penelitian dilakukan pemetaan perilaku, pemetaan mental, observasi lapangan, dan wawancara dengan 24 anak di area penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak di area penelitian mempunyai persepsi yang positip terhadap sungai sebagai elemen penting lingkungan perumahan mereka. Meskipun demikian, kondisi sungai dan penataan ruang di sekitar sungaijustru kurang memfasilitasi persepsi dan perilaku yang positip ini. Penataan ruang yang terjadi justru membatasi interaksi anak dengan sungai, sehingga mereka kehilangan kesempatan untuk mengembangkan kognisi positipnya terhadap lingkungan dan alam sekitar. Penelitian ini menyarankan pentingya perencana kota menghadirkan ruang-ruang yang memungkinkan anak-anak perkotaan melakukan interaksi yang dinamik dengan lingkungan alam. ABSTRACTFrequently, spatial planning and developments were done without a clear understanding about the perception and behavior of the inhabitants. The result is spatial arrangements which are not optimally accommodated the need and preference of the inhabitants. Further, such spatial arrangements do not facilitate inhabitants to dynamically adapt their behavior to the setting. Interaction with nature is crucial for children to develop their personal attitude in the future. The research aims to understand the perception, setting and behavior of urban children toward the river and its surrounding. The case study is Code Utara kampong in Yogyakarta. The research employed naturalistic approach and utilized behavioural mapping, mental mapping, field observation, and interviews with children in the area. The research founds that children in the area have a positive perception and behavior toward the river. They saw the river as important natural elements which should be preserved. However, the condition of the river and the spatial planning of the area has not facilitated such positive perception. The existing spatial arrangement even limits children interactions with the river and therefore they lost their opportunities to develop their positive cognitive mental map related to natural environment. The research suggests that it is very important for urban planner to provide space in the city that enable urban children to experience dynamic interaction with nature
PERAN KECEPATAN ANGIN TERHADAP PENINGKATAN KENYAMANAN TERMIS MANUSIA DI LINGKUNGAN BERIKLIM TROPIS LEMBAB (The Role of Wind Velocity on Increasing Human Thermal Comfort in Hot and Humid Environment) Sangkertadi Sangkertadi
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 13, No 2 (2006): Juli
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18651

Abstract

ABSTRAKFaktor utama yang mempengaruhi persepsi kenyamanan termis pada manusia adalah : pakaian, suhu, kelembaban dan kecepatan udara sekitar, serta jenis aktivitasnya. Di daerah beriklim panas dan lembab, rasa tidak nyaman berkaitan erat dengan keluarnya keringat. Angin dengan debit dan kecepatan tertentu dapat difungsikan untuk mendinginkan penghuni bangunan melalui proses evaporasi keringat dan proses perpindahan kalor secara konvektif. Tulisan ini menyajikan pendalaman tentang teknik mengevaluasi tingkat kenyamanan termis manusia di daerah beriklim tropis lembab khususnya dengan menggunakan skala DISC dan PMV. Studi ini difokuskan pada pengaruh kecepatan angin untuk meningkatkan kenyamanan termis manusia. Metode yang dipakai adalah simulasi numerik dengan menggunakan sejumlah persamaan praktis untuk penghitungan kenyamanan termis. ABSTRACTThe most important factors which influence the condition of thermal comfort are clothing, temperature, humidity, air velocity, and types of activities. In hot and humid climate, feeling of comfort are associated with sweating. Air velocity can cool building occupants by increasing convective and evaporative heat loses. This paper intends to explore the techniques for evaluating of thermal comfort especially with introduction of PMV and DISC scales for the tropical humid environment. The study is focused on the influence of air velocity to the scale number of both DSC and PMV. A simple numerical simulation with some of empirical correlations are used to estimate the index of thermal comfort

Filter by Year

2001 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 2 (2020): 2 Vol 27, No 1 (2020): 1 Vol 26, No 2 (2019): 2 Vol 26, No 1 (2019): 1 Vol 25, No 2 (2018): 2 Vol 25, No 1 (2018): 1 Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Mei Vol 24, No 1 (2017): Januari Vol 23, No 3 (2016): September Vol 23, No 2 (2016): Juli Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 3 (2015): November Vol 22, No 2 (2015): Juli Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 (2014): November Vol 21, No 2 (2014): Juli Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): November Vol 20, No 2 (2013): Juli Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 3 (2012): November Vol 19, No 2 (2012): Juli Vol 19, No 1 (2012): Maret Vol 18, No 3 (2011): November Vol 18, No 2 (2011): Juli Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3 (2010): November Vol 17, No 2 (2010): Juli Vol 17, No 1 (2010): Maret Vol 16, No 3 (2009): November Vol 16, No 2 (2009): Juli Vol 16, No 1 (2009): Maret Vol 15, No 3 (2008): November Vol 15, No 2 (2008): Juli Vol 15, No 1 (2008): Maret Vol 14, No 3 (2007): November Vol 14, No 2 (2007): Juli Vol 14, No 1 (2007): Maret Vol 13, No 3 (2006): November Vol 13, No 2 (2006): Juli Vol 13, No 1 (2006): Maret Vol 12, No 3 (2005): November Vol 12, No 2 (2005): Juli Vol 12, No 1 (2005): Maret Vol 11, No 3 (2004): November Vol 11, No 2 (2004): Juli Vol 11, No 1 (2004): Maret Vol 10, No 3 (2003): November Vol 10, No 2 (2003): Juli Vol 10, No 1 (2003): Maret Vol 9, No 3 (2002): November Vol 9, No 2 (2002): Juli Vol 9, No 1 (2002): Maret Vol 8, No 3 (2001): Desember Vol 8, No 2 (2001): Agustus Vol 8, No 1 (2001): April More Issue