cover
Contact Name
SYAMSUL BAKHRI
Contact Email
religia@uingusdur.ac.id
Phone
+62285-412575
Journal Mail Official
religia@uingusdur.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, UIN K.H.Abdurrahman Wahid Pekalongan Jl. Pahlawan, Rowolaku, Kec. Kajen, Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia. PO.BOX 51161, Telp. (0285) 412575 | Fax. 423418
Location
Kota pekalongan,
Jawa tengah
INDONESIA
Religia : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
ISSN : 14111632     EISSN : 25275992     DOI : https://doi.org/10.28918/religia.v23i1
Religia Jurnal Ilmu Ilmu KeIslaman focuses on Islamic studies particularly Living Quran and Hadith. The word Living addresses the implementation of Quran and Hadith in social life. It relates to particular reference to Indonesian culture, diversity, history, philosophy, sociology, and anthropology, Sufism, and ideology. Topics addressed within the journal include but are not limited to Contemporary and Interdisciplinary Quran and Hadith Studies, Thematic Exegesis, Comparative Exegesis, Quranic and Hadith Studies, Methodology and Hermeneutics, Manuscripts and Textual Criticism on the Qur’an and Hadith.
Articles 310 Documents
KORELASI TRADISI “NGAPATI” DENGAN HADITS PROSES PENCIPTAAN MANUSIA Hasan Su’aidi
Religia Vol 15 No 1: April 2012
Publisher : UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v15i1.124

Abstract

Ngapati atau ggupati adalah salah satu tradisi yang berkembang di tengah masyarakat Islam Indonesia, khususnya Jawa. Upacara tersebut diadakan sebagai bentuk tanda syukur atas karunia yang diberikan oleh Tuhan, disamping permohonan atas keselamatan dan kesejahteraan janin. Acara ini dilaksanakan ketika umur janin mencapai 4 bulan. Karena janin pada saat itu telah sampai pada tahapan yang sangat penting. Namun demikian, pada satu sisi upacara ini seringkali dianggap sebagai amaliah yang tidak diajarkan di dalam Islam sehingga dinilai sebagai amaliah sesat. Tulisan ini mencoba untuk menelaah tentang bagaimana Islam menyikapi upacara ngapati dalam bingkai hadits dan tradisi yang berkembang.
KOMBINASI PENDEKATAN STUDI ISLAM: IKHTIAR MENJAWAB TANTANGAN STUDI ISLAM KE DEPAN Nur Khasanah
Religia Vol 15 No 1: April 2012
Publisher : UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v15i1.125

Abstract

Pada saat ini, banyak pendekatan yang dapat digunakan dalam memahami Islam. Dengan adanya persatuan akan terjadi pendekatan Islam komprehensif. Agama Islam juga memiliki banyak hal, bukan hanya sebagai pesan simbolik saja. Berbagai pendekatan yang dimulai dari pendekatan utama meliputi Ilmu Tafsir, Ilmu Al-Qur’an, Ilmu Hadits, Ilmu Fiqh/Ushul Fiqh, dan lainnya yang masih dalam lingkup studi Islam, dan pendekatan yang terbaru dengan menggunakan ilmu sosial dan humaniora. Semua pendekatan tersebut dikombinasikan. Studi Islam bukan lagi monopoli guru agama saja, tetapi terbuka untuk semua disiplin ilmu. Dengan mengombinasikan beberapa pendekatan, pengajaran Islam lebih fungsional dan aplikatif untuk memberikan jawaban terhadap masalah sepanjang periode dan tantangan studi Islam itu sendiri dalam waktu ini
EPISTEMOLOGI HUKUM EKONOMI ISLAM (MUAMALAH) Agus Arwani
Religia Vol 15 No 1: April 2012
Publisher : UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v15i1.126

Abstract

Islam adalah agama universal dan komprehensif. Universal artinya bahwa Islam ditujukan untuk semua umat manusia di bumi dan dapat diterapkan setiap saat hingga berakhirnya waktu. Satu aspek penting yang berkaitan dengan hubungan manusia adalah ekonomi. Paham ekonomi Islam memiliki prinsip yang diturunkan dari Al-Qur’an dan Hadist. Ekonomi Islam sebagai disiplin ilmu memiliki pondasi epistimologi. Epistimologi ekonomi Islam berarti tinjauan sumber ekonomi Islam termasuk metodologi dan kebenaran ilmiah. Epistimologi Islam sebagai langkah awal untuk mendiskusikan subjek filosofi pengetahuan. Pada sisi lain, epistimologi Islam berpusat pada Tuhan, dalam pengertian Tuhan sebagai sumber pengetahuan dan sumber kebenaran. Sisi yang lain, epistimologi Islam berpusat pada manusia, dalam pengertian manusia sebagai aktor pencari pengetahuan (kebenaran). Epistimologi hukum ekonomi Islam membutuhkan ijtihad yang menggunakan alasan rasio. Epistimologi hukum ekonomi Islam menggunakan metode deduksi dan induksi
HERMENEUTIKA SAHRUR: (Metode Alternatif Interpretasi Teks-Teks Keagamaan) Mohammad Fateh
Religia Vol 13 No 1: April 2010
Publisher : UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v13i1.171

Abstract

Hermeneutika adalah perangkat pemahaman teks. Ia bias digunakan sebagai alat untuk memahami segala teks, termasuk al- Qur’an yang diasumsikan oleh sebagian besar umat Islam sebagai teks sentral sebagai rujukan dan panduan hidup. Sudah barang tentu, keberadaan al-Qur’an haruslah bisa diterapkan dalam segala ruang dan waktu. Pesan Tuhan yang dibakukan dalam mushaf al-Qur’an harus selalu didialekkan dengan pemahaman intelegensi manusia. Jika tidak, maka al-Qur’an hanya akan menjadi lembaran kertas kuno hasil dari warisan budaya masa lampau. Muhammad Sahrur dan para pemikir Islam kontemporer yang lain melihat banyak kelemahan dalam metodologi penafsiran yang dikembangkan oleh mufassir-mufassir klasik yang memberlakukan teks al-Qur’an secara pasif dan rigid, tidak menempatkan teks dalam dialektika konteks dan kontekstualisasinya. Sehingga kenyataan ini menyebabkan pemahaman umat Islam akan pesan Tuhan tidak bisa menyeluruh. Oleh karenanya, menurut Sahrur diperlukan metode, pendekatan, prosedur, dan pisau analisa baru yang bisa mengisi celah-celah kebuntuan metodologis umat Islam ketika hanya berpegang pada seperangkat ilmu tafsir tradisional. Tidak berlebihan, jika hermeneutika ala Sahrur kemudian menjadi alternatif baru model pembacaan dalam upaya menggali dan memahami pesan Tuhan yang tertera dalam al- Qur’an dan teks-teks keagamaan yang lain.
“PEMBACAAN” AL-QUR’AN MENURUT MOHAMMED ARKOUN Moh. Slamet Untung
Religia Vol 13 No 1: April 2010
Publisher : UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v13i1.172

Abstract

Ijtihad, according to Arkoun, is a law concluding process by using many exegesis techniques to understand Qur’an and Hadith. Arkoun, furthermore, said that the role of ijtihad is expanded to various more radical fields not only theology-juridical field, but also the revelation itself with Islamic rational criticism. One of the parts of Islamic rational criticism is to do historical clarification through reviewing the Quran exegesis correctly and freshly. This is done to find other meaning of the texts. In another word, to reconstruct must deconstruct the texts. Arkoun used historicism method to be applied in understanding the Quran that is how to understand the Quran critically and deeply from various different views and method from what have been done before. He viewed the Quran has uttered many interpreted texts from it that are able to fulfill many needs in certain periods after the revelation of the Quran.
SISI FILOSOFIS AL-QUR’AN: BEBERAPA KISAH ILUSTRATIF Aris Widodo
Religia Vol 13 No 1: April 2010
Publisher : UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v13i1.173

Abstract

Quran is a guide book that is able to accommodate many human beings’s thought levels. By special language style, it can also be viewed from various fields like law, theology, philosophy, and tasawuf related to reviewer’s preference. Therefore, Quran, in fact, can also be a starting point for philosophical study because it gives various materials to philosophical contemplations. This paper gives illustration of how the Quran with its stories in it is able to arouse our philosophical sensitivities. By referring to six branches of philosophy i.e. logic, epistemology, cosmology, metaphysic, ethic, and esthetic, this paper tries to show that the Quran in certain aspect can be claimed by us to have philosophical side.
AL-ADDAD: POLA UNIK BAHASA AL-QUR’AN Muhamad Jaeni
Religia Vol 13 No 1: April 2010
Publisher : UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v13i1.174

Abstract

Keunikan sistem semantik dalam bahasa Arab sangat menarik untuk dikaji, terutama mengenai relasionalmakna. Karena ada beberapa bagian sistem semantik Arab yang konsepnya berbeda dengan sistem semantik bahasa yang lain. Hubungan antar makna seperti yang dalam linguistik modern disebut sinonimi, polisemi, homonimi dan antonimi itu semua ditemukan dalam linguistik Arab, dan juga banyak didapati dalam bahasa al-Quran. Dengan demikian kajian-kajian semantik sebenarnya sudah lama ada dalam al-Qur’an jauh sebelum para ahli bahasa merumuskan konsep-konsep semantik modern. Dan justru sebaliknya, ada konsep relasional makna dalam bahasa Arab yang tidak didapati dalam telaah medan makna bahasa yang lain, diantaranya adalah al-ad̡dƗd. Terkait dengan posisi bahasa Arab sebagai bahasa al-Qur’an, keberadaan al-ad̡dƗd juga berpengaruh kepada penerjemahan dan penafsirannya. Eksistensi pola al-ad̡dƗd dalam al-Qur’an merupakan salah satu bukti bahwa al-Qur’an memiliki kelebihan dari segi kebahasaan (al-I’jƗz al-Lughawy).
PERDEBATAN SEPUTAR AHL AL-KITAB Sam’ani Sya’roni
Religia Vol 13 No 1: April 2010
Publisher : UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v13i1.175

Abstract

Ahl al-Kitab is a very popular term but it is still not clear to those who are meant by the term and it is always debated by Islamic scholars, both classical and contemporary. Is the term identical with Jews and Christian only or it also include other believers, like Zoroastrian, Shabi’in, and even Hindis or Buddhist? Discourse of the coverage of the term is certainly very interesting to discuss because it can give wide law implication in social life like marriage with them and their slaughtered animal.
FUNDAMENTALISME DAN UPAYA DERADIKALISASI PEMAHAMAN AL-QUR’AN DAN HADIS Muhamad Harfin Zuhdi
Religia Vol 13 No 1: April 2010
Publisher : UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v13i1.176

Abstract

“Fundamentalism is identical with violence”, this stereotype is conserved by the West for centuries. Islamic fundamentalism is a cause of many violence, suicidal bomb, murder, war, and terrorism that is strengthened by holy war (jihad) doctrine. One of these movement foundations is verses of the Quran and Hadith about war. This paper is not meant to correct or criticize those Quranic verses or Hadith, but it is meant to criticize the interpretation those Quranic verses or Hadith. In this context, de-radicalization of that interpretation becomes very significant because it is expected that it can give solution for the strained situation happening in the center of terrorism issues that discredit Islam.
KECENDERUNGAN TEOLOGI MATURIDIYAH SAMARKAND Amat Zuhri
Religia Vol 13 No 1: April 2010
Publisher : UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v13i1.177

Abstract

Al-Maturidi – a prominent figure of Maturidiyah of Samarkand branch – is Abu Hanifah’s follower who uses ratio much in religious view including in theological thought. In fact, Maturidiyah of Samarkand’s thought is closer to Mu’tazilah’s one because they use ratio in the same way, but Maturidiyah of Samarkand is still grouped into Ahl al- Sunnah wa al-Jama’ah group, which is a derivation of Asy’ariyah view, even though Asy’ariyah does not use ratio much in theological thought.

Page 3 of 31 | Total Record : 310