cover
Contact Name
Risqi Dewi Aisyah
Contact Email
aisyahrisqidewi@gmail.com
Phone
+6285640069292
Journal Mail Official
aisyahrisqidewi@gmail.com
Editorial Address
Gedung Rektorat UMPP, Jl. Raya Pekajangan No 1A , Kecamatan Kedungwuni, Kabupate Pekalongan 51173
Location
Kab. pekalongan,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 19783167     EISSN : 2580135X     DOI : https://doi.org/10.48144/
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kesehatan adalah terbitan berkala nasional yang memuat artikel penelitian dibidang kesehatan. Jurnal Ilmiah Kesehatan ini diharapakan dapat menjadi media publikasi luaran penelitian dibidang kesehatan. Jurnal Ilmiah kesehatan terbit 2 kali dalam 1 tahun yaitu Bulan Maret dan September yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) Fakultas Ilmu Kesehatan. Redaksi Jurnal Ilmiah Kesehatan mengundang para author di bidang kesehatan untuk mempublikasikan hasil penelitian di jurnal kami, agar dapat menambah pengetahuan dan wawasan serta update ilmu di bidang kesehatan. Jurnal Ilmiah Kesehatan ini berfokus pada bidang kesehatan.
Articles 179 Documents
Efektifitas Baby Massage dan Baby Gym terhadap Perkembangan Bayi 3-6 Bulan Lutfia Uli Na’mah; K Kusumastuti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan (JIK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/jiks.v12i1.133

Abstract

AbstrakStimulasi adalah hal yang harus dilakukan agar kecerdasan bayi berkembang secara optimal yang dapat diberikan melalui sentuhan-sentuhan lembut seperti pijat bayi (baby massage) dan baby gym. Berdasarkan data WHO, 5-25 % dari anak balita mengalami gangguan perkembangannya yaitu pada motorik kasar maupun halus.  Ada sekitar 30% bayi tampak mengalami keterlambatan ringan motorik kasar, seperti kemampuan bolak-balikan badan seharusnya pada usia 3-4 akan dialami usia lebih 5 bulan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan Quasy Experimental Design dengan pendekatan pretest dan posttest Control group Design. Alat ukur yang digunakan yaitu menggunakan Denver Development Screening Test II (DDST II). Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan sampel sebesar 30 bayi yang terdiri dari 15 kelompok intervensi dan 15 kelompok kontrol. Data dianalisis dengan menggunakan uji Mann Whitney dan Wilcoxon. Uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa ada perbedaan perkembangan bayi yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol dengan nilai p=0.049. Tes Wilcoxon menunjukkan rata-rata perkembangan sebelum dan sesudah massage dan gym dengan nilai p= 0.025. Hal ini berarti ada perbedaan signifikan secara statistik ada perbedaan yang bermakna antara rata-rata perkembangan bayi sebelum dengan sudah intervensi. Sehingga dapat disimpulkan baby massage dan baby gym evektif dilakukan terhadap perkembangan bayi usia 3-6 bulan. Kata kunci; Baby Massage, Baby Gym, Perkembangan BayiEffectiveness of Baby Massage and Baby Gym on the Development of Infants 3-6 MonthsAbstractStimulation is something that must be done so that the baby's intelligence develops optimally that can be given soft touches such as baby massage and baby gym. Based on WHO data, 5-25% of children under five experience developmental disorders, namely gross and fine motor skills. There are around 30% of babies who appear to have difficulty in gross motor delay, such as the ability of alternating bodies at the age of 3-4 years to be more than 5 months old. This research is a quantitative research that uses Experimental Design Quasy using the pretest and posttest control group design. The measuring instrument used is using the Denver II Development Screening Test (DDST II). The sampling technique used was purposive sampling with a sample of 30 babies consisting of 15 intervention groups and 15 control groups. Data were analyzed using the Mann Whitney and Wilcoxon tests. The Mann-Whitney test showed significant differences in baby development between the experimental and control groups with a value of p 0.049. The Wilcoxon test shows the average development before massage and gym p value of 0.025. The results obtained were 0.049 <0.05, this means that there was a statistically significant difference in the difference between the average infant development before intervention. It is estimated that baby massage and baby gym can be done on the development of infants aged 3-6 months.Keywords  : Baby gym, baby massage, baby development
Pemanfaatan Obat Herbal untuk Kesehatan Reproduksi pada Mahasiswa Prodi Kebidanan DIII Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto Khamidah Achyar
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan (JIK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/jiks.v12i1.134

Abstract

AbtrakPremenstruasi Syndrome (PMS) umumnya terjadi pada wanita dengan usia produktif antara 20-40 tahun dan 70-90% terjadi pada usia remaja. Prevalensi PMS  yaitu 62.2% dan gangguan siklus haid 63.2%, diantara yang mengalami gangguan siklus haid, sebagian besar (59.7%) juga mengalami PMS. Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2013 pemanfaatan farmasi dan ramuan tradisional masih cukup banyak yaitu 49%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan obat herbal untuk kesehatan reproduksi pada mahasiswa Prodi Kebidanan DIII Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Desain penelitian ini menggunakan cross sectional dengan jumlah responden sebanyak 36 orang.Hasil penelitian ini yaitu mahasiswa yang mengalami PMS, leuchore dan ketidakteraturan siklus haid secara berturut-turut 91,6%; 91,6% dan 69.4%. Mahasiswa yang melakukan pengobatan sendiri  Leuchore 61,1%; PMS 80,5%; dan siklus haid tidak teratur  47,2%. Penggunaan obat herbal yang digunakan dikalangan mahasiswa untuk penanganan gangguan kesehatan reproduksi yaitu leuchore 33,3%; PMS 63,8%; siklus haid tidak teratur 22,2%. Obat herbal yang digunakan yaitu rebusan daun sirih, minuman kunyit dan kunir asem serta kiranti. Minuman kunyit dan kunir asem merupakan obat herbal yang paling banyak digunakan oleh mahasiswa.Kata Kunci: Herbal, Kesehatan reproduksi, Kunyit.Utilization of Herbal Medicines for Reproductive Health at Student Midwifery Study Program DIII Faculty of Health Sciences University of Muhammadiyah Purwokerto AbtractPremenstrual Syndrome (PMS) generally occurs in women of productive age between 20-40 years and 70-90% occurring in adolescence. PMS prevalence is 62.2% and menstrual cycle disorders are 63.2%, among those experiencing menstrual cycle disorders, most (59.7%) also experience PMS. Based on the results of the 2013 Riskesdas, the use of pharmaceuticals and traditional ingredients is still quite large at 49%.This study aims to determine the utilization of herbal medicines for reproductive health in the students of Midwifery Study Program DIII Faculty of Health Sciences University of Muhammadiyah Purwokerto. The design of this study used cross sectional with 36 respondents. The results of this study are students who experience PMS, leuchore and menstrual cycle irregularities are 91.6%; 91.6% and 69.4%. Students who carry out Leuchore's own treatment 61.1%; PMS 80.5%; and irregular menstrual cycle 47.2%. The use of herbal medicines used among students to treat reproductive health disorders is leuchore 33.3%; PMS 63.8%; irregular menstrual cycle 22.2%. Herbal medicines used are boiled betel leaves, turmeric drinks and turmeric tamarind and kiranti. Turmeric and tamarind drinksare the most widely used herbal medicines for students. Keywords: Herbs, Reproductive health, Turmeric.
Paket Edukasi Sayang Ibu Dan Pengaruhnya Terhadap Pemberian Asi Ekslusif Di Kabupaten Pekalongan Herni Rejeki; Siti Rofiqoh; Yuni Sandra Pratiwi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan (JIK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/jiks.v12i1.135

Abstract

AbstrakRendahnya cakupan ASI Ekslusif pada ibu menyusui karena kurangnya pengetahuan ibu dan keluarga tentang manajemen laktasi, kurangnya pelayanan konseling laktasi dan dukungan dari petugas kesehatan (Dinkes Jateng, 2013). Strategi untuk meningkatkan cakupan ASI ekslusif dengan edukasi manajemen laktasi ibu hamil trimester ke-3. Edukasi manajemen laktasi diharapkan dapat membantu ibu dalam memberikan ASI ekslusif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa paket edukasi sayang ibu dan hubungannya dengan pemberiaan ASI Ekslusif di Kabupaten Pekalongan. Penelitian  ini menggunakan desain penelitian quasi experimentdenganrancangantime serries. Sampel dalam penelitian ini ibu primigravida trimeseter ke-3 yang melakukan antenatal care (ANC) di Puskesmas Buaran.Penentuan sampel menggunakan cluster sampling 20%. Uji bivariat yang digunakan adalah uji independen chai squaredenganconfident interval 95% dengan alfa 0,05.Hasil penelitian menunjukkan nilai odd rasio (OR) 6,5 yaitu ibu yang diberi edukasi laktasi akan berpotensi 6,5 kali lebih tinggi memberikan ASI eksklusif pada bayinya dibandingkan ibu yang tidak diberikan edukasi. Direkomendasikan upaya penyuluhan kesehatan tentang manajemen laktasi harus dilakukan untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif.Kata Kunci: ASI , Edukasi, Ekslusif, ibu, Paket , Sayang Maternal Love Education  Package And Itseffectto Exclusive Breastfeeding At Pekalongan RegencyAbtractLow coverage of exclusive breastfeeding in mothers due to lack of knowledge of mothers and families about lactation management, lack of lactation counseling services and support from health workers (Central Java Health Office, 2013). The strategies to increase the coverage of exclusive breastfeeding with lactation management education for 3rd trimester pregnant women. Lactation management education is expected to help mothers give exclusive breastfeeding. The purpose of this study was to analyze the maternal education package and its relationship with the exclusive breastfeeding in Pekalongan Regency. Method: This study used a quasi-experimental research design with time series. The sample in this study was the third semester primigravida mothers who did antenatal care (ANC) at the Buaran Health Center. Determination of samples using 20% cluster sampling. The bivariate test used the independent chi square test with confident 95% intervals with alpha 0.05. The results showed that the value of the odd ratio (OR) 6.5, mothers who were given the education would be potentially 6.5 times more likely to give exclusive breastfeeding to their babies than mothers who were not given education. It is recommended that health education efforts on lactation management be carried out to increase exclusive breastfeeding coverage.Keywords: breastfeeding, education, exclusive, mother, package, love
Formulasi Pembersih Serbaguna Berbasis Detergen dari Limbah Kulit Buah Nanas Nuniek Nizmah Fajriyah; Urmatul Waznah; Eko Mugiyanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan (JIK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/jiks.v12i1.136

Abstract

AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian pendahuluan terhadap pemanfaatan limbah kulit buah nanas di kota Pekalongan.Pemanfaatan limbah ini dalam rangka meningkatkan nilaikulit nanas dan merupakan isu menarik di era revolusi industry 4.0. Kulit nanas banyak dijumpai di Pekalongan sebagai limbah yang tidak mempunyai nilai ekonomis, selain sebagai pupuk organik, itupun jika ada yang mengolahnya. Dari fakta tersebut, pengolahan limbah kulit nanas menjadi barang yang berguna, yaitu sabun pembersih serbaguna, akan memberikan nilai tambah secara fungsi maupun ekonomisnya terhadap limbah buah nanas. Tujuan penelitian ini adalah pembuatan formula pembersih serbaguna dengan bahan dasar limbah kulit nanas. Metode yang digunakan untuk metode ekstrasidigunakan maserasi, dan optimasi pembuatan formulasi pembersih detergen dengan 3 formulasi.Hasil penelitian menunjukkan formula II memiliki persyaratan yang di tetapkan oleh SNI. Versatile Cleaning Formulation Based on Detergent from Pineapple Fruit Waste AbstractThis research is a preliminary study on the utilization of pineapple peel waste in the city of Pekalongan. The use of waste in order to increase its value is an interesting issue in the era of industrial revolution 4.0. Pineapple skin is often found in Pekalongan as a waste that has no economic value other than as organic fertilizer, and even then if there are those who process it. From this fact, processing pineapple waste into other items, namely multipurpose cleaning soap, will provide a special value-added function for pineapple waste. We designed waste skin processing to be a versatile cleaning product using an air extraction method. The results showed that three formulas met the requirements set by SNI. Further research is needed to study the anti-bacterial activity of the cleaning fluid produced.Keywords : Detergen, Ananas, water extract, waste, versatile soap product
Penerapan Komunikasi Terapeutik terhadap Pelaksanaan Family Psychoeducation pada Extended Familydengan Hipertensi: Laporan Kasus Siti Hajar Salawali; Herni Susanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/jiks.v12i2.165

Abstract

Abstrak Pelaksanaan terapi family psychoeducation pada extended familydengan hipertensitidak dapat dipandang sebelah mata. Keluarga yang merawat anggota keluarga dengan hipertensi memiliki resiko mengalami beban dan seluruh beban yang dirasakan oleh keluarga merupakan stresor yang harus dihadapioleh seluruh anggota keluarga bersama-sama. Perawat yang terlibat dalam upaya perawatan kepada klien juga harus memperhatikan masalah yang dihadapi oleh keluarga. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi beban dengan pemberian terapi family psychoeducation.Metode yang digunakan adalah laporan kasus. Laporan kasus ini menjadi yang pertama kalinya bagaimana penerapan komunikasi terapeutik terhadap family psychoeducation pada extended family dengan hipertensi dilakukan serta disajikan dalam bentuk laporan kasus. Penulis melakukan terapi sebanyak 6 sesi dengan menggabungkan menggunakan tekhnik komunikasi terapeutik. Hasil studi ini didapatkan bahwa terapifamily psychoeducation dan penggunaan komunikasi terapeutik dapat digunakan sebagai cara untuk menyelesaiakan masalah dalam keluarga yang merawat anggota keluarga dengan penyakit fisik (seperti hipertensi) pada kondisi dengan extended family, dimana dalam melaksanaan family psychoeducation, perawat lebih menggunakan tekhnik komunikasi terapeutik terutama pada sesi 3 yaitu manajemen stres dan sesi 4 yaitu manajemen beban keluarga. Tekhnik komunikasi terapeutik yang lebih sering digunakan penulis dalam pemberian family psychoeducation pada keluarga dengan kondisi extended familyyaitu mendengarkan aktif dan mengulang, klarifikasi dan fokus, refleksi dengan menunjukkan rasa empati dan rasa hormat, menggunakan humor, dan diam serta sesekali memberikan sentuhan yang terapeutik.Kata Kunci: Komunikasi Terapeutik, Psikoedukasi Keluarga, Keluarga Besar, Hipertensi Application of Therapeutic Communication to the Implementation of Family Psychoeducation at Extended Family with Hypertension: Case Report AbstractThe implementation of family psychoeducation therapy in extended families with hypertension cannot be underestimated. Families who care for family members with hypertension have a risk of experiencing the burden and all the burden felt by the family is a stressor that must be faced by all family members together. Nurses who are involved in care efforts to clients must also pay attention to problems faced by the family. One of the efforts that can be done to overcome the burden of therapy is family psychoeducation. The method used is a case report. This case report is the first time how the application of therapeutic communication to family psychoeducation in the extended family with hypertension is carried out and presented in the form of case reports. The author did therapy for 6 sessions by combining using therapeutic communication techniques. The results of this study found that family psychoeducation therapy and the use of therapeutic communication can be used as a way to solve family problems that treat family members with physical illness (such as hypertension) in conditions with extended families, where in implementing family psychoeducation, nurses use therapeutic communication techniques. especially in session 3, stress management and session 4, namely family burden management. Therapeutic communication techniques that are more often used by writers in giving family psychoeducation to families with extended family conditions, namely active listening and repetition, clarification and focus, reflection by showing empathy and respect, using humor, and being quiet and occasionally giving a therapeutic touch.Keywords: Comunication Therapeutic, Family Psychoeducation, Extended Family, Hipertention
Analisis Ketidaksinambungan Dokumentasi Perencanaan Asuhan Keperawatan : Metode Ishikawa Purnama Christina; Agustin Indracahyani; Aat Yatnikasaria
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/jiks.v12i2.166

Abstract

 AbstrakPerencanaan asuhan keperawatan merupakan kunci dari continuity of care.Dokumentasi perencanaan asuhan keperawatan yang tidak saling berkesinambungan dalam rekam medis berdampak pada kualitas asuhan pasien. Tujuan studi ini adalah menganalisis penyebab fenomena ketidaksinambungan tersebut sehingga dapat memberikan rekomendasi untuk perbaikan bagi pelayanan asuhan keperawatan. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan analisis gap antara kondisi yang terjadi dengan kondisi ideal. Studi ini menganalisis fenomena berdasarkan pendekatan fungsi manajemen keperawatan dan metode Ishikawa. Teknik pengumpulan datanya adalah dengan cara wawancara, observasi dan data sekunder dari studi dokumentasi data rumah sakit. Responden dipilih dengan cara tehnik purposive sampling sejumlah sembilan orang manajer keperawatan. Hasil analisis Ishikawa menemukan penyebab utama adalah lembar POC pada awalnya diberlakukan oleh pokja akreditasi rumah sakit sehingga setelah penilaian akreditasi selesai keberlanjutannya terhambat. Selain itu ditemukan juga masalah lain sepertipengetahuan perawat tentang metode penugasan perawat primer, ketenagaan dan supervisi rekam medis POC yang belum optimal. Kesimpulan dari analisis fungsi manajemen keperawatandiperoleh bahwa fungsi pengarahan dan fungsi pengendalian perlu ditingkatkan agar dokumentasi perencanaan asuhan keperawatan lebih optimal. Keyword: metode ishikawa, perencanaan keperawatan, fungsi manajemen. Analysis of Discontinuity of Nursing Care Planning Documentation: Ishikawa Method.AbstractPlanning nursing care is the key to continuity of care. Documentation of non-mutually sustainable nursing care planning in medical records has an impact on the qualities of patient care. The purpose of this study is to analyze the causes of the phenomenon of discontinuity so that it can give recommendations for improvement for nursing care services. The method used is a case study with a gap analysis approach between conditions that occur with ideal conditions. This study analyzes phenomena based on nursing management function approach and Ishikawa method. The data collection technique is by interview, observation and secondary data from hospital data documentation studies. Respondents are select by a purposive sampling technique with nine nursing managers. Ishikawa's analysis found that the main cause was that the POC sheet was initially applied by the hospital accreditation working group so that after the accreditation assessment finished the sustainability hampered. In addition, other problems were also found such as nurses' knowledge about the primary nurse assignment method, workforce and supervision of POC medical records that were not ideal. Conclusion of analysis of nursing management functions is that the directional function and control function need to improved so that the planning of nursing care is more ideal.Keyword: ishikawa analysis, management functions, nursing care plan.
Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Kontrasepsi Pada Wanita Usia Subur Di Indonesia (Analisis Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia Tahun 2017 ) Ayu Aminatussyadiah; Aris Prastyoningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/jiks.v12i2.167

Abstract

AbstrakUpaya penurunan AKI serta peningkatan derajat kesehatan ibu merupakan salah satu prioritas utama dalam penanganan bidang kesehatan.pelayanan KB tidak hanya untuk pengendalian penduduk namun dapat berkontribusi dalam meningkatakan kesehatan ibu dan bayi. Sehingga dikatakan bahwa program keluarga berencana merupakan kunci pencapaian sasaran Pembangunan MDGs. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara umur, pendidikan dan tempat tinggal dengan penggunaan kontrasepsi pada WUS di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-setional dengan menggunakan teknik total sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 49.627 WUS di seluruh Indonesia. Hasil penelitian ini  menunjukkan variabel yang mempengaruhi penggunaan kontrasepsi pada WUS adalah, tingkat pendidikan (p = 0,023), daerah tempat tinggal (p = 0,000). Sedangkan faktor yang tidak berhubungan dengan pemilihan kontrasepsi adalah faktor umur (p value = 0,303).Kesimpulan dari penelitian ini adalah, tingkat pendidikan dan daerah tempat tinggal mempengaruhi penggunaan kontrasepsi pada WUS. Karena itu pemerintah melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tetap memperhatikan program keluarga berencana dan memastikan setiap masyarakat untuk menerapkan program keluarga berencana, serta mendidik dan mempromosikan program keluarga berencana untuk menyelesaikan permasalahan penduduk.Kata Kunci : umur, pendidikan, tempat tinggal, pemilihan kontrasepsi, wanita usia suburFactors That Influence Use of Contraception in Fertile Age Women in Indonesia(Data Analysis of Indonesia Demographic and Health Survey 2017) AbstrackEfforts to reduce MMR and improve maternal health are one of the main priorities in the handling of the health sector. Family planning services are not only for population control but can contribute to improving maternal and infant health. So it is said that the family planning program is the key to achieving the MDGs Development goals. The purpose of this study was to determine the relationship between age, education and residence with the use of contraception in WUS in Indonesia. This study uses a cross-sectional approach using total sampling techniques. The number of samples in this study were 49,627 WUS throughout Indonesia. The results of this study indicate the variables that influence the use of contraception in WUS are, education level (p = 0.023), area of residence (p = 0,000). While the factors that are not related to the choice of contraception are the age factor (p value = 0.303). The conclusion of this study is that the level of education and the area of residence affects the use of contraception in WUS. Therefore, the government through the National Population and Family Planning Agency (BKKBN) keeps paying attention to the family planning program and ensures every community to implement the family planning program, as well as educating and promoting family planning programs to resolve population problems.  Keywords: age, education, residence, contraception selection, women of childbearing age
Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Skrining Case Manager RSUP Persahabatan Jakarta Muhammad Chandra; Enie Novieastari; Sri Purwaningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/jiks.v12i2.168

Abstract

AbstrakPendampingan pelayanan oleh case manager diawali dengan skrining pasien, namun metode skrining dan pelaporan hasil skrining secara manual cendrung kurang efektif dan kurang efisien. Inovasi ini bertujauan untuk mengembangkan sistem skrining yang lebih efektif dan efisien melalui yaitu skrining berbasis sistem informasi manajemen. Metode yang digunakan adalah prototyping model. Hasil inovasi ini adalah sebuah prototipe sistem informasi manajemen skrining case manager berbasis web dan android. Aplikasi ini digunakan oleh perawat yang melakukan skrining dan case manager yang melakukan verifikasi hasil skrining. Dengan sistem update yang real time, aplikasi ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi skrining dan pelaporan hasil skrining case manager di rumah sakit. Rumah sakit diharapkan dapat menerapkan sistem ini untuk menigkatkan efektifitas dan efisiensi layanan khususnya case manager.Kata kunci: case manager, prototyping model, sistem informasi manajemen Development of Case Manager Screening Management Information System at RSUP Persahabatan Jakarta AbstractService assistance by the case manager begins with screening patients, but the method of screening and reporting the results of manual screening tends to be less effective and less efficient. This innovation aims to develop a more effective and efficient screening system through management information system-based screening. The method used is the prototyping model. This result is a prototype of a web-based and android case manager screening management information system. This application is used by nurses who conduct screening and case managers who verify the results of screening. With real time system updates, this application is very useful for improving the effectiveness and efficiency of screening and reporting the results of case manager screening at the hospital. Hospitals are expected to implement this system to improve the effectiveness and efficiency of special case manager services.Keywords  : case manager, prototyping model, management information system
Motivasi Remaja untuk Mengikuti Program Rehabilitasi Napza Adek Setiyani; Budi Anna Keliat
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/jiks.v12i2.169

Abstract

AbstrakRemaja merupakan tahap perkembangan yang dilalui oleh setiap individu dan mempunyai tugas perkembangan dalam penentuan identitas diri. Dalam proses pembentukan identitas diri, remaja tidak hanya dipengaruhi oleh keluarga, tetapi juga oleh lingkungan sekolah dan teman sebaya. Kedekatan interpersonal remaja mulai bergeser kepada teman sebaya. Hal ini menyebabkan remaja rentan terhadap perilaku negatif, salah satunya perilaku penyalahgunaan Napza. Dampak dari perilaku penyalahgunaan Napza tidak hanya terhadap kesehatan remaja, tetapi juga terhadap hubungan dalam keluarga, hubungan sosial dan prestasi belajar. Untuk mengatasi dampak tersebut, remaja perlu rehabilitasi. Keberhasilan rehabilitasi dipengaruhi oleh motivasi remaja. Metode Penelitian menggunakan studi kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang bertujuan untuk mengetahui motivasi remaja penyalahguna Napza dalam mengikuti program rehabilitasi. Hasil Respons remaja terhadap penyalahgunaan Napza diantaranya secara kognitif, afektif, fisiologis dan sosial sehingga memberikan dampak terhadap pendidikan, kesehatan fisik dan mental, hubungan dengan keluarga bahkan masalah hukum. Sebagian besar remaja penyalahguna Napza mengikuti rehabilitasi karena terpaksa, baik dipaksa oleh keluarga maupun karena terlibat masalah hukum. Untuk mendapatkan penanganan, remaja penyalahguna Napza memerlukan dukungan keluarga untuk mengambil keputusan untuk rehabilitasi dan memberikan dukungan selama mengikuti rehabilitasi. Tenaga kesehatan dapat meningkatkan motivasi remaja dalam mengikuti rehabilitasi dan meningkatkan dukungan keluarga melalui terapi modalitas.Kata kunci: Remaja, Penyalahgunaan Napza, Motivasi, RehabilitasiADOLESCENTS’ MOTIVATION TO PARTICIPATE IN A SUBSTANCE USE REHABILITATION PROGRAMAbstractAdolescence is a stage of development that is traversed by each individual and has a developmental task in determining self-identity. In the process of forming self-identity, adolescents are not only influenced by the family, but also by the school environment and peers. Teenage interpersonal closeness begins to shift to peers. This causes adolescents to be vulnerable to negative behavior, one of which is the behavior of drug abuse. The impact of drug abuse behavior is not only on adolescent health, but also on relationships in the family, social relations and learning achievement. To overcome this impact, adolescents need rehabilitation. The success of rehabilitation is influenced by the motivation of adolescents. Method: The study used a qualitative study with a phenomenological approach which aimed to determine the motivation of adolescent substance use in participating in a rehabilitation program. Results: The response of adolescents to drug abuse includes cognitive, affective, physiological and social so that it has an impact on education, physical and mental health, family relationships and even legal issues. Most teenagers who use drugs are forced to undergo rehabilitation, both forced by family and because of legal problems. To get treatment, teenagers who use drugs need family support to make decisions for rehabilitation and to provide support during rehabilitation. Recommendation: Health workers can increase the motivation of adolescents to follow rehabilitation and increase family support through therapy modalities.Keywords: Adolescents, Drug Abuse, Motivation, Rehabilitation
Efektivitas Perawatan Dasar Bayi Terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Ibu Merawat Bayi BBLR Helatul Mardiah; Zainal Munir; K Kholisotin; Ahmad Kholid Fauzi; Abdul Hamid Wahid
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/jiks.v12i2.170

Abstract

AbstrakBayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) rendah merupakan berat badan bayi yang lahir kurang dari 2500 gram tanpa memandang masa gestasi atau usia kehamilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu merawat bayi BBLR sebelum dan sesudah diberikan perawatan dasar BBLR. mengetahui tingkat keterampilan ibu dalam memberikan perawatan terhadap bayi BBLR sebelum dan sesudah diberikan perawatan dasar bayi BBLR. Metode penelitian ini menggunakan total sampling dengan rancangan one-group pra-post test design dengan tujuan mengidentifikasi tingkat pengetahuan dan keterampilan ibu dalam merawat bayi BBLR. populasi penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi BBLR yang pernah melahirkan dan dirawat di RSUD dr.H. Koesnadi Bondowoso dengan total sampel 42 responden. Uji variabel menggunakan uji paired T test. Hasil penelitian dengan uji paired T test (α=0.05) sebanyak 42 responden menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan tingkat keterampilan ibu terhadap perawatan bayi BBLR memiliki nilai signifikan 0.000, P.Value kedua kelompok penelitian ini adalah ρ=0.000, pada tingkat pengetahuan dan keterampilan (α= <0.05). Ada peningkatan yang signifikan dari tingkat pengetahuan dan tingkat keterampilan ibu setelah diberikan edukasi perawatan dasar bayi BBLR. Kata kunci : Perawatan Dasar Bayi BBLR, Pengetahuan, keterampilan.The Effectiveness Of  Babies Basic Care Towards Knowledge and Maternal Skills Of LBW Babies  AbstractLow Birth Weight (LBW) is the weight of baby born less 2500 grams regardless of gestation or gestational age. The purpose of this research is to know the level of knowledge of mothers caring for LBW babies before and after giving basic care of  LBW babies. Knowing the level of maternal skills in providing care for LBW before and after giving basic care. This research method use sampling total with one-group pre-post test design with the aim of identifying the level of  knowledge and mothers skills in caring for LBW babies. The study population was the mother who had LBW babies who had given birth and treated at the RSUD Dr. H. Koesnadi Bondowoso with a total sample 42 respondents. This variable test using paired T test. The result of this research with a paired T test (α = 0.05) 42 respondents indicated that the level of knowledge and the level of maternal skills towards LBW babies care had a significant value 0.000, P.Value of these two research groups was ρ = 0.000, at the level of knowledge and skills ( α = <0.05). There is a significant increase from the level of knowledge and the level of maternal skills after giving the basic caring education for LBW babies.Key words: the basic care of LBW babies, knowledge, Abilty

Page 6 of 18 | Total Record : 179