cover
Contact Name
Tuty Ningsih
Contact Email
lp2m@itsi.ac.id
Phone
=6282273280322
Journal Mail Official
lp2m@itsi.ac.id
Editorial Address
Jl. Willem Iskandar (Pancing), Medan, Provinsi Sumatera Utara, 20222
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Agro Estate
ISSN : 25800957     EISSN : 26564815     DOI : https://doi.org/10.47199/jae.v7i1
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agro Estate adalah Jurnal Ilmiah Budidaya Perkebunan yang menyajikan hasil penelitian dan telaah ilmiah dari Dosen, Peneliti, Praktisi, Mahasisa dalam bidang perkebunan. Topik utama yang diterbitkan mencakup: 1. Aspek Agronomi 2. Tanah dan Konservasi 3. Perlindungan Tanaman 4. Manajemen Tenaga Kerja (SDM) 5. Manajemen Keuangan 6. Aspek Kelestarian
Articles 93 Documents
UJI BAKTERI ANTAGONIS UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT MOULDY ROT (Ceratocystis fimbriata) DI LABORATORIUM Cici Indriani Dalimunthe; Radite Tistama; Elia Wike Wijayanti Wijaya
Agro Estate Vol 5 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jae.v5i1.78

Abstract

Ceratocystis fimbriata menyebabkan penyakit pada bidang sadap tanaman karet (Hevea brasiliensis), yang menyebabkan jamur abu-abu atau busuk pada panel sadap yang mempengaruhi hasil lateks. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh bakteri antagonis yang dapat menghambat pertumbuhan penyakit mouldy rot (Ceratocystis fimbriata) pada skala laboratorium. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap non-faktorial yang terdiri dari sepuluh perlakuan dan tiga ulangan. Bakteri Antagonis yang digunakan adalah BA1, BA3, BA4, BA5, BA6, BA7, BA8, BA9, dan BA10. Isolat bakteri diambil dari hasil isolasi kulit yang dipulihkan dan kulit tanaman karet perawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat bakteri yang dapat menghambat pertumbuhan patogen sekitar > 80% adalah BA1, BA4, BA5, BA9, dan BA1. Isolat BA2, BA3, BA6, BA7, dan BA8 dapat menghambat pertumbuhan patogen jamur sekitar 40% hingga <80%. Isolat BA10 memiliki persentase penghambatan tinggi sekitar 92,84%. Pengujian lebih lanjut perlu dilakukan pada skala lapangan untuk menentukan efektivitasnya sebagai kontrol biologis penyakit mouldy rot.
EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI PEMAKAIAN DRONE TIPE FIXED WING PADA PEMETAAN KEBUN DAN SENSUS POHON KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) Megawati Siahaan; Sri Murti Tarigan; Tuty Ningsih; Sandy Simangunsong; Ridho Hikmawan
Agro Estate Vol 5 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jae.v5i1.79

Abstract

Drone is an unmanned aircraft (Unmanned Aerial Vehicle), which is an electro-mechanical based system that can perform programmed missions, with the following characteristics: (i) unmanned, (ii) operating in fully or partially independent mode, (iii) ) This system is designed to be used repeatedly. The drone is equipped with a high-resolution camera that allows users to monitor a specific location from a height in real time. The use of mapping photos (Mapping Block) using drones is usually used to calculate the principal amount of oil palm trees. This research was using drone fixed wing tipe and was conducted in Tamiang Hulu District, Aceh Tamiang District Nanggroe Aceh Darussalam. This research was conducted from 25-28 August 2020. This study used a descriptive analysis method. The results of this study indicate that the time used to prepare for the use of drones is 30 minutes, for taking aerial photographs and flying time for 25 minutes, combining photos using the Agisoft Photoscane software for 45 minutes, making way points and calculating the number of trees using the Arcgis application for 5 hours, making printout data for 60 minutes, so that the total time for all work is 7 hours 40 minutes for 53.53 hectares, assuming the cost per hectare is Rp.8,583, if with a manual census the time needed is 72 hours, with average costs -average Rp. 56,374, - / ha. Conclution of this research by using drones will be more effective and efficient than manual tree census.
PEMECAHAN DORMANSI DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP VIABILITAS BENIH MUCUNA (Mucuna bracteata D.C) Seri Kamila
Agro Estate Vol 5 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jae.v5i1.81

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pematahan dormansi benih secara mekanis dan lama penyimpanan terhadap viabilitas benih Mucuna bracteata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, terdiri dari 2 faktor perlakuan dengan 12 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan sehingga diperoleh jumlah seluruhnya 36 perlakuan penelitian. Faktor pertama adalah pematahan dormansi benih yaitu: M0 = tanpa perlakuan, M1 = digosok dengan kertas ampelas dan M2 = di rendam air panas (suhu 80OC). Faktor kedua adalah lama penyimpanan yaitu: P0 = tanpa penyimpanan, P1 = 20 hari, P2 = 40 hari dan P3 = 60 hari. Peubah yang diamati adalah kadar air benih (%), daya berkecambah (%) dan kecepatan tumbuh (%/etmal). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pematahan dormansi benih secara mekanis berpengaruh nyata terhadap kadar air, daya berkecambah dan kecepatan tumbuh, dimana rataan tertinggi didapat pada perlakuan M1 (digosok dengan kertas ampelas). Demikian pula hasil penelitian perlakuan lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air, daya kecambah benih, dan kecepatan tumbuh benih, dimana rataan tertinggi didapat pada perlakuan P0 (tanpa penyimpanan). Interaksi antara pematahan dormansi benih secara mekanis dan lama penyimpanan benih berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter yang diamati.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DI AFDELING I KEBUN BAH BIRUNG ULU PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV Tuty Ningsih; Abu Yazid; Sukri Fu’adh
Agro Estate Vol 5 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jae.v5i1.82

Abstract

Tanaman kelapa sawit merupakan komoditi ekspor Indonesia. Tingginya permintaan kelapa sawit menyebabkan ekpansi budidaya kelapa sawit ke dataran tinggi. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi kelapa sawit. Penelitian dilakukan di kebun Bah Birong Ulu PT. Perkebunan Nusantara IV dengan metode penelitian menggunakan regresi linier berganda dan data diolah menggunakan SPSS 20. Data yang digunakan dalam penelitian merupakan data time series (2014-2018) dengan variabel pengamatan yaitu produksi kelapa sawit, pupuk, umur tanaman, jumlah tenaga kerja dan menggunaan herbisida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Secara serampak faktor pupuk, umur tanaman, tenaga kerja dan herbisida berpengaruh nyata terhadap produksi kelapa sawit dengan nilai f-hitung (310,535) > t-tabel (3,38) dengan nilai signifikansi 0,00 < α (0,05). (2)Secara parsial diperoleh bahwa (a) Faktor pupuk tidak berpengaruh nyata terhadap produksi kelapa sawit dengan nilai t-hitung (-2,418) < t-tabel (2,012) dengan nilai signifikansi 0,016 < α (0,05). (b) Faktor umur tanaman berpengaruh nyata terhadap produksi kelapa sawit dengan nilai t-hitung (8,843) > t-tabel (2,012) dengan nilai signifikansi 0,00 < α (0,05). (c) Faktor tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap produksi kelapa sawit dengan nilai t-hitung (28,261) > t-tabel (2,012) dengan nilai signifikansi 0,00 < α (0,05). (d) Faktor herbisida tidak berpengaruh nyata terhadap produksi kelapa sawit dengan nilai t-hitung (1,592) < t-tabel (2,012) dengan nilai signifikansi 0,113 > α (0,05).
PERBANDINGAN KERAGAAN TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) PADA SISTEM PEREMAJAAN KONVENSIONAL DAN UNDERPLANTING Ayu Nurjanah; Aries Sukariawan; Dina Arfianti Saragih
Agro Estate Vol 5 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jae.v5i2.87

Abstract

Rejuvenation is the replacement of new unproductive plant with new plants that are more productive and profitable. In the cultivation of oil palm there are several alternative models of rejuvenation that can be applied including conventional rejuvenation, underplanting rejuvenation and conventional rejuvenation with intercropping. This research was conducted in the Rambutan PTP. Nusantara III (Company). The time of the study was carried out in February to July 2019. This research was conducted using descriptive analysis method, namely by collecting primary data and secondary data. Primary data, each data for conventional rejuvenation and underplanting model that is. Morfological observation (midrib) and secondary data. Each data for conventional rejuvenation and underplanting model viz, insert (2017, 2018, 2019) and interest and Fruit Calculation Data. The results showed that conventional rejuvenation techniques at the time before planting carried out include several stages including the felling of old plants and tillage until the area was ready for replanting so as to reduce the level of pest infestation and provide ideal soil for plant growth in the field. Mean wile for underplanting planting system places the insertion height ths hetat occurs in underplanting planting system which replace the disruption of young plant growth after the undisciplined implementation of underplanting technique. Poisoning of old plants is late and results in late mutation from TBM to TM ieless interest and fruit in the underplanting technique.
PENGARUH KOMPENSASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PRODUKSI DI PT. BUANA TUNAS SEJAHTERA D. P. Cristian; R. Sesario; T. C. W. A. Sutignya
Agro Estate Vol 5 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jae.v5i2.88

Abstract

Compensation and job satisfaction are factors that affect employee performance in achieving a company's goals. Employee performance is one of the factors that influence a company's success rate. This study aims to determine the effect of compensation and job satisfaction on the performance of production employees at PT. Buana Tunas Sejahtera. The purpose of this study was to discover how the effect of compensation and job satisfaction on the performance of PT. Buana Tunas Sejahtera Seriang Mill located in Kapuas Hulu Regency, Badau District. The Multiple Linear Regression uses Analysis with a sample of 30 respondents production employees. Research analysis tool is a questionnaire with a Likert scale using SPSS version 22. The results in this compensation study did not affect employee performance with negative t test results, then job satisfaction had a significant effect on employee performance with positive T test results. Compensation and job satisfaction together have a significant positive effect on employee performance.
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR DARI BONGGOL PISANG TERHADAP KADAR HARA NITROGEN TOTAL DAN C-ORGANIK PADA BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) Ingrid Ovie Yosephine Yosephine; Zulham Efendi; Widya Tri Lestari
Agro Estate Vol 5 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jae.v5i2.89

Abstract

Suspension media is made of natural ingredients to multiply microorganisms that can accelerate the destruction of organic matter. Banana hump contains water, iron, phosphorus, calcium, carbohydrates, calories and protein, which are potential as organic fertilizers. Application of banana weevil fertilizer is expected to increase the carrying capacity of the soil for the availability of organic matter and nutrients. The purpose of this study was to determine the best concentration or dose of organic liquid fertilizer for banana weevil on the vegetative growth of oil palm (Elaeis guineensis Jacq.) seedlings in the Main Nursery. Based on this statement, this research was compiled with the object of oil palm in the Main Nursery. This research was conducted in the Nursery Practice Garden area at STIP-AP Medan. Soil analysis was carried out at the Soil Laboratory of the Agricultural Technology Research Institute (BPTP) of North Sumatra. The time of the study was carried out for 8 months, from January 2021 - August 2021. This study used a Randomized Block Design (RAK) with 2 factors, namely Factor (1) Liquid Organic Fertilizer Banana Cobs and Factor (2) Compound Fertilizer (NPK) 16:16 :16. The treatment was repeated 3 times, with the number of samples being 2 plants so that the sample population was 54 plants. Parameters observed were seedling height, stem circumference, number of leaves, leaf width, root wet weight, shoot wet weight, shoot dry weight, root dry weight, total nitrogen nutrient content and C-organic nutrient content. The data obtained were analyzed statistically by analysis of variance (ANOVA) with 5% and 1% significant difference tests. The results showed that the treatment of banana weevil liquid organic fertilizer and compound fertilizer had no significant effect on the observed parameters. However, the biomass formed was significantly affected as indicated by the weight parameter. The availability of total nitrogen and C-organic nutrients in Ultisol soil showed a very low classification with total nitrogen values ​​of 0.07 – 0.09% and C-organic values ​​of 0.22 – 0.54%.
Pengaruh Pemberian Beberapa Sumber Unsur Hara N Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guinensis Jacq) di Pembibitan Utama Megawati Siahaan; Arief Setiawan Sutanto; Sion Calvin Simanjuntak
Agro Estate Vol 5 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jae.v5i2.91

Abstract

Keberhasilan pembangunan perkebunan kelapa sawit diawali dari penyediaan bibit yang standar sesuai dengan kriteria yang dikeluarkan oleh produsen kecambah. Nitrogen (N) adalah salah satu unsur hara yang sangat menentukan pertumbuhan kelapa sawit (Elaeis guinensis Jacq). Sumber pupuk nitrogen untuk pemupukan kelapa sawit bervariasi dari sumber alam maupun sintetik. Harga pupuk nitrogen yang terus meningkat menjadi dasar untuk melakukan penelitian ini, sehingga akan diperoleh alternatif lain sebagai sumber pupuk N di pembibitan utama kelapa sawit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh beberapa sumber pupuk nitrogen terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guinensis jacq) di pembibitan utama. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 5 taraf yaitu N1 (pupuk urea), N2 (pupuk ZA), N3 (Pupuk Organik Cair dari Azolla microphylla 60 ml/liter H2O), N4 (pupuk hijau dari Azolla micropylla (50 g/polybag) dan N5 (pupuk kompos dari Azolla microphylla 50 g/polybag). Jumlah ulangan sebanyak 5; dengan jumlah bibit/plot sebanyak 3, sehingga jumlah bibit yang digunakan seluruhnya adalah 60 bibit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa sumber pupuk N tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (cm) pada minggu 2 dan 4 setelah aplikasi perlakuan, tetapi berpengaruh nyata pada Minggu ke 6, 8, 10 dan 12 setelah aplikasi perlakuan, dengan bibit tertinggi pada N4 di umur 12 Minggu setelah aplikasi. Beberapa sumber pupuk N tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun umur 2 dan 4 minggu setelah aplikasi, dan berpengaruh nyata pada umur 6, 8, 10 dan 12 minggu setelah aplikasi, dengan jumlah daun tertinggi pada N3, tetapi tidak berbeda nyata dengan N4. Beberapa sumber pupuk Nitrogen tidak berpengaruh nyata terhadap lingkar batang umur 2, 4, 6, 8 dan 12 minggu setelah aplikasi perlakuan, berpengaruh nyata terhadap berat basah dan berat kering akar pada umur 12 minggu setelah aplikasi dengan berat segar dan berat kering tertinggi pada N5 tetapi tidak berbeda nyata dengan N4 dan N3. Perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap Panjang akar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah beberapa sumber pupuk nitrogen berpengaruh terhadap pertumbuhan kelapa sawit di pembibitan utama. Pupuk nitrogen yang bersumber dari Azolla microphylla dalam bentuk kompos, pupuk hijau dan POC berpengaruh sama baik terhadap jumlah daun, tinggi tanaman, berat basah dan kering akar. Azolla microphylla berpotensi digunakan sebagai alternatif pengganti pupuk ZA dan Urea pada kelapa sawit di pembibitan utama.
PENGARUH APLIKASI LIMBAH (Decanter solid) PABRIK KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF SERTA KADAR KLOROFIL DAUN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DI PEMBIBITAN UTAMA Saroha Manurung; Aulia Juanda Djs
Agro Estate Vol 5 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jae.v5i2.92

Abstract

Oil palm is a plantation crop that has an important role in Indonesia today. This plant is a plant that produces vegetable oil and its derivative products. This study aims to determine the effect of solid decanter waste application on the vegetative growth of oil palm seedlings (Elaeis guineensis Jacq). This research was conducted in the research area of the Medan College of Agricultural Agribusiness (STIPAP) from January - July 2020. This study used a non factorial randomized block design (RBD) consisting of S0: Without decanter solid treatment, S1: 0,5 kg decanter solid, S2: 1,0 kg decanter solid, and S3: 1,5 kg decanter solid. Parameters observed were plant height, number of leaves, stem girth, leaf chlorophyll content, shoot wet and dry weight, root wet and dry weight. The data obtained were analyzed statistically with analysis of variance (ANOVA) with further test of LSD 5%. The treatment of decanter solid application has a significant effect based on statistical tests on the vegetative growth of oil palm seedlings, namely on the height of the seeds and stem circumference with the value of F-count seed height > F-Table 0,5% at 8 MSA and F-Count on stem circumference > F- Table 0,1% at 16 MSA and 20 MSA, while the number of leaves, shoot wet and dry weight, root wet and dry weight and leaf chlorophyll content showed no significant effect
UJI RESISTENSI KLON-KLON INTRODUKSI TERHADAP PENYAKIT GUGUR DAUN Pestalotiopsis sp. DI LABORATORIUM Didi Kusnedy; Eka Bobby Febrianto; Sayurandi; Cici Indriani Dalimunthe
Agro Estate Vol 5 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jae.v5i2.93

Abstract

Tanaman karet (Hevea brasiliensis) berasal dari negara Brazil. Pohon karet pertama kali hanya tumbuh di Amerika Selatan. Perkebunan karet di Indonesia mulai diperkenalkan sejak tahun 1864, yaitu sejak Hofland mendirikan perusahaan perkebunan karet di Tanah Panunukan dan Ciasem, Jawa Barat. Serangan yang diakibatkan oleh penyakit Pestalotiopsis sp. menunjukkan bercak cokelat pada daun karet dan adanya batas yang jelas antara bagian bercak dengan bagian daun yang masih sehat. Daun yang terinfeksi gugur sebelum waktunya. Umumnya yang terserang berat adalah tanaman karet yang sudah menghasilkan dan tidak terawat. Penelitian bertujuan untuk mengetahuai tingkat resistensi beberapa klon introduksi yaitu PB 217, PB 260, PB 330, PB 340, RRIC 100, IRR 220 dan GT 1 terhadap penyakit gugur daun yaitu Pestalotiopsis sp. Penelitian dilakukan di Laboratorim Proteksi Tanaman Balai Penelitian Sungai Putih menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pengamatan 8 hari setelah inokulasi (hsi) intensitas serangan tertinggi ditemukan pada klon PB 217 dan GT 1 yaitu sebesar 89,9%6 dan 89,96%, sedangkan intensitas serangan terendah terdapat pada klon IRR 220 yaitu sebesar 81,64%.

Page 2 of 10 | Total Record : 93