cover
Contact Name
Tuty Ningsih
Contact Email
lp2m@itsi.ac.id
Phone
=6282273280322
Journal Mail Official
lp2m@itsi.ac.id
Editorial Address
Jl. Willem Iskandar (Pancing), Medan, Provinsi Sumatera Utara, 20222
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Agro Estate
ISSN : 25800957     EISSN : 26564815     DOI : https://doi.org/10.47199/jae.v7i1
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agro Estate adalah Jurnal Ilmiah Budidaya Perkebunan yang menyajikan hasil penelitian dan telaah ilmiah dari Dosen, Peneliti, Praktisi, Mahasisa dalam bidang perkebunan. Topik utama yang diterbitkan mencakup: 1. Aspek Agronomi 2. Tanah dan Konservasi 3. Perlindungan Tanaman 4. Manajemen Tenaga Kerja (SDM) 5. Manajemen Keuangan 6. Aspek Kelestarian
Articles 93 Documents
KAJIAN SISTEM PANEN TERHADAP POTENSI CPO (CRUDE PALM OIL) Di AFDELING I KEBUN TANAH RAJA PT. BAKRIE SUMATERA PLANTATION, Tbk. Tuty Ningsih; Hari Gunawan; Jhon F. Parhorasan
Agro Estate Vol 5 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jae.v5i2.95

Abstract

Panen merupakan salah faktor penentu untuk menghasilkan Tandan buah segar (TBS) yang berkualitas. TBS yang berkualitas merupakan faktor penentu Asam lemak bebas dan rendemen minyak yang dihasilkan. Untuk menghasilkan potensi CPO yang baik dibutuhkanlah sinergi antara bagian kebun dan bagian Pabrik kelapa sawit. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif yaitu menjelaskan sistem panen dan kaitannya terhadap mutu buah kelapa sawit. Data pengamatan berupa system panen yang terdiri atas Angka Kerapatan Panen (AKP) dan system ancak yang digunakan, Analisa potensi minyak sawit yang berupa Analisa ALB dan Rendemen CPO (Crude Palm Oil). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Sistem panen dikebun tanah raja divisi 1 PT. Bakrie Sumatera Plantatios, Tbk menggunakan ancak giring tetap dan Uji potensi minyak sawit menunjukkan bahwa Rendemen CPO 21,22% dan kadar ALB sebesar 2,42%.
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR (POC) LIMBAH TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (TKKS) TERHADAP PERTUMBUHAN Mucuna Braceata.D.C Angga Oktavianus; Hagai Jorenta Perangin-angin; Suryadi Risky Sirait; Pratomo, Bayu
Agro Estate Vol 6 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jae.v6i1.96

Abstract

Effect of OPEFB POC Application on Mucuna bracteata Seedling Growth. This study aims to determine the effect of application and dose level of EFB POC on the growth of Mucuna bracteata seedlings. This research was conducted from January to March using an experimental method with a Non-Factorial Randomized Block Design (RAK) with four replications and 7 levels of POC TKKS treatment: (P0) No POC TKKS treatment, (P1) 5 ml/polybad POC TKKS, ( P2) 10 ml/polybad POC TKKS, (P3) 15 ml/polybad POC TKKS, (P4) 20ml/polybad POC TKKS, (P5) 25 ml/polybad POC TKKS, (P6) 30 ml/polybad POC TKKS. Research data were analyzed using analysis of variance (Analysis of variance) and Tuckey's advanced test at 5% level. The results showed that giving POC OPEFB to the growth of Mucuna bracteata seedlings had a significant effect on the growth of tendril length and number of leaves.
PERKEMBANGAN MAGGOT BLACK SOLDIER FLY DALAM BIOPOND BERBAHAN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN LIMBAH DAPUR Josua Dani Silalahi; Aryati, Ismi; Sakiah Sakiah; Eka Bobby Febrianto
Agro Estate Vol 6 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jae.v6i1.97

Abstract

Tandan kosong umumnya dimanfaatkan sebagai pembenah tanah, disisi lain potensi tandan kosong kelapa sawit dapat dimanfaatkan menjadi berbagai produk yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Limbah dapur berupa nasi, buah dan sayur banyak ditemukan di tempat pembuangan sampah yang berasal dari pemukiman maupun pasar. Limbah tersebut diklaim sebagai salah satu sumber gas rumah kaca. Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi tandan kosong kelapa sawit dan limbah dapur sebagai pakan maggot pada tiap fase perkembangbiakannya. Penelitian dilakukan di Basmallah BSF Farm Kabupaten Deli Serdang, menggunakan rancangan acak lengkap faktorial, dengan dua faktor perlakuan yaitu tandan kosong kelapa sawit yang disusun tiga taraf (tandan kosong utuh, tandan kosong dipotong menjadi empat bagian, tandan kosong yang telah dicacah) dan faktor limbah dapur dengan dua taraf (tanpa limbah dapur, menggunakan limbah dapur), masing-masing 3 ulangan. Hasil pengujian parameter disusun pada daftar sidik ragam dan hasil yang berbeda nyata diuji dengan DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan baby maggot tidak dapat hidup pada pakan kering seperti pada tandan kosong tanpa bahan tambahan yang lembab. Tandan kosong utuh yang dicampur dengan limbah dapur sangat berpotensi dijadikan sebagai pakan baby maggot. Massa maggot, pra pupa, pupa dan lalat dewasa yang dihasilkan lebih besar pada pakan campuran tandan kosong utuh dan limbah dapur dibanding perlakuan lainnya. Semakin besar massa maggot, semakin besar kemampuan maggot mengkonversi pakan menjadi bahan organik
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN DAN POTENSI PENGEMBANGAN TANAMAN PORANG PADA KAWASAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DAN KARET DI PROVINSI RIAU Muhamad Mustangin; Susilawardani; Sukarji; Puspasari, Dyah
Agro Estate Vol 6 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jae.v6i1.98

Abstract

Porang (Amorphophallus Muelleri Blume) contain quite high glucomannan (15-64% dry basis). Porang are used as raw materials for food and industry since 1,000 years ago in Japan and China. The high content of glucomannan in porang makes this plant much sought after, especially in the food and health industries. Porang plants need to be researched so that they can be intercropped for oil palm and rubber. Analysis of drainage, texture, coarse material, soil depth, peat thickness and peat maturity was carried out using the borring method and field soil physics tests were carried out. Observation of the level of slope and erosion hazard using a clinometer. And for observations of puddles, surface rocks and rock outcrops with a percentage (%) visualization of the rock volume in the field. Meanwhile, the value of CEC, base saturation, and organic C was obtained from soil analysis resulting from borring sampling in the laboratory. Based on observations and analysis, gardens A, B and C were obtained according to the suitability of the S3 land. To increase the added value, porang is produced in the form of chips. The factory construction investment requires working capital funds and an investment of IDR 3,176,308,600. Investment analysis with tuber seeds showed a positive NPV of Rp. 14,021,379,827.63, IRR >20% and a payback period of 2 years, while the construction of a factory with frog seed cultivation showed a positive NPV of Rp. 3,976,301,962.35, IRR >20%. and Payback Period 4 years 2 months. Based on the two alternatives above, it can be concluded that the investment in building a factory in A plantation by cultivating tuber seeds is better than frog seeds which are shown to have better NPV and Payback Period values
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN FRUIT TRAP BERBAHAN NANAS DAN BERBAGAI WARNA LAMPU SEBAGAI PERANGKAP KUMBANG TANDUK (Oryctes rhinoceros) PADA TANAMAN BELUM MENGHASILKAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) Hikmah Sejati; Sulthon Parinduri; Tuty Ningsih; Ridho Hidayatullah Margolang
Agro Estate Vol 6 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jae.v6i1.99

Abstract

Oil palm plantations are often damaged by pests, especially the horn beetle (Oryctes rhinoceros) The damage caused can potentially suffer losses, either directly or indirectly. This study aims to determine the effectiveness and intensity of the horn beetle catch obtained by combining fruit traps with various colors of lights in the Immature Plants (TBM) area, the lights used are 18 watt emergency lights. This study used a non- factorial Randomized Block Design (RAK) research method with five levels of treatment, namely: P0 (white light + pineapple), P1 (yellow light + pineapple), P2 (blue light + pineapple), P3 (green light + pineapple). . light + pineapple). light + pineapple). , P4 (red light + pineapple) with four replications to obtain 20 treatment samples. The parameter observed was the number of beetles (O. rhinoceros) trapped. The results of this study showed that P1 was significantly different from treatment P2, P3 and P4 but not significantly different from treatment P0, in general, treatment P1 was the most effective treatment with the acquisition of horn beetles trapped as many as 146 tails. This is because yellow light has a color spectrum length of 560-590 nm which best corresponds to the wavelength of the color spectrum that is acceptable to insects, which is 300-650 nm. In addition, yellow light is more unified and gives a more dominant light reflection in the dark.
PENGENDALIAN HAMA KUMBANG TANDUK (Oryctes rhinoceros L) DENGAN PEMANFAATAN SARI BUAH NANAS DAN AIR NIRA SEBAGAI PERANGKAP FEROTRAP ALTERNATIF DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT LAHAN TANI JAYA ROKAN HILIR Riko Hardiansyah; Walida, Hilwa; Badrul Ainy Dalimunthe; Fitra Syawal Harahap
Agro Estate Vol 6 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jae.v6i1.100

Abstract

Oryctes rhinoceros L. merupakan salah satu hama penting pada tanaman kelapa sawit. Hama ini dapat menyebabkan turunnya produksi tandan buah segar (TBS) pada tahun pertama hingga 69%, bahkan sampai menyebabkan 25% tanaman muda mati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan sari buah nanas dan air aren sebagai perangkap alernatif dalam mengendalikan hama kumbang tanduk. Penelitian dilaksanakan dilaksanakan pada bulan Januari 2022 di Perkebunan kelapa sawit LTJ , Kecamatan Tanjung Medan, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Perlakuan memiliki 3 perlakuan dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 10 kali, perlakuan yang di uji, (a) perangkap dengan No = 500 gram buah nanas. (b) N1 = 500 gram buah nanas + 1 liter air nira, (c) N2 = 1 kg buah nanas + 2 liter air nira.Selanjutnya digantungkan pada tiang kayu/bambu dengan tinggi 2,5 m, dengan jarak antar perangkap 25 meter, Masing-masing perangkap diturunkan setiap pagi hari selama 7 hari pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan kumbang tanduk tertangkap paling tinggi yaitu pada pemberian perlakuan N2 sebanyak 46 ekor dengan rataan 6,5 ekor/ hari dan paling rendah pada perlakuan No yaitu sebanyak 19 ekor dengan rataan 2,7 ekor/hari. Persentase jenis kelamin kumbang tanduk yang tertangkap paling tinggi adalah berjenis kelamin jantan yaitu sebesar 62,5%, dan jenis kelamin betina sebesar 37,5%. Dengan demikian, pemanfaatan sari buah nanas dan air nira dapat dijadikan sebagai perangkap ferotrap alternatif untuk mengendalikan hama kumbang tanduk.
ANALISA PRODUKTIVITAS TANAMAN KARET (Havea brasiliensis Muell. Arg) KLON PB 260 DENGAN MENGGUNAKAN BERBAGAI SISTEM SADAP DI AFDELING I KEBUN BANGUN PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III Muhammad Haiqal Fikri; Zulham Effendi; Hardy Wijaya
Agro Estate Vol 6 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jae.v6i1.101

Abstract

The productivity of rubber plantations is determined by the type of clone, the age of the plant, the level of land suitability, and the exploitation system applied. The exploitation system applied determines the productivity of the rubber plantation because it is related to the use of the skin and the physiological process of latex. Implementing the right exploitation system can ensure high and sustainable productivity. On the other hand, the implementation of the wrong exploitation system can result in low productivity and shorten the economic life of the plant. This study aims to determine the productivity of rubber plants in clone PB 260 with various tapping systems. This research was conducted at Afdeling I Kebun Bangun PT. Perkebunan Nusantara III using a descriptive analysis method by collecting secondary data on the productivity of the PB 260 clone rubber plant from 2016 – 2020. The parameters observed were the production data of the PB 260 clone rubber plant with various tapping systems. The results of this study indicate that the analysis of rubber plant productivity data in 2016 – 2020 had the highest production in 2017 with a planting year of 2009 and the lowest in 2020 with a planting year of 2000. Meanwhile, overall, the highest production was in 2018 and the lowest was in 2016. The factors that influence the high and low productivity are caused by the tapping system that is not permanent or changing, the lack of application of fertilization, the reduction in the number of trees in the field caused by being attacked by JAP (White Root Fungus), KAS (Dry Alur Sadap), Moldy Road, fallen trees due to strong winds, and the age of the plants. The relationship between production and cost of goods/kg is that the greater the production obtained, the lower the cost of goods/kg.
Analisis Produktivitas Klon Karet Slow Starter dan Dua Klon Quick Starter di Kebun Gunung Para PTP. Nusantara III (Persero) Aries Sukariawan; Wahyu Cahyadi; Eka Bobby Febrianto; Adji prayogi
Agro Estate Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jae.v6i2.102

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian adalah memperoleh data perbandingan produksi antara klon slow starter (SS) dengan quick starter (QS). Penelitian dilaksanakan di PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Kebun Gunung Para. Waktu penelitian selama 4 bulan (Maret - Juni 2020 dengan cara pengumpulan data sekunder berupa data tanaman karet tahun tanam 2012 terhadap 2 klon slow starter (SS) yaitu AVROS 2037 dan GT 1 serta 2 klon quick starter (QS) yaitu PB 260 dan PB 340, data diambil pada tahun 2018 (TM 1) dan 2019 (TM 2) dengan beberapa parameter : jumlah pohon disadap/Ha, jumlah hari sadap/Ha, jumlah produktivitas tanaman karet ( Kg. KK/Ha), jumlah produksi per Ha (Kg. KK/Ha) semester I dan II, prestasi harian penderes, gram karet kering perpohon, sebaran produksi tanaman karet (Kg. KK) per bulan dua tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas klon slow starter dikarenakan peningkatan pohon disadap/Ha. Klon quick starter (PB 260 dan PB 340) pada saat TM 1 lebih cepat memenuhi kriteria matang sadap. Klon slow starter (AVROS 2037 dan GT 1) dengan frekuensi sadap D/5 memberikan produksi harian sadap lebih tinggi dibandingkan klon quick starter (PB 260 dan PB 340) dengan frekuensi sadap D/4. Pada TM 2 klon AVROS 2037 dan GT 1 memperoleh produksi tertinggi berturut-turut sebesar 1.718 Kg. KK/Ha dan 1.444 Kg. KK/Ha dengan jumlah pohon disadap per Ha meningkat 19% dan 27% perubahan frekuensi sadap dari D/4 menjadi D/5. Sensitifitas terkait perubahan rotasi sadap beberapa parameter produksi salah satunya dipengaruhi oleh jenis klon
UJI EFEKTIVITAS HERBISIDA BUATAN TERHADAP TINGKAT KEMATIAN GULMA RUMPUT BELULANG (Eleusine indica) Fadli Akbar Lubis; Tifany Zia Aznur; Habib Prayitno; Peavey Utomo
Agro Estate Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jae.v6i2.103

Abstract

Herbisida buatan merupakan pemberian nama dari suatu campuran lima bahan, yaitu air kelapa, ragi, deterjen, garam, dan urea. Berdasarkan hasil uji awal yang dilakukan, herbisida buatan ini memiliki potensi untuk dijadikan sebagai herbisida alternatif. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat kematian dan keracunan gulma rumput belulang (Eleusine indica) yang diberi herbisida buatan. Penelitian ini dilakukan di areal perkebunan kelapa sawit kampus Institut Teknologi Sawit Indonesia. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Februari sampai dengan April 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial, yang terdiri dari 4 perlakuan dan ulangan sebanyak 6 kali. Pengujian parameter disusun pada daftar sidik ragam dan menggunakan uji lanjut DMRT 5%. Berdasarkan hasil semua parameter yang telah diuji, konsentrasi 11% mampu menekan pertumbuhan gulma rumput belulang dilihat dari parameter tingkat keracunan gulma sebesar 30,33%. Konsentrasi tersebut cukup efektif diaplikasikan untuk mengendalikan gulma rumput belulang, karena perlakuan tersebut sangat berbeda nyata dengan perlakuan lain dengan konsentrasi yang lebih rendah, yaitu 8% dan 6%. Konsentrasi tersebut mampu menekan pertumbuhan gulma rumput belulang karena mampu merusak jaringan daun rumput belulang yang diawali dengan perubahan warna daun dari hijau menjadi kuning kecokelatan dan selanjutnya mengering dan mengalami kematian.
REKOGNISI POLA DAUN GULMA DI PERKEBUNAN MELALUI PROSES PENCITRAAN (IMAGE PROCESSING) Hasanal Fachri S. Simbolon; Zulham Effendi; Irwansyah
Agro Estate Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jae.v6i2.104

Abstract

Pengolahan citra digital dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya adalah representasi dan pemodelan citra, peningkatan kualitas citra, restorasi citra, analisis citra, rekonstruksi citra dan kompresi citra. Metode Euclidean distance yaitu metode klasifikasi tetangga terdekatnya dengan menghitung jarak antara dua buah objek, perbandingan ini dapat dilakukan dengan cara menghitung jarak Euclidean (Euclidean distance). Penelitian ini menggunakan metode analisa deskriptif, dengan mengumpulkan sampel daun gulma sebanyak 400 daun gulma, yang terdiri dari 100 sampel daun gulma berdaun lebar, 100 sampel daun gulma berdaun sempit, 100 sampel daun gulma teki-tekian, 100 sampel daun gulma pakis-pakisan yang diolah menggunakan software image-j. Bentuk dan struktur ciri daun dari masing-masing jenis gulma memiliki struktur ciri daun yang berbeda-beda.

Page 3 of 10 | Total Record : 93