cover
Contact Name
Tuty Ningsih
Contact Email
lp2m@itsi.ac.id
Phone
=6282273280322
Journal Mail Official
lp2m@itsi.ac.id
Editorial Address
Jl. Willem Iskandar (Pancing), Medan, Provinsi Sumatera Utara, 20222
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Agro Estate
ISSN : 25800957     EISSN : 26564815     DOI : https://doi.org/10.47199/jae.v7i1
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agro Estate adalah Jurnal Ilmiah Budidaya Perkebunan yang menyajikan hasil penelitian dan telaah ilmiah dari Dosen, Peneliti, Praktisi, Mahasisa dalam bidang perkebunan. Topik utama yang diterbitkan mencakup: 1. Aspek Agronomi 2. Tanah dan Konservasi 3. Perlindungan Tanaman 4. Manajemen Tenaga Kerja (SDM) 5. Manajemen Keuangan 6. Aspek Kelestarian
Articles 93 Documents
PENANAMAN JAGUNG (Zea mays) PADA BEBERAPA JARAK TANAM DAN DOSIS PUPUK NPK UNTUK OPTIMALISASI LAHAN DI TBM KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) Megawati Siahaan; Hari Gunawan; Dedi Andrial Siregar
Agro Estate Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jae.v6i2.105

Abstract

Optimalisasi pemanfaatan areal dapat meningkatkan produktivitas suatu lahan. Areal TBM kelapa sawit mulai dari tanaman tahun 0 hingga tahun ke-3, memiliki sela yang dapat dimanfaatkan untuk penanaman tanaman jagung yang dapat meningkatkan nilai tambah bagi perusahaan perkebunan. Tanaman jagung sebagai salah satu tanaman pangan yang memiliki nilai ekonomis tinggi perlu diukur potensinya secara agronomi untuk digunakan sebagai tanaman sela. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan dosis pupuk N terhadap pertumbuhan tanaman jagung yang digunakan sebagai tanaman sela di areal TBM Kelapa sawit. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok yang terdiri dari dua perlakuan yaitu jarak tanam (J) sebagai faktor pertama, terdiri dari 4 taraf yaitu J1, J2, J3, J4 dengan jarak tanam berturut-turut sebagai berikut : 20 cm x 35 cm, 20 cm x 70 cm, 20 cm x 105 cm, 20 cm x 145 cm. Faktor kedua adalah Dosis pupuk NPK 16-16-16 (D) yang terdiri dari 4 taraf yaitu D0, D1, D2 dan D3 masing-masing dengan dosis 0 g/pohon, 3 g/pohon, 6 g/pohon, 9 g/pohon; diulang sebanyak 3 kali, sehingga diperoleh 48 plot penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jarak tanam berpengaruh nyata terhadap jumlah daun umur 5 MST, tinggi tanaman umur 5 MST, bobot segar dan kering tajuk, bobot segar dan kering akar; tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun umur 2-4 MST dan 6 MST, tinggi tanaman umur 2-4 MST dan 6 MST, diameter batang jagung umur 2 – 6 MST. Perlakuan dosis pupuk (D) berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 4 MST, berat segar dan kering tajuk umur, berat segar dan kering akar; tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun umur 2 – 6 MST, tinggi tanaman umur 2, 3 dan 6 MST, diameter batang jagung umur 2 – 6 MST, berpengaruh nyata terhadap jumlah daun umur 5 MST, tinggi tanaman umur 5 MST, bobot segar dan kering tajuk, serta bobot segar dan kering akar. Interaksi antara perlakuan jarak tanam dan dosis pupuk NPK berpengaruh nyata terhdap tinggi tanaman umur 5 MST, berat segar dan kering tajuk, berat segar dan kering akar; tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun umur 2 – 6 MST, tinggi tanaman umur 1, 3 4, dan 6 MST, diameter batang umur 2-6 MST. Kesimpulan dari penelitian ini adalah jarak tanam jagung yang terbaik untuk tanaman jagung yang ditanam sebagai tanaman sela adalah 20 cm x 145 cm, memberikan hasil terbaik terhadap tingi tanaman (cm) dan berat biji jagung (g) dengan dosis pupuk NPK yang terbaik adalah 9 g/pohon memberikan hasil yang terbaik terhadap berat segar dan kering tajuk, berat segar dan kering akar, berat biji tanaman jagung per plot. Interaksi yang terbaik adalah J4D3 yaitu jarak tanam 20 cm x 145 cm dengan dosis pupuk 9 g/pohon, ditunjukkan pada parameter tinggi tanaman, bobot segar dan kering tajuk, bobot segar dan kering akar, berat biji tanaman per plot. Disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan meningkatkan dosis pupuk.
LAJU INFEKSI PENYAKIT BUSUK PANGKAL BATANG (BPB) PADA TANAMAN KELAPA SAWIT DI DIVISI I KEBUN BANGUN BANDAR PT SOCFINDO Nurliana; Makhrani Sari Ginting; Guntoro; Rio Ardiansyah Fenni
Agro Estate Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jae.v6i2.106

Abstract

Penyakit busuk pangkal batang masih menjadi penyakit yang sangat penting pada Perkebunan Kelapa Sawit yang menyebabkan turunnya produksi mencapai 80%. Sebaran penyakit yang busuk pangkal kelapa sawit yang disebabkan Ganoderma dengan melakukan pengamatan setiap tahunnya yang dimulai sejak tahun 1984 di PT Socfindo. Tujuan penelitian adalah untuk memberi deskripsi kuantitatif busuk pangkal batang yang terjadi di Divisi I Kebun Bangun Bandar PT Socfindo pada Blok 66 tahun tanam 1972 generasi kedua. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif menggunakan data sekunder dari data pengamatan serangan Ganoderma dari Socfindo Seed Production and Laboratories (SSPL) tahun 2022 PT Socfindo. Hasil dari analisis data menunjukkan Persentase Luas Lahan Terserang sebesar 82,35%, Insidensi Penyakit terjadi 13 tahun setelah tanam dan kejadian penyakit busuk pangkal batang pada tanaman kelapa sawit yang ditanam pada tanah yang terinfeksi Ganoderma pada umur 5-6 tahun setelah tanam sedangkan serangan tertinggi pada umur 6-7 tahun setelah terserang.
FENOLOGI PEMBUNGAAN TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DENGAN MENGGUNAKAN DUA VARIETAS BERBEDA DI KEBUN PRAKTIK INSTITUT TEKNOLOGI SAWIT INDONESIA Satria Abdiansyah; Nanang Supena; Sri Murti Tarigan
Agro Estate Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jae.v6i2.114

Abstract

Tanaman kelapa sawit merupakan tanaman monokotil dimana terdapat bunga jantan dan bunga betina dalam satu pohon, kemunculan bunga kelapa sawit berada pada pangkal pelepah, rata-rata waktu pada tahap perkembangan bunga berbeda. Uji T-Test sex ratio berbeda tidak nyata. Foto-foto yang ditampilkan mengacu kepada standar yang ditetapkan oleh BBCH (Biologische Bundesantalt Bundessortenamt und Chemische Industrie) menjelaskan tahapan perkembangan bunga dan buah pada tanaman kelapa sawit. Perkembangan vegetatif meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang rachis, tebal petiola, jumlah anak daun, anak daun. Penelitian dilakukan di kebun praktik Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) Medan. Waktu penelitian dimulai bulan Agustus 2021 sampai dengan Maret 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari bagaimana tahapan pembungaan tanaman kelapa sawit pada dua varietas berbeda dengan mengamati setiap tahap pembungaan yang terjadi pada tanaman kelapa sawit. Metode yang digunakan deskriptif dengan model kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan varietas yang berbeda memberikan hasil yang berbeda terhadap pertumbuhan generatif dan vegetatif tanaman kelapa sawit. Foto-foto yang ditampilkan mengacu pada standart BBCH (Biologische Bundensartalt Bundessortenamt und Chemische Industrie) terhadap tahap perkembangan bunga. Hasil uji T-test menunjukkan bahwa nilai sex ratio, panjang rachis, tebal petiola, cross section petiola (LxT), jumlah anak daun 1 sisi, panjang dan lebar anak daun, leaf area memberi pengaruh terima H0 (berbeda tidak nyata) sementara uji T-test pada tinggi tanaman,jumlah daun fronts dan total leaf area memberi pengaruh tolak H0 (berbeda nyata).
UJI KETAHANAN GENETIK BEBERAPA KLON KARET HARAPAN TERHADAP PENYAKIT GUGUR DAUN PESTALOTIOPSIS DI KEBUN ENTRES Sayurandi, Sayurandi; Mara Kaya Habib Rambe; Eka Bobby Febrianto; Syarifah Aini Pasaribu
Agro Estate Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jae.v7i1.140

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketahanan genetik  klon karet harapan terhadap serangan penyakit Pestalotiopsis di kebun entres. Penelitian ini dilaksanakan  di  kebun entres  milik Balai Penelitian Sungei Putih, Pusat Penelitian Karet yang dimulai pada bulan Oktober - Desember 2020. Sebanyak lima klon karet harapan dan klon PB 260 diuji dalam penelitian ini dengan menggunakan rancangan acak kelompok non faktorial dengan enam perlakuan dan tiga ulangan. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah menghitung intensitas serangan penyakit setelah diinokulasi dengan isolat Pestalotiopsis yang diamati pada hari ke 7, 14, dan 21 hari setelah inokulasi (hsi). Dari hasil penelitian  menunjukkan bahwa klon IRR 429 tergolong agak resisten terhadap penyakit daun Pestalotiopsis,  klon IRR 440 dan IRR 431 tergolong moderat, sedangkan klon IRR 455 , IRR 437, dan PB 260 tergolong agak rentan. Nilai heritabilitas pada pengamatan 21 hsi tergolong tinggi yaitu sebesar 0,72. Nilai heritabilitas tersebut  menunjukkan bahwa tingkat ketahanan genetik klon karet harapan yang diamati pada penelitian ini lebih dipengaruhi oleh faktor genetik tanaman dibandingkan faktor lingkungan.
PEMBIAKAN JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) PADA MEDIA TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN SERBUK GERGAJI KAYU DIBISONO, MUHAMMAD YUSUF; Gunawan, Hari; Ginting, Makhrani Sari; Abdi Kusuma
Agro Estate Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jae.v7i1.141

Abstract

The aim of this study was to determine the effects of oil palm empty bunches (OPEFB) and sawdust as growing media for the growth of white oyster mushroom (Pleurotus ostreatus). This study was conducted at an oyster mushroom cultivation farm located at Jl. STM Ujung Medan, from October 2020 to January 2021. The experimental design was a randomized completely block design (RCBD) with one factor, namely the composition of the growing medium (oil palm empty bunches and sawdust) with 3 levels of treatment; S1 : 100% wood sawdust, S2 : 100% OPEFB, and S3 : 50% OPEFB + 50% wood sawdust. The observation included the mycelium initial growth time (days), fruits body growing time (days), hood width (cm), body diameter (cm), length of stalk (cm), and wet weight of the white oyster mushrooms after harvesting (g). The results showed that the treatment of OPEFB and sawdust had no significant effect on the mycelium initial growth time, body growth time, white oyster mushroom body diameter, white oyster mushroom stalk length, and the wet weight of white oyster mushrooms after harvesting. This result indicates that OPEFB can be used as an alternative growing media for cultivating white oyster mushroom, it can be single or combined with wood sawdust.
EVALUASI PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KARET BEBERAPA KLON INTRODUKSI DI WILAYAH BERIKLIM BASAH Sayurandi
Agro Estate Vol 4 No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jae.v4i1.144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pertumbuhan dan produksi karet dari beberapa klon karet yang diintroduksi pada iklim basah. Tujuh klon yang diintroduksi diuji pada penelitian ini dengan menggunakan rancangan acak kelompok non-faktorial. Klon yang diuji ditanam di Kabupaten Aek PamienkeLabuhan Batu Utara pada tahun 2005. Curah hujan rata-rata selama sepuluh tahun terakhir adalah 3036 mm / tahun dan jumlah hari hujan rata-rata adalah 145 hari / tahun. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah pertumbuhan tanaman pada periode belum dewasa, produksi karet, dan ketahanan penyakit daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klon PB 330 dan PB 340 memiliki pertumbuhan lilit batang tertinggi pada usia lima tahun masing-masing sebesar 53,90 cm dan 50,20 cm. Produksi karet menunjukkan bahwa klon PB 330, PB 340, dan PB 260 memiliki produksi karet tertinggi (kg / pohon / tahun) masing-masing 4,75 kg, 4,80 kg dan 4,70 kg. Daya tahan penyakit daun menunjukkan bahwa klon yang diintroduksi tahan terhadap Oidium dan tahan terhadap Colletotrichum dan Corynespora.
STRATEGI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TANAMAN KELAPA SAWIT MELALUI PENDEKATAN MANAJEMEN BLOK DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT SKALA LUAS Megawati Siahaan; Hardy Wijaya
Agro Estate Vol 4 No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jae.v4i1.145

Abstract

Peningkatan produktivitas kelapa sawit adalah salah satu kriteria keberhasilan asisten lapangan dalam mengelola afdeling/divisi. Asisten lapangan di perkebunan kelapa sawit memiliki tanggung jawab untuk mengendalikan 500-800 ha tergantung pada kebijakan perusahaan. Semua areal dibagi berdasarkan blok dengan ukuran 25-30 ha per blok. Blok dirancang agar homogen dengan mengatur tanaman, lumpur, jalan, dan sesuai kriteria lainnya agar mudah dikelola. Namun faktanya, blok memiliki keragaman antara satu dengan lainnya dan harus ditangani dengan cara berbeda. Pendekatan manajemen blok adalah salah satu cara terbaik untuk mengevaluasi dan menemukan akar permasalahan. Metode ini dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit. Masalah dalam blok bukan hanya satu tetapi banyak faktor yang harus dianalisis. Manajemen blok dapat dilakukan dengan tiga tahap yaitu analisis kesenjangan, analisis akar permasalahan dengan metode fishbone dan konsep Identifikasi Masalah dan Tindakan Korektif (PICA). Metode ini telah dicoba pada banyak perusahaan
KERAGAMAN GULMA PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaies guineensis Jacq.) BELUM MENGHASILKAN DAN SUDAH MENGHASILKAN DI KEBUN RAMBUTAN PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III Ahmad Saleh; M. Yusuf Dibisono; Sabar Ukur Gea
Agro Estate Vol 4 No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jae.v4i1.147

Abstract

Gulma merupakan tanaman yang merugikan karena dapat bersaing dengan tanaman kelapa sawit. Pertumbuhan gulma dapat mengurangi produksi tandan buah sawit mencapai 20%. Gulma tidak hanya bersaing dalam mengambil nutrisi tetapi juga menghasilkan zat allelopathic yang beracun bagi kelapa sawit. Inventarisasi dan mengetahui dominasi spesies gulma diperlukan dalam pengelolaan pengendalian gulma yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan keanekaragaman gulma di beberapa area yang berbeda tahun tanam. Penelitian ini menggunakan metode pengambilan sampel yang dilakukan pada dua area yang menghasilkan (18 tahun dan 8 tahun) dan area belum menghasilkan (1 tahun) dengan metode observasi langsung. Setiap area tanam dibuat dari 2 petak besar dengan ukuran 20 mx 60 m pada sela tanaman sawit, kemudian di dalamnya dibuat 6 petak kecil dengan ukuran 2 x 2 m. Data dianalisis dengan SDR (Summed Dominance Ratio) untuk menentukan spesies gulma yang dominan. Keragaman gulma dari masing-masing area bervariasi, terdapat 29 spesies gulma dan 20 famili, namun, terdapat 5 spesies gulma yang ditemukan di semua area penelitian; O. nodusa, Poaceae; C. kyllingia, Cyperaceae; A. comressus, Poaceae; P. Niruri, Phyllanthaceae; A. spinous, Amaranthaceae. Gulma yang dominan di area yang belum menghasilkan adalah E. indica, Poaceae sedangkan di daerah menghasilkan adalah O. nodosa, Poaceae.
KAJIAN PEMUPUKAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) MENGGUNAKAN METODE SEMI MECHANICAL MANURING (SMM) Siahaan, Megawati; Wagino, Wagino; Tarigan, Lui Jemtanta
Agro Estate Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jae.v7i1.150

Abstract

Fertilizing is one of the important activities in palm oil cultivation which is high cost, because of that we must find ways to increase its effectivity and efficiency. Semi Mechanical Manuring (SMM) is a breakthrough in fertilizing which used in Kebun Bekiun, PT. Langkat Nusantara Kepong. This Research is held in Divisi III, Kebun Bekiun, PT. Langkat Nusantara Kepong. Qualitative Description is used as research method with describe procedure operation and administration of this method. This Research shows that Kebun Bekiun has done 5 principles in fertilizing which are kind, method, time, place and dosage has been exactly by field assistant, plantation manager and head of plantation. SMM is mini truck modified to increase efficiency and effectivity of fertilizing. SMM is designed to cross all tracks in oil palm plantations and process of fertilizing will be faster than manual application and easier to control the field.  Price of fertilizer using SMM was Rp. 46/Kg cheaper than manual application. When the research was doing, this plantation needed to spread 6000 kg fertilize which were been broad to 107.989 palms with 2 kgs each palm; it means this plantation has efficiency Rp. 9.934.988,-/application. The efficiency come from the decrease of man power to spread the fertilize.
KAJIAN BEBERAPA UNSUR HARA PADA LAHAN REPLANTING TANAMAN KELAPA SAWIT ( Elaeis guineensis Jacq.) DI KELURAHAN BAKARAN BATU KECAMATAN RANTAU SELATAN Qishty, Muhammad Yasar; Harahap, Fitra Syawal; Sepriani , Yusmaidar; Adam, Dini Haryati
Agro Estate Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jae.v7i1.156

Abstract

Penanaman kembali perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu cara alternatif untuk menjaga kelangsungan perkebunan kelapa sawit di masa yang akan datang namun penggunaan lahan untuk penanaman kelapa sawit yang ditanam kembali dengan bibit baru memiliki kelemahan, seperti tingkat produktivitas lahan dan kemungkinan perubahan struktur tanah akibat penanaman kelapa sawit di masa lalu. Produktivitas lahan dipengaruhi oleh status hara dan kesuburan tanah. Sebelum dilakukan penanaman kembali pada lahan yang akan ditanami kembali perlu diketahui kandungan unsur hara yaitu pH tanah, Nitrogen, Fosfor, Kalium, C Organik, Kapasitas Tukar Kation dan Berdasarkan Tingkat Kejenuhan sehingga dapat diketahui status kesuburan tanah pada lahan tersebut. Penelitian dilakukan dengan metode survei Penelitian dilaksanakan di lahan tanaman kelapa sawit masyarakat Kelurahan Bakaran Batu Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu dengan ketinggan 28 meter diatas permukaan laut pengambilan sampel dilakukan pada dua kedalaman yaitu kedalaman 0-30 cm dan kedalaman 30-60 cm. Pengambilan sampel juga dilakukan pada dua perbandingan lahan yaitu lahan milik masyarakat dan hutan tanaman masing-masing sebanyak 10 titik pada dua kedalaman yang sama. Sampel tanah dari setiap lokasi dikomposisikan dan kemudian dianalisis. Analisis tanah dilakukan di laboratorium kimia dan ditentukan statusnya berdasarkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementan (2012). Hasil kajian menunjukkan status hara dan tingkat kesuburan tanah di lokasi tersebut rendah sehingga telah dilakukan upaya untuk memperbaiki status hara dan kesuburan tanah pada lahan yang akan dibangun. digunakan secara optimal untuk penanaman kelapa sawit.

Page 4 of 10 | Total Record : 93