cover
Contact Name
Aufa Rizka Azzumi
Contact Email
ahmad.ashifuddin@gmail.com
Phone
+6285156704080
Journal Mail Official
aufa.r.azzumi@stikes-ibnusina.ac.id
Editorial Address
JALAN RAYA AJIBARANG KM 1 BANYUMAS, JAWA TENGAH
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
ISSN : 29872898     EISSN : 29872901     DOI : 10.59841
Core Subject : Health,
rtikel dapat berasal dari salah satu bidang berikut: Kesehatan masyarakat, manajemen Farmasi, farmasi klinis, analis farmasi makanan, farmasi halal, halal industri.
Articles 264 Documents
Penentuan Kategori dan Uji Toksisitas Ekstrak Metanol Daun Prasman (Euphatorium triplinerve Vahl): Klasifikasi Risiko Berbasis Nilai LC50 pada Metode BSLT Haryanto; A. Audia Yunasti; Novi Ulfaidah; Besse Ramadhani; Sri Ratna Dewi Angraeni; Fitri Adindasari; Nur Isra Fadilla; Suci Ramadhani; Syifa Azzahra
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v4i2.3795

Abstract

Daun prasman (Euphatorium triplinerve Vahl) merupakan tanaman herbal yang diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi memberikan aktivitas biologis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai LC₅₀ dan mengklasifikasikan tingkat toksisitas ekstrak metanol daun prasman menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) terhadap larva Artemia salina Leach. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut metanol. Uji toksisitas dilakukan pada konsentrasi 10, 100, 500, 1.000, 5.000, dan 10.000 ppm dengan masing-masing perlakuan diamati selama 24 jam. Data kematian larva dihitung dalam bentuk persentase mortalitas dan dianalisis menggunakan metode probit untuk menentukan nilai LC₅₀. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kematian larva meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, yaitu 0% (10 ppm), 2,94% (100 ppm), 7,69% (500 ppm), 31,81% (1.000 ppm), 52,38% (5.000 ppm), dan 80,95% (10.000 ppm). Analisis probit menunjukkan bahwa nilai LC₅₀ ekstrak metanol daun prasman berada pada rentang 1.000–10.000 mg/L lebih tepatnya 2.103 ppm. Berdasarkan klasifikasi toksisitas, ekstrak metanol daun prasman termasuk dalam kategori sedikit beracun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun prasman memiliki aktivitas toksik terhadap larva Artemia salina serta berpotensi menjadi sumber senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui penelitian farmakologi dan toksikologi lanjutan.
Penentuan Nilai LC₅₀ dan Kategori Toksisitas Ekstrak Etanol Daun Trembesi (Samanea saman) terhadap Larva Udang (Artemia salina Leach) Menggunakan Metode Analisis Probit Haryanto; Fitrah Amalia; Ahmad Ramadhan; Maretta Kartika Ayu Ridwan; Husnul Hatima; Hilda Kadir; Sisma Efendi; Nurul Nisai
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v4i2.3796

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi tingkat toksisitas ekstrak etanol 90% daun trembesi (Samanea saman) terhadap larva Artemia salina melalui penentuan nilai LC₅₀ menggunakan metode Reed-Muench dan analisis probit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan post-test only control group design. Larva Artemia salina digunakan sebagai organisme uji dan dipaparkan pada berbagai konsentrasi ekstrak, yaitu 10 ppm, 100 ppm, 500 ppm, 1000 ppm, 5000 ppm, dan 10.000 ppm. Parameter yang diamati adalah jumlah kematian larva setelah 24 jam perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kematian larva meningkat seiring dengan kenaikan konsentrasi ekstrak, yang mengindikasikan adanya hubungan dosis-respons. Perhitungan nilai LC₅₀ dengan metode 823 ppm. Berdasarkan klasifikasi toksisitas Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), nilai LC₅₀ tersebut termasuk dalam kategori toksik moderat / sedang. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 90% daun trembesi memiliki aktivitas toksisitas sedang terhadap larva Artemia salina. Dengan demikian, ekstrak ini berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan lebih lanjut namun diperlukan penelitian lanjutan untuk mengidentifikasi senyawa aktif serta mengevaluasi keamanan pada sistem biologis yang lebih kompleks.
Penentuan Nilai LC₅₀ dan Kategori Toksisitas Ekstrak Etanol Batang Prasman (Euphatorium triplinerve Vahl) terhadap Larva Udang (Artemia salina Leach) Menggunakan Metode BSLT Haryanto; Salsabila Febrianti Sahar; Norita; Nur Rizky Aulia Fitri; Nabila Ayu Pratiwi; Nur Aqila Novi Dwiyanti; Rarah Maulidya Putri; Salsabila Ramadhani; Nayla Musdalifah Rabbani
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v4i2.3797

Abstract

Batang prasman (Eupatorium triplinerve. Vahl) merupakan salah satu tanaman yang mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi memiliki aktivitas biologis, sehingga perlu dilakukan pengujian toksisitas sebagai langkah awal untuk mengetahui tingkat keamanannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai LC₅₀ dan kategori toksisitas ekstrak etanol batang prasman terhadap larva udang (Artemia salina Leach) menggunakan metode analisis probit. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorik dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Ekstrak etanol batang prasman diuji pada konsentrasi 100, 500, 1.000, 5.000, dan 10.000 ppm. Parameter yang diamati adalah jumlah kematian larva setelah 24 jam perlakuan. Data mortalitas dihitung dalam bentuk persentase kematian, kemudian dianalisis menggunakan metode probit untuk menentukan nilai LC₅₀. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kematian larva meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, yaitu sebesar 25%, 35%, 50%, 75%, dan 85%. Hasil analisis probit menunjukkan nilai LC₅₀ ekstrak etanol batang prasman sebesar 846 mg/L. Berdasarkan klasifikasi toksisitas, nilai tersebut termasuk dalam kategori moderat atau racun sedang. Dengan demikian, ekstrak etanol batang prasman (Euphatorium triplinerve Vahl) memiliki aktivitas toksik terhadap larva Artemia salina Leach dan termasuk dalam kategori toksisitas sedang
Uji Toksisitas Ekstrak Metanol Batang Prasman (Peperomia pellucida) Terhadap Mortalitas Larva Udang (Artemia salina L.) Haryanto; Ahmad Fauzan Pratama; Arisya Roudhina; Andi Nur Athifah; Niska Helendika Al Asyahra; Nur Aulia A; Nur Salsabila; Zahra Hairana Rori
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v4i2.3800

Abstract

Prasman (Peperomia pellucida) merupakan tanaman obat yang diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid yang berpotensi memiliki aktivitas biologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat toksisitas ekstrak metanol batang prasman terhadap mortalitas larva udang (Artemia salina L.) menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan memberikan ekstrak metanol batang prasman pada berbagai konsentrasi, yaitu 10, 100, 500, 1000, 5000, dan 10000 ppm serta kontrol. Parameter yang diamati adalah persentase mortalitas larva setelah 24 jam perlakuan. Data dianalisis menggunakan metode interpolasi dan analisis probit untuk menentukan nilai LC₅₀. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak menyebabkan peningkatan mortalitas larva secara bertahap hingga mencapai 100% pada konsentrasi 10.000 ppm. Perhitungan LC₅₀ dengan metode interpolasi menghasilkan nilai 680,2 ppm pada pengujian pertama dan 529,66 ppm pada pengujian duplo. Analisis probit pada pengujian duplo menghasilkan nilai LC₅₀ sebesar 198,97 ppm. Nilai LC₅₀ yang berada di bawah 1000 ppm menunjukkan bahwa ekstrak metanol batang prasman bersifat toksik terhadap larva Artemia salina dengan kategori moderat atau racun sedang. Aktivitas toksik tersebut diduga berasal dari kandungan metabolit sekunder yang terdapat dalam batang prasman seperti Flavonoid, saponin, tanin dan minyak atsirinya. Dengan demikian, ekstrak metanol batang prasman berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan lebih lanjut dalam bidang farmasi, khususnya sebagai kandidat antikanker, antimikroba, dan bioinsektisida alami.