cover
Contact Name
Ria Buana
Contact Email
Jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Phone
+628129657508
Journal Mail Official
jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Ebers Papyrus
ISSN : 08548862     EISSN : 27981630     DOI : https://doi.org/10.24912/ep.vxxxx.xxxxx
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ebers Papyrus adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Ebers Papyrus berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli, studi kasus dan tinjauan pustaka. Konten Ebers Papyrus meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 312 Documents
EFEK KONSUMSI KOPI ROBUSTA TERHADAP TEKANAN DARAH DAN FREKUENSI NADI PADA MASYARAKAT DI KECAMATAN RANDUDONGKAL, PEMALANG Imadul Iman Ibnu Sakana; Susy Olivia Lontoh; Chrismerry Song
Ebers Papyrus Vol. 32 No. 1 (2026): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v32i1.38468

Abstract

Kopi merupakan minuman yang banyak dikonsumsi dan mengandung kafein yang dapat memengaruhi sistem kardiovaskular. Efek akut konsumsi kopi terhadap tekanan darah dan frekuensi nadi masih menunjukkan hasil yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan tekanan darah dan denyut nadi sebelum dan sesudah konsumsi kopi robusta pada masyarakat di Kecamatan Randudongkal, Pemalang. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan repeated measures. Sebanyak 69 responden berpartisipasi dalam penelitian ini, dengan mayoritas laki-laki (72,5%) dan rerata usia 38,06 ± 13,43 tahun. Rerata indeks massa tubuh adalah 22,37 ± 3,37 kg/m². Pengukuran tekanan darah dan denyut nadi dilakukan sebelum konsumsi kopi serta pada menit ke-5, ke-10, dan ke-15 setelah konsumsi. Analisis data menggunakan uji Repeated Measures ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan darah sistolik mengalami perubahan yang sangat kecil, dari 123,12 mmHg menjadi 122,00 mmHg pada menit ke-5 dan kembali menjadi 123,38 mmHg pada menit ke-15. Tekanan darah diastolik menunjukkan peningkatan ringan dari 79,43 mmHg menjadi sekitar 81 mmHg setelah konsumsi kopi. Namun, perubahan tersebut tidak bermakna secara statistik pada tekanan darah sistolik (p=0,276) maupun diastolik (p=0,117). Frekuensi nadi meningkat dari 82,19 menjadi 84,00 kali/menit pada menit ke-5, kemudian menurun kembali mendekati nilai awal, dengan perubahan yang bermakna secara statistik (p=0,008). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan tidak terdapat perubahan yang bermakna secara statistik pada tekanan darah, baik sistolik maupun diastolik, sebelum dan sesudah konsumsi kopi robusta pada masyarakat di Kecamatan Randudongkal Pemalang dan terdapat perubahan frekuensi nadi sebelum dan sesudah konsumsi kopi robusta pada masyarakat di Kecamatan Randudongkal Pemalang setelah konsumsi
USIA DAN GULA DARAH PUASA SEBAGAI PREDIKTOR KELEMAHAN GENGGAMAN TANGAN: STUDI MULTISENTER DI ENAM KELURAHAN DKI JAKARTA Tjie Haming Setiadi; Alexander Halim Santoso; Daniel Goh; Gracienne
Ebers Papyrus Vol. 32 No. 1 (2026): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v32i1.38472

Abstract

Kekuatan genggaman tangan merupakan indikator penting dalam menilai status fungsional dan kesehatan umum, serta menjadi salah satu komponen dalam diagnosis sarkopenia. Usia dan gangguan metabolik seperti hiperglikemia diduga berperan dalam menurunkan fungsi otot. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran usia dan kadar gula darah puasa sebagai prediktor kelemahan genggaman tangan pada laki-laki dewasa. Penelitian ini merupakan studi potong lintang multicenter yang melibatkan 121 laki-laki dewasa berusia ≥18 tahun di enam kelurahan wilayah DKI Jakarta. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan kadar gula darah puasa dan profil lipid menggunakan metode dry strip chemical analyzer, serta pengukuran kekuatan genggaman tangan menggunakan dynamometer digital. Analisis statistik dilakukan dengan metode Receiver Operating Characteristic (ROC) untuk menilai nilai prediktif masing-masing variabel terhadap kelemahan otot. Rerata usia responden adalah 48,06 tahun dan rerata kadar gula darah puasa 107,35 mg/dL, dengan nilai maksimum mencapai 524 mg/dL. Sebanyak 34,7% responden mengalami kelemahan genggaman tangan. Analisis ROC menunjukkan bahwa usia merupakan prediktor paling kuat (AUC = 0,763; p < 0,001), diikuti oleh kadar gula darah puasa (AUC = 0,647; p = 0,008), sedangkan parameter lipid tidak menunjukkan signifikansi (p > 0,05). Usia dan kadar gula darah puasa merupakan prediktor signifikan terhadap kelemahan genggaman tangan pada laki-laki dewasa, sehingga dapat dijadikan indikator klinis dalam deteksi dini penurunan fungsi otot. Pemeriksaan sederhana ini sebaiknya dimasukkan ke dalam skrining rutin, khususnya pada populasi usia paruh baya, guna mendukung upaya preventif terhadap gangguan muskuloskeletal.