cover
Contact Name
Ria Buana
Contact Email
Jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Phone
+628129657508
Journal Mail Official
jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Ebers Papyrus
ISSN : 08548862     EISSN : 27981630     DOI : https://doi.org/10.24912/ep.vxxxx.xxxxx
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ebers Papyrus adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Ebers Papyrus berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli, studi kasus dan tinjauan pustaka. Konten Ebers Papyrus meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 312 Documents
KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA KEDOKTERAN TAHUN PERTAMA DITINJAU DARI PSYCHOLOGICAL WELL-BEING Akhisa Diva Saputri; Enny Irawaty
Ebers Papyrus Vol. 32 No. 1 (2026): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v32i1.36003

Abstract

Kemandirian belajar merupakan kemampuan individu untuk secara aktif dan bertanggung jawab mengelola proses pembelajarannya sendiri. Beberapa faktor seperti kesehatan mental dan kesejahteraan sosial memengaruhi kemenadirian belajar. Kesehatan mental yang baik berkaitan dengan psychological well-being, yaitu kondisi optimal fungsi psikologis individu yang mencermikan kesejahteraan mental secara holistik. Tujuan penelitian untuk menganalisis korelasi psychological well-being dengan kemandirian belajar mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional yang dilakukan pada mahasiswa tahun pertama angkatan 2024 pada bulan Desember 2024 sampai Maret 2025. Data dikumpulkan dengan kuesioner Ryff’s psychological well-being dan Self-directed learning readiness scale, kemudian dianalisis dengan uji Chi-square. Hasil studi menunjukkan mayoritas responden memiliki psychological well-being yang tinggi (84 responden; 55,6%) dan kemandirian belajar yang tinggi (110 responden; 72,8%). Uji statistik Chi-square menunjukkan hubungan yang signifikan antara psychological well-being dengan kemandirian belajar (nilai p <0,001). Semakin tinggi tingkat psychological well-being mahasiswa maka semakin tinggi tingkat kemandirian belajarnya. Hal ini mengartikan pentingnya psychological well-being dalam pengembangan kemandirian belajar mahasiswa.
POLA PERAWATAN DAN KADAR HIDRASI KULIT WAJAH MAHASISWA DAN MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA Laudza Al Adhim; Linda Yulianti W
Ebers Papyrus Vol. 32 No. 1 (2026): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v32i1.36013

Abstract

Akne vulgaris merupakan dermatosis inflamasi yang prevalensinya tinggi pada usia remaja dan dewasa muda. Hidrasi kulit berperan krusial dalam mempertahankan integritas sawar epidermis serta modulasi inflamasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pola perawatan kulit dan kadar hidrasi wajah pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara (FK UNTAR) dengan akne vulgaris. Desain studi deskriptif kuantitatif potong lintang melibatkan 142 subyek penelitian. Data diperoleh melalui kuesioner dan pengukuran kadar hidrasi wajah menggunakan Skin Analyzer pada regio pipi bilateral. Sebagian besar subjek mencuci wajah dua kali per hari (75.61%) dan menggunakan produk perawatan kulit secara rutin (49.97%). Kadar hidrasi kulit wajah pada mahasiswa yang berada dalam kategori kering, yaitu laki-laki sebanyak 38.33% dan perempuan sebanyak 16.67%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi tentang pemilihan produk perawatan akne vulgaris yang mendukung hidrasi tetap diperlukan pada mahasiswa FK UNTAR.
PENGARUH TINGKAT KEPARAHAN AKNE VULGARIS TERHADAP KUALITAS HIDUP PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA ANGKATAN 2022 Selvira Amalia; Catharina Sagita Moniaga
Ebers Papyrus Vol. 32 No. 1 (2026): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v32i1.36216

Abstract

Akne vulgaris (AV) merupakan peradangan jangka panjang pada unit pilosebasea yang sering menyerang wajah, dada atas, dan punggung, serta ditandai oleh produksi sebum berlebih, komedo, papula, pustula, dan nodul. Lebih dari 85% remaja mengalaminya dan sekitar 50% berlanjut hingga dewasa. Meskipun tidak mengancam jiwa, AV memiliki pengaruh besar terhadap kualitas hidup penderitanya.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat keparahan akne vulgaris dan kualitas hidup mahasiswa.Studi ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang yang dilakukan pada 59 mahasiswa yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Derajat AV dinilai berdasarkan klasifikasi Lehmann dan kualitas hidup diukur menggunakan kuesioner Dermatology Life Quality Index (DLQI). Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan perhitungan Prevalence Risk Ratio (PRR). Sebanyak 51 responden (86,4%) memiliki AV derajat ringan dan sebanyak 8 responden (18,6%) memiliki AV derajat sedang-berat. Selain itu, sebanyak 49 responden (83,1%) mengalami dampak ringan-sedang terhadap kualitas hidup, dan sebanyak 10 responden (16,9%) mengalami dampak berat-sangat berat. Lebih lanjut ditemukan hubungan yang bermakna secara statistik antara derajat AV dengan kualitas hidup (p < 0.001; PRR = 9,563; 95% Cl = 3,440-26,180). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa derajat AV memiliki hubungan yang signifikan terhadap kualitas hidup mahasiswa, yaitu semakin berat derajat AV maka semakin tinggi risiko gangguan kualitas hidup.
KORELASI PERBANDINGAN LINGKAR PINGGUL DAN PANGGUL TERHADAP HIPERTENSI PADA POPULASI USIA KERJA DI JAKARTA BARAT Andrew Philo; Alexander Halim Santoso
Ebers Papyrus Vol. 32 No. 1 (2026): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v32i1.36226

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi dan berperan sebagai faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Distribusi lemak tubuh, terutama lemak viseral, berhubungan erat dengan kejadian hipertensi, dan rasio lingkar perut terhadap lingkar panggul (RLPP) diketahui sebagai indikator yang lebih baik dibanding indeks massa tubuh dalam menilai obesitas sentral. Penelitian mengenai hubungan RLPP dengan hipertensi masih terbatas di wilayah Jakarta Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara RLPP dan kejadian hipertensi pada dewasa usia produktif di SMP Kalam Kudus 2 Jakarta Barat. Studi ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang pada 192 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner, pengukuran lingkar perut, lingkar panggul, dan pemeriksaan tekanan darah, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tekanan darah sistolik adalah 129,73 mmHg dan diastolik 81,94 mmHg. Sebanyak 65 responden (32,3%) mengalami hipertensi, sedangkan 67,7% memiliki tekanan darah normal. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara RLPP dan hipertensi (p < 0,05) dengan nilai risiko relatif (RP) sebesar 2,716, yang berarti responden dengan RLPP tinggi memiliki risiko 2,7 kali lebih besar untuk mengalami hipertensi dibandingkan mereka dengan RLPP normal. Temuan ini menguatkan bahwa obesitas sentral berperan penting dalam peningkatan tekanan darah melalui mekanisme resistensi insulin, aktivasi sistem saraf simpatis, dan peningkatan aktivitas renin-angiotensin. Kesimpulannya, terdapat hubungan signifikan antara RLPP dan kejadian hipertensi, sehingga pengukuran RLPP dapat digunakan sebagai alat skrining sederhana untuk identifikasi dini risiko hipertensi pada populasi dewasa produktif.
PENGETAHUAN PRAPASCATES MAHASISWA KEDOKTERAN TERHADAP BAWANG PUTIH UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH DAN EFEKTIVITAS EDUKASI TERHADAP PASCATES Revalia Candra; Robert Kosasih
Ebers Papyrus Vol. 32 No. 1 (2026): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v32i1.36228

Abstract

Keberagaman tanaman di Indonesia sangatlah bervariasi dan juga kaya akan manfaat. Salah satu tanaman yang dikenal kaya akan manfaatnya adalah bawang putih. Di kehidupan sehari-hari, seringkali bawang putih digunakan sebagai salah satu bumbu untuk masakan, tetapi diketahui bahwa di dalam bawang putih terdapat kandungan yang bermanfaat untuk kesehatan. Salah satu manfaat yang terkandung adalah untuk menurunkan tekanan darah. Sayangnya, manfaat bawang putih sebagai tanaman penurun tekanan darah kurang diketahui. Dilakukannya studi ini dengan tujuan untuk mengetahui nilai tingkat pengetahuan pada masyarakat muda terhadap manfaat bawang putih dalam menurunkan tekanan darah yang akan dilakukan kepada mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2023, kemudian responden akan dinilai sebelum dan sesudah diberikannya edukasi, berupa media video. Penelitian ini menggunakan uji eksperimental dengan desain kuasi-eksperimental one group pre-post test. Kuesioner akan dibagikan melalui media google-form untuk mengumpulkan data pada penelitian ini. Sampel penelitian terdiri dari 67 responden. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Pada analisa data didapatkan hasil p < 0,000 yang membuktikan bahwa adanya hubungan yang berarti menurut hasil ujistatistik terhadap pemberian video edukasi dengan tingkat pengetahuan mahasiswa terhadap bawang putih sebagai tanaman penurun tekanan darah, dimana sebanyak 38 responden mendapatkan peningkatan skor dari prates ke pascates. Berdasarkan hasil yang didapatkan dari analisa, diketahui bahwa pemberian edukasi efektif untuk meningkatkan skor pada saat pascates.
PERBANGINGAN ESTIMATED GLOMERULAR FILTRATION RATE ANTARA DEWASA OBESITAS DAN NON-OBESITAS PADA MEDICAL CHECK-UP DI RUMAH SAKIT PERMATA KELUARGA CIKARANG JABABEKA TAHUN 2023-2024 Camilla Imelda Chatherine Gerungai; Marina Maria Ludong
Ebers Papyrus Vol. 32 No. 1 (2026): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v32i1.36268

Abstract

Obesitas merupakan penumpukan lemak berlebihan yang menjadi masalah kesehatan global yang terus meningkat dan berdampak pada berbagai gangguan metabolik serta kerusakan organ, termasuk ginjal. WHO melaporkan bahwa lebih dari satu miliar penduduk dunia mengalami obesitas dan angka ini terus bertambah sejak 30 tahun terakhir. Obesitas berhubungan dengan perubahan hemodinamik ginjal, aktivasi sistem renin–angiotensin–aldosteron (RAAS), inflamasi kronis, dan resistensi insulin yang dapat menyebabkan hiperfiltrasi, kerusakan podosit, dan glomerulosklerosis yang pada akhirnya menurunkan nilai estimated glomerular filtration rate (eGFR). Penelitian ini bertujuan untuk menilai perbandingan eGFR pada orang dewasa obesitas dan non-obesitas yang menjalani medical check-up di Rumah Sakit Permata Keluarga Cikarang Jababeka tahun 2023–2024. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan data sekunder rekam medis. Sampel terdiri dari 1301 subjek berusia 21–63 tahun yang memenuhi kriteria inklusi. Status obesitas ditentukan berdasarkan IMT menurut kriteria Asia Pasifik, sedangkan eGFR dihitung dengan persamaan CKD-EPI. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann–Whitney karena distribusi eGFR tidak normal. Hasil menunjukkan bahwa kelompok obesitas memiliki rata-rata eGFR 78,04 mL/menit/1,73 m², sedangkan kelompok non-obesitas 80,86 mL/menit/1,73 m². Uji Mann–Whitney menghasilkan p = 0,02 yang menandakan perbedaan bermakna antara kedua kelompok. Temuan ini menunjukkan bahwa obesitas berhubungan dengan penurunan fungsi filtrasi ginjal dan juga menegaskan pentingnya upaya pencegahan obesitas dan deteksi dini gangguan fungsi ginjal melalui pemeriksaan rutin seperti eGFR.
TINGKAT PENGETAHUAN DERMATITIS SEBOROIK DI SMAN 77 JAKARTA PRA DAN PASCA PENYULUHAN Nagwa Djafar; Irene Dorthy Santoso
Ebers Papyrus Vol. 32 No. 1 (2026): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v32i1.36324

Abstract

Dermatitis seboroik (DS) merupakan gangguan kulit yang bersifat kronis dan berulang, serta umum terjadi pada kelompok usia remaja, terutama pada permukaan kulit dengan aktivitas kelenjar sebasea yang tinggi. Kondisi ini dapat mengganggu kenyamanan fisik dan menurunkan kepercayaan diri, walaupun tidak membahayakan jiwa. Upaya untuk pencegahan DS secara efektif dapat dilakukan dengan pengetahuan yang memadai. Pencegahan DS antara lain dengan memahami definisi penyakit, penyebab, serta pengobatan dari penyakit tersebut. Semua aspek ini dapat ditingkatkan dengan pengetahuan yang baik, terutama dengan video edukasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak penyuluhan melalui media video edukatif terhadap peningkatan pengetahuan siswa SMAN 77 Jakarta mengenai DS. Penelitian dilakukan secara quasi-eksperimental dengan desain one group pre-test dan post-test terhadap 67 siswa yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pada skor rata-rata pengetahuan dari 68,75 sebelum intervensi menjadi 87,61 setelah intervensi. Jumlah siswa dengan tingkat pengetahuan baik meningkat signifikan dari 34,3% menjadi 89,6%. Hasil menunjukan bahwa penggunaan media yang menarik dan interaktif selaras dengan preferensi belajar remaja. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang bermakna secara statistik (p = 0,000), ini menunjukan bahwa pemberian penyuluhan melalui media video edukatif mampu meningkatkan tingkat pengetahuan mengenai DS.
PENINGKATAN PENGETAHUAN ORANG TUA SETELAH EDUKASI VARICELLA MENGGUNAKAN LEAFLET DI PUSKESMAS GROGOL Hilda Benita Raharjo; Irene Dorthy Santoso Santoso
Ebers Papyrus Vol. 32 No. 1 (2026): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v32i1.36405

Abstract

Varicella merupakan penyakit infeksi yang mudah menular dan sering menyerang anak, sehingga pengetahuan orang tua memegang peran penting dalam pencegahan. Tujuan: Mengetahui perbedaan pengetahuan orang tua sebelum dan sesudah diberikan edukasi mengenai varicella menggunakan media leaflet. Metode: Penelitian quasi-eksperimental pre–post dilakukan pada November 2025 di Puskesmas Grogol dengan 64 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner terstruktur sebelum dan setelah intervensi edukasi. Hasil: Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 22,31 pada pre-test menjadi 24,87 pada post-test dengan peningkatan sebesar 2,56 poin. Uji paired t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,001), menandakan bahwa edukasi menggunakan leaflet efektif meningkatkan pengetahuan responden. Kesimpulan: Edukasi melalui leaflet berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai varicella.
PENGARUH ADIKSI TIKTOK DENGAN GANGGUAN EMOSIONAL DAN PERILAKU REMAJA DI JELAMBAR Ernawati Ernawati; Naomi Esthernita Fauzia Dewanto; Fiona Valencia Setiawan
Ebers Papyrus Vol. 32 No. 1 (2026): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v32i1.36445

Abstract

Adiksi media digital pada remaja merupakan isu kesehatan masyarakat yang semakin menonjol, terutama dengan meningkatnya penggunaan platform video pendek seperti TikTok. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat adiksi TikTok dan gangguan emosional serta perilaku pada remaja di kawasan urban Jelambar. Studi potong lintang dilakukan pada 306 remaja berusia 11–18 tahun, menggunakan TikTok Addiction Scale (TTAS) dan Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) untuk menilai dimensi adiksi dan indikator psikososial. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi signifikan antara dimensi mood modification, tolerance, conflict, withdrawal, dan relapse dengan gejala hiperaktivitas, gangguan emosional, dan masalah karakter. Skor total TTAS juga berhubungan dengan peningkatan skor kesulitan total SDQ, menegaskan bahwa adiksi TikTok berpotensi mengganggu regulasi emosi, meningkatkan impulsivitas, dan memengaruhi kemampuan penyesuaian perilaku remaja. Temuan ini mendukung pemahaman bahwa adiksi digital merupakan fenomena multidimensional yang melibatkan interaksi mekanisme neurobiologis, psikologis, dan lingkungan. Berdasarkan hasil tersebut, diperlukan strategi intervensi yang terarah, meliputi penguatan literasi digital, pengawasan penggunaan gawai oleh orang tua dan sekolah, pengembangan keterampilan regulasi emosi, serta penciptaan lingkungan digital yang lebih sehat bagi remaja di perkotaan.
HUBUNGAN KADAR PROFIL LIPID DENGAN FUNGSI PARU MASYARAKAT KELURAHAN KOTA BAMBU, JAKARTA BARAT Hadisono Hadisono; Alexander Halim Santoso; Fiona Valencia Setiawan
Ebers Papyrus Vol. 32 No. 1 (2026): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v32i1.36446

Abstract

Penurunan fungsi paru pada masyarakat urban merupakan isu kesehatan yang dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara faktor metabolik, lingkungan, dan gaya hidup. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi hubungan antara kadar profil lipid—meliputi kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida—dengan fungsi paru pada masyarakat dewasa di Kelurahan Kota Bambu. Desain penelitian menggunakan pendekatan potong lintang dengan 135 responden berusia 18–65 tahun yang menjalani pemeriksaan profil lipid dan spirometri sesuai standar ATS/ERS. Analisis korelasi Spearman menunjukkan bahwa dari seluruh komponen lipid, trigliserida memiliki hubungan paling konsisten dan signifikan dengan parameter fungsi paru, termasuk VC Percentage, FVC Actual dan Percentage, serta FEV₁ Actual dan Percentage (r = 0,18–0,32; p < 0,05). Sebaliknya, kolesterol total, HDL, dan LDL tidak menunjukkan hubungan bermakna terhadap kapasitas ventilasi (p > 0,05). Korelasi positif antara trigliserida dan fungsi paru dapat mencerminkan pengaruh status metabolik terhadap elastisitas paru, kemampuan ekspansi toraks, serta performa otot pernapasan. Temuan ini mengindikasikan bahwa trigliserida dapat menjadi indikator tambahan dalam menilai risiko gangguan ventilasi pada komunitas urban dengan faktor metabolik yang tinggi. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya integrasi pemeriksaan lipid dengan spirometri sebagai strategi skrining promotif–preventif berbasis risiko. Meski demikian, desain potong lintang dan tidak dikontrolnya faktor perancu seperti paparan polusi dan kebiasaan merokok menjadi keterbatasan yang perlu diperbaiki dalam studi longitudinal mendatang untuk memperkuat pemahaman kausalitas hubungan metabolik-respirasi di populasi Indonesia.